Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Kepala Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Prof Muhammad Quraish Shihab mengingatkan bahwa perbedaan dalam penafsiran Al-Qur’an merupakan hal prinsip.

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip

Ia mencontohkan, baik Pesantren Darul Qur’an maupun Pusat Studi Al-Qur’an merupakan kedua lembaga yang sama-sama berbicara, mempelajari, dan memberi perhatian terhadap Al-Qur’an. Namun demikian, penafsiran keduanya bisa jadi berbeda.

“Al-Qur’an hammalatun lilwujuh (mengandung ragam pandangan). Itu mengajarkan kita untuk menyatakan bahwa bisa jadi kebenaran itu bermacam-macam,” kata Quraish Shihab pada acara Temu Alumni Baitul Qur’an di Pesantren Darul Qur’an Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Senin (8/1) malam.

Oleh karena itu, menurut mufassir Indonesia ini, seseorang tidak boleh mengklaim paling benar dalam penafsiran karena semuanya merujuk kepada Al-Qur’an.

Muhammadiyah Asli

Selain Habib Quraish Shihab, terdapat tiga ahli tafsir lain yang menjadi pembicara pada acara tersebut, yaitu Pengasuh Pesantren Darul Qur’an KH Ahsin Sakho Muhammad, Pengasuh Pesantren Dar At-Tauhid KH Husein Muhammad, dan Manajer Program di PSQ Mukhlis Hanafi. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 20 Februari 2018

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Nganjuk, Muhammadiyah Asli. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (10/4). Ia menyerahkan total bantuan senilai Rp153,9 juta untuk 5 korban meninggal dan kebutuhan logistik.

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Korban meninggal terdiri dari kakak beradik Donny (24) dan Bayu (14), Kodri (16), Dwi (18). Keempatnya merupakan warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Korban kelima adalah Paidi (55) warga Dusun Jati Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor. Sebanyak lima orang menjadi korban tanah longsor, Ahad (9/4) di Dusun Dlopo, Desa Kepel.

Setiap korban meninggal mendapat santunan Rp15.000.000 sehingga total santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp75.000.000. Mensos juga menyerahkan bantuan logistik untuk bencana alam Kabupaten Nganjuk senilai Rp78.976.285. Jadi total bantuan yang diberikan Mensos sebesar Rp153.976.285.

Muhammadiyah Asli

Tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Mensos didampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Danrem Madiun Kolonel Inf. Piek Budiyakto, Dandim 0810 Letkol Arh. Sri Rusyono, Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono serta Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus meninjau dapur umum yang dikelola TAGANA untuk menyiapkan logistik ? relawan dan tim pencarian korban.?

Rombongan kemudian bergerak ke Posko Bencana Alam dilanjutkan peninjauan lokasi longsor desa Kepel kecamatan ? Ngetos, ? Kabupaten Nganjuk.?

Muhammadiyah Asli

"Bapak, kami turut berduka cita atas meninggalnya anak Bapak. Ikhlas ya Pak, Insyaallah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah," kata Mensos kepada Aksan, orangtua Donny dan Bayu.

Bapak dengan tiga anak itu bercerita sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia mengaku keduanya bahkan belum berpamitan saat meninggalkan rumah. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu.?

"Donny ini dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya melihat longsor," ujar Aksan lirih.?

Usai menyerahkan bantuan rombongan bergegas menuju lokasi longsor. Meski sempat dicegah karena tingkat kerawanannya tinggi dan masih ada kemungkinan tanah bergerak, namun Khofifah tetap melanjutkan peninjauan dengan menggunakan motor trail. Mensos meyakini seeing is believing sehingga ketika akan menyiapkan sebuah keputusan dan tindakan, telah didasarkan pada realitas empirik di lapangan.?

"Apalagi ini lempengan gunung Wilis dari Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri sehingga masing-masing kabupaten ini betul-betul harus menyiapkan rencana tata ruang yang aman bagi warganya," ujar Mensos setelah meninjau bekas longsoran.?

Di akhir kegiatan, Mensos berkunjung ke rumah duka keluarga Aksan. Istri Aksan, Hartini tampak sangat terpukul kehilangan dua puteranya sekaligus. Mensos membacakan doa untuk Donny dan Bayu serta mendoakan agar keluarganya sabar dan ikhlas.

Sementara itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengungkapkan longsor pertama terjadi Sabtu (8/4) dengan lebar 252 meter dan panjang 202 meter. Pada Ahad (9/4) hujan mengguyur dengan intensitas ringan di Kecamatan Ngetos. Hujan ringan mengakibatkan tanah bergerak terjadi pada jam 11.00 WIB dan memperlebar area longsor sekira 310 meter, panjang 900 meter. Longsor menutupi aliran sungai serta merusak areal pertanian.?

Taufiqurrahman mengatakan tanah bergerak menimbun warga yang sedang melakukan aktivitas di area persawahan. Menurut keterangan saksi, korban meninggal Paidi sedang mencari rumput. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sedang mengabadikan longsor.

Hingga Senin siang (10/4), sejumlah upaya telah dilakukan untuk melakukan evakuasi korban. Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh mitra dinas sosial terdiri dari TAGANA sebanyak 20 personil, Pendamping PKH sebanyak 130 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 20 orang dan 2 Pekerja Sosial.?

Sementara terkait bantuan permakanan TAGANA telah mendirikan dapur umum sementara tim dari Dinas Sosial Kabuoaten Nganjuk telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan

Oleh Mochammad Maksum Machfoedz

Teramat jelas digariskan tujuan diwajibkannya puasa Ramadlan: la’allakum tattaquun (QS 2-183), agar supaya kalian bertaqwa. Aneka stimulan melengkapi pencapaian tujuan dimaksud, mulai timulasi teknis yang mu’amalah dan hubungan antar-manusia sifatnya, stimulasi ubudiyah dengan aneka asesori ibadah puasa, sampai stimulasi fundamental berkait dengan mentalitas-kejiwaan manusia, urusan character building mendasar.?

Salah satu stimulasi fundamental adalah kemutlakan perintah: I’diluu huwa aqrabu li at-taqwa (QS 5-8), berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Kewajiban memenuhi karakter keadilan tercermin dari kalimat perintah yang absolut sifatnya bagi siapa saja: i’diluu. Begitu absolutnya, sampai lebih 30 kali kata adil diungkap dalam Al-Qur’an, dan bisa disimpulkan dalam QS 16-90: innallaha ya’muru bi al-‘adl, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil; dan ? QS 7-29: qul amara Robbi bi al-qishth, katakanlah ”Tuhanku menyuruhku berlaku adil’.

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan

Relasi antara penegakan keadilan dan mutu ketaqwaan, dengan demikian menjadi ikatan keharusan yang menyatu dan tidak bisa disempal-sempal ketika dikehendaki siapa saja yang ingin menggapai tujuan puasa Ramadlan. Penegakan keadilan dalam kolektifitas, bermasyakat dan berbangsa juga begitu pentingnya: walau ‘ala anfusikum aw al-walidaini wa al-aqrabiin, in yakun ghaniyyan au faqiiraa (QS 4-135), meskipun terhadap diri sendiri, atau orangtua dan kerabat, kaya maupun miskin.

Begitu pentingnya keadilan dan penegakannya, sampai-sampai sebuah kitab mensarahi ajaran Imam Ibn Qayyim dengan menyimpulkan bahwa: laa tashluhu ad-dun-ya wa al-akhirah illa bi al-‘adl, tidak akan pernah ada kedamaian di muka bumi dan akhirat nanti, kecuali berlandaskan keadilan.

Muhammadiyah Asli

Pentingnya relasi perilaku adil sebagai karakter utama ketaqwaan, dengan demikian menjadi materi yang pantas direnungkan dalam Puasa Ramadlan. Kesiapan menjalaninya tidak lagi semata didasarkan atas kesempurnaan hubungan antar-sesama dalam urusan kemanusiaan dan mu’amalah, serta tidak hanya dilengkapi dengan aneka asesori ibadah seperti tarawih, shalat malam, tadarrus, dan sejenisnya. Akan tetapi, pada saat yang sama dilandasi pula oleh kesiapan berrevolusi mental, berlaku adil dan menegakkan keadilan bagi siapa saja.

Dalam konteks inilah kiranya, perilaku adil yang harus lempeng dan tegak lurus, setimbang, moderat dan menengah, tidak mirang-miring, dan menghargai orang lain, i’tidal-tawasuth-tawazun-tasamuh, bisa dihayati maknanya untuk tidak memungkinkan maraknya rasa benar sendiri, radikalisasi, dan apalagi munculnya aneka gratifikasi.?

Tidak bisa dipungkiri bahwa jabaran dari rasa keadilan tersebut dalam konteks kemasyarakatan dan kebangsaan akan memperkaya bangsa ini melalui puasa Ramadlan, dengan ajaran karakter mendasar al-akhlaq al-karimah dalam urusan berbangsa yang dibingkai dalam mabadi’ khaira ummah: ash-shidiq al-amanah al-‘adalah at-ta’awun al-istiqamah, jujur-amanah-adil-gotongroyong-konsisten, lima karakter dasar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia yang beradab.

Pertimbangan pentingnya keadilan itu pula yang kemudian mentradisikan peringatan penegakan keadilan sebagai penutup khuthbah Jum’at semenjak pemerintahan Umar bin Abdul Aziz yang berkuasa dari 717 M sampai 720 M. Pemerintahan berkeadilan Umar menjadi melegenda bukan hanya karena telah berhasil menggeser khothbah dengan tradisi cacimaki selama 60 tahun sebelumnya menjadi seruan keadilan. Umar telah berhasil pula membangun peradaban pemerintahan berkeadilan.

Tentu bukanlah sekedar kerinduan terhadap sejarah Umar, ketika seruan keadilan cicit Umar bin Khatthab ini senantiasa menggelora dalam khutbah sampai kini, dibanding seruan lainnya. Efektifitasnya tentu perlu dibangun melalui gerak-langkah berkeadilan, untuk bisa lebih ngefek, dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat sebagaimana dicontohkannya.

Muhammadiyah Asli

Adalah sebuah tantangan bagi keberadaan program studi humaniora dengan aneka pendekatan keilmuannya untuk menterjemahkan cita-cita dan amanat spiritual keadilan. Sudah tiba waktunya untuk mempertanyakan eksistensi keilmuan hukum ketika ketidak-adilan justru kini menjadi raja-diraja. Tantangan yang sama juga dilontarkan serius bagi keilmuan humaniora lainnya, termasuk ilmu filsafat, sosiologi, psikologi, komunikasi, sampai ilmu pendidikan usia dini ketika dekadensi moral justru menjadi-jadi. Perihal yang sama muncul pula sebagai tantangan ilmu ekonomi, dalam terapan ilmu pembangunan, managemen dan akuntasi, yang kini semakin eksploitatif dalam perekonomian.

Krisis ekonomi dan keserakahan akan sumberdaya alam sepenuhnya mulai dari sini. Resource Accounting, Ilmu Akuntansi Sumberdaya dalam menjawab peringatan Allah urusannya dengan kemerosotan dan kerusakan sumberdaya alam masih sangat tidak memadai karena kontaminasi kepentingan jangka pendek dan politisasi. Kemerosotan ini berakibat pada takrif-takrif palsu ekonomi pembangunan dengan segala kebodohan indikator pilihannya yang tidak mencerminkan kemashalatan, jikalau tidak boleh dikatakan justru memicu rusaknya lingkungan hidup.?

Mudah sekali dilihat begitu banyaknya kebijakan tanpa spiritualitas memadai, sampai anti spiritualitas. Hingar bingar liberalistik yang menghamba pada kapitalistiknya ilmu kerekayasaan, melalui berkembang pesatnya ilmu dan teknologi informatika, elektronika, sistem informasi, industri, mekanika dan aneka ilmu keteknikan, sampai keilmuan pangan dan agroindustri, berdalih sangat mulia dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi ekonomis. Keilmuan ini jelas sekedar jabaran atas Firman-firman Kauniyyah yang tak terbantahkan. Akan tetapi, apa jadinya ketika nihil basis spiritualitas? Semuanya akan berujung kecongkakan akademik, dan ulah eksploitasi, bukan kemajuan kemashlahatan, tetapi penyebaran kemiskinan yang melawan Firman Tuhan.

Sebagai ilustrasi akademis bisa diangkat kebidangan yang disebut terakhir: pangan dan agroindustri, yang sangat terkait dengan ibadah puasa Ramadlan pada hari ini. Simpati dan empati terhadap segala keterbatasan dalam pemenuhan pangan sebagai kebutuhan dasar, basic need, merupakan salah satu esensi yang melandasinya. Puasa, menahan diri dari makan-minum, merasakan lapar dan dahaga, meski baru merupakan keutamaan manusiawi tingkat awal, membuahkan keutamaan berikutnya sebagai refleksi kepedulian antar sesama, ketaatan ilahiyah tiada tara, sampai kesyukuran paripurna atas segala kebesaranNya. Bukan sekedar simbolisasi.

Kelaparan merupakan keseharian keadaan sang papa, saudara-saudara kita yang sedang tidak beruntung, fakir-miskin sekitar kita. Telah menjadi tanda-tanda zaman, bahwa dalam masyarakat materialistis, sikap abai kalangan luas cenderung mempersalahkan mereka sebagai pecundang akibat kalah perang ekonomis dengan kemenangan para pemilik modal, aghniya’, dalam rivalitas ekonomis dan teknologis. Sungguh asumsi nir-spiritualitas yang memprihatinkan kita semua.

Asumsi itu salah besar karena Islam justru memberikan kasih-sayang sempurna bagi fakir-mikin. Eskalasinya tercermin dalam puasa Ramadan dengan aneka ritual dan peringatan membayar zakat. ? Hakekatnya, sebagian dari harta kekayaan aghniya’ adalah hak fakir-miskin, bukan hak si kaya. Karena itu, harus dibersihkan dan disucikan, tuthahhirukum wa tuzakkiihim biha (QS. 9: 103).?

Secara khusus, pelembagaan zakat fithrah sebagai kepedulian pangan sesama bahkan tidak terpisahkan dari kesempurnaan puasa untuk menggapai maghfirah dan ketaqwaan, sebagai jaminan kembalinya manusia kepada kesucian, al-fithr. Hal ini ditunjukkan dengan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah untuk setiap jiwa muslim yang mampu, dan harus dibayarkan ? qabla ash-shalah, sebelum shalat Iedul Fitri. Begitu hadits Nabi menyebutkan. Hak atas pangan harus dibayarkan ketika menginginkan kembali ke kesucian, iedul fitri. Untuk hak ini, ijinkan untuk menyebut Ramadlan sebagai Bulan Pangan, syahru ath-tha’am. Bukan menyebutnya ? bulan badhogan bagi abdul buthun.?

Fakta yang dipaparkan mensiratkan besarnya perhatian Islam terhadap hak atas pangan. Tata sistemnya pun dengan demikian harus berbasis kedaulatan, sebagaimana tercermin dalam kepedulian Muhammad terhadap urusan pangan yang sangat istimewa, seperti disabdakan: an-nasu syuraka-u fii tsalatsin: al-mau wa al-kala-u wa an-nar, manusia berserikat dalam tiga perkara: air, tetumbuhan dan api. Berserikat, syurakaa’, mensiratkan bahwa kekuasaan dan kedaulatan urusan ini berada di tangan rakyat, untuk ? sebesar-besarnya kepentingan manusia sebagai kolektifitas, dan pantang eksploitatif.?

Perhatian Allah tentang hak atas pangan, bahkan ditunjukkan dengan menyebut pendustaan agama, yukaddzibu bi ad-din (QS. 107: 1-3), termasuk mereka yang: laa yakhuddlu ala thaami al-miskin, tidak mengajak memberi makan fakir-miskin. Tafsir Qurtubi menyebut makna utama ayat ini: isyaratun ala annahu la yuthimu al-masakin idza qadara, mengisaratkan mereka yang tidak memberi makan ketika mampu.

Banyak pihak menjabarkan ayat ini lebih dari sekedar urusan pangan, tetapi pangan dan perekonomian umumnya. Surat al-maun ini menjadi inspirasi para pemimpin terdahulu, seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan syirkah muawwanahnya (gerakan koperasi), yang beliau kembangkan jauh hari sebelum NU dideklarasikan berdirinya oleh beliau.

Begitulah ketakwaan mensyaratkan tumbuhnya kepedulian sosial, mengamanatkan bahwa sebagian rejeki ? harus dinafkahkan (QS. 2: 2), kepada yang berhak, dalam keadaan lapang maupun sempit (QS. 3: 134), agar gini rasio tidak njomplang, serta supaya aset ekonomi tidak terkonsentrasi kepada segelintir orang kaya, kay la yakuna duulatan baina al-aghniyai minkum (QS. 59: 7).

Semoga kita beroleh rahmat untuk lebih manusiawi, semakin peka terhadap mereka yang lemah, terlebih yang paling tersingkir dalam pembangunan, , untuk kemajuan perekonomian bersama. ? Jauhkanlah kami semua ya Allah, untuk tidak justru menari-nari bagai burung bangkai, di atas kelemahan mereka yang sedang tidak beruntung, naudzu billaah..

Sungguh sebagai ilmuwan dan ilmuwan muda, mahasiswa-mahasiswi, sekelumit contoh yang menggambarkan betapa hinanya para ilmuwan, yang sehebat apapun, ketika tidak dilandasi kesiapan spiritualis sudah pasti akan keblinger, akan menjadi the most disadvantaged people, tidak mampu berlaku adil dan tidak bakal masuk dalam kategorisasi Allah sebagai ilmuwan yang ulama’.?

Kedalaman spiritualitas Ramadlan dengan segala paket ibadahnya, menempa kita semua, sebagai civitas akademika untuk insya Allah menjadi lebih komplit ketika tidak semata didukung rasa takut kepada Allah karena berbagai kealpaan hidup yang kita lakukan (khauf), akan tetapi didukung rasa takut nuraniah yang paling dalam kepada Allah, min khasyyatiLlah, yang dilandasi kesadaran, cinta dan penghormatan tulus kepada Allah SWT sebagai Yang Maha Agung, Maha Kuasa dengan segala kekuatannya, dan Maha Tahu dengan kesempurnaan ilmunya.

Rasa takut seperti ini terwujud, menggabungkan penafsiran Shobuni dan Ibn Katsir, liannahum ya’rifunahu haqqa ma’rifatihi li al-‘adlim al-qadiir atam, wa al’ilmi bihi akmal, karena para alim menghayati setulusnya akan keagungan, kesempurnaan kekuasaan, dan tidak terbatas keilmuan Allah.?

Attribut nuraniah khasyyatullah inilah karakterisasi Allah terhadap para ilmuwan yang memiliki basis spiritualitas: innamaa yakhsya Allaha min ibadihi al-ulamaa (QS 35: 28), sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah para alim. Signifikansi sosok ini ditegaskan pula dengan: wa hum min khasyyatihii musyfiquun (QS 21:28), dan karena rasa takutnya kepada Allah, mereka senantiasa berhati-hati.

Semoga Allah berkenan memberikan hidayah, sehingga kita semua tidak akan sekadar menjadi civitas akademika UNUSIA, tetapi civitas akademi yang sekaligus menghayati khasyyatullah, insya Allah.***

Penulis adalah Wakil Ketua Umum PBNU dan Rektor UNU Indonesia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Cerita, Tokoh, RMI NU Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

Muhammadiyah Asli

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

Muhammadiyah Asli

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Pendidikan, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Kamis, 25 Januari 2018

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah banyak dikaji di Mesir, Turki, dan Iran. Disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini belum mendapat perhatian serius di pesantren maupun perguruan tinggi Islam di Indonesia.Satu lagi kitab langka karangan ulama Nusantara yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu sharaf): “Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’d al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani”, karangan Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi (w. 1324 H/1906 M), cucu sekaligus murid Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi.

Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar panjang) atas syarh (penjelasan) al-Taftazani (w. 792 H/ 1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 655 H). Ketiganya (baik matn, syarh, atau pun hasyiah) sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf. Tadrij al-Amani untuk pertama kalinya dicetak di Maktabah ‘Isa al-Babi al-Halabi di Kairo pada tahun 1348 H (1929 M), atau 23 tahun selepas kewafatan sang pengarang (Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi).

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Menimbang nilai penting kitab ini, ia pun banyak dikaji dan disunting (dirasah wa tahqiq) oleh banyak cendikiawan, sekaligus mengalami cetak ulang berkali-kali di berbagai negara Muslim (bukan hanya di negara Arab), seperti di Iran (Kitabkhane Arumiye, Qum, 1338 H; Kitabkhane Farus, Qum, 1994 M; Dar Zain al-‘Abidin, Qum, 2015 M), dan juga di Turki (al-Maktabah al-Hanafiyyah, Istanbul, tt; Maktabah Saida, Diyarbakir, 1436 H; Dar Nûr al-Shabah, Istanbul, 2015 M).

Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi menghimpun dan mensarikan kajian-kajian terpenting dalam ilmu sharaf, memilih teori sintaksis paling baik, sekaligus menyortir pendapat paling akurat. Karena itulah, dalam halaman akhir versi cetakan edisi pertama kitab tersebut (al-Halabi, Kairo, 1929 M), disebutkan bahwa: “kitab ini sangat kaya materi, lugas bahasanya, menghimpun kajian-kajian penting yang banyak terpisah dan tercecer dalam bidang ilmu ini (sharaf/ sintaksis Arab), disertai catatan dan analisa yang tajam, yang menunjukkan akan banyaknya membaca (sang pengarang), luhur ilmunya, dan luas wawasannya”.

Muhammadiyah Asli

Terdapat lima kitab penting ilmu sharaf yang dijadikan rujukan utama Syaikh Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi dalam menulis karyanya ini, yaitu (1) Hasyiah al-Nashir al-Laqqani ‘ala Syarh al-Taftazani, (2) Syarh al-Manshûr al-Thablawi ‘ala Tashrif al-Zanjani, (3) Syarh al-Fushûsh karangan Syaikh Nawawi al-Bantani, (4) Hasyiah al-Dadah Junki ‘ala Syarh al-Taftazani (Dede Cun, ulama Turki-Ottoman), dan (5) Hasyiah al-‘Allamah Qasim al-Ghazzi ‘ala Syarh al-Taftazani.

Muhammadiyah Asli

Dalam asumsi saya, karya ini ditulis tak lama setelah kewafatan Syaikh Nawawi Banten (w. 1316 H/ 1898 M), kakek sekaligus guru dari Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi. Ketika menyinggung rujukan ke-3, yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “yang mana zaman pun menangis karena kepergiannya, dan ‘arasy al-Mannan pun terguncang karena kematiannya, seorang alim pada masanya, kebanggaan abadi; guruku sekaligus teladanku, al-Marhûm Syaikh Muhammad Nawawi ibn al-Marhûm Syaikh ‘Umar al-Jawi al-Bantani al-Tanari”.

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah (catat: telah) banyak dikaji, disunting, dan diterbitkan di pelbagai negara Muslim (Mesir, Turki, dan Iran). Yang justru disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini justru belum (catat: belum) mendapat perhatian serius (baik inventarisasi naskah kitab, kajian, suntingan, dst) dari sesama anak bangsanya (Nusantara) dan anak kalangannya (santri).

Padahal, dalam kata pengantar kitab ini, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “aku menjadikan kitab ini sebagai pengingat bagiku, juga bagi anak-anak sebangsaku, untuk memudahkan memahami Syarh al-Taftazani atas Matn Tashrif al-Zanjani”.

Kenyataan di atas tentu sangat pahit dan membuat sesak dada kita.

Selain mengarang Hasyiah Tadrij al-Adani, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi juga mengarang al-Aqwal al-Mulhaqat ‘ala Syarh al-Waraqat dalam bidang uhsul fikih. Kitab ini masih berupa naskah-manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kementrian Wakaf Saudi Arabia di Mekkah. Naskah-manuskrip tersebut menunggu sentuhan tangan “santri-filolog” dari Nusantara, tanah air dan bangsa dimana Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi berasal, untuk segera mengkaji dan menyuntingnya (dirasah wa tahqiq). (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pemilik sebuah kafe shisha berbasis di New York telah mengklaim bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kelompok militan telah memberikan "reputasi buruk" untuk bisnisnya - ISIS Hookah Lounge.?

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Michil Gadalla, seorang Kristen Koptik Mesir, membuka kafe shisha pada tahun 2010, penamaan itu diberikan setelah ia jatuh cinta dengan seorang gadis Mesir yang tahun yang lalu, menurut New York Daily News yang dikutip oleh al arabiya.?

Tapi dalam beberapa bulan terakhir, setelah ketenaran dari kelompok ekstremis yang berbasis di Timur Tengah tumbuh, ISIS Hookah Lounge telah mendapat perhatian luas dari pejalan kaki yang terkejut atas afiliasi insidentilnya.?

Muhammadiyah Asli

"Mereka adalah teroris - orang yang mengerikan," kata Gadalla kepada Daily News. "Mereka memberikan reputasi buruk untuk bisnis saya."?

"Suatu hari aku pergi ke sini dengan putri saya 16 tahun dan ia melihat tanda itu dan ia mengatakan sebuah umpatan," kata seorang pelanggan koran.?

Muhammadiyah Asli

‘Waktu yang buruk’?

"Anda melihat itu dan mulai berpikir, Mengapa disebut itu? .. Hanya saja waktu yang buruk, saya kira," tambah seorang pejalan kaki.?

Namun, Gadalla – diluar pendapatan $ 3.000.000 per hari yang dinikmati ISIS - mengatakan bahwa mengubah nama café akan menjadi terlalu mahal.?

"Perlu biaya $ 8.000 hanya untuk mengubah tanda," katanya.?

The ISIS Hookah Lounge bukanlah satu-satunya bisnis yang mendapat kecaman atas konotasi ekstremisnya.?

Awal bulan ini, perusahaan pembayaran berbasis ponsel di AS, Isis, resmi berubah nama menjadi Softcard, sebagai proses penyelesaian untuk menjauhkan diri dari kelompok militan tersebut.?

"Kami tidak memiliki keinginan untuk berbagi nama dengan grup ini dan kita menjauh dari mereka yang terkena dampak kekerasan ini," kata kepala eksekutif Michael Abbott dalam sebuah pernyataan.?

Korban lain adalah ISIS Mag, majalah rambut dan kecantikan yang berbasis di London untuk wanita keturunan Afrika, yang baru saja mengubah logo mereka sehingga "Mag" jauh lebih menonjol dalam judul.?

"Kami mulai mendapatkan pesan dari halaman Facebook kami bahwa kita adalah bagian dari organisasi teroris, jadi saya berkata kepada mitra bisnis saya kita harus mengubah citra," Linda Graham, pendiri ISIS Mag, kepada Russia Today. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

Muhammadiyah Asli

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh, Daerah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock