Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

United For A Just Solution

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Menindaklanjuti permintaan Y.M. Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, Pemerintah RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2016. KTT akan didahului oleh Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi berbagai perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan berarti dan siklus kekerasan baru yang dimulai pada akhir tahun 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir.

United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)
United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)

United For A Just Solution

KTT mengangkat tema "United for a Just Solution" dan merupakan KTT Luar Biasa pertama OKI yang secara khusus membahas isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. KTT bertujuan untuk memperkuat persatuan di kalangan negara anggota OKI dan mencari strategi terobosan untuk memulai kembali proses perdamaian dan menyelesaikan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif yang merupakan isu utama Umat Muslim. Mengingat prospek kemerdekaan Palestina masih jauh, penyelenggaraan KTT ini juga diharapkan dapat menjaga agar isu Palestina tetap berada dalam perhatian masyarakat internasional.

KTT diharapkan dapat menghasilkan sebuah Resolusi yang menegaskan posisi prinsip dan komitmen OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dan Jakarta Declaration yang digagas oleh Indonesia dan memuat langkah-langkah konkret untuk dilakukan oleh para pemimpin dunia Islam guna memajukan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Muhammadiyah Asli

KTT ini merupakan bentuk nyata dari dukungan penuh dan solidaritas Indonesia dan OKI terhadap isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari amanat UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan melaksanakan ketertiban umum berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Muhammadiyah Asli

*Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Humor Islam, Khutbah Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Kudus, Muhammadiyah Asli. Setelah menerima SK pengesahan dari Pimpinan Pusat (PP), pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus langsung bergerak membangun konsolidasi dan menyiapkan pengkaderan. Dalam rapat koordinasi pengurus di Kantor NU Kudus, Sabtu (18/4) kemarin, mereka mempersiapkan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kudus.

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Menurut sekretaris PC GP Ansor Kudus Suparno, program pengkaderan ini merupakan amanat pengurus cabang yang harus dilaksanakan dalam waktu satu tahun ini. Tidak hanya itu, pengkaderan ini adalah program prioritas yang menjadi prasarat akreditasi organisasi yang akan dilakukan Pimpinan Pusat terhadap semua PC GP Ansor.

"Karenanya, masa kepengurusan ini kita upayakan semua PAC sudah melaksanakan PKD Ansor dan Diklatsar Banser. Kita jadwalkan mulai awal Mei ini hingga Agustus," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pada rapat yang dihadiri juga pembina Ansor H Asyrofi Masyito ini, ? Ansor Kudus juga membentuk tim pelatih kaderisasi guna menangani pelaksanaan PKD. Tim kaderisasi ini beranggotakan alumni Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) ? dengan ketua Supriyono.

"Sebelumnya, tim akan dibekali melalui pelatihan instruktur yang rencananya diadakan 26 April di kediaman Ketua Umum PP GP Ansor di Mejobo," terang Suparno.

Muhammadiyah Asli

Sementara dalam pengarahannya, H Asyrofi mengatakan, Ansor memiliki peran sebagai di tengah-tengah dalam membangun kaderisasi NU. Di satu sisi, mempunyai tanggung jawab mengatrol kader IPNU, di sisi lain menyiapkan kaderisasi di tubuh NU.

"Berada di tengah itu memang berat sehingga bila berhasil mencetak kader itu sangat luar biasa. Makanya, Ansor sekarang harus mampu mencetak sejarah membangun kaderisasi Ansor dan NU," tegasnya penuh harap. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Anti Hoax, Nasional Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Pekalongan, Muhammadiyah Asli
Muktamar Ke-10 Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah yang akan berlangsung di Pekalongan 25-30 Maret, akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembukaan akan berlangsung di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu 27 Maret 2005, sedangkan pramuktamar dan muktamar berlangsung di Kota Pekalongan.

Sekretaris I Panitia Daerah, Drs Hasyim Fahmi dalam keterangan pers di Dupan Mal kemarin menjelaskan, muktamar akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama, pramuktamar 25 dan 26 Maret, sedangkan pelaksanaannya 27-30 Maret 2005.

Tahap pramuktamar, akan diisi dengan pawai taaruf oleh organisasi kemasyarakatan dan para pelajar pada 25 Maret. Start dari bunderan Jetayu, kemudian bergerak melalui Jalan Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk, hingga berakhir di Alun-alun Kota Pekalongan.Kemudian (26/3), muktamirin yang sudah hadir mulai pagi hingga malam dipersilakan mendaftar ulang. Malam itu juga, dilanjutkan dengan istighotsah di Masjid Kauman.

Selanjutnya, Minggu pagi Muktamar akan dibuka oleh Presiden di Alun-alun Kajen. Pembukaan dilaksanakan di Kajen, dengan tujuan menghindarkan kemacetan di jalur pantura. Sebab, yang akan hadir dalam pembukaan sangat banyak. Untuk peserta muktamirin dan peninjau saja, diperkirakan mencapai 5.000 orang. Itu belum undangan lain.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan sidang pleno I di Alun-alun Kajen sampai sore. Kemudian, mulai maghrib akan dilanjutkan dengan pleno II di Alun-alun Kota Pekalongan.Menurut rencana, kehadiran Presiden juga akan diikuti 10 menteri. Setelah pembukaan, diadakan dialog menteri dengan muktamirin secara bergantian.

Seminar

Bersamaan dengan itu, kata Fahmi, juga akan diadakan seminar tentang "Reaktualisasi Ajaran Thoriqoh" di STAIN Pekalongan, 28-29 Maret.Tempat muktamar dibagi menjadi empat, yakni di Masjid Jami, Simbang Kulon; pendapa Kota Pekalongan; Dupan Mal; dan Gedung Al Irsyad Jalan Bandung. Penutupan muktamar akan dilakukan Wapres Jusuf Kalla. Untuk keperluan muktamar itu, di perkirakan menghabiskan dana Rp 7 miliar. Hanya, dana itu tidak diwujudkan dalam bentuk uang secara langsung, tetapi sebagian besar berupa bahan. Misalnya, jamiyah dari Jepara sanggup menyediakan hewan sapi secukupnya; sedangkan Solo menyediakan kambing secukupnya. Kemudian, Jabar menyanggupi beras, serta pabrik rokok PT Djarum Kudus akan menyediakan suvenir untuk tas muktamirin.

Sementara itu, untuk penginapan muktamirin, panitia daerah akan menyediakannya di rumah-rumah penduduk di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Sampai saat ini, sudah tercatat 490 rumah yang akan digunakan, dan mampu menampung sekitar 3.500 muktamirin. Jika peserta diperkirakan 5.000, maka pihaknya masih akan menambah lagi agar semuanya bisa ditampung. (kmnu/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Khutbah Muhammadiyah Asli

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Selasa, 26 Desember 2017

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban

Jombang, Muhammadiyah Asli. Setelah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terpilih dan ditetapkan, pimpinan sidang Ahmad Muzaki mengabarkan pesan dari KH A Mustofa Bisri (Gus Mus). Pesan tersebut berisi ketidaksediaan Gus Mus sebagai Rais Aam. Dengan demikian, KH Makruf Amin ditetapkan sebagai pengembannya.

Seperti dekatahui, Gus Mus telah menyampaikan surat tidak bersedia menduduki jabatan sebagai Rais Aam PBNU. Meskipun demikian, sembilan kiai Ahlul Halli wal Aqdi menganggap hal ini sebagai bentuk ketawadhuan seorang kiai yang tidak suka merebut jabatan.

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban (Sumber Gambar : Nu Online)
Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban (Sumber Gambar : Nu Online)

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban

Atas alasan tersebut, 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi menetapkan Gus Mus sebagai Rais Aam dan KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Tapi tetap Gus Mus bersikukuh enggan menerima posisi itu. Maka otomatis Rais Aam PBNU diemban KH Makruf Amin. (Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tokoh, Olahraga, Khutbah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah

Oleh Gatot Arifianto? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Bisakah setiap dari kita menentukan dilahirkan sebagai orang Arab, Jerman, Indonesia atau China? Jika jawaban atas pertanyaan tersebut bisa maka betapa dahsyatnya setiap dari kita. Tapi fakta yang ada, kita tak sedahsyat itu. Ada yang mau tunjuk jari dan mengaku bisa menentukan, memilih sendiri dilahirkan sebagai orang atau bangsa apa? ?

?

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Non-Muslim dan Kisah Enam Orang Buta Meraba Gajah

Pertanyaan tersebut patut diajukan ketika dunia maya gaduh dengan beredarnya foto Kartu Tanda anggota (KTA) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU bernama Lie Tjin Kiong dengan nomor anggota XII-01.26.06.160003.

Muhammadiyah Asli

(Baca: Heboh Hoax Non-Muslim Tionghoa Jadi Anggota Banser)



Banyak ungkapan rasis atas Lie Tjin Kiong, anggota Banser Satkoryon Tandes Surabaya tersebut. Adapula yang menuding Banser bukan hanya untuk orang Islam. Dalam konteks harakah (gerakan), bukan aqidah, pernyataan Banser bukan hanya untuk orang Islam seratus persen benar, karena Banser, sebagaimana tercantum dalam Nawa Prasetya memang juga untuk Indonesia yang beragam.

?

Namun salahnya juga seribu persen. Di mana letak kesalahannya? Ketidaktahuan yang mengingatkan cerita Kisah Enam Orang Buta dan Gajah. Orang buta yang memegang bagian badan mengatakan bahwa gajah itu seperti dinding tebal. Lalu orang buta yang memegang bagian gading meyakini gajah itu bentuknya panjang meruncing dan tajam.

Muhammadiyah Asli

?

Pengenalan terbatas dan tidak utuh mengenai sesuatu atau mengenai seseorang dapat menyesatkan atau membingungkan karena jelas akan memberi informasi salah. Karena itu supaya gamblang, perlu kiranya penjelasan, supaya otak tidak kosong dan berisi.

?

Selain itu, perlu pula menyimak QS 49, Surat Al Hujurat Ayat 6: Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabayyanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin fatushbihuu ala maa faaltum naadimiin(a). Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

?

Untuk diketahui, bahwa untuk menjadi anggota Banser tidak hanya selesai mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). Namun juga harus berbaiat yang diawali dengan:

?

? ? ? ?

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah. Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan Muhammad adalah utusan Allah).

Bukankah Syahadat merupakan keharusan dibaca bagi siapa yang masuk Islam? Syahadat yang dalam bahasa Arab Asy-syah?dah? merupakan asas dan dasar dari lima rukun Islam sekaligus ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.

?

Lantas bagaimana mungkin seseorang yang syahida, telah bersaksi Allah adalah tuhan dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah bukan Muslim? Adakah alasan tepat, bisa diterima akal sehat atas tudingan Banser bukan Islam?

?

Salah jugakah Lie Tjin Kiong karena terlahir sebagai China? Tidak berhakkah pengurus Masjid Cheng Ho, Surabaya, Jawa Timur yang mengikuti Diklatsar Banser pada tahun 2001 itu bersyahadat untuk menjadi muslim?

Penulis Asinfokom Satkornas Banser



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, RMI NU, Khutbah Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem

Semarang, Muhammadiyah Asli. Ratusan pelajar NU se-Jawa Tengah menyatakan sikap penolakannya terhadap gerakan ekstrem asal luar negeri maupun dalam negeri yang mengatasnamakan agama. Mereka secara bersama mendeklarasikan sikap kebangsaannya di gedung PCNU Kota Semarang, Jumat (15/8).

Tampak hadir dalam deklarasi ini pelajar NU perwakilan Pekalongan, Batang, Brebes, Purbalingga, Semarang, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Purworejo, Temanggung, Sragen, kota Semarang, dan pelajar NU di sekitar Semarang.

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jateng Tolak Gerakan Ekstrem

Pengurus IPNU-IPPNU Jateng merasa perlu untuk merespon gerakan radikal yang belakangan ramai di media. Mereka menggelar sarasehan budaya bertema “Menangkal Radikal dengan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan”.

Muhammadiyah Asli

Hadir sebagai narasumber Habib Anis Sholeh Anis Ba’asyin, Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme Jawa Tengah H Najahan Musyafa’, Reltor Unwahasy Nor Ahmad, dan Ketua keluarga alumni Unwahasy Wahid Hasyim Ahmad Sururi.

Muhammadiyah Asli

Ketua IPNU Jateng Amir Musthofa Zuhdi mengatakan, “Salah satu target sasaran dari ideologi atau gerakan ISIS ini adalah generasi muda.”

Sementara Habib Anis memaparkan bagaimana sebenarnya khalifatullah di bumi ini. Dalam sarasehan ini, Najahan memaparkan bagaimana keadaan Indonesia secara geografis dan geopolitik mengapa ideologi seperti ISIS bisa masuk ke NKRI. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada masyarakat umumnya dan warga NU khususnya supaya dalam berpolitik itu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.

“Pinggirkan kepentingan sesaat politik, entah itu Pilkada, Pilpres, atau Pileg. Semuanya merupakan kepentingan sesaat,” kata Kiai Said saat menyampaikan pengantar pada acara Seruan Moral Tujuh Ormas Keagamaan Tentang Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2, di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berpolitik, Kiai Said: Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara

Menurutnya, imbauan tersebut dilatarbelakangi karena sering memanasnya situasi politik di beberapa daerah, khususnya di DKI Jakarta.?

“Sebagai ormas non politik, ormas bukan partai politik, tapi memberi tanggung jawab besar. Menjaga keutuhan, kekuatan, persatuan, dan kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said menegaskan bahwa himbauannya tidak mempunya kepentingan politik apapun.

“Tidak ada kepentingan politik apapun. Kepentingannya Cuma satu, menyelamatkan dan mewujudkan kedamaian di seluruh daerah wilayah republik Indonesia, bukan hanya di Jakarta,” ujarnya.

“Kami tidak punya kepentingan politik. Apalagi pribadi saya, tidak ada kepentingan politik apapun, mau main politik, saya itu nggak bisa,” tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Acara seruan moral tersebut juga diikuti perwakilan dari beberapa organisasi keagamaan, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Nichiren Syosyu Indonesia (NSI) Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Teana, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), dan Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI). (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Daerah, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Orang Marah Yang Dicintai Allah

Suatu hari seorang kaya raya memanggil budaknya. Ia membutuhkan sesuatu. Perutnya berbunyi. Alarm di mana tubuh si orang kaya ini membutuhkan pasokan logistik. Mulutnya bau. Ia lapar. Karna lapar juga menyerang orang kaya. Kekayaannya terikat (muqayyad). Tiada kekayaan absolut (mutlaq). Artinya, orang kaya maupun orang miskin, pejabat maupun jelata, sama-sama faqir.

Memahami perintah sang tuan, si budak membawakan makanan dalam sebuah nampan lebar. Tanpa pikir panjang, ia jalani kewajiban sebagaimana biasanya. Tetapi hari itu yang tanpa mendung apalagi hujan, mengubah nasibnya.

Orang Marah Yang Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Marah Yang Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Marah Yang Dicintai Allah

Di tengah membawa nampan lebar itu, kakinya menabrak bibir permadani tebal. Ia tersandung. Ia jatuh bersama nampan di tangannya. Sajian berupa aneka makanan lezat di atas nampan, berhamburan. Dentuman nampan logam mulia, berdebam datar di atas permadani mewah dan tebal.

Muhammadiyah Asli

Sementara wajah sang tuan merah. Geram. Ia jengkel bukan kepalang. Mengetahui tuannya mendongkol, sang pelayan berdiri tegap setelah membenahi hamburan isi nampan. Lalu terjadilah dialog sebagai berikut.

“Tuanku paduka yang mulia, dengan segenap hormat hamba harap paduka berpegang pada firman Allah SWT,” kata sang budak sedikit gugup memulai permohonan maaf.

Muhammadiyah Asli

Tuannya berkata dengan suara tinggi, “Apa yang pernah Allah firmankan?”

“Dia pernah berfirman...” lalu ia membaca pecahan ayat 134 Surat Ali Imron yang menerangkan sifat orang yang bertakwa. “? ? ” artinya (orang bertakwa ialah ... dan mereka yang menahan amarah).

“Baik, aku tahan marahku,” jawab sang tuan dengan warna wajah kembali normal. Suara masih tinggi.

“Tuanku, Allah juga berfirman, (dan mereka yang memaafkan kesalahan orang lain) ? ? ?”.

“Oke, kumaafkan kesalahanmu,” tanggap sang tuan dengan suara dingin.

“Terima kasih paduka, (Allah mencinta mereka yang berbuat baik) ? ? ?”, tutup sang budak masih gugup.

Semua firman yang dibacanya merupakan kepingan-kepingan ayat 134 pada surat Ali Imron. Setelah itu, dengan wajah semringah sang tuan memerdekakan budaknya. Ia pun membekali budaknya dengan uang sebanyak 1000 dinar.

Dengan menahan marah dan memaafkan kesalahan budaknya dalam bekerja, sang majikan berhak meraih hangatnya cinta dari Allah SWT. Demikian uraian Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi dalam Al-Majalisus Saniyah perihal wasiat Rasulullah SAW berkali-kali kepada seorang sahabat, “La taghdhob!” (jangan marah). Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Khutbah Muhammadiyah Asli

Selasa, 17 Oktober 2017

Apakah Non-Muslim Itu Kafir?

Oleh M. Kholid Syeirazi

Baru-baru ini, seorang netizen dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dan SARA karena menyebut pahlawan nasional non-Muslim sebagai kafir. “Di al-Qur’an, katanya, sebutan kafir untuk yang tidak beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Saya salah ikut al-Qur’an?” Demikian cuitan orang itu. Mengikuti al-Qur’an jelas tidak salah bahkan wajib bagi mukmin dan muslim. Yang salah adalah mengikuti seleranya sendiri memenggal al-Qur’an dan tidak memahaminya secara utuh berdasarkan ilmu.?

Al-Qur’an harus dipahami berdasarkan konteks dan pertalian antarayat (munâsabah), asbâbun nuzûl, penjelasan Nabi, nâsikh-mansûkh, serta memahami uslûb dan karakteristik ayat. Perihaluslûb dan karakteristik ayat al-Qur’an bisa dibaca dalam tulisan saya di link ini sebagai pengantar: Jangan Sembrono dalam Menggali Hukum dan Mencuplik Dalil (Bagian I).

Apakah Non-Muslim Itu Kafir? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Non-Muslim Itu Kafir? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Non-Muslim Itu Kafir?

Memukul rata non-Muslim sebagai kafir yang harus dimusuhi bukan hanya tidak adil dan tidak sejalan dengan al-Qur’an, tetapi juga merusak prinsip negara-kebangsaan yang tidak mendiskriminasi warga negara berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. Nation-state yang telah disepakati sebagai konsensus nasional, menurut saya, adalah ‘illat (faktor) keberlakuan hukum. Pemberlakuan dan pengamalan hukum, termasuk hukum Islam, harus dilakukan dalam kerangka NKRI.?

Dalam NKRI, misalnya, orang tidak bisa menerapkan hukum hudûd? (jilid, rajam, potong tangan, qisas dst) karena tidak diakui dalam hukum positif di Indonesia. Idiom kafir, baik itu dzimmî maupun harbî, juga tidak bisa diterapkan dalam konteks nation-state dan demokrasi. Sebab, dalam negara-bangsa berdasarkan demokrasi, warga-negara tidak dikualifikasi berdasarkan agama, ras, dan golongannya. Kedudukan mereka sama di muka hukum (equal before the law).

Menyebut pahlawan nasional non-Muslim sebagai kafir bukan hanya mengingkari konsensus nasional oleh founding fathers yang mendirikan Indonesia sebagai negara-kebangsaan, bukan negara agama, tetapi juga tidak adil dalam perspektif al-Qur’an itu sendiri. Apakah semua orang yang mengingkari risalah Muhammad disebut kafir?

Muhammadiyah Asli

Apakah mereka harus dihadapi dengan sikap bermusuhan selamanya? Mari kita lihat penjelasannya di dalam al-Qur’an. Untuk alasan teknis, saya akan kutip terjemahannya. Mohon diperiksa langsung teks-nya di dalam al-Qur’ân al-Karîm aslinya. Membaca al-Qur’an, bukan terjemahannya, sudah dinilai ibadah, apalagi memahami maknanya.?

Pertama, yang mengingkari risalah Nabi Muhammad saw terdiri dari beberapa kelompok yang dibeda-bedakan oleh al-Qur’an. Saat risalah Islam didakwahkan, Nabi ditentang dan dimusuhi oleh kafir Quraisy. Dalam banyak kitab tafsir, mereka sering disebut sebagai kuffâru Makkah. Pengikut Yahudi kebanyakan tinggal di Yatsrib, yang kelak namanya diganti Madinah, bersama suku Aus dan Khazraj. Sementara orang-orang Nasrani kebanyakan tinggal di Yaman, beberapa ratus mil dari pusat dakwah Nabi.

Mereka disebut sebagai Ahlul Kitâb. Sebelum Nabi hijrah ke madinah, orang Yahudi sering mengharap kedatangan Nabi untuk menguatkan kedudukan mereka sebagai pemuluk monoteisme melawan bangsa Arab yang pagan. Tetapi, setelah Nabi hijrah ke Madinah, orang Yahudi mengingkari kenabian Muhammad. (Lihat QS. al-Baqarah/2: 89). Mereka kecewa karena Nabi yang ditunggu-tunggu itu, yang tersebut dalam kitab suci mereka, ternyata berasal dari keturunan Arab, bukan dari Bani Israel. Mereka menentang Nabi dan bahkan berkomplot dengan kafir Quraisy memusuhi Nabi. Perhatikan redaksi dalam QS. al-Bayyinah/98: 1 berikut ini:

Muhammadiyah Asli

“Orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.”?

Jika kita gunakan analisis bahasa, dalam ayat itu tersebut kata ‘min’ yang oleh mufasir disebut lit tab’îdz yang artinya sebagian. Jadi, orang kafir itu sebagian berasal dari Ahlul Kitâb. Artinya, tidak semua Ahlul Kitâb itu kafir.?

Kedua, ahli Kitab terdiri dari Yahudi dan Nasrani, demikianpendapat jumhûr ulama. Ada juga yang berpendapat, selain umat Yahudi dan Nasrani, Ahlul Kitâbjuga mencakup pemeluk agama Majusi (penganut ajaran Zarathustra), Hinduisme-Budhisme (penganut ajaran Budha), dan Konfusianisme (penganut ajaran Konfusius). Karena mereka membawa ajaran sebelum Nabi Muhammad, patut diduga mereka adalah para Nabi yang sumber kebenarannya bersifat samawi, karena itu mereka juga termasuk Ahlul Kitâb. Sembelihan dan makanan mereka halal, wanita-wanitanya boleh dinikahi. (Lihat uraian Rasyîd Ridhâ, Tafsîr al-Manâr, Beirut: Dâr al-Ma’rifah, 1993, h. 193). Pendapat ini tidak banyak diikuti.?

Yang disepakati mayoritas, Ahlul Kitâb adalah Yahudi dan Nasrani. Ahlul Kitab tidak sama. Ada yang menolak ajaran Nabi tetapi bersahabat dengan Nabi dan pengikutnya. Ada juga yang menerima ajaran Nabi tetapi menolak dan memusuhi orangnya. Perhatikan ayat berikut ini:

“Mereka itu tidak sama. Di antara Ahlul Kitâb ada golongan yang berlaku lurus. Mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam-malam hari, sedang mereka bersujud” (QS. Ali Imran/3: 113).

Di ayat lain, Allah berfirman yang menegaskan bermacam-macam sifat Ahlul Kitâb yang tidak tunggal:

“Dan sesungguhnya di antara Ahlul Kitâb ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Ali Imran/3: 199)

Orang-orang Yahudi menolak dan mengingkari risalah Nabi bukan karena ajarannya, tetapi orangnya. Ajaran monoteisme Yahudi sama dengan tauhid yang dibawakan Nabi. Yang mereka tolak adalah Nabi yang berasal dari bangsa Arab. Oleh mufasir, al-magdzûb alaihim (orang-orang yang dimurkai) dalam QS. al-Fatihah merujuk kepada orang Yahudi yang dicela karenaarogansi rasial mereka. Al-Qur’anbanyak sekali mengecam Yahudi dengan nada keras.?

Jika Yahudi mengakui ajaran Nabi tetapi menolak orangnya, kaum Nasrani menolak ajaran Nabi tetapi menerima orangnya. Mereka meyakini doktrin Trinitas dan menolak ajaran tauhid Nabi. Tetapi, mereka menyambut umat Islam dengan tangan terbuka, seperti yang dilakukan Negus, penguasa Ethiopia, yang melindungi muhajirin generasi pertama yang dipimpin Ja’far ibn Abi Thalib, sepupu Nabi. Dalam al-Qur’an, sikap orang Nasrani ini banyak dipuji. Meskipun akidah mereka sesat, sehingga al-dlâllîn dalam QS. al-Fatihah oleh mufasir dirujuk ke mereka, tetapi sikap mereka yang bersahabat mendapat pujian al-Qur’an. Perhatikan beberapa ayat berikut ini. Dua ayat bicara soal kesesatan teologi Nasrani, satunya bicara soal sikap mereka yang dipuji.?

“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata, ‘sesungguhnya Allah itu adalah al-Masih ibn Maryam.” (QS. al-Maidah/5: 72)





“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari tiga, padahal tidak ada tuhan yang disembah kecuali Tuhan Yang Maha Esa.” (QS. al-Maidah/5: 73)

“Sungguh akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang musyrik. Dan sungguh akan kamu dapati orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman adalah orang-orang yang berkata, ‘sesungguhnya kami ini orang Nasrani.’ Yang demikian karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, dan juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri” (QS. al-Maidah/5: 82).

Jika kita perhatikan ayat-ayat ini, al-Qur’an mengecam Yahudi dengan nada keraskarena kesombongan dan kedengkiannya terhadap Nabi, meskipun tauhid mereka lurus. Di sisi lain, al-Qur’an mencela teologi Nasrani yang sesat, tetapi memuji sikap sosial mereka yang bersahabat. Nabi diriwayatkan pernah menangis membaca ayat yang berisi dialog antara Allah dan Nabi Isa berikut ini (QS. al-Maidah/5: 116-118):

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahi segala yang gaib.”

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu) ‘sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’ dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.”

“Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”?

Rasulullah bersimpati dengan kaum Nasrani. Meski menolak ajaran Nabi,tetapi mereka tidak memusuhi Nabi dan umatnya sekeras Yahudi. Salah satu wujud simpatinya, Nabi bersedih oleh kekalahan bangsa Romawi Timur yang Nasrani dari bangsa Persia yang Majusi. Perhatikan QS. ar-Rum berikuti ini:

“Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS. ar-Rum/30: 1-5).?

Ketiga, dari poin 1 dan 2 dapat ditarik benang merah bahwa tidak semua Ahlul Kitâb kafir. Di antara Ahlul Kitâb, al-Qur’an lebih lembut terhadap kaum Nasrani yang bersahabat, rendah hati, dan tidak sombong. Terhadap kaum Yahudi, sikap al-Qur’an sangat tegas karena keangkuhan dan permusuhan mereka terhadap Nabi dan umat Islam. Perhatikan ayat berikut ini:

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.” (QS. al-Baqarah/2: 120).?

Redaksi yang digunakan untuk Yahudi adalah ‘lan’ (tidak akan pernah) yang berarti nafi permanen. Sementara redaksi yang digunakan untuk Nasrani adalah ‘wa la’ (tidak pula) yaitu nafi yang lebih terbatas. Sikap Yahudi yang memusuhi Nabi dan sering melanggar kesepakatan menyebabkan disharmoni. Terhadap Ahlul Kitab yang menyerang dan memusuhi Nabi, al-Qur’an melarang berteman akrab dengan mereka, mengangkat mereka sebagai teman setia atau pemimpin. (Lihat QS. al-Maidah/5: 51 dan QS. Ali Imrân/3: 118). Bagaimana jika mereka tidak menyerang dan memusuhi? Sikap al-Qur’an jelas. Perhatikan beberap ayat berikut ini:

“Apabila mereka condong kepada perdamaian, maka condong pulalah kepadanya dan berserah dirilah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Anfal/8: 61).?

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. al- Mumtahanah/60: 8-9).

Al-Qur’an bahkan melarang mengganggu tempat-tempat peribadatan mereka, baik dalam kondisi perang apalagi damai. Perhatikan ayat berikut ini:

“Dan seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Dan Allah akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. al-Hajj/22: 40).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, Indonesia bukan negara Islam. Tidak semua hukum Islam dan idiom Islam dapat digunakan di Indonesia, kecuali yang sudah diserap sebagai hukum positif. Melabelkan idiom kafir untuk warga Indonesia non-Muslim tidak tepat, apalagi kepada pahlawan bangsa yang berjasa memerdekakan negara Indonesia tercinta.?

Idiom itu tidak elok digunakan di ruang publik yang mengakui fakta kebhinekaan dan persamaan di muka hukum. Penggunaan idiom kafir dengan nada permusuhan mengabaikan fakta bahwa al-Qur’an sendiri membedakan non-Muslim berdasarkan akidah dan sikap sosialnya. Terhadap Ahlul Kitab yang bersahabat, al-Qur’an memerintahkan umat Islam berbuat adil dan condong kepada perdamaian. Kerja sama dan perkawanan dengan mereka tidak dilarang, seperti dicontohkan Nabi yang berkawan dengan Negus.

Kedua, idiom kafir dalam al-Qur’an mencakup kaum pagan (orang musyrik penyembah berhala), kaum ateis (mulhid), dan sebagian Ahlul Kitab. Terhadap Ahlul Kitâb, kafir adalah kata sifat untuk mereka yang memusuhi Nabi dan menolak risalah Nabi (Yahudi) dan mereka yang membelokkan ajaran monoteisme menjadi Trinitas (Nasrani). Tidak semua Ahlul Kitâb kafir dalam definisi itu. Sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, sebagian Ahlul Kitâblurus akidahnya, rendah hati, dan bersahabat dengan Nabi dan umat Islam. Terhadap mereka dianjurkan bersikap adil dan diperbolehkan bersahabat. Yang dilarang adalah berkarib dengan mereka yang memusuhi umat Islam dan mengusir dari tanah airnya.?

Ketiga, dari dua Ahlul Kitâb yang disepakati Jumhur, al-Qur’an lebih cenderung menerima kehadiran kaum Nasrani yang bersahabat ketimbang Yahudi yang agresif dan congkak. Al-Qur’an mencela kaum Nasrani karena menyelisihi ajaran monoteisme Ibrahim, tetapi memuji sikap sosial mereka yang rendah hati dan bersahabat. Di sisi lain, al-Qur’an mengutuk Yahudi karena tabiat mereka yang culas, congkak, dan khianat meskipun akidah mereka monoteistis. Semasa hidup Nabi, umat Islam sering bentrok dengan Yahudi karena keculasan mereka, bukan karena akidah mereka.***?

Penulis adalah Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Internasional, Khutbah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 07 Oktober 2017

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Boyolali, Muhammadiyah Asli - Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Budaya, Khutbah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 September 2017

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Inilah antara lain yang membedakan perkemahan di lingkungan Ma’arif  NU dengan perkemahan serupa. Ada adu kemampuan dan wawasan keaswajaan ala NU yang dilakukan secara online.

Tidak semata mengasah diri secara fisik dan kemampuan kepramukaan, para peserta Perkemahan Wirakarya Ma’arif  Nasional (Perwimanas) juga akan diuji pengetahuan dan kedalaman materi keaswajaan ala Nahdlatul Ulama. 

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Ratusan utusan peserta perkemahan akan diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. “Ada sekitar tiga ratus peserta yang akan mengikuti lomba cerdas cermat keaswajaan ini secara online,” kata Sunan Fanani kepada Muhammadiyah Asli (10/6).

Muhammadiyah Asli

Sekretaris PW LP Ma’arif  NU Jawa Timur ini menandaskan pada seleksi awal, setiap Sangga akan mengirimkan utusan untuk beradu kemampuan menjawab sejumlah soal yang telah disediakan panitia. 

“Mereka nantinya akan dikumpulkan di aula madrasah berkapasitas tiga ratus peserta dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak,” tandas dosen Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.

Muhammadiyah Asli

Peserta diwajibkan untuk menjawab setidaknya seratus soal Aswaja yang diselesaikan 120 menit. Namun demikian, para peserta tidak akan dapat saling mencontek lantaran akan mendapatkan soal berbeda. 

“Dengan demikian tidak akan ada kecurangan seperti yang didengar pada pelaksanaan ujian di banyak tempat,” kata mahasiswa program doktor di Unair ini.

Dari tiga ratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, nantinya akan dipilih hanya 36 peserta untuk maju pada babak berikutnya. 

“Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua nantinya juga akan diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal,” katanya.

Dari 36 peserta akan dipilih 6 peserta dari putera maupun puteri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua dan tiga,” katanya.

Diluar itu semua, cerdas cermat ini setidaknya memberikan kesan mendalam sehingga saat pulang ke tempat masing-masing, mereka bisa mendapatkan pemahaman dan kedalaman Aswaja NU.

Demikian juga, sebelum berangkat, peserta Perwimanas disyaratkan mengenal teknologi informasi secara baik. Karena semua soal disampaikan dalam bentuk online dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada di lokasi. 

“Internet, laptop, komputer dan perangkat komunikasi yang lain adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dari seorang pelajar dan aktifis pramuka,” terangnya. “Namun yang harus ditekankan adalah bahwa penguasaan terhadap sejumlah piranti teknologi itu hendaknya dapat dioptimalkan untuk tujuan mulia,” lanjutnya.

“Makna inilah yang akan ditekankan kepada peserta Perwimanas, dengan tetap mendorong mereka untuk menguasai teknologi informasi yang sehat dan bermanfaat,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah Muhammadiyah Asli

Rabu, 30 Agustus 2017

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah (LDNU) Bojonegoro menggelar pelatihan dai di gedung lantai 2 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (25/10). Pelatihan ini diikuti sekitar 108 peserta dari seluruh pengurus MWCNU dan utusan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU).

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadang Radikalisme, LDNU Bojonegoro Latih Para Dai

Ketua LDNU Bojonegoro Mulazim mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para dai dalam berdakwah, terutama turut menjaga diri dari aliran garis keras yang ada. "Pelatihan ini sebagai benteng radikalisasi agama," terangnya.

Menurutnya, sekarang ini banyak aliran-aliran yang tidak sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepanan toleransi dan siap moderat. Kelompok-kelompok tersebut hadir dengan senantiasa menggembosi praktik-praktik keagamaan di kalangan warga NU.

Muhammadiyah Asli

Pembinaan bertema “Optimalisasi Peran Dai Nahdlatul Ulama dalam Pemantapan Aswaja” ini? diisi dai dari pengurus cabang yang sudah berpengalaman, serta dihadiri pula utusan dari LDNU Jawa Timur.

Muhammadiyah Asli

"Di masyarakat banyak yang menyudutkan kita. Dianggap amaliyah kita syirik. Kita perlu memiliki dasar dan dalill untuk meng-counter-," sambungnya.

Ditambahkan, selain pelatihan, LDNU Bojonegoro juga mengadakan kegiatan rutin setiap Ahad Kliwon di Masjid Babushofa Bojonegoro.

Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed mengapresiasi kegiatan LDNU yang melatih dai-dai di Kabupaten Bojonegoro. Mereka, katanya, dapat menjadi ujung tombak syiar Ahlussunnah wal Jamaah nantinya.

Apalagi dengan banyaknya tontonan di televisi menjadi contoh, agar ceramah menjadi menarik bagi para masyarakat. "Camarah tidak monoton dan menjadi kreatif, sehingga umat dapat meresapi dan merasakan ceramah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah Muhammadiyah Asli

Selasa, 29 Agustus 2017

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Bandung, Jawa Barat mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (RJMK) sebagai bentuk kontribusi nyata pada peringatan Hari Santri Nasional.

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Bandung Deklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini

Wakil Ketua PC IPNU Kota Bandung, Ahmad Regi Maulana Mengatakan. Perkembangan Teknologi yang semakin pesat, serta arus globalisasi yang semakin cepat dan masif, berdampak besar pada pembangunan ahlak dan karakter dari remaja saat ini. 

Maka PC IPNU Kota Bandung berinisiatif mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini, yang bertujuan untuk membendung arus globalisasi yang semakin merusak ahlak dan karakter remaja saat ini.

"Resolusi Jihad Masa Kini yang kami deklarasikan pada momen Hari Santri, itu sebagai bentuk nyata kepedulian PC IPNU Kota Bandung terhadap generasi muda di zaman sekarang, khususnya remaja di Kota Bandung," ucap Regi, ditemui di Pesantren Darul Maarif Kabupaten Bandung, Ahad (22/10).

Muhammadiyah Asli

Ia pun menambahkan, PC IPNU Kota Bandung sangat prihatin terhadap ahlak dan karakter remaja Kota Bandung saat ini, dan itu menjadi pendorong bagi PC IPNU Kota Bandung untuk mendeklarasikan Resolusi Jihad masa kini.

"Atas dasar keprihatinan kita terhadap kaum remaja saat ini yang mendorong kita mendeklarasikan Resolusi Jihad Masa Kini," sambung Regi.

Ia memaparkan, adapun isi dari RJMK ada tiga poin:

Muhammadiyah Asli

1. Kader IPNU Kota Bandung wajib mengamalkan empat landasan berpikir (tawasuth, tawazun, tasamuh, itidal)

2. Setiap Kader IPNU Kota Bandung harus menjadi suri tauladan bagi lingkungan sekitarnya.

3. Setiap Kader IPNU Kota Bandung harus menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI, dan dapat menangkal arus globalisasi negatif, guna membangun karakter bangsa yang berakhlakul karimah.

"Ada tiga poin penting yang kami deklarasikan hari ini, dan menurut saya isi dari poin-poin RJMK sangat penting untuk kader PC IPNU ataupun remaja yang ada di Kota Bandung," kata Regi. (Ridwan Abdul Malik/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Nasional, Makam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 05 Agustus 2017

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian

Bogor, Muhammadiyah Asli. The Wahid Institute kembali menggelar Sekolah Perdamaian Gus Dur. Kegiatan yang sudah berlangsung 3 tahap ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Rabu-Jumat (18-20/5) lalu di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Peserta di tahap ketiga ini merupakan hasil seleksi dari Sekolah Perdamaian Gus Dur tahap 1 dan 2 yang telah dilaksanakan di tahun lalu.?

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian

Kepala Sekolah Perdamaian Gus Dur tahap ketiga, Gamal berharap bahwa peserta yang telah melalui dua tahapan seleksi ini bisa menjadi kunci dari agen perdamaian di daerah dan wilayah masing-masing yang rentan soal konflik sosial dan keagamaan.?

Di hari pertama, Gamal membekali peserta ? dengan materi rencana peliputan. Dimana peserta ditugasi membuat proposal liputan yang mendalam dan detail termasuk merinci waktu yang dibutuhkan untuk melakukan peliputan di lapangan nantinya. Gamal juga membeberkan tujuan diadakannya kegiatan ini.?

“Sebenarnya Gus Dur School for Peace 3 dan yang sebelumnya itu satu kesatuan, ini tahap terakhir memberikan teori-teori yang dibutuhkan peneliti untuk turun kelapangan nanti,” ujar Gamal. Jadi materi yang diberikan juga berurutan mulai dari mencari data dengan peliputan, konten damai, strategi advokasi damai, hingga meresolusi konflik.?

Muhammadiyah Asli

Dalam materi Creative Fund Raising and Proposal, pemateri lain Taufik Renaldi menekankan pentingnya untuk percaya kepada ide sendiri. “Tidak ada ide yang sia-sia, yang terpenting kepercayaan dari diri kita sendiri bahwa ide kita bagus. Yang sering terjadi adalah ketidakpercayaan kita yang menjadi mental block untuk merealisasikan ide tersebut,” kata Taufik.?

Tak luput pula Taufik menambahkan bahwa yang terpenting dari pengajuan proposal adalah ide yang unik, realistis dan bermanfaat untuk masyarakat atau tidak.

Puncaknya, peserta diberi materi mengenai analisa dinamika konflik oleh Pakar Psikologi Perdamaian UI, Ichsan Malik. Ketika terjun kelapangan sebagai peneliti dan menganalisa suatu konflik peserta diharapkan bisa membangun trust building atau membangun kepercayaan masyarakat kepada mereka. Selain itu, sikap atau positioning peneliti juga penting, yaitu ketika mampu memposisikan diri di tengah masyarakat agar proses penyelesaian masalah di dalam konflik bisa tercapai.?

“Peneliti harus mengacu pada prinsip imparsial, ketika diminta menjadi mediator maka harus melepaskan diri dari kasusnya. Kita melihat kasus sebagai penyakit dan tidak boleh double standard, tidak mencampur berbagai hukum seperti hukum agama, nasional dan internasional, tapi harus dipilih salah satunya,” ujar Ichsan ketika salah seorang peserta bertanya mengenai cara untuk menghindari kecenderungan memihak satu kelompok dalam suatu konflik.?

Muhammadiyah Asli

“Dalam menyelesaikan konflik, bekerja sama dalam kelompok adalah mutlak, jadi tidak ada yang namanya superman, tapi superteam,” pungkasnya. (Dwi Niar Damayanti/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah Muhammadiyah Asli

Senin, 06 Maret 2017

Banser Jember Terlibat Aktif dalam Kerja Bakti Pelebaran Jalan Desa

Jember, Muhammadiyah Asli - Puluhan anggota Banser GP Ansor Jember terlibat dalam kerja bakti pelebaran jalan di Dusun Gumitir Desa Kamal Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Ahad (3/12). Mereka bahu-membahu bersama  sejumlah anggota TNI dan warga setempat untuk memuluskan jalan yang menghubungkan ke Desa Darsono itu.

Jalan ini merupakan akses yang cukup penting bagi lalu lintas warga dua desa yang bersebelahan itu. Semula lebar jalan ini hanya  1,5 meter yang kemudian diperlebar menjadi 3 meter. Sedangkan panjangnya 500 meter, yang berujung pada jembatan pemisah dua desa itu.

Banser Jember Terlibat Aktif dalam Kerja Bakti Pelebaran Jalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jember Terlibat Aktif dalam Kerja Bakti Pelebaran Jalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jember Terlibat Aktif dalam Kerja Bakti Pelebaran Jalan Desa

Menurut Sekretaris GP Ansor Jember  Kholidi Zaini, pihaknya sebenarnya sudah lama ingin memperlebar jalan tersebut lantaran cukup banyak keluhan dari warga Desa Kamal dan Darsono terkait kesulitan jalan itu untuk dilalui kendaraan. Hingga akhirnya, ada momentum kegiatan bersama anggota TNI dan perangkat Desa Kamal.

“Kami masih akan kerja bakti lagi untuk merapikan jalan tersebut, namun masih menunggu koordinasi dengan kades setempat,” katanya kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Ia menambahkan, pihaknya selalu menyiapkan pasukan untuk melaksanakan kegiatan sosial. Kapan saja dibutuhkan, anggota Banser siap meluncur. Dikatakan Kholidi, Banser harus peka terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

Muhammadiyah Asli

“Apa yang bisa kami bantu, ya bantu. Kenapa? Supaya masyarakat merasakan bahwa Banser itu ada,” jelasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 11 Februari 2017

Pesan-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri

Jember, Muhammadiyah Asli



Mesristek Dikti RI, Muhammad Nasir memompa semangat para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember agar terus belajar dengan rajin.?

Pesan-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan-pesan Mesristek Dikti untuk Para Santri

Sebab, dengan belajar yang rajin, kelak akan menjadi orang yang bermanfaat. Bermanfaat yang sebesar-besarnya untuk umat dan kemanusiaan adalah capaian yang paling mulia dan besar.?

"Jadi, intinya adalah bermanfaat dalam posisi apa pun dan di tempat mana pun," ucapnya di hadapan ribuan santri di Masjid Baitunnur, Kompleks Nuris, Rabu (27/9) malam.

Menurut Nasir, soal pekerjaan adalah soal nomor sekian. Namun yang pasti, belajar yang rajin adalah suatu keharusan, bukan hanya karena menginginkan satu pekerjaan, tapi juga karena belajar adalah kewajiban bagi umat Islam.?

"Saya dulu tak pernah membayangkan akan jadi menteri, tapi karena saya belajar, akhirnya saya ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk jadi menteri," ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Ia mengaku bersyukur bisa berada di tengah-tengah santri. Dikatakannya bahwa dunia santri bagi diirinya tak asing lagi. Bahkan pertemuannya dengan santri Nuris tersebut, diakuinya telah mengingatkan memorinya sekitar 40 tahun yang lalu saat dirinya menimba ilmu di sebuah pesantren.?

Muhammadiyah Asli

"Saya dulu juga santri seperti kalian," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga mengetes ingatan para santri tentang bait-bait kitab Alfiyah. Ia lalu bertanya bunyi awal dan akhir bait kitab Alfiyah. Namun semua santri pada terdiam. Hingga Nasirlah yang yang melafalkan beberapa bait di awal kitab Alfiyah.?

"Waktu saya nyantri, saya disuruh menghafalkan kitab Imrithy dan Alfiyah," jelasnya. (aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Khutbah Muhammadiyah Asli

Minggu, 08 Januari 2017

Nusron Wahid: Jihad Terbesar adalah Melawan Nafsu Korupsi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Bagi Ketua PBNU Nusron Wahid, hikmah puasa yang paling besar dan nyata bagi bangsa Indonesia, manakala setelah Ramadhan sudah tidak ada lagi korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan kesewenangan.

"Perintah spiritual dalam puasa adalah menahan hawa nafsu. Jihad paling akbar juga perang melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang paling nyata di depan mata dan menjadi realitas publik adalah korupsi, manipulasi, kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok," ucap Ketua PBNU Nusron Wahid dalam khutbah Idul Fitri di Kantor KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Rabu (6/7/2016) seperti dikutip dari laman liputan6.com.

Nusron Wahid: Jihad Terbesar adalah Melawan Nafsu Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: Jihad Terbesar adalah Melawan Nafsu Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: Jihad Terbesar adalah Melawan Nafsu Korupsi

Salat Idul Fitri di KBRI Kuala Lumpur dihadiri sekitar 3.000-an TKI dan WNI lainnya, selain dihadiri Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno.

Nusron menyatakan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan yang batil, menurut Imam Ghozali, merupakan manifestasi dan implementasi sifat bahimah (kehewanan), syabuiyyah (kebuasaan), dan syaitoniyyah (kesetanan).

"Koruptor itu sifatnya dengan hewan, makan sebanyak-banyaknya untuk bersenang-senang, memangsa hak orang lain dan dilakukan penuh dengan rekayasa dan tipu daya yang sering dilakukan setan," kata Nusron.

Muhammadiyah Asli

Ketiga sifat yang menjerumuskan ini, menurut dia, hanya bisa dilawan dengan puasa Ramadhan yang menjadi manifestasi dari sifat malakkiyyah yang harus dioptimalkan dalam diri manusia.

"Kalau puasa Ramadhannya sukses, berarti mampu membunuh hawa nafsu, dan korupsi akan sirna digembleng melalui amaliah sholeh di bulan Ramadhan," ucap Nusron.

Namun, menurut dia, puasa Ramadhan masih penuh simbolik, masih sekadar ibadah formalistik, tanpa proses kontempelasi. Buka puasa, tarawih dan qiyamul lail marak di kantor-kantor pemerintahan dan rumah-rumah pejabat hampir tiap malam Ramadhan.

"Itu merupakan hal baik. Sayangnya korupsi dan penyalahgunaan juga masih marak dan lancar dilaksanakan. Seakan puasa dan ibadah Ramadhan adalah one thing, sementara korupsi adalah another thing. Ini yang harus diubah oleh bangsa Indonesia pasca-Ramadhan tahun ini," ujar dia.

Muhammadiyah Asli

Nusron mengajak agar Idul Fitri dijadikan momentum amnesti (pengampunan) atas dosa dan perilaku sosial manusia Indonesia, agar kembali fitri, suci, merdeka, tanpa dosa seperti ketika bangsa ini baru lahir dan merdeka.

"Amnesti Syawal ini tanpa tarif dan tebusan seperti tax amnesty. Tapi cukup dengan declare dan pengakuan, penyesalan untuk tidak mengulangi kesalahan ritual maupun sosial kita," tutup Nusron. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Khutbah Muhammadiyah Asli

Selasa, 03 Januari 2017

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Padang, Muhammadiyah Asli. Pelaksanaan badal (pengganti) haji boleh dilakukan baik untuk orang yang sudah meninggal dunia maupun yang masih hidup namun tak mampu lagi melaksanakan haji ke Mekkah. Ketidakmampuan tersebut terutama disebabkan faktor usia yang sudah lanjut dan kesehatan yang tidak lagi memungkinkan.?

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Sumbar: Badal Haji Dibolehkan

Demikian antara lain ? terungkap pada acara Bahtsul Masail Diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Sumatera Barat, Rabu (8/8) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang.

Tampil sebagai narasumber Wakil Ketua PWNU Sumbar DR. Syafruddin, dengan moderator Sekretaris PW LBMNU DR. Firdaus, M.Ag. ? Hadir Rais Syuriah PW NU Sumbar Prof. DR. Asasriwarni,MH, Ketua Tanfidziyah Ir.H.A.Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Sumbar Prof.DR. Makmur Syarif, pengurus PWNU Sumbar lainnya, Muslimat NU, IPPNU dan lembaga di lingkungan PWNU Sumbar.

Muhammadiyah Asli

Menurut ? Syafruddin, pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima memang tak banyak menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena ibadah haji memiliki nash yang jelas.?

Muhammadiyah Asli

“Yang dimaksud sebagai badal haji, adalah pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan seseorang, tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain. Apakah dalam kategori menggantikan atau menghadiahkan pahala ibadah haji kepada orang lain selain dirinya,” kata Syafruddin yang juga Pembantu Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Sementara itu, Ketua LBMNU Sumbar ? Makmur Syarif ? menambahkan, syarat badal haji haruslah orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Soal beda jenis kelamin yang membadalkan haji dengan yang dibadalkan haji tidak masalah. Karena tidak ada dalil yang ditemukan, bahwa laki-laki harus membadalkan haji laki-laki dan perempuan harus pula membadalkan haji perempuan.?

“Dengan demikian, seorang anak laki-laki boleh saja membadalkan haji ibunya atau anak perempuan membadalkan haji ayahnya,” kata Makmur Syarif yang juga Rektor IAIN Imam Bonjol Padang.?

Menanggapi pertanyaan siapa urutan yang utama membadalkan haji seorang ibu/ayah, menurut Makmur Syarif, tidak ada dalil yang tegas mengatakan urutannya. Apakah anak tertua, laki-laki, perempuan, atau siapa. Yang jelas, mereka yang membadalkan haji harus terlebih dahulu sudah haji pula.

Bahtsul Masail yang berlangsung jelang berbuka tersebut, dilanjutkan berbuka bersama yang dihadiri kurang lebih 75 orang. “Kegiatan bahtsul masail ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan membahas berbagai topik yang berkaitan dengan ? pemahaman ajaran Islam. Terutama ditinjau dari pemahaman Islam Ahlussunnah Waljamaah sebagai rujukan keyakinan beribadah,” tambah Firdaus. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Doa, Lomba Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 September 2016

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Surabaya, Muhammadiyah Asli
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Kacung Maridjan MA, berpendapat kunci konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada di tangan para kiai atau ulama.

"Kuncinya terletak pada kiai, apakah para kiai itu membuka diri atau merasa menang sendiri," kata kandidat doktor di Australian National University (ANU) itu di Surabaya, Senin.

Menurut pengamat NU itu, jika para kiai membuka diri tentu akan mengembalikan penyelesaian persoalan kepada tradisi atau kultur NU yakni para kiai melakukan silaturrahmi antar kiai dari kedua pihak.

"Tapi, kalau merasa menang sendiri, maka para kiai dapat saja memakai alasan hukum saat pertama kali ada konflik dan setelah kalah secara hukum di pengadilan maka dapat mencari alasan moral, dan seterusnya," katanya.

Dosen Fisip Unair Surabaya itu menilai konflik di tubuh partai yang kelahirannya dibidani PBNU itu sebenarnya dipicu dari konflik elit partai di Jakarta, bukan konflik kiai.

Namun, katanya, para elit PKB telah menyeret para kiai berpengaruh untuk masuk ke dalam pusaran konflik dan hal itu tak disadari para kiai yang sebenarnya tak terlalu politis itu.

"Para kiai itu sebenarnya hanya dijadikan semacam ’cantolan’ yang dibawa-bawa para elit partai. Seharusnya, para kiai itu tak ikut-ikut, tapi justru menjadi ’jembatan’ antar elit yang konflik," katanya.

Ia menyatakan terseretnya sejumlah nama kiai berpengaruh ke dalam pusaran konflik politik itu bukan tanpa dampak, karena dampak yang akan terlihat adalah menurunnya kepercayaan masyarakat atau kredibilitas kiai.

"Sebagai panutan umat, para kiai seharusnya mempu menyelesaikan konflik secara cantik sesuai kultur NU yang suka bersilaturrahmi, meski nama dan kebesarannya yang jadi pertaruhan," katanya.

Oleh karena itu, sebelum ada putusan MA diharapkan agar para kiai dari kedua pihak menjalin silaturrahmi untuk membuat komitmen dan konsesi-konsesi atas keputusan MA.

"Tanpa peran kiai seperti itu, saya kira konflik di PKB tidak akan selesai, terbukti mereka yang sebelumnya berjanji akan menerima apa pun keputusan pengadilan ’kan nggak menerima, karena komitmen bersama dan konsensi belum dibuat," katanya.

Senada dengan itu, pengamat politik Unair Surabaya lainnya Muhammad Asfar MSi menilai kompetisi pemilihan presiden pada tahun lalu berpengaruh pada konflik PKB kali ini.

"Konflik itu bukan hanya konflik politik, tapi juga konflik hubungan personal, sebab ada kiai yang merasa tak dihargai dan tak dihormati. Artinya, ada kepentingan politik beberapa kiai, selain dukungan kepada Alwi," katanya.

Oleh karena itu, islah akan sangat susah jika MA belum membuat keputusan final. "Menurut saya, para kiai itu sangat mudah dikompromi, karena sebetulnya mereka tak pernah melakukan aksi," katanya.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Kamis, 03 September 2015

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12) malam, di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Di hadapan Presiden Joko Widodo, para tokoh, dan ribuan jamaah, putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menegaskan bahwa haul bukanlah momen bersuka riya dan puja-puji. Seperti dalam tradisi Nahdlatul Ulama, katanya, haul adalah momen untuk memanjatkan doa, serta silaturahim dan peningkatan kohesifitas sosial.

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Haul Bukan Momen Puja-puji

Alissa juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai kalangan atas penghormatan yang tinggi terhadap Gus Dur yang memang ia sadari bukan hanya milik keluarga namun juga bangsa Indonesia secara umum. Itulah yang membuat keluarganya salalu merasa Gus Dur masih ada di tengah-tengah mereka.

Muhammadiyah Asli

Selanjutnya ia mengingatkan pesan-pesan presiden ke-4 itu. Menurutnya, Gus Dur adalah figur yang meneladani misi yang dibawa Nabi Muhammad sebagai penebar kasih sayang bagi seluruh alam. Hal ini tercermin dari pikiran-pikiran dan tindakan-tindakannya yang begitu menghargai perbedaan.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan. Yang beda jangan disama-samakan," katanya mengutip pernyataan Gus Dur.

Muhammadiyah Asli

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini juga mengungkap semangat kebangsaan Gus Dur yang ditemukan pula dalam pemikiran KH Achmad Shiddiq tentang trilogi ukhuwah (persaudaraan), yakni ukhuwah islamiyah (keislaman), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (kemanusiaan).

"Jika bicara Indonesia harus bicara umat Islam. Jika bicara Islam di Indonesia juga harus bicara keindonesiaan," tutur Alissa.

Tampak hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock