Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks

Dalam rangka memuaskan pasangan antara suami istri, Islam membebaskan trik dan gaya bercinta antara keduanya selama tidak bertentangan dengan aturan syariat. Termasuk pula dalam melakukannya dengan gaya oral seks. Hal ini tidak termasuk larangan dalam agama.

Baca: Hukum Oral Seks di Bagian Kewanitaan

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks

Orang yang melakukan oral, sebagian dari mereka, sudah banyak yang dalam kondisi ereksi atau tegang sehingga tidak jarang para pasangan suami-istri ini sudah mengeluarkan pelumas berupa cairan bening atau biasa disebut dengan istilah madzi.

Jika ditelisik lebih dalam, selain air kencing, ada tiga jenis air yang keluar dari kemaluan manusia. Pertama, air sperma (mani). Sperma bisa diidentifikasi dari salah satu beberapa cirinya, yaitu keluar dengan memancar dan tersendat, ada bau yang khas seperti adonan roti/kue, terasa nikmat saat air itu keluar.

Muhammadiyah Asli

Kedua, air wadi, yaitu air keruh, kental yang biasa keluar setelah orang mengeluarkan air kencing mungkin disebabkan faktor capai atau hal lain.

Muhammadiyah Asli

Ketiga, air madzi, yaitu air bening yang keluar dari kemaluan, baik dari seorang pria maupun wanita yang biasanya disebabkan karena faktor syahwat. Baik disebabkan karena membayangkan, melihat atau sedang pemanasan (foreplay).

Di antara semua air yang keluar tersebut hukumnya najis kecuali sperma. Seseorang yang mengeluarkan sperma, wajib mandi. Sedangkan wadi dan madzi hanya mewajibkan wudhu, tidak harus mandi, serta harus dibersihkan sebagaimana membersihkan najis seperti biasanya.

Bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan intim, tentu sangat kesulitan jika harus menghindari madzi ini. Karena madzi memang diciptakan Allah untuk melengkapi kegiatan jima yang dilegalkan dalam syara bagi pasangan yang sah. Ia menjadi pelumas untuk sebuah lancarnya hubungan senggama.

Padahal apabila kita melihat fiqih dasarnya, ada sebuah aturan bahwa seseorang tidak diperkenankan mengotori tubuh dengan najis tanpa ada alasan yang jelas, apalagi memasukkan najis tersebut ke dalam tubuh, tentu tidak diperbolehkan.

Madzi merupakan cairan najis. Ia berlaku hukum yang sama. Artinya tidak boleh sampai masuk ke dalam tubuh, termasuk masuk ke kelamin seorang istri. Tetapi karena hal ini sangat sulit dihindari, maka syara memberikan toleransi sehingga madzi bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan suami-istri hukumnya dimafu (diampuni).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tempat sucinya sperma itu jika memang kepala batang dzakar dan farji yang keluar murni berupa mani yang suci. Jika tidak murni suci, hukumnya (mani itu) najis dan haram bersenggama dengan kondisi seperti demikian sebagaimana orang orang istinja dengan batu ketika air sperma keluar dari situ. Karena hal itu menjadikan najis. Iya, diampuni dari orang yang kesulitan menghindari hal tersebut dengan nisbat untuk jima,” (Lihat Ianatuth Thalibin, juz I, halaman 85).

Hukum mafu hanya mempunyai arti diampuni, tidak mengubah status najis menjadi suci. Maksudnya najis tetap najis, tidak bisa berubah menjadi suci. Madzi itu najis. Selamanya, hukum madzi tetap najis. Tidak bakal berubah menjadi suci. Hanya saja, bagi suami istri yang sedang bercinta, cairan ini diampuni. Sedangkan madzi jika dalam kondisi selain jima, hukumnya tetap najis.

Contoh, darah nyamuk yang sedikit itu hukumnya najis, tetapi dimafu jika terkena tubuh atau pakaian. Ini dinisbatkan untuk shalat. Jadi orang yang tangannya terkena darah nyamuk, boleh langsung melaksanakan shalat tanpa harus membersihkan darah tersebut karena dimafu.

Diampuninya darah pada tangan untuk shalat ini tidak berlaku apabila tangan yang terkena darah nyamuk kemudian dicelupkan ke dalam air satu gelas untuk kemudian diminum. Jika dicelupkan ke dalam air segelas, semua air dalam gelas menjadi najis. Ia dimafu untuk shalat namun tidak dimafu untuk diminum.

Kembali tentang pembahasan madzi. Madzi merupakan kebutuhan wajib bagi pasangan senggama dan sangat sulit menghindarinya. Oleh karena itu hukumnya dimafu. Tetapi dimafunya ini tidak berlaku jika madzi masuk mulut bagi orang yang melakukan oral seks. Karena mulut itu bukan tujuan utama orang bercinta yang madzi tidak diciptakan untuk menjadi pelumas mulut, namun pelumas vagina.

Di sinilah alasan sebagian ulama yang tidak memperbolehkan oral seks itu karena hampir pasti akan ada pelumas yang masuk ke mulut. Ini tidak boleh.

Adapun ulama yang memperbolehkan oral seks, mereka tidak melihat dari sudut pandang najis tidaknya madzi. Mereka lebih melihat pada hukum dasar bahwa hal tersebut diperbolehkan tanpa memandang hukum madzi. Mungkin saja ada orang yang hubungan senggamanya kering sehingga ia tidak punya madzi. Jadi tidak mempunyai alasan untuk melarang hubungan oral seks.

Kesimpulannya, pertama, madzi atau air lubricant yang diproduksi tubuh hukumnya najis tetapi dimafu jika masuk ke vagina istrinya karena hal ini sangat susah untuk dihindari.

Kedua, oral seks diperbolehkan namun tidak boleh mengabaikan hukum bahwa madzi atau cairan yang masuk ke mulut hukumnya adalah najis. Ia dimafu jika masuk ke liang vagina saja. Jika masuk ke mulut, itu bukan keadaan yang sulit dihindari, maka hukumnya tetap najis tidak dimafu.

Ketiga, pasangan yang ingin melakukan hubungan oral seks bisa memakai kondom yang suci supaya yang masuk ke mulut adalah benda suci. Jika tidak memakai kondom, apabila ada najis yang masuk ke mulut, harus segera dikeluarkan kembali, tidak boleh ditelan. Setelah itu mulutnya harus disucikan secepatnya dengan mekanisme pembersihan najis sebagaimana pada umumnya yaitu dengan berkumur dan lain sebagainya. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Pertandingan, Nasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Kudus, Muhammadiyah Asli. Setelah menerima SK pengesahan dari Pimpinan Pusat (PP), pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus langsung bergerak membangun konsolidasi dan menyiapkan pengkaderan. Dalam rapat koordinasi pengurus di Kantor NU Kudus, Sabtu (18/4) kemarin, mereka mempersiapkan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kudus.

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Menurut sekretaris PC GP Ansor Kudus Suparno, program pengkaderan ini merupakan amanat pengurus cabang yang harus dilaksanakan dalam waktu satu tahun ini. Tidak hanya itu, pengkaderan ini adalah program prioritas yang menjadi prasarat akreditasi organisasi yang akan dilakukan Pimpinan Pusat terhadap semua PC GP Ansor.

"Karenanya, masa kepengurusan ini kita upayakan semua PAC sudah melaksanakan PKD Ansor dan Diklatsar Banser. Kita jadwalkan mulai awal Mei ini hingga Agustus," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pada rapat yang dihadiri juga pembina Ansor H Asyrofi Masyito ini, ? Ansor Kudus juga membentuk tim pelatih kaderisasi guna menangani pelaksanaan PKD. Tim kaderisasi ini beranggotakan alumni Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) ? dengan ketua Supriyono.

"Sebelumnya, tim akan dibekali melalui pelatihan instruktur yang rencananya diadakan 26 April di kediaman Ketua Umum PP GP Ansor di Mejobo," terang Suparno.

Muhammadiyah Asli

Sementara dalam pengarahannya, H Asyrofi mengatakan, Ansor memiliki peran sebagai di tengah-tengah dalam membangun kaderisasi NU. Di satu sisi, mempunyai tanggung jawab mengatrol kader IPNU, di sisi lain menyiapkan kaderisasi di tubuh NU.

"Berada di tengah itu memang berat sehingga bila berhasil mencetak kader itu sangat luar biasa. Makanya, Ansor sekarang harus mampu mencetak sejarah membangun kaderisasi Ansor dan NU," tegasnya penuh harap. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Anti Hoax, Nasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Protokoler

Probolinggo, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan protokoler, Sabtu (26/11) sore. Pihak pengurus IPNU-IPPNU berharap pelatihan ini dapat memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pelajar NU.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh para pengurus IPNU-IPPNU se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Kasubbag Protokol Pemkab Probolinggo Hermanto.

IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Protokoler (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Protokoler (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Protokoler

Ketua IPPNU Probolinggo Nur Hakimah Ismawati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencetak kader yang ahli dalam bidang keprotokoleran. Sebab saat ini keprotokoleran sudah tidak bisa dipisahkan dari setiap kehidupan.

“Sebuah acara jika tidak didukung dengan keprotokoleran yang baik, maka acara tersebut terasa kurang begitu sempurna. Karena seorang protokol harus mampu mengatur sebuah acara dengan baik. Tetapi tidak semua orang bisa tanpa adanya penguasaan teknik-teknik keprotokoleran,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Menurut Isma, penguasaan bidang keprotokoleran sangat dibutuhkan, terutama oleh kader IPNU-IPPNU yang notabene selalu bergelut dengan berbagai macam kegiatan. Hal ini dikarenakan seorang protokol tidak hanya fokus membawakan acara seremonial, tetapi mengatur kegiatan secara keseluruhan.

“Dengan adanya pelatihan ini kami mengharapkan agar ke depan tumbuh dan muncul kader-kader IPNU-IPPNU yang ahli di bidang keprotokoleran sehingga bisa mengisi di acara-acara NU, banom NU serta khususnya di IPNU-IPPNU sendiri,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini para pengurus IPNU-IPPNU tersebut diberikan teknik-teknik menjadi seorang protokol yang baik dalam sebuah kegiatan oleh Hermanto. Mereka diberi pemahaman apa saja yang harus dilakukan agar sebuah acara dapat berjalan dengan baik. Karena kuncinya ada di seorang protokol. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Kajian, Makam Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air, khususnya keluarga besar nahdliyyin di manapun anda berada, yang saya cintai, Alhamdulillah proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 setahap demi setahap bisa kita lalui bersama dengan damai.

Kita wajib bersyukur bahwa sejauh ini dinamika politik nasional tetap mengedepankan kerukunan nasional. Membangun rumah demokrasi untuk negeri sebesar Indonesia, sama sekali bukan perkara mudah.

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Karena itulah, kami merasa perlu untuk menegaskan kembali apa yang sudah menjadi seruan PBNU, terutama Seruan Pejabat Rais ‘Aam K.H. Ahmad Mustofa Bisri.

Muhammadiyah Asli

1. Mengucapkan selamat kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagaimana Keputusan KPU No. 536/ Kpts/ KPU/ Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

2. Semua pihak perlu menghormati keputusan KPU sesuai dengan undang-undang. Untuk untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat, semua pihak perlu menahan diri. Semua mesti menyadari bahwa dalam persaingan seperti Pilpres, menang-kalah adalah hal biasa. Pihak yang menang tidak perlu sombong, sementara Pihak yang kalah tetap perlu menjaga keyakinan untuk terlibat dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pemimpin nasional bagi seluruh warga negara, baik mereka yang memilih maupun mereka yang tidak memilih.

Muhammadiyah Asli

3. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah tokoh bangsa. Pada keempat figur itulah, hari-hari ini, kita menyaksikan amanah rakyat disalurkan melalui pemilihan umum. Pada keempat figur itu pula kita menantikan keteladanan yang patut dicatat dalam sejarah peradaban Bangsa Indonesia, yakni sejarah yang bisa dikenang dan dibaca dengan rasa bangga oleh generasi Indonesia mendatang.

4. Kita semua harus menyadari bahwa Pilpres adalah salah satu sarana untuk merawat, menjaga, dan mengembangkan keindonesiaan. Pilpres, apapun hasil akhirnya, sama sekali bukanlah alat untuk memecah-belah kesatuan dan persatuan. Persaingan politik yang demokratis tidak seharusnya mengakibatkan pertikaian, akan tetapi harus berujung pada kemaslahatan. Karenanya, seruncing apapun perbedaan dan perjuangan politik yang ditempuh tidak bisa dan tidak boleh mengalahkan persaudaraan antar sesama.

5.? ? ? Memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Pilpres 2014, pada ujung pemerintahannya, sehingga mampu memastikan transisi kepemimpinan nasional dalam situasi damai. Pemerintah dan segenap aparaturnya mesti mengusahakan penyelesaian politik dan hukum yang komprehensif dan patuh sepenuhnya pada konstitusi.

6. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaksanakan tugas dan kewenangannya sesuai amanah Undang-Undang.

7. Terkhusus pada Warga NU agar menjaga ketenangan. Kita sebagai Nahdliyyin wajib secara sadar menjaga keutuhan NKRI dengan semangat ukhuwwah wathaniyah. Nahdliyyin harus melanjutkan tugas sejarah sebagai pengawal keutuhan bangsa dan negara. Dan kami berharap warga NU dapat menggunakan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk dapat saling memberikan maaf.

8.? ? ? Indonesia adalah negara besar dengan sejarah yang juga besar. Karena itu, kita tidak menghendaki Indonesia terseret dalam arus konflik dan disintegrasi yang menyapu sejumlah negeri di Timur-tengah dan Asia.

9. Mengajak kepada para elit politik, pengamat, media massa, untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat sesuai dengan kiprah dan bidangnya masing-masing.

Demikianlah, seraya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan ampunan-Nya atas dosa-dosa yang kita perbuat, semoga Allah berkenan pula melimpahkan rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua, bangsa Indonesia seutuhnya.

Jakarta, 24 Juli 2014

DR. KH. Said Aqil Siroj, MA? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H. Marsudi Syuhud

?

Ketua Umum? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretaris Jenderal

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Kyai, Nasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

22.000 Peserta Bakal Meriahkan Apel dan Pawai Puncak Hari Santri di Jombang

Jombang, Muhammadiyah Asli. PCNU Jombang menyelenggarakan sejumlah kegiatan pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 ini. Dan puncaknya akan diisi dengan apel sekaligus pawai yang diikuti 22.000 santri dari berbagai pesantren.

22.000 Peserta Bakal Meriahkan Apel dan Pawai Puncak Hari Santri di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
22.000 Peserta Bakal Meriahkan Apel dan Pawai Puncak Hari Santri di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

22.000 Peserta Bakal Meriahkan Apel dan Pawai Puncak Hari Santri di Jombang

"Kita menargetkan akan ada 22.000 peserta apel dan pawai yang akan terlibat pada puncak kegiatan Hari Santri Nasional, Ahad 22 Oktober mendatang," kata Didin Ahmad Solahudin, Selasa (26/9) malam.  

Menurut Ketua Panitia HSN Jombang tersebut, prinsipnya seluruh kegiatan yang diselenggarakan sebagai sarana untuk menyinergikan kekuatan yang ada di NU. "Baik itu di internal kepengurusan harian, badan otonom hingga lembaga dapat bersinergi demi menyukseskan acara ini," kata Gus Didin, sapaan akrabnya.

Gus Didin yang juga Wakil Ketua PCNU Jombang tersebut mengemukakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HSN telah mendapatkan sambutan positif. "Tidak hanya di lingkungan Jombang, juga sejumlah kota bahkan kepengurusan HSN di pusat," jelasnya. 

Muhammadiyah Asli

Hal tersebut antara lain dibuktikan dengan banyaknya pemesanan pernak-pernik seputar HSN dari sejumlah kalangan. "Bahkan tidak sedikit pemesan dari luar kota, termasuk dari kepanitiaan HSN di Jakarta," katanya.

Pada kesempatan memberikan sambutan, Ketua PCNU Jombang, KH Salmanuddin Yazid berharap agar koordinasi kian diintensifkan. "Ini demi suksesnya HSN di Jombang yang memang mengagendakan sejumlah kegiatan," kata Gus Salman, sapaan akrabnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung tersebut juga meminta agar bulan Oktober terus diperingati sebagai HSN. "Semacam agenda tetap seperti kala menghadapi bulan Agustus," katanya.

Dengan demikian, semua kalangan baik pemerintah, legislatif, khususnya warga dan pengurus NU, serta masyarakat selalu mempersiapkan diri saat akan memasuki bulan Oktober.

"Tanpa dikomando, seluruh lapisan warga yang mengaku dirinya sebagai santri maupun para simpatisan dapat memeriahkan hari santri ini," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang akan menjadi sejarah baru bagi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bagaimana tidak, dalam Muktamar tersebut akan juga dibahas hubungan antara PMII dan NU, apakah PMII akan kembali kepada NU secara struktural atau justru PMII memilih berada di luar strukur NU. Tetapi, sejauh mana momentum yang akan menjadi sejarah bagi PMII dalam Muktamar NU tersebut sudah dipersiapkan dan dihadapi oleh PMII?

Desas-desus hubungan PMII-NU sebenarnya sudah lama diperbincangkan, bahkan dituangkan dalam bentuk tulisan di beberapa media. Pro-kontra terhadap status PMII yang akan menjadi bagian struktural NU, pun dijelaskan secara rasional sampai pada pernyataan sikap “iya atau tidak” . Dengan beberapa argumen tersebut tentu juga menjadi bagian pertimbangan dalam menyatakan sikap PMII terhadap NU.

Tetapi yang perlu digaris bawahi, argumen tersebut hanyalah bersifat personal. Penilaian antara kembali atau tidak PMII dalam struktur NU berdasarkan atas pengalaman pribadi dan beberapa catatan tentang sejarah PMII atau NU di banyak literasi. Dari dasar itulah, menjadi sangat penting pernyataan sikap secara konstitutif dari PMII sebagai organisasi apakah akan kembali ke NU atau justru tetap menjaga jarak secara struktural, dan berbaur secara kultural.

Ketakjelasan Sikap

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU

Diakui atau tidak, kedekatan PMII dan NU ibarat ibu dan anak. Lahir dari rahim NU, PMII menjadi sayap kemahasiswaan NU untuk menyebarkan nilai-nilai ke-Islam-an ahlussunah wal jamaah (Aswaja) di tingkat universitas. Hubungan PMII dan NU dalam durasi waktu 1966-1970-an adalah dependensi. Baru pada tahun 1972, PMII mendeklarasikan diri menjadi organisasi independen di Malang akibat dari situasi politik di masa itu.

Kembalinya NU menjadi organisasi keagamaan dan kemasyarakatan (Kembali ke Khittah 1926) pada tahun 1984 di Situbondo, hubungan PMII dengan NU menjadi interdependensi. Tetapi, bagi NU hubungan interdependensi tidak menjadikan ia (sebagai ibu) lapang hati ‘melepas’ anaknya. Ada banyak asumsi, kenapa NU mengingikan PMII kembali dalam lingkaran strukturnya, yang salah satunya adalah kader muda NU (PMII) semakin liar, baik secara pemikiran maupun tindakan empirik keseharian.

Maka menjadi penting bagi NU merangkul PMII kembali. Sikap liar yang di maksud sebenarnya bukan berarti adanya indikasi PMII keluar dari nilai-nilai Aswaja (NU). PMII tidak pernah mejaga jarak dengan Aswaja (NU). PMII akan selalu dekat dengan ajaran kebenaran Aswaja.

Muhammadiyah Asli

Adalah wajar PMII liar dalam konteks pemikiran, karena diakui atau tidak, PMII sebagai organisasi ekstra parlementer sudah seharusnya menggunakan logika ekstra parlementer. Sehingga, transformasi ajaran-ajaran Aswaja yang mencakup toleransi, seimbang, moderat, dan keadilan dalam perilaku sehari-hari berbeda antara PMII dan NU. Hemat penulis, adalah asumsi keliru jika liarnya PMII dalam konteks berpikir dan perilaku sehari-hari dianggap melenceng dari nilai-nilai Aswaja (NU).

Ilustrasi di atas tentunya sangat subjektif murni dari pengalaman penulis. Maka perlu adanya ketegasan sikap dari PMII sebagai organisasi terkait hubungan PMII dan NU yang akan dibahas pada Muktamar NU Agustus mendatang.

Muhammadiyah Asli

Sayangnya, di tengah munculnya perdebatan apakah kembali ke NU secara struktural atau tidak, responsifitas—terutama—pengurus besar sangat minus. Pengurus besar yang seharusnya merespons dengan cepat, malah justru tidak terlihat lamban. Hal ini menimbulkan sikap mengambang di tataran PMII, meskipun keputusan tersebut masih akan dinyatakan bulan Agustus mendatang.

Sejauh penagamatan penulis, terutama dalam memperoleh informasi terkait agenda pengurus besar dalam merumuskan PMII ke depan, tidak ada yang menyentuh akan perbincangan apakah PMII kembali atau tidak menjadi bagian struktural NU. Dalam website resmi PB PMII, pun penulis tidak menemukannya. Padahal, website tersebut adalah salah satu akses bagi penulis dan kader PMII yang berada jauh dalam pucuk pemimpin kepengurusan untuk mendapatkan informasi terkait PMII.

Dengan demikian, penulis mengusulkan adanya pertemuan seluruh cabang PMII yang dikoordinir oleh PB PMII dalam rangka merumuskan sikap PMII terhadap NU. Keputusan tersebut harus merupakan keputusan seluruh kader PMII, baik kader baru sampai pada kader yang sudah menduduki posisi strategis dalam kepengurusan PMII. Hal ini menjadi penting karena PMII bukan milik segelintir “elit”, tetapi seluruh kader. Sehingga, rekomendasi yang nantinya akan diputuskan terkait sikap PMII terhadap NU, apakah kembali ke NU secara struktural adalah murni hasil dari pemikiran, ide, dan gagasan seluruh kader PMII.

Jangan sampai

Kejelasan sikap PMII apakah kembali atau tidak ke dalam struktural NU tidak hanya ditunggu-tunggu oleh NU, melainkan juga oleh seluruh kader PMII. Jarak waktu sampai bulan Agustus, di mana Muktamar NU akan diselenggarakan, sangat memungkinkan untuk mengakomodir seluruh pemikiran, ide, dan gagasan kader PMII dalam menyatakan sikap. Tetapi dengan adanya fakta di atas, menimbulkan beberapa kecurigaan yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam konteks riil.

Asumsi penulis, waktu yang masih relatif panjang itu perlu digunakan semaksimal mungkin, sehingga memperoleh keputusan yang cukup menjadi representasi dari seluruh keinginan dan kebutuhan kader. Takutnya, jika tidak segera dimaksimalkan akan ada keputusan yang justru mendiskriminasi keinginan bahkan kebutuhan kader secara keseluruhan. Keputusan diskriminatif itu terjadi jika keputusan diambil secara sepihak. Sehingga, keputusan yang akan diambil tidak sesuai dengan keinginan seluruh kader (konsensus).

Artinya bahwa, persetujuan yang akan dihasilkan yang semestinya adalah hasil dari persetujuan seluruh kader, justru tidak melibatkan kader secara keseluruhan. Sehingga kader hanya menerima keputusan tanpa persetujuannya dengan adanya pemaksann dari pimpinan tertinggi. Maka dari itu, waktu yang relatif panjang ini harus segera digunakan untuk melakukan diskusi panjang. Sehingga, tidak ada lagi alasan, semisal dengan sempitnya waktu yang dimiliki sehingga hanya melibatkan pimpinan untuk memperoleh keputusan yang cepat.

Dalam pandangan Jurgen Habermas, sebuah persetujuan kehilangan cirinya sebagai keyakinan? bersama, begitu pihak-pihak yang mencapai persetujuan tersebut mengetahui bahwa persetujuan itu dihasilkan dari pemaksaan kehendak yang berasal dari luar proses itu (F. Budi Hardiman, 2009: 36).

Maka dari itu, sikap PMII terhadap NU tidak menginginkan adanya bentuk diskriminasi atau pemaksaan sehingga menciderai proses persetujuan yang akan dibawa dalam muktamar NU Agustus mendatang. Karena, persetujuan ini merupakan momentum bersejarah bagi PMII, apakah independensi, dependensi, atau interdependensi? Wallahu a’lam!

Ahmad Riyadi, Koordinator Penelitian dan Pengembangan PMII Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Cerita, Habib Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Islamabad, Muhammadiyah Asli - Di sela-sela kunjungan Deputi I Hubungan Luar Negeri Badan Intelijen Negara (BIN) ke Pakistan dalam rangka menghadiri “Islamic Intelligence Services Conference (IISC), pada Selasa (28/3), KBRI Islamabad mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta KBRI Islamabad.

Tatap muka yang dihadiri oleh seluruh staf KBRI Islamabad dan mahasiswa Indonesia berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Sudah menjadi tradisi di KBRI Islamabad untuk mempertemukan adik-adik mahasiswa dengan para tamu delegasi dari Indonesia,” ujar Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Delegasi BIN yang dipimpin Mayjen Chandra Warsenanto Sukotjo mengaku senang dapat berdialog langsung dengan para mahasiswa sekaligus dapat menyampaikan beberapa perkembangan terkini tanah air. “Bagi saya, Pakistan adalah negara yang sangat penting untuk terus dijalin hubungannya,” tutur Mayjen Chandra.

Kepada para hadirin juga disampaikan mengenai paradigma baru institusi BIN yang menurut Chandra tidak lagi seperti di zaman Orde Baru. “Tugas BIN hakikatnya adalah membantu Presiden atau pemerintah dalam mengambil keputusan yang pro rakyat,” imbuh Chandra.

Muhammadiyah Asli

Mayjen Chandra juga sempat menceritakan tentang pengalaman kunjungan kali pertamanya ke Pakistan pada tahun 2000 sebagai tim pengamanan khusus Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Muhammadiyah Asli

“Saat itu saya masih Mayor dan alhamdulillah punya pengalaman mendampingi Presiden Gus Dur lawatan ke-61 negara,” ujar Mayjen Chandra. Menurutnya banyak hal penting yang diajarkan Gus Dur kepadanya selama masa itu, khususnya terkait komitmen menjaga pluralisme, keutuhan NKRI, Islam moderat dan selera humor yang berkualitas.

Pembicaraan Mayjen Chandra yang juga sarat humor membuat seluruh staf KBRI dan mahasiswa yang hadir antusias mendengarkan sehingga memancing dialog interaktif. Firman Arifandi, mahasiswa yang baru lulus S2 menanyakan tentang peranan pemerintah dalam menciptakan suasana keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Mayjen Chandra menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara besar dan sepengetahuannya tidak semua negara dianugerahi keindahan dan keberuntungan sejarah yang menonjolkan kesatuan dalam keberagaman seperti Indonesia.

“Tidak semua pihak senang dengan kondisi seperti ini, maka selalu saja ada upaya untuk memunculkan masalah,” tutur Chandra.

Terkait dengan hal tersebut para mahasiswa khususnya yang mempelajari ilmu agama diharapkan turut memberikan sumbangsih menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif dan membawa ajaran Islam Indonesia yang Rahmatan Lil-‘Alamin.

Dubes Iwan dalam catatan akhirnya juga menyampaikan pentingnya untuk tetap menjaga jati diri keindonesiaan WNI di mana pun berada. Para WNI yang mayoritas adalah mahasiswa di Pakistan telah menjadi contoh baik dalam mempelajari ilmu agama di Pakistan, namun sikap kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah airnya tidak luntur, pungkas Dubes Iwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Warta, Nasional Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi dan kampanye-kempanye negatif.

“Yang seneng Ahok silakan pilih, yang seneng Anies silakan coblos. Tidak perlu pengerahan massa dengan tujuan politis, dari awal saya tidak setuju,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (17/4) dalam jumpa pers Seruan Moral Organisasi-organisasi Keagamaan terkait Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua di Gedung PBNU Jakarta.

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, massa yang kabarnya akan dikerahkan ke setiap TPS itu hanya akan menimbulkan situasi tegang dan tidak kondusif di tengah pesta demokrasi yang mestinya dijaga dengan baik dan saling percaya.

“Kita percayakan kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP. Apapun hasilnya nanti, semua harus menghormati dan siapapun yang dinyatakan menang, hal itu adalah kemenangan seluruh warga DKI Jakarta,” jelas Kiai Said.

Muhammadiyah Asli

Dalam seruan moral yang menggandeng seluruh pimpinan organisasi keagamaan itu, Kiai said menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak ada agenda politik. Ia memandang, seruan moral dari para pemimpin agama sebagai wujud mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Pertemuan lintas agama untuk menyikapi Pilkada DKI menjelang pencoblosan ini tidak ada unsur politik. Kita mendahulukan kepentingan bangsa agar terwujud demokrasi yang bermartabat,” tegas kiai asal Kempek Cirebon ini.

Dia menerangkan, organisasi keagamaan sebagai unsur civil society mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat persatuan bangsa dan negara melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain-lain, tak terkecuali pendidikan politik.

Hadir dalam jumpa pers tersebut di antaranya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua KWI Uskup Agung Jakarta MGR. I. Suharyo, Ketua Umum PGI Pdt. Henriette T. Hutabarat Lebang, Ketua Umum NSI Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN Uung Sendana, Sekjen LPOI Luthfi Attamimi, serta perwakilan dari Mabes Polri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nasional, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY

Klaten, Muhammadiyah Asli - Pengurus Pecak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Klaten menggelar acara Jambore Pagar Nusa se-Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke-1. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/10) ini yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2016.

Acara pembukaan yang diadakan di Gedung RSPD Klaten dihadiri Ketua Umum PSNU Pagar Nusa Ajengan Mimih Haeruman, Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman, Kapolres Klaten, Dandim Klaten, dan Ketua KONI Klaten. Secara simbolis, Ajengan Mimih membuka acara Jambore dengan menabuh gong.

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY

Ketua Pagar Nusa Klaten Ardhani mengatakan, pencak silat merupakan salah satu jalan yang ditempuh oleh para pendekar Pagar Nusa dalam mengisi perjuangan bangsa.

“Pagar Nusa siap meneruskan perjuangan, mengemban amanah dari para ulama, serta mengisi kejayaaan NKRI dengan jalan pencak silat,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, panitia kegiatan Jambore Pagar Nusa Solo Raya dan DIY Ghulam menambahkan, kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta. “Para peserta terbagi dalam delapan cabang atau kontingen, dengan kategori pertandingan kelas remaja putra dan putri, serta sabung bebas,” terang Ghulam.

Dalam acara yang bertema Konstruksi Bela Negara Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Dalam Meneguhkan Perdamaian dan Semangat Kebangsaan ini tampil sebagai juara umum, kontingen dari Pagar Nusa Sukoharjo. Sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih Kontingen Klaten dan Gunung Kidul.

Muhammadiyah Asli

Kategori pesilat terbaik putra dan putri diraih peserta dari Kontingen Boyolali dan Sukoharjo. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Muhammadiyah Asli

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.

Muhammadiyah Asli





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

Muhammadiyah Asli

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan,Muhammadiyah Asli

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

Muhammadiyah Asli

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan, Muhammadiyah Asli

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Quote, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 18 November 2017

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

Sumenep, Muhammadiyah Asli?



Pemandangan menarik terjadi di desa Sentol Daya kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Kamis (08/06) sore. Salah satu lokasi pemakaman di desa itu ramai didatangi puluhan lelaki warga setempat untuk ziarah dan tahilan. Sementara itu, sebagian yang lain tampak sibuk membagikan makanan sebagai berkat ? bagi peziarah.?

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

Kegiatan ini diadakan setiap sore hari selama Ramadhan dengan di berbeda setiap harinya. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, M. Misbah (35), kegiatan ini telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam.?

"Sejak saya masih kecil, warga di sini telah biasa melakukan ziarah dan tahlilan tiap sore bada asar," tutur pria yang juga pengurus ranting NU Sentol Daya ini. Masih menurut beliau, dipilihnya waktu sore karena paling memungkinkan sambil lalu menunggu beduk maghrib ditabuh.?

"Biasanya masyarakat utamanya anak muda menghabiskan waktu sore Ramadhan dengan kegiatan yang kurang positif. Setidaknya dengan begini kebiasaan itu bisa diminimalisir," tambahnya pula. Dan terbukti, tidak hanya orang tua dan pria dewasa, remaja dan anak-anakpun tampak khusyuk mengikuti acara hingga akhir.

Sementara itu, Sumarto (50), salah seorang warga desa Sentol Daya memberikan respon positif ketika ditemui di lokasi acara.?

Muhammadiyah Asli

"Alhamdulillah, saya senang sekali dengan tahlilan ini," ucapnya dalam bahasa madura. Lebih lanjut ia menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya anak muda yang lupa akan makam leluhurnya, namun tak henti-henti merebut harta yang diwariskan. "Semoga dengan seperti ini, mereka bisa sadar siapa mereka sesungguhnya," tutur pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Perlu diketahui, tiap sore hari tahlilan dilakukan secara bergiliran pada lokasi pemakaman yang ada di sekitar desa. Pagi harinya, masyarakat dan keluarga ahli kubur membersihkan area makam dari rumput liar. Selain itu mereka juga menyediakan makanan berupa nasi bungkus dan makanan ringan untuk diberikan kepada para hadirin sebagai menu buka puasa malam harinya. (Ach. Khalilurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nasional Muhammadiyah Asli

Jumat, 03 November 2017

Shalawat Bergemuruh di Lampung Selatan

Kalianda, Muhammadiyah Asli -

Masyarakat Sholawat Kubro (Mas Bro) Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung menggelar Semarak Candipuro Bershalawat, di areal Masjid Agung Beringin Kencana Rodatul Hidayah. Menghadirkan Habib Umar bin Ahmad Bafaqih dari Yogyakarta, kegiatan dalam rangka Gebyar Muharram 1438 H itu dihadiri kurang lebih 4 ribu jamaah.

"Dengan bershalawat kita tingkatkan ukhuwah islamiyah untuk menjaga muruah Nahdlatul Ulama," ujar Habib Umar, di Kalianda, Rabu malam (5/10).?

Shalawat Bergemuruh di Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Bergemuruh di Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Bergemuruh di Lampung Selatan

Hadir dalam kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB itu, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Fredy mewakili Bupati Zainudin Hasan, jajaran Pengurus Cabang NU dan GP Ansor setempat, serta sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

"Banser bertugas pengamanan dalam kegiatan ini 150 personil," ujar Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri.

Suasana di lokasi ramai. Jamaah dari berbagai kelompok pengajian pun antusias diajak melantunkan sholawat dengan kompak diiringi Mas Bro Lampung Selatan. (Gatot Arifianto)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 28 Oktober 2017

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Muhammadiyah AsliAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Muhammadiyah Asli

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pertandingan, Nasional, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 21 Oktober 2017

Jelang Ujian Nasional, Siswa SMK NU Sidoarjo Ikuti Ujian Praktek

Sidoarjo,Muhammadiyah Asli. Menjelang Ujian Nasional yang akan digelar bulan April mendatang, sekitar 132 siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo mengikuti ujian praktek yang diselenggarakan pihak sekolah di aula SMK Plus NU Sidoarjo, Jumat (20/3).

Jelang Ujian Nasional, Siswa SMK NU Sidoarjo Ikuti Ujian Praktek (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ujian Nasional, Siswa SMK NU Sidoarjo Ikuti Ujian Praktek (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ujian Nasional, Siswa SMK NU Sidoarjo Ikuti Ujian Praktek

Kepala sekolah SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, ujian praktek kompetensi kejuruan SMK NU Sidoarjo yang dilaksanakan ini guna menyongsong ujian nasional yang sudah tinggal beberapa minggu lagi. Maka dari itu pihaknya memberikan bekal kepada para siswanya supaya saat ujian nasional nanti sudah terbiasa.

"Tujuan dari ujian praktek kejuruan ini untuk mencapai derajat kelulusan. Karena melibatkan dunia usaha dan industri. Maka yang jurusan farmasi prakteknya meliputi ilmu resep dan simplesia, yang keperawatan praktek memandikan pasien, mengecek tanda-tanda vital sedangkan yang jurusan desain praktek desain dengan pembina dari salah satu redaksi koran harian di Surabaya," jelas Fathul Jinan saat ditemui di ruangannya.

Muhammadiyah Asli

Lebih jauh Fathul Jinan mengatakan, pihaknya berharap pada ujian nasional mendatang. Para siswanya bisa lulus seratus persen. Di samping itu semoga para siswanya bisa terserap di dunia kerja dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Tentu yang paling utama adalah semoga para siswa nantinya mendapatkan ilmu yang bermanfaat, bisa menerapkan ilmu yang di dapat selama menjadi siswa SMK plus NU. Sehingga ketika terjun langsung ke masyarakat mereka sudah siap dengan tantangan dan perkembangan jaman," harapnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Jakarta, Muhammadiyah Asli 



KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya ia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait kasus pembunuhan di Arab Saudi. 

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan eksekusi terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda. 

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak dapat tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati. 

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. 

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya penggagas tapi juga langsung praktik, bertindak. 

Muhammadiyah Asli

"Seperti kasus TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya saat mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”. 

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu. 

"Ini satu kehebatan Gus Dur yang gak bisa saya lupakan," katanya mengenang. 

Muhammadiyah Asli

Kepedulian Gus Dur terhadap buruh migran, juga dibuktikan dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat berteduh untuk sejumlah TKW. 

"Rumahnya jadi tempat berteduh sejumlah TKW di Ciganjur sana," katanya. 

Selain Siti Musdah Mulia, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Suaedy, dan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Meme Islam, Nasional, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Selasa, 29 Agustus 2017

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Bandung, Jawa Barat mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (RJMK) sebagai bentuk kontribusi nyata pada peringatan Hari Santri Nasional.

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini

Wakil Ketua PC IPNU Kota Bandung, Ahmad Regi Maulana Mengatakan. Perkembangan Teknologi yang semakin pesat, serta arus globalisasi yang semakin cepat dan masif, berdampak besar pada pembangunan ahlak dan karakter dari remaja saat ini. 

Maka PC IPNU Kota Bandung berinisiatif mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini, yang bertujuan untuk membendung arus globalisasi yang semakin merusak ahlak dan karakter remaja saat ini.

"Resolusi Jihad Masa Kini yang kami deklarasikan pada momen Hari Santri, itu sebagai bentuk nyata kepedulian PC IPNU Kota Bandung terhadap generasi muda di zaman sekarang, khususnya remaja di Kota Bandung," ucap Regi, ditemui di Pesantren Darul Maarif Kabupaten Bandung, Ahad (22/10).

Muhammadiyah Asli

Ia pun menambahkan, PC IPNU Kota Bandung sangat prihatin terhadap ahlak dan karakter remaja Kota Bandung saat ini, dan itu menjadi pendorong bagi PC IPNU Kota Bandung untuk mendeklarasikan Resolusi Jihad masa kini.

"Atas dasar keprihatinan kita terhadap kaum remaja saat ini yang mendorong kita mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini," sambung Regi.

Ia memaparkan, adapun isi dari RJMK ada tiga poin:

Muhammadiyah Asli

1. Kader IPNU Kota Bandung wajib mengamalkan empat landasan berpikir (tawasuth, tawazun, tasamuh, itidal)

2. Setiap Kader IPNU Kota Bandung harus menjadi suri tauladan bagi lingkungan sekitarnya.

3. Setiap Kader IPNU Kota Bandung harus menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI, dan dapat menangkal arus globalisasi negatif, guna membangun karakter bangsa yang berakhlakul karimah.

"Ada tiga poin penting yang kami deklarasikan hari ini, dan menurut saya isi dari poin-poin RJMK sangat penting untuk kader PC IPNU ataupun remaja yang ada di Kota Bandung," kata Regi. (Ridwan Abdul Malik/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Nasional, Makam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 12 Agustus 2017

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Semarang, Muhammadiyah Asli. Kiai Budi Harjono mulai mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 1982. Kiai Budi ini mulai membaca Gus Dur melalui tulisan-tulisan yang bertebaran di media masa. Pergumulan membawa kiai Budi hingga akhirnya bertemu langsung dengan beliau secara langsung awal tahun 90-an. 

Kisah tersebut dikemukakan Kiai Budi ketika pesantrennya dijadikan tempat Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema "Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama" di pesantren Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Gus Dur menurutnya memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal pasca kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 90-an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

"Gus Dur adalah cinta," ungkap Kiai Budi. 

Muhammadiyah Asli

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut kita tak benar akan tetapi bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. 

Dunia paradoks yang terbangun ini dalam analisa Kiai Budi terdapat cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan. 

Muhammadiyah Asli

Selain itu, imbuhnya, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyyah. 

“Dengan ukhuwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi,” tutur Kiai Budi.

Pernah suatu ketika Kiai Budi ziarah di makam Gus Dur. Dia bercerita bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Dalam percakapannya dia menyatakan bahwa tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori oleh Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini. 

Gus Dur memiliki keragaman dalam berpikir ini akan masuk pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur ini merupakan rahmat bagi Indonesia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat ini Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air. 

"Semoga Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan," tegas Kiai Budi. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nasional, Lomba Muhammadiyah Asli

Minggu, 06 Agustus 2017

Kenalkan Sejarah Perjuangan Santri lewat Sepakbola Sarung

Brebes, Muhammadiyah Asli. Sekolah Dasar Negeri Model Brebes 02 menggelar sepakbola sarung dalam rangka memeriahkan peringatan hari kemerdekaan RI ke-70. Sarung sengaja dikenalkan kepada para siswa untuk mengingatkan bahwa perjuangan merebut kemerdekaan juga dilakukan oleh kaum sarungan alias santri.

“Sepakbola sarungan mampu memberi pelajaran kepada siswa kalau perjuangan harus dilakukan kendati dalam keadaan sulit, saat itu para santri juga berjuang melawan penjajah,” terang Kepala SD N Model Yusi Puspitawati di sela lomba di sekolah setempat, Sabtu (15/8).

Kenalkan Sejarah Perjuangan Santri lewat Sepakbola Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sejarah Perjuangan Santri lewat Sepakbola Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sejarah Perjuangan Santri lewat Sepakbola Sarung

Penanaman nilai kejuangan, lanjutnya, perlu ditanamkan sejak dini. Apalagi dalam kurikulum 13, para siswa diarahkan untuk memahami berbagai peristiwa, yang selanjutnya bisa diterapkan dalam kehidupannya kelak. Termasuk menghayati arti kemerdekaan, bukan hanya perlombaannya saja yang digelar tetapi pelajaran dibalik perlombaan tersebut.

Muhammadiyah Asli

Dalam pertandingan sepakbola, kata Yusi, ada nilai-nilai kerja sama tim. Termasuk adanya tanggung jawab untuk mendapatkan bola, menggiring ataupun mengoper bola ke temannya. “Berjuang, dalam suasana gembira untuk mengisi kemerdekaan, itu salah satu nilai yang dapat kita petik,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Selain sepakbola sarung juga dilombakan memasukan pensil dalam botol, kelereng, penthung plastic, menangkap belut, rias waja dan balap karung.

Salah seorang siswa Baeti Ilmi mengaku senang bisa ikut lomba tujuhbelasan. Karena senang dan bisa menguji kemampuan dirinya. Menurut ilmi, tidak asyik kalau perayaan tujuhbelasan tidak ada lomba-lombanya. “Saya senang bisa ikut lomba balap karung dan sepakbola sarung,” tutur ilmi. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional Muhammadiyah Asli

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut ekonomi Islam sedang merintis model perekonomian alternatif di tengah praktik ekonomi global yang sarat dengan unsur ribawi (mengandung riba) dan condong eksploitatif. Kiai Ma’ruf melihat ekonomi Islam menawarkan pembebasan dunia perekonomian dari kezaliman yang berbasis keuntungan.

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Produk-produk Syariah Alternatif Ekonomi Dunia

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf dalam diskusi bertema “Wujudkan Sistem Ekonomi Islam, dan Memaksimalkan Sumber Energi Alam Untuk Kemaslahatan Umat” yang diselenggarakan Lembaga Takmir Masjid PBNU di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (15/10) sore.

“Ekonomi Islam itu perpaduan antara prinsip-prinsip ekonomi dan konsep Islam, antara mabadi rabbaniyah dan hilah insaniyah (upaya profesionalisme). Sementara praktik ekonomi global sekarang ini begitu rapuh dengan unsur ribawinya,” kata Kiai Ma’ruf di hadapan sedikitnya 100 peserta diskusi.

Muhammadiyah Asli

Karena begitu rapuhnya, banyak orang sekarang melirik ekonomi Islam sebagai alternatif. “Dalam ekonomi Islam, keuntungan kalau misalnya ada dibagi bersama. Basisnya kejujuran dan kepercayaan. Mekanisme ini yang sedang dibangun,” terang Kiai Maruf.

Muhammadiyah Asli

Menurut Ketua Umum MUI ini, ekonomi Islam sendiri tidak menghalangi orang mencari keuntungan. Hanya saja pelayanan lebih diarahkan pada kemudahan-kemudahan masyarakat. “Ketika ada orang mengalami kesulitan, harus ada toleransi untuk mereka.”

“Yang saya sayangkan, karena perbankan Islam itu masih kecil, maka ia belum bisa memberikan kemudahan-kemudahan karena dananya dana mahal. Karenanya masih harus ada jaminan. Pasalnya dana di bank itu dananya masyarakat. Dengan begitu investasi tetap terlindungi.”

Sementara perbankan Islam, menurut Kiai Ma’ruf, perlu terus mengevaluasi. Perbankan Islam harus terus menginovasi produk-produknya. Berikutnya, sumber daya manusianya. “Selama ini yang masuk ke bank syariah itu tenaga ala kadarnya. Ke depan kita ingin tenaga terbaik.”

Pada prinsipnya, kita dalam hal muamalah selalu mengacu pada kemaslahatan meskipun pandangan fikihnya lemah. Dalam pengambilan keputusan, kita tidak pernah sendiri. kita memiliki forum musyawarah bersama (working grup) antara DSN, OJK, MA, dan juga asosiasi akuntansi.

Jadi mereka terlibat dalam penggodokannya. Fatwanya bagaimana, regulasinya bagaimana oleh OJK, dan akuntansinya. Dan bahkan eksekusinya seperti apa ketika ada konflik, MA mengetahui karena pihak MA terlibat di dalam pembahasannya, tandas Kiai Maruf.

Narasumber lainnya Prof DR Mesbahi Moghaddam dari Teheran yang mengisi materi perbedaan mendasar antara sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis-liberalis. Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Prof DR Muliaman Hadad lebih banyak mengangkat gerakan menuju ekonomi Islam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock