Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Karawang, Muhammadiyah Asli

Dalam rangka penguatan ekonomi dan taraf hidup warga nahdliyyin Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) setempat menggelar Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Umat Menuju Kesejahteraan.

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Muslimat NU dan NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) Karawang dan diselenggarakan di Kantor PCNU Karawang, Jalan Dewi Sartika No. 43 Karawang. Ahad (26/02)

Ketua HPN Karawang, H. Muhamad Hasyim? menjelaskan bahwa sejak menjabat sebagai ketua HPN Karawang, ia sudah berkeliling di wilayah Karawang dan menemukan tiga kebutuhan dasar sekaligus potensi bagi warga nahdliyyin.

Muhammadiyah Asli

"Tiga kebutuhan dasar ini mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan jaringan distribusi pangan dan jasa, dan yang terakhir adalah kesehatan. Kita akan mencoba untuk menjadikannya sebagai potensi," tambahnya.

Sebagai solusi, kata dia, HPN Karawang melakukan beberapa terobosan, untuk kebutuhan pangan dengan meluncurkan program RPK (Rumah Pangan Kita) yang bekerja sama dengan Bulog. Dalam RPK ini warga NU ditawarkan menjadi distributor barang sembako.

Muhammadiyah Asli

"HPN juga menginisiasi tim ekonomi gabungan yang akan dijadikan sebagai solusi atas kebutuhan dasar yang kedua, tim ini terdiri dari lembaga ekonomi dari banom dan lembaga PCNU Karawang sehingga pergerakan ekonomi pengurus dan warga nahdliyyin lebih terakomodir dan terarah, Insya Allah beberapa bulan ke depan kita akan meluncurkan 7 Mikromart, mini market milik HPN"Paparnya

Hasyim menambahkan, solusi untuk kebutuhan kesehatan, HPN Karawang sedang berikhtiar mendirikan Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit NU.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW Muslimat NU Jabar, Ella Giri Komara para pengurus banom dan lembaga yang ada di lingkungan PCNU Karawang. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Hikmah Muhammadiyah Asli

Selasa, 27 Februari 2018

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

Jakarta, Muhammadiyah Asli . Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam keras Polres Kota Yogyakarata yang menolak diselenggarakannya Diskusi "Melek Media: Menanggulangi  Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya"  di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum, Yogyakarta, yang sedianya digelar Jumat (24/10).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang mengungkapkan alasan karena adanya penolakan-penolakan oleh ormas Islam. Sebelumnya, beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

“Tindakan tersebut menunjukkan Polisi telah gagal menjalankan amanat Undang-Undang untuk melindungi hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Republik Indonesia,” kata Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Alissa Wahid dalam siaran pers.

Muhammadiyah Asli

Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pihak Kepolisian  untuk tidak takut dan tunduk kepada ancaman  siapapun dan dari kelompok manapun yang mengancam hak berkumpul dan berpendapat.

Gusdurian menuntut Kapolri dan Kapolda DIY untuk mencabut surat penolakan dari Polresta Yogyakarta yang dinilai mencederai hak tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang, tugas kepolisan adalah melindungi, melayani, dan menegakkan hukum. “Tindakan Polresta Yogyakarta justru mengingkari amanat tersebut,” tutur putri sulung Gus Dur ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut Alissa, pemerintahan Jokowi-JK mesti melakukan reformasi, termasuk revolusi mental, di dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

“Tindakan tegas yang telah ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam menghadapi tekanan kelompok yang menggunakan kekerasan dan ancaman beberapa waktu lalu selayaknya menjadi model bagaimana segenap Kepolisian Republik Indonesia menjalankan tugas melindungi, melayani, dan menegakkan hukum sesuai amanat Undang-Undang,” katanya.

Jaringan Gusdurian menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut dan gentar menghadapi berbagai ancaman dari kelompok intoleran dan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan terhadap hak konstitusional setiap warga negara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Warta, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Halaqah Ulama ASEAN tahun 2017 di Hotel Sari Pan Pasific. Tema yang diusung adalah Penguatan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Acara tersebut resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Selasa, (17/10). Ini adalah agenda halaqah yang ketujuh.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud mengatakan, ada beberapa tujuan diadakannya agenda ini: menyosialisasikan Islam moderat atau Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah-tengah masyarakat yang global, memperkuat lembaga pendidikan Islam, dan mengembangkan perekonomian di lingkungan pendidikan Islam.

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

“Kemenag ingin mengarusutamakan Islam wasatiyah,” kata Abdurrahman di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan era globalisasi. Maka dari itu, dengan diadakannya acara ini ia berharap umat Islam bisa ikut berkontribusi dalam membangun peradaban, terutama dalam bidang lembaga pendidikan Islam.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

“Kita sebagai umat Islam harus berkontribusi dan mengembangkan nilai-nilai moderatisme Islam atau Islam wasatiyah,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh sembilan negara ASEAN dan tiga ratus peserta undangan yang terdiri atas ulama pengasuh pesantren, akademisi, peneliti, birokrasi Kemenag, dan mahasiswa asing di Indonesia. Sejak tahun 2010, Kemenag rutin menyelenggarakan agenda ini. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Februari 2018

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa), Selasa-Kamis, 24-26 Oktober 2017.

Ketua PCNU Indramayu, KH. Juhadi Muhamad, mengatakan dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu, akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi. 

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

“Salah satu keistimewaan STIDKI NU Indramayu ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan. STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama,” ungkap Kiai Juhadi di lokasi kegiatan Kampus STIDKI NU Indramayu yang juga Kantor PCNU Indramayu Jalan Gatot Subroto No. 9 Indramayu, Kamis (26/10). 

Pada tahun pertama perkuliahan digratiskan dengan menggalang kekuatan tokoh NU melalui program orangtua asuh atau beasiswa.

Muhammadiyah Asli

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tokoh NU yang telah siap menjadi orang tua asuh bagi para mahasiswa STIDKINU,” tambahnya.

Kiai Juhadi berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut.

“Belajarlah yang tekun dan rajin serta pada saatnya nanti menjadi sarjana, akan benar-benar menjadi sarjana yang siap mengabdi kepada ummat, NU, bangsa dan negara,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Ketua Panitia Propesa, Zamakshari mengapresiasi para calon mahasiswa. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

"Berbagai materi telah kami siapkan dengan mengundang para pakar yang berkompeten untuk menyampaikan pemaparan, diantaranya dari PCNU Indramayu, kiyai dari Pesantren Babakan Cirebon, praktisi perbankan,  wartawan senior di Indramayu,” kata Zamakshari.

Hal itu diharapkan  agar saat aktif menjadi para peserta Propesa memiliki pondasi dasar yang kuat untuk menjadi mahasiswa cinta terhadap almamater, menjadi kader NU yang tangguh serta siap bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain mendengarkan materi dan diskusi, peserta Propesa juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako dan pakaian layak pakai kepada fakir miskin, panti jompo, anak jalanan dan tukang becak. Mereka disebar di berbagai sudut Kota Indramayu.

Hasyim, salah satu peserta mengungkan rasa bangganya karena bukan hanya bisa mengikuti kegiatan Propesa, tetapi juga diajarkan berbagai melalui pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Yang membuat kami terharu, pada saat pembagian sembako ada tukang becak yang sampai memeluk kami dan menangis saking bahagianya mendapatkan santunan tersebut,” ujar Hasyim yang juga wartawan di Indramayu.

Propesa ditutup secara resmi oleh Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu, Jaenal Effendi. Doktor muda jebolan Jerman ini menegaskan, keberadaan STIDKI NU Indramayu harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu umumnya dan warga NU khususnya untuk menempuh pendidikan tinggi. 

“Kami bertekad mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan unggul dengan dukungan para tenaga pengajar atau dosen yang kesemuanya sangat berkompeten. Oleh karena itu kepada para mahasiswa STIDKI NU Indramayu saya berpesan agar meluruskan niat dalam menempuh perkuliahan ini, belajar yang giat dan tekun serta bersama-sama membesarkan STIDKI NU Indramayu,” pungkas tokoh muda NU ini yang juga pengurus LPNU PBNU. 

STIDKI NU Indramayu dibuka sejak 15 Juni 2017 dengan Ijin operasional berupa SK Direktur Pendidikan Islam No. 3333 tahun 2017. Terdapat empat program studi  yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD),  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). (Iin Rohimin/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli



Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, berbuka puasa bersama yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional dengan anak-anak yatim piatu merupakan bentuk perhatian dari orang tua kepada anaknya. 

Hal ini, menurut dia, sesuai dengan perintah Allah. "Orang yang shalat, tapi tidak peduli kepada lingkunganya, adalah orang yang beragama bohong-bohongan,” kata bupati sembari membaca Surat Al-Maun.

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Menurut Amin, orang seperti itu, kelihatan luarnya seperti orang beragama. Namun, sebetulnya di dalam hatinya tidak ada nilai-nilai keagaman karena tidak peduli dengan lingkungan.

“Kepada yatim tidak peduli, kepada orang miskin tidak peduli, kepada orang memerlukan pertolongan tidak peduli, sehat-sehat sendiri, kenyang-kenyang sendiri; itu adalah orang sekalipun beragama, kata Allah, bohong-bohongan alias hanya luarnya saja tampak beragama, tapi tidak,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu BAZNAS kabupaten Bondowoso berbagi keberkahan Ramadhan dengan memberikan santunan kepada 1018 anak di Bondowoso. Santunan disampaikan secara simbolis kepada 12 anak oleh H. Amin Said Husni didampingi Ketua Baznas Bondowoso KH Salwa Arifin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Santri, Hikmah, Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 Februari 2018

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini

Bojonegoro,Muhammadiyah Asli. Demi mengenalkan sosok pejuang/pahlawan nasional, serta menyambut hari emansipasi wanita Indonesia Madrasah Ibtidaiyah NU (MINU) Unggulan Walisongo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro menggelar lomba mewarnai gambar RA Kartini dan Fashion Show busana Nusantara Sabtu (20/04/2013).

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Walisongo Peringati Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Walisongo Peringati Hari Kartini

Selain itu semua anak didik dan dewan guru diharuskan mengenakan busana Nusantara Indonesia (baju adat Nusantara).

Acara yang dimuali pada pukul 07.00 WIB diawali dengan upacara bendera. Upacara kali ini sengaja dilaksanakan lebih siang dari biasanya yaitu pukul 06.45 WIB. Mengingat banyaknya “kendala” yang dialami anak didik yaitu banyaknya anak didik yang antri merias diri di sanggar/tata rias yang sama dengan busana adat Nusantara. 

Muhammadiyah Asli

Bagi yang laki-laki dan busana kebaya ala kartini bagi anak didik perempuan. Selain itu terkendala juga dengan jarak tempuh anak didik menuju MINU, maklum banyak anak didik MINU yang berasal dari luar kecamatan.

Muhammadiyah Asli

Oleh sebab itulah pagi ini banyak anak didik yang datang dengan tergopoh-gopoh karena kuatir ketinggalan pelaksanaan upacara peringatan hari RA Kartini kali ini. 

Dengan mengenakan kebaya Nusantara dan kebaya ala Kartini anak didik MINU melaksanakan upacara dengan antusias walaupun panas mulai menyengat merangkul seluruh tubuh mereka. Selain itu nampak pula papan nama yang dibawa anak didik yang bertulisan aneka macam pulau Indonesia. 

Menurut Ketua pelaksana hal ini demi mengenalkan nama-nama pulau kebanggaan negara Indonesia kepada anak didik MINU sejak dini.

”Kami berharap dengan mengenakan baju/busana tradisional ini anak didik kami lebih paham dan akrab dengan pulau-pulau negara ini. Karena inilah identititas bangsa yang perlu dilestarikan,” ujar Ahmad Taufik yang kali ini mengenakan busana beskap sebagai busana nusantaranya.

Acara dilanjutkan dengan peragaan busana bagi perwakilan anak didik per kelas. Acara ini sendiri digelas lebih unik dari peragaan-peragaan umumnya. Peragaan busana dilaksanakan di halaman MINU, tidak berada di gedung ataupun di dalam ruangan. 

Setiap siswa yang mewakili maju ke “arena” fashion show dengan geya centil dan menggemaskan. Satu persatu mereka menampilkan bakat “artis”nya dihadapan juri yang kali ini didatangkan dari mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro.

Acara peragaan busana sendiri mendadak heboh tatkala seluruh peserta dan ratusan wali siswa yang sedari tadi antusias menyaksikan lenggak-lenggok anak didik MINU dikejutkan dengan penampilan seluruh dewan guru mengisi arena dengan gaya yang aduhai dan lebih “rancak” dari penampilan fashion show anak didik mereka. 

“Ini merupakan wujud cinta kami kepada anak didik dan almamamter kami,” kata Winarni, yang juga menjadi wali kelas Sunan Giri.

Tepat pukul 09.00 setelah pelaksanaan peragaan busana. Acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai gambar RA Kartini. Lomba ini ditempatkan di serambi Masjid Madrasah Ibtidaiyah milik NU ini. 

Banyak anak didik yang awalnya bingung dengan gambar yang telah dibagikan oleh dewan guru tersebut, namun setelah mendapat penjelasan dan paparan secara gamblang akhirnya mereka antusias dan secara serentak anak didik MINU mulai mengkombinasikan warna yang sesuai untuk dilukiskan pada gambar RA Kartini yang telah dibagikan. 

Banyak anak didik yang bekerja sendiri dengan alat yang dibawa dari rumah. Mulai crayon atau warna dan meja lipat. Menurut panitia lomba mewarna kali ini bertujuan mengenalkan sosok RA Kartini kepada anak didik MINU agar mereka lebih peduli akan nama besar para pejuang bangsa Indonesia ini, khususnya pejuang wanita asal kota Jepara ini. 

Mendung mengiringi penutupan rangkain acara kali ini. Namun tidak mengurangi antusias dewan guru dan walisiswa serta ratusan anak didik minu. Pada penutupan yang tepat dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB diumumkan semua kategori pemenang. 

Penyerahan hadiah disampaikan langsung oleh kepala madrasah Mariyanto”Ini merupakan wujud nyata kami dalam menanamkan budaya menghormati leluhur dan mencintai negara Republik Indonesia ini,” tutup kepala madrasah yang juga pengurus harian Palang Merah Iindonesia (PMI) ranting kecamatan sumberrejo tersebut.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Hikmah Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Muhammadiyah Asli

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (4/5/2013).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, IMNU, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock