Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Nahdliyin di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikut melaksanakan instruksi dari PBNU untuk menggelar pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali H Masruri, pembacaan shalawat nariyah ini rencananya bakal dipusatkan di Masjid Agung Boyolali, Sabtu (21/10) malam.

“Insyaallah dihadiri ribuan warga Nahdliyin se-Boyolali. Selain itu, di tiap MWC juga kita instruksikan untuk melaksanakannya di masjid maupun pondok pesantren,” terang Masruri.

Lebh lanjut dipaparkan Masruri apel akbar Hari Santri Nasional 2017 pada, Ahad (22/10) pagi, digelar di Lapangan Sunggingan Boyolali.

Muhammadiyah Asli

“Juga ada kirab ta’aruf yang bertemakan wajah pesantren wajah Indonesia. Dimulai dari Lapangan Sunggingan, menyusuri sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali, dan berakhir di depan Kantor Pos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Khoirudin Ahmad menambahkan pada pelaksanaan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di Masjid Agung nanti, juga akan dilakukan pengukuhan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor dan BAANAR (Badan Ansor Anti-Narkoba) Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Lomba, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) menandatangani kerja sama dalam pelayanan jasa perbankan di Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta, Senin (20/6) sore. Secara konkret NU DKI Jakarta akan membuka gerai Muamalat di lokasi yang jaringan berjejaring dengan NU DKI Jakarta.

Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah menyambut baik kerja sama kedua pihak ini. Ia mendukung gerai-gerai Muamalat untuk hadir di pelosok-pelosok DKI Jakarta.

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Alhamdulillah penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak ini berjalan lancar. Saya akan berkomitmen bahwa setelah kesepakatan ini seluruh transaksi PWNU mesti pakai Bank Muamalat Indonesia,” kata H Saefullah.

Muhammadiyah Asli

Ia berharap sosialisasi layanan perbankan berbasis syariah ini dikemas dengan bahasa yang sederhana.

“Saya sebagai Ketua PWNU sudah memulainya. Sejak ini saya menutup semua rekening bank lain,” kata H Saefullah.

Muhammadiyah Asli

Tampak hadir Rais Aam NU KH Makruf Amin, pengurus harian PWNU DKI Jakarta, dan jajaran Direksi Bank Muamalat serta Pimpinan Cabang Bank Muamalat Se-Jabodetabek. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Nusantara, Internasional Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Gunung Pun Tak Berani Memikul Beratnya Al-Qur’an

Pringsewu, Muhammadiyah Asli



Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi didaulat mengimami kegiatan peringatan setahun Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Husna yang diasuh oleh Ustadz Abdul Hamid pada Ahad Malam (8/1).?

"Kami ingin keberkahan dan keselamatan selalu menaungi pesantren kami ini melalui wasilah doa yang diimami oleh KH. Sujadi yang juga seorang hafidz quran," kata Ustadz Hamid saat kegiatan berlangsung di pesantren yang terletak di Pringsewu Barat tersebut.

Gunung Pun Tak Berani Memikul Beratnya Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunung Pun Tak Berani Memikul Beratnya Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunung Pun Tak Berani Memikul Beratnya Al-Qur’an

Sesaat sebelum mengimami doa, H. Sujadi mengatakan bahwa Pesantren Al Husna merupakan salah satu aset yang perlu terus dikembangkan dalam rangka mencetak para generasi penjaga dan penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, hal ini selaras dengan pernyataan Gubernur Lampung yang mengatakan bahwa Pringsewu menjadi lumbung bagi sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung.?

Muhammadiyah Asli

Walaupun baru berkiprah setahun, lanjutnya, Pesantren Al Husna sudah mampu memberikan sumbangsing SDM unggul di bidang Ilmu Al-Qur’an dengan para penghafalnya.

H. Sujadi mengapresiasi perjuangan para santri yang terus menghafal 30 juz Al Quran. Menurutnya banyak sekali godaan, cobaan atau ujian yang sering dihadapi oleh mereka yang memiliki tekad menghafal Al-Qur’an.

"Allah telah menjelaskan saking beratnya ilmu Al Qur’an, gunung pun tidak kuat dan tidak berani untuk memikul Al-Qur’an," jelas Abah Sujadi seraya membacakan Ayat Al Quran yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Muhammadiyah Asli

Oleh karenanya, ia berpesan kepada para santri untuk senantiasa istiqomah dan terus berdoa agar niat untuk menghafal Al Quran senantiasa ada dalam diri.?

"Ilmu Al-Qur’an merupakan harta kekayaan yang tak ternilai harganya dan tak akan habis barokahnya. Mudah-mudahan para santri senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT," harapnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli RMI NU, Nusantara Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng

Semarang, Muhammadiyah Asli. Lebih dari lima puluh peserta mengikuti kegiatan program rihlah ilmiah dalam rangkain kegitan pesantren ramadhan diadakan oleh Rumah Pendidikan Sciena Madani yang bekerja sama dengan Masjid Ar-Rasyid yang terletak di daerah Banjardowo Rt 2 Rw 6 Genuk Semarang.

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Rihlah Ilmiah Ramadhan ke Masjid Agung Jateng

Rihlah ilmiah merupakan program semacam pariwisata, namun bukan sekedar wisata akan tetapi memiliki nilai-nilai pendidikan. Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah dengan mengendarai kereta kelinci yang telah dipesan panitia ini bersifat gratis dan bahkan setiap peserta mendapatkan jatah tiket untuk menaiki menara masjid.

Di lantai 19 menara masjid agung jawa tengah, para peserta dikenalkan tentang pemandangan alam khususnya kawasan Semarang. Berlanjut di lantai 2 dan 3 para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang sejarah. Sebab di lantai tersebut menjadi museum pusat sejarah Jawa Tengah.

Muhammadiyah Asli

Dalam acara tersebut, para peserta di kawal oleh 2 porsenil Banser Ranting Banjardowo yakni saudara Suyatno dan Rohmani. Menurut Suyatno, bahwa tugas banser bukan sekedar memberikan rasa aman, namun bagaimana juga berperan aktif dalam kegiatan pendidikan.

Muhammadiyah Asli

Rihlah ilmiah ini sebagai bentuk pembelajaran lingkungan kepada anak-anak, kata penanggung jawab acara Ninik Ambarwati. “Saya juga sangat berterima kasih kepada Banser yang meluangkan waktunya untuk memberikan rasa aman dan membimbing anak-anak,” tuturnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Shadaqah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan, karena selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, para pengamal sodaqoh pun akan mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat KH Tb Ahmad saat mengisi pengajian pasaran di Buntet, Ahad (13/6).

Muhammadiyah Asli

Seraya mengutip pendapatnya Imam As-Suyuthi yang ungkapkan dalam Kitab Khumasi dan dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 107, Kang Entus, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faidah shadaqah terbagi menjadi lima macam.

Muhammadiyah Asli

"Pertama shadaqah yang pahalanya 10 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang yang sehat wal afiyat," ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian. Kedua, kata dia, shadaqah yang pahalanya 90 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.

Ditambahkannya, pahala yang ketiga adalah shadaqah yang pahalanya 900 kali lipat, yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.

"Keempat adalah shadaqah yang pahalanya 100 ribu kali lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua," imbuhnya

Dan yang terakhir, lanjut Kang Entus, shadaqah yang pahalanya 900 ribu kali lipat, yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, AlaSantri, Sejarah Muhammadiyah Asli

Rabu, 10 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia”

Tangerang Selatan, Muhammadiyah Asli

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan, kemampuan bangsa Indonesia memadukan antara ilmu, iman, dan amal telah menjadikan Indonesia mampu melakukan lompatan-lompatan sehingga menjadi salah satu negara termaju di kawasan Asia. Bahkan, Indonesia telah menjadi “Macan Asia”.

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia” (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia” (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia”

“Indonesia juga telah menjadikan Islam sebagai agama untuk membangun kehidupan dunia dan mencapai kebahagiaan ukhrawi, bahkan merupakan agama kemanusiaan secara universal,” ujar Ahmad Ath Thayyeb di alumni Al-Azhar University Kairo di Indonesia dan civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (23/2) siang.

Pemimpin tertinggi Al-Azhar ini sangat berbahagia bisa berkunjung ke negeri yang ia sebut sangat menghargai Mesir. Hal itu tercermin dalam kuatnya hubungan antara kedua belah pihak sepanjang sejarah umat Islam.

“Saya serta rombongan baik dari Al-Azhar maupun dari Majelis Hukama Muslim sangat syukur kepada Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengunjungi Republik Indonesia dan bertemu dengan rakyatnya yang sangat baik serta terutama dengan saudara-saudara kami seagama. Di mana keduanya berpegang teguh pada aqidah dan akhlaq lslam yang mulia,” paparnya.

Grand Syekh juga memuji bangsa Indonesia dengan mengatakan bahwa Indonesia telah dipilih Allah sebagai negeri tempat menyebarkan lslam sebagai agama yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akherat serta menjaga orisinalitas. “Dengan cara tetap menerima segala pembaruan yang keduanya dipadukan secara baik dalam individu maupun masyarakat Indonesia,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Menurut Ahmad Thayyeb, Bangsa Indonesia juga telah mampu menyingkap khazanah keislaman yang suci serta nilai-nilai hukum Islam dan akhlaknya dengan mewujudkan nilai keadilan, persamaan, sikap terbuka pada orang lain. Serta memotivasi untuk memiliki sumber-sumber kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Indonesia juga telah menjadikan Islam sebagai agama untuk membangun kehidupan dunia dan mencapai kebahagiaan ukhrawi, bahkan merupakan agama kemanusiaan secara universal,” ujarnya bangga.

Bagi Grand Syekh, Indonesia juga mampu membantah bohongnya tuduhan yang disampaikan oleh musuh-musuh Islam bahwa Islam adalah agama kemalasan dan tidak produktif sehingga masyarakatnya tidak maju. Bahkan, Islam dianggap sebagai agama yang menghambat kemajuan ekonomi dan politik.

Muhammadiyah Asli

“Saat ini, Indonesia menjadi model negara muslim yang dapat dibanggakan oleh umat Islam seluruh dunia. Sebab, Indonesia telah mampu mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa terutama di Asia Tenggara,” tuturnya.

Hadir dalam Halaqah Nasional ini para dosen Mesir, para duta besar negara sahabat, Duta Besar Mesir untuk RI, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan Menlu era Gus Dur Alwi Shihab. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Bahtsul Masail, AlaNu Muhammadiyah Asli

Senin, 08 Januari 2018

Tiga Alasan Mengapa Seorang Muslim Harus Bertasawuf

Bandung, Muhammadiyah Asli. Guru Besar bidang Tasawuf UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Mukhtar Solihin mengatakan, ada tiga alasan seseorang harus bertasawuf, “Pertama, tasawuf merupakan basis fitri setiap manusia. Ia merupakan potensi Ilahiyah yang berfungsi mendesain peradaban dunia. Tasawuf dapat mewarnai segala aktivitas sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan,” kata Mukhtar Solihin saat mengisi FGD bertema “Thoriqoh dalam Pandangan Mbah Hasyim Asy’ari” di kantor PWNU Jawa Barat, Sabtu, (23 /4).

Kedua, tasawuf berfungsi sebagai alat pengendali, agar dimensi kemanusiaan tidak ternodai oleh modernisasi yang mengarah dekadensi moral dan anomali nilai, sehingga tasawuf mengantarkan pada “supreme morality” (keunggulan moral).

Tiga Alasan Mengapa Seorang Muslim Harus Bertasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Alasan Mengapa Seorang Muslim Harus Bertasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Alasan Mengapa Seorang Muslim Harus Bertasawuf

Ketiga, tasawuf relevansi dengan problem manusia, karena tasawuf secara seimbang memberi kesejukan batin dan disiplin syariah sekaligus. Selain itu, tasawuf dapat membentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf suluki, dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi. Ia bisa diamalkan tiap muslim lapisan manapun. Secara fisik mereka menghadap satu arah (Ka’bah), dan secara rohaniah mereka berlomba menempuh jalan (tarekat) melewati ahwal dan maqam menuju Tuhan yang Satu, Allah SWT.

Dalam diskusi yang diinisiasi oleh Pergunu, Lakpesdam dan Lesbumi NU Jawa Barat dalam rangka Harlah ke-93 NU ini, Mukhtar Solihin juga menjelaskan periodesasi perkembangan tasawuf. Menurutnya sejarah perkembangan tarekat secara garis besar melalui tiga tahap yaitu, tahap Khanaqah, tahap Thariqah dan tahap Tha’ifah.

Tahap Khanaqah (pusat pertemuan sufi) terjadi sekitar abad ke 10 M, di mana seorang syekh mempunyai sejumlah murid yang hidup bersama-sama di bawah peraturan yang tidak ketat. Syekh ini menjadi mursyid (pimpinan) yang dipatuhi. Kontemplasi dan latihan-latihan spiritual dilakukan secara individual dan kolektif. Gerakan ini mempunyai masa keemasan tasawuf.

Muhammadiyah Asli

Berikutnya tahap Thariqah berkembang sekitar abad ke 13 M. Di sini sudah terbentuk ajaran-ajaran, peraturan dan metode tasawuf. Pada masa inilah muncul pusat-pusat yang mengajarkan tasawuf dengan silsilahnya masing-masing. Berkembanglah metode-metode kolektif baru untuk mencapai kedekatan diri kepada Tuhan. Pada periode ini tasawuf telah mencapai kedekatan diri kepada Tuhan, dan di sini tasawuf telah mengambil bentuk kelas menengah.

Tahap selanjutnya yakni Tha’ifah terjadinya sekitar abad ke 15 M. Pada masa ini terjadi transisi misi ajaran dan peraturan kepada pengikut. Muncul organisasi tasawuf yang mempunyai cabang di tempat lain. Pada tahap Tha’ifah inilah tarekat mengandung arti lain, yaitu organisasi sufi yang melestarikan ajaran syekh tertentu. Terdapatlah tarekat-tarekat seperti Tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, Tarekat Syadziliyah, dan sebagainya. (Awis Saepuloh/Zunus)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock