Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. A’wan PWNU DIY Fathurrahman Ghufran sukses raih gelar Doktor dalam bidang Hukum Islam. Gelar akademik itu diraihnya setelah mempertahankan ujian terbuka disertasinya tentang Fiqh Sosial KH Ali Yafie di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (5/2) siang.?

“Dinamika sosial yang direspon KH Ali Yafie melalui gagasan fikih sosialnya ialah spektrum pembangunan yang melandasi berbagai kebijakan dan program pemerintah,“ tututnya saat mempertahankan .

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta

Dosen tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga ini menambahkan, dalam paradigma berkelanjutan dinyatakan bahwa pembangunan adalah proses perjalinan hubungan antara manusia masa kini dan masa yang akan datang untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan bersama (mashlahah al-‘ammah).

Muhammadiyah Asli

“Dalam kaitan ini, KH Ali Yafie membangun cara berpikir keagamaan yang dirumuskan ke dalam fiqh sosial yang akomodatif terhadap kebijakan pembangunan yang sudah ditegaskan dalam UUD 1945 dan pancasila,” tutur pria kelahiran Madura ini.

Menurut peraih doktor tercepat di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga ini, melalui gagasannya, KH Ali Yafie ingin membangun mekanisme dan strategi baru dalam mengartikulasikan pemikiran hukum Islam ke dalam lingkup sosial.

Muhammadiyah Asli

“Agar setiap kebijakan yang ingin dirumuskan dan dijalankan oleh pemerintah tidak lepas dari semangat religiusitas dan kemanusiaan,” terangnya.

Tim penguji sidang terbuka ini antara lain Dr Malik Madani MA dan Prof Noorhaidi Hasan. Setelah ? melewati pertanyaan yang diajukan dalam sidang yang diketuai Prof Khoerudian Nasution, Fathurrahman pun meraih hasil “sangat memuaskan”. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Meme Islam, Berita Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

Jombang, Muhammadiyah Asli. Dengan duduk berhadapan, Muhibbulloh salah satu pengurus jamiyah Yasinan dan Tahlil Dusun Babatan Desa Kedawong Kecamatan Diwek Jombang dengan telaten melayani pinjamaan modal bagi anggotanya. 

Kegiatan peminjaman ini dilakukan usai menjalankan pembacaan Yasin dan Tahlil setiap malam Jum’at. Dengan modal saling percaya jamaah ini telah memiliki omset sebesar Rp 16,5 juta selama dua tahun yang digulirkan tanpa ada bunga sama sekali.

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

“Alhamdulillah, dengan adanya dana Yasinan dan Tahlil ini masyarakat tidak lagi meminjam dari rentenir yang getol masuk di desa ini,” ujarnya bercerita.

Muhammadiyah Asli

Muhibbullah menceritakan, kegiatan simpan pinjam modal di desanya memang dilatarbelakangi maraknya rentenir yang masuk dalam perekonomian masyarakat di lingkungan dusun Babatan Desa Kedawong Diwek Jombang. Melalui PKBM Sanggar Belajar Yalatif yang memberikan infaq Dana kepada Jam’iyah Yasin Tahlil membuat sistem perbantuan ekonomi dengan sistem Simpan Pinjam Tanpa Bunga (SPTB). 

Muhammadiyah Asli

“Kegiatan yang dilakukan sejak bulan September 2010 ini sampai saat ini telah memiliki modal sebesar Rp16,2 juta dan dipinjam bergiliran oleh 32 orang dari 70 anggota jam’iyah,” bebernya.

Untuk bisa meminjam modal usaha, dikatakannya, nasabah harus terlebih dahulu menjadi anggota aktif Jamiyah Yasin Tahlil dan mendaftar dengan uang pangkal (simpanan wajib) sebesar Rp. 5.000. Soal berapa besar pinjaman untuk setiap anggota bervariasi. 

“Untuk modal usaha maksimal pinjaman Rp 1 juta sedangkan untuk keperluan konsumtif maksimal pinjaman Rp500.000,” ungkapnya.

Muhib meyakinkan, bahwa setiap nasabah yang hutang menerima utuh modal yang dipinjam tanpa adanya potongan administrasi sebagaimana di koperasi atau yang lainnya. Sedangkan terkait pengembalian juga dilakukan secara utuh dengan cara mengangsur selama 20 kali kegiatan Yasin tahlil atau 20 minggu dengan toleransi absen 2 kali,

”Berapa yang diangsur tidak ada ketentuan, yang penting 20 pertemuan Yasin Tahlil bisa lunas, jadi jika melakukan pengembalian nasabah juga dilakukan saat kegiatan Yasin dan tahlil,” ungkapnya seraya mengatakan selama masih memiliki pinjaman, setiap anggota bisa memasukkan infaq sukarela ke dalam kaleng yang disediakan jamaah.

Dari infaq para nasabah dan jamaah ini pada akhir tahun (bulan Sya’ban) baru dibuka. Adapun dana infaq dari kaleng peruntukannya dibagi menjadi 3 kegiatan, yakni 20 % untuk petugas pencatat, 30 % untuk dana sosial (bila ada tetangga kesusahan) dan yang 50 % untuk tambahan modal atau Kas Yasinan.

Bagaimana cara pengurus menghindari kredit macet..? Dikatakan Muhib, untuk menghindari pinjaman agar tidak macet, beberapa cara dilakukan diantaranya adalah setiap anggota yang meminjam, maka antara Pengurus dan Peminjam melakukan akad pinjam meninjam disaksikan seluruh Jamaah. 

“Saya Pak Fulan dengan ini meminjam uang Yasinan sebesar Rp 1 juta untuk modal usaha, semoga barokah,” ucapnya dan akan menggembalikan dalam waktu 22 pertemuan.

Dengan akad pinjam modal dengan model ini dikatakan Muhibbullah sebagai bentuk tanggung jawab seorang nasabah terhadap seluruh jamaah yasin dan tahlil. 

“Akad pinjam ini efektif untuk menghindari kredit macet,“ jelasnya.

Disamping itu, ada sanksi sosial yang juga dijalankan atas kesepakatan jamaah, karena dana yang dipinjam adalah uang Jam’iyah Yasiin, sejak awal dibentuknya SPTB ini semua anggota telah bersepakat bahwa ketika ada anggota yang ngemplang utang, maka kalau dia atau keluarganya meninggal. Masyarakat tidak akan datang untuk Tahlil ke rumahnya.

”Faktanya membuktikan bahwa uang infaq sukarela peminjam yang dikumpulkan ketika dibuka di akhir tahun jumlahnya lebih besar dari bunga konvensional,” bebernya.

Dari kegiatan Simpan Pinjam melalui Jamaah Yasin Tahlil ini, hari ini bisa dirasakan masyakarat. Diantaranya adalah tidak ada rentenir yang berani masuk Dusun Babatan Desa Kedawong Diwek. Karena uang mereka tidak laku lagi, karena bunganya juga sangat tinggi. 

“Dan Alhamdulillah kini masyarakat sudah mulai ada rintisan wirausaha. Ada sebanyak 21 Rumah Tangga yang memiliki jenis usaha, seperti pengolahan kripik gadung dan tape ketan hijau "tjap sanggar" dan lain lain dibawah naungan PKBM Sanggar Belajar Yalatif,” pungkas Zainudin yang terus mendampingi kegiatan masyarakat ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Berita Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Berita Muhammadiyah Asli

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

Subang, Muhammadiyah Asli. Momentum Lebaran tahun ini dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren Darussalam untuk mengadakan acara reuni akbar 1000 alumni. Acara itu digelar di halaman pesantren setempat, di Jalan Irian Nomor 20, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, Selasa (21/7)

Hafidzin Nurhadi selaku Panitia Kegiatan menjelaskan bahwa salah satu hal yang menarik dalam kegiatan reuni akbar ini adalah setiap alumni diminta untuk membawa batu akik.

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

"Konsep acara reuni akbar, seluruh alumni yang hadir agar membawa batu akik sebagai cenderamata untuk Pondok Pesantren Darussalam" jelas Hafizdin

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan, batu akik sebagai cenderamata yang diberikan kepada panitia bertujuan untuk infak dan sedekah kepada Pondok Pesantren Darussalam.

Ditambahkan, reuni alumni merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam subang yang bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahim.

Muhammadiyah Asli

Acara reuni 1000 alumni Pesantren Daarusalam tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Selain dihadiri para alumni, pihak panitia pun menghadirkan Ustadz Zaki Mirza, Grup Band Wali, Ustadz Riana (Ki Jaga Digja), Zaskia Adya Mecca, Dai Aji MNC dan Prio Tralala. (Aiz Luthfi/Rusadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Doa, Quote Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, lembaga pendidikan pertama bagi seorang anak adalah ibunya sendiri. Oleh karena itu, ibu-ibu Muslimat NU harus menjalankan peran sebaik-baiknya agar melahirkan generasi terbaik.

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak

“Muslimat adalah madrasah pertama untuk menjadi putra-putri baik,” kata kiai yang akrab disapa? Kang Said pada pidato pembukaan Kongres Muslimat NU ke-17 di Asrama Embarkasi Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (24/11).

Sebagai madrasah pertama, kata Kang Said, jika Muslimat mempersiapkan diri perannya dengan baik, secara tidak langsung berarti mempersiapkan bangsa yang baik.

Muhammadiyah Asli

Kang Said menegaskan, Muslimat NU harus percaya diri bertekad utk melahirkan generasi yangg akan datang. Generasi yang kuat agamanya, ilmunya, politiknya, kebudayaannya, ekonominya.

Muhammadiyah Asli

“Al-Quran memperingatkan jangan sampai melahirkan generasi yang lemah!” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Selasa, 16 Januari 2018

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Banyuwangi, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di kediaman Dani Ainurrofiq, Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi. Minggu (11/6) malam.

Terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Blimbingsari, rekan Dani Ainurrofiq setelah mendapatkan sebanyak 16 suara mengngguli rivalnya, Cholid Mawardi yang hanya mampu mengumpulkan 13 suara ranting.?

Disamping dihariri seluruh pimpinan ranting, Konferancab Banom NU termuda ini, dihadiri puluhan kader-kader NU Blimbingsari. Nampak hadir pula Direktur Badan Student Crisis Center (SCC) Ibnu Tsani Rosyada dan Direktur Lembaga Pers M. Sholeh Kurniawan sebagai ketua dan skretaris presidium sidang kali ini.

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Dalam proses pemilihan, dua nama mencuat sebagai kandidat bakal calon. Kandidat pertama Cholid Mawardi sebagai putra loyal asli Patoman. Demikian pula kandidat kedua Dani Ainurrofiq kader patoman yang baru menyelesaikan studinya di Institut Agama Islam Negeri Jember.

“Saya sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan rekan-rekan semua. Semoga dalam memimpin IPNU kedepan ? dengan dukungan semuanya PAC IPNU Blimbingsari bisa menjadi ujung tombak kaderisasi di NU,”ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Sebagai ketua terpilih, Dani bertekat masa kepimpinannnya, akan fokus pada pindidikan dan kaderisasi, sehinga organisasi di masing-masing ranting desa yang ada di Kecamatan Blimbingsari bisa bergerak kembali.

“Kaderisasi adalah ujung tombak organisasi. Jelas hal ini dibutuhkan, karena Pimpinan Anak Cabang Blimbingsari ini telah lama vakum tanpa adanya kepengurusan IPNU IPPNU," jelas Dani yang diamini oleh puluhan peserta Konferensi Anak Cabang (Konferancab).

Muhammadiyah Asli

Disamping kaderisasi, sebagai mandataris konferancab, lanjut Dani nantinya IPNU akan mengadakan berbagai event kegiatan yang bisa memenuhi kebutuhan anggota.?

"Saya selaku ketua terpilih tidak akan mengekang kader-kader saya. Kepemimpinan saya sangat mengutamakan nilai-nilai demokrasi. Artinya seluruh kader berhak mengajukan kegiatan apa nantinya yang akan diminati. Entah itu, olahraga, seni budaya, jurnalistik, dan bidang keilmuan lainnya. Pasti nantinya akan saya tindak lanjuti," terang Dani.

Usai pelaksanaan konferensi mereka semua yang hadir bersama ketua teepilih membahas tentang persiapan Buka bersama yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Ulama Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Panggung Taman Budaya Yogyakarta tampak meriah oleh konser drama musikal “Jahiliyah” persembahan dari Komunitas Seni Pertunjukan Islam (KSPI) Yogyakarta, 5 dan 6 Oktober 2013. Pertunjukan ini menarik minat banyak kalangan, termasuk para santri.

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Puluhan santri Pondok Pesantren Diponegoro Sleman, Yogyakarta, terlihat antusias menyaksikan drama yang mengandung kritik terhadap perilaku beragama manusia modern ini.

“Kenapa banyak manusia beragama tapi masih mendustakan kitab dan nabinya, ya? Karena mereka masih kerdil dalam beragama,” salah satu kutipan dialog dalam drama musikal “Jahiliyah”.

Muhammadiyah Asli

Kritik terhadap penguasa pun sangat kental dalam cerita ini. Dabba, sebagai tokoh utama yang kejam dan tak percaya akan adanya Tuhan, akhirnya mati ditelan sejarah. Akan tetapi anak turunnya tetap hidup dalam wajah yang berbeda dan lebih mengerikan.

“Saya sangat senang dan mendapat banyak pelajaran dari nonton drama ini,” kata Ahmad, salah satu santri Pesantren Diponegoro Sleman. Selesai pertunjukkan, para santri berbondong-bondong menuju bus yang disediakan pengurus pesantren.

Muhammadiyah Asli

Ketua PW Fatayat NU DI Yogyakarta Isti Zusrianah mengungkapkan kekagumannya terhadap drama yang disutradarai Knyut Y Kubro ini. 

“Ini termasuk metode dakwah modern yang penuh dengan nilai perdamaian, toleransi dan memberikan sebuah inspirasi yang indah bagi manusia zaman sekarang,” katanya.

Menurut mantan Ketua PW IPPNU DI Yogyakarta Lasmi, pertunjukan ini layak ditonton generasi muda Islam saat ini, termasuk di kalangan santri. Dia menilai para santri belum banyak yang terbiasa dengan kehadiran pemeluk agama lain.

“Nah dengan menonton drama ini bisa menjadi inspirasi tersendiri buat mereka, karena tadi juga ada penafsiran dari surah al-kafirun ‘bagimu agamu dan bagiku agamaku’. Tidak perlu ada rasa ingin saling menghancurkan atau menguasai,” komentar Lasmi pengurus PW Fatayat NU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, News, Berita Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock