Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

Jepara, Muhammadiyah Asli. Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar Robbaniyyin Unisnu Jepara mengadakan Forum Rembug Jamuro (Forjam) untuk anggotanya untuk memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Jamuro dalam satu periodenya, sekaligus untuk rapat evaluasi bersama anggota untuk masa depan Jamuro menjadi tambah baik lagi.?

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

Forjam diadakan di basecamp Jamuro, Masjid Kampus Unisnu Jepara pada Senin 13 Juli 2015.?

"Jamuro harus bisa menjadi inspirasi bagi anggotanya untuk lebih semangat dalam berjamiyyah dan bershalawat sehingga barokahi kepada mahasiswa serta masyarakat luas, sehingga Jamuro tidak hanya bisa memainkan hadrah/rebana saja tapi giat dalam segala kegiatan serta menginspirasi orang lain untuk berdakwah mensyiarkan,” tutur KH Noor Rohman Fauzan.

Jamuro merupakan jamiyyah sekaligus organisasi yang berada dibawah naungan Masjid Kampus Unisnu Jepara. Organisasi ini berusaha untuk terus berkembang menjadi tambah baik lagi dengan visi utama memasyarakatkan shalawat dan menshalawatkan masyarakat yang mengedepankan akhlakul karimah dan bercendekia untuk selangkah lebih maju dan bertambah baik, kata Muhammad MS, ketua Jamuro periode 2011 - 2014.

Muhammadiyah Asli

Forjam yang diikuti oleh seluruh anggota Jamuro sekaligus untuk memilih ketua periode mendatang, setelah melalui mekanisme voting dalam sidang pemilihan ketua Jamuro, maka forum sepakat menjadikan Udvi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jamuro pada periode berikutnya yaitu 2015 - 2016.?

"Dengan bersama-sama dan komitmen yang kuat, insya Allah usaha kita untuk mensyiarkan shalawat melalui Jamuro pasti selalu diberikan keberkahan. Karena dengan bershalawat, kita selalu memuji kepada makhluk paling utama yaitu Nabi Muhammad Saw dan itu merupakan dinilai ibadah," kata Udvi ketua terpilih secara aklamasi untuk periode 2015-2016

Muhammadiyah Asli

Acara ditutup dengan pembagian reward dari Jamuro untuk anggotanya berupa bingkisan dan kostum baru.?

"Ini memberikan semangat kami untuk terus berjuang dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, serta bertambah gembira untuk meraih kemenangan di hari raya Idul Fitri 1436 H setelah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh," tambah Nur Faid, wakil ketua Jamuro terpilih 2015 - 2016. (Miqdad Syaroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Nahdliyin di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikut melaksanakan instruksi dari PBNU untuk menggelar pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali H Masruri, pembacaan shalawat nariyah ini rencananya bakal dipusatkan di Masjid Agung Boyolali, Sabtu (21/10) malam.

“Insyaallah dihadiri ribuan warga Nahdliyin se-Boyolali. Selain itu, di tiap MWC juga kita instruksikan untuk melaksanakannya di masjid maupun pondok pesantren,” terang Masruri.

Lebh lanjut dipaparkan Masruri apel akbar Hari Santri Nasional 2017 pada, Ahad (22/10) pagi, digelar di Lapangan Sunggingan Boyolali.

Muhammadiyah Asli

“Juga ada kirab ta’aruf yang bertemakan wajah pesantren wajah Indonesia. Dimulai dari Lapangan Sunggingan, menyusuri sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali, dan berakhir di depan Kantor Pos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Khoirudin Ahmad menambahkan pada pelaksanaan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di Masjid Agung nanti, juga akan dilakukan pengukuhan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor dan BAANAR (Badan Ansor Anti-Narkoba) Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Lomba, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kendal, Muhammadiyah Asli

Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan workshop sistem manajemen pesantren (Simapes). Pelatihan Peningkatan mutu ini bertempat di qoah (aula) utama pondok pesantren al-Musyaffa Brangsong. Hadir tim Simapes sebagai trainer pada acara ini.?

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholihin mengenang ketika masih di pesantren selalu ingat dengan 3 T+S+M yaitu tahu, tempe, terong ditambah sambel dan mendoan. Namun, substansi itu bukan yang ingin dijelaskan, tetapi pesantren menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia yang tumbuh merawat tradisi dan budaya masyarakat.?

"Pesantren ke depan akan menjadi ikon lembaga pendidikan di Indonesia," jelas Sholihin, Kamis (28/1/2016).?

Bisa dilihat, alumni pesantren itu menjadi perekat (lem sosial) di masyarakat. Mereka mau berbaur dengan masyarakat dimana mereka tinggal. Selain itu, pesantren merupakan laboratorium untuk mencetak santriwan-santriwati yang berakhlak mulia. Hal ini pun sejalan dengan visi-misi pemerintah khususnya presiden dengan revolusi mental. Revolusi mental sejatinya menginginkan manusia yang berkarakter baik.?

Selain itu pesantren tidak hanya memikirkan apa yang ada di dunia ini saja. "Pinter donyone pinter akhirate, (bagus di dunia juga di akhirat)," tambah Sholihin. Kita bisa melihat dengan negara-negara lain yang sekarang sedang terjadi konflik. Di Indonesia dengan segala keragaman suku, ras, agama dan etnis mampu meredam konflik yang akan muncul di permukaan. Ini tak lepas dari peran pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.?

Muhammadiyah Asli

Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren pelatihan ini menjadi penting. Simapes akan mempermudah untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap kinerja pesantren. Tim Simapes ini terbentuk dari unsur Kanwil Kemenag Jateng, RMINU Jateng, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi Jateng. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Pekalongan, Muhammadiyah Asli
Muktamar Ke-10 Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah yang akan berlangsung di Pekalongan 25-30 Maret, akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembukaan akan berlangsung di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu 27 Maret 2005, sedangkan pramuktamar dan muktamar berlangsung di Kota Pekalongan.

Sekretaris I Panitia Daerah, Drs Hasyim Fahmi dalam keterangan pers di Dupan Mal kemarin menjelaskan, muktamar akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama, pramuktamar 25 dan 26 Maret, sedangkan pelaksanaannya 27-30 Maret 2005.

Tahap pramuktamar, akan diisi dengan pawai taaruf oleh organisasi kemasyarakatan dan para pelajar pada 25 Maret. Start dari bunderan Jetayu, kemudian bergerak melalui Jalan Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk, hingga berakhir di Alun-alun Kota Pekalongan.Kemudian (26/3), muktamirin yang sudah hadir mulai pagi hingga malam dipersilakan mendaftar ulang. Malam itu juga, dilanjutkan dengan istighotsah di Masjid Kauman.

Selanjutnya, Minggu pagi Muktamar akan dibuka oleh Presiden di Alun-alun Kajen. Pembukaan dilaksanakan di Kajen, dengan tujuan menghindarkan kemacetan di jalur pantura. Sebab, yang akan hadir dalam pembukaan sangat banyak. Untuk peserta muktamirin dan peninjau saja, diperkirakan mencapai 5.000 orang. Itu belum undangan lain.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan sidang pleno I di Alun-alun Kajen sampai sore. Kemudian, mulai maghrib akan dilanjutkan dengan pleno II di Alun-alun Kota Pekalongan.Menurut rencana, kehadiran Presiden juga akan diikuti 10 menteri. Setelah pembukaan, diadakan dialog menteri dengan muktamirin secara bergantian.

Seminar

Bersamaan dengan itu, kata Fahmi, juga akan diadakan seminar tentang "Reaktualisasi Ajaran Thoriqoh" di STAIN Pekalongan, 28-29 Maret.Tempat muktamar dibagi menjadi empat, yakni di Masjid Jami, Simbang Kulon; pendapa Kota Pekalongan; Dupan Mal; dan Gedung Al Irsyad Jalan Bandung. Penutupan muktamar akan dilakukan Wapres Jusuf Kalla. Untuk keperluan muktamar itu, di perkirakan menghabiskan dana Rp 7 miliar. Hanya, dana itu tidak diwujudkan dalam bentuk uang secara langsung, tetapi sebagian besar berupa bahan. Misalnya, jamiyah dari Jepara sanggup menyediakan hewan sapi secukupnya; sedangkan Solo menyediakan kambing secukupnya. Kemudian, Jabar menyanggupi beras, serta pabrik rokok PT Djarum Kudus akan menyediakan suvenir untuk tas muktamirin.

Sementara itu, untuk penginapan muktamirin, panitia daerah akan menyediakannya di rumah-rumah penduduk di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Sampai saat ini, sudah tercatat 490 rumah yang akan digunakan, dan mampu menampung sekitar 3.500 muktamirin. Jika peserta diperkirakan 5.000, maka pihaknya masih akan menambah lagi agar semuanya bisa ditampung. (kmnu/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Khutbah Muhammadiyah Asli

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Minggu, 14 Januari 2018

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air, khususnya keluarga besar nahdliyyin di manapun anda berada, yang saya cintai, Alhamdulillah proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 setahap demi setahap bisa kita lalui bersama dengan damai.

Kita wajib bersyukur bahwa sejauh ini dinamika politik nasional tetap mengedepankan kerukunan nasional. Membangun rumah demokrasi untuk negeri sebesar Indonesia, sama sekali bukan perkara mudah.

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Karena itulah, kami merasa perlu untuk menegaskan kembali apa yang sudah menjadi seruan PBNU, terutama Seruan Pejabat Rais ‘Aam K.H. Ahmad Mustofa Bisri.

Muhammadiyah Asli

1. Mengucapkan selamat kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagaimana Keputusan KPU No. 536/ Kpts/ KPU/ Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

2. Semua pihak perlu menghormati keputusan KPU sesuai dengan undang-undang. Untuk untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat, semua pihak perlu menahan diri. Semua mesti menyadari bahwa dalam persaingan seperti Pilpres, menang-kalah adalah hal biasa. Pihak yang menang tidak perlu sombong, sementara Pihak yang kalah tetap perlu menjaga keyakinan untuk terlibat dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pemimpin nasional bagi seluruh warga negara, baik mereka yang memilih maupun mereka yang tidak memilih.

Muhammadiyah Asli

3. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah tokoh bangsa. Pada keempat figur itulah, hari-hari ini, kita menyaksikan amanah rakyat disalurkan melalui pemilihan umum. Pada keempat figur itu pula kita menantikan keteladanan yang patut dicatat dalam sejarah peradaban Bangsa Indonesia, yakni sejarah yang bisa dikenang dan dibaca dengan rasa bangga oleh generasi Indonesia mendatang.

4. Kita semua harus menyadari bahwa Pilpres adalah salah satu sarana untuk merawat, menjaga, dan mengembangkan keindonesiaan. Pilpres, apapun hasil akhirnya, sama sekali bukanlah alat untuk memecah-belah kesatuan dan persatuan. Persaingan politik yang demokratis tidak seharusnya mengakibatkan pertikaian, akan tetapi harus berujung pada kemaslahatan. Karenanya, seruncing apapun perbedaan dan perjuangan politik yang ditempuh tidak bisa dan tidak boleh mengalahkan persaudaraan antar sesama.

5.? ? ? Memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Pilpres 2014, pada ujung pemerintahannya, sehingga mampu memastikan transisi kepemimpinan nasional dalam situasi damai. Pemerintah dan segenap aparaturnya mesti mengusahakan penyelesaian politik dan hukum yang komprehensif dan patuh sepenuhnya pada konstitusi.

6. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaksanakan tugas dan kewenangannya sesuai amanah Undang-Undang.

7. Terkhusus pada Warga NU agar menjaga ketenangan. Kita sebagai Nahdliyyin wajib secara sadar menjaga keutuhan NKRI dengan semangat ukhuwwah wathaniyah. Nahdliyyin harus melanjutkan tugas sejarah sebagai pengawal keutuhan bangsa dan negara. Dan kami berharap warga NU dapat menggunakan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk dapat saling memberikan maaf.

8.? ? ? Indonesia adalah negara besar dengan sejarah yang juga besar. Karena itu, kita tidak menghendaki Indonesia terseret dalam arus konflik dan disintegrasi yang menyapu sejumlah negeri di Timur-tengah dan Asia.

9. Mengajak kepada para elit politik, pengamat, media massa, untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat sesuai dengan kiprah dan bidangnya masing-masing.

Demikianlah, seraya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan ampunan-Nya atas dosa-dosa yang kita perbuat, semoga Allah berkenan pula melimpahkan rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua, bangsa Indonesia seutuhnya.

Jakarta, 24 Juli 2014

DR. KH. Said Aqil Siroj, MA? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H. Marsudi Syuhud

?

Ketua Umum? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretaris Jenderal

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Kyai, Nasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Muhammadiyah Asli

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Aswaja, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mahasiswa harus terus merevitalisasi nilai-nilai dan mempelajari sejarah politik di Indonesia, utamanya politik pascareformasi. Reformasi yang oleh banyak kalangan disebut sebagai tonggak demokrasi Indonesia harus dipelajari dari pelbagai sudut pandang.

Pentingnya mempelajari kembali sejarah serta semangat reformasi tersebut disampikan oleh Sekjen HA. Helmy Faishal Zaini saat menyampaikan pidatonya di seminar nasional “Islam dan Politik dalam Bingkai 18 Tahun Reformasi” di Auditorium FISIP UIN Jakarta, (Kamis 26/3).

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final

Banyak yang menilai bahwa prinsip demokrasi tidak sejalan dengan Islam. Di tengah pelbagai pendapat yang menyetakan demikian itu, Sekjen mengingatkan bahwa bentuk NKRI sudah final. NU sudah sejak dulu meyatakan bahwa prinsip Negara demokrasi yang dianut Indonesia saat ini sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Lebih lanjut, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II ini mengatakan, relasi agama dan negara di Indonesia sudah selesai. Dari tiga model yang ditawarkan integralistik, yang menjadikan hukum agama sama dengan negara seperti Arab Saudi, model sekularistik yang memisahkan sama sekali urusan agama dan urusan negara sebagaimana Turki, dan juga model simbiotik yang mengandaikan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara agama dan negara, Indonesia sudah mantap memilih model yang ketiga.

“Indonesia ini, menurut Gus Dur adalah model negara yang menerapkan paradigma simbiotik. Negara mengadopsi nilai-nilai agama untuk dijadikan spirit dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari”. Ujar Helmy.

Muhammadiyah Asli

Seminar “Islam dan Politik dalam Bingkai 18 Tahun Reformasi” ini merupakan rangkian pembukan pertemuan HImpunan Mahasiswa Politik (Himapol) Nasional yang dihelat 24-27 Mei di UIN Jakarta. Sejumlah agenda diselenggarakan dalam acara tersebut. Hasilnya diharapkan akan keluar rekomendasi untuk diserahkan kepada pihak-pihak terkait. (Fariz Alniezar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock