Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, Muhammadiyah Asli. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

Muhammadiyah Asli

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Muhammadiyah Asli

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor Muhammadiyah Asli untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mudah untuk mengategorikan orang-orang yang merencanakan pembunuhan keji atas 132 anak sekolah sebagai individu sakit, gila, dan sama sekali tak punya rasa kemanusiaan.

Namun, sayangnya, serangan Taliban Pakistan di sebuah sekolah di Peshawar, Selasa—salah satu tragedi terbesar di negara itu—kemungkinan buah dari analisis biaya-manfaat yang rasional. Intinya, dalam bisnis teror, kekejian menjadi cara yang paling efektif. Demikian laporan yang dilansir oleh Wall Street Journal.

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Setidaknya itulah pelajaran yang dipetik kelompok ekstremis di seluruh dunia dari ketenaran dadakan Daulah Islamiyah alias ISIS di Irak dan Suriah. Organisasi itu memakai video pemenggalan orang dan eksekusi massal tahanan sebagai senjata psikologis yang ampuh.

Muhammadiyah Asli

“Sayangnya, kekerasan seperti ini menghasilkan uang, dukungan, dan rekrutan dari seluruh dunia. Kekejian diproyeksikan sebagai cara untuk menang,” kata Professor Ahmad Moussalli, peneliti spesialis gerakan Islam garis keras di American University of Beirut.

Eskalasi kekejian ini mendorong banyak kelompok ekstremis berlomba-lomba jadi yang paling kejam agar menggegerkan dunia. Apalagi setelah nama ISIS dikenal global dan menuntut semua Muslim mematuhi aturannya.

Boko Haram dari Nigeria—yang menculik lebih dari 270 anak sekolah April lalu dan “menikahkan” mereka ke anggotanya—dihadapkan pada tekanan serupa, saat mereka tetap ingin independen.

Muhammadiyah Asli

Taliban Pakistan sebelumnya tidak pernah secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas sebuah serangan. Misalnya, dalam pengeboman tahun lalu di sebuah gereja di Peshawar yang menewaskan sedikitnya 127 orang. Namun Selasa kemarin, mereka menyombongkan aksinya membunuh massal anak-anak sekolah di Peshawar.

“Ini adalah kontes antara Taliban Pakistan, Boko Haram, dan ISIS—dan sepertinya Taliban Pakistan kali ini berada di puncak liga barbar,” kata Salman Shaikh, direktur Brookings Doha Center di Qatar.

Kekejian ini tentunya tidak hanya dimaksudkan untuk mengesankan pendukung, dan calon pendukung, kelompok jihad. Tujuan serangan mematikan sejak dulu adalah untuk menyebar teror—formula ISIS tahun ini di Irak.

Dengan logika semacam ini, membantai lebih dari 130 anak-anak di Peshawar adalah strategi bisnis yang efektif, ujar Syed Hussain Soherwordi, ahli terorisme internasional di Peshawar University.

“Bagi teroris, targetnya harus [orang-orang] yang sepolos mungkin, demi mengejutkan orang dan untuk membuat orang berpikir hal ini tidak akan terjadi lagi jika permintaan teroris dipenuhi,” kata Soherwordi.

Meski demikian, strategi ini tidak bebas risiko. Di beberapa negara, kemarahan dan kecaman publik justru dapat membawa hasil yang berlawanan. Tentangan dari masyarakat bisa mempermudah aparat menggelar penindakan yang efektif atas teroris.

Bagaimanapun, saat Pakistan berkabung, masih belum diketahui apakah Taliban salah hitung dan apakah pembunuhan massal di Peshawar ini justru merugikan mereka. (mukafi niam) foto: reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Kiai, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak

Solo, Muhammadiyah Asli. Beberapa waktu lalu, diwartakan koleksi kitab-kitab kuno peninggalan jaman Paku Buwono (PB) X yang ada di Perpustakaan Masjid Agung Surakarta rusak akibat dimakan rayap. Sebagian dari kitab tersebut, kemudian dapat diselamatkan dan diperbaiki.

Namun, ternyata hal tersebut bukan menjadi penyelesaian akhir dari masalah ini. Rabu (24/6) lalu, pengurus Masjid Agung Surakarta kembali memeriksa semua koleksinya. Hasilnya, sungguh memprihatinkan, buku bahkan berikut rak buku yang terbuat dari kayu pun telah rusak dimamah rayap.

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak

Takmir Masjid Agung Surakarta, KRT Tafsir Anom Muh. Muhtarom, saat ditemui di lokasi mengatakan kondisi koleksi kitab serta buku yang ada di perpustakaan memang sudah cukup parah dan ada beberapa yang sudah tidak bisa dibaca lagi.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, hal tersebut perlu segera dipikirkan untuk dicari solusinya. “Solusinya itu perlu ada penataan ruangan dan digitalisasi kitab-kitab kuno, ini sekaligus membedakan mana yang rusak dan mana yang tidak,” terang Ketua MWCNU Pasar Kliwon itu.

Lebih lanjut, dikatakan Kiai Muhtarom, terkait penanganan digitalisasi koleksi ini pihaknya akan bekerjasama dengan IAIN Surakarta. Sedangkan untuk perbaikan rak, rencananya akan diganti dengan rak yang terbuat dari alumunium.

Muhammadiyah Asli

Hasil pemeriksaan koleksi pada hari itu, selanjutnya akan dipilah dan diinventarisir, buku mana yang rusak berat tidak bisa dibaca dan mana yang rusak ringan masih bisa dibaca. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Meme Islam, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 23 Januari 2018

Kiai Said: Indonesia Bukan Negara Agama

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menegaskan, Indonesia bukanlah negara yang berlandaskan kepada aturan kelompok tertentu.?

“Indonesia bukan negara Islam, bukan negara Kristen, bukan negara Katolik, bukan negara Hindu, bukan negara Buddha, bukan negara Konghucu,” katanya pada Istigotsah Untuk Jakarta Damai yang digagas PBNU di Jakarta, Jumat (7/4) malam.

Kiai Said: Indonesia Bukan Negara Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Indonesia Bukan Negara Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Indonesia Bukan Negara Agama

Menurutnya, Indonesia ada karena adanya warga negaranya yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. “Itulah Indonesia,” katanya.

Maka dari itu, Kiai Said melarang kepada siapa saja warga Indonesia untuk saling bermusuhan dengan alasan beda agama, budaya, dan suku. “Tidak boleh bermusuhan berdasarkan beda agama, beda suku, beda partai, beda pilihan gubernur,” jelasnya disambut tawa peserta yang hadir.

Kemudian, ia mengatakan, baik pendukung Basuki Tjahaya Purnama maupun pendukung Anies Baswedan bisa damai dan akur. “Saya yakin di sini ada yang Ahok dan ada yang Anies. Tapi akur kan?” gelitiknya.?

Muhammadiyah Asli

Lebih jauh, ia mencontohkan praktik-praktik bernegara sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad ketika membangun Madinah.?

Muhammadiyah Asli

Ia menilai, apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad adalah model bernegara yang ideal karena semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di bawah hukum. Meski mereka beda suku dan agama, selama memiliki visi, misi, dan tujuan bernegara yang sama maka tidak boleh ada permusuhan.?

“Tidak boleh ada kebencian dan permusuhan, kecuali ada yang melanggar hukum,” tegasnya, “Kita ciptakan di Jakarta,” lanjutnya pada istighotsah yang dipimpin oleh Katib Syuriah KH Nurul Yaqin Ishaq. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Kudus, Muhammadiyah Asli. Dalam rangka memperingati hari Ibu dan Maulid Nabi Muhammad SAW PC Fatayat NU kabupaten Kudus menggelar Lomba Anak-anak; Fashion Show dan Baby Dancing di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus, Ahad (28/12) serta Seminar dan pemeriksaan kanker serviks, di Ranting Karang Bener kecamatan Bae, Rabu (31/12).

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Gelar Lomba Anak dan Seminar

Karyati Inayah, Ketua Fatayat NU Cabang Kudus menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk memperingati hari Ibu dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ibu dan anak bagi Karyati perlu direkatkan. Sehingga, kegiatan tidak lepas dari keduanya. “Anak-anak sejak dini harus ditanamkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Muhammadiyah Asli

Ditambahkan perempuan asal desa Karang Malang kecamatan Gebog kabupaten Kudus itu menyintai Nabi bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Fatayat. “Apalagi kegiatan digelar bersamaan dengan libur sekolah,” tambah Karyati kepada Muhammadiyah Asli.

Dengan kegiatan itu anak-anak lanjutnya akan tumbuh keberanian, kreativitas dan pembentukan karakter sejak dini.

Muhammadiyah Asli

Disamping lomba untuk anak-anak PAUD dan RA pihak Fatayat masa khidmah 2012-2017 sudah melaksanakan 3 kali seminar dan pemeriksaan kanker serviks bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

Kegiatan seminar merupakan program bidang kesehatan Fatayat NU Kudus. Melalui kegiatan aktivis Fatayat akan mendapat sosialisasi dan pengarahan. “Harapannya kader Fatayat sejak dini mencegah terjadinya penyakit kanker serviks. Sehingga ibu-ibu muda sehat secara lahiriyahnya,” harapnya. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama akan kembali menggelar ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kali ini, KSM akan digelar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 7-12 Agustus 2017 mendatang. Pada saat yang sama, juga akan diselenggarakan Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah (Aksioma).?

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berharap KSM dan Aksioma bisa menjadi ajang aktualisasi prestasi bidang sains, seni, dan olah raga ? siwa madrasah.?

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Yogyakarta Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah dan Aksioma 2017

“Kompetisi ini dilaksanakan guna memberikan wadah bagi anak didik Madrasah agar mereka memiliki kepercayaan diri dan merasa pantas ikut dalam ajang yang bersifat nasional,” kata Nur Kholis di Jakarta, Senin (17/7).?

“Selain itu juga agar mereka merasa ada kesempatan yang sama dalam berprestasi seperti halnya anak-anak sekolah umum lainnya,” lanjutnya.

Nur Kholis berharap Aksioma dan KSM ? dapat mengembangkan dan membina ? potensi, bakat serta minat siswa madrasah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka yang menang akan mendapat pembinaan dari Direktorat KSKK Madrasah agar dapat berkompetisi di kancah nasional dan internasional,” pungkasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Budaya, Santri Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata

Mekkah, Muhammadiyah Asli. Wakil Amirul Hajj Hasyim Muzadi mengatakan, makna substansi haji harus tetap ibadah bagi perbaikan `intuisi basiroh` (detakan hati yang paling dalam), jangan sampai kehilangan makna apalagi mengarah hanya ke urusan pariwisata.

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)
Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata

"Intuisi basiroh adalah `black box` ibarat dalam pesawat, dan tidak mudah rusak serta terkontaminasi," kata Hasyim saat menyampaikan makna haji secara hakiki menjawab pertanyaan wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Arab Saudi, Kamis.

Fisik memang penting, tapi jangan kegiatan manasik lebih dipentingkan daripada substansi ibadahnya.?

Muhammadiyah Asli

Ada tiga faktor terkait haji, masing-masing niat, bekal, dan intuisi basiroh. Niat, semua jemaah mampu melaksanakannya. Bekal, ujarnya, harus `halal` dalam penyediaan kebutuhan bekal termasuk ongkos naik haji dan makan serta minuman yang dikonsumsi.

Muhammadiyah Asli

Faktor terpenting adalah substansi ibadah yang diharapkan akan berdampak positif bagi perilaku para jemaah haji setelah kembali ke kampung halamannya. Para haji itu diharapkan menjadi hamba Allah yang agamis dan mahluk sosial yang keberadaannya berimbas kebaikan bagi lingkungan keluarga terdekatnya.

"Misalnya, kalau satu tahun 200.000 jemaah haji dan setiap jemaah memiliki lima anggota keluarga terdekat yang terdampak kebaikan, maka satu juta orang setiap tahun berperilaku amanah," ujarnya.

Hasyim menambahkan, pelaku kejahatan koruptor di Indonesia itu relatif tidak banyak, namun dampak yang ditimbulkan lebih dari kejahatan kriminaltas biasa.?

"Penjahat kerah putih itu (white collar crime) memberi dampak negatif lebih dibanding dampak yang diberikan oleh penjahat kerah biru (blue collar crime) yang melakukan kejahatan jalanan," kata Hasyim yang akan menjadi penghotbah wukuf pada ibadah haji tahun ini.?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Pendidikan, Internasional Muhammadiyah Asli

Jumat, 22 Desember 2017

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Mekkah, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara menggelar acara Silaturrahim dan Musyawarah di Rubath Jawa yang terletak di distrik Misfalah, Kota Mekkah, Arab Saudi. Musyawarah antara lain membahas rencana pelaksanaan Konferensi Internasional NU.

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Kegiatan yang digelar Kamis (30/10) malam lalu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan musim haji. Hadir perwakilan PCINU dari berbagai negara, antara lain, Ahmad Fuad Abd Wahab (Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi), Miftakhul Munif (Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan), Landy T. Abdurrahman (Ketua tanfidziyah PCINU Mesir), Muhammad Taqi (PCINU Syiria), La Ressa Beddu Kulasse (PCINU Lebanon), Rifqi Maula (Sekretaris PCINU Maroko dan  juga ketua PPI Maroko).

Silaturrahim ini  juga dihadiri berbagai pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di negara-negara Timur Tengah dan dari Kota Mekkah sendiri. Tampak kader-kader GP Ansor dari Kota Jeddah juga turut menghadiri acara.

Muhammadiyah Asli

Selain menjadi ajang ramah-tamah dan sambung rasa antar pelajar, aktivis dan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama dari berbagai negara, forum  ini juga membahas hasil Konferensi Internasional NU yang telah digelar di Istanbul, Turki (18-19 Mei 2014) tentang optimalisasi Forkor PCINU LN (Forum Koordinasi Pengurus Cabang Istimewa NU Luar Negeri) sebagai wadah diskusi online antar pengurus dan tentang lokasi Konferensi Internasional selanjutnya tahun 2015 yang diusulkan dengan pilihan lokasi, Eropa di Jerman, Timur Tengah di Mesir atau Asia di Jepang.

Muhammadiyah Asli

Dengan berbagai pertimbangan terutama visa sebagai syarat utama masuk negara lain. Forum musyawarah merekomendasikan lokasi Konferensi Internasional PCINU Luar Negeri yang rencananya akan digelar di medio antara Mei atau Juni tahun 2015 untuk digelar di Jepang.

Yang tak kalah penting, menyikapi berbagai gerakan radikal yang mewabah di negara-negara timur tengah dan upaya mengcounter paham-paham radikal untuk tidak berkembang luas. dalam forum ini, PCINU Mesir mengemukakan pembuatan Jurnal Ilmiah dengan topik Deradikalisasi Agama yang ditulis dengan tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Pengurus yang hadir dan berkompeten dalam masalah ini bersedia akan menyumbangkan karya ilmiahnya. Dalam hal ini, PCINU Mesir menyatakan kesanggupan untuk menjadi penanggung jawab dalam proses terbit dan publikasi.

Usai musyawarah, acara dilanjutkan dengan pemberian ijazah sanad Asmaul-Husna, ijazah sanad Al-Quranul-Karim dan doa penutup oleh Syekh KH Jamhuri Al-Banjari Al-Makky yang merupakan salah satu Ulama Kota Makkah asal Indonesia. (Ridho El-Qudsy/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Ubudiyah, Kajian Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) menilai investasi modal asing masuk ke Indonesia sebagai keniscayaan dari liberalisasi ekonomi namun harus disikapi secara bijaksana dengan tidak mengorbankan kedaulatan negara dan kepentingan masyarakat Indonesia.

Presiden DPP K-Sarbumusi Drs HM Syaiful Bahri? Anshori MP di Jakarta, Rabu (26/8) menegaskan, bahwa Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 16 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mensyaratkan mahir berbahasa Indonesia sudah benar dan sesuai dengan regulasi perundang undangan diatasnya yakni Undang Undang No 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

"Regulasi tersebut merupakan salah satu kebijakan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di negaranya. Karena itu sangat disayangkan ketika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berupaya menghapus klausul dan persyaratan tersebut," kata Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Sukitman Sudjatmiko.

Muhammadiyah Asli

Sukitman menambahkan, selain menabrak aturan dan regulasi di atasnya, juga sangat tidak arif dan berpihak kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Atas dasar pertimbangan dan situasi tersebut, DPP K-SARBUMUSI menyatakan sikap sebagai berikut :

Muhammadiyah Asli

Menolak dengan tegas wacana Presiden Republik Indonesia tentang penghapusan syarat berbahasa Indonesia bagi Tenaga Kerja Asing sebagaimana termaktub dalam Permenaker No.16 Tahun 2015 dan Undang Undang No.24 Tahun 2009. Mengecam dengan keras keberadaan tenaga kerja asing asal China yang membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Dan menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk segera membuat aturan yang tegas tentang investasi China dengan tidak serta merta membawa tenaga kerja asing asal China. Menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk membenahi kebijakan terkait tenaga kerja asing dan keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Demikian pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia.

"Dan kami menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk terus berjuang melawan segala bentuk regulasi yang tidak berpihak kepada buruh dan masyarakat Indonesia dan berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," kata Sukitman. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Doa, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022 dilantik dan dikukuhkan di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Ahad (19/3).

Ketua JATMAN DKI KH Wahfiudin Sakam menjelaskan, kehadiran tarekat dan JATMAN sangat strategis di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai krisis dan banyaknya persoalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, JATMAN dituntut untuk terjun langsung di masyarakat.

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

“JATMAN dengan tarekat-tarekatnya harus terjun langsung ke dalam masyarakat. Bukan hanya menyembunyikan diri di tempat sunyi,” kata Wahfiudin.

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan untuk meningkatkan peran di masyarakat, dalam kepengurusan kali ini JATMAN DKI Jakarta akan mengutamakan pada empat program, yaitu mainstreaming (pengarusutamaan), kaderisasi, penguatan tarekat center, dan penguatan dakwah melalui teknologi.

Muhammadiyah Asli

“Upaya mainstreaming sangat penting bagi JATMAN. Jangan sampai JATMAN tidak dikenal dan seakan-akan hanya berada di pingggiran. JATMAN DKI Jakarta harus terlibat aktif, misalnya dalam pertemuan yang terkait dengan dakwah, ekonomi umat, problem-problem sosial. Supaya JATMAN bisa masuk ke kancah nasional, bahkan global,” urainya.

Program kedua adalah kaderisasi, terutama di kalangan generasi muda. Tujuannya agar JATMAN juga dikenal oleh anak-anak muda. Kaderisasi juga berguna untuk memantapkan pemahaman generasi muda terhadap tarekat.

Ketiga, lanjut Wahfiudin, JATMAN DKI Jakarta akan memperkuat dan memperbanyak tarekat center. Saat ini terdapat sejumlah tarekat center di DKI Jakarta. Keberadaan tarekat center akan membantu masyarakat yang ingin memperdalam tarekat mengetahui informasi dan pembelajaran yang tepat dari tarekat-tarekat yang ada.

Keempat, pada zaman di mana teknologi informasi dikuasai internet, JATMAN juga didorong untuk menyediakan konten ketarekatan dan ajaran Islam melalui internet. Wahfiudin mengatakan saat ini JATMAN Jakarta tengah merancang kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Desember 2017

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Rembang, Muhammadiyah Asli. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan hajat pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014. Pesan suara berdurasi 3 menit 29 detik itu diunggah di situs youtube.com diiringi lagu "Padamu Negeri".

Pesan diunggah oleh Radio Mataair yang bertajuk “Pesan Gus Mus Untuk Pilpres 9 Juli 2014”. Ini linknya http://www.youtube.com/watch?v=hxhkPqEC3Wk dan berikut ini pesannya:

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Muhammadiyah Asli

Saya Ahmad Mustofa Bisri

Saudara-saudaraku di manapun Anda berada

Muhammadiyah Asli

Marilah kita memilih, mendukung calon presiden dan wakil presiden;

yang kita pilih, yang kita yakini

Namun tidak usahlah kita bersikap berlebih-lebihan

Kita harus ingat bahwa calon-calon itu semuanya adalah putra-putra Indonesia...

Yang mempunyai kepentingan untuk kebaikan Indonesia

Yang mendukung masing-masing adalah saudara kita;

juga orang Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia lima tahun ke depan,

LIMA TAHUN ke depan, bukan sampai hari kiamat

Mari kita dukung pilihan-pilihan kita dengan tetap pikiran yang jernih

sebagai warga negara Indonesia yang menghendaki kebaikan Indonesia

Dengan memohon kepada Allah SWT

Mudah-mudahan Allah meridlai apa yang kita lakukan

Mudah-mudahan dibantu dengan suasana khusu’ Ramadhan,

kita dihindarkan oleh Allah Ta’ala dari perilaku berlebihan

yang tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya

Semoga kita dapat melaksanakan acara rutin pemilihan presiden

dan wakil presiden nanti dengan tertib damai aman

dan kita tetap sebagai saudara apapun nanti yang terjadi

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Ahmad Asmu’i/Anam)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat.?

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam? Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

Muhammadiyah Asli





Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?


“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”

Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.

? Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam? I’anatul Thalibin? menjelaskan:

? ? ? ? ?

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”

Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).

Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban.? Wallahu a’lam.? (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 08 Desember 2017

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat

Banyuwangi, Muhammadiyah Asli. Pelajar NU Banyuwangi berlatih pencak silat di halaman kantor PCNU Banyuwangi, Jumat (26/5) malam. Panitia pelaksana Moh. Setio Aji mengatakan, gelaran ini sebagai upaya agar kesehatan dan kebugaran jasmani maupun rohani pelajar NU terjaga.

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat

"Sekaligus saya menginisiasi ini ? sesuai dengan semboyan Triguna Sakti yaitu "berjiwa sehat, berpikir cerdas dan berprestasi," tutur Aji pada kegiatan bertajuk "Luru Ilmu Silat Bareng-bareng."

Aji juga menambahkan, beberapa manfaat lain berlatih silat di antaranya membangkitkan rasa percaya diri, melatih ketahanan mental, mengembangkan mawas diri yang tinggi, dan membangun sportivitas dan jiwa.

"Tentu juga dengan langkah ini, kader-kader mempunyai sikap kepribadian yang disiplin, tekun, ulet dan kosentrasi," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan tersebut juga sebagai ajang silaturahim anggota dan pengurus sepekan sekali.?

"Saya menilai terobosan ini sangat produktif sekali. Karena pengurus dan anggota membaur menjadi satu dalam menentukan langkah-langkah taktis guna memecahkan berbagai persoalan. Karena kita selalu kumpul dan komunikasi setiap satu pekan sekali," tutur Aji.

Ia berharap dengan latihan terus-menerus menjadi pintu gerbang kaderisasi nonformal dan sekaligus alat pengembangan minat bakat kader-kader Nahdlatul Ulama.

Kegiatan rutin itu dilaksanakan tiap Jumat malam selepas shalat Isya. "Khusus selama bulan ramadhan dilaksanakan selepas shalat tarawih dan tadarus bersama. Jika selain di bulan ramadhan dilaksanakan pada puku 19.00 WIB seusai shalat Isya," tutupnya.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan itu diapresiasi Wakil Ketua 1 bidang organisasi Haris Budi Utomo dan beberapa puluhan kader IPNU IPPNU dari ranting se-kecamatan Banyuwangi. (Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, AlaNu, Aswaja Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 Desember 2017

Amalan Utama di Bulan Muharram

Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Saking mulianya, ia dijuluki dengan syahrullah (bulan Allah). Muharram dikatakan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya. Amalan sunah yang dimaksud ialah puasa. Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadits riwayat Abu Hurairah:

Amalan Utama di Bulan Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Utama di Bulan Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Utama di Bulan Muharram

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ?

Artinya, "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal? Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram.”

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi mengatakan, hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa Muharram. Sementara hadits lain yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lebih banyak berpuasa di bulan Sya’ban, bukan Muharram, dapat dipahami melalui dua tafsiran: pertama, ada kemungkinan Rasulullah SAW baru mengetahui keutamaan puasa Muharram di akhir hayatnya; kedua, Rasulullah SAW mungkin sudah memahami keutamaannya, namun beliau tidak memperbanyak puasa di bulan Muharram dikarenakan udzur, seperti sakit, sedang di perjalanan, dan lain-lain.

Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.”

Memperbanyak puasa di bulan Muharram disunahkan karena ia merupakan pembuka tahun baru. Seyogianya tahun baru dihiasi dengan amal saleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama. Tentu harapannya, di bulan selanjutnya, menjalankan ibadah puasa sunah ini tetap dilakukan dan tidak berhenti sampai akhir bulan Muharram. Selain awal tahun, dalam banyak hadits juga disebutkan bahwa tanggal 10 Muharram dianjurkan untuk berpuasa.

Sebab itu, Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan, “Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah asyhurul hurum (bulan-bulan mulia). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah, Sya’ban, dan puasa ‘Arafah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Quote Muhammadiyah Asli

Jumat, 01 Desember 2017

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Salah satu ulama pejuang perdamaian Afganistan, Fazal Ghani Kakar memuji Nahdlatul Ulama sebagai contoh organisasi keislaman yang sukses menciptakan harmoni bagi warga Indonesia yang majemuk dalam bingkai spirit kebangsaan.

"Saya berharap ini dapat diterapkan di negara-negara lain," kata Fazal Ghani kepada Muhammadiyah Asli selepas mengikuti International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Selasa (12/5).

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Fazal Ghani sendiri mendirikan Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) bersama para ulama setempat. Meski bukan cabang dari NU di Indonesia, NUA yang beranggotakan warga berkebangsaan asli Afganistan memiliki prinsip yang sehaluan dengan warga NU di Indonesia.

Fazal Ghani yang menjadi ketua NUA sejak pertama didirikan menjelaskan, lima prinsip yang menjadi garis perjuangan NUA adalah at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan), al-‘adalah (keadilan), at-tasamuh (toleransi), dan al-musyarakah (berserikat). Ia mencangkok NU ke negaranya lantaran tertarik kepada ormas rintisan para kiai tersebut sebagai sarana mengatasi konflik di sana.

Muhammadiyah Asli

Kelima prinsip tersebut juga disimbolkan dengan lima gambar bintang dalam logo NUA. Kepengurusan NUA kini sudah hadir di 22 provinsi dan

setiap tahun menggelar muktamar untuk mengumpulkan kekuatan dan bermusyawarah terkait problem-problem yang berkembang di Afganistan. “NU Afganistan sedang terus dalam proses perkembangan dan perluasan,”

Muhammadiyah Asli

ujarnya.

Sebagaimana kebanyakan Muslim Sunni di Afganistan, anggota NUA menganut madzhab Hanafi di bidang fiqih. Sebagian mereka juga bergabung di beragam tarekat, seperti Naqsabandi, Chistiyah, Qadiriyah, dan lainnya.

Menurut Fazal, di negerinya belum ada organisasi yang mampu menyeleraskan cinta tanah air (hubbul wathan) dan cinta agama (hubbud din) seperti yang dimiliki Nahdlatul Ulama. “Kami mencintai Indonesia dan penduduk Indonesia. Masyarakat Muslim moderat di negeri yang besar dan indah,” ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Situbondo, Muhammadiyah Asli. Konferensi internasional yang diprakarsai International Conference of Islamic Scholars (ICIS) pekan depan digelar di pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Konferensi bertaraf internasional ini bertujuan meneguhkan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai moderat yang dimiliki Islam.

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Salah seorang panitia KH Misbahussalam mengatakan, konferensi yang berlangsung pada (28-30/3) akan dihadiri perwakilan ulama dari mancanegara termasuk negara-negara Timur Tengah. Antara lain dari mereka adalah Syekh Wahbah Az Zuhaili (Syiria), Ali Jumah (Mesir) Syekh Muhammad Yisif (Mufti Maroko), Syekh Abdul Karim Ad-Dhibaghi, Syekh Hasani Lancene bin Muhammed.

“Sedangkan dari dalam negeri di antaranya KH Qurais Syihab, KH Maruf Amin, KH Tholhah Hasan, dan peserta dari pengasuh pesantren,” ujarnya ? usai mengikuti rapat persiapan di pendopo pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jumat (21/3).

Muhammadiyah Asli

Kiai Misbah menambahkan, konferensi tersebut paling tidak diharapkan dapat menghasilkan putusan untuk memberi masukan dan manfaat terhadap kondisi negara-negara Timur Tengah yang saat ini terus menerus dilanda konflik.

“Ini mungkin merupakan sumbangan pemikiran bagi negara-negara untuk keluar dari konflik yang berlatar belakang sentimen keagamaan,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Sekjen ICIS KH Hasyim Muzadi menuturkan, pesantren asuhan Kiai Azaim itu dipilih untuk memenuhi permintaan almarhum KH Fawaid Syamsul Arifin. Diceritakannya, almarhum ? KHR Achmad Fawaid As’ad pernah mendatangi rumahnya seraya meminta agar dalam satu abad pesantren yang diasuhnya itu ? diselenggarakan pertemuan ulama internasional.

“Pesantren ini sangat bersejarah. Di tempat ini pernah diselenggarakan Muktamar NU 1984 yang mencetuskan nilai-nilai Islam moderat dan Khitthah NU,” tukasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

?

Foto: Dokumentasi ICIS III di Jakarta, 2008

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Internasional, Halaqoh, Kajian Muhammadiyah Asli

Rabu, 15 November 2017

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Bogor, Muhammadiyah Asli

Guna membentengi NKRI dari ancaman paham radikal dan liberal yang kian marak, Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat kembali relasi Islam dan kearifan lokal.

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Sekretaris LBM NU Kabupaten Bogor Ustadz Ahmad Idhofi mengatakan, NKRI bersatu karena budaya. Islam mengakar kuat di Indonesia juga karena budaya. “Islam dapat diterima secara terbuka oleh masyarakat Sunda karena adanya akulturasi. Islam dan budaya Sunda dapat hidup berdampingan,” kata Idhofi di Bogor, Rabu (25/1).

Sebelumnya pada Ahad (22/1), ia menggagas kegiatan “Tawassul dan Napak Tilas Sejarah dan Relasi Islam- Sunda” di Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah, Jalan Karacak KM 03, Kampung Geledug, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Muhammadiyah Asli

Idhofi mengutarakan, penyebaran Islam di tatar Sunda tidak terlepas dari peran Maharaja Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran Prabu Siliwangi, bertahta pada 1482-1521 M. Ia berperan besar dalam proses Islamisasi Bogor maupun tatar Sunda umumnya.

Muhammadiyah Asli

“Semua kerajaan di tatar Sunda dan mayoritas ulama besar Sunda merupakan anak cucu keturunan Prabu Siliwangi,” papar alumnus program S2 Pascasarjana UIKA Bogor ini.

Ketua MWC NU Kecamatan Leuwisadeng Baejuri mengatakan, orang Sunda identik dengan Islam. Ada istilah Islam itu Sunda, Sunda itu Islam. Hal ini berkat perjuangan para ulama dan pemimpin masa silam.

Ahmad Fahir menyampaikan, sejarah perjumpaan Islam dengan Sunda terbilang sangat panjang. Bahkan Islam masuk wilayah Sunda jauh sebelum era Wali Songo pada abad ke-15 dan 16, yang juga dikenal sebagai puncak Islamisasi Nusantara.

“Syaikh Quro mendirikan pesantren pertama di Nusantara sebelum era Wali Songo. Ia memiliki andil besar dalam mengislamkan Prabu Siliwangi dan menjadikan dinastinya di Kerajaan Pajajaran (terutama dari garis isteri Subang Larang Cirebon) dan dari garis Kerajaan Talaga sebagai aktor utama penyebaran Islam tatar Sunda,” kata Fahir.

Wilayah tatar Sunda dimaksud kini masuk dalam sejumlah provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan wilayah barat Jawa Tengah.

Islam diperkirakan telah masuk tatar Sunda sejak awal abad 12, seperti dikisahkan babad Pamijahan, Tasikmalaya. Pada abad 17, seorang ulama besar bernama Syaikh Abdul Muhyi, melakukan napak tilas bertahun-tahun mencari goa safar wadi peninggalan Syaikh Abdul Qodir al-Jailani saat berguru ke Syaikh Sanusi pada abad 12.

“Islam berkembang pesat tatar Sunda karena berdampingan dengan budaya Sunda. Masyarakat menerima Islam secara terbuka, dan tetap melestarikan budaya,” katanya.

Ustadz Zulfiqor, pengurus MUI Kabupaten Bogor menambahkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang relasi Islam-Sunda.

“Banyak sejarah Islam Sunda yang masih misteri dan belum terungkap karena kekurangan literatur. Tugas kita untuk menggalinya, agar dapat memahami sejarah secara utuh,” tutur mantan ketua IPNU Cabang Kabupaten Bogor ini.

Pesantren Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah didirikan KH Supendi pada 1993 dan mengelola SMP, MTs, SMK, MA, dan perguruan tinggi, dengan total santri lebih dari seribu orang.

Kegiatan tersebut menghadirkan aktivis NU dan pegiat budaya Sunda Ahmad Fahir, diikuti 50 orang alumni, mahasiswa, dan guru Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah; utusan MWCNU Kecamatan Leuwiliang, guru SMP Ma’arif NU Cilebut, dan pengurus MUI Kabupaten Bogor. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Halaqoh, Aswaja Muhammadiyah Asli

Selasa, 14 November 2017

Sujud Syukur Syariah

Allah SWT suka betul terhadap mereka yang mau mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya. Kalau sudah suka, Allah SWT tidak segan menganugerahkan apa saja bahkan yang ganjil atau yang tidak masuk akal sekalipun. Tetapi hati-hati, taqarrub asal taqarrub seperti sujud syukur sembarangan bisa-bisa mendatangkan murka Yang Maha Perkasa.

Syekh Sulaiman dalam karyanya Hasyiyatul Bujairimi alal Khotib menyebutkan sebagai berikut.

Sujud Syukur Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujud Syukur Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujud Syukur Syariah

? ? ? ? ?) ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

(Kalau seseorang mendekatkan diri kepada Allah dengan sebuah sujud) atau ruku’ (tanpa sebab)-sebab yang tersebut seperti sujud tilawah, sujud syukur, dan sujud sahwi, (maka haramlah sujudnya) sekalipun sujud itu dilakukan usai sembahyang kelar. Sujud begitu, ruku’ yang dikerjakan secara terpisah dari satu kesatuan rangkaian sembahyang pun demikian. Maka haramlah bertaqarrub dengan itu semua.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa taqarrub dalam konteks ini sujud syukur tidak bisa dilakukan hanya karena dagangan lagi rame, laris manis, usaha lagi maju, pangkat naik, tambah istri lagi. Dengan semua itu, mana boleh secara syariah seseorang langsung turun lalu sujud syukur mencium tanah. Pasalnya nikmat itu semua sudah lazim, tidak bersifat mendadak. Wah bisa habis dong umur kita buat sujud melulu kalau dianjurkan juga sujud syukur atas nikmat yang sudah lazim seperti nikmat iman, nikmat afiyah, dan nikmat lain yang sehari-hari kita terima. Al-khotib dalam Iqna’-nya menyebutkan beberapa sebab sujud syukur.

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sujud syukur tidak masuk di dalam sembahyang. Ibadah ini disunahkan karena datangnya nikmat mendadak, terhindar dari bahaya, melihat orang kena musibah (atau orang cacat), atau orang fasiq yang terang-terangan. Seseorang disunahkan menyatakan sujud syukur di hadapan si fasiq jika tidak menimbulkan mudarat. Tetapi jangan di depan orang yang cacat karena melukai perasaan yang bersangkutan. Pelaksanaan sujud syukur sama saja dengan sujud tilawah.

Perihal sujud syukur berjamaah? Wallahu alam, belum ada keterangannya. Kalau dikerjakan masing-masing tetapi secara beramai-ramai, ini boleh-boleh saja karena sama saja dengan sujud syukur sendiri.

Sujud syukur mengajarkan umat Islam untuk berbesar hati atas nikmat yang ia terima maupun orang lain. Jangan dikira sujud syukur disunahkan kalau hanya kita yang lagi ketiban nikmat. Lalu dada terasa sesak kalau orang lain dapat nikmat. Pasalnya Allah juga mensyariatkan kita sujud syukur saat diri sendiri, tetangga, atau umat Islam pada umumnya menerima nikmat atau terhindar dari musibah. Artinya, sujud syukur mengajarkan agar kita turut gembira lihat orang lain kejatuhan nikmat tidak terduga.

Lagi pula selain lahir, nikmat juga bisa berbentuk batin. Kalau menerima anugerah makrifatullah, ia atau orang lain yang mengerti patut bersujud syukur. Persis dibilang Syekh Sulaiman dalam Hasyiyatul Bujairimi ala Fathil Wahhab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Menurut pendapat mu’tamad, nikmat batin sama saja dengan nikmat lahir tetapi dengan syarat nikmat batin itu benar-benar terjadi.

Syaratnya gampang. Suci di badan, di pakaian, dan di tempat sujud. Perhatikan pula syarat yang diterangkan Hasyiyatul Bujairimi alal Khotib berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syarat sujud syukur ya sama saja dengan sembahyang. Sahnya sujud syukur dii’tibarkan dengan sahnya sujud sembahyang seperti bersuci, menutup aurat, menghadap qiblat, jangan bicara, meletakkan dahi terbuka dengan sedikit tekanan di atas tempat yang tidak ikut bergerak ketika fisiknya bergerak, meletakkan telapak tangan, telapak kaki, lutut, dan syarat sujud lainnya.

Adapun praktiknya, pertama ia harus takbiratul ihrom. Kedua, mengucap takbir turun. Ketiga, turun sujud sambil takbir turun. Keempat, bangun dari sujud lalu diam sejenak sebelum salam. Kelima, salam. Semua dilakukan dengan tuma’ninah.

Bacaannya cukup begini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagaimana kalau sebabnya banyak? Ada ini ada itu, cukup sujud sekali. Hasyiyatul Bujairimi alal Fathil Wahhab menyebutkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sujud syukur dikerjakan kembali seiring datangnya kembali nikmat tak terduga atau terhindar dari bahaya. Kalau sebab-sebab sujud itu datang berbarengan atau salah satu dari semua itu datang berkali-kali misalnya melihat si fasiq atau orang kena musibah, cukup sujud syukur sekali.

Kalau bisa, sujud syukur diiringi dengan sedekah agar sujudnya tidak tampak polos. Sedekah ini sangat dianjurkan. Demikian keterangan Al-Khotib dalam Iqna’.

? ? ? ? ? ? ? ?

Bersamaan dengan sujud syukur, disunahkan bersedekah seperti dikutip dari kitab Al-Majemuk.

Bagaimana kalau alasan untuk sujud syukur ada bahkan beberapa, tetapi keadaan tidak memungkinkan? Tidak perlu memaksakan diri kalau tidak memenuhi syarat. Salah-salah murka Allah turun lantaran sujud sembarangan. Sujud syukur bisa diganti dengan amalan lainnya. Syekh Said bin M Ba’asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?

Artinya, kalau tidak bisa mengerjakan sembahyang tahiyyatul masjid, sujud tilawah, atau sujud syukur, pihak yang bersangkutan cukup membaca sebanyak 4 kali “Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim”. Karena, kedudukan fadhilah bacaan 4 kali itu setara dengan 3 amal di atas (sembahyang tahiyyatul masjid, sujud tilawah, atau sujud syukur).

Yang penting itu kan ridho-Nya, bukan sujud syukur yang kurang syarat dan rukunnya. Bukankah yang kita maksud adalah ridho-Nya? Terlebih lagi kalau bisa sekalian sujud syukur di tempat yang suci, syarat dan rukun terpenuhi. Tentu bukan main ridho Allah Taala kepadanya.? Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Tegal Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat? bulan haram, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.? Rasulullah mencontohkan, saat memasuki bulan Rajab beliau membaca:

? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ

Muhammadiyah Asli

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Selain berdzikir dan berdoa, pada bulan Rajab umat Islam juga dianjurkan untuk puasa sebanyak-banyaknya, sebagaimana juga pada bulan-bulan haram lainnya. Sebutan sebagai bulan haram merujuk sejarah dilarangnya umat Islam mengadakan peperangan pada bulan-bulan itu. Wallâhu alam.

(Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 28 Oktober 2017

Jual Masjid Wakaf Bisa Dipidana

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Menanggapi kabar penjualan suatu masjid wakaf di Cawang, Jakarta Timur, baru-baru ini, Kepala Humas Badan Wakaf Indonesia, Khaerul Huda, menyatakan tindakan menjual tanah wakaf merupakan tindakan pidana. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

“Undang-Undang Wakaf jelas menyebutkan larangan harta wakaf untuk dijual maupun dialihkan kepemilikannya. Bahkan ada ancaman pidana pada Pasal 67,” katanya dalam siaran pers yang diterima Muhammadiyah Asli, Sabtu (27/5).

Jual Masjid Wakaf Bisa Dipidana (Sumber Gambar : Nu Online)
Jual Masjid Wakaf Bisa Dipidana (Sumber Gambar : Nu Online)

Jual Masjid Wakaf Bisa Dipidana

Menurutnya, penjualan harta wakaf bertentangan dengan spirit wakaf itu sendiri, yaitu melestarikan harta wakaf dan menyalurkan manfaatnya. Ia pun mengimbau pihak yang menjual harta wakaf untuk menyadari konsekuensi hukum atas perbuatannya, baik hukum agama maupun hukum positif.

Muhammadiyah Asli

“Pelakunya berdosa kepada Allah dan melanggar hukum negara,” jelas Khaerul.

Khaerul menambahkan, masyarakat bisa saja melaporkan tindakan oknum yang menjual masjid wakaf kepada kepolisian agar ditindak secara hukum. Menurutnya, siapa pun pelaku penjualan harta wakaf bisa dipidanakan, termasuk jika yang menjual adalah wakif sendiri, ahli warisnya, nazhirnya, maupun ahli waris nazhir. “Karena harta yang sudah diwakafkan bukan lagi hak milik perseorangan,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Terhadap kemungkinan bahwa masjid yang dijual belum mempunyai sertifikat wakaf maupun akta ikrar wakaf, Khaerul menjelaskan bahwa wakaf dinyatakan sah apabila sudah diikrarkan sesuai dengan syariah meski belum mempunyai dokumen akta ikrar wakaf (AIW) maupun sertifikat wakaf. Wakaf yang sudah diikrarkan tidak dapat dibatalkan. “Ini bunyi Undang-Undang Wakaf: wakaf sah apabila dilaksanakan menurut syariah,” kata Khaerul.

Ia menambahkan bahwa harta yang sudah diwakafkan bukan lagi menjadi hak milik wakif (orang yang mewakafkan), ahli waris wakif, nazhir (pihak yang menerima amanah harta wakaf dari wakif), maupun ahli waris nazhir. Karena itu, jelas Khaerul, semua pihak tidak bisa mengalihkan hak kepemilikan atas harta wakaf. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Internasional, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock