Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Paciran, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-89 yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur ? beserta Banomnya yang dikemas dalam even Harlah NU Manunggal VI Tahun 2012 berlangsung meriah.?

Kegiatan yang digelar selama sebulan penuh tersebut dimulai pada tanggal 24 Mei - 9 Juni 2012. Beberapa kegiatannya yaitu bahtsul masail, lomba hifdzut tahlil, ziarah makam auliya’ dan tokoh NU Paciran, lomba cerdas cermat Aswaja, seminar Aswaja, upacara Harlah NU, malam tasyakuran Harlah NU, pengobatan gratis, lomba dziba’iyah, jalan sehat, lomba da’i, pameran & bazar, dan pentas seni.

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Dalam bahtsul masail dibahas permasahalan rentenir dan koperasi, setelah didiskusikan maka fatwa mengenai kedua hal tersebut disosialisasikan kepada nahdliyin Paciran. Pada kegiatan ziarah makam auliya’ dan tokoh NU diikuti 20 rombongan mobil para pengurus NU dan Banomnya berziarah ke makam KH Nur Salim, KH Ashuri Syarqowi, Sunan Sendang, KH Baqir Adelan, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq. Acara ziarah diisi tahlilan dan doa bersama.?

Muhammadiyah Asli

Tanggal 6 Juni 2012 bertepatan 16 Rajab 1433 H yang merupakan hari lahir ke-89 NU digelar upacara di lapangan desa Tunggul yang diikuti ratusan peserta dari unsur Banom dan Pelajar NU se-Kecamatan Paciran.?

Muhammadiyah Asli

Dalam amanatnya H Khoirul Anwar, ketua tanfidziyah NU MWC Paciran menyampaikan bahwa NU suka akan kedamaian dan anti kekerasan. Hal itu seakan menjawab kasus penyerangan Kantor NU Ranting di Tulungagung oleh puluhan oknum pendekar silat sehingga melukai ? dua personel Banser NU setempat yang terjadi beberapa hari yang lalu.?

Meski sebelumnya sempat gerimis namun saat upacara digelar cuaca sangat terik sehingga beberapa peserta pelajar putri sempat dilarikan ke klinik karena pingsan. Upacara dipungkasi dengan atraksi apik group drumband remaja masjid R. Noer Rohmat Sendangduwur. Sehingga para undangan dan peserta upacara tidak beranjak dari lokasi kegiatan sampai pertunjukkan usai.?

Sementara itu, pada malam tasyakuran harlah KH Salim Azhar, Rais Syuriyah NU MWC Paciran bertutur tentang sejarah kelahiran NU versi penuturan guru dari tokoh yang juga Ketua MUI Kecamatan Paciran itu.?

Hadir dalam acara itu Camat Paciran dan Danramil Paciran ditengah undangan para Nahdliyin di Aula Kantor NU MWC Paciran yang baru. Acara ditutup dengan makan bersama nasi ambeng dalam nampan sehingga para pejabat muspika, Pengurus NU, dan para undangan terlihat guyup menikmati suguhan sederhana itu.

Dua hari pasca upacara, panitia menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar tiga ribu Nahdliyin kecamatan Paciran dari unsur Banom dan Pelajar NU. Massa menyemut di halaman kantor NU setempat sebagai titik start dan finish di lapangan desa Tunggul dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Acara jalan sehat diakhiri dengan pengundian doorprize yang disponsori salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Para peserta sangat antusias dan harap-harap cemas menunggu nomor undiannya beruntung. Hadiah utama berupa pesawat televisi akhirnya dimenangkan oleh salah seorang ibu Muslimat NU asal desa Banjaranyar.

Sebagai puncak acara diadakan malam pentas seni dan pembagian hadiah (9/6) bagi para pemenang lomba yang digelar sebelumnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Sejarah, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra

Cirebon, Muhammadiyah Asli 

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon menggelar Kemah Sastra selama dua hari (23-24/12) di Gedung Darma Bangsa Pabedilan, Cirebon, dengan diikuti 120 pelajar dari wilayah Cirebon Timur. 

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra

Kemah Sastra ini diisi dengan beberapa kegiatan, seperti workshop, menulis cerpen, puisi, pentas seni, dan diskusi budaya dengan menghadirkan para seniman dan pegiat sastra Cirebon, seperti Vokalis Setia Band Charly, Cerpenis Asep Saeful Anwar, Penyair Muda Cirebon Sobih Adnan, Cepi Oi, Neneng Alfiah, dan lain-lain. 

Ketua Pelaksana Jamaluddin mengatakan, diadakannya kemah sastra ini untuk mengenalkan sastra kepada para pelajar dan diharapkan para pecinta sastra kembali bersemangat.

Menurutnya, jika semangat kembali tumbuh, maka Cirebon Timur bisa menjadi wadah bagi para pegiat sastra.

Muhammadiyah Asli

Senada dengan Ketua Pelaksana, Ketua PAC IPNU Pabedilan Cahyo menilai positif kegiatan ini. Menurut Cahyo, selain mengisi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat, kemah sastra ini juga menjadi ajang transfer dunia sastra dari para pegiat sastra kepada pelajar. 

Menurutnya, kegiatan sastra ini akan ada tindak lanjut dengan membuat sebuah forum untuk para pecinta sastra. (Izzi Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Sejarah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Februari 2018

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pada tingkat global, saat ini agama yang mengalami pertumbuhan paling cepat adalah agama Islam. Namun disisi lain, perkembangan yang cepat tersebut telah menyebabkan terjadinya shock pada umat Islam. Dalam menghadapi situasi baru ini, perlu pendekatan dakwah baru yang lebih cocok.

Demikian diungkapkan oleh Khatib Aam PBNU Prof. Dr. Nasaruddin Umar  dalam acara workshop Revitalisasi Peran NU sebagai Gerakan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamiin di Wisma Haji Jakarta, Senin.

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru

Secara teologis, umat Islam Indonesia yang dalam sejarahnya banyak menggunakan pendekatan jabariah atau percaya pada takdir kini dihadapkan pada pandangan muktazilah yang sangat rasional. “Saat ini muballigh mana yang diikuti di TV, banyak umat yang kebingungan,” paparnya.

Pengamalan agama yang dulunya sangat berorientasi pada fikih juga mengalami perubahan. Kini banyak orang yang lebih mengikuti pendekatan spiritualisme atau yang penting bertuhan, tak perlu agama atau agama apa saja sama serta ajaran semacamnya.

Agama kini juga bukan lagi pengatur segalanya. Jika zaman dahulu semua hal diatur oleh ajaran agama atau religiousness. Kini pendekatannya berubah menjadi religious mindedness. Orang memiliki kebebasan dan peran agama menjadi sangat berkurang.

Jika pada zaman dahulu orang sangat berorientasi pada teks al Qur’an, kini masyarakat mulai berfikir ke arah konteks. Pendekatan hermenetika berkembang untuk memaknai kitab suci. “NU menolak hermenetika karena kalau salah dalam menafsirkannya bisa berbahaya,” tandasnya.

Muhammadiyah Asli

Menurut Nasaruddin, jika semua ajaran agama dimaknai secara sembarangan nantinya akan kehilangan warna asli Islam. “Rasionalisasi yang berlebihan juga akan menurunkan agama sekedar menjadi ajaran filsafat,” paparnya.

Secara kultural, warga NU juga mengalami shock. Jika dahulu, lebih berorientasi pada elit pesantren, kini terjadi perubahan dengan kecenderungan orientasi pada elit kampus. “Kalau kyai yang ngasih ijasah kan Allah, tapi dalam pekerjaan formal diperlukan mereka yang memiliki ijasah,” tandasnya.

Hal yang sama juga terjadi dalam aspek kepemimpinan. Pada masa lalu, Lingkungan NU bersandar pada kepemimpinan kharismatik. Namun sekarang terjadi perubahan kebutuhan dengan dibutuhkannya para manajer professional.

Muhammadiyah Asli

“Perubahan-perubahan ini harus diantisipasi oleh LDNU. Harus dibuat visi, misi, nilai, dan strategi baru dalam menjalankan dakwahnya agar sesuai dengan konteks zaman,” imbuhnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Makam, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa), Selasa-Kamis, 24-26 Oktober 2017.

Ketua PCNU Indramayu, KH. Juhadi Muhamad, mengatakan dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu, akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi. 

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

“Salah satu keistimewaan STIDKI NU Indramayu ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan. STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama,” ungkap Kiai Juhadi di lokasi kegiatan Kampus STIDKI NU Indramayu yang juga Kantor PCNU Indramayu Jalan Gatot Subroto No. 9 Indramayu, Kamis (26/10). 

Pada tahun pertama perkuliahan digratiskan dengan menggalang kekuatan tokoh NU melalui program orangtua asuh atau beasiswa.

Muhammadiyah Asli

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tokoh NU yang telah siap menjadi orang tua asuh bagi para mahasiswa STIDKINU,” tambahnya.

Kiai Juhadi berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut.

“Belajarlah yang tekun dan rajin serta pada saatnya nanti menjadi sarjana, akan benar-benar menjadi sarjana yang siap mengabdi kepada ummat, NU, bangsa dan negara,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Ketua Panitia Propesa, Zamakshari mengapresiasi para calon mahasiswa. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

"Berbagai materi telah kami siapkan dengan mengundang para pakar yang berkompeten untuk menyampaikan pemaparan, diantaranya dari PCNU Indramayu, kiyai dari Pesantren Babakan Cirebon, praktisi perbankan,  wartawan senior di Indramayu,” kata Zamakshari.

Hal itu diharapkan  agar saat aktif menjadi para peserta Propesa memiliki pondasi dasar yang kuat untuk menjadi mahasiswa cinta terhadap almamater, menjadi kader NU yang tangguh serta siap bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain mendengarkan materi dan diskusi, peserta Propesa juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako dan pakaian layak pakai kepada fakir miskin, panti jompo, anak jalanan dan tukang becak. Mereka disebar di berbagai sudut Kota Indramayu.

Hasyim, salah satu peserta mengungkan rasa bangganya karena bukan hanya bisa mengikuti kegiatan Propesa, tetapi juga diajarkan berbagai melalui pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Yang membuat kami terharu, pada saat pembagian sembako ada tukang becak yang sampai memeluk kami dan menangis saking bahagianya mendapatkan santunan tersebut,” ujar Hasyim yang juga wartawan di Indramayu.

Propesa ditutup secara resmi oleh Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu, Jaenal Effendi. Doktor muda jebolan Jerman ini menegaskan, keberadaan STIDKI NU Indramayu harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu umumnya dan warga NU khususnya untuk menempuh pendidikan tinggi. 

“Kami bertekad mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan unggul dengan dukungan para tenaga pengajar atau dosen yang kesemuanya sangat berkompeten. Oleh karena itu kepada para mahasiswa STIDKI NU Indramayu saya berpesan agar meluruskan niat dalam menempuh perkuliahan ini, belajar yang giat dan tekun serta bersama-sama membesarkan STIDKI NU Indramayu,” pungkas tokoh muda NU ini yang juga pengurus LPNU PBNU. 

STIDKI NU Indramayu dibuka sejak 15 Juni 2017 dengan Ijin operasional berupa SK Direktur Pendidikan Islam No. 3333 tahun 2017. Terdapat empat program studi  yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD),  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). (Iin Rohimin/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Kamis, 08 Februari 2018

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk

Klaten, Muhammadiyah Asli. Lembaga Kajian Pemikiran Islam Pesantren Darul Afkar Klaten Jawa Tengah, mengadakan seminar dan dialog publik. Acara tersebut mengambil tema “Menangkal Radikslime dengan Memberdayakan Ekonomi Umat dan Memperkuat Ukhuwah Takmir Masjid”, Sabtu (31/10).

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk

Pada kegiatan tersebut, lembaga yang diasuh oleh Wakil Ketua PCNU Klaten Dr Syamsul Bakri, MAg. mendatangkan tiga pembicara, yaitu Dr Syamsul Bakri, MAg., Dra. Komariyah (Konsultan Koperasi dan UMKM), dan Heri Prasetya (Konsultan Agrobisnis).

Syamsul Bakri menjelaskan mengenai faktor radikalisme dan cara menangkalnya. Ia mengatakan bahwa faktor radikalisme ada banyak, misalkan faktor pemahaman keagamaan yang dangkal, faktor politik, dan juga faktor ekonomi.

Muhammadiyah Asli

“Dengan demikian, cara menangkalnya pun dapat dilakukan dengan mempelajari agama kepada orang yang terpercaya dan ahli dana juga membangun ekonomi rakyat sehingga rakyat tidak mudah terpengaruh ajaran radikal yang banyak memberikan iming-iming,” terang Dosen IAIN Surakarta itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, narasumber lain Heri Prasetya menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat itu tidak sulit. Cukup dengan memetakan potensi masyarakat dan daerah, membangun modal (tidak perlu besar), menganalisis kebutuhan pasar, dan membentuk jaringan yang kuat.

Heri mencontohkan strategi Koperasi Riski Jaya di bawah naungan Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar Klaten yang merintis usaha produksi dan distribusi pakan ternak dan produk-produk pertanian serta peternakan yang lain.

“Melalui cara tersebut, jama’ah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan radikal dan mampu membangun langkah guna memberdayakan ekonomi dan memperkuat ukhuwah takmir masjid sehingga dapat mencerminkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” terang dia.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ceper, beserta lembaga dan banomnya. Berbagai perwakilan takmir masjid dan pondok pesantren di Klaten pun turut hadir dalam acara tersebut.? (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, News Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Genuk, Muhammadiyah Asli. Masyarakat Genuk Semarang merupakan masyarakat pesisir yang rentan dengan persoalan lingkungan seperti banjir yang setiap tahun selalu menjadi langganan dan tentunya kebersihan lingkungkan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat. 

Keprihatinan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta perhatian terhadap masyarakat yang masih kurang, hal inilah yang membuat PAC GP Ansor Genuk mencanangkan Gerakan Toilet Gratis  untuk Masyarakat, Ahad (12/5).

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Bertempat di rumah Bambang warga Genuksari RT 3 RW 3 Semarang, toilet atau jamban ini mulai dibangun dengan gotong royong bersama pemilik rumah dan para penggurus Ansor Genuk. 

Muhammadiyah Asli

Nampak suasana kebersamaan dan guyup rukun dalam kerja bersama tersebut. Rasa kesaamaan inilah yang selalu ditanamkan guna menjalin kebersamaan antara Ansor Genuk dengan Masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Gerakan toilet gratis untuk masyarakat dicanangkan pengurus Ansor sebagai program pokok kegiatan yang berupa pembangunan fisik, selain program non fisik.

“Seluruh dana kegiatan jambanisasi ini dukungan dari donatur dan pengurus  Ansor. Semoga dengan menikmati Jamban yang layak pakai, kehidupan lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih,” tutur Ketua Ansor Genuk M Sodri.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Malam ini, puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).

Pada Harlah tahun ini, berbagai macam kegiatan diselenggarakan untuk meramaikannya: Pameran naskah kuno Islam Nusantara dan Keris, Ngaji Sejarah dan Sinema, Penghargaan 9 Tokoh Pegiat Budaya, Pengumuman Pemenang Kompetisi Film Pendek Hari Santri, Pidato Kebudayaan, Pembacaan Puisi, Tausiyah, dan Pertunjukan Seni.

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU

Menurut Ketua Panitia Masduki Baidlowi, kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan pada Harlah tahun ini sengaja dikemas dalam suatu prosesi yang benuansa budaya. Hal tersebut karena ingin menggiatkan anak muda, terutama yang terkait dengan identitas kebangsaan secara historis.

Itulah sebabnya, lanjut Masduki, pada Harlah tahun ini mengambil tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagaman”.

Muhammadiyah Asli

Tema tersebut juga diambil untuk menguatkan kembali tekad NU agar strategi ? dalam mengembangkan paham keagamaan di Indonesia itu berlandaskan budaya-budaya lokal. ? “Dan itu menjadi komitmen kami,” tegas Masduki.

Karena menurutnya, kondisi terakhir nuansa kegamaan di Indonesia terutama dikalangan muslim cenderung mengabaikan kearifan lokal, menyalahkan orang lain, dan membenarkan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, ke depan diharapkan strategi-strategi dakwah tidak dengan menggunakan cara-cara yang tidak gampang menyalahkan orang, melainkan supaya mengedepankan budaya-budaya lokal, wisdom lokal, sebagai sebuah basis pengembangan-pengembangan keagamaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Sejarah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Fenomena yang terjadi di dunia saat ini, banyak negara-negara Islam yang porak poranda akibat perang saudara, radikalisme, serangan negara asing, maupun konflik lain yang berkepanjangan dan tak kunjung selesai. Sebut saja mulai dari Irak, Mesir, Suriah, Libya, Yaman dan lain sebagainya mengalami penderitaan perang saudara.

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Ironisnya, negara-negara itu merupakan tempat kelahiran atau pernah ditempati para ulama dan waliyullah nan agung seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (Baghdad, Irak) Imam Nawawi (Nawa, Damaskus) dan lainnya.

Lalu apa kaitannya, negara-negara yang porak poranda itu dengan para ulama yang ada di dalamnya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat?

Muhammadiyah Asli

“Saya pernah bertanya kepada Habib Luthfi bin Yahya, mengapa banyak negara-negara yang menghasilkan ulama dan wali besar justru sekarang banyak yang hancur?” kata Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini pada pidato sambutan pembukaan Kongres IPNU-IPPNU, Sabtu (5/12), di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

“Karena mereka yang hidup sudah tidak lagi menghormati yang mati,” tutur Helmy menirukan jawaban dari Habib Luhtfi.

Muhammadiyah Asli

Dipaparkan Helmy, di negara tersebut mulai luntur budaya kirim doa kepada para ulama yang sudah wafat, maupun bertawasul. “Berbeda dengan di Indonesia, di negara ini, ziarah ke makam para wali masih sangat ramai. Masih ada warga NU, yang tawadhu’ kepada para ulama,” ujar dia.

Menurutnya, sikap penghormatan kepada para ulama baik yang masih hidup maupun sudah wafat mungkin menjadi salah satu sebab turunnya rahmat Allah. “Kalau tidak ada NU, mungkin negara ini sudah hancur, tak ada lagi yang kenal Pancasila,” tegas dia.

Pada momen kongres ini, ia juga berharap para kader IPNU-IPPNU senantiasa berkomitmen menjaga NKRI. “Sebagai organisasi pelajar milik NU harus berkomitmen menjaga NKRI jangan sampai dipecah belah oleh pihak tertentu, yang tidak ingin Islam di Indonesia menjadi damai,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor

Oleh Munandar Harits Wicaksono



Dalam perbincangan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai doktrin agama, kita akan disuguhi tiga konsep fundamental. Konsep ini diajarkan Tuhan melalui hadis yang tidak biasa. Ya, dikatakan demikian karena hadis pada umumnya disampaikan melalui proses dialog bersama sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW.? Akan tetapi, hadis yang dimaksud di sini adalah hadis yang disampaikan dengan proses dialog antara Muhammad S.A.W dengan Jibril A.S di hadapan khalayak umum. Inilah yang jarang sekali ditemui.

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor

Konsep yang dimaksud adalah iman, islam dan ihsan. Ketiganya tentu tak asing lagi di benak kita bersama. Mengingat sudah menjadi umum, para penceramah masa kini berbondong-bondong mengutip potongan hadis tersebut agar ceramahnya semakin bernilai. Entah bernilai agama atau harta benda.

Islam sebagaimana maklum, adalah representasi dari kelima rukunnya yang hampir kesemuanya mencakup perbuatan kasat mata. Ucapan kalimat syahadat, misalkan, ia dikerjakan cukup dengan mulut saja tanpa mempertimbangkan bobot hati pengucapnya.

Muhammadiyah Asli

Adapun iman dan ihsan, keduanya merupakan sebuah representasi dari perbuatan hati manusia. Iman adalah konsep kepercayaan terhadap hal-hal yang tak kasat mata. Mencakup di dalamnya kepercayaan akan eksistensi Tuhan, malaikat-Nya, ketetapan-Nya, dan 3 rukun lainnya yang sedemikian masyhur di kalangan umat Islam.

Ketiga konsep tersebut tentulah memiliki relasi dan kesinambungan satu sama lain demi terciptanya output yang baik sebagaimana mestinya. Namun, relasi ini jarang sekali disentuh oleh penceramah-penceramah Islam masa kini. Padahal, tentu tidak ada faedah penyebutannya jikalau ketiga konsep itu tidak berkesinambungan satu sama lain.

Muhammadiyah Asli

Lantas di mana letak relasi dari ketiganya? Jawabannya berkumpul pada titik keimanan itu sendiri. Iman, sebagaimana definisi paham Asy’ariyah dan Maturidiyah yang begitu dominan di Indonesia adalah kepercayaan yang beriringan dengan perbuatan. Entah itu ikrar secara? lisan maupun perbuatan anggota badan. Hal ini mengakibatkan rukun Islam yang lima turut andil dalam eksistensi iman dalam diri seorang Muslim. Pun halnya dengan ihsan, ia adalah konsep merasa diawasi oleh Tuhan di dalam ibadah. Lagi-lagi ia merupakan akibat dari keberadaan iman dalam diri kita.

Definisi ini dinilai cukup adil dan mengambil jalan tengah dari dua kubu lain yang saling berseberangan pendapat. Khawarij mendefinisikannya secara mutlak bahwa pelaku dosa besar dianggap kafir dan tidak diterima keimanannya. Adapun Murji’ah, berseberangan total dengan kubu khawarij dan menangguhkan pelaku dosa besar atas keimanan mereka. Bagi mereka, perbuatan manusia sama sekali tidak membahayakan keimanannya. Definisi yang adil inilah yang sekiranya sesuai dengan amanat Tuhan dalam sebuah firmanNya: “dan seperti itulah kami jadikan kalian umat penengah...”

Maka, manakala seorang Muslim melakukan sebuah perbuatan yang nyata-nyata menyelisihi aturan Tuhan, perlulah kiranya untuk dipertanyakan akan kadar keimanannya. Seorang koruptor yang mengakui eksistensi Tuhan, mengakui konsep muraqabatullah (selalu dalam pengawasan tuhan) namun mengambil hak orang lain, menyelewengkan anggaran demi kepentingan pribadi dan golongan tertentu, patutlah sekiranya mereformasi kepercayaan hatinya akan segala hal gaib yang telah sedemikian jelas.

Memang, bila merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia, koruptor didefinisikan secara khusus sebagai orang yang telah menyelewengkan uang negara maupun perusahannya. Namun, dalam ranah kajian ushul fiqih kita akan menemui sebuah kalimat yang didefinisikan secara khusus dapat dipalingkan terhadap definisi umum manakala ditemui qarinah. Qarinah atau indikasi inilah yang dapat ditemui dalam diri kita sampai saat ini. Sikap menyeleweng misalkan. Bukankah sampai saat ini kita masih menyelewengkan nikmat Tuhan yang telah diamanatkan sedemikian rupa? Maka, sinkronkanlah kepercayaan dam perbuatanmu duhai para koruptor kecil.

* Penulis adalah alumnus MAPK MAN 1 Surakarta, saat ini tercatat sebagai mahasiswa universitas Al-ahqoff, Hadramaut Yaman. Dapat dihubungi melalui akun Twiter @Munandar1



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah

Sebagian orang yang bangga atas amal ibadahnya. Mereka sangat percaya diri dengan amal ibadahnya sehingga tidak berhajat lagi kepada Allah. Tetapi ada sebagian manusia yang kehilangan harga diri di hadapan Allah karena terperosok ke satu lubang dosa. Ia kemudian berusaha bangkit dari keterpurukannya itu dengan memohon ampunan-Nya dan berusaha memperbaiki diri serta menyadari dirinya sebagai manusia adalah makhluk yang dhaif di hadapan kuasa Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Kerapkali Allah membuka pintu ketaatan untukmu, tetapi tidak membukakan pintu penerimaannya. Namun terkadang Dia menakdirkanmu sebuah dosa, dan itu menjadi wasilahmu sampai ke hadirat-Nya.”

Muhammadiyah Asli

Bagaimana maksud hikmah dari Syekh Ibnu Athaillah ini? Syekh Syarqawi mencoba memahami catatan Syekh Ibnu Athaillah dengan uraian berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

Artinya, “Itu terjadi karena ketaatan kita kerapkali disertai dengan bencana yang mencederai keikhlasan seperti takjub atas amal, pengandalan amal, perendahan (dalam hati) terhadap orang yang tidak mengamalkan ketaatan itu. Ini mencegah penerimaan amal. Sementara dosa seseorang yang disertai dengan penyandaran diri dan permohonan ampunan kepada Allah, perendahan terhadap diri sendiri, dan penghormatan terhadap mereka yang tidak melakukannya, menjadi sebab datangnya maghfirah dan wasilahnya sampai ke hadirat-Allah,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihaya’il Kutubil Arabiyah, juz I, halaman 72).

Bagi Syekh Syarqawi, amal ibadah bukan sekadar lahir. Amal ibadah mencakup lahir dan batin. Artinya, ketika seseorang melakukan shalat, puasa, zakat, haji, atau umrah, maka batinnya juga harus ikut beribadah dalam bentuk penahanan diri dari sifat tercela yaitu ujub, tinggi hati, dan merendahkan orang lain yang tidak mengamalkan ibadah itu. Orang yang beribadah secara lahiriyah saja belum sampai kepada Allah seperti keterangan Syekh Zarruq berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bagi saya, amal ketaatan itu adalah sebuah anugerah Allah. Sedangkan penolakan Allah atas amal itu adalah bentuk penahanan-Nya yang disertai anugerah. Tetapi anugerah yang disertai penolakan berubah menjadi penahanan karena apalah artinya sebuah amal ketaatan tanpa penerimaan?” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 96).

Di sisi lain, kejatuhan seseorang pada sebuah kesalahan dan maksiat yang membuatnya tak percaya diri di hadapan Allah dan membuatnya berhenti dari penghinaan terhadap orang lain, membuka jalan baru baginya untuk sampai kepada Allah sebagaimana disinggung Syekh Burhanuddin Al-Hanafi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Lebih dari itu, Allah menakdirkanmu sebuah dosa dan menjadikannya sebagai wasilah bagimu untuk sampai di hadirat-Nya karena kesombongan dan pamer orang yang beramal kepada Allah, kefakiran orang yang bermaksiat dan perendahan diri di hadapan-Nya. pasalnya, mahar atas penampakan pengantin-pengantin perawan itu adalah kefakiran, kerendahan, dan tak punya kepercayaan diri (di hadapan-Nya). Renungkanlah bagian ini,” (Lihat Syekh Burhanuddin Al-Hanafi As-Syadzili, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2008 M/1429 H, halaman 77).

Penting untuk dicatat bahwa uraian ini jangan dipahami sebagai anjuran untuk berhenti beribadah secara lahiriah atau anjuran untuk berbuat dosa. Uraian ini merupakan buah perenungan Syekh Ibnu Athaillah sebagai koreksi atas sebagian dari kita yang tidak lagi membutuhkan rahmat Allah dan menjadi tinggi hati bahkan cenderung memandang rendah mereka yang tidak beramal seperti kita.

Pada hikmah ini Syekh Ibnu Athaillah mendorong kita untuk menyempurnakan ibadah lahir dengan ibadah batin. Murid Syekh Abul Abbas Al-Mursi ini mengajak kita semua untuk merendahkan diri di hadapan Allah, memperbaiki diri, menghargai orang lain, dan memandang mereka dengan pandangan rahmat. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah Muhammadiyah Asli

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Demak, Muhammadiyah Asli. Mustasyar NU Demak KH Dachirin Said dan Rais Syuriah NU Demak KH Alawy Mas’udi tahun ini menuju tanah suci untuk menjalankan Rukun Islam kelima. Bersama 350 calon haji kloter 15 SOC Solo, kedua diberangkatkan dari Masjid Agung Demak sebagai petugas Tim Pemandu Haji Daerah  (TPHD) Demak, Sabtu (6/9) pagi.

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Kiai Dachirin Said yang kini diamanahkan sebagai Bupati Demak memohon do’a restu kepada warga agar jama’ah asal Demak sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Ia juga mengharapkan calon jamaah haji asal Demak untuk mendoakan di tempat mustajab nanti agar Demak menjadi daerah makmur dan sejahtera.

Muhammadiyah Asli

Keberangkatan calon haji asal kota wali tahun ini, diikuti 3 kloter, yakni kloter 16 dan 17 SOC Solo yang dilepas hari ini. Sementara sebelumnya kloter 14 telah diberangkatkan Jumat, (5/9).

Jumlah calon haji asal Demak tahun 2014 tercatat sebanyak 1.014 orang. Namun, sejumlah 5 orang batal berangkat karena meninggal dunia dan sakit. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Shadaqah merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan, karena selain memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat, para pengamal sodaqoh pun akan mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Manfaat Shadaqah menurut Imam As-Suyuthi

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Daarussalam, Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat KH Tb Ahmad saat mengisi pengajian pasaran di Buntet, Ahad (13/6).

Muhammadiyah Asli

Seraya mengutip pendapatnya Imam As-Suyuthi yang ungkapkan dalam Kitab Khumasi dan dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin halaman 107, Kang Entus, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faidah shadaqah terbagi menjadi lima macam.

Muhammadiyah Asli

"Pertama shadaqah yang pahalanya 10 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang yang sehat wal afiyat," ujarnya di hadapan ratusan peserta pengajian. Kedua, kata dia, shadaqah yang pahalanya 90 kali lipat, yaitu shadaqah kepada orang buta dan yang terkena musibah.

Ditambahkannya, pahala yang ketiga adalah shadaqah yang pahalanya 900 kali lipat, yaitu shadaqah kepada kerabat yang membutuhkan.

"Keempat adalah shadaqah yang pahalanya 100 ribu kali lipat,yaitu shadaqah kepada kedua orang tua," imbuhnya

Dan yang terakhir, lanjut Kang Entus, shadaqah yang pahalanya 900 ribu kali lipat, yaitu shadaqah kepada ulama atau fuqaha. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, AlaSantri, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus cabang IPNU dan IPPNU kabupaten Brebes mengadakan rapat bersama dengan LP Maarif NU Brebes dan kepala sekolah di bawah naungan Maarif NU, Sabtu (26/9). Mereka berencana mengoptimalkan peran komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah Maarif.

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU

Dalam mewujudkan upaya itu, mereka sepakat mengadakan "Workshop Pendirian dan Optimalisasi Komisariat IPNU IPPNU" yang akan diikuti oleh para guru pembina PK IPNU dan IPPNU.

Ketua LP Maarif NU Brebes H Syamsul Maarif mengatakan "Semua sekolah di bawah naungan LP Maarif NU wajib mengembangkan adanya PK IPNU dan IPPNU sebagai tonggak awal kaderisasi NU dan mengawal Aswaja."

Muhammadiyah Asli

Sekolah di bawah naungan LP Maarif NU Brebes terdiri atas 50 SD/MI, 65 SMP/MTs, dan 35 SMA/SMK/MA. Sementara lahan garapan IPNU dan IPPNU hanya tingkatan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

"Mengingat banyaknya jumlah sekolah Maarif di Brebes, maka sangat diperlukan kerja sama yang baik antara IPNU dan IPPNU di semua tingkatan, LP Maarif, dan pihak satuan pendidikan agar program kaderisasi ini berjalan dengan maksimal," ujar Ketua IPNU Brebes Ferial Farkhan.?

Muhammadiyah Asli

Kini IPNU dan IPPNU Brebes sedang membuat buku pedoman untuk PK IPNU dan IPPNU. Buku ini diharapkan mempermudah jalannya IPNU dan IPPNU di tingkatan komisariat.

Pihak IPNU dan IPPNU Brebes juga akan melakukan pengadaan Kartu Tanda Anggota (KTA) IPNU dan IPPNU dan atribut yang akan dipakai oleh seluruh pelajar NU. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Menggembleng Aswaja Sebelum Masuk Kampus

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sangat mendesak bagi pemilik lembaga pendidikan untuk memperkokoh aqidah Aswaja ala NU. Agar saat melanjutkan studi ke sejumlah kampus, tidak mudah tergerus oleh keadaan. Bahkan diharapkan mereka sebagai ujung tombak bagi eksistensi Aswaja di kampus baru.

Menggembleng Aswaja Sebelum Masuk Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggembleng Aswaja Sebelum Masuk Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggembleng Aswaja Sebelum Masuk Kampus

Kesadaran inilah yang menyemangati pimpinan ribat dari Yayasan Bani Abdul Fatah (YBAF) untuk senantiasa menyelenggarakan pembekalan Aswaja yang diperuntukkan bagi kelas akhir tingkat Madrasah Aliyah dan Madrasah Muallimin Muallimat Atas 6 Tahun dibawah naungan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang.

YBAF memiliki setidaknya sepuluh ribat yakni PP Putri Fathimiyah, PP Maslahul Huda, Panti Asuhan Al-Fattah, PP Putri Al-Amanah Al-Fathimiyah, Bumi Damai Al-Muhibbin, PP Putra-Putri Al-Hikmah, PP Putra-Putri Ar-Raudhah, PP Putri Al-Mardliyah, PP Al-Hidayah serta PP Putra-Putri Al-Ikhlash. Dan acara ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Islam Bani Fatah (STIBAFA) yang juga berada di area Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang.

Muhammadiyah Asli

Ketua STIBAFA, KH Abdul Kholiq Hasan, MHI tidak bisa menutupi kegelisahan atas kian maraknya gerakan Islam kiri dan juga Islam kanan. 

Muhammadiyah Asli

“Dan yang kian membuat kita prihatin ternyata para aktifisnya ada yang justru alumnus pondok pesantren,” katanya kepada Muhammadiyah Asli (23/3). 

Dalam pandangan Gus Kholiq, hal itu terjadi lantaran selama berada di pesantren, mereka kurang bisa menyerap ajaran aqidah secara benar. 

“Dan saat kuliah di beberapa kota besar, mereka diperkenalkan dengan ideologi baru,” tandasnya. “Celakanya, para mahasiswa baru yang dulunya adalah santri pesantren ternyata mudah tersusupi paham baru ini,” lanjutnya.

Karena itu, alumnus Universitas Islam Malang ini berharap dengan kegiatan kaderisasi Aswaja nantinya para calon mahasiswa bisa mendapatkan bekal keAswajaan secara mendalam. 

“Bahkan kami berharap, mereka justru bisa menjadi penggerak aqidah di kampusnya kelak,” katanya.

Pada acara yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna KH Chasbullah Sa’id ini menghadirkan Dr KH Abdullah Syamsul Arifin yang memberikan ceramah umum dengan tema “Ahlussunnah wal Jamaah sebagai Identitas Pendidikan Warga Nahdliyin ditengah Himpitan Arus Liberalisme dan Wahabisme”.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Mataram, Muhammadiyah Asli. Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat atau UNU NTB telah diresmikan pada Sabtu (6/12) kemarin. UNU NTB menjadi salah satu dari 23 UNU di Indonesia didirikan pada periode ini di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. pada peresmian kampus UNU NTB di Mataram.

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Peresmian dilaksanakan di halaman kantor pusat UNU NTB, di jalan Pendidikan No 6. Mataram, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum, didampingi Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur dan Mustasyar PBNU TGH LM Turmudzi Badaraudin, serta Wakil Gubernur NTB Muh. Amin.

Muhammadiyah Asli

"Sepanjang sejarah berdirinya NU, baru 23 UNU yang didirikan langsung di bawah naungan NU. Berdirinya UNU atas kemudahan yang diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat periode kepemimpinanya yang kedua," kata? Said Aqil dalam sambutannya.

“SBY berpesan melalui Muh. Nuh pada saat itu agar UNU harus berdiri di seluruh Indonesia,” ungkapnya,

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya dalam pengantar singkat Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur mengatakan, NU merupakan bagian penting masyarakat NTB, karena kiprahnya nyata di tengah masyarakat. Karena itu PWNU NTB dengan dibina PBNU berfikir bersama untuk mengembangkan UNU di wilayah NTB. "Semoga bisa berkembang lebih besar lagi," ujarnya.

Wagub NTB H Muh Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar NU karena dari bapaknya sampai dirinya pun bernah berkipran di organisasi NU.

“Saya merupakan keluarga besar NU karena saya pernah jadi ketua PC GP Ansor Kab. Sumbawa dan bapak saya pernah jadi komandan Banser di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya Muh. Amin .

“Kami mengharapkan dengan lahirnya kelahiran UNU NTB sebagai bentuk pengabdian NU bagi bangsa dan khususnya daerah NTB untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” harapnya.

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh TGH LM? Turmudzi Badaruddin, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kakanwil Kemenag Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Ketua BMPS DR. Fatoni dan sekitar 500 masyarakat umum termasuk pengurus badan otonom dan Lajnah NU yang ada di NTB.

Di tempat terpisah, Reto Sernopati, menjelaskan, proses pendrian UNU NTB sebenarnya sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2012. “Perdebatan nama juga cukup alot karena sering terjadi peubahan mulai dari naungan apa dan nama yang tepat apa,” urainya.

“Semula UNU ini akan diberikan nama Universitas Nahdlatul Ulama TGH. Moh. Saleh Hambali, nama itu dicantukkan sebagai pengakuan bahwa nama tokoh lokal harus dinaikkan. Tak lama itu ada tawaran menjadi nama Universitas Nahdaltul Ulama (UNU Mataram) yang detik-detik terakhir sebelum pengesahan dari Kementrian Pendidikan diminta menjadi Universitas Nahdaltul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB),” urainya

Ia menambahkan, UNU NTB semula akan berada di bawah naungan Yayasan Khitah 1926 yang di ketua oleh Ir. H. L. Winengan M Yunus, MM dan Bq. Muliahan, S.Ag, M.Pd.I sebagai sekretaris yayasan. Pada akhirnya juga NU NTB berada di bawah naungan PBNU,” tutupnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Sejarah Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Sukabumi, Muhammadiyah Asli - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan mengadakan beragam lomba yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Almasthuriyah dan Sunanul Huda, pada Sabtu, (21/10).

Ada 9 cabang perlombaan yang diikuti perwakilan190 pondok pesantren dengan peserta 1712 peserta, yaitu Musabaqoh qiraatul kutub (MQK), Pidato Aswaja, Debat Santri Aswaja, Paduan Suara Subanul Wathon, Qasidah Rebana, Quotes Ajengan Sunda, Cerdas-cermat tingkat Diniyah, Futsal, dan Tenis Meja.

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono. Ia berpesan kepada para santri untuk giat belajar agar kelak menjadi ulama.

“Belajar tidak hanya sekadar mendapatkan ijazah, yang lebih penting adalah supaya menjadi bekal dan sebagai dasar untuk kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Muhammadiyah Asli

Ia juga berpesan dalam mengikuti lomba agar para santri menjunjung tinggi sportivitas, mengedepankan jalinan silaturahim.

“Para santri harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa belajar di pondok pesantren dan madrasah juga bisa berpartisipasi membangun Sukabumi yang religius; membina masyarakat Sukabumi ke depan akan semakin berkualitas dalam keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Hadir pada pembukaan acara, Ketua MUI kabupaten Sukabumi KH M. Oman Komarudin, ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, dari Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

Muhammadiyah Asli

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Muhammadiyah Asli

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli RMI NU, Berita, Sejarah Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, PonPes, Sejarah Muhammadiyah Asli

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

Jepara, Muhammadiyah Asli. Yenny Wahid, putri kedua pasangan Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah ini mengaku sudah mengunjungi lebih dari 50 negara. Dari kunjungan ke berbagai negara itu, ia merasa lega tatkala sudah kembali ke tanah air.?

“Kalau saya sudah kembali ke Indonesia nikmatnya sungguh luar biasa,” akunya dalam Maulid dan Tausiyah di Pesantren At-Taqiy, Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Selasa (17/5) malam.?

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

Di Indonesia, kata alumnus Universitas Harvard, Boston itu, warga bisa sekolah hingga ke jenjang tertinggi. Yenny merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Nigeria. Di sana anak-anak kesulitan sekolah. Alih-alih mereka malah diculik oleh Bokoharam dan dijadikan budak seks.?

“Ironis pula yang terjadi di Afganistan. Anak-anak yang hendak sekolah harus berhadapan dengan tentara Taliban. Di China kondisinya juga demikian. Ingin sembahyang dilarang oleh Polisi negara tersebut,” kata perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini.?

Yenny menegaskan bahwa Indonesia merupakan "surga" bagi kaum muslimin. Selain bisa sekolah sampai S3, seorang ibu bisa leluasa pergi ke pasar naik motor sendiri tanpa harus ditemani seorang lelaki.?

Muhammadiyah Asli

“Di Saudi nyetir saja dilarang. Nyoblos juga tidak boleh. Sehingga hak-hak perempuan sangat didiskriminasi,” tegasnya pada hadirin yang memadati kompleks pesantren asuhan KH Nur Cholis.?

Yenny menambahkan kondisi yang sudah baik itu harus terus dijaga. “Mari kita perkuat iman dan Islam kita jangan sampai rapuh,” imbuhnya.?

Sementara itu, Sinta Nuriyah menekankan kepada hadirin akan pentingnya menuntut ilmu. Menurut istri almarhum Gus Dur ini, dengan ilmu pengetahuan seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.?

Sebab itu, ia sangat mengagumi RA Kartini. Karena menurutnya perempuan asli Jepara ini berhasil mengangkat harkat dan derajat kaum wanita. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Sejarah, Ulama Muhammadiyah Asli

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, Muhammadiyah Asli - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Muhammadiyah Asli

Dalam pantauan Muhammadiyah Asli, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Daerah, Sejarah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock