Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)

Muhammadiyah Asli



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Jadwal Kajian, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Selasa, 13 Februari 2018

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kabar duka datang dari Jombang, Jawa Timur. Mursyid sekaligus Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang KH A Dimyathi Romly (72 tahun) telah berpulang ke rahmatullah.? Kiai Romly yang juga Rais Syuriyah PBNU ini wafat sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (18/5) setelah sebelumnya ? 4 hari dirawat di RS Airlangga Jombang.?

Kabar ini dibenarkan oleh salah satu Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Hamid Bisri dalam pesan singkatnya.?

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Innalillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang Mursyid Thariqah Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah sekaligus Pengasuh PP Darul ulum Rejoso Peterongan Jombang. Semoga semua amal Mursyid sekaligus guru kami diterima dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, husnul khotimah, dimasukkan surga bighoiri hisab walaa adzaab...Aamiin.”

KH Dimyathi Romly meninggalkan 7 orang anak. Kini pesantren yang dipimpinnya terbilang maju pesat. Selain berhasil mengembangkan madrasah unggulan berbasis teknologi, sekarang universitas di pesantren tersebut (Unipdu Jombang) juga berhasil mengembangkan berbagai program studi dan jurusan.?

Pemakaman rencana akan dilaksanakan hari ini pada pukul 21.00 WIB ? di komplek makam keluarga di sekitar asrama Hidayah Qur’an Pesantren Darul Ulum sesuai wasiatnya sebelum meninggal. (Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Kamis, 08 Februari 2018

Ulama-Santri, Garda Depan Perjuangan Kemerdekaan

Peran sentral ulama-santri pada masa revolusi kemerdekaan telah terpinggirkan dalam penulisan sejarah ‘resmi’ negara. Itulah pernyataan Dr. KH. A. Hasyim Muzadi dalam endorsement-nya di buku ini. Tidak mudah mendapatkan ‘rasa’ sejarah ketika menelusuri episode sejarah yang hampir satu abad nyaris terpinggirkan atau lebih tepatnya dipinggirkan. Memang susah ditemukan peran ulama atau santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, bahkan dalam buku sejarah nasional yang dipelajari selama 12 tahun di bangku sekolah.

Sangat ironis ketika faktanya ulama seperti KH. M. Hasyim Asy’ari dan santrinya yang tidak lain adalah anaknya sendiri KH. A. Wahid Hasyim adalah pahlawan nasional dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan membangun Dasar Negara.

Buku ini, Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad: Garda Depan Menegakkan Indonesia (1945-1949) yang ditulis oleh Zainul Milal Bizawie ingin menunjukkan bahwa sejarah seharusnya mengkaji dengan jernih adanya kepentingan politik yang terdapat dalam relasi kuasa (power relation), atau yang dikenal dengan politik pengetahuan (politic of? knowledge). Dengan kata lain, perlunya kesadaran akan saling berkelindannya atau berjalan seiring antara penulisan sejarah dengan kekuasaan.

Dalam Muqaddimah-nya, Ibnu Khaldun juga mengkritik penulisan historiografi sejarah yang tidak sesuai dengan fakta seseorang. Yaitu ketika Khalifah Harun ar-Rasyid dalam sejarah ditulis sebagai seorang yang suka madat dan madon, karena faktanya sang Khalifah adalah seorang yang pemberani, cerdas, dan bijaksana. Mana mungkin sejarah Harun ar-Rasyid ditulis seperti itu jika tidak ada faktor politik kekuasaan.

Ulama-Santri, Garda Depan Perjuangan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama-Santri, Garda Depan Perjuangan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama-Santri, Garda Depan Perjuangan Kemerdekaan

Milal yang juga seorang santri menyadari bahwa jika santri sendiri yang tidak menulis sendiri sejarahnya, siapa yang akan menulis. Karenanya, buku ini mencoba memaparkan suatu plot cerita kiprah ulama-santri yang secara tidak disadari mengungkap rangkaian fakta-fakta yang telah membangun sebuah episteme yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.

Bagian pertama buku ini mengungkapkan kajian mistifikasi yang dibangun secara simbolik sebagai dasar perjuangan ulama-santri. Bagi santri dan masyarakat, seorang ulama atau Kyai dianggap sebagai pengawal agama dan penunjuk jalan kebaikan. Posisi ulama atau Kyai sangat penting menjadi symbol perlawanan atau perjuangan. Kemampuannya dan kesaktiannya yang luar biasa akan memperteguh daya kohesi dan motivasi bagi santri dan masyarakat untuk memposisikan ulama sebagai panutan (hal.17).

Muhammadiyah Asli

Bagian kedua buku ini mengungkapkan perlawanan ulama dan santri sejak Syekh Yusuf al-Makassari hingga turun-temurun membentuk jaringan perlawanan ulama kepada Syekh Hasyim Asy’ari dan Kyai Wahab Chasbullah (Pendiri NU) yang tak pernah padam meski kolonial Belanda telah semakin berkuasa. Bahkan karena tindakan kolonial Belanda yang terus menindas dan mengganggu tegaknya agama Islam, ulama-santri tidak pernah padam melakukan perlawanan terhadap kolonial sehingga meledakkan perang besar, yaitu Perang Jawa Diponegoro sebelum era Mbah Hasyim Asy’ari.

Bagian ketiga buku ini memaparkan lebih jauh pergerakan ulama-santri melawan kolonial Belanda dengan politik etisnya yang membuat kalangan pesantren begitu terpinggirkan. Datangnya Jepang yang memposisikan diri sebagai saudara tua menghadirkan penjajahan baru yang tak kalah kejamnya hingga akhirnya ulama-santri membentuk laskar Hizbullah.

Terbentuknya Hizbullah awalnya keinginan Jepang merangkul umat Islam seluruh Indonesia untuk dilatih militer dan dikirim ke Jepang bergabung dengan Heiho melawan tentara sekutu, namun dengan gagasan brilian KH. Hasyim Asy’ari laskar santri tersebut terpisah dengan Heiho dan membentuk barisan tersendiri yaitu Laskar Hizbullah. Laskar ini dibentuk Mbah Hasyim untuk mempersiapkan kemerdekaan RI sekaligus mempertahankannya.

Perjuangan Mbah Hasyim tidak berhenti sampai di situ, bagian keempat buku ini menjelaskan secara detail gagasan KH. Hasyim Asy’ari dalam mencetuskan fatwa Resolusi Jihad dimana fatwa tersebut mampu menggerakan Pemerintah RI dan seluruh bangsa Indonesia khususnya yang beragama Islam untuk bersama-sama melawan tentara Sekutu yang diboncengi NICA Belanda.

Laskar Hizbullah, Fisabilillah, dan seluruh rakyat Indonesia berbekal fatwa jihad Mbah Hasyim yang diteguhkan Resolusi Jihad, pantang mundur menolak kedatangan kolonial. Resolusi Jihad tersebut menyeru seluruh elemen bangsa khususnya umat Islam untuk membela NKRI. Pertempuran 10 November 1945 meletus, laskar ulama-santri dari berbagai daerah berada di garda depan pertempuran. Perjuangan laskar ulama-santri terjadi di berbagai daerah terpompa semangat Resolusi Jihad Mbah Hasyim Asy’ari.

Muhammadiyah Asli

Pada bagian kelima menjelaskan bahwa perjuangan ulama-santri berlanjut dalam pertempuran melawan penjajah bahkan eskalasinya semakin keras diiringi dengan berbagai strategi diplomasi. Karena yang diusung oleh para ulama adalah politik kebangsaan, maka laskar Hizbullah tidak mempermasalahkan kebijakan-kebijakan Negara terkait dengan tentara Negara. Bahkan para ulama tetap menjaga semangat juang dengan meneguhkan kembali resolusi jihad jilid II. Meskipun perjanjian Linggarjati dan Renville telah merugikan, namun semangat juang ulama-santri tetap berkobar. ?

Bagian keenam yang merupakan bagian terakhir buku ini mengupas tentang ulama pesantren dan bambu runcing. Kisah tentang karomah dan kehebatan para Kyai serta kehebatan bambu runcing yang telah mendapatkan doa dari para Kyai. Kisah-kisah yang menurut sejarawan barat tidak rasional tapi telah menjadi realitas sejarah Nusantara pada umumnya. Sebut saja sejarawan Prancis, Voltaire (w. 1778) dengan teori progresifnya bahwa sebuah peristiwa sejarah haruslah bersifat positivistik, rasional, dan dapat dinalar. Oleh sebab itu, teori progresif Voltaire tidak bisa digunakan untuk membaca sejarah Nusantara.

Dari bagian pertama hingga keenam, nampak bahwa ulama-santrilah yang mampu secara konsisten mengadakan perlawanan terhadap kolonial. Dengan kata lain, ulama dan pesantren menjadi simbol perlawanan kolonial. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa satu-satunya elemen bangsa yang tidak pernah terjajah oleh kolonial adalah ulama-santri dan pesantren, bahkan menjadi garda depan dalam menumpas kolonialisme.

Buku ini menjadi bacaan ‘wajib’ bangsa Indonesia agar sejarah yang sesungguhnya dapat dibaca secara komprehensif, tidak anakronistik (sepenggal-penggal) sehingga memperteguh serta mengokohkan jati diri dan martabat bangsa Indonesia.

?

Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad: Garda Depan Menegakkan Indonesia (1945-1949)

Penulis? ? ? ? ? : Zainul Milal Bizawie

Penerbit? ? ? : Pustaka Compass, Tangerang

Tahun? ? ? ? ? : Cetakan I, Januari 2014

Tebal? ? ? ? ? ? : xxxii + 420 halaman

Peresensi? : Fathoni, Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung semarak dimana-mana. PBNU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam peringatan yang berlatar belakang sejarah Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu tersebut.

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan hal itu di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/10). Menurutnya, respon semua pihak kepada program PBNU di Hari Santri seperti Kirab Resolusi Jihad NU dan pembacaan 1 Milar Shalawat Nariyah sungguh meriah sekali.

“Kami atas nama PBNU, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu peringatan Hari Santri, mulai dari TNI, Polri, Pemeritah Daerah, Presiden,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih khusus ia sampaikan terim kasih kepada seluruh warga NU yang memperingati Hari Santri dengan tertib, kreatif, dan penuh kesahajaan.

Ia menilai, peringatan Hari Santri 22 Oktober lalu penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai pengembangan wawasan kebangsaan, menyampaikan pesan sejarah, menanamkan nilai-nilai patriotik, membela tanah air, dan bangsa. “Ini bagian proses edukasi yang selama ini kurang didapat di sekolah,” katanya. ?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, ia menilai, peringatan tersebut menjadi perekat sosial sesama anak bangsa. Padahal sebelumnya, Hari Santri disinyalir akan melahirkan kelas sosial baru, akan semakin meruncingkan dikotom.

“Yang terjadi justru sebaliknya karena makna santri, menurut para kiai, tidak hanya terbatas yang mesantren di pondok, tapi seluruh warga masyarakat yang haus ilmu di pendidikan formal dan nomformal, serta memiliki watak dan adab kesantrian seperti menjaga ukhwah, memiliki spirit kebangsaan dan cinta tanah air,” jelasnya. ?

PBNU, sambungnya, berniat pembacaan Shalawat Nariyah akan menjadi agenda rutin tahunan di tiap peringatan Hari Santri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 27 Januari 2018

Mengenal Kamus Al-Marbawi

Al-Marbawi adalah nama kamus Bahasa Arab-Melayu yang banyak dipakai kalangan santri nusantara beberapa dekade lalu. Lengkapnya Kamus Idris al-Marbawi karya Syaikh Muhammad Idris Abdul Rauf al-Marbawi.?

Kamus ini terbit pertama kali tahun 1937, dengan aksara Arab dan berbahasa Melayu. Penyusun kamus ini, Syaikh Idris, lahir ? di Misfallah, Mekah, pada 28 Dzulqaidah 1313 H/ 10 Mei 1896. Kedua orang tuanya berasal dari Lubok Merbau, Kuala Kangsar, Perak Darul Ridzuan.?

Mengenal Kamus Al-Marbawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kamus Al-Marbawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kamus Al-Marbawi

Ketika berusia 10 tahun, Idris sudah mampu menghafal 16 juz al-Qur’an dan beberapa kitab pelajaran lain. Setelah hampir sepuluh tahun berada di Mekah, pada 1906 Idris dibawa pulang orang tuanya ke Malaysia.

Muhammadiyah Asli

Sekembalinya ke Malaysia, Idris melanjutkan pelajarannya di Sekolah Melayu Lubok Merbau (kini dikenal sebagai Sekolah Kebangsaan Syaikh Mohd Idris al-Marbawi).?

Muhammadiyah Asli

Lalu, beliau meneruskan di beberapa pesantren, di antaranya Pesantren Wan Mohammad, Bukit Chandan, Kuala Kangsar (sekarang Madrasah Idrisiah), Pesantren Tuan Hussien al-Masudi (Kedah), Pondok Syaikh Ahmad al-Fatani (Bukit Mertajam), dan Pondok Tok Kenali (Kelantan). Setelah menamatkan sekolah, Idris menjadi guru agama di Perak.

Tahun 1924, Idris melanjutkan sekolahnya ke Universitas al-Azhar dan ke Mekah. Pada masa inilah, Idris menyusun kamus al-Marbawi. Awalnya, kamus ini disusunnya bersama dua orang sahabatnya, Syaikh Juned Tola dan Syaikh Tahir Jalaluddin. Tetapi, karena kedua sahabatnya pulang kampung, dirinyalah yang kemudian menyelesaikannya.

Kamus al-Marbawi terdiri dari dua jilid. Jilid pertama memiliki tebal 384 halaman dan jilid kedua 401 halaman. Juz pertama, seperti dijelaskan di bagian cover dalam, berisi 18.000 kalimat Arab dengan terjemahan Melayu ditambah 700 gambar ilustrasi.?

Juz kedua juga menghimpun 18.000 kalimat Arab disertai terjemahan Bahasa Melayu plus 500 gambar ilustrasi. Kamus ini disusun secara alfabetis Arab dari huruf “alif” hingga “ya”. Polanya berdasarkan fi’li (kata kerja) dan lengkap dengan segala kata turunannya. Selain makna, pada bagian-bagian tertentu, penyusun juga menampilkan contoh bagaimana pemakaian kata itu di dalam Bahasa Arab, khususnya seperti tertulis dalam kitab-kitab keagamaan (kitab kuning) atau kalimat dari ayat Al-Qur’an.

Sejak terbitnya tahun 1937, Kamus al-Marbawi setidaknya sudah dicetak 25 kali, dan telah mengalami penambahan-penambahan dan perbaikan-perbaikan dari penyusunnya.?

Sebelum kemunculan kamus-kamus Arab-Indonesia yang baru dan menggunakan huruf latin, hingga setidaknya tahun 1980-an, al-Marbawi menjadi satu-satunya kamus yang menjadi pendamping kalangan santri ketika membaca dan mempelajari kitab kuning.?

Bahasa Melayu yang digunakan dalam kamus ini memang merupakan lingua franca yang dipakai kalangan terpelajar di nusantara dan kawasan Melayu lainnya serta relatif masih dekat dengan Bahasa Indonesia yang dipakai sekarang.

Sebagai contoh: rais Madrasah = ketua atau kepala sekolah. Contoh lain lagi: akkad al-‘ahda = memperkukuh ikatan janji. Meski pemakaiannya berkurang, bukan berarti al-Marbawi hilang sama sekali, pencetakannya yang terus-menerus dan keberadaannya di toko-toko kitab, menunjukkan bahwa kamus ini masih cukup banyak digunakan.

Syaikh Idris sebenarnya mengarang banyak buku selain Kamus al-Marbawi, di antaranya sejumlah kitab tafsir seperti Tafsir Qur’an al-Marbawi, Tafsir Surah Yasin, Tafsir Nurul Yaqin, dan Tafsir Fathul Qadir.?

Syaikh Idris wafat dalam usia 93 tahun pada hari Jum’at, 13 Oktober 1989 di Ipoh, Perak, Malaysia. Makamnya terletak di Tanah Perkuburan Islam Kampung Lubok Merbau, Kuala Kangsar, Perak. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Sumedang, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Mesjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Sumedang akhir pekan kemarin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas yang melibatkan imam-khotib dan pengurus masjid sekecamatan Buahdua. Di desa Cilangkap, Ahad (7/6), peserta diajak untuk membaca kembali peran mereka di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Peserta yang berjumlah 35 orang ini mengupas etika imam dan khotib. Pada kesempatan ini, mereka juga mengaji materi Fiqh Jum’at, materi Al-Qur’an, serta teknik penyusunan kepengurusan masjid.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan penting, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kualitas seorang yang dipercaya sebagai salah satu komponen penegak amar ma’ruf ? nahi mungkar. Terlebih dalam menghadapi tuntutan zaman dengan problem masyarakat yang semakin kompleks, maka dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seorang imam dan khatib,” kata Ketua LTMNU Sumedang ustadz Eman Sulaeman.

Muhammadiyah Asli

Ustadz Eman menyebut beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka, kata Eman, harus mampu menjadi pemersatu umat, menjadi benteng aqidah, menjadi contoh teladan, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

"Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Karena, bagaimanapun seorang imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya masyarakat soal keislaman,” Ketua LTMNU menambahkan.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh yang hadir sebagai pemateri berharap kegiatan bertema “Meningkatkan Peran NU dalam Upaya Membentuk Imam-Khotib dan DKM yang Berkualitas dan Profesional” ini dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan imam-khotib masjid.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan para imam masjid,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, News, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Pati, Muhammadiyah Asli. Selain materi pokok kaderisasi, PAC GP Ansor Sokolilo kabupaten Pati memasukkan dalam pelatihan kader dasar (PKD) pembahasan jatuhnya harga padi pascabanjir di Jawa Tengah. GP Ansor Sukolilo menginginkan 150 peserta PKD Ansor untuk terlibat dalam memecahkan masalah konkret di masyarakat.

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2), peserta PKD Ansor menilai anjloknya harga padi pascabanjir menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah banjir.

Padi warga dihargai dengan harga rendah. Para tengulak kemudian menjual kembali padi warga kepada pengepul dengan harga tinggi. Kenyataan ini mendorong pengurus GP Ansor Sukolilo untuk membahas dalam PKD dan menindaklanjutinya.

Muhammadiyah Asli

“Alhamdulillah, setelah pelatihan ini saya mempunyai wawasan yang banyak. Utamanya tentang perekonomian khusunya bagaimana memasarkan padi saya agar harganya tidak jatuh,” demikian dinyatakan seorang peserta PKD Moh Syamsul Arifin. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, AlaNu, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak

Jakarta, Muhammadiyah Asli. “Program Muslimat NU Daerah Khusus Ibukota Jakarta konsentrasi ke pendidikan anak usia dini, karena pendidikan merupakan faktor penting masa depan anak. Misalnya pendidikan akhlak dan keimanan mesti sejak usia dini.” ?

Hal itu diungkapkapkan Ketua Umum PW Muslimat DKI Hj. Hizbiyah Rochim saat membuka lomba kreasi anak di Anjungan Provinsi Lampung, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu, (26/5).

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak

“Bukan berarti Muslimat tidak mementingkan bidang-bidang lain. Muslimat DKI juga memberdayakan pengurus-pengurusnya, meningkatkan kualitas guru-guru PAUD binaan Muslimat. Cuma memang konsentrasinya ke pendidikan anak,” ujarnya. ?

Muhammadiyah Asli

Hizbiyah menambahkan, lomba kreasi anak bertema Menuju Anak Indonesia Sehat, Cerdas dan Ceria ini ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan hari lahir (harlah) ke-66 Muslimat NU DKI. Puncak harlah akan berlangsung 19 Juni di Gelora Bung Karno Jakarta.

“Setelah puncak harlah, masih ada satu kegiatan yang akan dihelat yaitu seminar dengan tema Mewujudkan Perempuan sejahtera dan mandiri,” pungkasnya.?

Muhammadiyah Asli

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Nahdlatul, Cerita Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal

Makassar, Muhammadiyah Asli

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menyampaikan kuliah umum di hadapan 2000 mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Islam Makassar Sabtu (15/10) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 9.

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Ajak Pemuda Bekerja Keras, Jangan Andalkan Proposal

Dalam kuliah umumnya, ia memotivasi kepada mahasiswa baru, jangan dibiasakan “menenteng” proposal untuk memenuhi kegiatan semisal organisasi karena sesungguhnya Islam mengajarkan tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah. Menurut dia, anak muda harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhannya.

Soal kerja keras, ia bercerita sewaktu dilantik banyak yang meragukan kinerja Kementerian Petanian. Selama 6 bulan pihaknya tidak melakukan sosialisasi apa pun kepada media massa. Kementan berkeliling kurang lebih ke 300 kabupaten di Indonesia untuk mencari persoalan yang menghambat kemajuan pertanian dan ditentukan solusinya.

Muhammadiyah Asli

“Akhirnya kami mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Alhamdulillah hasil pertanian kita meningkat tajam,” ungkapnya pada kegiatan bertema "Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan.”

Muhammadiyah Asli

Kementan, sambungnya, juga punya komitmen memberantas korupsi. Kementan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, kejaksaan dan kepolisian mendampingi kerja-kerja Kementan.

“Saat ini KPK memiliki ruang kerja di Kementerian Pertanian untuk mengawasi seluruh kinerja kami. Selain itu biaya perjalanan kita kurangi dan mengalihkan untuk membeli traktor yang diperuntukkan petani,” terangnya seraya menyebutkan, saat ini Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan dalam mengurangi impor.

Kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi UIM, ia berharap untuk meningkatkan tugasnya yaitu studi sesuai jurusan masing-masing.

“Belajar, belajar, dan belajar. Kami berharap kepada seluruh stakeholder UIM berkontribusi memajukan pertanian,” pintanya.

Sebelumnya, Rektor UIM Majdah Agus Arifin Numang berkisah, pada tahun 1980-an ada anekdot di tengah masyarakat dalam bentuk pertanyaan, apa bahasa Arab universitas di tengah sawah?

Jawabannya, kata Ketua Muslimat NU Sulawesi Selatan ini, adalah Al-Gazali sebab pada waktu, UIM masih bernama STAI Al-Gazali dan STIP Al-Gazali yang berada di pesawahan.

“Alhamdulillah saat ini UIM terus berbenah, bersama-sama Pengurus Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan serta Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali tak henti-hentinya membangun sarana dan prasarana kampus yang kita cintai,” jelasnya yang disusul dengan melaporkan saat ini UIM memiliki program desa sejahtera, mandiri dan berkarakter yang dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial RI.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Yayasan KH Abd Kadir Saile, Wakil Rektor I Prof Arfin Hamid, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV Muammar Bakry, Direktur PPS Nurul Fuadi, Dekan FKIP Arfah Shiddiq, Dekan Fak. Ilkes Rivai Pakki, Dekan Fak. Pertanian La Sumange, Dekan Sastra Prof Abd Jalil, Dekan Fak. Teknik Suradi. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah wafat KH Afandi Abdul Muin Syafii (78) yang akrab disapa Abah Afandi. Ia meninggal dunia, Rabu (13/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Abah Afandi merupakan salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat.

Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu ini adalah santri di Pondok Pesantren Tebuireng era Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari dan pesantren Tambakberas era KH Wahab Chasbullah.

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Abah Afandi Kiai Sepuh NU Jawa Barat Wafat

Selain mendedikasikan diri pada NU, penulis Kitab Risalah Al-Muin fi Aqoid Al-Khomsin ini juga dikenal sebagai kiai yang memeberikan ijazah kitab dzikir pusaka kiai NU, yaitu kitab Dalail Khoirot. Pada pertengahan Ramadhan lalu, Abah Afandi sempat dikunjungi oleh Kapolri Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan.

(Baca:? Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba)

Semasa hidup, Abah Afandi juga termasuk kiai yang akrab dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak muda, aktif berdakwah di berbagai daerah dan lingkungan yang belum tersentuh oleh para dai.

Muhammadiyah Asli

Jenazah Abah Afandi akan dikebumikan di komplek Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, pukul 14.00 WIB. Beliau meninggalkan seorang istri, 7 putra, 1 putri, dan 14 cucu. (Abdul/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, AlaNu Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 Desember 2017

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Guna mencegah dan mengurangi tindak kekerasan terhadap anak, Komisi Perlindungan Anak Indoneaia (KPAI) mengajak tokoh dan lembaga agama serta akademisi untuk berperan secara lebih besar. "Tokoh agama dan akademisi adalah kelompok strategis yang dapat berperan membangun kesadaran tentang perlindungan anak serta menyosialisasikan prinsip perlindungan anak di masyarakat. Para kiai dan dai punya potensi besar untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan pelanggaran terhadap hak anak. Potensi ini harus dioptimalkan", ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Ahad (10/4).

Salah satu sarana sosialisasi paling efektif, lanjut Niam, ? adalah melalui pengajian dan khutbah Jumat. ? Guna mengoptimalkan peran tersebut, KPAI mengundang sejumlah tokoh agama, ormas keagamaan, para praktisi pendidikan, akademisi, termasuk wartawan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan workshop, dan menyumbangkan naskah khutbah tentang isu perlindungan anak.

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan

Banyak kasus anak yang dapat dicegah dengan pendekatan keagamaan, dan melibatkan peran aktif kaum agamawan. "Kasus perkawinan dini dan seringkali berujung pada perceraian kemudian berdampak pada penelantaran anak. Kasus kekerasan di lembaga pendidikan, kasus gizi buruk, kasus aborsi, dan kasus-kasus konflik rumah tangga dapat diminimalisir melalui pendekatan keagamaan. Para dai punya potensi besar dalam berkontribusi meminimalisir, dengan bahasa agama sehingga mudah diterima masyarakat yang sangat religius ini", tambah doktor bidang hukum ini.

Lebih lanjut Niam menjelaskan, data pengaduan KPAI hingga triwulan pertama, Januari hingga 15 Maret 2016 pengaduan terkait perlindungan anak ? telah mencapai 645 kasus, terbesar adalah kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebanyak 167 kasus, keluarga dan pengasuhan alternatif sebesar 152 kasus, kasus pelanggaran hak pendidikan sebanyak 84 kasus, masalah pornografi dan cyber crime 67 kasus.

Sementara untuk bidang sosial dan anak dalam situasi darurat sebanyak 24 kasus, bidang agama dan budaya sebanyak 45 kasus, bidang hak sipil dan partisipasi ada 15 kasus, bidang kesehatan dan Napza 52 kasus, dan bidang trafficking dan eksploitasi sebanyak 33 kasus dan lain-lain sebanyak 6 kasus.

Dari kasus tersebut, ada 102 kasus terkait dengan masalah akses bertemu dan rebutan kuasa asuh anak. Penyebab utamanya adalah konflik rumah tangga dan ketidaksiapan menjadi orang tua, yang akhirnya mengorbankan dan menelantarkan anak.

Muhammadiyah Asli

"Para dai dan khatib perlu terus mengampanyekan tentang pentingnya menguatkan ketahanan keluarga, pola relasi suami istri, tanggung jawab orang tua dalam pengasuhan anak secara baik sebagai salah satu indikator keluarga sakinah," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Tema-tema perlindungan anak yang penting diangkat di kalangan masyarakat, melalui sarana keagamaan antara lain soal pentingnya pengasuhan secara baik, tanggung jawab orang tua dalam pemeliharaan dan pengasuhan anak, pemilihan pendidikan yang baik, pembinaan dan pendampingan dalam penggunaan media permainan serta tayangan, pencegahan perkawinan dini.

Modelnya adalah call for papers, bagi yang berminat untuk berpartisipasi dapat terlebih dulu menyumbangkan dan mengirimkan naskah khutbah Jumat dengan tema-tema perlindungan anak melalui email: humas@kpai.go.id?





Calon peserta yang terpilih, akan diundang mengikuti workshop dan perumusan tentang optimalisasi peran agamawan dalam perlindungan anak, serta penyusunan naskah khutbah tentang perlindungan anak. Peserta berasal dari beragam unsur, mulai dari dosen, guru, dai, ? tokoh agama, ormas keagamaan, kampus, wartawan, juga dari unsur kementerian dan unsur KPAI. Dalam workshop nanti, akan diundang Menteri Agama serta Dekan FSH UIN untuk dapat memberikan perspektif dan penguatan mengenai urgensi peran agamawan dalam perlindungan anak.

Salah satu output dari workshop ini adalah Buku Khutbah Jumat tentang Perlindungan Anak yang dapat dijadikan panduan dan sarana penyampaian pesan, nasehat serta penyadaran ? bagi masyarakat dan penyelenggara perlindungan anak dalam mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak dasar anak. (Humas KPAI-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menggagas Dialog Nasional untuk memfasilitasi komunikasi seluruh elemen bangsa. Dialog nasional ini menurutnya guna menghindari kecurigaan-kecurigaan, prasangka yang justru bisa membuat salah paham.

"Ada praduga-praduga yang tidak tepat. Ini tidak baik jika terus didiamkan karena berpotensi memecah persatuan seluruh elemen bangsa. Jadi perlu dibangun komunikasi semua pihak," ujarnya, Selasa (29/11).

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan

Dialog nasional ini diharapkan bisa terselenggara setelah Aksi Super Damai 212 yang disepakati berlangsung di Lapangan Monumen Nasional (Monas) dengan kegiatan Shalat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan zikir.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, perlu ada konsensus kembali untuk membela NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kiai Maruf mengingatkan semua pihak agar tidak memahami agama secara eksklusif dan ekstrem.

Di sinilah, menurutnya, peran tokoh-tokoh agama melihat secara objektif Indonesia yang beragam agar lebih bisa moderat, dan tentu saja tanpa harus mengorbankan ajaran dasar agama.

"Agama memiliki posisi penting, dan tidak terlepas dari keberadaan Indonesia yang religius," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Dalam konteks Indonesia yang berdasarkan Pancasila, lanjut dia, telah mengakui posisi penting agama, pelindung terhadap kebebasan beragama, harus dipadukan dengan perlindungan terhadap kemurnian agama.

Hal ini berarti bahwa beragama memang harus dijamin, tetapi kebebasan beragama secara menyimpang tidak dapat dibenarkan–dijamin.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Hery Haryanto Azumi mendukung langkah Rais Aam PBNU Maruf Amin yang menggagas dialog nasional. Menurutnya, dialog ini penting karena selama ini masyarakat sudah terlalu banyak menerima informasi tidak benar, sehingga memicu beragam pandangan yang negatif.

"Kita lihat di dunia maya, begitu mudah mencaci maki, menghujat. Ini terjadi karena masyarakat disuguhi informasi yang belum tentu benar akibat perbedaan pandangan politik yang tajam. Kondisi ini mengarah pada ketidaksantunan berpolitik," katanya.

Menurut Hery, komunikasi politik tidak bisa dibangun hanya pada entitas politik, tapi juga entitas sosial. Dialog nasional yang digagas Kiai Maruf adalah upaya merajut kembali komunikasi dengan kekuatan sosial masyarakat.

"Ini perlu dirapihkan," pungkasnya. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Kyai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji

Sukoharjo, Muhammadiyah Asli - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Sukoharjo Jawa Tengah dilaksanakan dengan menggelar kegiatan apel upacara bendera di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Ahad (22/10).

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya selaku inspektur upacara mengatakan, Hari Santri Nasional menjadi salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji

“Hari ini menjadi momentum untuk semua, khususnya kepada para santri, untuk terus belajar dan mengabdi kepada bangsa,” tegas Wardoyo.

Pada kesempatan tersebut juga dicanangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji. Gerakan tersebut memiliki maksud sebagai pembekalan kepada masyarakat khususnya santri.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, di kecamatan lain, tepatnya di Kartasura, peringatan HSN dimeriahkan dengan menggelar apel dan pawai ta’aruf sejauh 2,5 kilometer yang diikuti peserta ribuan santri.

Muhammadiyah Asli

Kirab dimulai dari lapangan Gumuk, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, menuju Masjid Zahidin.

Ketua panitia HSN di Sukoharjo Zainul Abbas menuturkan, kegiatan pawai jalan kaki digunakan sebagai sarana taaruf dengan masyarakat sekitar.

Acara juga dimeriahkan dengan sejumlah lomba yang diikuti para santri. Lomba yang dipertandingkan antara lain membaca kitab kuning, futsal, tahfidzul quran dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Doa, Hadits Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali mengatakan, PBNU akan terus berjuang mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar.

"Marilah dari Surabaya ini kita berjihad mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar," katanya dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad di Jalan Bubutan Surabaya, Ahad (24/11) kemarin.

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

“Selama ini kita sudah berjuang dan sangat bersemangat. Dengan ditambah suntikan semangat dari arek-arek Suroboyo ini PBNU menjadi lebih semangat,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, penggagas Napak Tilas Resolusi Jihad, Choirul Anam, membacakan naskah semacam petisi dari warga NU mengenai kondisi bangsa Indonesia pasca reformasi. Naskah itu dirumuskan dalam peringatan Resolusi Jihad beberapa waktu lalu di Surabaya yang selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

Mantan wakil presiden Jendral (purn.) Tri Sutrisno yang dalam Napak Tilas itu disebut-sebut sebagai “bapak arek Suroboyo” juga mengusulkan untuk dilakukan kajian ulang atas perubahan UUD 1945 yang menyebabkan rusaknya tatanan Negara Indonesia yang didirikan oleh para ulama dan pejuang kemerdekaan.

Muhammadiyah Asli

As’ad Said Ali mengatakan, tatatan negara Indonesia pasca reformasi, teutama ditandai perubahan UUD 1945 yang dilakukan empat kali, menyebabkan Indonesia terjerumus dalam sistem ekonomi pasar bebas. Menurutnya, para ulama dalam Munas ALim Ulama NU di Cirebon beberapa waktu lalu telah menegaskan perlunya gerakan kembali ke Khittah Indonesia 1945.

“Musuh kita saat ini adalah fundamentalisme pasar bebas. Negara-negara barat ingin menghegemoni kita. Yang kita tolak adalah keinginan untuk menguasai itu yang jelas-jelas melanggar kedaulatan negara,” katanya.

“Kita tiidak boleh diam. Kita akan dituntut oleh anak cucu kita nanti jika jika diam saja. PBNU akan terus berjuang. Kami tidak akan berhenti sebelum semua tercapai,” katanya.

Selain Tri Sutrisno, hadir dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad itu antara lain putra pahlawan nasional Bung Tomo Bambang Sulistomo, Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, sesepuh NU KH Sholeh Qosim, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, PonPes Muhammadiyah Asli

Jumat, 08 Desember 2017

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan

Tegal, Muhammadiyah Asli. Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal Drs. H. Muslikh, M.SI dipilih menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk masa kerja 2013 – 2018.

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LP Maarif NU Tegal Pimpin Dewan Pendidikan

Saat dimintai keterangan, Muslikh mengatakan, akan mengemban amanat dengan baik-baik. Sehingga ke depan perlu adanya terobosan dan kerja nyata yang lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususya di Kabupaten Tegal.

“Dewan Pendidikan itu kan posisinya bersifat independen,” kata dosen STAIBN Tegal itu di ruang kerjanya , Kamis (2/1).

Muhammadiyah Asli

Dewan Pendidikan, kata dia, memiliki fungsi memberikan saran, masukan, pendapat, rekomendasi dan kontrol terhadap masalah atau kebijakan dalam meningkatkan pendidika. Out putnya, tambah dia, kualitas sumber daya manusia sebagai agen perubahan.

Diakatakan Muslikh, untuk mengawali khidmatnya, perlu sekali mendapatkan masukan dan saran untuk kemajuan dewan pendidikan Kabupaten. Kerjasama antar pihak juga akan segera dilaksanakan dengan berpegang apa asas simbiosis mutualisme.

Muhammadiyah Asli

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang lama yang dipimpin Pak Dimyati yang telah memberikan dedekasiny terhadap dunia pendidikan,” katanya.

Agenda Pak Dimyati yang belum sempat terlaksana, mungkin kalau bisa, di kepengurusan kami bisa dilakukan. “Terakhir minta bantuan kepada semua pihak agar bisa mendukung penuh Dewan Pendidikan Kabupaten,“ harap Muslikh.

Dewan Pendidikan dikukuhkan Bupati Tegal Satrio Hidayat bersama dewan Pakar Pendidikan. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pada rubrik Bahtsul Masail sebelumnya saya telah membaca mengenai keharaman babi. Saya baru tahu ternyata ada pandangan yang setidaknya berbeda dengan pandangan yang selama ini saya ketahui, yaitu pandangan Daud Azh-Zhahiri dianggap menyimpang dari pandangan mayoritas ulama.

Saya berkeinginan menanyakan masih terkait dengan babi, jika sebelumnya mengenai keharamannya, sekarang saya mau menanyakan status najisnya. Bagaimana pandangan para ulama mengenai kenajisan babi itu sendiri? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Fathlul Ilmi)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Jawaban

Muhammadiyah Asli

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Pada tulisan yang lalu kami telah memberikan penjelasan mengenai keharaman babi. Dalam kesempatan ini kami akan mencoba menjelaskan mengenai kenajisan babi.

Muhammadiyah Asli

Literatur fikih Madzhab Syafi’i yang kami ketahui mengatakan bahwa babi adalah binatang yang najis. Pertanyaannya, apa dalil yang mengarah atau menujukkan kepada kenajisan babi? Dalilnya adalah qiyas atau analogi. Kenajisan babi diqiyaskan pada kenajisan anjing.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya, “Disunahkan menumpahkan air liur anjing dengan segera, artinya menumpahkan sisa sesuatu yang dijilati anjing karena berdasarkan hadits riwayat Muslim yang menyatakan: ‘Apabila anjing menjilati wadah atau bejana salah satu di antara kalian maka tumpahkanlan dan cucilah tujuh kali, salah satunya dengan debu.’ Status (kenajisan, pent) babi diqiyaskan dengan status kenajisan anjing,” (Lihat Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudlatith Thalib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz I, halaman 22).

Hadits riwayat Muslim yang dikemukakan Zakariya Al-Anshari di atas dipahami oleh para ulama Madzhab Syafi’i sebagai dalil yang menunjukkan atas kenajisan anjing. Dalam pandangan madzhab ini anjing saja najis apalagi babi yang notabene kondisinya lebih buruk dibanding anjing.

Kerena itu kemudian dikatakan bahwa babi adalah binatang yang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing. Alasan lain untuk mendukung hal ini adalah dianjurkannya untuk membunuh babi meskipun tidak membahayakan. Di samping itu keharaman babi sudah manshush.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun babi adalah binatang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing, di samping itu dianjurkan untuk dibunuh bukan karena ia membahayakan, dan telah disebutkan oleh nash keharamannya. Jika anjing saja najis maka babi lebih najis. Sedangkan sesuatu yang lahir dari babi dan anjing atau salah satu dari keduanya adalah najis karena merupakan makhluk yang berasal dari yang najis, karenannya status hukumnya adalah sama,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imam Asy-Syafi’i, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 47).

Muhyiddin Syarf An-Nawawi ketika memberikan catatan atas pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas menyatakan bahwa Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijma’ menukil kesepakatakan (ijma’) para ulama mengenai kenajisan babi. Dan ijma` sudah barang tentu bisa dijadikan hujjah yang kokoh.

Namun, ijma’ yang dikemukakan Ibnul Mundzir patut ditinjau ulang. Sebab, ternyata Madzhab Maliki memiliki pandangan yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup. Bahkan lebih lanjut, Muhyiddin An-Nawawi menyatakan: “Kami (dari kalangan Madzhab Syafi’i) tidak memilik dalil jelas yang menunjukkan kenajisan babi ketika dalam kondisi hidup.”

? ] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Anotasi: Ibnul Mundzir dalam kitab-nya Al-Ijma’ menukil kesepakatabn (ijma’) para ulama atas kenajisan babi. Konteks ini ijma` jelas merupakan hal utama untuk dijadikan hujjah seandainya ijma’ telah tetap. Namun Madzhab Maliki (memiliki pandangan lain, pent) yang menyatakan kesucian babi selagi masih hidup. Adapun yang dijadikan hujjah oleh pengarang (Abu Ishaq Asy-Syirazi) adalah hujjah yang juga dipakai ulama lain, dan tidak ada dalalah (petunjuk yang mengarah pada apa yang dimaksudkan, pent) yang jelas dalam kasus ini. Kami tidak memiliki dalil yang jelas yang menunjukan kenajisan babi ketika masih hidup,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz II, halaman 587).

Pandangan Madzhab Maliki yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup dapat kita rujuk pada salah satu kitab rujukan Madzhab Maliki, yaitu kitab Asy-Syarhul Kabir yang ditulis Ad-Dardiri. Di situ tampak jelas dikatakan termasuk yang suci adalah semua binatang yang hidup, baik bintang darat maupun laut, anjing maupun babi. Karena hukum asalnya semua yang hidup adalah suci. Sedang kenajisan adalah sesuatu yang tidak melekat pada sesuatu yang hidup (‘aridlah).

( ? ) ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Yang suci adalah al-hayyu (yang hidup)—tambahan ‘al’ dalam dalam kata tersebut itu menunjukkan istighraq (mencakup keseluruhan) sehingga pengertiannya adalah semua yang hidup baik di darat maupun di laut walaupun keluar dari kotoran, anjing maupun babi,” (Lihat Ad-Dardiri, Asy-Syarhul Kabir, dalam Hasyiyah Ad-Dasuqi ‘ala Syarhil Kabir, Mesir, Isa Al-Babi Al-Halabi, juz I, halaman 50).

Berangkat dari apa yang kemukakan, maka soal kenajisan babi ketika dalam keadaan mati sudah disepakati para ulama. Sedangkan yang diperselisihkan adalah ketika babi dalam kondisi hidup. Mayoritas ulama menyatakan najis karena diqiyaskan dengan anjing. Sedang menurut Madzhab Maliki babi tidak najis ketika dalam kondisi hidup karena pada dasarnya sesuatu yang hidup adalah suci.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga dapat dipahami dengan baik. Sikapi semua perbedaan dengan bijak. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring

Bandar Lampung, Muhammadiyah Asli - Benarkah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hanya kumpulan para pencari nasi bungkus dan rokok dengan cara menjaga gereja seperti digembar-gemborkan sejumlah pihak yang tidak menyukai badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor ini?

Menjawab tuduhan salah kaprah ini Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung memilih menjawab dengan harakah, yakni menggelar sejumlah bakti sosial (baksos) penyembuhan alternatif ATS Metode bagi masyarakat membutuhkan.

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring

"Banyak kegiatan Banser tergabung dalam Banser Tanggap Bencana (Bagana) di sejumlah daerah di Indonesia saat membantu korban banjir, longsor hingga peduli sesama kurang terpublikasikan. Masyarakat hanya disuguhi pihak yang tendensius dengan kami dengan kegiatan yang secara fiqih sebenarnya tidak ada persoalan, yakni membantu pengamanan umat Kristiani saat perayaan Natal," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri di Bandarlampung, Ahad (19/3).

Muhammadiyah Asli

Namun di luar itu, kata Tatang, Banser selalu ada di manapun tempat. Mereka insya Allah berbuat maslahat dan sesuai koridor seperti pengamanan pengajian.

"Saat terjadi banjir di Provinsi Lampung, baik Ansor dan Banser juga turun tangan, bukan urun angan. Apa pihak-pihak yang tendensius itu memviralkan kegiatan kami?" kata dia lagi.

Muhammadiyah Asli

Dalam butir ke enam Nawa Prasetya Banser sudah jelas, Banser peduli terhadap nasib umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, agama dan golongan.

"Para sahabat nabi yang dijamin masuk surga juga tidak melakukan perusakan tempat-tempat ibadah. Jika Banser menjaga gereja, yang dijaga itu sebenarnya bukan sekedar itu, tapi persatuan Indonesia," ujar Tatang.

Baksos penyembuhan alternatif ATS Metode akan digelar di GP Ansor Lampung Jalan Raden Gunawan II, Rajabasa, Bandar Lampung, pada Selasa 21 Maret 2017, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Dalam satu kali baksos, pasien bisa ditangani kisaran 70 orang. Assinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto yang merupakan aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat,? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

"Dalam dua jam penyembuhan, pasien bisa ditangani kisaran dua puluh lima orang. Karena itu, sembari menunggu jadwal penyembuhan kami ajak pasien untuk membaca Sholawat Nariyah yang memiliki manfaat untuk mempermudahkan rezeki hingga dijauhkan dari penyakit dan bahaya. Berdoa dan berzikir lebih baik daripada menebar berita tidak benar," paparnya.

Tatang menambahkan, upaya tersebut merupakan penegasan, bahwa Banser selalu berbuat maslahat bagi masyarakat dan sangat jauh dari tuduhan-tuduhan salah kaprah tidak bertanggung jawab.

Pada kegiatan baksos di Tanggamus dan Way Kanan, 90 persen pasien ditangani Gatot Arifianto merasa puas. Bahkan ada satu pasien sakit gigi, setelah disentuh dua menit langsung tertawa dan bercanda siap ditinju. Termasuk pasien mata minus dan plus, mengaku pandangan lebih jernih setelah disentuh.

Tingkat kepuasan pasien berdasarkan testimoni setelah ditangani alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim II) PP GP Ansor? itu pada kegiatan baksos di Tanggamus dan Way Kanan rata-rata 80 hingga 90 persen.

Penderita sariawan tiga bulan juga mengaku sakit hilang setelah ditangani kurang dari lima menit, termasuk dada ngilu, sakit pinggang, asam urat hingga kaki sakit dan berat digunakan saat berjalan menjadi berkurang dalam hitungan menit. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, News, RMI NU Muhammadiyah Asli

Minggu, 26 November 2017

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Arus deras globalisasi telah menghasilkan dampak positif dan negatif dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kenyataan ini harus disiasati agar umat Islam tidak hanyut yang mengakibatkan hilangnya identitas sebagai bangsa.

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

“Dalam upaya memperbaiki kehidupan berbangsa di tengah kegalauan globalisasi ini, NU mengajak untuk kembali membangun karakter dan jati diri bangsa ini,” seru Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara halal bihalal dan peluncuran Munas dan Konbes NU, Selasa (4/9), di Jakarta.

Menurutnya, kondisi ini juga menuntut adanya keterbukaan budaya. Namun, di era globalisasi kemampuan umat beragama dalam beradaptasi akan selalu dibutuhkan.

Muhammadiyah Asli

“NU sejak lama sudah lama punya prinsip pertahankan budaya, petahankan tradisi, pertahankan jati diri, tapi juga ambil ilmu-ilmu yang semakin maju,” tandasnya.

Muhammadiyah Asli

Dalam acara yang dirangkai dengan Halal Bialal ini, Kang Said menjelaskan tentang relevansi tema Munas dan Konbes NU yang digelar di Cirebon, 14-17 September 2012 mendatang. Tema tersebut adalah Kembali ke Khittah Indonesia 1945, Meningkatkan Khidmat NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

“Yang tiada lain adalah kembali pada semangat Proklamasi, kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan kembali berpegang pada amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Dengan kembali ke nilai dasar, demikian Kang Said, kita akan selamat dari gelombang globalisasi. Bahkan sebaliknya, mengendalikan globalisasi untuk menciptakan negara yang berdaulat, adil dan makmur sebagaimana dicita-citakan 67 tahun lalu. 

“Perlu kita segarkan dan tegaskan kembali saat ini,” pungkasnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Daerah, Internasional Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Para ulama pendiri NU jelas bukan sembarang ulama. Mereka orang-orang khos yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa di zamannya. 

 

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sunan Ampel Restui Berdirinya NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sunan Ampel Restui Berdirinya NU

Salah satu pendiri jamiyyah Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, selain pendirian NU kepada kepada KH Hasyim Asyari, beliau meminta persetujuan waliyullah tanah Jawa. Yaitu Kanjeng Sunan Ampel. 

Dituturkan salah satu putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab, ayahnya itu menulis surat kepada Sunan Ampel dalam Bahasa Arab. Surat tidak dilipat tapi digulung seperti nawala di zaman kerajaan kuno. Lalu dibungkus kain terus dimasukkan ke dalam makam Sunan Ampel di Surabaya.  

"Mbah Wahab bilang ke beberapa kyai dan pendereknya, jika surat itu dalam tiga hari hilang dari tempat dia memasukkan, berarti Sunan Ampel merestui berdirinya NU," ujar penerus Kiai Wahab mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang ini. Dia ceritakan kala diwawancarai di sela sarapan pagi di lokasi Munas & Konbes NU di Ponpes Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9). 

Muhammadiyah Asli

Tutur Kiai Hasib, setelah tiga hari memasukkan surat tersebut, Mbah Wahab ziarah lagi ke makam Sunan Ampel. Malah membawa rombongan lebih banyak. Ternyata nawala tersebut tak berada di tempatnya lagi. Akhirnya Kiai Wahab mantab, lalu pulang dan segera menemui KH Hasyim Asyari agar segera mendeklarasikan berdirinya NU. 

Muhammadiyah Asli

"Suratku wis diterima Kanjeng Sunan Ampel. Berarti direstui untuk melanjutkan dakwah Islam di Nusantara, " ujar Kiai Hasib menirukan ucapan ayahnya yang dia dengar dari penuturan sahabat Mbah Wahab yang pernah bercerita kepadanya.  

 

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Daerah, Internasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso merampungkan sosialisasi wawasan kebangsaan dari satu ke lain kecamatan di Bondowoso. Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Sempol pada Kamis (19/5) menutup rentetan kegiatan sosialisasi di 23 kecamatan yang ada di Bondowoso.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, “Perlu saya laporkan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan yang pertama adalah kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang sudah berakhir kemaren Kamis 19 Mei 2016 di Kecamatan Sempol ."

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Demikian disampaikan Muzammil pada rapat konsolidasi di Kantor GP Ansor Bondowoso Jalan KH Agus Salim Nomor 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/5) sore. Tampak hadir Ketua Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat (LDS) GP Ansor Ahmad Junaidi, Komandan Satkorcab Banser Bondowoso Susilo, para pengurus harian GP Ansor Bondowoso.

"Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik," kata Muzammil.

Muhammadiyah Asli

Muzammil menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini juga dapat menjadi agenda penguatan internal GP Ansor dari tingkat cabang ke tingkat ranting," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal Afif menjelaskan bahwa target sosialisasi ini adalah GP Ansor ingin menanamkan rasa kebangsaan yang tinggi di kalangan pemuda khususnya kader-kader Ansor di tingkat kecamatan dan ranting.

“Kita, kata Iqbal Afif, ingin memperkuat pengetahuan dan pemahaman tentang kebangsaan dari aspek sejarah nasional dan sejarah perjuangan ulama NU yang memadukan nasionalisme dan religiusitas dalam memperjuangkan suatu kemerdekaan suatu bangsa," jelasnya.

GP Ansor Bondowoso bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Bondowoso. Afifi berharap para kader Ansor hari ini mempunyai semangat perjuangan yang tetap sama dengan para ulama NU dan dilandasi oleh dasar-dasar  pengetahuan wawasan kebangsaan yang agamis. Mereka diharapkan bisa menjadi benteng pertama yang kokoh dalam mempertahankan bangsa dan agamanya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Bahtsul Masail, Tokoh Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock