Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

Muhammadiyah Asli

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

Muhammadiyah Asli

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Pendidikan, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

Jangan Pernah Meremehkan Muadzin

Seringkali pofesi sebagai muadzzin di pandang sebelah mata. Hal ini karena muadzin selalu diidentikkan dengan merbot masjid yang pekerjaannya menyapu, membersihkan dan menjaga masjid. Padahal tidak demikian seharusnya. Karena adzan adalah salah satu ibadah tersendiri bahkan dalam beberapa hadits difavoritkan sebagai amalan surga.

Surat al-Fussilat ayat 33 menjadi salah satu dalil pembenaran yang dinyatakan oleh Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulimiddin terkit dengan adzan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Jangan Pernah Meremehkan Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pernah Meremehkan Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pernah Meremehkan Muadzin

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"?

Sungguh betapa pentingnya peran seorang muadzin, dialah yang mengabarkan waktu shalat telah tiba, oleh karena itulah ibadahnya ini kelak di hari kiamat akan dikukuhkan oleh kesaksian jin dan manusia yang mendengarnya ketika dia beradzan semasa di dunia. Rasulullah saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

La yasma’u nida’al muazdzini jinnun wa la syai’un illa syahida lahu yaumal qiyamah

Tiada jin dan manusia yang mendengarkan suara adzan dari orang yang menyerukannya, melainkan mereka akan memberikan kesaksian kepada orang tersebut di hari kiamat nanti.

Tidak hanya itu, bila adzan dianggap sebagai panggilan Allah swt, maka muadzin menjadi penyambung suara Allah swt untuk memanggil umat muslim di muka bumi melalui masjid-masjid-Nya. karena itu Rasulullah saw besabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Yadur rahmani ‘ala ra’sil muazdzdini hatta yafragha min azdanihi

Muhammadiyah Asli

Tangan tuhan yang maha pengasih berada di atas kepada orang yang menyerukan adzan sampai selesai.

Dan yang terakhir sebagai bukti kemuliaan seorang muadzin adalah hadits Rasulullah saw yang artinya sebagai berikut:

Tiga orang ini nanti di hari kiamat berada di atas bukit kecil dari kasturi hitam, mereka tiada tersusahkan oleh hisab dan tiada dikejutkan sehingga selesailah ia dari urusan manusia, yaitu: 1) Lelaki yang membaca al-qur’an dengan mengharapkan ridha Allah swt dan menjadi iman shalatnya suatu kaum yang merasa puas dengannya. 2) Lelaki yang beradzan di dalam masjid dan berdo’a kepada Allah swt. dengan mengharap ridhonya. 3) Lelaki yang diuji dengan kesempitan rizqi tetapi hal itu tidak menyebabkannya lupa dari amal ahirat

(Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Ulama Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Brebes,Muhammadiyah Asli. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menggelar Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri antara ulama dan umaro serta umat.

Masjid Al Furqon Desa Salem Kecamatan Salem menjadi tempat perdana gelaran Sajadah Ramadhan 1436 H yang juga dihadiri Dandim 0713 Letkol Inf Efdal Nazra, Pengadilan Negeri Brebes Yoserizal,SH.MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, para Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Brebes dan pejabat lainnya.

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes memuji semangat umat Islam dalam membangun kerohanian Islam. Seperti membangun masjid, madrasah, dan pembangunan sarana peribadatan lainnya. “Pemerintah hanyalah memberikan dana stimulant saja,” ujar Idza.

Muhammadiyah Asli

Bupati juga menjelaskan tertangguhnya pencairan dana hibah karena sedang menunggu kejelasan dari UU No 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Kabupaten soal dana hibah dan bansos.

Muhammadiyah Asli

Disebutkan dalam pasal 298 ayat 5, bahwa yang berhak mendapatkan dana hibah antara lain badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. “Sementara belum bisa kami cairkan karena menunggu kejelasan badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia,” terangnya.

Dibagian Kesra Setda Brebes, lanjutnya, sudah ada usulan sebesar Rp 4,3 Milyar yang diusulkan oleh 336 lembaga di Kabupaten Brebes. Namun belum bisa dicairkan karena belum ada lampiran yang berbadan hukum Indonesia. “Membelanjakan uang rakyat, uang Negara harus sesuai dengan aturan sehingga sama-sama sah dan tidak melanggar hukum. Kami harap yang mengusulkan dana hibah dan bansos untuk bersabar dulu,” tandasnya.

Bupati juga mengajak kepada umat Islam untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh saleha. Berbagai upaya harus ditempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh saleha. Termasuk harus menempuh pendidikan formal, informal maupun non formal. “Pendidikan madrasah, juga jangan sampai ditinggalkan,” ajaknya.

Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang beruntung secara simbolis kepada 10 orang jamaah. Juga menyerahkan bantuan Quran, Ruku dan Mukenah kepada Pengurus Masjid Al Furqan agar bisa digunakan para jamaah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Salem KH Kholid Nawawi dalam ceramah agamanya menyoroti tentang makin menurunnya aktivitas anak-anak mengaji. Kegiatan mengaji di mushola, masjid atau rumah kiai sedikit sepi. Hal ini terjadi karena mereka tergiur oleh perkembangan teknologi komunikasi dan siaran televisi. “Anak-anak lebih tergiur oleh Hape ketimbang tasbeh, televise dari pada ngaji, nyanyian dari pada nadhoman,” tutur Kiai Kholid yang juga Ketua MWC NU Salem.

Dia mendesak kepada para pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten untuk membuat peraturan yang bisa meningkatkan gairah anak-anak menggemari ngaji. Seperti pembatasan jam menonton televisi, pemanfaatan hape dan kebiasaan-kebiasaan yang menyita waktu namun kurang bermanfaat.

Juga pentingnya peran orang tua untuk mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan demi masa depan anak kelak. “Kita perlu kerja sama yang apik dan guyub untuk menyelematkan generasi muda dari pengaruh negative globalisasi,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Hadits, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Madinah, Muhammadiyah Asli. Sejurus kemudian semuanya hening, tanpa suara. Seorang demi seorang, kerumunan mulai mengundurkan diri. Orang-orang mulai kembali ke jalanan beton ketika, mungkin beberapa anggaota keluarga jenazah yang baru saja dikubur, mulai menghitung-hitung dan menandai lokasi makam baru tersebut. Beberapa di antara mereka menunjuk-nunjuk dan menghitung jendela hotel terdekat tertentu yang posisinya lurus dengan makam tersebut. Sebagian yang lainnya menghitung celah dan urutan makam dari jalan beton.   



Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Setelah puas mengitung, beberapa orang naik ke jalan berbeton dan kembali terjadi kerumunan berjubel di dalam gelap. Ya kondisi gelap, meski sebenarnya mata sudah mulai terbiassa dengan kegelapan. Lampu dua mobil yang berada di jalan rupanya telah dimatikan. Tinggal sebuah lampu yang diletakkan pada tiang di dekat liang pemakaman. Lampu ini tetap menyala, mungkin untuk menolong para pelayat agar tidak terperosok ke lubang-lubang lain di sekitar lubang yang baru saja ditimbuni tadi.

Ya, pihak pengelola makam memang telah menyiapkan banyak lubang di beberapa blok, sebelum ada orang meninggal. Sangat mungkin penyiapan banyak lobang ini dikarenakan hampir setiap waktu sholat, terutama di Musim haji, selalu ada jenazah yang di kubur di pemakaman baqi ini. Seperti juga para pekerja cleaning service di Masjid Nabawi yang bukan dari warga negara Arab Saudi, maka demikian pun untuk pekerjaan penggali makam ini, nampak di bawah sorot lampu, kebanyakan mereka berwajah dan kulit muka seperti orang-orang Bangladesh. Merekalah yang sangat mungkin mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penggalian makam ini.

Muhammadiyah Asli

Tentu ini berbeda dengan budaya orang Jawa yang akan mengatakannya sebagai "Ngalup" (seolah mendoakan kematian pada seseorang), jika kita siapkan lobang pemakamannya sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Sekedar catatan, orang Cina juga memiliki budaya menyiapkan lobang lahat bagi keluarga yang masih hidup. Rupanya, karena menghindari lubang-lubang yang ditutup dengan kayu triplek inilah, para peziarah berjalan zig-zag ketika turun tari jalan beton tadi.

Muhammadiyah Asli

Saya pun akhirnya penasaran, ada apa di tengah kerumunan berjubel dalam gelap tersebut. Setelah berusaha mendekat, maka semuanya menjadi jelas. Ternyata para pelayat sedang antri berpeluk-pelukan bergantian dengan keluarga yang kini berbaris di jalanan beton. Para pelayat yang sudah berpelukan dan saling mengucapkan pesan kesabaran segera meninggalkan lokasi, dan kembali berjalan pulang.

Setelah memperhatikan agak lama, rupanya banyak pula orang yang sekedar bersalaman. Mungkin mereka tidak saling kenal, bahkan mungkin juga orang yang tidak kenal siapa jenazah yang baru saja dikuburkan dan siapa keluarganya, mungkin kira-kira seperti saya. Maka saya pun segera mengambil sikap yang sama. masuk ke dalam antrian dan bersalaman dengan keluarga. Ya sekedar bersalaman, saya juga tidak pernah mengenal siapa yang baru saja turut saya iringkan untuk dikebumikan dan siapa pula keluarganya.

Dalam perjalanan pulang seusai bersalaman, saya mencoba mengamati sekeliling. Bagaimana sebenarnya kondisi Makam yang sangat terkenal ini. Makam yang memeluk nyaman mereka yang telah sejak pertama dimakamkan. Menurut ceritanya, orang yang pertama dimakamkan di sini adalah ‘Utsman bin Mazh‘un, seorang sahabat dari kalangan Muhajirun yang terkenal saleh dan hidup sederhana, yang meninggal dunia pada 5 H/626 M. Sedangkan Ibrahim, putra pasangan suami-istri Rasul Saw. dan Mariyah Al-Qibthiyyah yang berasal dari Mesir, adalah orang kedua yang dimakamkan di sini.

Di makam ini pula terdapat makam para istri Rasul Saw: Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq, Saudah binti Zam‘ah, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah binti Abu Umayyah, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dan Shafiyyah binti Huyai. Sedangkan keluarga beliau yang dikebumikan di sini, selain putra-putri beliau, antara lain Abbas bin Abdul Muththalib, Hasan bin Ali, dan Ali Zainal Abidin.

Sementara di antara para sahabat yang dimakamkan di sini ialah Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas‘ud, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abu Waqqash. Di antara Imam empat mazhab, hanya Malik bin Anas yang dimakamkan di sini.

Namun jangan pernah Anda membayangkan dapat melihat nisan-nisan mereka semua, bahkan salah satu di antara nissan mereka. Kini sejauh mata memandang di seluruh tanah makam seluas 174.962 meter persegi dengan dikitari dinding setinggi empat meter sepanjang 1.724 meter ini, hanya ada gundukan dengan sepasang nisan dari batu, tanpa nama.

Sekarang ini siapa pun yang meninggal di Madinah dimakamkan di sini termasuk jamaah umrah dan haji dari berbagai negara. Tetap dengan ketentuan yang sama, hanya ada nisan dari batu, sekali lagi tanpa nama. (min/bersambung/Laporan Langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)  Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Santri Muhammadiyah Asli

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menyatakan keprihatinannya melihat aksi-aksi intoleran yang belakangan marak. Menurutnya, para pelaku aksi intoleransi kadang mengatasnamakan Pancasila untuk aksi intoleransinya itu.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Ia melihat adanya kesalahpahaman di kalangan pemuda terutama dalam hal berbangsa dan bernegara. Kesalahpahaman ini, menurutnya, dipicu oleh kurang maksimalnya transfer pengetahuan kebangsaan atau tidak menyebar secara merata di kalangan generasi muda saat ini.

“Tidak heran kalau itu penyebabnya banyak orang menafsirkan Pancasila secara sempit,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik menegaskan, banyak anak bangsa sekarang tercerabut dari akar historis Pancasila. Mereka kehilangan arah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka melakukan praktik-praktik sosial dan politik yang jauh dari cita-cita persatuan dan semangat keadilan sosial yang digariskan para pendiri bangsa Indonesia,” kata Chrisman.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, Anti Hoax, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Shadaqah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan, karena selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, para pengamal sodaqoh pun akan mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat KH Tb Ahmad saat mengisi pengajian pasaran di Buntet, Ahad (13/6).

Muhammadiyah Asli

Seraya mengutip pendapatnya Imam As-Suyuthi yang ungkapkan dalam Kitab Khumasi dan dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 107, Kang Entus, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faidah shadaqah terbagi menjadi lima macam.

Muhammadiyah Asli

"Pertama shadaqah yang pahalanya 10 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang yang sehat wal afiyat," ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian. Kedua, kata dia, shadaqah yang pahalanya 90 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.

Ditambahkannya, pahala yang ketiga adalah shadaqah yang pahalanya 900 kali lipat, yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.

"Keempat adalah shadaqah yang pahalanya 100 ribu kali lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua," imbuhnya

Dan yang terakhir, lanjut Kang Entus, shadaqah yang pahalanya 900 ribu kali lipat, yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, AlaSantri, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Muhammadiyah Asli

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Aswaja, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

Kisah Ayah Imam Syafii Mencari Rizki yang Halal

Seorang pemuda bernama Idris berjalan menyusuri sungai. Tiba-tiba ia melihat buah delima yang hanyut terbawa air. Ia ambil buah itu dan tanpa pikir panjang langsung memakannya.

Ketika Idris sudah menghabiskan setengah buah delima itu, baru terpikir olehnya, apakah yang dimakannya itu halal? Buah delima yang dimakan itu bukan miliknya.

Kisah Ayah Imam Syafii Mencari Rizki yang Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ayah Imam Syafii Mencari Rizki yang Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ayah Imam Syafii Mencari Rizki yang Halal

Idris berhenti makan. Ia kemudian berjalan ke arah yang berlawanan dengan aliran sungai, mencari dimana ada pohon delima. Sampailah ia di bawah pohon delima yang lebat buahnya, persis di pinggir sungai. Dia yakin, buah yang dimakannya jatuh dari pohon ini.

Idris lantas mencari tahu siapa pemilik pohon delima itu, dan bertemulah dia dengan sang pemilik, seorang lelaki setengah baya.

Muhammadiyah Asli

“Saya telah memakan buah delima anda. Apakah ini halal buat saya? Apakah anda mengihlaskannya?” kata Idris.

Muhammadiyah Asli

Orang tua itu, terdiam sebentar, lalu menatap tajam. “Tidak bisa semudah itu. Kamu harus bekerja menjaga dan membersihkan kebun saya selama sebulan tanpa gaji,” katanya kepada Idris.

Demi memelihara perutnya dari makanan yang tidak halal, Idris pun langsung menyanggupinya.

Sebulan berlalu begitu saja. Idris kemudian menemui pemilik kebun.

“Tuan, saya sudah menjaga dan membersihkan kebun anda selama sebulan. Apakah tuan sudah menghalalkan delima yang sudah saya makan?”

“Tidak bisa, ada satu syarat lagi. Kamu harus menikahi putri saya; Seorang gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh.”

Idris terdiam. Tapi dia harus memenuhi persyaratan itu.

Idris pun dinikahkan dengan gadis yang disebutkan. Pemilik menikahkan sendiri anak gadisnya dengan disaksikan beberapa orang, tanpa perantara penghulu.

Setelah akad nikah berlangsung, tuan pemilik kebun memerintahkan Idris menemui putrinya di kamarnya. Ternyata, bukan gadis buta, tulis, bisu dan lumpuh yang ditemui, namun seorang gadis cantik yang nyaris sempurna. Namanya Ruqoyyah.

Sang pemilik kebun tidak rela melepas Idris begitu saja; Seorang pemuda yang jujur dan menjaga diri dari makanan yang tidak halal. Ia ambil Idris sebagai menantu, yang kelak memberinya cucu bernama Syafi’i, seorang ulama besar, guru dan panutan bagi jutaan kaum muslimin di dunia. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri Muhammadiyah Asli

Selasa, 02 Januari 2018

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI

Seole, Muhammadiyah Asli. Terbentuknya Pengurus Cabang istimewa NahdlatulUlama (PCINU) Korea mendapat respon positif dari kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara tersebut. Mereka mengharapkan PCINU mampu memperjuangkan keberadaan musholla dan masjid yang didirikan TKI memiliki badan hukum tetap.

Demikian yang disampaikan salah seorang TKI sekaligus anggota PCINU Korea Ahmad Fahmi Asmawi kepada Muhammadiyah Asli melalui jajaring sosial Facebook, Jum’at (28/6).

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korea Diminta Perjuangkan Masjid TKI

Fahmi mengutarakan para TKI Korea telah banyak mendirikan musholla dan masjid di sejumlah wilayah negara yang dikenal dengan gingsengnya tersebut. Sampai saat ini bangunan masjid-musholla yang sudah berdiri sekitar 26 jumlahnya namun belum berbadan hukum. 

Muhammadiyah Asli

”Kami sangat senang dan berharap PCINU ini nanti bisa memperjuangkan masjid-musholla berbadan hukum tetap. Terutama masjid daerah Chanwon yang tanah dan bangunannya sudah dibeli TKI tetapi ijinnya tak bisa keluar,” ujarnya.

Pria asal kota Kudus Jawa Tengah ini menuturkan sebagian besar musholla yang didirikan ini berawal dari jamiyah tahlil dan yasinan para Tenaga Kerja Indonesia. Mereka menyadari pentingnya sarana prasana itu untuk kepentingan sebagai tempat ibadah secara khusyu dan tempat pengajian bagi TKI Muslim di Korea.

Muhammadiyah Asli

“Kawan-kawan TKI juga berharap PCINU mendatangkan ustadz dai/kiai secara kesinambungan untuk penguatan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Sebab disini juga sudah terjangkit virus Wahabi,” pinta Fahmi lagi.

Fahmi juga menginformasikaan kepengurusan PCINU Korea sudah dilantik oleh wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali pada 25 Mei 2013 di Masjid Sayyidina Bilal, Changwon Kyongnamdo. 

“Kita ingin bisa segera kerjasama secara resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea,”imbuhnya.

Mengenai kegiatan para TKI Korea, Fahmi menuturkan disamping bekerja juga mengadakan pengajian keagamaan yang diadakan rutin secara online setiap malam Senin.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Humor ‘Sang Kiai’ (1)

Di sebuah pojokan Kota Solo, terdapat warung HIK tempat nongkrong warga sekitar. Tak terkecuali Mahmud juga ikut wedangan di sana.

Sembari menyeruput kopi tubruk panas yang baru dipesan, ia mendengarkan pembicaraan kawan-kawanya.

“Tanggal 30 mei nanti katanya mau ada pemutaran film Sang Kiai,” ujar Iwan.

Humor ‘Sang Kiai’ (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Humor ‘Sang Kiai’ (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Humor ‘Sang Kiai’ (1)

“Betul, yang menarik bukan hanya karena nantinya akan menampilkan tokoh Kiai Hasyim. Melainkan...” kata Joko menimpali.

“Melainkan apa, Jok?” tanya Iwan.

“Katanya sih, bakalan ada cerita pertempuran 10 November di Surabaya itu lho?” lanjut Joko.

Muhammadiyah Asli

Tiba-tiba Mahmud nyeletuk, “Wah kalau aku yang jadi sutradaranya, pas adegan perang itu to, ada santri yang ikut berperang pakai sarung,”

“Lha terus, pas sedang klimaks adegan perang, santri tadi ikut maju menyerang, lari dengan gagah berani, tapi di tengah jalan, mak slurut... sarungnya melorot. Hehe pasti seru!” seloroh Mahmud di sambut tawa kawan-kawannya.

Ah kwe ki Mud, ono-ono ae.” (Ajie Najmuddin)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Gorontalo, Muhammadiyah Asli. Salah satu tradisi Gorontalo adalah tumbilotohe atau disebut tradisi pasang lampu. Tradisi tersebut dimulai pada hari ke-27 malam Ramadhan yang diadakan setiap tahun. Pada saat itu, rumah, jalan, dan persawahan dipenuhi lampu botol.

Keramaian tumbilotohe mengalami pasang surut setiap tahunnya. Hal itu disebabkan kelangkaan dan naiknya harga bahan bakar minyak tanah yang mengakibatkan masyarakat tidak terlalu banyak memasang lampu botol saat tumbilotohe.

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Kekhawatiran itu, menjadi salah satu perhatiaan anak-anak Muda NU Gorontala dalam menjaga dan merawat tradisi tersebut. “Sayang jika tradisi yang sudah ratusan tahun itu hilang hanya akibat kelangkaan dan naiknya bahan bakar minyak tanah,” ungkap Djemi Raji melalui siaran pers yang diterima Muhammadiyah Asli (15/6).

Muhammadiyah Asli

Menjawab persoalan itu, tambah pegiat Gusdurian Gorontalo ini, anak-anak muda NU yang tergabung dalam Jaringan Ekonomi dan Politik NU (Jempol NU), melakukan langkah kreatif untuk memenuhi kebutuhan pesanan lampu botol. Mereka mendasain lampu dengan mengunakan tenaga listrik.

Menurut Kepala Biro Ekonomi Jempol NU Gorontalo Hery Ibrahim, kreativitas yang mereka ciptakan adalah untuk meminimalisir pengunaan bahan bakar minyak tanah yang belebihan dan menekan polusi akibat pengunaan lampu botol. Sementara tradisi tersebut tetap dipertahankan.

Muhammadiyah Asli

“Kami berharap, produk yang kami ciptakan ini mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat Gorontalo lebih bersemangat dalam memeriahkan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun,” lanjutnya.

Hingga hari ini, Hery menambahkan, banyak yang telah memesan lampu botol hasil ciptaan mereka. “Orderan lampu botol tercatat ada 800 set. Harga per setnya 400 ribu,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, AlaSantri, Tegal Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Islamabad, Muhammadiyah Asli - Di sela-sela kunjungan Deputi I Hubungan Luar Negeri Badan Intelijen Negara (BIN) ke Pakistan dalam rangka menghadiri “Islamic Intelligence Services Conference (IISC), pada Selasa (28/3), KBRI Islamabad mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta KBRI Islamabad.

Tatap muka yang dihadiri oleh seluruh staf KBRI Islamabad dan mahasiswa Indonesia berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Sudah menjadi tradisi di KBRI Islamabad untuk mempertemukan adik-adik mahasiswa dengan para tamu delegasi dari Indonesia,” ujar Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Delegasi BIN yang dipimpin Mayjen Chandra Warsenanto Sukotjo mengaku senang dapat berdialog langsung dengan para mahasiswa sekaligus dapat menyampaikan beberapa perkembangan terkini tanah air. “Bagi saya, Pakistan adalah negara yang sangat penting untuk terus dijalin hubungannya,” tutur Mayjen Chandra.

Kepada para hadirin juga disampaikan mengenai paradigma baru institusi BIN yang menurut Chandra tidak lagi seperti di zaman Orde Baru. “Tugas BIN hakikatnya adalah membantu Presiden atau pemerintah dalam mengambil keputusan yang pro rakyat,” imbuh Chandra.

Muhammadiyah Asli

Mayjen Chandra juga sempat menceritakan tentang pengalaman kunjungan kali pertamanya ke Pakistan pada tahun 2000 sebagai tim pengamanan khusus Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Muhammadiyah Asli

“Saat itu saya masih Mayor dan alhamdulillah punya pengalaman mendampingi Presiden Gus Dur lawatan ke-61 negara,” ujar Mayjen Chandra. Menurutnya banyak hal penting yang diajarkan Gus Dur kepadanya selama masa itu, khususnya terkait komitmen menjaga pluralisme, keutuhan NKRI, Islam moderat dan selera humor yang berkualitas.

Pembicaraan Mayjen Chandra yang juga sarat humor membuat seluruh staf KBRI dan mahasiswa yang hadir antusias mendengarkan sehingga memancing dialog interaktif. Firman Arifandi, mahasiswa yang baru lulus S2 menanyakan tentang peranan pemerintah dalam menciptakan suasana keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Mayjen Chandra menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara besar dan sepengetahuannya tidak semua negara dianugerahi keindahan dan keberuntungan sejarah yang menonjolkan kesatuan dalam keberagaman seperti Indonesia.

“Tidak semua pihak senang dengan kondisi seperti ini, maka selalu saja ada upaya untuk memunculkan masalah,” tutur Chandra.

Terkait dengan hal tersebut para mahasiswa khususnya yang mempelajari ilmu agama diharapkan turut memberikan sumbangsih menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif dan membawa ajaran Islam Indonesia yang Rahmatan Lil-‘Alamin.

Dubes Iwan dalam catatan akhirnya juga menyampaikan pentingnya untuk tetap menjaga jati diri keindonesiaan WNI di mana pun berada. Para WNI yang mayoritas adalah mahasiswa di Pakistan telah menjadi contoh baik dalam mempelajari ilmu agama di Pakistan, namun sikap kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah airnya tidak luntur, pungkas Dubes Iwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Warta, Nasional Muhammadiyah Asli

Jumat, 24 November 2017

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mendapat kunjungan kerja rombongan dari Jepang, Senin (27/4) siang, di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Mereka bermaksud mengenalkan diri dan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masjid itu.

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jajaki Kerja Sama, LTMNU Terima Kunjungan dari Jepang

Rombongan terdiri dari Direktur Olinas Ltd Soichi Abe, didampingi Shoji Harada, Junichiro Harada, dan seorang penerjemah, Iwan. Kunjungan silaturahim ini disambut Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Sekretaris PP LTMNU H Ibnu Hazen, Wakil Ketua PP LTMNU Mansur Syaerozi, dan sejumlah pengurus LTMNU lainnya.

Melalui penerjemah, pihak tamu menyampaikan keinginannya mengenal lebih dekat tentang NU dan potensi kemitraan yang bisa dijalin. Dalm hal ini, Harada menawarkan kerja sama di bidang tenaga magang pendidikan di perusahaan elektronik bagi para remaja masjid.

Muhammadiyah Asli

“Saya senang atas kunjungan Bapak-bapak, karena masih menjaga hubungan baik dengan NU,” kata Abdul Manan menyambut tamunya. Ia mengatakan, pada 2014 lalu LTMNU juga melakukan kunjungan serupa di Universitas Tokyo serta lembaga pendidikan dan rumah sakit di Jepang.

Ibnu Hazen juga memaparkan serangkaian program LTMNU dalam waktu dekat, yakni Festival Kebudayaan Islam berskala Internasional. Dalam perhelatan yang meliputi tourisme, pendidikan, dan seminar peradaban Islam, pihaknya mengajak rambongan dari Jepang berpartisipasi.

Muhammadiyah Asli

“Kita ingin menunjukkan Islam ala NU yang rahmatan lil alamin di tengah carut-marut dunia Islam yang diterpa konflik dan kekerasan. Kita tunjukan bahwa NU bisa menjadi rujukan, bukan kelompok garis keras yang kini masuk ke sejumlah negara, seperti Prancis, dan saya kira termasuk Jepang,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.



Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

Muhammadiyah Asli

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

Muhammadiyah Asli

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Tegal Muhammadiyah Asli

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Gelar guru besar akhirnya bisa diterima Akhmad Muzakki Rabu (11/3). Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya? sebagai profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya.

Kendati demikian, sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan guru besar termuda di kampus Islam negeri di Surabaya ini. Dari mulai berkas yang sempat hilang, saran dari banyak kolega bahwa menjadi guru besar adalah takdir dan jangan terburu nafsu, hingga sejumlah godaan lain.

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Sekelumit kesulitan tersebut disampaikan Muzakki, sapaan akrabnya saat menyampaikan orasi di auditorium UIN SA. "Dari mulai aturan yang ketat, standarnya semakin tinggi dan seterusnya," katanya di hadapan sejumlah pimpinan kampus tersebut, akademisi? dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Muhammadiyah Asli

"Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama atau Kemenag," kata ayah dua anak ini. Secara rinci, suami dari Erna Mawati tersebut menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor para dosen yang berada di Kemendikbud yang kemudian disebut Kemenristekdikti atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti, lanjutnya.

"Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian," terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra ini. Usai dinyatakan lulus di tingkat universitas, berkas usulan dosen dimaksud dinaikkan ke jenjang check point berikutnya yakni Diktis Pendis Kemenag, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Selesai? Ternyata tidak. Berkas yang ada dinilai oleh sidang dewan guru besar Diktis Pendis Kemenag. Berikutnya adalah penilaian di Dikti Kemendikbud yang sekarang berubah menjadi Kemenristekdikti. "Di sini, berkas mengalami dua penilaian yakni penilaian angkta kredit atau PAK oleh sidang dewan guru besar dan penilaian dalam bentuk validasi oleh tim kecil yang lebih dikenal dengan tim validasi atau tim siluman," ungkap peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU ini.

Tim siluman yang dimiliki dan dipekerjakan oleh Dirjen Dikti ini menelisik masuk ke "bilik-bilik akademik" sekecil dan sesempit apapun. "Konon, tim siluman ini diberi tugas khusus oleh Dirjen Dikti untuk melakukan validasi dokumen calon guru besar," terang alumnus program PhD di School of History, Phi losophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia ini.

Belum lagi kesabarannya diuji karena pada pertengahan 2014 ternyata berkas untuk keperluan mengurus gelar profesornya dinyatakan hilang. Mengapa bisa hilang? "Kemungkinan paling besar ada kaitannya dengan dampak bocor atap dan pindahan kantor sebagaimana disampaikan staf Diktis Jakarta," kenangnya.

Karena saat itu menjelang akhir 2013, Diktis yang berkantor di lantai 8 Kantor Kemang RI di Lapangan Banteng Jakarta sedang dilanda bocor atap yang cukup hebat akibat hujan lebat. "Nah, saat itu juga merupakan momen-momen kepindahan kantor Diktis dari lantai 8 ke lantai 7 yang sudah direncanakan sebelumnya," terangnya. Dan di titik inilah awal kerumitan terjadi, lanjutnya.

Dengan sangat terpaksa, seluruh berkas diurus dari awal. Dan celakanya pihak Diktis hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan copy dokumen yang hilang tersebut. Bisa dibayangkan, kesulitan mengurus berkas di level universitas di Surabaya hingga ke Jakarta. "Karena berkas memang harus diserahkan ke Dikti," ungkapnya. Namun Alhamdulillah, akhirnya tantangan ini bisa terlewati, lanjutnya.

Setelah itu apakah urusan sudah beres? Ternyata tidak. Ujian lain menghadang. Muzakki mendapat? kabar bahwa staf Dikti salah menginput penilaian berkasnya. "Yang? awalnya untuk keperluan guru besar, ternyata beralih menjadi lektor kepala," kata guru besar ke 49 di UIN SA ini.

Akibat salah input ini, mantan dosen di Faculty of Asian Studies ANU Australia ini akhirnya harus rela untuk mengurus berkas kembali serta mau tidak mau menunggu validasi dari berkas yang dibuat dari awal tersebut.

Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mantan Ketua PW LP Maarif NU Jatim ini untuk bisa menyandang gelar profesor bidang sosiologi pendidikan. "Semua proses itu saya lakukan dengan penuh romantika, persis seperti permainan roller coaster yang kadang menggembirakan dan kadang pula menegangkan,"? katanya dengan senyumnya yang khas.

Kabar gembira diterimanya di awal bulan Januari 2015. Anak mantan penjual petis di Pasar Sidoarjo ini terhitung sejak 1 November 2014 layak bergelar profesor dengan SK Nomor 3755/A4.3/KP/2015, yang ditandatangani Mohamad Nasir, Menristekdikti.

"Anda itu wonder child professor!" kata Profesor Sunan Wismer dari Kanada, adviser University Community Engagement (UCE) SILE project. Ucapan itu disampaikan khusus kepada Muzakki saat melakukan review atas capaian program UCE di kantor SILE Project UIN SA awal Februari lalu.

Kini gelar untuk namanya semakin panjang. Di surat resmi PWNU Jatim maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN SA tercantum Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, MAg, MPhil, PhD.

Selamat berkhidmat Mas Zaki, sapaan banyak teman kepadanya di PWNU Jatim. Semoga ilmu yang diraih kian berkah.

Foto: Akh Muzakki bersama ibunda, istri dan dua anaknya usai pengukuhan guru besar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pesantren, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

PT Pos Terbitkan Perangko Bergambar Gus Dur

Jombang, Muhammadiyah Asli. Di tengah perhelatan Muktamar ke-33 NU, Kantor wilayah PT Pos Indonesia Jawa Timur memberikan hadiah khusus berupa prangko bergambar Presiden RI Keempat KH Abdurrahman Wahid. Prangko tersebut diserahkan langsung kepada Hj Sinta Nuriyah (istri Gus Dur) di stan The Wahid Institut di area pameran alun-alun Jombang sebelum upacara pembukaan muktamar Sabtu (1/8) malam.

PT Pos Terbitkan Perangko Bergambar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PT Pos Terbitkan Perangko Bergambar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PT Pos Terbitkan Perangko Bergambar Gus Dur

? Menurut Asisten Manager Pemasaran Kantor Wilayah PT Pos Indonesia Surabaya, prangko bergambar Gus Dur ini sengaja dicetak sebagai bentuk partisipasi dan apresiasi terhadap sukses pelaksanaan Muktamar NU di Jombang.

?

"Kita membuat spesial khusus Gus Dur hanya satu saja untuk hadiah kenang-kenangan buat Bu Sinta Nuriyah Wahid," terangnya kepada Muhammadiyah Asli.?

Muhammadiyah Asli

Ia menjelaskan prangko bisa menjadi acuan catatan sejarah yang bertujuan mendokumentasikan event penting pada organisasi besar NU. Pada kesempatan itu, pihaknya juga membuatkan hadiah prangko bergambar khusus ketua umum PBNU KH Said Agil Siroj dan ketua panitia Daerah Muktamar H.Syaifullah Yusuf dan prangko logo muktamar NU.

?

Muhammadiyah Asli

"Semua prangko itu diserahkan kepada yang bersangkutan pada saat pembukaan Muktamar NU semalam," imbuhnya.?

Putri Gus Dur Yenni Wahid menyambut baik upaya PT Pos Indonesia yang menerbitkan prangko edisi khusus ini. Dikatakan, penerbitan prangko ini sebagai memorabelia di tengah momentum perhelatan akbar.?

"Saya merasa senang, semoga upaya PT Pos ini semakin mendekatkan masyarakat terhadap sosok Gus Dur serta mengilhami dalam meneruskan perjuangan Gus Dur," katanya kepada Muhammadiyah Asli di sela-sela mendampingi ibunya. (Qomarul Adib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik

Solo, Muhammadiyah Asli -

Untuk pertama kalinya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik.Acara yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Teknik UNU Surakarta, Sabtu (8/4), diikuti 30 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan.

Dalam sambutannya, Rektor UNU Surakarta Ahmad Mufrod Teguh Mulya memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pelatihan ini.

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik

"Kami berharap semoga tidak hanya berhenti pada pelatihan ini saja, tapi juga para peserta dapat menghasilkan karya tulisan," kata dia.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Dwi Santoso, menerangkan hasil dari kegiatan ini, para mahasiswa UNU dapat memiliki keterampilan tambahan, khususnya di bidang jurnalistik.

"Ke depan kami juga tengah mengupayakan berdirinya Lembaga Pers Mahasiswa di kampus UNU," imbuh Dwi.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan beberapa materi jurnalistik, antara lain motivasi penulis pemula, etika jurnalis, teknik membuat berita, dan kiat mengelola pers kampus.? (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Amalan, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 31 Oktober 2017

Bentuk 6 Komisariat Baru, IPNU-IPPNU Jabar Tekankan Kesadaran Berorganisasi

Sukabumi, Muhammadiyah Asli. Usai menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diikuti sekitar 200 siswa-siswa, di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, kabupaten Sukabumi, pada Ahad-Senin (19-20/12), Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jawa Barat secara bersamaan langsung membentuk 6 Pengurus Komisariat baru di MTs, SMP, SMA, Aliyah, SMK, dan pesantren. Keenam lembaga pendidikan tersebut terhimpun satu yayasan Al-Masthuriyah Sukabumi.

Wakil Sekretaris PW IPPNU Dhilla Nuraeni Az-Zuhri menerangkan pihaknya mengambil alih pembentukan komisariat baru tersebut lantaran cabang kabupaten Sukabumi tidak aktif untuk beberapa dekade. “Sebenarnya sudah ada, namun karena kurang terkoordinir dan putus komunikasi dengan senior, menyebabkan PC IPNU-IPPNU Sukabumi menjadi lemah,” terang Dhilla saat dikonfirmasi Muhammadiyah Asli.?

Bentuk 6 Komisariat Baru, IPNU-IPPNU Jabar Tekankan Kesadaran Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk 6 Komisariat Baru, IPNU-IPPNU Jabar Tekankan Kesadaran Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk 6 Komisariat Baru, IPNU-IPPNU Jabar Tekankan Kesadaran Berorganisasi

Ia mengakui bahwa kendala kaderisasi di Jabar disebabkan para pelajar kurang minat dan kurang sadar berorganisasi di setiap cabang, sehingga dari hal itu pengurus akan berupaya untuk terus mengejar kader yang ada di cabang agar terus aktif berorganisasi.

“Permasalahan kaderisasi ini disebabkan oleh pemikiran para pelajar yang kerap kali mengkambinghitamkan organisasi sebagai salah satu penyebab kegagalan dalam bidang akademik. Selain itu, akhir-akhir ini mereka menganggap organisasi sebagai suatu hal yang tidak bermanfaat apapun bagi mereka, sehingga mereka enggan untuk berorganisasi,” ungkapnya.

Hal ini pula, kata mahasiswi Pascasarjana Universitas Islam Nusantara itu, menjadi penyebab tergeraknya para pengurus IPNU-IPPNU Sukabumi untuk bangkit kembali membangun IPNU-IPPNU. Memang begitu banyak halangan, tapi semangat mereka untuk kembali mengeksiskan IPNU-IPPNU begitu besar.?

Muhammadiyah Asli

Langkah sesudah Makesta, lanjut Dhilla, mereka peserta langsung diikutsertakan pada kegiatan Latihan Kade Muda (Lakmud) yang akan dilaksanakan di kabupaten Cianjur. “Mereka harus siap dibawa lari oleh kami melalui beberapa kegiatan yang mereka inginkan. Mengingat kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas Dan mayoritas NU banyak pesantren NU disana,” pintanya. ? (M. Zidani Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Hadits, Amalan Muhammadiyah Asli

Minggu, 29 Oktober 2017

RMI Sumedang Turun Tangan Benahi Manajemen Pesantren

Sumedang, Muhammadiyah Asli - Pengurus Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Sumedang mengadakan pelatihan manajemen pesantren Se-Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/3). Pelatihan yang berlangsung di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang ini diadakan dalam rangka menyambut Harlah Ke-90 NU.

Peserta pelatihan berjumlah 67 orang. Mereka terdiri atas pemimpin dan pengurus pesantren yang ada di Sumedang.

RMI Sumedang Turun Tangan Benahi Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Sumedang Turun Tangan Benahi Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Sumedang Turun Tangan Benahi Manajemen Pesantren

"Jika kita merawat pesantren, sama dengan merawat NU. Jika NU terawat maka bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI pun akan terjaga. Jadi merawat pesantren sama dengan ikut andil dalam mempertahankan NKRI," ujar Ketua RMI NU Sumedang Ade Aam.

Muhammadiyah Asli

Ade menambahkan bahwa pesantren-pesantren NU di Sumedang harus terus tumbuh dan berkembang. Ia berharap setelah pelatihan ini manajemen pesantren di Sumedang tertata rapi. Mampu bersaing dengan menjaga nilai lama yang baik serta mampu mengambil nilai baru di zaman sekarang dengan lebih baik.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh meminta pesantren NU di Sumedang terus meningkatkan kualitas manajemennya. Hal ini demi untuk memudahkan akses serta bantuan-bantuan dari para donatur dan pemerintah.

Peraturan mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah bisa cair ke pesantren dengan catatan pesantren memunyai izin operasional dari Kemenag dan memunyai SK Kemenkumham. Hal inilah yang harus digenjot oleh pengurus RMI NU Sumedang supaya setiap pesantren di Sumedang mendapatkan fasilitas yang sama.

Pemateri lain yang mengisi pelatihan adalah Kemenag Sumedang yang diwakili oleh Kasi PD Pontren H Mamun. Ia memaparkan tentang sistem manajemen pesantren menuju pesantren yang mandiri dan profesional. Para peserta sangat antusias mengikuti serta menyimak kegiatan tersebut. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri Muhammadiyah Asli

Senin, 23 Oktober 2017

PBNU dan Australia Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Deradikalisasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus harian PBNU menerima kunjungan Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson di Jakarta, Jumat (11/9) sore. Kedua pihak ini membahas kelanjutan kerja sama yang sudah terbangun khususnya di bidang pendidikan dan pencegahan hingga penanggulangan gerakan ekstrem.

PBNU dan Australia Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Deradikalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU dan Australia Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Deradikalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU dan Australia Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Deradikalisasi

Pada pertemuan ini Paul menyatakan apresiasinya atas sikap moderat NU dan kampanye intensif deradikalisasi agama satu dekade terakhir. Ia menilai upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme agama tidak boleh berhenti.

“Kita membincang upaya mengatasi radikalisme agama,” kata Ketua PBNU H Marsudi Syuhud di Jakarta, Jumat (11/9) sore.

Muhammadiyah Asli

Sementara Paul melaporkan bahwa gejala radikalisme mulai muncul di Australia belakangan justru didominasi dari kalangan warga biasa. Radikalisme di Australia, digerakkan oleh keluarga biasa yang tidak memakai atribut Muslim dalam kesehariannya.

“Mereka meminta bantuan NU untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok radikal,” lanjut Marsudi.

Muhammadiyah Asli

Sementara di bidang pendidikan, kedua pihak akan terus melakukan pertukaran mahasiswa dan penyediaan beasiswa.

Paul Grigson merupakan Dubes Australia untuk Indonesia yang baru dilantik dua bulan lalu. Segera setalah pelantikan dahulu, Paul pernah mengadakan kunjungan ke PBNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock