Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Karawang, Muhammadiyah Asli

Dalam rangka penguatan ekonomi dan taraf hidup warga nahdliyyin Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) setempat menggelar Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Umat Menuju Kesejahteraan.

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Muslimat NU dan NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) Karawang dan diselenggarakan di Kantor PCNU Karawang, Jalan Dewi Sartika No. 43 Karawang. Ahad (26/02)

Ketua HPN Karawang, H. Muhamad Hasyim? menjelaskan bahwa sejak menjabat sebagai ketua HPN Karawang, ia sudah berkeliling di wilayah Karawang dan menemukan tiga kebutuhan dasar sekaligus potensi bagi warga nahdliyyin.

Muhammadiyah Asli

"Tiga kebutuhan dasar ini mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan jaringan distribusi pangan dan jasa, dan yang terakhir adalah kesehatan. Kita akan mencoba untuk menjadikannya sebagai potensi," tambahnya.

Sebagai solusi, kata dia, HPN Karawang melakukan beberapa terobosan, untuk kebutuhan pangan dengan meluncurkan program RPK (Rumah Pangan Kita) yang bekerja sama dengan Bulog. Dalam RPK ini warga NU ditawarkan menjadi distributor barang sembako.

Muhammadiyah Asli

"HPN juga menginisiasi tim ekonomi gabungan yang akan dijadikan sebagai solusi atas kebutuhan dasar yang kedua, tim ini terdiri dari lembaga ekonomi dari banom dan lembaga PCNU Karawang sehingga pergerakan ekonomi pengurus dan warga nahdliyyin lebih terakomodir dan terarah, Insya Allah beberapa bulan ke depan kita akan meluncurkan 7 Mikromart, mini market milik HPN"Paparnya

Hasyim menambahkan, solusi untuk kebutuhan kesehatan, HPN Karawang sedang berikhtiar mendirikan Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit NU.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW Muslimat NU Jabar, Ella Giri Komara para pengurus banom dan lembaga yang ada di lingkungan PCNU Karawang. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Hikmah Muhammadiyah Asli

Selasa, 27 Februari 2018

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

Jakarta, Muhammadiyah Asli . Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam keras Polres Kota Yogyakarata yang menolak diselenggarakannya Diskusi "Melek Media: Menanggulangi  Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya"  di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum, Yogyakarta, yang sedianya digelar Jumat (24/10).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang mengungkapkan alasan karena adanya penolakan-penolakan oleh ormas Islam. Sebelumnya, beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

“Tindakan tersebut menunjukkan Polisi telah gagal menjalankan amanat Undang-Undang untuk melindungi hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Republik Indonesia,” kata Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Alissa Wahid dalam siaran pers.

Muhammadiyah Asli

Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pihak Kepolisian  untuk tidak takut dan tunduk kepada ancaman  siapapun dan dari kelompok manapun yang mengancam hak berkumpul dan berpendapat.

Gusdurian menuntut Kapolri dan Kapolda DIY untuk mencabut surat penolakan dari Polresta Yogyakarta yang dinilai mencederai hak tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang, tugas kepolisan adalah melindungi, melayani, dan menegakkan hukum. “Tindakan Polresta Yogyakarta justru mengingkari amanat tersebut,” tutur putri sulung Gus Dur ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut Alissa, pemerintahan Jokowi-JK mesti melakukan reformasi, termasuk revolusi mental, di dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

“Tindakan tegas yang telah ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam menghadapi tekanan kelompok yang menggunakan kekerasan dan ancaman beberapa waktu lalu selayaknya menjadi model bagaimana segenap Kepolisian Republik Indonesia menjalankan tugas melindungi, melayani, dan menegakkan hukum sesuai amanat Undang-Undang,” katanya.

Jaringan Gusdurian menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut dan gentar menghadapi berbagai ancaman dari kelompok intoleran dan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan terhadap hak konstitusional setiap warga negara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Warta, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Halaqah Ulama ASEAN tahun 2017 di Hotel Sari Pan Pasific. Tema yang diusung adalah Penguatan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Acara tersebut resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Selasa, (17/10). Ini adalah agenda halaqah yang ketujuh.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud mengatakan, ada beberapa tujuan diadakannya agenda ini: menyosialisasikan Islam moderat atau Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah-tengah masyarakat yang global, memperkuat lembaga pendidikan Islam, dan mengembangkan perekonomian di lingkungan pendidikan Islam.

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

“Kemenag ingin mengarusutamakan Islam wasatiyah,” kata Abdurrahman di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan era globalisasi. Maka dari itu, dengan diadakannya acara ini ia berharap umat Islam bisa ikut berkontribusi dalam membangun peradaban, terutama dalam bidang lembaga pendidikan Islam.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

“Kita sebagai umat Islam harus berkontribusi dan mengembangkan nilai-nilai moderatisme Islam atau Islam wasatiyah,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh sembilan negara ASEAN dan tiga ratus peserta undangan yang terdiri atas ulama pengasuh pesantren, akademisi, peneliti, birokrasi Kemenag, dan mahasiswa asing di Indonesia. Sejak tahun 2010, Kemenag rutin menyelenggarakan agenda ini. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Februari 2018

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa), Selasa-Kamis, 24-26 Oktober 2017.

Ketua PCNU Indramayu, KH. Juhadi Muhamad, mengatakan dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu, akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi. 

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

“Salah satu keistimewaan STIDKI NU Indramayu ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan. STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama,” ungkap Kiai Juhadi di lokasi kegiatan Kampus STIDKI NU Indramayu yang juga Kantor PCNU Indramayu Jalan Gatot Subroto No. 9 Indramayu, Kamis (26/10). 

Pada tahun pertama perkuliahan digratiskan dengan menggalang kekuatan tokoh NU melalui program orangtua asuh atau beasiswa.

Muhammadiyah Asli

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tokoh NU yang telah siap menjadi orang tua asuh bagi para mahasiswa STIDKINU,” tambahnya.

Kiai Juhadi berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut.

“Belajarlah yang tekun dan rajin serta pada saatnya nanti menjadi sarjana, akan benar-benar menjadi sarjana yang siap mengabdi kepada ummat, NU, bangsa dan negara,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Ketua Panitia Propesa, Zamakshari mengapresiasi para calon mahasiswa. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

"Berbagai materi telah kami siapkan dengan mengundang para pakar yang berkompeten untuk menyampaikan pemaparan, diantaranya dari PCNU Indramayu, kiyai dari Pesantren Babakan Cirebon, praktisi perbankan,  wartawan senior di Indramayu,” kata Zamakshari.

Hal itu diharapkan  agar saat aktif menjadi para peserta Propesa memiliki pondasi dasar yang kuat untuk menjadi mahasiswa cinta terhadap almamater, menjadi kader NU yang tangguh serta siap bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain mendengarkan materi dan diskusi, peserta Propesa juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako dan pakaian layak pakai kepada fakir miskin, panti jompo, anak jalanan dan tukang becak. Mereka disebar di berbagai sudut Kota Indramayu.

Hasyim, salah satu peserta mengungkan rasa bangganya karena bukan hanya bisa mengikuti kegiatan Propesa, tetapi juga diajarkan berbagai melalui pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Yang membuat kami terharu, pada saat pembagian sembako ada tukang becak yang sampai memeluk kami dan menangis saking bahagianya mendapatkan santunan tersebut,” ujar Hasyim yang juga wartawan di Indramayu.

Propesa ditutup secara resmi oleh Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu, Jaenal Effendi. Doktor muda jebolan Jerman ini menegaskan, keberadaan STIDKI NU Indramayu harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu umumnya dan warga NU khususnya untuk menempuh pendidikan tinggi. 

“Kami bertekad mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan unggul dengan dukungan para tenaga pengajar atau dosen yang kesemuanya sangat berkompeten. Oleh karena itu kepada para mahasiswa STIDKI NU Indramayu saya berpesan agar meluruskan niat dalam menempuh perkuliahan ini, belajar yang giat dan tekun serta bersama-sama membesarkan STIDKI NU Indramayu,” pungkas tokoh muda NU ini yang juga pengurus LPNU PBNU. 

STIDKI NU Indramayu dibuka sejak 15 Juni 2017 dengan Ijin operasional berupa SK Direktur Pendidikan Islam No. 3333 tahun 2017. Terdapat empat program studi  yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD),  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). (Iin Rohimin/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli



Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, berbuka puasa bersama yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional dengan anak-anak yatim piatu merupakan bentuk perhatian dari orang tua kepada anaknya. 

Hal ini, menurut dia, sesuai dengan perintah Allah. "Orang yang shalat, tapi tidak peduli kepada lingkunganya, adalah orang yang beragama bohong-bohongan,” kata bupati sembari membaca Surat Al-Maun.

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Menurut Amin, orang seperti itu, kelihatan luarnya seperti orang beragama. Namun, sebetulnya di dalam hatinya tidak ada nilai-nilai keagaman karena tidak peduli dengan lingkungan.

“Kepada yatim tidak peduli, kepada orang miskin tidak peduli, kepada orang memerlukan pertolongan tidak peduli, sehat-sehat sendiri, kenyang-kenyang sendiri; itu adalah orang sekalipun beragama, kata Allah, bohong-bohongan alias hanya luarnya saja tampak beragama, tapi tidak,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu BAZNAS kabupaten Bondowoso berbagi keberkahan Ramadhan dengan memberikan santunan kepada 1018 anak di Bondowoso. Santunan disampaikan secara simbolis kepada 12 anak oleh H. Amin Said Husni didampingi Ketua Baznas Bondowoso KH Salwa Arifin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Santri, Hikmah, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 Februari 2018

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini

Bojonegoro,Muhammadiyah Asli. Demi mengenalkan sosok pejuang/pahlawan nasional, serta menyambut hari emansipasi wanita Indonesia Madrasah Ibtidaiyah NU (MINU) Unggulan Walisongo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro menggelar lomba mewarnai gambar RA Kartini dan Fashion Show busana Nusantara Sabtu (20/04/2013).

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Walisongo Peringati Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini

Selain itu semua anak didik dan dewan guru diharuskan mengenakan busana Nusantara Indonesia (baju adat Nusantara).

Acara yang dimuali pada pukul 07.00 WIB diawali dengan upacara bendera. Upacara kali ini sengaja dilaksanakan lebih siang dari biasanya yaitu pukul 06.45 WIB. Mengingat banyaknya “kendala” yang dialami anak didik yaitu banyaknya anak didik yang antri merias diri di sanggar/tata rias yang sama dengan busana adat Nusantara. 

Muhammadiyah Asli

Bagi yang laki-laki dan busana kebaya ala kartini bagi anak didik perempuan. Selain itu terkendala juga dengan jarak tempuh anak didik menuju MINU, maklum banyak anak didik MINU yang berasal dari luar kecamatan.

Muhammadiyah Asli

Oleh sebab itulah pagi ini banyak anak didik yang datang dengan tergopoh-gopoh karena kuatir ketinggalan pelaksanaan upacara peringatan hari RA Kartini kali ini. 

Dengan mengenakan kebaya Nusantara dan kebaya ala Kartini anak didik MINU melaksanakan upacara dengan antusias walaupun panas mulai menyengat merangkul seluruh tubuh mereka. Selain itu nampak pula papan nama yang dibawa anak didik yang bertulisan aneka macam pulau Indonesia. 

Menurut Ketua pelaksana hal ini demi mengenalkan nama-nama pulau kebanggaan negara Indonesia kepada anak didik MINU sejak dini.

”Kami berharap dengan mengenakan baju/busana tradisional ini anak didik kami lebih paham dan akrab dengan pulau-pulau negara ini. Karena inilah identititas bangsa yang perlu dilestarikan,” ujar Ahmad Taufik yang kali ini mengenakan busana beskap sebagai busana nusantaranya.

Acara dilanjutkan dengan peragaan busana bagi perwakilan anak didik per kelas. Acara ini sendiri digelas lebih unik dari peragaan-peragaan umumnya. Peragaan busana dilaksanakan di halaman MINU, tidak berada di gedung ataupun di dalam ruangan. 

Setiap siswa yang mewakili maju ke “arena” fashion show dengan geya centil dan menggemaskan. Satu persatu mereka menampilkan bakat “artis”nya dihadapan juri yang kali ini didatangkan dari mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro.

Acara peragaan busana sendiri mendadak heboh tatkala seluruh peserta dan ratusan wali siswa yang sedari tadi antusias menyaksikan lenggak-lenggok anak didik MINU dikejutkan dengan penampilan seluruh dewan guru mengisi arena dengan gaya yang aduhai dan lebih “rancak” dari penampilan fashion show anak didik mereka. 

“Ini merupakan wujud cinta kami kepada anak didik dan almamamter kami,” kata Winarni, yang juga menjadi wali kelas Sunan Giri.

Tepat pukul 09.00 setelah pelaksanaan peragaan busana. Acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai gambar RA Kartini. Lomba ini ditempatkan di serambi Masjid Madrasah Ibtidaiyah milik NU ini. 

Banyak anak didik yang awalnya bingung dengan gambar yang telah dibagikan oleh dewan guru tersebut, namun setelah mendapat penjelasan dan paparan secara gamblang akhirnya mereka antusias dan secara serentak anak didik MINU mulai mengkombinasikan warna yang sesuai untuk dilukiskan pada gambar RA Kartini yang telah dibagikan. 

Banyak anak didik yang bekerja sendiri dengan alat yang dibawa dari rumah. Mulai crayon atau warna dan meja lipat. Menurut panitia lomba mewarna kali ini bertujuan mengenalkan sosok RA Kartini kepada anak didik MINU agar mereka lebih peduli akan nama besar para pejuang bangsa Indonesia ini, khususnya pejuang wanita asal kota Jepara ini. 

Mendung mengiringi penutupan rangkain acara kali ini. Namun tidak mengurangi antusias dewan guru dan walisiswa serta ratusan anak didik minu. Pada penutupan yang tepat dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB diumumkan semua kategori pemenang. 

Penyerahan hadiah disampaikan langsung oleh kepala madrasah Mariyanto”Ini merupakan wujud nyata kami dalam menanamkan budaya menghormati leluhur dan mencintai negara Republik Indonesia ini,” tutup kepala madrasah yang juga pengurus harian Palang Merah Iindonesia (PMI) ranting kecamatan sumberrejo tersebut.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Hikmah Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Muhammadiyah Asli

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (4/5/2013).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, IMNU, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak

Solo, Muhammadiyah Asli. Beberapa waktu lalu, diwartakan koleksi kitab-kitab kuno peninggalan jaman Paku Buwono (PB) X yang ada di Perpustakaan Masjid Agung Surakarta rusak akibat dimakan rayap. Sebagian dari kitab tersebut, kemudian dapat diselamatkan dan diperbaiki.

Namun, ternyata hal tersebut bukan menjadi penyelesaian akhir dari masalah ini. Rabu (24/6) lalu, pengurus Masjid Agung Surakarta kembali memeriksa semua koleksinya. Hasilnya, sungguh memprihatinkan, buku bahkan berikut rak buku yang terbuat dari kayu pun telah rusak dimamah rayap.

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Koleksi Kitab Kuno di Masjid Agung Solo Rusak

Takmir Masjid Agung Surakarta, KRT Tafsir Anom Muh. Muhtarom, saat ditemui di lokasi mengatakan kondisi koleksi kitab serta buku yang ada di perpustakaan memang sudah cukup parah dan ada beberapa yang sudah tidak bisa dibaca lagi.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, hal tersebut perlu segera dipikirkan untuk dicari solusinya. “Solusinya itu perlu ada penataan ruangan dan digitalisasi kitab-kitab kuno, ini sekaligus membedakan mana yang rusak dan mana yang tidak,” terang Ketua MWCNU Pasar Kliwon itu.

Lebih lanjut, dikatakan Kiai Muhtarom, terkait penanganan digitalisasi koleksi ini pihaknya akan bekerjasama dengan IAIN Surakarta. Sedangkan untuk perbaikan rak, rencananya akan diganti dengan rak yang terbuat dari alumunium.

Muhammadiyah Asli

Hasil pemeriksaan koleksi pada hari itu, selanjutnya akan dipilah dan diinventarisir, buku mana yang rusak berat tidak bisa dibaca dan mana yang rusak ringan masih bisa dibaca. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Meme Islam, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 30 Desember 2017

NU Bojonegoro Dorong 350 Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro mengumpulkan 350 kepala sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Sabtu (22/11), di Bojoengoro, Jawa Timur. Pertemuan dimaksudkan untuk menyosialisasikan perubahan administrasi dan perlunya peningkatan kaderisasi NU di tingkat pelajar.

NU Bojonegoro Dorong 350 Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bojonegoro Dorong 350 Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bojonegoro Dorong 350 Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

PCNU Bojonengoro dalam kesempatan tersebut mendorong kepala madrasah/sekolah untuk menjadi fasilitator dalam pendirian komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di masing-masing unit pendidikan.

Salah satu pengurus LP Ma’arif NU Bojonegoro, H. Agus Huda, mengatakan, sudah menjadi tugas lembaganya untuk menekankan kepada sekolah atau madrasah agar membentuk komisariat IPNU mengingat organisasi ini memang berada di tingkat pelajar.

Muhammadiyah Asli

Pada Acara tersebut dilaksanakan pula penandatanganan kemitraan untuk pendirian komisariat IPNU-IPPNU oleh H. Agus Huda (PC LP Ma’arif NU Bojonegoro), M. Masluhan (PC IPNU Bojoengoro), H. Yasmani, (Kasi Penma Kemenag Bjn ), dan H. Basuki (PC NU Bojonegoro).

Selain tentang pendirian komisariat IPNU-IPPNU, LP Ma’arif NU dalam pertemuan ini juga menyampaikan sejumlah informasi, di antaranya mengenai pedoman penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan Ma’arif NU dan tindak lanjut perubahan akte notaris.

Muhammadiyah Asli

Sekretaris PC LP Ma’arif NU Moh. Sholihul Hadi menjelaskan, sosialisasi administratif itu dilakukan seiring dengan telah diperbaruinya Anggaran Dasar Perkumpulan Jam’iyah Nahdlatul Ulama Nomor: C.2-7028.HT.01.05.TH.89 dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-119.AH.01.08 Tahun 2013, bahwa satuan pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama diwajibkan menggunakan Badan Hukum Perkumpulan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nusantara Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis

Probolinggo, Muhammadiyah Asli - Jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, harga hewan ternak di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Hal ini juga terjadi bagi hewan ternak yang ada di Kota Probolinggo. Bahkan kenaikannya mencapai 5-10 persen dan diprediksi bakal terus naik hingga mendekati hari raya.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Probolinggo Sukarning. Menurutnya, kenaikan harga ternak untuk kurban itu dipengaruhi karena adanya peningkatan permintaan. Hanya saja pihaknya berharap agar kenaikan itu masih dalam batas kewajaran.

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis

“Untuk saat ini, rata-rata kenaikan harga hewan ternak di Kota Probolinggo mencapai? 5 hingga 10 persen dari harga normal. Untuk harganya sendiri bergantung dari kondisi hewan serta besar kecilnya hewan,” katanya, Sabtu (12/8).

Muhammadiyah Asli

Sukarning menerangkan, untuk sapi kurban harganya sekitar Rp 12 hingga Rp 14 Juta. Sedang untuk kambing berkisar Rp 1,5 hingga Rp 2 juta. Dengan? ketentuan, kondisinya sehat dan tidak cacat secara fisik.

“Untuk menekan kenaikan harga dan kelayakan hewan kurban, kami akan melakukan inspeksi mendadak jelang Idul Adha. Sidak itu bakal menggandeng dokter hewan,” jelasnya.

Bila menemukan adanya hewan yang tidak layak untuk dijadikan kurban, pihaknya berhak melarang peternak untuk? menjualnya. “Harapanya, hewan kurban yang? dijual oleh peternak dalam? keadaan sehat,” terangnya.

Muhammadiyah Asli

M Yamin, penjual kambing di jalan Hayam Wuruk Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyampaikan saat ini harga kambing yang dijualnya rata-rata mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari harga normal. Jika biasanya harganya Rp 1,3 juta maka harga jual jelang kurban ini Rp 1,5 juta. Untuk yang besar, bisa sampai Rp 3 juta.

“Kambing yang dibuat untuk kurban bukan kambing sembarangan. Harus dalam keadaan sehat serta tidak cacat secara fisik. Paling tidak? usianya sudah cukup. Itu bisa dilihat dari giginya,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 12 Desember 2017

Mau Tak Mau Pemuda Harus Siap Hadapi Geliat Pasar Bebas

Subang, Muhammadiyah Asli

Keberadaan Pemuda dalam sebuah entitas masyarakat tentu mendapatkan harus ruang strategis untuk mengisi pembangunan. Hal itu mengemuka dalam seminar yang digelar oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang di Hotel Markoni Pamanukan, Rabu (32/8).

Pada seminar bertema “Ansor dan Peran Sertanya dalam Menumbuhkan Kekuatan Ekonomi Lokal,” tersebut, tampil sebagai narasumber anggota DPR RI Doni Ahmad Munir dan Eko Surya Effendi (PW Ansor Jabar Korwil Subang, Karawang, Purwakarta, Kab/ Kota Bekasi dan Depok).

Mau Tak Mau Pemuda Harus Siap Hadapi Geliat Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Tak Mau Pemuda Harus Siap Hadapi Geliat Pasar Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Tak Mau Pemuda Harus Siap Hadapi Geliat Pasar Bebas

Menurut Doni, keberadaan pemuda ditengah arus globalisasi dan pasar bebas hari ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kompetisi.

Muhammadiyah Asli

"Siap tidak siap, pemuda harus mempersiapkan diri dalam kancah persaingan global yang kompetitif seperti saat sekarang ini. Sikap mental dan kualitas sumber daya juga akan menjadi modal penting dalam persaingan itu," katanya.

Muhammadiyah Asli

Dikatakan, persaingan tersebut tentu tidak akan menjadi kendala jika beberapa indikator tersebut dimiliki oleh seorang pemuda.

"Kemampuan skill, cerdas, motivasi dan kemauan yang tinggi, tehnik loby, berpikir sehat, tanggung jawab, sabar dan mengembangkan jaringan akan menjadi kunci dalam setiap kompetisi," tegasnya.

Hal senada disampaikan nara sumber yang kedua, Eko Surya Effendi. Mnurutnya, implikasi dalam dinamika pasar bebas ini juga bisa dilihat dari tanggung jawab seorang pemuda di daerahnya.

"Sederhananya, masa kita akan menjadi tamu dirumah sendiri. Artinya, segala apa pun yang menjadi potensi di negara ini tentu menjadi tanggung jawab rakyatnya. Di sinilah peran seorang pemuda dipertaruhkan," kata Eko.

Dirinya mengingatkan, kendati sikap ego seorang pemuda tinggi, namun dalam urusan bisnis jangan sekali-kali merasa gengsi dengan apa pun itu profesinya.

"Karena, berdasarkan data dan informasi, negara-negara tetangga sudah mulai masuk ke Indonesia dengan beberapa profesi. Jadi tukang cukur aja mereka mau. Kita yang memiliki sumber daya alam mestinya harus bisa lebih dari mereka," pungkasnya.

Selain kedua nara sumber tersebut, turut hadir Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah, Ketua Baznas Subang Anang Jauharudin, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Subang Sukandar dan seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

KPBANU Kudus Tasyakuran Dua tahun Mengabdi

Kudus, Muhammadiyah Asli. Korp Peduli bencana Nahdlatul Ulama (KPBA NU ) Kudus yang lahir pada 25 Desember 2010 genap berusia 2 tahun. Selasa (25/12) malam kemarin, kelahiran organisasi yang bergerak pada penanganan bencana alam diperingati dengan tasyakuran di Aula  Kantor NU Jalan Pramuka 20 Kudus. 

KPBANU Kudus Tasyakuran Dua tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
KPBANU Kudus Tasyakuran Dua tahun Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

KPBANU Kudus Tasyakuran Dua tahun Mengabdi

Tasyakuran  yang bertajuk 2 tahun KPBA NU mengabdi ini berlangsung sederhana. Diawali dengan pembacaan manaqib syekh Abdul qodir Jaelani dan tahlil yang dipimpin katib PCNU Kudus KH Ahmadi Abdul Fatah. 

Setelah  pengarahan dari badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dan Ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms dilanjutkan sosialisasi penanganan Bencana bagi relawan KPBA NU.

Muhammadiyah Asli

Komandan KPBA NU HM. Ghufron mengatakan kelahiran KPBANU Kudus ini dilatarbelakangi dari adanya banjir di wilayah  kota kretek pada tahun 2007 yang melibatkan warga dan kader NU berpartisipasi membantu korban.  

Muhammadiyah Asli

“Kemudian saat  konperensi cabang NU tahun 2008 mengamanatkan  warga NU perlu bertugas mengantispasi dan memberikan bantuan jika terjadi bencana alam, maka pada 25 desember 2010 baru bisa terbentuk KPBA NU ini,” jelas HM.Ghufron mengawali sambutannya.

Selama dua tahun, KPBANU telah mengabdi turut serta berpartisipasi membantu penanganan bencana alam di kabupaten Kudus. Mulai dari penanganan bencana alam, banjir, longsor, kebakaran dan mencari korban yang hilang terbawa arus banjir.

“Dalam  bertugas, kami selalu berkoordinasi dengan BPBD Kudus dan organisasi peduli bencana lainnya,” imbuhnya.

Sampai sekarang ini, jelas HM.Ghufron, KPBA NU telah memiliki 100 relawan yang telah dibekali kedisiplinan maupun ketrampilan penanganan korban bencana termasuk SAR melalui pendidikan dan latihan.

“Pada tahun ini, 10 relawan kami direkrut menjadi anggota Badan penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Kudus,” tambahnya.

Ketua PC NU Kudus KH Chusnan mengapresiasi eksistensi  KPBA NU yang baru berusia 2 tahun mampu memberikan manfaat dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

“Hal ini membuktikan NU mampu memberikan kontribusi kepada warga khususnya dan masyarakat Kudus umumnya. Dalam segala aspek NU akan selalu membantu kepada umat manusia,” tandasnya.

Kepada relawan KPBA, KH.Chusnan berpesan untuk melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan selalu menjaga nama baik lembaga dan organisasi.

“Yang tak kalah pentingnya,semua relawan harus bersikap akhlakul karimah dalam menjalankan tugas di lapangan,” pintanya yang disambut "kur siap" semua relawan yang hadir.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, Muhammadiyah Asli?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

Muhammadiyah Asli

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Anti Hoax, Hikmah Muhammadiyah Asli

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pada rubrik Bahtsul Masail sebelumnya saya telah membaca mengenai keharaman babi. Saya baru tahu ternyata ada pandangan yang setidaknya berbeda dengan pandangan yang selama ini saya ketahui, yaitu pandangan Daud Azh-Zhahiri dianggap menyimpang dari pandangan mayoritas ulama.

Saya berkeinginan menanyakan masih terkait dengan babi, jika sebelumnya mengenai keharamannya, sekarang saya mau menanyakan status najisnya. Bagaimana pandangan para ulama mengenai kenajisan babi itu sendiri? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Fathlul Ilmi)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Jawaban

Muhammadiyah Asli

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Pada tulisan yang lalu kami telah memberikan penjelasan mengenai keharaman babi. Dalam kesempatan ini kami akan mencoba menjelaskan mengenai kenajisan babi.

Muhammadiyah Asli

Literatur fikih Madzhab Syafi’i yang kami ketahui mengatakan bahwa babi adalah binatang yang najis. Pertanyaannya, apa dalil yang mengarah atau menujukkan kepada kenajisan babi? Dalilnya adalah qiyas atau analogi. Kenajisan babi diqiyaskan pada kenajisan anjing.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya, “Disunahkan menumpahkan air liur anjing dengan segera, artinya menumpahkan sisa sesuatu yang dijilati anjing karena berdasarkan hadits riwayat Muslim yang menyatakan: ‘Apabila anjing menjilati wadah atau bejana salah satu di antara kalian maka tumpahkanlan dan cucilah tujuh kali, salah satunya dengan debu.’ Status (kenajisan, pent) babi diqiyaskan dengan status kenajisan anjing,” (Lihat Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudlatith Thalib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz I, halaman 22).

Hadits riwayat Muslim yang dikemukakan Zakariya Al-Anshari di atas dipahami oleh para ulama Madzhab Syafi’i sebagai dalil yang menunjukkan atas kenajisan anjing. Dalam pandangan madzhab ini anjing saja najis apalagi babi yang notabene kondisinya lebih buruk dibanding anjing.

Kerena itu kemudian dikatakan bahwa babi adalah binatang yang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing. Alasan lain untuk mendukung hal ini adalah dianjurkannya untuk membunuh babi meskipun tidak membahayakan. Di samping itu keharaman babi sudah manshush.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun babi adalah binatang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing, di samping itu dianjurkan untuk dibunuh bukan karena ia membahayakan, dan telah disebutkan oleh nash keharamannya. Jika anjing saja najis maka babi lebih najis. Sedangkan sesuatu yang lahir dari babi dan anjing atau salah satu dari keduanya adalah najis karena merupakan makhluk yang berasal dari yang najis, karenannya status hukumnya adalah sama,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imam Asy-Syafi’i, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 47).

Muhyiddin Syarf An-Nawawi ketika memberikan catatan atas pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas menyatakan bahwa Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijma’ menukil kesepakatakan (ijma’) para ulama mengenai kenajisan babi. Dan ijma` sudah barang tentu bisa dijadikan hujjah yang kokoh.

Namun, ijma’ yang dikemukakan Ibnul Mundzir patut ditinjau ulang. Sebab, ternyata Madzhab Maliki memiliki pandangan yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup. Bahkan lebih lanjut, Muhyiddin An-Nawawi menyatakan: “Kami (dari kalangan Madzhab Syafi’i) tidak memilik dalil jelas yang menunjukkan kenajisan babi ketika dalam kondisi hidup.”

? ] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Anotasi: Ibnul Mundzir dalam kitab-nya Al-Ijma’ menukil kesepakatabn (ijma’) para ulama atas kenajisan babi. Konteks ini ijma` jelas merupakan hal utama untuk dijadikan hujjah seandainya ijma’ telah tetap. Namun Madzhab Maliki (memiliki pandangan lain, pent) yang menyatakan kesucian babi selagi masih hidup. Adapun yang dijadikan hujjah oleh pengarang (Abu Ishaq Asy-Syirazi) adalah hujjah yang juga dipakai ulama lain, dan tidak ada dalalah (petunjuk yang mengarah pada apa yang dimaksudkan, pent) yang jelas dalam kasus ini. Kami tidak memiliki dalil yang jelas yang menunjukan kenajisan babi ketika masih hidup,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz II, halaman 587).

Pandangan Madzhab Maliki yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup dapat kita rujuk pada salah satu kitab rujukan Madzhab Maliki, yaitu kitab Asy-Syarhul Kabir yang ditulis Ad-Dardiri. Di situ tampak jelas dikatakan termasuk yang suci adalah semua binatang yang hidup, baik bintang darat maupun laut, anjing maupun babi. Karena hukum asalnya semua yang hidup adalah suci. Sedang kenajisan adalah sesuatu yang tidak melekat pada sesuatu yang hidup (‘aridlah).

( ? ) ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Yang suci adalah al-hayyu (yang hidup)—tambahan ‘al’ dalam dalam kata tersebut itu menunjukkan istighraq (mencakup keseluruhan) sehingga pengertiannya adalah semua yang hidup baik di darat maupun di laut walaupun keluar dari kotoran, anjing maupun babi,” (Lihat Ad-Dardiri, Asy-Syarhul Kabir, dalam Hasyiyah Ad-Dasuqi ‘ala Syarhil Kabir, Mesir, Isa Al-Babi Al-Halabi, juz I, halaman 50).

Berangkat dari apa yang kemukakan, maka soal kenajisan babi ketika dalam keadaan mati sudah disepakati para ulama. Sedangkan yang diperselisihkan adalah ketika babi dalam kondisi hidup. Mayoritas ulama menyatakan najis karena diqiyaskan dengan anjing. Sedang menurut Madzhab Maliki babi tidak najis ketika dalam kondisi hidup karena pada dasarnya sesuatu yang hidup adalah suci.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga dapat dipahami dengan baik. Sikapi semua perbedaan dengan bijak. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Minggu, 26 November 2017

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari

Kuala Lumpur, Muhammadiyah Asli
Anggota Jemaah Islamiyah (JI), Noordin M Top adalah perancang aksi teror yang lebih berbahaya dibandingkan Dr Azahari bin Husin yang tewas Rabu lalu di Batu, Jawa Timur.

Noordin (38) diyakini memainkan peranan penting dalam pengeboman di Bali dan Jakarta yang menewaskan lebih dari 200 orang. Dia pernah meninggalkan pesan kepada istrinya warga negara Indonesia yang juga saudari dari pelaku bom Bali, Mukhlas, bahwa perjuangannya adalah atas nama Jihad.

Kantor berita Malaysia, Bernama, Jumat (11/11) melaporkan bahwa pesan tertulis itu dipaparkan oleh Direktur Badan Khusus Datuk Yusuf Abdul Rahman dalam sebuah seminar tahun lalu. Dokumen itu ditemukan oleh otoritas Indonesia menyusul penahanan delapan anggota JI pada 27 Juni 2004.

Menurut Yusuf, Noordin yang juga mantan dosen di Universitas Teknologi Malaysia (UTM), menuliskan catatan tertanggal 24 Juni 2003 dengan Dr Azahari. Seperti diketahui bom Bali pada 12 Oktober 2002 menewaskan 200 orang, sebagian besar adalah warga Australia, sedangkan 12 orang juga tewas dalam bom di Hotel JW Marriott pada 5 Agustus 2003.

Noordin belajar di sekolah agama Luqmanul Hakiem di Ulu Tiram, Johor dan sekolah tersebut didirikan oleh pimpinan JI, Abu Bakar Baasyir, yang saat ini mendekan dipenjara. Sejumlah murid di sekolah tersebut kemudian menjadi anggota JI. Berdasarkan catatan perilakunya, Noordin dikenal sangat berbahaya dan siap bertarung dalam keadaan apapun.

Noordin dan Azahari masuk Indonesia pada awal 2002 menyusul sejumlah operasi yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia terhadap aktivitas terorisme. Keduanya berbagi ideologi yang sama dengan mendirikan negara "Daulah Islamiyah" di kawasan ini melalui jihad yang diajarkan Abu Bakar Baasyir.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Indonesia yang mengkonfirmasikan bahwa mayat yang tewas adalah Dr Azahari bin Husin, warga negara Malaysia yang paling dicari terkait sejumlah aksi bom di Indonesia.

Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, konfirmasi hasil penelitian DNA juga masih dibutuhkan sekalipun bukti sidik jari menunjukkan bahwa mayat tersebut adalah Azahari.

Ia mengatakan, laporan lengkap dalam tewasnya Azahari masih dibutuhkan sebelum dilakukan sejumlah langkah-langkah berikutnya. "Kita membutuhkan laporan yang lengkap. Sejauh ini kita hanya mendengar dari laporan media," kata Badawi. (ber/cih)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Hikmah Muhammadiyah Asli

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari (Sumber Gambar : Nu Online)
Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari (Sumber Gambar : Nu Online)

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari

Kamis, 16 November 2017

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Meski dalam situasi darurat asap dan jarak pandang hanya 100 meter, GP Ansor Kampar tetap melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-2 di desa Mukti Sari kecamatan Tapung kabupaten Kampar, Sabtu (26-27/9). Peserta yang berjumlah 101 orang terlihat tetap antusias mengikuti rangkaian materi.

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Sebagai antisipasi gangguan kesehatan akibat asap, panitia menyediakan masker kendati sebagian dari mereka memilih tidak memakainya.

Instruktur PKD GP Ansor Purwaji mengatakan bahwa Ansor adalah kawah candradimuka bagi kader-kader Ansor yang nantinya disiapkan menjadi penerus kepemimpinan NU di masa datang. “Karena itu kader Ansor dituntut kreatif, aktif, disiplin, efisien, dan rasional.”

Muhammadiyah Asli

Ia juga menegaskan bahwa NU adalah organisasi warisan Wali Songo dan pendirinya juga adalah para wali demi menjaga ajaran Ahlusunnah wal Jamaah di Nusantara. Karena itu mengurus NU melalui GP Ansor insya Allah akan mendatangkan berkah dalam kehidupan.

Muhammadiyah Asli

"Agar benar-benar berkah, kita harus biasa mau berkorban untuk Ansor dan NU. Jangan khawatir tidak makan karena ngurusi NU, sebab ini organisasi benar-benar warisan para wali," kata Purwaji yang pernah mengikuti TOT Instruktur Nasional GP Ansor angkatan pertama itu.

PKD ke-2 ini terselenggara berkat usaha pengurus PAC GP Ansor Tapung, Wahid Arbain, dan iuran jamaah. Hebatnya, selama dua hari jumlah nasi bungkus sumbangan ibu-ibu Muslimat NU selalu berlebih.

“Gotong royong semacam itu adalah kekuatan NU sejak dulu,” kata Purwaji. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Doa Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

Doa dan Tawa Penonton Liga Santri di Aceh

Seorang pemain dari tim kesebelasan Pesantren Dayah Haqul Mubin, terguling-guling. Pemain berkaus oranye memegangi kaki kiri sambil meringis. Sesekali tangan kanannya mengacung, minta pertolongan.

Wasit utama minta tandu masuk. Tapi tandu tak kunjung masuk meski wasit sudah tiga kali kasih aba-aba.

Doa dan Tawa Penonton Liga Santri di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa dan Tawa Penonton Liga Santri di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa dan Tawa Penonton Liga Santri di Aceh

"Mari, kita bantu dulu pemain yang jatuh dengan doa, sambil menunggu tandu," ajakan doa tersebut disuarakan komentator pertandingan yang juga pembaca ayat Al-Qur’an saat acara pembukaan kick off.

Penonton di kursi utama tertawa terbahak-bahak mendengar ajakan komentator itu. Tidak lama setelahnya, tim medis lengkap dengan tandu, berlari menuju pemain yang jatuh. Tapi mereka lari lagi keluar lapangan, karena pemain yang jatuh tiba-tiba berdiri dan lari kembali ke posisinya.

Muhammadiyah Asli

"Nah itu, doa sudah menolong pemain kita. Doa jangan ditertawakan," kata Saiful Bahri lewat pengeras suara. Tapi penonton malah tertawa lagi.

Muhammadiyah Asli

Pertandingan pertama, 12 September, di Sumatera Region 2 antara tim pesantren Haqul Mubin Kabupten Bener Meriah melawan Pesantren Nurul Huda Kabupaten Aceh Tengah, dimenangkan Nurul Huda, dengan skor 7-0. (Hamzah Sahal)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Internasional Muhammadiyah Asli

Selasa, 17 Oktober 2017

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengadakan pertemuan lanjutan bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam penulisan buku pencegahan anak dengan tinggi badan dan perkembangan otak minus (stunting). Mereka tengah mematangkan materi penulisan buku yang rencananya akan diluncurkan pada 12 November 2015.

Penulisan buku ini berawal dari program pencegahan stunting LKNU di kabupaten Brebes dan kabupaten Sikka. Sebagaimana diketahui, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di Brebes menduduki peringkat pertama dari 35 kabupaten di Jawa Tengah.

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Siapkan Buku Panduan Pencegahan Stunting

Pimpinan program penanggulangan stunting LKNU Umi Wahyuni mengatakan, gagasan penulisan buku ini disambut baik oleh Kemenkes untuk dilanjutkan.

Muhammadiyah Asli

“Kita berharap buku ini menjadi referensi dalam skala nasional dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,” kata Umi Wahyuni di Jakarta, Rabu (9/9) siang.

Muhammadiyah Asli

Umi berharap LKNU di daerah untuk mengembangkan isu ini di wilayahnya masing-masing. Karena, buku ini menekankan pentingnya peran masyarakat sipil.

Buku lebih dari 100 halaman ini memuat perawatan bayi untuk 1000 hari pertama. “Kita mendorong penggunaan ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama, juga makanan pendamping ASI untuk bayi enam bulan hingga dua tahun,” kata Umi.

Penulisan buku ini melibatkan masukan dari sejumlah pihak mulai dari UNICEF, pakar gizi, dan Lembaga Bahtsul Masail PBNU. “Kita memang memperkuat perspektif keislamannya untuk pencegahan dan penanggulangan stunting ini,” tandas Umi Wahyuni.

Sebelum rapat penulisan dimulai, para penulis mendengar paparan Astrid dari UNICEF perihal perlindungan anak baik dari aspek hukum, sosial, maupun kesehatan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah Muhammadiyah Asli

Rabu, 11 Oktober 2017

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten

Klaten, Muhammadiyah Asli. "Aku Bangga Menjadi Warga NU!" Tulisan tersebut terpampang di kaos yang dikenakan peserta kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan PCNU Klaten di Stadion Trikoyo Klaten, Ahad (1/2).

Menurut seksi acara panitia Jalan Sehat, Ahmad Saifuddin, kegiatan yang diikuti sekitar 28.000 peserta ini digelar untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-89.

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten

“Dengan jumlah yang menembus angka 28.000 lebih, event jalan sehat ini menjadi event terbesar di Klaten selama ini,” terang ketua IPNU Klaten itu.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Klaten Mujiburrohman menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan PCNU Klaten mampu memiliki gambaran dan database jumlah warga NU di masing-masing MWCNU dan Pengurus Ranting NU.

“Data ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk pembuatan Kartanu,” ungkap dia.

Muhammadiyah Asli

Pantauan Muhammadiyah Asli, jumlah peserta yang membludak membuat panitia kegiatan melakukan start beberapa kali untuk tiap rombongan. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Bupati Klaten, Puteri Gus Dur Alissa Wahid dan para pengurus NU Klaten ikut memberangkatkan para peserta.

Kegiatan jalan sehat ini juga diramaikan dengan bazar dari LAZISNU, LPPNU, dan LKNU yang hasilnya akan digunakan untuk membuat agenda yang bermanfaat bagi umat.

Di akhir acara, panitia membagikan sejumlah doorprize, seperti smartphone, mesin cuci, dana pendidikan, seepda gunung, kulkas, TV, serta grandprize 3 paket umroh dan 3 sepeda motor. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah Muhammadiyah Asli

Kamis, 05 Oktober 2017

Ketua PCNU Tasikmalaya Kena Semprot Gas Air Mata Polisi

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli. Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya kena semprot gas air mata kepolisian, Jumat (28/10). Ia sampai lari tunggang langgang mencari air pencuci muka dan hampir terjatuh ditengah dikerumunan massa.

Ketua PCNU Tasikmalaya Kena Semprot Gas Air Mata Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Tasikmalaya Kena Semprot Gas Air Mata Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Tasikmalaya Kena Semprot Gas Air Mata Polisi

Beruntung, ada salah seorang petugas yang langsung memberikan pasta gigi agar dioles ke pelipis bawah mata. KH Didi pun dengan tanpa ragu mengoleskan pasta gigi tersebut.

Nampaklah muka Pimpinan Pesantren Bustanul Ulum Sumelap Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Jawa Barat ini sama persis para demonstran yang sedang dihalau oleh Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota.

Meski demikian, kena semprotnya gas air mata itu bukan disengaja. Saat itu, KH Didi bersama para Ulama di Kota Tasikmalaya sedang menyaksikan simulasi Pengamanan Pilkada di Area Bekas Terminal Tasikmalaya.

Muhammadiyah Asli

Gas air mata yang disemprotkan tersapu angin sehingga bukannya mengarah ke sasaran, tetapi malah mengarah ke podium tamu undangan yang dihadiri pula para Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ketua MUI, Dandim 0612 Tasikmalaya, Danbrigif Galuh, Danlanud Wiriadinata.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP, Arif Fajrudin langsung meminta maaf atas insiden tersebut. Meski latihan sudah sesuai SOP tapi ada hal yang tak diduga yakni faktor angin.

"Latihan sudah sesuai SOP. Atas kejadian ini kami minta maaf meski tidak sengaja," ujarnya.

Latihan tersebut sebagai Simulasi Sistem Pengamanan Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 yang diikuti 1400 personil Kepolisian. Terdiri dari satuan Polres Tasikmalaya Kota sebanyak 600 personil, ditambah dari Polres Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar dan Brimob Polda Jabar. (Nurjani/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Hikmah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock