Jumat, 16 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, Muhammadiyah Asli - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Muhammadiyah Asli

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Muhammadiyah Asli

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock