Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K Sarbumusi) Nahdlatul Ulama, Sukitman Sudjatmiko, di Jakarta, Ahad (31/7) menyatakan, persoalan buruh di Indonesia bisa diurai dengan regulasi jelas yang berpihak pada buruh sebagaimana petani Thailand dan Jepang mendapat proteksi dari pemerintah mereka.

"Persoalan perburuhan saat ini selain perjuangan dan kondisi hak normatif yang terus dilanggar oleh pengusaha adalah buruh Indonesia menghadapi persoalan perburuhan. Kalau kita petakan, ada sekitar lima," kata dia.

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Pertama, persoalan ekonomi kapitalisme digital. Kedua terkait penerapan teknologi informasi digital yang berimbas pada hubungan kerja lebih fleksible dan menyebabkan posisi tawar buruh terhadap pemilik teknologi menjadi lemah sehingga hak-hak normatif buruh terlanggar. Ketiga, implementasi masyarakat ekonomi ASEAN atau MEA yang secara prinsip, pemerintah Indonesia tidak melindungi buruh.

Muhammadiyah Asli

"Malah paket kebijakan ekonomi diarahkan meliberasi buruh, contoh diizinkannya outsourcing (alih daya) tenaga kerja asing di Indonesia dengan izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara ini, izin perusahaan outsourcing Indonesia ada di Dinas Tenaga Kerja (Dsinaker) Provinsi," ujar dia lagi.

Pertanyaannya, imbuh Sukitman, siapa yang mengawasi? Permenaker 19/2015 dan Permenaker 35/2015 yang lebih fleksible terhadap tenaga kerja asing dan PP pengupahan sebagai kebijakan upah murah?

Muhammadiyah Asli

"Itu sama saja Indonesia melepas buruhnya di pangsa pasar MEA, analoginya seperti menghadapkan anak ayam dengan harimau. Keempat tidak seriusnya pemerintah dalam merevitalisasi fungsi balai latihan kerja di seluruh Indonesia yang tidak dibarengi dengan dukungan anggaran (APBN) memadai," paparnya.

Persoalan kelima adalah Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang masih dipaksakan otonomi daerah terhadap Disnaker. Hal tersebut membuat kontrol Kemnaker terhadap Disnaker dalam fungsi pengawasan yang sama sekali tidak maksimal dan terkoordinasi dengan baik.

"Fakta di lapangan, penyelesaian perselisihan hubungan industrial terkendala carut marut politik lokal sehingga Kepala Disnaker lebih tunduk pada bupati/walikota daripada Menteri Tenaga Kerja. Persoalan-persoalan tersebut bisa diurai dengan regulasi jelas yang bisa melindungi dan memproteksi buruh," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural

Jepara, Muhammadiyah Asli. Ketua MWC NU Kecamatan Bangsri Jepara, Jawa Tengah, KH Ahmad Jazuli mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) bukan hanya dipahami dari gerakan kulturalnya saja, melainkan juga gerakan struktruralnya. Keduanya harus disinergikan secara bersama-sama.

Hal itu merupakan pokok paper Kiai Jazuli untuk materi Ke-NU-an yang disampaikan kepada peserta Latihan Kader Muda (Lakmud) PAC IPNU-IPPNU Bangsri di MTs Hasyim Asyari Bangsri, pada Jum’at (14/6) pagi.

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural

Kiai Jazuli menambahkan, sejauh ini banyak yang menilai NU merupakan gerakan kultural karena kegiatan-kegiatan yang digagas bernuansa kultural. Semisal istighatsah, tahlil,  dibaan, manaqib, yasinan dan sejenisnya. Alih-alih nuansa kultural itu sebut kiai Jazuli kerap menjadi instrumen untuk mengidentifikasi seseorang itu NU atau bukan.

Muhammadiyah Asli

Meski demikian, ia mengutip pendapat Rais Syuriah PBNU, KH Masdar Farid Masudi, kekuatan kultural itu menjadi kelebihan NU yang melekat kuat sejak NU lahir.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwasanya NU merupakan kombinasi dari gerakan kultral dan struktural. Pengelolaan energi NU, lanjut Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) Hasyim Asyari Bangsri Jepara ini, harus dilakukan secara proporsional.

Muhammadiyah Asli

 

“40 % energi NU untuk melestarikan kultur sedangkan 60% untuk membangun struktur organisasi yang kuat dan kokoh,” jelasnya.

 

Hal itu sebutnya sejalan dengan falsafah NU yang sangat popular—al muhafadzatu ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Ketua Jurusan program Imersi MA Hasyim Asyari menyatakn falsafah itu memuat 2 poin--al muhafadzah alal qadimis shalih dan al ahdzu bil jadidil ashlah.

 

Poin pertama, sambung Jazuli, NU harus merawat dan melestarikan tradisi. Sedangkan poin kedua NU harus mendesiminasi tradisi baru melalui pembangunan struktur organisasi yang kuat dan kokoh yang berorientasi kepada pelayanan umat, “Kekuatan kultur tanpa diimbangi kekuatan struktural tidak akan banyak berarti. Sebab ikatan-ikatan kultural itu nantinya menjadi sangat rapuh,” imbuhnya.

 

Karenanya, NU tambahnya harus membangun nizham organisasi yang kuat dan modern untuk membentengi kultur sekaligus memberdayakan Nahdliyyin sehingga manfaat keberadaan NU tidak hanya bersifat kultural namun juga menyentuh semua sendi kehidupan.

 

Kiai Jazuli juga menyatakan untuk melestarikan kultur dan membangun struktur organisasi yang kuat menurutnya semua pemangku kepentingan di NU harus terlibat secara optimal. Baik pemangku pesantren yang menjadi kekuatan NU, pimpinan masjid maupun penggerak roda organisasi dari level tertinggi hingga terbawah.

 

“Bila gerakan kultur dan struktur dipadukan degan baik maka patut diyakini bahwa NU akan menjadi organisasi terbesar yang kokoh, kuat, berwibawa dan disegani,” harapnya.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Syaiful Mustaqim

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

Demak, Muhammadiyah Asli - Lima hari sekolah yang digagas mentri pendidikan Muhajir Efendi akan menjadi salah satu bahasan utama materi konferensi Cabang NU Kabupaten Demak akhir pekan, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sidorejo kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Masalah ini diangkat dalam pembahasan konferensi karena diduga sangat merugikan umat.

Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif usai rapat dengan panitia konferensi Selasa (25/7) di kantor PCNU Jalan Sultan Fattah Nomor 611 Demak mengatakan, berdasarkan masukan dari pengurus MWC dan para kiai NU diminta untuk bertindak tegas menolak dengan pernyataan sikap pada kebijakan lima (5) hari sekolah oleh menteri pendidikan Muhajir Efendi terlebih dengan pernyataan bupati Demak HM Natsir yang mendukung kebijakan mendikbud beberapa waktu lalu yang sempat viral di media baik media cetak maupun media sosial.

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

“Dalam konferensi nanti kami akan membacakan pernyataan sikap yang selanjutnya kami serahkan kepada pak bupati yang rencananya hadir karena itu permintaan para kiai dan pengurus NU,” tegas Kiai Musadad.

Sementara itu ketua panitia yang sekaligus Ketua LP Maarif NU H Sakdullah Fattah mengatakan, panitia akan memfasilitasi dan memenuhi permohonan para kiai dan peserta yang menginginkan pembahasan ini, terlebih menurutnya jikalu hal ini diterapkan dengan belajar 8 jam dengan perangkat yang tidak dipersiapkan termasuk guru pengampunya yang tidak menguasai ilmu agama.

Muhammadiyah Asli

“Apa jadinya produk pendidikan karakter terutama bidang agama yang diampu oleh guru umum. Ini masalah besar karena menyangkut karakter anak bangsa,” tegas Sakdullah.

Rencananya, konferensi cabang selain dihadiri pengurus wilayah juga akan mendengarkan pengarahan dari Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh dan Meristekdikti HM Natsir. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Padangpariaman, Muhammadiyah Asli. Eksistensi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman semakin mendapat perhatian mahasiswa di kota Tabuik ini. Hal ini terbukti makin banyak mahasiswa yang mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII yang digelar Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Ketua Umum PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham mengungkapkan hal itu ketika membuka Mapaba PMII, Rabu (6/1) di surau Tangah Padang, Pauhkambar, Padangpariaman. Menurut Jupmaidi, PMII sebagai organisasi mahasiswa terus berupaya menyiapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Pariaman sebagai calon pemimpin masa depan.

"Di tengah lesunya minat generasi muda untuk mengembangkan potensi dirinya melalui organisasi, PMII Kota Pariaman terus berupaya mendorong mahasiswa agar berkreativitas melalui organisasi PMII ini. Sebagai mahasiswa, kita harus meraih sukses di kampus dengan menyelesaikan studi, namun sekaligus harus menempa diri dengan berproses di organisasi PMII ini," kata Jupmaidi yang sebelumnya? menjabat Sekretaris PMII Pariaman.

Muhammadiyah Asli

Ditambahkan Jupmaidi, sebagai mahasiswa aktivis, dibutuhkan kreativitas, inovasi dan pemikiran baru terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar mahasiswa. Kader PMII tentu dituntut untuk terus menempa diri dengan meningkatkan wawasan dan cakrawala berpikir yang lebih luas. Hanya dengan wawasan yang luas kader PMII bisa jadi pemimpin.

Muhammadiyah Asli

"Untuk meningkatkan wawasan kader, PMII Kota Pariaman beberapa waktu lalu sudah meresmikan perpustakaan di sekretariat. Diharapkan dengan adanya perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan kader PMII dalam meningkatkan wawasan. Selain itu, bagaimana kader PMII meningkatkan minat membaca buku untuk memperluas cakrawala pengetahuan," kata Jupmaidi.

Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Paisal Amri Tanjung menyebutkan, Mapaba diikuti 25 orang peserta dari mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin? yang berlangsung hingga Kamis (7/1) malam. Dari lima kali Mapaba yang sudah diadakan di masa kepemimpinannya, Mapaba kali ini yang terbanyak pesertanya. Peserta ini bertempat tinggal di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Pelaksanaan Mapaba sengaja di hari libur kuliah. Sehingga dapat menyaring mahasiswa untuk lebih banyak mengikuti Mapaba," kata Paisal Amri, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Padangpariaman.(armaidi tanjung/abdullah alawi)

?

Keterangan Foto:

Ketum PC PMII Pariaman Jupmaidi Ilham berfoto bersama dengan peserta Mapaba usai pembukaan, Rabu (6/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Kudus, Muhammadiyah Asli. Akademi Kebidanan (akbid) Muslimat NU Kudus menyematkan cap profesi kepada 22 mahasiswa di Auditorium Kampus setempat, Sabtu (18/1). Dalam acara bertajuk “caping day” ini mahasiswa akbid juga mengucapkan janji melaksanakan praktik kebidanan.

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Direktur Akbid muslimat NU Darningsih mengatakan caping day merupakan prosesi mempersiapkan mahasiswa semester pertama untuk praktik kebidanan pada semester berikutnya di perkuliahan. Praktik dilaksanakan semester 2- 5 di perkuliahan dan tempat prakek lainnya seperti Puskesmas,Rumah Sakit maupun rumah bersalin.

“Penyematan cap ini sebagai simbol profesi bidan yang menjadi dasar mahasiswa sudah siap mulai dipraktikkan di lahan praktik. Kalau belum melalui ini tidak boleh melakukan praktik pada smester berikutnya,” katanya kepada Muhammadiyah Asli usai acara.

Muhammadiyah Asli

Setelah ucap janji, Darningsih mengharapkan mahasiswa mampu praktik sesuai dengan yang diucapkan yakni melaksanakan praktik harus berlandaskan ajaran ahlussunnah wal jamaah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ilmu yang ditekuni dan tidak membeda-bedakan kaya atau miskin.

Muhammadiyah Asli

“Semoga praktik mereka mampu mengimplentasikan ilmu praktik dari segi pengetahuan tentang pelayanan kebidanan dan menjaga sikap dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Kepala dinas Kabupaten Kudus Maryoto mengatakan mahasiswa harus memahami situasi nyata dalam prkatek kebidanan sehingga memerlukan kesiapan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika praktik, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan tanggungjawab sesuai disiplin ilmu sehingga mampu menjadi bidan tangguh dan mandiri,” katanya.

Hadir dalam acara itu, pengurus BPPMNU Azzahra, wali murid mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Habib, Fragmen Muhammadiyah Asli

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

Waykanan, Muhammadiyah Asli. Bela Negara sebagaimana dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia perlu diapresiasi positif, kendati Nahdlatul Ulama (NU) melalui Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hingga Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) tidak asing dengan nasionalisme.

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

"Kita juga meyakini NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya dan Bhineka Tunggal Ika Pusaka Kita dengan sejumlah pendidikan internal. Tetapi di era globalisasi, di mana teknologi informasi berperan sangat penting. Bela Negara menjadi sesuatu yang tidak saja bersifat fisik. Jika orang dengan ideologi Pancasila tidak berjarak dengan teknologi informasi dan bisa menyampaikannya melalui penyebaran tulisan bela negara melalui internet atau dunia maya, Indonesia akan semakin aman," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (12/11).

Fakta tidak terbantahkan saat ini, kata dia lagi, ruang-ruang publik juga digempur dengan ideologi-ideologi yang jelas berdampak buruk bagi NKRI. "Jika sektor dunia maya tidak atau belum disentuh, maka tanggung jawab bela negara di wilayah dunia maya juga menjadi tanggung jawab warga NU," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan dan Batin Bangsawan itu berpendapat, media massa, pewarta, citizen journalism adalah kader-kader bela negara yang bisa bergerak gesit.

Muhammadiyah Asli

"Hari ini, karena ketidaktahuan sejumlah pewarta, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang jelas-jelas berseberangan dengan ideologi bangsa Indonesia, justru dibantu dalam mempublikasikan ideologi mereka, dan itu fakta, bukan omong kosong. Ini harus dilawan. Dan ini menjadi salah satu dasar kenapa kader Ansor di Waykanan harus bisa menulis," tegas Gatot.

Warga NU, demikian Gatot menandaskan, juga bertanggung jawab dengan bela negara di sektor publikasi, menyampaikan Islam Rahmatan lil Alamin kepada publik sebagai bentuk pengabdian menjaga republik, sehingga dituntut bisa menulis. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Sukabumi, Muhammadiyah Asli. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi berupaya berperan di tengah-tengah masyarakat baik secara jam’iyah maupun jama’ah. Untuk peran tersebut, GP Ansor perlu meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda, salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Dua GP Ansor yang bertetangga tersebut menggelar PKD untuk pertama kalinyaa di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kampung Cihurang RT 3/8, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan pada (25/2) dengan tema Membentuk Pemuda Ansor yang Cerdas demi Kokohnya Persatuan Kebangsaan.?

Menurut Ketua PAC GP Ansor Simpenan Tendi Satriadji berharap kegiatan itu menjadi titik awal kemajuan GP Ansor Kecamatan Simpenan dan Palabuhan Ratu dan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi PAC lainnya.?

Saat ini, kata dia, di Simpenan dan Palabuhanratu, pemuda dari mulai berumur 17 tahun sudah mulai jauh dari pondok pesantren sehingga membaca dan memahami Al-Qur’an sangat rendah. Tak hanya itu, kepedulian mereka terhadap kegiatan hari hari besar keagamaan sangat minim.

Muhammadiyah Asli

“Kami sangat khawatir moral dan paradigmanya ini bisa terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu yang berbau SARA dan menebar konflik mengatasnamakan Islam,” katanya kepada Muhammadiyah Asli, Jumat (3/3).

Berdasarkan kehawatiran ini, lanjutnya, sehingga kami mengambil sikap untuk meraih para pemuda dengan cara mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ? yang ? dalam AD/ART Organisasi, yaitu sebagai tujuan organisasi menegakan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian, Fragmen Muhammadiyah Asli

Sabtu, 30 Desember 2017

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Kuala Lumpur, Muhammadiyah Asli. Pelbagai profesi anggota Muslimat NU Malaysia yang tersebar di sejumlah tempat, tidak menghalangi mereka untuk tadarusan Al-Quran secara bersama-sama. Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk tadarus bersama. Sepanjang Ramadhan ini, mereka sudah mengkhatamkan empat kali Al-Quran.

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Ketua Muslimat NU Malaysia Hj Mimin Mintarsih mengapresiasi semangat anggotanya dalam membaca Al-Quran di bulan Ramadhan secara bersama-sama. Menurutnya, empat kali khatam dengan tadarus bersama via online merupakan prestasi spektakuler.

“Prestasi ini bagi sebagian orang mungkin sederhana. Tetapi bagi ibu-ibu Muslimat NU yang sebagian besar berniaga di siang hari dan ternyata mampu bersama-sama mengkhatamkan empat kali, merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Hj Mimin bersemangat, Kamis (9/7) petang.

Muhammadiyah Asli

Menanggapi hal ini, Ketua PCINU Malaysia Marhadi Marzuki mengapresiasi terobosan cara tadarus Muslimat NU. Ia berharap prestasi khataman 4 kali itu dilanjutkan pada pemahaman dan pengamalan isi dari Al-Quran itu sendiri.

Muhammadiyah Asli

“Tuntutan memahami ini selaras dengan makna tadarus yang berakar kata dari darasa yadrusu yang berarti memahami, menghayati. Jadi, tidak hanya membaca,” pesan Marhadi memotivasi anggota Muslimat NU Malaysia.

Pesan Marhadi dikemukakan pada acara santunan yatim dan dhu’afa yang diadakan Muslimat NU Malaysia. Menurut Marhadi, kegiatan santunan Muslimat NU ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Al-Quran. (Aziz Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 22 Desember 2017

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Muhammadiyah Asli

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Muhammadiyah Asli

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Fragmen Muhammadiyah Asli

Rabu, 13 Desember 2017

Ormas Pelajar Lain Masuk ke Sekolah, IPNU-IPPNU Harus Lari Lebih Cepat

Kudus, Muhammadiyah Asli - Jelang Konferensi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Kudus Agustus mendatang, para alumni mengimbau pengurus aktif untuk segera membuat langkah konkret rekrutmen kader di sekolah. Mereka mengharapkan IPNU-IPPNU fokus melakukan gerakan berbasis sekolah.

Mantan Ketua IPNU Kudus H Sarmanto mengatakan, revitalisasi gerakan IPNU-IPPNU sangat mendesak dilakukan dengan melakukan pengembangan pada pelajar di lingkungan madrasah atau sekolah. Terlebih lagi, Menteri Pendidikan yang baru memberi sinyal ruang ormas pelajar berkembang di sekolah.

Ormas Pelajar Lain Masuk ke Sekolah, IPNU-IPPNU Harus Lari Lebih Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Pelajar Lain Masuk ke Sekolah, IPNU-IPPNU Harus Lari Lebih Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Pelajar Lain Masuk ke Sekolah, IPNU-IPPNU Harus Lari Lebih Cepat

"IPNU harus segera menyusun langkah strategis pengembangan organisasi di sekolah sehingga tidak tertinggal organisasi pelajar lainnya. Ingat, kader ormas pelajar non-NU sudah masuk pada sistem birokrasi maupun sekolah negeri favorit," ujar Sekretaris Majelis Alumni IPNU Kudus ini, Kamis (28/7).

Muhammadiyah Asli

Upaya menuju ke arah itu, lanjut Sarmanto, harus dilakukan dengan langkah sistemik melalui musyawarah dan kebijakan semua komponen IPNU-IPPNU mulai pengurus, kader, dan alumni.

"Masalah ini jangan dibebankan hanya kepada pengurus sekarang tetapi semuanya bertanggung jawab merumuskan kebijakan program IPNU-IPPNU ke depan," kata pria yang sekarang menjadi Ketua GP Ansor Kudus.

Muhammadiyah Asli

Sementara Saiful Anas mengingatkan bahwa peremajaan usia IPNU-IPPNU menjadi 23 tahun membawa konsekuensi organisasi harus kembali dan menggarap komisariat di madrasah dan sekolah. Salah satu caranya adalah pembentukan komisariat IPNU-IPPNU di madrasah dan sekolah.

"Kalau ada kepala sekolah-madrasah NU kebanyakan wacana tidak mau mendirikan IPNU-IPPNU, patut dipertanyakan ke-NU-annya," tegas Saiful Anas yang pernah menjadi pengurus PP IPNU.

Ia mengusulkan Lembaga Maarif NU untuk menginstruksikan kepada madrasah supaya mengubah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan IPNU-IPPNU.

Pernyataan senada disampaikan beberapa alumni lainnya. Sakroni menegaskan berdirinya komisariat menjadi sesuatu yang wajib. "Terlepas apakah usianya diremajakan atau tidak, pengaktifan komisariat di Madrasah adalah wajib,"tegasnya singkat.

Majelis alumni ini berencana mengumpulkan seluruh alumni IPNU-IPPNU pada 4 Agustus nanti. Kegiatan ini dikemas sengan silaturahmi cabang yang membahas dinamika dan perumusan revitalisasi gerakan IPNU-IPPNU berbasis pelajar. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat.?

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam? Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

Muhammadiyah Asli





Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?


“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”

Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.

? Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam? I’anatul Thalibin? menjelaskan:

? ? ? ? ?

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”

Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).

Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban.? Wallahu a’lam.? (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Fragmen Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Brebes, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, menyelenggarakan Tarling ataupun Tarawih Keliling. Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi wahana silaturahim dan syiar Ahlussunnah wal Jama’ah pengurus GP Ansor setempat di desa-desa.

Tarling dilaksanakan dari tanggal 5 Ramadhan sampai dengan 21 Ramadhan. Pada hari ke-9 Ramadhan, Tarling bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Lengkong, Wanasari, Brebes.

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Bayu Rohmawan, Ketua PAC GP Ansor Wanasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Pihaknya menyiapkan para dai yang mengisi kultum (kuliah Tujuh menit) dalam rangkaian shalat tarawih berjamaah ini.

Para dai tersebut, tambahnya, sudah melewati Kursus Dai Muda Aswaja yang digelar GP Ansor Wanasari sebelum bulan puasa tiba. Mereka didorong untuk punya misi dakwah Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), moderat (moderat), tegak lurus (i’tidal) dan amar maruf nahi munkar sesuai dengan prinsip Nahdlatul Ulama.

Muhammadiyah Asli

“Kami berharap misi dakwah GP Ansor bisa dipahami oleh masyarakat serta menambah ukhuwah anggota GP Ansor dengan masyarakat,” terang Bayu.

Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari dan untuk tahun 2016 ini dilaksanakan di 9 Desa di Kecamatan wanasari antara lain Desa Glonggong, Wanasari, Lengkong, Kupu,Dumeling,Siasem, Klampok, Siwungkuk dan Desa Sawojajar. (Red: Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Fragmen Muhammadiyah Asli

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran

Pringsewu, Muhammadiyah Asli?



Jamiyyatul Qurra wal Huffaz (JQH) NU Pringsewu mengadakan Semaan Rutin secara bergilir di masjid, mushalla dan rumah masyarakat yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran

Menurut Ketua JQHNU Kabupaten Pringsewu Jumangin, kegiatan yang dilakukan setiap selapanan (36 hari) sekali itu bertujuan untuk menjalin ukhuwah sekaligus mempertahankan hafalan para anggota.

"Kegiatan ini sudah berjalan lebih kurang lima tahun dan alhamdulillah dapat memperkuat jam’iyyah dan lebih melancarkan hafalan para anggota," katanya, Ahad (3/9) di sela-sela kegiatan semaan di ? yang dilaksanakan di kediaman Ketua MUI Pringsewu KH Hambali.

Kegiatan Semaan tersebut lanjut Jumangin, ditempatkan berdasarkan permintaan dari tuan rumah penyelenggara.?

"Banyak sekali takmir masjid dan mushala ataupun perorangan yang ingin berketempatan. Seperti hari ini, kegiatan semaan kita laksanakan di dua tempat sekaligus karena masing-masing tempat ingin berketempatan untuk semaan," terangnya seraya mengatakan, pihaknya akhirnya membagi anggota kedua tempat tersebut.

Muhammadiyah Asli

Ke depan, lanjut Jumangin, pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan hafalan dari para hafidz dan hafidzah baik yang sudah senior maupun yang baru lulus dari pesantren dan bergabung di JQH.?

"Kita akan menyusun metode yang tepat dalam pelaksanaan semaan agar hafidz yang belum lancar dapat lebih lancar dan yang sudah lancar dapat mempertahankannya dengan baik," ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Potensi para hafidz di Kabupaten Pringsewu, menurutnya, sangat bagus. Banyak pesantren tahfidzul Qur’an yang banyak menelurkan para hafidz di samping para alumni dari pulau Jawa.?

"Dan para alumni ini memerlukan wadah untuk berkomunikasi dengan sesama hafidz," katanya.

Jumangin berharap jam’iyah ini terus dapat berkhidmah untuk mengayomi para hafidz yang merupakan orang terpilih menghafalkan firman Allah SWT.?

"Insyaallah keberkahan akan terus mengayomi daerah yang didalamnya banyak orang yang peduli kepada para hafidz dan hafidzah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Fragmen Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

KH Maruf Amin: Paham Liberal Masih Ada di NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin mengeluhkan masih adanya paham liberal yang yang berkembang di kalangan NU, bahkan di dalam kepengurusan NU.

Bagi salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu, keberadaan faham itu sudah terlalu dalam merusak keyakinan yang selama ini ada di NU. "Keberadaan mereka sudah sangat memprihatinkan, membahayakan," kata Kiai Maruf Amin kepada Muhammadiyah Asli di rumahnya, Ahad (9/12).

KH Maruf Amin: Paham Liberal Masih Ada di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Paham Liberal Masih Ada di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Paham Liberal Masih Ada di NU

Tidak hanya itu, menurut Ketua Dewan Mustasyar PKNU itu, akibat dari banyaknya orang berpaham liberal di dalam NU, status faham keagamaan yang dianut NU sendiri pun kini dipertanyakan.

"Sekarang ini yang jelas Ahlussunnah wal Jamaah itu malah MUI. NU malah dipertanyakan statusnya," tegasnya setengah berkelakar.

NU yang selama ini identik sebagai simbol Ahlussunnah wal Jamaah, menurut Kiai Maruf, memang layak diragukan kemurniannya, "Sebab terlalu kuatnya arus paham liberal yang ada di dalamnya, sampai menjalar ke mana-mana," tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Karenanya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengharapkan agar NU secepatnya kembali seperti saat pertama kali NU didirikan pada tahun 1926.

Caranya, dengan membersihkan kembali NU dari pemikiran-pemikiran liberal-sekuler dan dikembalikan pada paham Ahlussunnah wal Jamaah, sesuai jalan yang telah dirintis oleh para salafus shalih.

Muhammadiyah Asli

Menurut Kiai Maruf, sebenarnya jalan kembali itu sudah jelas ada, bernama Khittah Nahdlatul Ulama yang diputuskan di Muktamar Situbondo (1984) dan ditegaskan kembali dalam Muktamar Solo (2004). Hanya saja masih kurang sosialisasi, apalagi sampai prakteknya di lapangan.

"Kita hanya butuh penegasan, akar-akar liberal di NU itu harus segera dipotong, agar tidak berkembang biak menjalar ke tempat lain. Ini sudah pada tingkat bahaya," tegas kiai Maruf. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen, Kajian Muhammadiyah Asli

Minggu, 19 November 2017

MUI: Baru Belajar Agama Lalu Berdakwah, Ini Masalah Dakwah di Indonesia

Palu, Muhammadiyah Asli - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menerangkan, ada dua problematika dakwah yang harus dibenahi di Indonesia. Selain membesarkan masalah khilafiyah, dakwah lebih didominasi oleh mereka yang kurang mengerti masalah agama.

Masalah pertama adalah perpecahan antarumat Islam. Biasanya mereka cenderung terkotak-kotak oleh organisasi dan kelompoknya masing-masing. Bahkan, tidak jarang fanatisme mereka terhadap kelompoknya melebihi fanatisme kepada Islam.

MUI: Baru Belajar Agama Lalu Berdakwah, Ini Masalah Dakwah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI: Baru Belajar Agama Lalu Berdakwah, Ini Masalah Dakwah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI: Baru Belajar Agama Lalu Berdakwah, Ini Masalah Dakwah di Indonesia

"Tak kalah pentingnya adalah klaim yang  merasa dirinya yang paling sahih dalam mengartikan dan menjalankan ajaran Islam, bahkan cenderung menyalahkan kelompok yang lain. Padahal masalahnya hanya perbedaan furu‘iyah," jelas Kiai Cholil di Palu, Rabu (30/8).

Kedua adalah diamnya yang mengerti agama dan maraknya yang kurang mengerti agama dalam berdakwah. Bagi Kiai Cholil, tidak sedikit orang yang baru belajar tentang Islam lalu kemudian menjadi dai entah itu di televisi atau tempat lainnya. Sementara, orang yang belajar Islam puluhan tahun diam atau tidak dilibatkan dalam dakwah di media yang berfrekuensi publik.

Muhammadiyah Asli

"Bahkan mereka kadang membawa aliran dan kepercayaan yang sesat," ucapnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, itu yang seringkali merusak ajaran Islam dan menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Bandung, Muhammadiyah Asli. Semi Final Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Zona Tiga Jabar di Ponpes Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Kabupaten Bandung resmi dimulai. Dibuka langsung Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal, seluruh peserta perwakilan asal Garut, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berlomba menjadi yang terbaik.

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal mengatakan MKK ini kali kedua digelar. Dan ada yang menarik ketika MKK tahun lalu untuk juara kategori Ihya Ulumuddin berasal dari Cianjur namun mewakili Ponpes Lirboyo Jawa Timur.

"Maka Jabar punya lima zona sehingga potensi dari Jabar lebih tergali," katanya, Kamis (18/5).

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Semi Final MKK Zona Tiga Jabar Resmi Dimulai

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini, setelah MKK antar pesantren akan digelar juga MKK "Goes To Campoes". Untuk Jabar dimulai dari Unpad dan ITB.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin bersama Pimpinan Ponpes Aljawami, KH Imang Abdul Hamid sangat mengapresiasi dan berharap dari Jabar menang.?

"Kitab Kuning sudah banyak dilupakan. Dengan MKK ini bukti PKB sebagai partainya warga NU," kata KH Asep.?

Muhammadiyah Asli

Zona Jabar Tiga meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kota Cimahi dan Bandung Barat. (Nurjani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Fragmen, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 13 November 2017

Pendidikan Sosial Keagamaan

Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar yang membentuk watak dan perilaku secara sistematis, terencana dan terarah. Sedangkan sosial, secara ensiklopedis berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat atau secara abstraksis berarti masalah-masalah kemasyarakatan yang menyangkut pelbagai fenomena hidup dan kehidupan orang banyak, baik dilihat dari sisi mikro individual maupun makro kolektif. Dengan demikian, sosial keagamaan berarti masalah-masalah sosial yang mempunyai implikasi dengan ajaran Islam atau sekurang-kuraangnya mempunyai nilai Islamiah.

Pendidikan sosial keagamaan seperti pada lazimnya mempunyai tujuan, media dan metoda serta sistem evaluasi. Media dalam hal ini bisa berupa kurikulum atau bentuk-bentuk kegiatan nyata. Yang terakhir inilah yang akan menjadi pembahasan dalam tulisan ini.

Pendidikan Sosial Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Sosial Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Sosial Keagamaan

***

Ajaran Islam atau lebih khusus syariat Islam, mempunyai titik singgung yang sangat kompleks dengan masalah-masalah sosial. Karena, syariat Islam itu sendiri justru mengatur hubungan antara manusia (individual mau pun kelompok) dengan Allah SWT, antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya.

Muhammadiyah Asli

Hubungan pertama terumuskan dalam bentuk ibadah (baik individual maupun sosial). Interaksi kedua terumuskan dalam bentuk muamalah dan muasyarah. Prinsip muamalah dalam Islam, tidak menitikberatkan pada penguasaan mutlak bagi kelompok atas pemilikan alam, sehingga menjadikan penguasaan individual, sebagaimana paham sosialisme (al-isytirakiyah al-mutlaqah). Ia juga tidak menitikberatkan penguasaan bagi individu secara mutlak yang cenderung pada sikap monopoli tanpa memiliki konsen (kepedulian) terhadap yang lain, sebagaimana dalam kapitalisme (al-rasumaliah al-mutlaqah).

Akan tetapi Islam menghargai hak penguasaan individual yang diimbangi dengan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing dan tanggung jawab kelompok. Pembuktian prinsip ini bisa dilihat pada pelbagai hal, antara lain berlakunya hukum waris, zakat, nafkah, larangan judi, larangan menimbun barang kebutuhan pokok sehari-hari dan lain-lain.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan prinsip mu’asyarah dalam Islam dapat dilihat dalam pelbagai dimensi kepentingan dan struktur sosial. Dalam kepentingan kemaslahatan umum, kaum Muslimin dituntut oleh ajaran Islam sendiri agar bekerja sama dengan penuh tasamuh (toleransi) dengan pihak-pihak di luar Islam. Sedangkan antara kaum Muslimin sendiri, Islam telah mengatur hubungan interaksinya dalam kerangka ukhuwah Islamiah bagi segala bentuk sikap dan pelilaku pergaulan sehari-hari.

Dari sisi struktur sosial yang menyangkut setratifikasi sosial bisa dilihat, bagaimana ajaran Islam mengatur interaksinya, misalnya hubungan lingkar balik antara ulama, umara (pemerintah), aghniya (orang kaya) dan kelompok fuqara’ (orang fakir). Pendek kata, dalam Islam terdapat aturan terinci mengenai muasyarah antara pelbagai kelompok sosial dengan pelbagai status masing-masing.

***

Disiplin sosial secara sosiologis dapat diartikan sebagai suatu proses atau keadaan ketaatan umum atau dapat juga disebut sebagai "ketertiban umum". Ketertiban itu sendiri merupakan aturan muasyarah antar masyarakat baik yang ditentukan oleh perundang-undangan mau pun yang tidak tertulis, hasil bentukan dari suatu kultur atau budaya. Dapat juga, ia merupakan nilai-nilai yang berlaku, baik yang berorientasi pada budaya mau pun agama.

Bagi Islam, bentuk disiplin sosial adalah kesadaran menghayati dan melakukan hak dan kewajiban bagi para pemeluknya, baik dalam sikap, perilaku, perkataan perbuatan mau pun pemikiran. Dalam hal ini, di dalam Islam dikenal ada huquq Allah (hak-hak Allah) dan huquq al-Adami (hak-hak manusia). Sedangkan hak-hak manusia pada hakikatnya adalah kewajiban-kewajiban atas yang lain. Bila hak dan kewajiban masing-masing bisa dipenuhi, maka tentu akan timbul sikap-sikap sebagai berikut:

Solidaritas sosial (al-takaaful al-ijtimai), toleransi (al-tasamuh), mutualitas/kerjasama (al-ta’awun), tengah-tengah (al-itidal), dan stabilitas (al-tsabat).

Sikap-sikap itu merupakan disiplin sosial yang sangat erat hubungannya dengan ajaran Islam yang mempunyai cakupan luas, seluas aspek kehidupan yang berarti, bahwa Islam sebenarnya mampu menjadi sumber referensi nilai bagi bentuk-bentak kehidupan sosial. Lebih dari itu, mengaktualisasikan sikap-sikap itu dengan motivasi ajaran dan perintah agama, berarti melakukan ibadah. Disiplin sosial dapat juga identik dengan ibadah dalam Islam (dengan amal).

Dari uraian pada ketiga kerangka di atas, dapatlah diambil kesimpulan, bahwa masalah-masalah sosial ke agamaan Islam meliputi semua aspek kehidupan sosial sementara itu ajaran Islam telah meletakkan landasan yang kuat dan fleksibel bagi sikap dan perilaku dalam disiplin sosial.

Pendidikan ke arah itu sebenarnya implisit masuk dalam pendidikan Islam. Karena pendidikan Islam seutuhuya yang menyangkut iman (aspek aqidah), Islam (aspek syariah), dan ihsan (aspek akhlaq, etika dan tasawuf) akan berarti melibatkan semua aspek rohani dan jasmani bagi kehidupan manusia sebagai makhluk individual mau pun makhluk sosial.

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Sabtu, 11 November 2017

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat.?

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam? Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

Muhammadiyah Asli





Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?


“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”

Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.

? Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam? I’anatul Thalibin? menjelaskan:

? ? ? ? ?

“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”

Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).

Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban.? Wallahu a’lam.? (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri, Ulama, Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 10 November 2017

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sekitar 40 penulis potensial bertemu di Pesantren Al-Aziziyah Denanyar Jombang Jawa Timur, Sabtu (21/12). Kegiatan ini dikemas dalam acara temu wicara dan menghadirkan pembicara yakni Ahmad Baso, KH Aziz Masyhuri, Prof Dr KH Imam Suprayogo serta Sulaimaniyah Turki.

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan

Dalam paparannya, Ahmad Baso tidak bisa menyembunyikan keprihatinan lantaran sangat terbatasnya karya ulama Nusantara yang diterbitkan.?

"Kita prihatin karena masih belum banyak kitab ulama Nusantara yang diterbitkan karena berbagai hal, katanya. "Padahal dulu ulama kita jadi rujukan di Haramain," lanjut penulis buku NU Studies ini.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan Kiai Aziz Masyhuri mengharapkan kegiatan di pesantren yang diasuhnya mampu menumbuhkan semangat menulis. Bahkan khusus untuk kegiatan temu wicara, kiai produktif ini mengharapkan bisa terselenggara lebih besar.?

Muhammadiyah Asli

"Kita berkumpul di sini semoga bisa menjadi awal mengumpulkan para penulis muslim nusantara dan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara nasional tahun depan," katanya.

Rektor UIN Maliki, Prof Dr KH Imam Suprayogo mengingatkan bahwa kesadaran membuat tulisan dan menata koleksi buku telah tumbuh di kalangan non sunni.?

"Selain kelompok Wahhabi, juga ada kelompok syiah yang demikian ? luar biasa," terangnya. Dalam keseharian, mereka menerjemahkan karya-karya ulama syiah.?

"Saya beberapa kali ke Iran dan mengunjungi perpustakaan di samping Imam Ali Rido," akunya. Luas perpustakaan itu sampai tiga hektar. "Kalau kita mencari buku, maka yang melayani adalah robot," katanya. Tidak itu saja, ? koleksi kitab, buku, majalah dan sejenisnya bisa sampai 2.500.000 judul," katanya penuh rasa kagum.?

Sekedar membandingkan, perpustakaan modern adalah Dha yang berada di Iran serta ? di Deft, Belanda. Kelebihan di sana pelayanannya ? luar biasa.?

Prof Imam juga mengatakan bahwa tugas seorang imam di syiah adalah menulis. Setelah itu seluruh karya para imam itu diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan disebarkan.?

"Makanya, agar anak-anak kita tidak menjadi wahhabi dan syiah, ayo menulis," tantangnya. "Semakin produktif, semakin baik!" lanjutnya.?

Imam Suprayogo yang juga salah seorang Rais PWNU Jatim ini.bahkan menyatakan bersyukur karena sudah mengawali tradisi menulis ini. Setidaknya, kini ia telah menulis 2100 makalah dan artikel. Ia juga menerbitkan ? 20 judul buku.?

"Setiap hari bakda shubuh saya minimal menulis 4 halaman tanpa berhenti," katanya. ?

"Nah saya membayangkan seandainya kita semua menulis rutin seperti ini dan terus kontinyu, maka akan ? luar biasa hasilnya!" Katanya Karena dalam pandangannya, keilmuan orang-orang Indonesia juga bagus.?

Karena itu Prof Imam sangat mengapresiasi upaya dari KH Aziz Masyhuri untuk mengumpulkan para penulis dan harus dilanjutkan. "Ini tradisi halaqah yang harus terus dipertahankan," tukasnya. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Berita, Fragmen Muhammadiyah Asli

Kamis, 09 November 2017

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Jombang, Muhammadiyah Asli. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas kabupaten Jombang, menerima Award dari Lembaga Ta’mir Masjid PBNU, Rabu (14/10). Penghargaan ini diberikan karena masjid al-Madinah MAN Tambakberas dinilai sebagai masjid yang peduli pada lingkungan. MAN Tambakberas meraih kategori Muharrik Terbaik di bidang Peduli Lingkungan.

Pernyataan ini disampaikan Nidatus Sa’adah (Ninid), salah satu tenaga pendidik di lembaga sekolah ini. Sejak berdiri, masjid al-Madinah itu memang dibangun dengan komitmen yang berorientasi pada roh pendidikan pesantren yang peduli lingkungan. “Kita berkomitmen memberdayakan masjid itu sejalan dengan roh pesantren,” katanya kepada Muhammadiyah Asli,? Kamis (15/10).

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

MAN Tambakberas Jombang Terima Award Peduli Lingkungan dari PBNU

Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan pihak madrasah ini adalah memanfaatkan limbah wudhu dengan membangun kolam ikan di samping masjid, agar air yang mengalir tidak terbuang percuma.

Muhammadiyah Asli

“Penghargaan serupa pernah diraih madrasah adiwiyata ini pada Desember tahun lalu dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Sebab sekolah ini juga mengorientasikan kepedulian pada lingkungan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan adiwiyata. Namun, rupanya hal ini menarik pihak LTMNU untuk memberi penghargaan sebagai Muharrik di bidang Peduli Lingkungan.”

Ninid menjelaskan, penghargaan ini diterima di Jakarta oleh Kepala MAN Tambakberas H Ahsan Sutari bersama Waka Sarpras Sutrisno dari ? beberapa kategori terbaik berbasis pemberdayaan masjid.

Muhammadiyah Asli

“Di antaranya, Muharrik Terbaik, Perusahaan Peduli Masjid, BUMN Peduli Masjid, Tokoh Masyarakat Peduli Masjid, dan Pemerintah Daerah Peduli Masjid,” terangnya.

Disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah.

MAN Tambakberas menerima anugerah ini di Gedung Smesco UKM, jalan Gatot Subroto Jakarta dalam rangkaian perhelatan Nahdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo, ? ujar Ninid. (Syamsul/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Fragmen Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock