Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli



Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, berbuka puasa bersama yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional dengan anak-anak yatim piatu merupakan bentuk perhatian dari orang tua kepada anaknya. 

Hal ini, menurut dia, sesuai dengan perintah Allah. "Orang yang shalat, tapi tidak peduli kepada lingkunganya, adalah orang yang beragama bohong-bohongan,” kata bupati sembari membaca Surat Al-Maun.

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Orang Beragama Bohong-bohongan

Menurut Amin, orang seperti itu, kelihatan luarnya seperti orang beragama. Namun, sebetulnya di dalam hatinya tidak ada nilai-nilai keagaman karena tidak peduli dengan lingkungan.

“Kepada yatim tidak peduli, kepada orang miskin tidak peduli, kepada orang memerlukan pertolongan tidak peduli, sehat-sehat sendiri, kenyang-kenyang sendiri; itu adalah orang sekalipun beragama, kata Allah, bohong-bohongan alias hanya luarnya saja tampak beragama, tapi tidak,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu BAZNAS kabupaten Bondowoso berbagi keberkahan Ramadhan dengan memberikan santunan kepada 1018 anak di Bondowoso. Santunan disampaikan secara simbolis kepada 12 anak oleh H. Amin Said Husni didampingi Ketua Baznas Bondowoso KH Salwa Arifin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Santri, Hikmah, Ulama Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Subang, Muhammadiyah Asli?

Untuk menghormati jasa para pahlawan, puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Subang, Kamis (10/11).

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Dalam aksinya, massa PMII yang tiba di TMP Cidongkol sekitar pukul 09.00 tersebut sontak menjadi perhatian sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Subang yang telah menggelar upacara hari pahlawan di tempat tersebut.

Setiba di lokasi, mereka yang menggunakan almamater serba biru tersebut melakukan renungan, doa bersama, pembacaan puisi dan orasi kebangsaan secara bergantian.

"Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Mudah-mudahan mereka mendapatkan tempat yang layak dihadapan-Nya," ujar Ketua PMII Kabupaten Subang, Toto Taufiq Munajat.

Dikatakan, dengan refleksi Hari Pahlawan ini, bisa menambah wawasan kebangsaan bagi para penerus negeri yang dalam konteks hari ini sudah mulai runtuh akan semangat nasionalisme diantara para generasi muda.

Muhammadiyah Asli

"Merebut dan mendirikan negara ini susah. Tapi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan jauh lebih susah. Karena generasi muda hari ini sudah mulai terkontaminasi budaya-budaya barat yang merusak," tegasnya.

Dirinya berharap agar dengan memperingati hari pahlawan ini, semangat nasionalisme dan cinta tanah air semakin menggelora dikalangan anak-anak bangsa.

Muhammadiyah Asli

"Mari kita belajar akan sebuah perjuangan yang telah ditorehkan oleh para pendahulu kita. Dan kita wajib untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bisa memberikan kontribusi positif untuk kemajuan negeri," pungkasnya.

Setelah melaksanakan doa bersama, puluhan massa PMII tersebut melakukan tabur bunga di salah satu makam yang ada di TMP Cidongkol yang ? kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Santri, Quote Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin memaparkan Islam Nusantara atau Ahlussunah wal Jamaah An-Nadliyah di Forum Tashwirul Afkar, berlangsung di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat sore (18/9). Ia menyampaikan hal itu mulai dari cara berpikir, gerakan, muamalah, dan amaliyahnya.

Menurut dia, berdasarkan cara berpikir, Islam Nusantara tidak tekstualis, tidak liberalis, dan tidak radikalis. Ia mengambil contoh yang radikalis itu tidak proporsioanal. Contohnya istilahh jihad. Jihad bagi mereka dimaknai perang, padahal dalam kata jihad, mengandung makna islah (perbaikan).

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

“Mereka itu memperhatikan ayat-ayat keras. Ayat damai itu tidak. Mereka tidak proporsional kapan menggunakan ayat lunak dan kapan menggunakan ayat keras,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Cara berpikir mereka (Islam radikalis, red.) adalah ketika tidak ada nashnya, maka disebut bukan Islam. Kemudian dianggap bid’ah. Bid’ahnya dlolalah. Dan bid’ahnya dlolalah tempatnya di neraka.

Muhammadiyah Asli

Padahal halal bihalal itu barang baru. Tidak ada nashnya dan tak ada di Arab. Tapi dilakukan muslim Indonesia. “Inilah Islam Nusantara,” katanya di hadapan peserta diskusi yang rata-rata anak muda NU tersebut.  

Jadi, kata dia, cara berpikir islam Nusntara adalah ketika sesuatu tidak menyimpang dari nash tidak, berifat baik dan maslahat maka boleh digunakan.  “Landasan ukurannya ada larangan tidak dalam nash? Ini cara berpikir NU.”

Dengan cara berpikir seperti itu, maka tumbuhlah kreativitas, ide dan gagasan. Serta memberi peluang terhadap pemikiran budaya untuk tumbuh, baik budaya lokal maupun global. “Syekh Nawawi Al-Bantani mengomentari haul sebagai tradisi orang Jawa itu nggak apa-apa. Tidak ditolak,” ungkapnya.  

Tapi ia menyebut juga, bahwa Islam Nusantara juga tidak liberal. Islam Nusanatara harus berada pada cara berpikir Aqidah Asy’ariya, berdasarakan Qanun Asasi pendiri-pendiri NU. “Ada tashwirul afkar. Perlu juga ada taswiyatul afkar (pemurnian pemikiran). Ini tugasnya Syuriyah,” lanjutnya.

Ia kemudian menyingkat penjelasannya, bahwa Islam Nusantara tidak radikal, tidak liberal, tapi dinamnis (tidak jumud).

Dari sisi harakahnya (gerakan), Islam Nusantara adalah gerakan perbaikan “Ini harus dijadikan dasar gerakan. Karena harakatul ulama (gerakan ulama) adalah memperbaiki umat. Gerakan NU adalah agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik, budaya, bukan hanya masalah keagamaan.

“Kita harus melahirkanbkonsep politik, budaya, kemasyarakatan dari fikrah nahdliyah itu. Ekonominya. Cara bergeraknya soft (lembut). Tidak keras, tidak kasar, kesukarelaan, tidak main paksa. Tidak ego dan fanatik,” jelasnya.

Sementara ketiga dari sisi muamalahnya. Ini adalah mengatur pergaulan sesama NU, sesama Islam, sesama warga negara dan sesama umat manusia. Dalam pergaulan tersebut, Islam Nusantara saling mengasihi dan menyayangi walaupun dengan orang berbeda agama.

Keempat dari sisi amaliyahnya. Islam Nusantara mengamalkan shalawat, istighotsah, maulidan, tahlilan, slametan, memperingati maulid Nabi, memperingati Isra Mi’raj dan lain-lain.

“Islam Nusantara huwa (adalah, red.) Islam Ahlussunah wal Jamaah. Diganti cashingnya supaya menarik. Dan ternyata menarik. Ganti cashing saja ribut,” kata cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini disambut tawa hadirin.

Hadir pada kesempatan tersebut, narasumber lain Pengurus PCINU Amerika Serikat Akhmad Sahal, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Masduki Baidlowi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 23 Januari 2018

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Sudah menjadi semacam tradisi yang turun temurun sampai sekarang, pada bulan Ramadhan di beberapa pesantren besar ramai didatangi orang-orang untuk ikut mengaji kitab tertentu. Tradisi ini dalam kalangan pesantren, biasa disebut ngaji pasanan atau pasaran.

Tak terkecuali pesantren besar macam Tebuireng Jombang, sejak zaman dahulu, ketika bulan Puasa tiba, para santri dari berbagai pelosok Tanah Air berduyun-duyun ke Tebuireng untuk ikut mengaji kitab Shahih Bukhari kepada Hadratussyaikh, KH Hasyim Asy’ari, yang memang juga dikenal sebagai salah seorang ulama ahli hadits.

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Salah satu tokoh NU dan mantan Menteri Agama RI, KH Saifuddin Zuhri, mengatakan bahwa ketika KH Hasyim Asy’ari membaca kitab Shahih Bukhari, membaca dengan cermat tetapi cepat, seolah sedang membaca kitab karangannya sendiri.

“Orang yang pernah melihat sendiri, cara Hadratussyaikh membaca Al-Bukhari mengatakan bahwa beliau sebenarnya telah hafal seluruh isi kitab ini. Seolah-olah sedang membaca kitab karangannya sendiri!” (Zuhri, 1974 : 152)

Aboebakar Atjeh dalam buku Sejarah Hidup KH. A. Wahid Hasyim (2015) mepaparkan sedikit gambaran suasana ngaji pasanan di Tebuireng kala Hadratussyaikh masih hidup. Menurut dia, pada zaman itu, lumrahnya di Bulan Ramadhan pesantren menjadi sepi, sebab para santri diliburkan untuk diberikan kesempatan pulang ke kampungnya masing-masing.

Namun, sebaliknya di Tebuireng, suasana justru bertambah ramai, karena kedatangan oleh para santri yang ingin menghabiskan Ramadhan bersama sang guru tercinta.

Muhammadiyah Asli

“Ia (Hadratussyaikh, red) selama bulan puasa memberi kuliah istimewa mengenai ilmu hadist karangan Al-Bukhari dan Muslim. Kedua kitab hadist yang penting ini harus khatam dalam sebulan puasa itu dan oleh karena itu, jadilah bulan ini suatu bulan yang penting bagi kiai-kiai bekas muridnya di seluruh Jawa. Dalam bulan puasa, bekas murid-muridnya yang sudah memimpin pesantren di mana-mana, biasanya memerlukan datang tetirah ke Tebuireng, tidak saja untuk melanjutkan hubungan silaturahmi dengan gurunya, tetapi juga untuk mengikuti seluruh kuliah istimewa mengenai hadist Al-Bukhari dan Muslim guna mengambil berkah atau tabaruk,” (Atjeh, 105-106).

Pengajian tersebut biasanya diselenggarakan di pendopo masjid. Tempat ini dalam kesehariannya juga digunakan untuk mengajar para santri. Biasanya beliau mengajar bahkan sampai tengah malam. Sebagai tempat duduk, digunakan alas sepotong kasur yang ditutupi dengan sepotong tikar atau sepotong kulit biri-biri, dan di sampingnya terdapat sebuah bangku untuk meletakkan beberapa kitab.

Sampai sekarang, tradisi pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari di Tebuireng pada bulan Ramadhan masih berjalan. Setelah Hadratusyaikh wafat, pengajian ini dilanjutkan oleh Kiai Idris Kamali dan Kiai Syamsuri, dan kemudian dilanjutkan Gus Ishom Hadzik. Sempat vakum beberapa tahun, akhirnya dari berbagai pertimbangan ditunjukklah Kiai Habib Ahmad, seorang alumni pondok Tebuireng, yang pernah mendapatkan ijazah kitab ini dari Kiai Syamsuri.? (Ajie Najmuddin)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Olahraga, Santri Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Madinah, Muhammadiyah Asli. Sejurus kemudian semuanya hening, tanpa suara. Seorang demi seorang, kerumunan mulai mengundurkan diri. Orang-orang mulai kembali ke jalanan beton ketika, mungkin beberapa anggaota keluarga jenazah yang baru saja dikubur, mulai menghitung-hitung dan menandai lokasi makam baru tersebut. Beberapa di antara mereka menunjuk-nunjuk dan menghitung jendela hotel terdekat tertentu yang posisinya lurus dengan makam tersebut. Sebagian yang lainnya menghitung celah dan urutan makam dari jalan beton.   



Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Setelah puas mengitung, beberapa orang naik ke jalan berbeton dan kembali terjadi kerumunan berjubel di dalam gelap. Ya kondisi gelap, meski sebenarnya mata sudah mulai terbiassa dengan kegelapan. Lampu dua mobil yang berada di jalan rupanya telah dimatikan. Tinggal sebuah lampu yang diletakkan pada tiang di dekat liang pemakaman. Lampu ini tetap menyala, mungkin untuk menolong para pelayat agar tidak terperosok ke lubang-lubang lain di sekitar lubang yang baru saja ditimbuni tadi.

Ya, pihak pengelola makam memang telah menyiapkan banyak lubang di beberapa blok, sebelum ada orang meninggal. Sangat mungkin penyiapan banyak lobang ini dikarenakan hampir setiap waktu sholat, terutama di Musim haji, selalu ada jenazah yang di kubur di pemakaman baqi ini. Seperti juga para pekerja cleaning service di Masjid Nabawi yang bukan dari warga negara Arab Saudi, maka demikian pun untuk pekerjaan penggali makam ini, nampak di bawah sorot lampu, kebanyakan mereka berwajah dan kulit muka seperti orang-orang Bangladesh. Merekalah yang sangat mungkin mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penggalian makam ini.

Muhammadiyah Asli

Tentu ini berbeda dengan budaya orang Jawa yang akan mengatakannya sebagai "Ngalup" (seolah mendoakan kematian pada seseorang), jika kita siapkan lobang pemakamannya sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Sekedar catatan, orang Cina juga memiliki budaya menyiapkan lobang lahat bagi keluarga yang masih hidup. Rupanya, karena menghindari lubang-lubang yang ditutup dengan kayu triplek inilah, para peziarah berjalan zig-zag ketika turun tari jalan beton tadi.

Muhammadiyah Asli

Saya pun akhirnya penasaran, ada apa di tengah kerumunan berjubel dalam gelap tersebut. Setelah berusaha mendekat, maka semuanya menjadi jelas. Ternyata para pelayat sedang antri berpeluk-pelukan bergantian dengan keluarga yang kini berbaris di jalanan beton. Para pelayat yang sudah berpelukan dan saling mengucapkan pesan kesabaran segera meninggalkan lokasi, dan kembali berjalan pulang.

Setelah memperhatikan agak lama, rupanya banyak pula orang yang sekedar bersalaman. Mungkin mereka tidak saling kenal, bahkan mungkin juga orang yang tidak kenal siapa jenazah yang baru saja dikuburkan dan siapa keluarganya, mungkin kira-kira seperti saya. Maka saya pun segera mengambil sikap yang sama. masuk ke dalam antrian dan bersalaman dengan keluarga. Ya sekedar bersalaman, saya juga tidak pernah mengenal siapa yang baru saja turut saya iringkan untuk dikebumikan dan siapa pula keluarganya.

Dalam perjalanan pulang seusai bersalaman, saya mencoba mengamati sekeliling. Bagaimana sebenarnya kondisi Makam yang sangat terkenal ini. Makam yang memeluk nyaman mereka yang telah sejak pertama dimakamkan. Menurut ceritanya, orang yang pertama dimakamkan di sini adalah ‘Utsman bin Mazh‘un, seorang sahabat dari kalangan Muhajirun yang terkenal saleh dan hidup sederhana, yang meninggal dunia pada 5 H/626 M. Sedangkan Ibrahim, putra pasangan suami-istri Rasul Saw. dan Mariyah Al-Qibthiyyah yang berasal dari Mesir, adalah orang kedua yang dimakamkan di sini.

Di makam ini pula terdapat makam para istri Rasul Saw: Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq, Saudah binti Zam‘ah, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah binti Abu Umayyah, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dan Shafiyyah binti Huyai. Sedangkan keluarga beliau yang dikebumikan di sini, selain putra-putri beliau, antara lain Abbas bin Abdul Muththalib, Hasan bin Ali, dan Ali Zainal Abidin.

Sementara di antara para sahabat yang dimakamkan di sini ialah Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas‘ud, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abu Waqqash. Di antara Imam empat mazhab, hanya Malik bin Anas yang dimakamkan di sini.

Namun jangan pernah Anda membayangkan dapat melihat nisan-nisan mereka semua, bahkan salah satu di antara nissan mereka. Kini sejauh mata memandang di seluruh tanah makam seluas 174.962 meter persegi dengan dikitari dinding setinggi empat meter sepanjang 1.724 meter ini, hanya ada gundukan dengan sepasang nisan dari batu, tanpa nama.

Sekarang ini siapa pun yang meninggal di Madinah dimakamkan di sini termasuk jamaah umrah dan haji dari berbagai negara. Tetap dengan ketentuan yang sama, hanya ada nisan dari batu, sekali lagi tanpa nama. (min/bersambung/Laporan Langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)  Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Santri Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan

Surabaya, Muhammadiyah Asli - Gempuran informasi yang kian tak terbendung akhir-akhir ini jamak menimbulkan kebingungan masyarakat. Kenyataan ini diperparah dengan penetrasi ponsel pintar dan media sosial sehingga berita palsu alias hoax kian tak bisa dihindari.

Hal ini disampaikan Ketua PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim Haikal di Kantor IPNU Jatim, Jum’at (13/1).

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim: Berita Hoax Rugikan Dunia Pendidikan

Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digital, termasuk situs online yang tidak jelas identitasnya. Kalau tidak hati-hati, netizen bisa termakan tipuan hoax, atau bahkan ikut menyebarkan informasi palsu yang boleh jadi sangat merugikan banyak pihak dan menimbulkan fitnah.

Hal ini mendorong PW IPNU Jawa Timur menginisiasi deklarasi pelajar anti-hoax. Acara ini rencananya akan diselenggarakan di Dinas Ketenaga Kerjaan Kabupaten Madiun, Sabtu (14/1).

Muhammadiyah Asli

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh seluruh utusan pimpinan cabang IPNU se-Jawa Timur. Pertemuan ini akan menjadi semakin penting karena juga dihadiri oleh utusan sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur.

Muhammadiyah Asli

Haikal menegaskan, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen sekaligus keprihatinan pada pelajar dan remaja yang akhir-akhir ini banyak menjadi korban berita palsu.

Menurutnya, hal ini sangat merugikan dunia pendidikan karena kebanyakan berita palsu berisi hal-hal yang tidak mendidik.

“Kita punya kesadaran literasi yang sangat kurang, sehingga even ini (deklarasi, red) semoga bisa meningkatkan kecerdasan dalam memverifikasi apapun yang dibaca di media sosial atau situs online,” kata Haikal di Kantor IPNU Jatim.

Acara yang dikemas dengan pembacaan deklarasi bersama ini juga akan dihadiri oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, Kominfo Jatim, LTN NU Jatim, dan beberapa media regional di Jawa Timur. (EK/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Santri Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Jerusalem, Muhammadiyah Asli. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Rabu (14/2) melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas sejumlah isu seprti konflik Israel-Palestina dan ambisi nuklir Iran.

Turki yang menjadi sekutu Israel juga AS itu telah menawarkan bantuan untuk mewujudkan upaya-upaya perdamaian mengingat hubungan baiknya dengan Israel dan Palestina yang sudah lama bersengketa.

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Sejumlah pengamat mengungkapkan, kunjungan Olmert selama dua hari di Turki dan rencana pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu AS Condoleezza Rice tidak akan menghasilkan langkah-langkah positif dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Muhammadiyah Asli

Pejabat pemerintah Israel Miri Eisin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi tersebut. "Israel dan Turki memiliki hubungan strategis yang penting di segala bidang."

Muhammadiyah Asli

"Turki merupakan negara demokrasi moderat yang telah memainkan peranan yang sangat penting menyangkut isu Isreal-Palestina. Israel berharap dapat memperluas peran Turki di garda depan," kata Eisin kepada AFP.

Olmert yang menurut rencana akan tiba di Ankara hari ini akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Menlu Turki Abdullah Gul dan sejumlah pejabat tinggi Turki lainnya pada Kamis besok.

Israel dan Turki yang menjadi sekutu-sekutu AS menjalin hubungan baik dengan melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi maupun militer.

Menyinggung kunjungan Olmert ke Turki, Erdogan menuduh Israel telah menyulut ketegangan dengan umat Islam di seluruh dunia menyusul rencana Israel yang tetap melanjutkan penggalian dekat Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam.

Erdogan mengungkapkan bahwa negaranya "terusik dan marah" atas rencana Israel tersebut.

"Terus terang, saya akan katakan kepada pemerintah Israel bahwa Masjidil Aqsa adalah satu di antara tempat tersuci bagi umat Islam di seluruh dunia dan segala tindakan apapun yang melanggarnya akan menuai reaksi-reaksi yang dibenarkan," ungkap Erdogan.

Sebaliknya, Eisin mengatakan bahwa penggalian tersebut akan tetap dilanjutkan. "Kami akan menjelaskan bahwa penggalian ini akan berlanjut dan bahwa penggalian ini di luar Temple Mount (Masjidil Aqsa)." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock