Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Mengambil tempat di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, BMT Artha Buana Metro Cabang Metro, Lampung menyerahkan Bantuan dana untuk membantu kelancaran organisasi, Kamis (16/6). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Perwakilan BMT Arta Buana Metro, Agus Setiawan.

Agus mengatakan bahwa bantuan dana sosial infaq sebanyak 5 juta ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada warga NU Gadingrejo yang telah bekerja sama dengan BMT yang merupakan milik PCNU Kota Metro Lampung.?

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo

Agus menambahkan, bantuan BMT Cabang Metro yang berkantor di Pasar Gadingrejo ini tidak hanya diberikan sekali saja. Namun, kedepannya BMT Artha Buana akan terus memberi dukungan dan memberi bantuan agar program NU di Kecamatan Gadingrejo dapat berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menjelaskan berbagai program yang dikerjasamakan yakni bidang ekonomi dan peternakan. "Kita juga merekrut para karyawan di BMT Artha Buana di Gadingrejo dari para kader Muda NU Gadingrejo," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua MWCNU Gadingrejo Mukhlis, disaksikan Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim. Hadir pada acara yang dibarengkan dengan Safari Ramadhan tersebut Pengurus MWC dan seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Gadingrejo. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli PonPes, Pendidikan, Quote Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Sebanyak lima ratus anggota Banser melangsungkan apel kesetiaan terhadap Pancasila di Lapangan Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara. Mereka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada awal Juni.

Instruktur apel akbar ini adalah Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea. Mereka melangsungkan apel Jumat (3/6) dengan tema Mewujudkan Kemandirian Bangsa Dalam Bingkai NKRI dan Pancasila.

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Sementara acara peringatan Harlah Ke-82 GP Ansor dihadiri tokoh NU Sumut Ir Husni Kamil Manik yang juga Ketua KPU RI.

Muhammadiyah Asli

“Pada kesempatan ini kita mengadakan pengukuhan majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor dan pengukuhan Koperasi Ansor Sejahtera di aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan,” kata Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala yang hadir di lokasi acara.

Tampak hadir pada peringatan ini Gubernur Sumut Ir Tengku Ery Nuradi, Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya GP Ansor Sumut melangsungkan kaderisasi dengan instruktur Muhammad Adnan Anwar. Ia menyampaikan materi di LI 1 PW Ansor Sumut di Asrama Haji Medan, Rabu-Jumat (1-3/6). Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, IMNU Muhammadiyah Asli

Selasa, 16 Januari 2018

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

Jakarata, Muhammadiyah Asli. Lebih dari seribu calon pemudik memadati Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta ? Pusat, Senin (6/8). Mereka berbondong mengambil tiket pulang dengan arah tujuan bervariasi di sepanjang Pulau Jawa.

Pengambilan tiket ini merupakan tindak lanjut peserta mudik setelah pengisian formulir pendaftaran yang dibuka sejak Jumat (27/7). Dengan membawa bukti nomer tiket yang telah diterima, mereka akan mendapatkan kursi bus yang akan diberangkatkan pada 12 Agustus 2012 nanti.

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

“Mengingat banyaknya peserta, panitia punya kebijakan, penukaran tiket dilakukansecara bertahap. Kita utamakan dari trayek paling jauh terlebih dahulu,” ujar Mujahidin, Kordinator Mudik Bareng NU 1433 H.

Muhammadiyah Asli

Program yang digelar PBNU melalu Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) ini menyediakan 26 bus mudik. Dengan jumlah tersebut, kira-kira 1.400 pemudik akan mendapat kesempatan mudik bareng NU secara gratis.

PP LTMNU telah menyiapkan 99 masjid sebagai posko mudik yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Ini berarti para pemudik berkesempatan mendapatkan sarana istirahat lebih nyaman. Apalagi, selain melepas lelah, mereka yang mayoritas warga Nahdliyin ini dapat melaksanakan sembahyang dengan lebih tenang dan khusuk.

Muhammadiyah Asli

“Motto kami adalah mudik nyaman, aman, sampai tujuan,” tandas Mujahidin.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

LTM PBNU Bersih-Bersih di Banyak Masjid Sidoarjo

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Dalam rangka menyongsong Muktamar ke-33 NU, Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) mengadakan acara peduli kebersihan masjid dengan melakukan bersih-bersih di setiap masjid yang ada di Indonesia. LTM PBNU juga mengerakkan wargauntuk bersih-bersih di masjid jami Al-Abror Kauman Sidoarjo.

Wakil Ketua LTM PBNU KH Sholeh Qosim kepada Muhammadiyah Asli menegaskan, ini merupakan salah satu program LTM PBNU peduli terhadap masjid. Hal ini tidak lain adalah untuk menyambut pelaksanaan Muktamar ke-33 NU dan bulan suci Ramadhan.

LTM PBNU Bersih-Bersih di Banyak Masjid Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM PBNU Bersih-Bersih di Banyak Masjid Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM PBNU Bersih-Bersih di Banyak Masjid Sidoarjo

Menurutnya, aktivitas bersih-bersih masjid (BBM) menjadikan langkah lebih baik dari warga Sidoarjo dan warga NU. Ia berharap kehadiran tim dari LTM PBNU di Sidoarjo dapat bermanfaat. "Semoga kehadirannya (LTM PBNU) bermanfaat bagi kita semua," harapnya, Kamis (21/5).

Muhammadiyah Asli

Tim ini terdiri atas 4 orang. Mereka akan membersihkan beberapa fasilitas serta sarana yang ada di masjid-masjid di wilayah Sidoarjo. "Keempat petugas dari Jakarta ini nanti akan membersihkan beberapa sarana mulai dari menyapu lantai masjid, membersihkan kamar mandi dan sebagainya," imbuhnya.

Anggota tim LTM PBNU Mujahidin mengatakan bahwa program LTM PBNU Peduli Kebersihan Masjid ini dimulai di Sidoarjo dan akan diikuti oleh daerah-daerah lainya di Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Tim LTM PBNU peduli kebersihan masjid ini membersihkan beberapa sarana serta fasilitas yang ada di masjid seperti lantai masjid, karpet, toliet, kaca, pintu dan lain sebagainya. Pihaknya juga mengharapkan kerja sama dari takmir masjid dan para jamaah setempat dalam melakukan bersih-bersih.

"Kami berharap ada bantuan dari takmir masjid serta para jamaah, gotong royong dalam rangka membersihkan tempat ibadah kita. Sehingga mampu melahirkan pemuda muharrik (penggerak) masjid LTM PBNU," kata Mujahidin.

Sidoarjo ini merupakan agenda pertama yang dilakukan oleh LTM PBNU. "Untuk kali ini di Masjid Al-Abror sekaligus membuka acara kerja bakti peduli kebersihan masjid. Mulai tanggal 21-28 Mei kami di Sidoarjo. Setelah itu ke Mojokerto dan terakhir nanti di Jombang membersihkan beberapa arena termasuk pesantren yang dijadikan tempat pelaksanaan Muktamar ke-33 NU," urai Mujahidin.

Mujahidin menambahkan, melalui program peduli bersih-bersih masjid ini nantinya bisa diteruskan oleh pengurus LTM yang berada di daerah. "Ini sebagai motivator bagi kawan-kawan yang berada di cabang, semoga mereka bisa menerapkan untuk selanjutnya," tegasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes Muhammadiyah Asli

Rabu, 03 Januari 2018

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa

Kalau sedang berpuasa, paling enak rebahan di ubin musholla atau masjid. Hawa yang bertiup sungguh adem. Sementara suasananya menenangkan untuk istirahat atau berteduh barang sejenak di tengah aktivitas di siang hari. Setidaknya beban panas atau haus puasa sedikit terkurangi.

Rebahan di lantai masjid akan bagus sekali kalau misalnya sambil memasang niat i’tikaf. Inilah yang dianjurkan oleh Islam ketika berpuasa, yakni beri’tikaf di masjid. Kalau sudah niat, i’tikaf bisa diisi dengan aneka ibadah, minimal zikiran sambil rebahan.

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa

Syekh M Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Syarah Kasyifatus Saja ala Matni Safinatin Naja mengatakan,

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tidak masalah tidur di masjid bagi orang yang tidak junub meskipun dia menjomblo, belum berkeluarga. Sejarah mencatat bahwa Ash-Habus Shuffah –mereka adalah para sahabat yang zuhud, fakir dan perantau– tidur (bahkan tinggal) di masjid pada zaman Rasulullah SAW.

Muhammadiyah Asli

Tentu saja haram hukumnya jika tidur mereka mempersempit ruang gerak orang yang sembahyang. Ketika itu, kita wajib menegurnya. Disunahkan pula menegur orang yang tidur di saf pertama atau di depan orang yang tengah sembahyang.

Namun begitu, istirahat di masjid sekarang ini dirasakan tidak nyaman. Jamaah yang hendak istirahat sering terganggu dengan imbauan “Dilarang Tidur di Masjid”. Kalau bukan seruan demikian, jamaah dipusingkan oleh pengajian kaset yang diputar pengurus masjid tanpa alasan jelas seperti penanda dekat waktu Maghrib atau penanda hari Jumat.

Baiknya pihak pengurus masjid menyediakan ruang mana yang bisa digunakan untuk beristirahat, bukan melarang setiap jengkal lahan masjid untuk ditiduri. Dengan demikian jamaah yang sedang berpuasa sedikit nyaman untuk melepas lelah di masjid. Daripada orang yang berpuasa beristirahat di rumah makan yang buka pada siang hari, lebih baik ia menunggu beduk berbunyi penanda masuk waktu Zhuhur, Ashar, atau Maghrib. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Budaya, PonPes Muhammadiyah Asli

Selasa, 26 Desember 2017

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) IX di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (3/12), ditanggapi secara kritis para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). WTO selama ini dinilai tak memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dalam negeri.

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia

Kritik ini antara lain disampaikan aktivis Pengurus Cabang PMII Banyuwangi, Jawa Timur, yang melalukan aksi turun jalan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. PMII Banyuwangi berpendapat, WTO sangat merugikan bangsa Indonesia. Negara-negara maju berlindung di atas kerjasama antarnegara untuk memperkaya dirinya sendiri.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur Fairouz Huda mengatakan, negara maju memang telah memberikan investasi maupun subsidi terhadap negara berkembang seperti Indonesia. Namun hal itu ternyata tidak untuk mengembangkan perekonomian di Tanah Air, malah sebaliknya, mematikan ekonomi bangsa ini yang berbasis pada penguatan sumber daya ekonomi rakyat.

Muhammadiyah Asli

“Sebut saja sebagai contoh di sektor pertanian. Di mana hasil produksi para petani sudah tidak lagi berharga di pasaran, karena dipaksa untuk bersaing dengan produk luar negeri yang diimpor oleh pemerintah kita. Dan semua itu merupakan kesepakatan yang terjadi di meja WTO,” kata Fairouz dalam rilis yang diterima Muhammadiyah Asli, Rabu (4/12).

Fairouz menegaskan, PMII akan terus mengawal fenomena sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang tengah terjadi. Segala bentuk penyaraan aspirasi merupakan konsekuensi dari dinamika demokrasi yang terbuka untuk kebaikan bersama. (Mahbib Khoiron)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, News, Amalan Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH As’ad Said Ali mengatakan, PBNU akan terus berjuang mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar.

"Marilah dari Surabaya ini kita berjihad mengembalikan tatanan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang benar," katanya dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad di Jalan Bubutan Surabaya, Ahad (24/11) kemarin.

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: PBNU Dapat Suntikan Semangat Arek-arek Suroboyo

“Selama ini kita sudah berjuang dan sangat bersemangat. Dengan ditambah suntikan semangat dari arek-arek Suroboyo ini PBNU menjadi lebih semangat,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, penggagas Napak Tilas Resolusi Jihad, Choirul Anam, membacakan naskah semacam petisi dari warga NU mengenai kondisi bangsa Indonesia pasca reformasi. Naskah itu dirumuskan dalam peringatan Resolusi Jihad beberapa waktu lalu di Surabaya yang selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

Mantan wakil presiden Jendral (purn.) Tri Sutrisno yang dalam Napak Tilas itu disebut-sebut sebagai “bapak arek Suroboyo” juga mengusulkan untuk dilakukan kajian ulang atas perubahan UUD 1945 yang menyebabkan rusaknya tatanan Negara Indonesia yang didirikan oleh para ulama dan pejuang kemerdekaan.

Muhammadiyah Asli

As’ad Said Ali mengatakan, tatatan negara Indonesia pasca reformasi, teutama ditandai perubahan UUD 1945 yang dilakukan empat kali, menyebabkan Indonesia terjerumus dalam sistem ekonomi pasar bebas. Menurutnya, para ulama dalam Munas ALim Ulama NU di Cirebon beberapa waktu lalu telah menegaskan perlunya gerakan kembali ke Khittah Indonesia 1945.

“Musuh kita saat ini adalah fundamentalisme pasar bebas. Negara-negara barat ingin menghegemoni kita. Yang kita tolak adalah keinginan untuk menguasai itu yang jelas-jelas melanggar kedaulatan negara,” katanya.

“Kita tiidak boleh diam. Kita akan dituntut oleh anak cucu kita nanti jika jika diam saja. PBNU akan terus berjuang. Kami tidak akan berhenti sebelum semua tercapai,” katanya.

Selain Tri Sutrisno, hadir dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad itu antara lain putra pahlawan nasional Bung Tomo Bambang Sulistomo, Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, sesepuh NU KH Sholeh Qosim, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, PonPes Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, PonPes, Sejarah Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Bantu Pengungsi Rohingya, Aliansi Kemanusiaan Indonesia Bertolak ke Bangladesh

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Pelaksana Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) M. Ali Yusuf mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh. Saat ini, pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh berjumlah 350 ribu orang. 

Bantu Pengungsi Rohingya, Aliansi Kemanusiaan Indonesia Bertolak ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Pengungsi Rohingya, Aliansi Kemanusiaan Indonesia Bertolak ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Pengungsi Rohingya, Aliansi Kemanusiaan Indonesia Bertolak ke Bangladesh

“Sangat perlu bantuan kemanusiaan,” kata Ali kepada Muhammadiyah Asli di Gedung PBNU, Rabu (13/9).

Ali menjelaskan, ada beberapa bentuk bantuan yang akan diberikan untuk pengungsi Rohingya diantaranya bantuan makanan, obat-obatan, air, dan kesehatan. Di tengah tempat pengungsian akan didirikan rumah sakit.

“Untuk praktik pelayanan kesehatan di situ,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) itu juga menyebutkan, pemberian bantuan untuk Rohingya akan dilakukan dalam beberapa tahap. 

Rencananya, untuk rombongan tahap pertama akan diberangkatkan ke Bangladesh pada 22 September 2017 dan mereka berada di sana selama dua minggu. Sedangkan rombongan tahap kedua akan diberangkatkan pada awal Oktober 2017. 

“Hari Minggu ini (17 September) sudah ada yang berangkat lima orang untuk melihat lokasi dan menyiapkan segala hal,” jelasnya. 

Bantu Rohingya di Myanmar

Rencananya, AKIM juga akan memberikan bantuan orang Rohingya yang masih berada di Rakhine State Myanmar. Namun demikian, sampai saat ini AKIM masih menunggu izin dari Pemerintah Myanmar untuk memberikan bantuan ke Rakhine. 

Muhammadiyah Asli

“Mungkin dalam waktu dekat akan kita kirimkan bantuan tersebut (ke Rakhine),” ucapnya.

Ali menyebutkan, pengungsi Rohingya yang ada di Rakhine juga membutuhkan bantuan karena selama ini Pemerintah Myanmar menutup bantuan dari internasional untuk mereka. 

Jumlah etnis Rohingya yang ada di Rakhine diperkirakan masih cukup besar yaitu sekitar 300.000 sampai 400.000 warga Rohingya.

  

“Jadi juga membutuhkan bantuan,” ucapnya.

Sampai saat ini, dana yang terkumpul untuk bantuan pengungsi Rohingya di Bangladesh adalah sekitar 2,5 miliar. Sedangkan bantuan untuk orang Rohingya di Myanmar diperkirakan sekitar 1,5 miliar.

“Tapi (bantuan) itu akan bertambah terus,” tutup Ali. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, Hadits, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

Mataram, Muhammadiyah Asli - Panitia Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas mengatakan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai negara belum hadir untuk sektor pertanian. Upaya negara di sektor pertanian tidak cukup dengan distribusi lahan, tetapi juga penangan menyeluruh mulai dari pupuk, pemasaran, sampai kebijakan impor.

Hal ini disampaikan H Robikin yang juga Ketua PBNU ketika menyinggung isu distribusi lahan yang diangkat dalam foum Munas-Konbes NU 2017 pada jumpa pers di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram, Kamis (23/11) pagi.

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

“Monopoli lahan dilakukan oleh segelintir orang di Indonesia. Satu orang bisa memiliki lebih dari 5 hektare. Sementara para petani memiliki sebidang tanah kecil kurang dari 2 hektare. Di sini pemerintah tidak hadir,” kata Robikin.

Pertanian ini masalah yang cukup kompleks. Meskipun demikian, masalah distribusi lahan juga harus dikaji dengan serius di samping masalah lainnya.

Muhammadiyah Asli

“Distribusi lahan tak cukup. Perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Kalau pemerintah serius, pemerintah harus juga hadir di bidang pertanian,” kata Robikin.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, skema impor juga mesti diatur. “Kenapa waktu petani panen, pemerintah justru malah mengambil kebijakan impor?” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, PonPes, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Kamis, 09 November 2017

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Jepara, Muhammadiyah Asli



Sebanyak 34 anak mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara yang berlangsung di Klinik Masyithoh, kompleks gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Senin (18/9). 

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Kegiatan yang diadakan dalam rangka Pra Konfercab PC GP Ansor Jepara XII itu merupakan hasil kerja sama Polres Jepara, PC Muslimat NU, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara. 

Puluhan anak yang mengikuti khitan massal memperoleh sarung, baju koko, peci serta bingkisan dari panitia. Adapun dokter yang mengkhitan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara yang diketuai dr. Triyono dengan didampingi 8 tenaga. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara menyampaikan, GP Ansor tidak hanya organisasi yang diselesai di wacana saja. “Ini bukti bahwa kegiatan khitan seperti ini merupakan kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya. 

Polres Jepara juga turut mengapreasi kegiatan tersebut. “Senang dengan kegiatan seperti ini, jika di kemudian hari ada kegiatan yang sama, kami siap membantu,” urai Putu Krisna, Kasatlantas, mewakili Polres Jepara. 

Muhammadiyah Asli

Kusdiyanto, selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan khitan massal bisa menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Sehingga Konfercab Ansor tidak hanya berkutat pada siapa ketua berikutnya namun juga lebih kepada bagaimana kita merumuskan program-program riil untuk masyarakat,” sebut dia. 

Ketua PC GP Ansor Jepara, M. Kholil berharap Ansor mampu menjadi organisasi kepemudaan yang yang konsen pada isu-isu pemecahan permasalahan di masyarakat. 

Muhammadiyah Asli

“Kegiatan sunat massal yang kami lakukan untuk berbaur dan memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat Jepara. Juga menjadi inspirasi masyarakat untuk selalu peduli kepada sesame,” pungkas Kholil. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi) 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, PonPes Muhammadiyah Asli

Kamis, 02 November 2017

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad

Sebagai makhluk sosial manusia akan senantiasa berhubungan dengan orang lain. Karena bagaimanapun ia memiliki tuntutan untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan lawan interaksi sosialnya. Maksud dari lawan interaksi di sini adalah bisa jadi orang lain, atau bahkan keluarga sendiri.

Dalam interaksi sosial, secara syariat, manusia dibatasi oleh upaya memenuhi hak dan kewajiban sebagai wujud tanggung jawabnya. Tak jarang mereka harus menarik sebuah kesepakatan-kesepakatan bersama. Proses mendapatkan kesepakatan dan kontrak ini lazimnya adalah disebut aqad atau dalam bahasa Indonesia, akad. Untuk itu ia memiliki peran pribadi selaku makhluk aqad dalam kehidupannya.?

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad

Karena sifat manusia antara satu dengan yang lainnya berbeda, maka diperlukan aturan baku yang harus disepakati bersama dalam rangka menarik kesepakatan atau kontrak tersebut. Tujuan dari penetapan aturan ini adalah terjaganya hak dan kewajiban masing-masing, menghindari penjajahan atas hak orang lain, dan penipuan. Bahkan bila terjadi perselisihan, maka dengan adanya ketetapan aturan ini, akan mudah diurai silang sengkarut permasalahan dan tanggung jawab masing-masing pihak sehingga konflik relasi sosial dan kontrak tersebut bisa diatasi bersama dengan saling menguntungkan, tanpa ada yang dirugikan, ditipu atau merasa dijatuhkan. Inilah maqashid syariah terkait dengan aqad tersebut.?

Penejelasan Aqad dalam Fiqih

Dari sudut pandang bahasa, aqad memiliki bentuk jama’ dari? ‘uqûd. Dalam literatur Arab, sinonim aqad adalah rabth, syaddu, tautsiq, ihkam, quwwah, kumpulan dari dua hal, dan al ‘ahdu. Mengikuti pengertian bahasa ini, aqad seolah memiliki dua sisi pengertian, yakni hissi (inderawi) dan ma’nawi (bathin). Pengertian indrawinya (hissi), adalah sebagaimana ikatan dua ujung tali. Adapun pengertian ma’nawi dimaknai sebagai ikatan bathin, kontrak sosial, sebagaimana layaknya pernikahan, jual beli, berserikat, dan sebagainya. Persamaan dari kedua sudut pandang ini, titik persamaan dari pengertian aqad adalah berkumpulnya dua benda atau dua hal yang berbeda menjadi satu.

Secara istilah, menurut Ibnu Rajab dalam kitabnya Al-Qaidah li Ibn Rajab: 73 aqad dalam fiqih dimaknai sebagai:?

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Aqad ada dua makna, yaitu ‘Am dan Khash. Makna ‘Am aqad adalah sesuatu yang diucapkan karena adanya komitmen yang harus dipatuhi oleh diri dari seorang insan, baik ada hubungannya dengan orang lain atau tidak, termasuk urusan agama seperti nadzar, atau murni duniawi saja seperti jual beli dan sejenisnya. Adapun makna khas dari aqad adalah, suatu upaya menjalin kesepakatan yang sempurna (ittifaq tam) antara dua pihak yang memiliki kehendak atau lebih, agar tumbuh komitmen bersama atau bahan rujukan. Dengan demikian, maka berdasar pengertian khusus ini, aqad hanya terjadi bila ada dua pihak atau lebih yang saling berinteraksi. Pengertian terakhir inilah yang sering dipakai oleh para fuqaha’ untuk memaknai aqad menurut istilah fiqihnya.?

Pengertian di atas diringkas oleh Syekh Ibn Himam dalam kitabnya Faidlul Qadir 3/187, bahwasanya aqad diartikan sebagai:

? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ?

Syekh Al Kamal menyebut bahwa definisi aqad adalah “suatu kumpulan antara lafadh ijab dan qabul antara dua orang yang berbeda. Atau bisa juga diartikan sebagai: “Statemen pertama yang menjadi rule (aturan).”

Pendapat lain juga dijelaskan oleh Syekh Muhammad Qadary dalam kitabnya Mursyidul Hairaan, beliau menyatakan:?

? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aqad ituu sesungguhnya merupakan rangkaian dari lafadh ijab dari salah satu dua pihak yang saling beraqad yang disertai dengan lafadh qabul pihak yang lain menurut cara-cara yang dibenarkan oleh syara’ serta bersifat mengikat khususnya perihal yang diaqadkan (al-ma’qud ‘alaih).”

Berdasarkan definisi ini, maka bisa ditarik adanya kesimpulan bahwa dalam aqad terdapat unsur-unsur antara lain (1) shighat aqad yang terdiri atas lafadh ijab dan qabul, (2) dua pihak atau lebih yang beraqad, (3) dan perihal yang diaqadkan (al-ma’qûd ‘alaihi).

Urgensi dan Gambaran Praktis Pelaksanaan Aqad

Setiap shighat (pernyataan) aqad memiliki keterikatan hubungan dengan niat. Seseorang ingin melakukan transaksi jual beli, maka keinginannya ini adalah hakikatnya niat. Sementara bentuk transaksinya antara ia dengan pembeli disebut sebagai shighat. Karena ada hubungan yang erat antara niat dan shighat, maka di sinilah titik berangkatnya aqad atau biasa disebut maqashid al aqdi.?

Sebagaimana diketahui bahwa niat memegang peranan yang sangat penting dalam hukum fiqih. Suatu kontrak/transaksi dihukumi sebagai benar atau tidak, sah atau tidak, adalah tergantung pada motivasi awalnya (niat). Jika suatu perbuatan dilakukan dengan niat yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT, maka perbuatan itu dinilai tidak benar (bathil) di dalam kacamata fiqih/syariah, sehingga otomatis tidak mendapatkan pahala, bahkan dihitung sebagai kejahatan dan perbuatan dosa.?

Dalam aspek hukum, para ulama banyak sekali menitikberatkan pembahasan pada niat ini serta akibat-akibat yang mungkin ditimbulkannya. Para ulama juga telah meneliti banyak hal terkait dengan niat serta hubungannya dengan muamalah atau ibadah yang berhubungan dengan fiqih. Seperti dalam aqad transaksi bisnis, hukum keluarga, ibadah dan lain-lain. Mereka juga telah menentukan status dan posisi hukum suatu amal berdasarkan niat dan tujuannya. Sebagai contoh kaidah fiqih mereka yang terkenal:?

? ?

Suatu perbuatan adalah tergatung pada maksudnya (niatnya)?

Suatu contoh, ada seseorang memberi hadiah kepada orang lain dengan niat menghindar dari hitungan nishab zakat. Maka, dalam hal ini, status hukum memberi hadiah tersebut, meski pada awalnya adalah boleh, menjadi tidak boleh (tidak sah) disebabkan karena adanya niat menghindari zakat. Sama halnya dengan niat seseorang yang niatnya adalah sebagai sarana menuju riba, maka jual beli semacam hukumnya adalah tidak sah disebabkan dilarangnya riba tersebut.?

Dalam kasus saddud dzariah, digambarkan ada seseorang memeras anggur dengan niatan untuk membuat cuka. Maka niat seperti ini menjadikan muamalah memeras anggur tersebut menjadi sah dan halal. Berbeda halnya dengan kasus, bilamana tujuan memeras anggur dimaksudkan untuk membuat khamr, maka hukum memerasnya dihukumi sebagai haram, disebabkan illah kerusakan dan keharaman khamr tersebut. Inilah contoh gambaran posisi niat terkait dengan aqad/transaksi kelak dipandang sah atau tidak.?

Kesimpulannya bahwa, suatu perbuatan dipandang sah, bilamana niatnya adalah benar dan tidak menimbulkan mudarat, kerusakan atau kemungkaran. Untuk selanjutnya, niat ini kemudian oleh para ulama digambarkan sebagai shighat (bunyi aqad), sementara dua orang yang melakukan transaksi disebut sebagai aqidain, dan barang yang diaqadkan dikenal sebagai al-maqud, kemudian tujuan akhir dari aqad kemudian dikenal sebagai al-maqud alaih.?

Jika diuraikan lebih lanjut, dalam kasus anggur di atas, shighat aqad adalah jalinan antara pengusaha dan petani anggur. Pengusaha menyuruh petani untuk menanam anggur mau digunakan sebagai apa? Jika pengusaha memberi tahu petani bahwa anggurnya kelak akan dipakai untuk memproduksi minuman keras, misalnya, maka menjualnya petani untuk hasil panen anggurnya kepada pengusaha, hukumnya menjadi tidak boleh. Pemberitahuan pengusaha kepada petani terkait kegunaan anggurnya kelak diibaratkan sebagai sebab aqad yang memperantarai terbentuknya shighat. Pengusaha dan petani anggur disebut aqidain. Anggur hasil panenan disebut al maqud. Dan tujuan transaksi untuk membuat minuman keras disebut al-maqud alaih.?





Wallahu alam

(Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, PonPes Muhammadiyah Asli

Sabtu, 19 Agustus 2017

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Belu, Muhammadiyah Asli. Santri Pondok Pesentren Al-Muhajirin Belu berhasil meraih Juara Umum dalam Turnamen Tenis Meja yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Belu Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada Tanggal 11-14 Desember 2017.

Kepala SMP Al-Muhajirin H Muhammad Sadikin mengatakan prestasi tersebut diperoleh saat laga pertandingan yang berlangsung di Gor La Bone Kabupaten Belu. 

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

"Dua orang putri yang meraih piala yakni Maimuna Usman Lemba dan Aviana Emiliana Nona. Mereka bertarung dan bisa meraih piala (dalam pertandingan) selama dua hari," katanya kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (16/12)

Muhammadiyah Asli

Menurutnya pada pertandingan tersebut, kedua siswa berusaha tampil dengan usaha semaksimal mungkin.

Pesantren milik KH Kamali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Belu ini, merupakan satu-satunya pesantren di wilayah perbatasan Pulau Timor. 

Dispora Belu melalui Rene, memberikan motivasi kepada anak didik di pesantren tersebut agar kedepan lebih meraih prestasi lebih baik. (Ajhar Jowe/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli PonPes Muhammadiyah Asli

Sabtu, 12 Agustus 2017

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS

Surabaya, Muhammadiyah Asli. PMII Sepuluh Nopember ITS Surabaya kembali mengadakan kaderisasi awal MAPABA. Sedikitnya 40 peserta siap menjadi kader Aswaja di kampus ITS Surabaya, Sabtu (7/3).

Menurut panitia pelaksana Imam Syafiie Musthofa, Mapaba ini sengaja ditempatkan di pesantren dengan tujuan tabarruk. "Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, dan kami mendapat dukungan pengasuh pondok untuk berjuang mengaswajakan kampus ITS," ujar kader PMII ITS ini, Ahad (8/3).

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh November Lahirkan Kader Pejuang Aswaja di ITS

Kegitan yang berlangsung pada 6-8 Maret 2015 ini dibuka oleh Ketua PMII Surabaya Ahmad Zairuddin. "Kalian harus bangga bisa masuk di ITS. Kalian harus bangga bisa menjadi anggota PMII, organisasi terbesar di Nusantara," ujar Zairuddin.

Muhammadiyah Asli

Pengurus PMII berharap anggota baru terlibat aktif dalam kegiatan PMII yang dilaksanakan Komisariat Sepuluh Nopember maupun Cabang Surabaya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli PonPes, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 29 Juni 2017

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Muhammadiyah Asli mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Muhammadiyah Asli

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

Muhammadiyah Asli

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Mei 2017

Gandeng Banyak Pihak agar IPNU Bisa Semakin Bermanfaat

Jombang, Muhammadiyah Asli. Kongres XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) akan berlangsung di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, tepatnya pada 4 hingga 8 Desember 2015 mendatang. Forum tertinggi tersebut hendaknya dapat memikirkan program prioritas agar keberadaan IPNU semakin dirasakan manfaatnya.

Gandeng Banyak Pihak agar IPNU Bisa Semakin Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Banyak Pihak agar IPNU Bisa Semakin Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Banyak Pihak agar IPNU Bisa Semakin Bermanfaat

"Kalau boleh urun rembuk, kami berharap IPNU sedapat mungkin menggandeng perangkat di NU untuk bersama-sama melakukan pemberdayaan," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Sabtu (14/11). ? Ketua PC Fatayat NU Jombang ini mengingatkan bahwa perangkat yang ada di NU sangat memadai untuk bisa disinergikan dalam melakukan pemberdayaan bagi pelajar dan mahasiswa sekalipun.

Bila IPNU akan melakukan pemberdayaan bagi para calon pegiat media, lanjutnya, ada Lembaga Talif wan Nasyr atau LTN. Demikian pula santri aktivis kitab kuning bisa dihimpun dalam Lembaga Bahtsul Masail atau LBM serta berbagai macam lembaga yang ada di NU.

Muhammadiyah Asli

Para sarjana dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu juga dimiliki NU. Di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau ISNU sudah tersedia para akademisi dan praktisi yang bisa diajak kerjasama dalam berbagai hal. Belum lagi lembaga dan badan otonom di NU yang demikian beragam serta layak untuk diajak berkhidmat untuk pemberdayaan bagi warga dan anggota.

Dengan demikian, fokus yang bisa dilakukan IPNU adalah dengan meluaskan jaringan dan membuka sebanyak mungkin kepengurusan di berbagai sekolah dan kampus. "Agar tidak monoton dan lebih menarik, setiap membuka kepengurusan baru hendaknya dapat diselingi dengan kegiatan yang menggandeng banyak kalangan," ungkap cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

Muhammadiyah Asli

Konsolidasi internal, dalam pandangan Ning Ema dapat dilakukan terbatas kepada para fungsionaris IPNU. "Sedangkan untuk menyapa dan memberikan sentuhan ke-NU-an bagi pelajar dan mahasiswa dapat dilakukan dengan melibatkan sejumlah badan otonom maupun lembaga," usulnya.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini membayangkan kalau hal ini dapat dilakukan secara intensif, maka keberadaan IPNU semakin dirasakan manfaatnya.?

"Sebenarnya banyak yang dapat dilakukan dalam menyebarkan sekaligus mengenalkan IPNU di level sekolah dan kampus asal bisa memanfaatkan ketersediaan sember daya manusia yang ada di jamiyah NU. Khusus untuk kalangan umum, ada baiknya diberikan tambahan wawasan dan keterampilan. Sedangkan bagi para aktivis dan pengurus, bisa dengan pendalaman aspek keorganisasian,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, Anti Hoax, Internasional Muhammadiyah Asli

Selasa, 04 April 2017

Warga Bogor Manaqiban Peringati Haul Gus Dur

Bogor, Muhammadiyah Asli. Warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar kegiatan manaqiban dan tawassulan kubro, guna memperingati haul sewindu KH Abdurrahman Wahid, yang dirangkai dengan haul ke-878 Sultanul Aulia Tuanku Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, dan Haul ke-496 leluhur Bogor, Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Ketua Yayasan At-Tawassuth, Ahmad Fahir, selaku penggagas kegiatan kepada Muhammadiyah Asli di Bogor, Rabu (3/1) mengatakan kegiatan bertajuk Kabupaten Bogor Beramanqib: Menebar Rahmat untuk Kemaslahatan dan Kebangkitan Bangsa diselenggarakan pada Ahad malam, atau menjelang pergantian tahun.

Warga Bogor Manaqiban Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Bogor Manaqiban Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Bogor Manaqiban Peringati Haul Gus Dur

Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Sawah, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, melibatkan 150 orang peserta.

Selain digelar di Kecamatan Kemang, kegiatan serupa juga digagas Yayasan At-Tawassuth di Keramat Leuwikotok, Tarikolot, Desa Pasirjala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

“Haul ini kami gelar berbarengan karena jatuhnya tiga hari berturut-turut, yakni Tuanku Syaikh Abdul Qodir Jailani pada Jumat, Gus Dur pada Sabtu, dan Prabu Siliwangi pada Ahad,” kata Fahir.

Muhammadiyah Asli

Peringatan haul dilakukan dengan tawassul kepada para ulama dan leluhur, pembacaan kitab manaqib Nurul Burhan, dan tausiyah mengenai karamah para wali dan keutamaan berbakti kepada orang tua.

Penyelenggaraan haul Tuanku Syaikh Abdul Qodir, Prabu Siliwangi, dan Gus Dur, merupakan yang kelima kali digagas oleh Yayasan At-Tawassuth.

Pada akhir 2013 dan 2014 kegiatan haul digelar di Pesantren Al-Fatah, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. 

Pada akhir 2015, kegiatan haul dialihkan ke Petilasan Prabu Ragamulya Surya Kenana di Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan perhelatan haul pada akhir 2016 dan 2017 digelar di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

“Kegiatan Kabupaten Bogor Bermanaqib dalam rangka haul Tuan Syaikh Abdul Qodir, Eyang Prabu Siliwangi, dan Gus Dur, diharapkan menjadi inspirasi bagi masyrakat luas untuk meneladani perjuangan para ulama dan sepuh masa silam,” demikian Ahmad Fahir. Red:Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, Anti Hoax, Budaya Muhammadiyah Asli

Sabtu, 01 April 2017

Pemuda Islam dan Komitmen Kebangsaan

Oleh: A Muchlishon Rochmat



Tahun 2011, Survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) mengeluarkan data yang cukup mencengangkan. Disebutkan bahwa 25% siswa dan 21% guru menyatakan bahwa Pancasila sudah tidak relevan lagi. Bahkan, 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dan mendukung untuk mendirikan negara yang berdasarkan syariat Islam di Indonesia.?

Di tahun yang sama, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga merilis sebuah penelitian tentang radikalisme di kampus-kampus besar Indonesia. Di situ disebutkan bahwa ada peningkatan paham radikalisme di universitas-universitas elit Indonesia seperti UGM, UI, IPB, Undip, dan Unair. Tahun 2013, penelitian yang dilakukan oleh Ma’arif Institute juga menunjukkan bahwa meluasnya paham radikal di kampus berdampak pada meningkatnya gerakan untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.?

Pemuda Islam dan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Islam dan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Islam dan Komitmen Kebangsaan

Sementara tahun 2015, Pew Research Center menyebutkan bahwa 4% atau setara dengan 10 juta penduduk Indonesia setuju dan mendukung pandangan dan gerakan yang dilakukan oleh ISIS termasuk diantaranya adalah mendirikan negara khilafah Islam di Indonesia. Ironisnya, mayoritas dari empat persen itu adalah pemuda Islam yang berada dalam usia produktif.

Kalau kita simak pemberitaan yang tersebar di media massa akhir-akhir ini, gerakan-gerakan untuk mendirikan khilafah –seperti pawai, seminar, penerbitan buku, menyebarkan propaganda dengan selebaran di masjid-masjid, dan konferensi nasional bahkan internasional- begitu marak dan masif dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Lagi-lagi mayoritas pelakunya adalah pemuda dan pemudi Islam. ? ?

Muhammadiyah Asli

Meski gerakan-gerakan khilafah tersebut mendapatkan penolakan dan kecaman dari berbagai pihak seperti Banser GP Ansor, kepolisian, pimpinan kampus, pejabat, pimpinan beberapa ormas Islam yang moderat, beberapa pejabat negara, dan masyarakat, namun mereka seolah-olah tidak ‘kapok’ dan tidak berhenti untuk mendengungkan konsep khilafah sampai apa yang mereka cita-citakan itu terwujud.?

Bahkan, mereka menawarkan sistem negara khilafah yang berdasarkan syariat Islam dan menghujat Negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila secara terang-terangan (tanpo tedeng aling-aling). Mereka tidak lagi sembunyi-sembunyi dalam berdakwah sebagaimana yang mereka lakukan pada beberapa tahun yang lalu. Menariknya, pemerintah pun menganggap enteng dan terkesan lamban dalam membendung segala macam aktifitas dan kegiatan yang dilakukan oleh gerakan pengusung khilafah itu. ?



Muhammadiyah Asli



Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Berdasarkan hasil penelitian yang ada, memang masih banyak yang mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila jika dibandingkan dengan mereka yang mendukung khilafah. Tetapi, hasil survei di atas tidak bisa dianggap enteng. Apalagi yang disasar adalah remaja dan pemuda Islam –utamanya yang berada di sekolah dan kampus umum. Saya rasa mereka itu seperti ‘virus’. Sekarang kelihatan kecil, tetapi kalau tidak ditangani dengan serius maka mereka akan menyebar dan mempengaruhi ‘organ masyarakat’ yang lainnya.

Kita tidak bisa terus menerus menunggu ‘datangnya bola’, yakni dengan terus melakukan penolakan atas kegiatan yang mereka gelar di berbagai tempat. Saya yakin, mereka akan terus melakukan propaganda-propaganda, baik ke lapisan atas maupun ke masyarakat tingkat bawah (grassroot). ? ?

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga dan meneguhkan eksistensi Indonesia? Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk meredam gerakan pengusung khilafah. Pertama, ketegasan pemerintah. Di beberapa Negara Islam seperti Arab Saudi, Tunisia, Turki, Libya, Yordanis, Mesir, Syuriah, Malaysia, dan lainnya melarang gerakan pengusung khilafah. Mereka tidak diizinkan masuk dan ‘beranak-pinak’ di negara-negara tersebut.?

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia terlihat tidak memiliki ketegasan dalam melarang gerakan-gerakan khilafah. Mereka seakan-akan dibiarkan tumbuh subur dan menggerogoti pondasi kebangsaan kita.?

Kedua, memasifkan gerakan Islam kebangsaan (nasionalisme). Indonesia dibangun dengan semangat kebangsaan dan keberagamaan. Indonesia ada karena adanya perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa. Sedangkan Pancasila adalah pemersatunya (kalimatun sawa’). Sedangkan Islam -sebagai agama mayoritas- menjadi ruh dan semangat dalam menjalankan pemerintahan, bukan menggantikan Pancasila sebagai konsesi bersama. Kalau seandainya Dasar Negara Indonesia berdasarkan golongan tertentu, maka tentu golongan yang lain tidak akan mau menerimanya.

Harus kita akui, Islam yang berkembang di sebagian sekolah-sekolah dan kampus-kampus kita itu adalah Islam yang normatif dan tidak memiliki dimensi komitmen kebangsaan. Komitmen untuk menjaga keutuhan dan persatuan NKRI. Maka tidak mengherankan jika gerakan-gerakan pengusung khilafah itu tumbuh subur di ‘lorong-lorong’ kampus sebagaimana yang disebutkan oleh LIPI di atas. Lagi-lagi, sasarannya adalah pemuda-pemudi Islam yang sedang studi di kampus-kampus besar itu.

Saya rasa mereka nihil akan Islam kebangsaan karena mereka tidak memahami secara holistik sejarah perkembangan umat Islam di Nusantara ini. Maka dari itu, menjadi tugas kita semua untuk memasifkan gerakan Islam kebangsaan. Yaitu dengan memberikan pemahaman secara intensif kepada mereka tentang wawasan Islam kebangsaan. Islam yang mengedepankan keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Bukan malah mencerai-beraikan dan ‘memonopoli’ bangsa ini. ? ? ?

Walhasil, sembari mendorong pemerintah untuk berlaku tegas kepada kelompok-kelompok pengusung khilafah, kita masifkan dan teguhkan komitmen kebangsaan pemuda-pemudi Islam kita agar mereka tidak tergiur dengan ‘dagangan khilafah’.?









Penulis adalah Wasekjen Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, PonPes, Warta Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 Maret 2017

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU

Jombang, Muhammadiyah Asli. Calon Ketua Umum PBNU KH Asad Ali mengungkapkan kekagumannya kepada salah seorang tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah. Ia menyatakan siap menjadi penggerak NU sebagaimana Mbah Wahab.

Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran buku “KH Abdul Wahab Chasbullah, Hidup dan Perjuangannya,” karya Drs Choirul Anam di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, Senin (3/8) malam.

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU

"10 tahun sebelum NU lahir Mbah Wahab sudah mendirikan Nahdlatul Wathon, atau sekolah kemangsaan. Jauh sebelum Indonesia merdeka beliau sudah berfikir nasionalisme dan kebangsaan yang dijiwai oleh agama Islam," katanya.

Muhammadiyah Asli

As’ad mengatakan, Mbah Wahab adalah sosok penggerak, meski demikian ia tidak mendahului kehendak ulama. “Waktu itu beliau mengusulkan untuk mendirikan NU, tapi Mbah Hasyim mengatakan mau akan istikhoroh dulu. Kiai Wahab pun manut,” katanya

Muhammadiyah Asli

Asad melanjutkan, salah satu peninggalan penting dari Mbah Wahab adalah mars Yahlal Wathon. Tahun 1916 mars ini wajib dinyanyikan sebelum sekolah di Nahdlatul Wathon. "Salah satu syair yang paling penting adalah Wala takun minal hirman, jangan kalian menjadi bangsa terjajah," katanya.

Menurut Asad, setelah mendapat petunjuk dari KH Maimun Zubair, ia meminta para musisi muda NU untuk menggubah lagu Ahlal Wathon seperti yang saat ini populer. "Mars Ahlal Wathon ini kita jadikan lagu wajib setiap kaderisasi PBNU. Lagu ini bisa menggerakkan kita. Apa gunanya berorganisasi kalau tidak bergerak," katanya.

Putra Kiai Wahab Chasbullah, KH Hasib Wahab dalam kesempatan itu menyatakan rasa syukurnya, satu lagi buku tentang Kiai Wahab telah diterbitkan.

"Mbah Wahab mungkin tidak mau ditulis, bahkan tidak mau mendapat gelar pahlawan nasional. Tapi buku semacam ini penting untuk mengenalkan para tokoh sesepuh dan pejuang kepada generasi berikutnya. Buku ini sangat berharga yang akan dikenang sampai nanti," katanya.

Choirul Anam mengatakan, buku KH Wahab Chasbullah: Hidup dan Perjuangannya setebal 400-an halaman itu ditulis saat dirinya dalam kondisi sakit. Beberapa bagian dari isi buku belum selesai dan baru akan dimuat dalam edisi berikutnya.

Dalam kesempatan itu Asad Said Ali meminta ratusan Nahdliyin yang hadir berdoa untuk kesehatannya. "Insyaallah setiap karya baru yang dilahirkan oleh Cak Anam akan menjadi obat bagi para penulisnya," katanya. (A. Khoirul Anam)

Foto: H As’ad Said Ali bersama penulis buku Choirul Anam dan Gus Hasib putra Kiai Wahab Chasbullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, AlaNu Muhammadiyah Asli

Rabu, 25 November 2015

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom

Subang, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat mendesak pemerintah menarik buku-buku mata pelajaran yang memuat unsur radikalisme. Hal tersebut dilakukan setelah ditemukannya buku-buku mata pelajaran Taman Kanak-kanak (TK)/ Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memuat unsur kekerasan dan radikalisme di Kota Depok.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, buku berjudul “Anak Islam Suka Membaca” ini sangat berbahaya jika dipelajari oleh anak usia dini. "Jadi ada semacam pencucuian otak kepada anak-anak usia dini. Karena tingkat pencernaan usia segitu sangat kuat dan hingga besar nanti akan selalu ingat," ujar Asep, Ahad (24/1).

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom

Pihaknya sangat menyayangkan, karena kendati buku TK terbitan Pusaka Amanah Solo itu sudah ditarik peredarannya sejak November 2015, tapi hingga saat ini masih beredar.

Muhammadiyah Asli

"Semestinya buku Anak Islam Suka Membaca sudah tidak beredar lagi, tapi faktanya masih saja disebarkan dan diajarkan di sekolah TK/ PAUD. Untuk itu kami mendesak agar secepatnya ditarik buku-buku tersebut karena dampaknya sangat membahayakan. Dan dari isinya saja, anak TK tidak pantas untuk membacanya,” tuturnya.

Asep menegaskan, dalam buku tersebut, terdapat kalimat “Manhaj Dakwah Salafiyah” alias manhaj Wahabi dalam buku AISM (Anak Islam Suka Membaca), artinya bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat.

"Dalam buku tersebut penulis juga memasukkan aspek ideologi Wahabi seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Oleh karena itu, Asep berharap seluruh wilayah di Tanah Air mewaspadai peredaran buku ini khususnya di kalangan anak-anak yang sedang memasuki pendidikan usia dini (PAUD). "Buku itu tidak hanya bisa ditemukan peredarannya di toko buku, tetapi juga dapat dibeli melalui internet," tuturnya.

Seperti diketahui, buku-buku berbau ajaran kekerasan dan radikalisme ditemukan GP Ansor Cabang Kota Depok di beberapa TK/ PAUD di Kota Depok. Penemuan tersebut berdasarkan adanya laporan orang tua salah satu murid TK yang ada di Depok pada Selasa (19/1/2016) yang lalu.

Pada jilid 2 halaman 28 buku tersebut juga terdapat unsur caci maki. Kemudian pada jilid 3 halaman 5 terdapat kata “di sini ada belati”; halaman 9 terdapat kata “gegana ada dimana”; halaman 18 terdapat kata “rela mati bela agama”; halaman 27 terdapat kalimat “bila agama kita dihina kita tiada rela, lelaki bela agama, wanita bela agama, kita semua bela agama, kita selalu sedia jaga agama kita demi ilahi semata”; halaman 30 terdapat kata “bahaya sabotase”; halaman 45 kalimat “topi baja kena peluru”; halaman 50 kalimat “bazooka dibawa lari”.

Selanjutnya pada jilid 4, halaman 5 terdapat kata “jihad”; halaman 12 terdapat kata “bom”; halaman 15 terdapat kata kafir; halaman 20 terdapat kalimat “berjihad di jalan dakwah”; dan pada halaman 26 terdapat kalimat “hati-hati man haj batil”. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, Nasional, Kyai Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock