Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Politik NU Kedepankan Moralitas

Makassar, Muhammadiyah Asli. Diskusi atau tepatnya kongkowa yang diselenggarakan oleh IPNU dan IAPAN (Ikatan Alumni Ponpes Annahdlah UP) Sulawesi Selatan, Jum’at (26/4) ini mengambil tema yang cukup menarik, yaitu Politik Kaum Santri. 

Hal ini menjadi langkah besar bagi pengurus IPNU Sulsel khususnya, karena selama ini IPNU Sulsel “tabu” membicarakan politik (dalam arti luas) yang selama ini giat melakukan kerja-kerja kaderisasi dan pengawalan ideologi Aswaja dikalangan pelajar.

Politik NU Kedepankan Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik NU Kedepankan Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik NU Kedepankan Moralitas

Tampak hadir Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam HS, Ketua Umum IAPAN Firdaus Muhammad, dan Ketua PW IPNU Sulsel Muh. Ramli. Hadir pula wartawan senior Tribun Timur As Kambie yang bertindak sebagai moderator.

Muhammadiyah Asli

Menurut Firdaus orang-orang pesantren/kaum santri yang selama ini dikenal sebagai kaum sarungan tidak harus alergi dengan kata politik, hal ini disebabkan dengan misi besar yakni misi keumatan melalui kerja-kerja politik kebangsaan. 

Muhammadiyah Asli

Orang pesantren mestinya senantiasa melakukan gerakan-gerakan perlawanan politik dengan caranya sendiri yakni melalui kacamata fiqhiyyah. Dan carut marutnya perpolitikan di Indonesia sekarang, mestinya kaum santri hadir membawa misi politik moral. 

“Bisa kita lihat parpol yang selama ini identik dengan identitas keislaman, sungguh jauh dari cita-cita misi keumatan,“ katanya.

Ketua Umum IPNU, Khairul Anam mengatakan politik bagi NU/IPNU itu bukan mencari kedudukan tapi lebih memperjuangkan visi/nilai keumatan, berangkat dari sejarah awal dari perlawanan kaum santri (berpolitik) yang dilakonkan oleh Kiai Maja yang mewakili komunitas santri dan Pangeran Diponogoro yang mewakili Islam priyayi melawan kedigdayaan Belanda pada masa penjajahan. 

Masih menurut Khairul Anam, salah satu keuntungan terbesar buat NU, dalam mengawal politik di Indonesia, khususnya di Sulsel NU memiliki kekuatan politik kultural yakni Kiai sebagai lokomotif perubahan bangsa dan pesantren sebagai lembaga pendidikan kaum sarungan yang dulunya mempunyai sejarah perlawan para Kiai berawal dari diskusi di pesantren.

Sedangkan menurut Ramli, NU jangan hanya menjadi objek dari karut-marutnya perpolitikan di Indonesia, tapi NU mesti jadi pelaku/aktor dari perubahan bangsa dengan cara-caranya sendiri. 

“Pelaku/aktor disini jangan dipahami hanya lewat anggota legislatif atau masuk parpol, itu salah satunya, tapi jauh lebih besar, NU mesti melakukan gerakan-gerakan kultural sebagaimana yang dilakukan oleh para sepuh,” ujarnya.

Para ulama berperan besar dalam perubahan masyarakat. Ia  menyebut peran KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah di Jawa Di Sulsel para ulama juga berperan besar dalam mendidik masyarakat seperti yang dilakukan oleh Anre Gurutta As’ad di Sengkang, Gurutta Abd. Ambo Dalle di Barru, Anre Gurutta Ahmad Bone di Bone, Anre Gurutta Puang Ramma, Anre Gurutta Mansyur Ramli dan masih banyak ulama-ulama lainnya.



Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima informasi hasil rukyatul hilal terkait awal Ramadhan 1438 Hijriah, Jumat (16/5) petang. Pihak PBNU mengadakan komunikasi langsung dengan tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU yang menyebar di sejumlah titik pantau di Indonesia, antara lain Ternate, Bali, Riau, NTB, Jawa Timur.

Komunikasi dengan semua titik dihubungkan melalui teleconference di Ruang Nusantara Command Center (NCC) di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Hal ini memungkinkan semua titik terpantau dalam waktu bersamaan.

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Teleconference dengan Tim Rukyat LFNU di Daerah

“Ada 81 titik yang mengikuti teleconference melalui fasilitas NCC,” kata seorang petugas NCC kepada Muhammadiyah Asli.

Sejumlah pengurus PBNU termasuk Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dijadwalkan menghadiri telekonference ini.

Muhammadiyah Asli

Hingga berita ini diturunkan, dari tampilan layar di ruang NCC tampak beberapa Pengurus Wilayah NU di daerah juga mengikuti teleconference. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Lomba, Kiai, Amalan Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum

Oleh Fathoni Ahmad

Salah satu guru bangsa kita, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1940-2009) selalu menekankan adab ketimbang ilmu. Sebab baginya, ilmu tidak akan bermanfaat secara luas jika tidak ditopang dengan adab yang baik, baik kepada guru, orang tua, dan orang lain. Hal ini bukan bermaksud mengesampingkan ilmu, tetapi upaya memberikan pondasi kokoh terhadap ilmu itu sendiri.?

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Jiwa Agama Melalui Ilmu Umum

Diantara hal penting dalam setiap penyampaian materi pelajaran yaitu usaha untuk menyisipkan nilai-nilai agama dan moral bahkan di dalam ilmu umum sekalipun. Belakangan, langkah ini disebut dengan pendidikan karakter. Tetapi sebelum pendidikan karakter ramai diperbincangkan pada 2006 silam, metode insersi lebih dahulu muncul.?

Metode insersi adalah upaya menginternalisasi jiwa agama dalam bentuk nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual melalui ilmu-ilmu umum. Tulisan singkat ini bermaksud mengurai strategi penanaman (internalisasi) nilai-nilai agama atau jiwa agama melalui ilmu umum.

Metode ini diterapkan agar siswa tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual di setiap ilmu yang dipahaminya. Hal ini dapat mewujudkan generasi kokoh, baik dalam sisi moral, sosial, intelektual, dan spiritual. Tentu kecakapan komplit ini sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu memanusiakan manusia sehingga manusia tersebut juga mampu memanusiakan manusia lain. Tujuan ini menjadi bukti bahwa pendidikan melalui penerapan jiwa agama merupakan investasi sepanjang hayat (life long investment).

Muhammadiyah Asli

Metode insersi ini dapat dilakukan oleh guru sebagai agenda kurikulum tersembunyi (hiden curriculum). Maksud tersembunyi ini yaitu menyisipkan nilai-nilai agama ketika menerangkan materi atau mengadakan evaluasi materi. Hal ini dilakukan agar guru tidak dinilai mencampuradukkan berbagai materi oleh siswa.?

Sebab tidak bisa dipungkiri, ada sebagian siswa yang merasa bosan dengan yang namanya ceramah. Dengan kata lain merasa tidak menarik untuk diceramahi. Di titik inilah guru harus mampu membuat pemahaman bahwa nilai-nilai agama sangat penting diperhatikan oleh siswa di setiap mereka mempelajari ilmu umum.

Berikut contoh simple metode penerapan jiwa agama melalui ilmu sejarah dan bisa diaplikasikan ke ilmu-ilmu umum lain.

Muhammadiyah Asli

Di zaman agresi Belanda kedua 1945-1947, bangsa Indonesia yang terdiri dari tokoh nasional, santri, dan para ulama berjuang matian-matian untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia walau dengan peralatan perang dan jumlah prajurit seadanya. Secara perhitungan rasional, ketika itu Indonesia tidak akan mampu memenangkan perang melawan sekutu berdasarkan jumlah dan mutu persenjataan yang ada. Teori dan teknik perang melawan tentara yang telah memenangkan perang dunia kedua, kekuasaan ekonomi dan belanja perang.

Tetapi kenyataannya Indonesia melalui semangat jihad mengusir sekutu yang digawangi oleh para ulama dan santri di Surabaya berhasil memenangkan peperangan itu, lalu benar-benar terlepas dari belenggu penajajahan sehingga merdeka. Hal itu berkat semangat jihad suci bangsa Indonesia yang pantang menyerah. Berkat pertolongan dari Allah SWT karena rakyat Indonesia dalam kebenaran mempertahankan haknya yang benar dengan niat ikhlas.

Demikianlah metode dan strategi sederhana menerapkan jiwa agama yang diterapkan ke dalam ilmu sejarah. Sehingga disamping faktor strategi perang, siswa juga dapat memahami bahwa faktor spiritual juga ikut menjadi penopang keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia. Wallahu alam bisshowab.

Penulis mengajar di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Nahdliyin di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikut melaksanakan instruksi dari PBNU untuk menggelar pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali H Masruri, pembacaan shalawat nariyah ini rencananya bakal dipusatkan di Masjid Agung Boyolali, Sabtu (21/10) malam.

“Insyaallah dihadiri ribuan warga Nahdliyin se-Boyolali. Selain itu, di tiap MWC juga kita instruksikan untuk melaksanakannya di masjid maupun pondok pesantren,” terang Masruri.

Lebh lanjut dipaparkan Masruri apel akbar Hari Santri Nasional 2017 pada, Ahad (22/10) pagi, digelar di Lapangan Sunggingan Boyolali.

Muhammadiyah Asli

“Juga ada kirab ta’aruf yang bertemakan wajah pesantren wajah Indonesia. Dimulai dari Lapangan Sunggingan, menyusuri sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali, dan berakhir di depan Kantor Pos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Khoirudin Ahmad menambahkan pada pelaksanaan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di Masjid Agung nanti, juga akan dilakukan pengukuhan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor dan BAANAR (Badan Ansor Anti-Narkoba) Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Lomba, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya

Jombang, Muhammadiyah Asli. Budayawan asal Madura D. Zawawi Imron memberi semangat para santri agar selalu belajar dari sejarah. Tapi, menurutnya, yang harus diambil adalah api atau semangat meneruskan sejarah, bukan debunya sebagai cerita dan kebanggaan saja.

"Kita ambil apinya sejarah, bukan abunya," kata penyair ini di depan ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng pada acara Pengajian Resolusi Jihad, Sabtu (29/11) malam, di Masjid Jami’ Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Zawawi Imron: Kita Ambil Api Sejarah, Bukan Abunya

"Baik mana abu dengan apinya?" tanya Zawawi kepada para santri. Serentak santri menjawab "Api!" Zawawi Sukses memantikkan semangat para santri malam itu.

Muhammadiyah Asli

Penyair berjuluk “Celurit Emas” ini juga menceritakan betapa kejamnya para penjajah menginjak-injak bangsa Indonesia. Belanda dengan rodi dan Jepang dengan Romushanya. Para bangsawan, rakyat, petani, raja-raja, agamawan turut serta dalam melawan penjajahan tersebut.

Muhammadiyah Asli

"Dalam perjuangan tersebut, selalu melibatkan kaum santri, misalkan saja pangeran Diponegoro yang melibatkan Kiai Mojo sebagai penasihatnya dan kiai-kiai dan santri-santri mulai di Jawa," ceritanya sembari menegaskan, agama Islam? menolak penjajahan dan kesewenang-wenangan. Islam mencintai keadilan yang menjadi substansi dari perjuangan pesantren.

Zawawi Imron lalu menerangkan kronologi resolusi Jihad dan pengaruh Hadratussyaikh bersama kiai-kiai dan santri-santri Jawa-Madura dalam mempertahankan kemerdekaan. D. Zawawi Imron juga menyinggung peran Tebuireng dari masa ke masa yang menelurkan putra-putra terbaik bangsa termasuk KH Abdul Wahid Hasyim.

"Datangnya tentara sekutu kembali ke Indonesia ditangkap cepat oleh seorang Kiai Besar, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan langsung mengumpulkan para kiai," terangnya.

Zawawi dalam kesempatan itu mendorong para santri untuk meneruskan perjuangan para pendahulu Tebuireng. "Di Tebuireng ada tiga pahlawan nasional mulai dari kakek, anak dan cucu ikut andil besar dalam perjuangan bangsa. Ini harus diambil hikmahnya," tuturnya.

"Bayangkan kalau 2700 santri Tebuireng sekarang ini, kalau mendapatkan apinya sejarah maka insya Allah Indonesia ke depan akan disinari semangat resolusi jihadnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari," tambahnya disambut tepuk tangan riuh para santri.

Sebelum menutup ceramah, D. Zawawi Imron berpesan kepada santri untuk berakhlak baik dan berkata-kata indah. Terakhir bersama dengan 2700 santri Tebuireng ia membaca shalawat. (Abror/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menyatakan keprihatinannya melihat aksi-aksi intoleran yang belakangan marak. Menurutnya, para pelaku aksi intoleransi kadang mengatasnamakan Pancasila untuk aksi intoleransinya itu.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Ia melihat adanya kesalahpahaman di kalangan pemuda terutama dalam hal berbangsa dan bernegara. Kesalahpahaman ini, menurutnya, dipicu oleh kurang maksimalnya transfer pengetahuan kebangsaan atau tidak menyebar secara merata di kalangan generasi muda saat ini.

“Tidak heran kalau itu penyebabnya banyak orang menafsirkan Pancasila secara sempit,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik menegaskan, banyak anak bangsa sekarang tercerabut dari akar historis Pancasila. Mereka kehilangan arah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka melakukan praktik-praktik sosial dan politik yang jauh dari cita-cita persatuan dan semangat keadilan sosial yang digariskan para pendiri bangsa Indonesia,” kata Chrisman.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, Anti Hoax, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Banda Aceh, Muhammadiyah Asli ?

Pria itu berkulit coklat dengan urat-urat di tangan mencuat seperti cacing panjang menjalar di pergelangannya. Cacingnya telah kendor memang karena telah dimakan usia. Namun demikian, masih mampu memegang setang ontel dari Malang, Jawa Timur, sampai Banda Aceh dalam waktu 83 hari.?

Pria kelahiran 3 November1942 ini bertemu dengan Tim Ekspedisi Islam Nusantara di Rumoh Aceh, Banda Aceh, Sabtu 30 April lalu. Ia tengah melakukan ekspedisi juga di kota tersebut. Ekspedisi bertemu ekspedisi. Bedanya, Ekspedisi Islam Nusantara dilakukan berkelompok, ia sendirian.?

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ontel 76 Tahun Antarkan Sutikno Keliling Indonesia

Lelaki berperawakan sedang dengan tinggi badan 165 cm itu bernama Sutikno. Di usia 74 tahun ia tinggal sendirian di Kepanjen, Malang. Istrinya sudah lama meninggal. Sementara keenam anaknya telah berkeluarga. Dari pernikahan mereka ia mendapatkan 14 orang cucu.

Buat apa dia berjalan jauh sampai ke serambi mekkah ini? Bukankah ia sebaiknya tinggal di rumah saja menikmati masa tuanya bersama anak-anak atau cucunya?

Hobinya sejak kecil berjalan-jalan melihat hal-hal yang baru. Namun ia tak puas karena perjalanan terjauhnya hanya sampai Manado. Kemudian berkutat dengan kerjanya yang menjadi staf Pekerjaan Umum Kota Malang.?

Muhammadiyah Asli

Baru setelah pensiun pada 1998, ia memulai menjemput hobinya yang lama terpendam tersebut. Ia bergabung dengn Komunitas Ontel Indonesia (Kosti) Malang. Bersama mereka hobinya tersalurkan.?

Kemudian ia melakukan perjalanan sendirian dengan ontel kesayangannya ke pulau dewata, Bali. Ternyata ia bisa kembali ke rumah dengan sehat dan selamat. Lalu, ketika ada undangan Kosti dari Semarang, ia mencobanya lagi. Ia menempuhnya sendirian selama 6 hari. Dan ternyata ia masih kuat, bisa kembali dengan sehat dan selamat.?

Lantas memastikan diri ingin melihat Indonesia dengan ontel. Ingin keliling dari Sabang sampai Merauke. “Kita mau lihat NKRI harga mati apakah masih ada dalam masyarakat Indonesia,” katanya. Ternyata dalam perjalanan selama ini, masyarakat masih tetap ingin Indonesia utuh, lanjutnya.?

Muhammadiyah Asli

Tak hanya itu, ia ingin mengabarkan kepada khalayak, menggunakan alat transportasi ontel sangat bagus untuk kesehatan dan demi mengurangi polusi. “Biar tenaga sehat dan polusi berkurang,” katanya sembari mengatakan sekarang sudah terlalu banyak kendaraan yang mengandung polusi.

Ketika ia berniat keliling Indonesia, di antara anak-anaknya ada yang tidak setuju. Tapi dia menjawab, kalau tidak boleh, tolong antarkan keliling Indonesia. Semua anaknya angkat tangan. Akhirnya ia berjalan sendirian berangkat menggunakan ontel yang lebih tua dari dirinya.?

Ontel tersebut merupakan warisan ayahnya yang dibeli pada tahun 1940. Jadi telah berusia 76 tahun benda itu. Selama perjalanan melintasi Sumatera, ontel tersebut pernah meletus ban dalam 3 kali. Sementara ban belakangnya pernah diganti di Pekan Baru, Riau.

Siang ia berjalan, malamnya menginap hotel merah putih. “Biasanya tidur di hotel merah putih,” katanya. Tapi ia kemudian ketawa terkekeh-kekeh membuat jenggot dan kumisnya bergoyang-goyang karena yang dimaksud adalah SPBU atau pom bensin. Jika tak menemukan hotelnya, ia tidur di kantor polisi atau koramil.?

Soal stamina, ia punya resep tersendiri. Sebelum berangkat, ia makan sebutir bawang putih. Siang sebutir. Sore sebutir. “Harus bawang putih mentah,” katanya sembari mengatakan, selama perjalanan, ia mengandalkan uang pensiunan sebesar 2 juta 5 ratus per bulan.?

Dalam perjalanan ini, ia hanya membawa 4 potong baju dan celana dan dua buah sepatu serta satu tas pakaian, tas peralatan bengkel ontel, dan tas kecil untuk ponsel dan peralatan lain. Jika ada kerusakan, ia mampu menangani ontel kesayangannya itu.?

Pada hari Ahad (1/5) ia meninggalkan Banda Aceh, ia akan menyeberang ke Singapura, Malaysia, kemudian Batam, kembali lagi ke Malaysi untuk pergi ke Kalimantan. Terus ke Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock