Rabu, 10 Desember 2014

Pertahankan Kesenian Rebana sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler

Jepara, Muhammadiyah Asli

Di tengah arus deras era globalisasi, rebana sebagai salah satu kesenian yang bernuansa islami kini tak lagi mendapat tempat di hati khalayak. Hal itu sangat berbeda pada beberapa tahun yang lalu.



Pertahankan Kesenian Rebana sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Kesenian Rebana sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Kesenian Rebana sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler

Maka, tak salah jika civitas akademika SMA Islam Jepara, Jawa Tengah, sekolah menengah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Jepara tetap mempertahankan rebana sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler.

Muhammad Asyari, pembina ekstra rebana menuturkan, meski anggota ekstra yang rutin dilakukan setiap hari senin ini tidak memiliki banyak anggota namun dirinya optimis untuk tetap melestarikan kesenian rebana yang hampir punah.

Muhammadiyah Asli

"Saat ini rebana tak laku lagi di pasaran, maka hal yang terpenting adalah upaya nguri-nguri agar kesenian ini bisa tetap lestari," kata Asyari saat ditemui kontributor Muhammadiyah Asli Syaiful Mustaqim, Selasa (4/11).

Boleh dikata, dia merupakan pemrakarsa berdirinya ekstra rebana yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun, setelah sebelumnya mengalami kemandegan karena tidak ada peminatnya.

Muhammadiyah Asli

Hal itu berbeda saat Asyari masih menempuh studi di sekolah ini lima tahun yang lalu, setidaknya dia berhasil meminta bantuan berupa alat rebana kepada Departemen Agama Kabupaten Jepara, meski bantuannya hanya berupa 4 terbang atau alat musik tabuh.

Oleh karena itu, bagi dia cara ampuh untuk mengeksiskan kegiatan rebana, alumnus tahun 2003 ini menggabungkan dua elemen. Yakni, siswa dan siswa santri atau siswa yang berdomisili di pesantren Nurul Fatah (pesantren milik SMA Islam). Sejak saat itu, kegiatan ekstra rebana berjalan dengan lancar.

Ketua ekstra rebana, Maskan menyatakan meski tidak banyak panggilan untuk pentas ke luar namun di internal sekolah dalam setiap tahun melakukan beberapa kali pentas.

"Rebana Nurul Fatah turut memeriahkan acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), perpisahan sekolah dan beberapa kali mengikuti lomba," kata Maskan siswa SMA Islam dan santri di pesantren Nurul Fatah.

Dia mengaku keikutsertaannya di ekstra rebana merupakan upaya mempertahankan kesenian yang kurang mendapat perhatian di hati para teman-temannya. Lebih lanjut lelaki yang berkulit sawo matang ini juga ingin syiar Islam melalui kesenian rebana. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, RMI NU Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Pertahankan Kesenian Rebana sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock