Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kabar duka datang dari Jombang, Jawa Timur. Mursyid sekaligus Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang KH A Dimyathi Romly (72 tahun) telah berpulang ke rahmatullah.? Kiai Romly yang juga Rais Syuriyah PBNU ini wafat sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (18/5) setelah sebelumnya ? 4 hari dirawat di RS Airlangga Jombang.?

Kabar ini dibenarkan oleh salah satu Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Hamid Bisri dalam pesan singkatnya.?

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Innalillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang Mursyid Thariqah Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah sekaligus Pengasuh PP Darul ulum Rejoso Peterongan Jombang. Semoga semua amal Mursyid sekaligus guru kami diterima dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, husnul khotimah, dimasukkan surga bighoiri hisab walaa adzaab...Aamiin.”

KH Dimyathi Romly meninggalkan 7 orang anak. Kini pesantren yang dipimpinnya terbilang maju pesat. Selain berhasil mengembangkan madrasah unggulan berbasis teknologi, sekarang universitas di pesantren tersebut (Unipdu Jombang) juga berhasil mengembangkan berbagai program studi dan jurusan.?

Pemakaman rencana akan dilaksanakan hari ini pada pukul 21.00 WIB ? di komplek makam keluarga di sekitar asrama Hidayah Qur’an Pesantren Darul Ulum sesuai wasiatnya sebelum meninggal. (Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, kelompok di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, memberantas buta aksara arab.

Hal itu ditunjukkan dengan pembinaan kepada warga setempat selama tiga malam, mulai tanggal 10 sampai 12 Februari 2014 di TPQ Al-Choirot desa setempat.

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Sekretaris KKN di Desa Bogo, Anisah mengaku, kegiatan ini merupakan usulan warga setempat. Setelah beberapa waktu lalu saat melakukan observasi, melihat kondisi dan informasi dari tokoh masyarakat untuk memberantas aksara arab di Desa Bogo Kecamatan Kapas.

Muhammadiyah Asli

"Setelah sekitar 20 warga yang mayoritas ibu-ibu ini akan diterjunkan ke masyarakat, untuk mengajarkan kepada warga lainnya," jelasnya kepada Muhammadiyah Asli.

Selain itu, para peserta KKN di Desa Bogo juga mengundang narasumber yang kompeten, yakni ketua majlis pembina (mabin) TPQ An-Nahdliyah cabang Bojonegoro, Shodiqin.

Muhammadiyah Asli

Ketua karang taruna dan juga ketua TPQ Al-Choirot, Kusbaliyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan penuntasan buta aksara arab di Desa Bogo. Pasalnya diharapkan, seluruh warga setempat mampu membaca Al-Quran dengan baik dan sempurna.

"Penuntasan aksara arab ini, dilakukan dengan dikembangkan di lingkungannya masing-masing, untuk mengajari warga lainnya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bogo, Indarti mengatakan, pelatihan dilakukan tiga hari ini sangat membantu Desa Bogo dalam mengembangkan agama Islam dan pelajaran Arab di daerah tersebut.

"Semoga pelatihan dan tujuan baik ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Ketua Mabin Cabang Bojonegoro, Shodiqin sebelum memberikan materi penataran mengimbau kepada para orang tua, peserta penataran agar tidak berhenti menuntut ilmu. Tetapi meminta tetap bersemangat mencari ilmu, meskipun sehari-hari disibukkan dengan aktivitas beragam.

Ia berharap, dengan belajar Al-Quran ini dapat ditularkan kepada warga masyarakat lainnya. "Sebaik-baik orang, yang mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain," pungkasnya.

Para peserta yang rata-rata ibu-ibu dan bapak-bapak setempat itu, tampak bersemangat dengan materi yang disampaikan kepala mabin cabang Bojonegoro. Tiap malam pesaerta selalu bertambah pada kegiatan yang diselenggarakan tiga malam tersebut. [Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang

Makassar, Muhammadiyah Asli

Sedikitnya 5000 peserta mengikuti pawai akbar dan jalan santai dalam Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/10). Peserta berasal berbagai kalangan, diantaranya sivitas akademika UIM, UMI, Pondok Pesantren dan Madrasah yang ada di kota Makassar serta jamaah NU. Pawai Akbar tersebut berangkat dari Kampus UMI Jalan Urip Sumiharjo dan finish di Kampus UIM Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29 Makassar.



Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang



Rektor Universitas Islam Makassar A Majdah M Zain Agus Arifin Numang menyambut peserta pawai kabar tersebut. 



Muhammadiyah Asli



“Selamat Hari Santri. Semoga dengan peringatan ini  para santri dapat meneladani perjuangan para ulama dalam mempertahankan NKRI,” kata Majdah dalam sambutannya.

Muhammadiyah Asli



Ia menyampaikan para ulama mempertahankan kemerdekaan dengan adanya resolusi jihad.

“Maka para santri diharapkan mengisi kemerdekaan dengan belajar, berperang melawan kebodohan," imbuh pria yang juga ketua PW Muslimat NU Sulsel.

Kegiatan tersebut dihadir oleh Rais Syuriah NU Sulsel yang juga ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Iskandar Idy, Rais Syuriah NU Makassar AGH Baharuddin, Ketua Tanfidziyah NU Makassar Abd Wahid Tahir, Kepala Kemenag Makassar Nur Khalik, sivitas akademika UIM dan perwakilan badan otonom NU.





Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Universitas Islam Makassar, dan Universitas Musllim Indonesia. (Muh. Nur/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Subang, Muhammadiyah Asli?

Untuk menghormati jasa para pahlawan, puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Subang, Kamis (10/11).

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Dalam aksinya, massa PMII yang tiba di TMP Cidongkol sekitar pukul 09.00 tersebut sontak menjadi perhatian sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Subang yang telah menggelar upacara hari pahlawan di tempat tersebut.

Setiba di lokasi, mereka yang menggunakan almamater serba biru tersebut melakukan renungan, doa bersama, pembacaan puisi dan orasi kebangsaan secara bergantian.

"Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Mudah-mudahan mereka mendapatkan tempat yang layak dihadapan-Nya," ujar Ketua PMII Kabupaten Subang, Toto Taufiq Munajat.

Dikatakan, dengan refleksi Hari Pahlawan ini, bisa menambah wawasan kebangsaan bagi para penerus negeri yang dalam konteks hari ini sudah mulai runtuh akan semangat nasionalisme diantara para generasi muda.

Muhammadiyah Asli

"Merebut dan mendirikan negara ini susah. Tapi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan jauh lebih susah. Karena generasi muda hari ini sudah mulai terkontaminasi budaya-budaya barat yang merusak," tegasnya.

Dirinya berharap agar dengan memperingati hari pahlawan ini, semangat nasionalisme dan cinta tanah air semakin menggelora dikalangan anak-anak bangsa.

Muhammadiyah Asli

"Mari kita belajar akan sebuah perjuangan yang telah ditorehkan oleh para pendahulu kita. Dan kita wajib untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bisa memberikan kontribusi positif untuk kemajuan negeri," pungkasnya.

Setelah melaksanakan doa bersama, puluhan massa PMII tersebut melakukan tabur bunga di salah satu makam yang ada di TMP Cidongkol yang ? kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Santri, Quote Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Muhammadiyah Asli
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Bahtsul Masail, Makam Muhammadiyah Asli

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Sabtu, 27 Januari 2018

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Makassar, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan hajatan 5 tahun sekali yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Sulsel.

Panitia Konferwil pun terbentuk dalam rapat lengkap Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sulsel beserta para Ketua Lajnah-Lembaga dan Badan Otonom NU di kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulsel DR. AGH. M. Sanusi Baco, Lc, Senin (11/3).

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Sebelum diadakannya rapat, Pengurus Tanfidziyah meminta terlebih dahulu nasehat dan petunjuk Rais Syuriyah PWNU Sulsel demi kelancaran dan kemudahan proses konferwil 12 NU Sulsel. Rais Syuriyah menekankan perlunya sikap ikhlas mengurus NU dan meminta ketika panitia terbentuk bekerja sama-sama, agar pekerjaan berat bisa menjadi lebih mudah.

Muhammadiyah Asli

Setelah diadakan diskusi antara pengurus tanfidziyah dan meminta persetujuan pengurus Syuriyah terpilihlah Drs. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd sebagai Ketua Panitia dan Amiruddin Aminullah, SH.I, MH.I sebagai Sekretaris Panitia. Sebelumnya Prof. DR. H. Arfin Hamid, MH terpilih sebagai Ketua Steering Committee untuk mengawal jalannya persidangan Konferwil nanti. 

Pada hari itu pula diputuskan Konferwil ke-12 NU Sulsel akan diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Maret 2012 di Kab. Pangkep yg bertempat di Pondok Pesantren Padallampe Dahrul Mukhlisin. Pemilihan tempat ini didasarkan oleh kesepakatan pengurus melihat NU berasal dari Pesantren dan kembali juga mesti harus di Pesantren.

Muhammadiyah Asli

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Bahtsul Masail, Kyai Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Asisten Deputi Keanggotaan Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Salekan mengatakan, pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi sangat tepat diterapkan di Indonesia, karena koperasi berbasis kerakyatan.

“Pengembangan ekonomi melalui koperasi sangat tepat karena keuntungannya dibagi rata kepada semua anggota. Jadi semuanya mendapatkan manfaat,” kata Salekan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2016 Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU di Hotel Bintang Jakarta Pusat, Jumat (5/5).

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi

Alasan lainnya, menurut Salekan, melalui koperasi juga ada rentetan bisnis yang pengelolaannya memaksimalkan potensi semua anggota.

Terkait dengan koperasi berbasis perkumpulan sosial seperti Inkopan, ia menilai ada beberapa potensi dan peluang yang sangat mungkin untuk dikembangkan asalkan dengan pengelolaan yang baik.

Muhammadiyah Asli

Ia mengatakan, Inkopan menjadi bagian dari Muslimat, dan Muslimat sebagai bagian dari ormas NU bila digarap dengan baik, merupakan kekuatan besar.

Muhammadiyah Asli

“Dari sisi organisasi Inkopan ada tokoh atau kiai yang bila mampu mengakomodir anggota menjadi kekuatan yang bukan main,” urainya.

Ia mencontohkan adanya salah satu koperasi yang awalnya berbasis perkumpulan keagamaan, dan saat ini semakin maju sehingga orang atau masyarakat dari luar perkumpulan tersebut juga tertarik bergabung dan turut menerima manfaatnya.

Dalam hal permodalan, koperasi berbasis perkumpulan sosial sangat mungkin dikembangkan. Memanfaatkan modal yang dikumpulkan dari anggota, permodalan tidak harus mengandalkan pinjaman bank atau bantuan pemerintah.

“Sehingga keuntungan usaha koperasi juga lebih banyak kembali kepada anggota,” kata Salekan.

Beberapa persoalan yang mungkin menjadi kendala adalah kurangnya kreativitas. Padahal banyak usaha yang bisa digarap dan dikelola. “Kreativitas sangat penting karena bagaimanapun ada kompetisi di bidang usaha,” tegasnya.

Ia mengapresiasi Inkopan dengan penyelenggaraan RAT. Menurutnya, denyut nadi koperasi bisa diraba dengan adanya RAT. Ia mendorong Inkopan terus berkembang dan meningkatkan diri untuk kemajuan umat karena kekufuran sangat dekat dengan kemiskinan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock