Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pasca aksi penolakan penceramah Khalid Basalamah, oleh GP Ansor dan Banser Sidoarjo pada acara pengajian di masjid Shalahuddin, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (4/3) kemarin, banyak bermunculan berita miring di media sosial terkait adanya aksi tersebut.

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Sikapi Berbagai Berita Miring di Medsos

Menyikapi adanya berita yang tidak benar itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin mengklarifikasi dan menjelaskan kronologi sebenarnya. Pasalnya, disengaja atau tidak, namun itulah gaya mereka dalam berdakwah, menyebarkan berita yang tidak sebenarnya, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain dan mengambil simpati.

Rizza menegaskan, penolakan itu sebenarnya bukanlah acara pengajian atau majlis ilmunya. Namun, ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik itulah yang kemudian menjadi pokok persoalan. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan, bahwa panitia tidak akan menghadirkan Khalid Basalamah.

"Yang kita tolak bukanlah majlis ilmunya, sebagai bukti ketika Basalamah turun, diganti Ustadz lain, kita tidak mempermasalahkan. Bukan perbedaan madzhabnya, tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan Muhammadiyah dan aliran lain yang seiman, bahkan dengan agama lain. Namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai," kata Rizza dalam releasenya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (5/3).

Rizza mengungkapkan, pada saat forum mediasi oleh Kapolresta antara MWCNU, Ansor, panitia dan pengurus masjid, Kapolresta meminta bukti rekaman atau contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik?. Ansor sudah menyiapkan 3 video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalah, mensyirikkan tampa perbandingan dalil.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya, terjadi negoiasi dengan Kapolresta, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong. Dan ketika mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Khalid Basalamah, maka Ansor merasa dibohongi. Namun, Ansor dan Banser tetap sabar. Dan tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian.

Muhammadiyah Asli

"Namun apa yang terjadi? berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran, bentrok bahkan merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama Muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul. Masyallah, tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor Banser NU," tegas Rizza.

Justru, lanjut Rizza, saat situasi sudah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MoU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Khalid Basalamah serta tidak akan menaikkan mimbar lagi, bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari. Tiba-tiba ada laporan bahwa Ketua PAC Ansor Tulangan, Zaini, dipukul jamaah pegajian. Dan pemukulnya sudah diamankan polisi.

"Saat di Mapolsek Gedangan, Zaini tidak melawan, justru Zaini memaafkannya, kerena Islam yang diajarkan para pendiri NU adalah Islam yang ramah. Atas nama Ukhuwah Islamiyah pelaku yang mengaku warga Kamal dimaafkan," tuturnya.

Selain melakukan penolakan terhadap penceramah Khalid Basalamah, PC GP Ansor Sidoarjo juga meminta untuk melakukan Tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah, tujuannya adalah menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman.

Namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian, karena Ansor konsentrasi atas hasil kesepakatan (MoU) untuk mendinginkan suasana. Rizza berharap, ke depan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kiai NU akan terselenggara. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Safari Ramadhan 1436 H di 13 lokasi yang terdiri dari 4 titik yang dipusatkan di Gedung NU dan 9 titik lainnya berlokasi di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu.?

Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim menjelaskan hal tersebut saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan safari Ramadhan di Gedung NU, Ahad (21/06) lalu.

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadhan di 9 Kecamatan

“Kegiatan Safari Ramadhan kali ini berbeda dengan kegiatan safari pada tahun-tahun lalu. Taufik mengatakan, bahwa safari ramadhan kali ini lebih menitik beratkan kepada silaturrahim sekaligus koordinasi serta konsolidasi PCNU dengan MWCNU dan ranting se-Kabupaten Pringsewu,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Taufiq menjelaskan, bahwa kegiatan safari ramadhan yang dilaksanakan di kecamatan akan diisi dengan kegiatan bedah buku yang baru saja diterbitkan oleh LTNNU Pringsewu dengan judul Manajemen Ramadhan Karya Katib Syuriyah PCNU Pringsewu. Buku dengan tebal 80 halaman ini akan dikupas tuntas langsung oleh penulisnya yaitu Ustad Munawwir pada kegiatan safari ramadhan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu.

Muhammadiyah Asli

Sementara untuk Safari Ramadhan setiap hari Minggu akan dirangkai dengan Ngaji Ahad yang akan di isi langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Pada saat pembukaan tersebut, Taufiq menjelaskan rinci tempat dan waktu kegiatan safari ramadhan PCNU Pringsewu yaitu: Gedung NU (21, 28 Juni, 5 dan 12 Juli), Kecamatan Parasuka desa Sidodadi (23 Juni), Kecamatam Adiluwih Desa Tunggul Pawenang (27 Juni), Kecamatan Pagelaran Utara Desa Margosari (30 Juni), Kecamatan Banyumas Desa Suka Mulya (2 Juli), Kecamatan Gadingrejo Desa Jogja Selatan (4 Juli), Kecamatan Ambarawa Desa Margodadi (7 Juli) Kecamatan Sukoharjo Desa Panggung Rejo Utara (9 Juli), Kecamatan Pagelaran Desa Pagelaran (11 Juli) dan terakhir di Kecamatan Pringsewu Kelurahan Pringsewu Barat (13 Juli). (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Februari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Muhammadiyah Asli

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 28 Januari 2018

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras teror yang terjadi di Prancis pada Jumat, 13 November 2015 atau Sabtu dini hari WIB. Aksi teror yang terjadi di beberapa tempat secara berantai tersebut, mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka.

“Apa pun bentuknya, kekerasaan tidak bisa dibenarkan,” tegas Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini menyatakan ketika dihubungi Muhammadiyah Asli terkait aksi tersebut, Sabtu malam (14/11).

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Teror Bom di Prancis

Kekerasan, kata dia, tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menimbulkan masalah baru serta korban jiwa. “Menyelesaikan masalah dengan kekerasan tidak akan pernah ada habisnya,” katanya.  

Muhammadiyah Asli

Ia meminta kepada aparat keamanan di Indonesia untuk bersiaga supaya hal itu tidak terjadi di Indonesia. Sementara kepada masyarakat ia mengimbau untuk merepatkan barisan dan tidak mudah terpancing.

Muhammadiyah Asli

“Kepada warga masyarakat, khususnya warga NU, supaya mengedepakan dialog dalam menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Menurut dia, kekerasaan di Prancis seperti ada benangnya dengan Indonesia. Kasus Tolikara dan Singkil adalah contohnya. “Mengedepankan budaya kebersamaan adalah modal kita untuk menghadapi krisis seperti itu,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pengurus IPPNU kota Bandung mengajak pelajar mengisi malam pergantian tahun baru Hijriyah dengan Pesantren Pelajar di MTs Cijawura, kota Bandung, Sabtu-Ahad (25-26/10). Mereka mengikuti istighotsah, tahlil, hingga pendidikan seks bagi pelajar.

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang dinanti-nanti kader IPPNU di MTs Cijawura karena pada kegiatan ini semua pembina organisasi memberikan ide dan gagasan,” kata Wakil Ketua IPPNU Kota Bandung Rita Robiatul Adawiyah, Sabtu (25/10).

Peringatan Muharram selain diisi dengan zikir dan doa, juga memfasilitasi pelajar dalam pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh Paskibra serta pendidikan Kespro oleh Palang Merah Remaja (PMR), dan kepanduan Pramuka.

Muhammadiyah Asli

Ketua IPPNU Kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-zuhri menyatakan apresiasinya pada Pesantren Pelajar ini. “Semua kader IPPNU Kota Bandung  sangat luar biasa, mari kita samakan niat dan semangat kita menuju IPPNU semakin aktif dan inovatif kendati jumlah rekanita Bandung tidak sebanyak cabang lain,” kata Dhilla. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pondok Pesantren, Daerah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Minggu, 31 Desember 2017

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik menilai, peringatan hari buruh dunia merupakan momentum tepat terutama pemerintah untuk memperbaiki regulasi yang berpihak pada kesejahteraan pekerja. Dalam rilisnya, PMII meminta pemerintahan Ir Joko Widodo untuk memperhatikan sejumlah hal berikut ini.

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara PMII untuk Pemerintah RI di Hari Buruh Dunia

Pengurus harian PB PMII menuntut pemerintahan kini untuk:

1. Momentum Mayday tahun 2015 ini adalah momenteum evaluasi total system perburuhan di Indonesia diawal pemerintahan Jokowi-JK, baik di pemerintahan, pengusaha maupun perlindungan terhadap hak-hak buruh.?

Muhammadiyah Asli

2. Membenahi system perburuhan Indonesia dengan merevisi UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Karena UU ini ? terlalu berpihak pada pengusaha dan mempersempit ruang buruh untuk menjadi sejahtera dan UU ini juga sudah banyak pasal yang di review dan diputus oleh MK.

3. Merevisi UU 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri karena, UU ini lebih banyak mengatur teknis penempatan TKI dari pada perlindungan TKI.

Muhammadiyah Asli

4. Stop diskriminasi dan Kriminalisasi buruh,

5. Stop Politik Upah Murah Buruh?

6. Menuntut Pemerintah untuk Melindungi tenaga kerja Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing

7. Mendorong Pemerintah untuk merealisasikan kebijakan yang terkait dengan Jaminan Kesehatan,keselamatan kerja dan hari tua buruh yang tidak memberatkan Buruh

8. Perluas lapangan kerja untuk mengurangi Buruh di Indonesia ke Luar Negeri

9. Mendorong Pemerintah untuk tidak melepas harga BBM yang dikendalikan oleh mekanisme pasar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Cerita, Pemurnian Aqidah, Syariah Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli - Pilgub Jabar akan dilaksanakan pada tahun 2018. Namun politisi yang berhasrat menjadi gubernur telah mencuri start. Mereka dari sekarang melakukan sosialisasi untuk menaikan popularitasnya. Salah satunya Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum yang telah mencoba menyosialisasikan pencalonannya.

Namun setelah lembaga survei ternama mengeluarkan hasil yang menyatakan orang nomor satu Kabupaten Tasik ini masih dalam popularitas rendah, Bupati Tasik mengeluarkan pernyataan meminta bantuan kepada kepala dinas di Pemerintahan Kabupaten Tasik untuk membantunya dan mengampanyekan dirinya.

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar

Pernyataan ini jelas menuai berbagai kritik dan reaksi dari berbagai pihak, tak terkecuali GP.Ansor Kabupaten Tasikmalaya. Sekretaris GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Fahmi Siddiq saat ditemui Muhammadiyah Asli usai jumatan di Masjid Agung Kota Tasik (20/1) mengatakan, pernyataan politisi partai lambang Kabah itu tak beretika. Bahkan pernyataan itu berpotensi mengecewakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Sekelas kepala dinas adalah lembaga eksekutif yang seharusnya disibukkan dengan kepentingan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya, “Bukan malah disuruh mengampanyekan bupatinya untuk Pilgub Jabar,” lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Masyarakat hari ini sudah mulai cerdas memilih pemimpin. Mereka yang dianggap memiliki kinerja yang bagus dan nyata akan dengan sendirinya dikenal oleh masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Salah satu contoh, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK). Nama RK masuk di urutan tiga besar yang digadang-gadang dan disebut banyak masyarakat luas layak maju di Pilgub Jawa Barat.

Padahal RK tidak melakukan kunjungan ke berbagai tempat di Jawa Barat. Tidak seperti halnya Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum yang sudah kukurilingan namun popularitasnya masih tetap rendah.

“Kerja saja dulu yang bagus. Ada karya nyatanya. Nanti juga dengan sendirinya dikenal masyarakat. Bukan malah nyuruh kepala dinas kampanye. Itu namanya tidak beretika,” pungkas Ketua IPNU 2012-2014 ini. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Syariah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 09 Desember 2017

Kiai Said: NU Tak Ada Tendensi Politik dalam Menyikapi RUU Pilkada

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, NU tidak memiliki tendensi politik dalam sikapnya mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD karena hal itu sudah diputuskan pada munas NU 2012 di Cirebon, bukan mensikapi perdebatan di DPR yang saat ini sedang mengemuka.?

Kiai Said: NU Tak Ada Tendensi Politik dalam Menyikapi RUU Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU Tak Ada Tendensi Politik dalam Menyikapi RUU Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU Tak Ada Tendensi Politik dalam Menyikapi RUU Pilkada

Kiai Said menjelaskan, para ulama dalam forum musyawarah NU tertinggi setelah muktamar ini menilai, baik pilkada langsung maupun pilkada tidak langsung masing-masing memiliki kelemahan. Para kiai NU tersebut mengalami langsung kondisi di lapangan efek negatif yang ditimbulkan oleh pilkada langsung ini dan berkesimpulan, pilkada langsung lebih banyak mudharatnya, terutama terkait dengan biaya yang besar dan konflik horisontal.

“Ini merupakan keputusan para ulama sepuh yang dengan jernih menilai, mudharat pilkada langsung sudah jelas, sementara manfaatnya belum tentu tercapai,” kata Kiai Said di gedung PBNU, Jum’at (12/9).

Terkait dengan sejumlah tokoh bersih yang terpilih melalui pilkada langsung seperti Tri Rismaharini, Jokowi, Azwar Anas, Ridwal Kamil dan lainnya, jumlah mereka masih bisa dihitung dengan jari dibandingkan dengan pemimpin daerah yang terkena korupsi. Beberapa pemimpin daerah yang terjerat kasus korupsi oleh KPK diantaranya, Bupati Bogor, Bupati Kerawang, Bupati Biak Numfor dan lainnya.

Muhammadiyah Asli

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan ? pada pada Mei 2014 lalu menyebutkan sudah terdapat 325 kepala daerah yang terjerat hukum, baik masih berstatus tersangka atau sudah menjadi narapidana.

Muhammadiyah Asli

“Untuk bisa terpilih dalam pilkada, minimal harus mengeluarkan 15 milyar, atau pemimpin yang benar-benar dicintai oleh rakyat seperti Pak Jokowi,” kata Kiai Said.?

Kiai Said menambahkan, “Kalau di PBNU, perbedaan pendapat pilihan politik dianggap sebagai hal yang biasa, tetapi belum tentu masyarakat di daerah bisa bersikap sama.”

Sikap NU ini, kata Kiai Said, akan terus dipegang selama belum ada keputusan baru dalam forum yang setara atau di muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi.

Berikut hasil bahtsul masail maudluiyyah pemilukada dalam perspektif Islam dalam Munas NU Cirebon, 15-17 September 2012

1. Pemilukada yang didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memiliki tujuan yang sangat mulia, antara lain:

a. Melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam memilih pemimpin di daerahnya. Dengan demikian, ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

b. Terpilihnya kepala daerah yang aspiratif yang memahami betul problematika masyarakat dan pemecahannya.

Tujuan mulia ini dapat disebut dengan kemaslahatan (mashlahah) yang hendak diraih dengan pemilukada.

2. Dalam praktek pelaksanaan pemilukada selama ini, dampak positif (mashlahah) yang diharapkan tidak selalu terbukti. Bahkan sebaliknya, dampak negatif (mafsadah), baik dalam proses maupun dalam produknya, telah terjadi dalam skala yang sangat mencemaskan.

3. Pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat melalui pemilukada bukanlah pendidikan politik yang sehat, melainkan pendidikan politik yang buruk, antara lain berupa merebaknya money politics (risywah siyasiyyah). Biaya pemilukada menjadi sangat mahal, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi para kandidat. Hal ini sangat potensial untuk menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, membuktikan kebenaran hal ini.

4. Harapan untuk memperoleh kepala daerah yang terbaik (ashlah) melalui pemilukada, lebih sering tidak terwujud dalam kenyataan. Sementara itu konflik horizontal akibat pemilukada telah menjadi kenyataan yang sangat memprihatinkan.

5. Mengingat mafsadah pemilukada merupakan mafsadah yang sudah nyata terjadi (muhaqqaqah), sedangkan mashlahahnya lebih sering maslahat semu (wahmiyyah), maka pemilukada wajib ditinjau kembali. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ?. ?

“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).

6. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur, bupati dan walikota melalui lembaga perwakilan (DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II) layak untuk diberlakukan kembali, karena terbukti mafsadahnya lebih kecil daripada mafsadah pemilukada. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum Islam tentang ditempuhnya madharat yang lebih ringan di antara dua madharat (irtikab akhaff al-dlararain) yang didasarkan pada kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ? ? ?. “Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1403 H, h. 87). (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Syariah Muhammadiyah Asli

Selasa, 05 Desember 2017

9 Titik Shalawat Nariyah Bersama Ribuan Jamaah

Jakarta, Muhammadiyah Asli - PBNU mengintruksikan kepada Nahdliyin dari Aceh sampai Papua untuk membacakan Shalawat Nariyah secara serentak pada Jumat malam (21/10). Intruksi tersebut disampaikan kepada struktur NU sampai ke tingkat Ranting. Juga masjid, majelis ta’lim, pondok pesantren yang terkoordinir dengan NU.? ? ?

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, pembacaan shalawat tersebut akan dilakukan di kantor-kantor Nahdlatul Ulama dari pusat provinsi hingga desa. Termasuk di berbagai surau, mushalla, masjid, majelis taklim dan sekolah-sekolah NU serta pondok-pondok pesantren di seluruh wilayah Indonesia. Juga di 24 Negara dimana cabang Nahdlatul Ulama berada.

9 Titik Shalawat Nariyah Bersama Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Titik Shalawat Nariyah Bersama Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Titik Shalawat Nariyah Bersama Ribuan Jamaah

“Pembacaan shalawat dalam rangka peringatan hari Santri 2016 tersebut, PBNU menargetkan genap atau bahkan lebih dari 1 miliar kali,” katanya kepada Muhammadiyah Asli di gedung PBNU Jakarta, Jumat (21/10) .

Robikin menyebutkan sembilan titik pembacaan Shalawat Nariyah dalam jumlah besar yaitu pertama, di Masjid Sunda Kelapa Jakarta yang diperkirakan dihadiri 5.000 jamaah. Di masjid tersebut akan dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Sekjen PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Kedua, di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur yang akan dihadiri 10.000 jamaah. Di tempat tersebut akan dihadiri Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar.

Ketiga, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dengan perkiraan 30.000 jamaah. Di pesantren tersebut akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua PBNU H. Saifullah Yusuf.

Keempat, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur yang akan dihadiri 15.000 jamaah. Akan hadir di pesantren tersebut Ketua PBNU Moh. Nuh dan KH Moh. Salim Aldjufri.

Kelima, di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo dengan perkiraaan jamaah 10.000 jamaah orang.? Akan hadir di pesantren tersebut Musytasar PBNU KH Kholil As’ad Syamsul Arifin.

Keenam, Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugeh, Lampung Tengah, dengan perkiraan jamaah sekitar 5.000 orang. Hadir di pesantren tersebut Rais Syuriah PBNU KH Mujid Quryubi.

Ketujuh,? di Lapangan Dome Balikpapan. Di tempat tersebut diperkirakan hadir 20.000 jamaah.? Dari PBNU akan hadir Ketua PBNU KH Farid Wajdi.

Kedelapan, di Pondok Pesantren Syaichona Kholil Batu Besaung Kota Samarinda dengan perkiraan 5.000 jamaah; dihadiri Wasekjen PBNU H. Suwadi D Pranoto.

Kesembilan di Masjid An-Nahdlah PBNU Jakarta, dihadiri Ketua PBNU KH A. Manan Ghani dan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Kabupaten Tasikmalaya bersama warga NU bergotong-royong untuk membantu Pesantren Al-Muawanah yang kebakaran pada Ahad (12/3).

Pengurus LPBI NU Tasikmalaya Muchlis Amin yang didampingi IPNU dan GP Ansor Tasikmalaya langsung terjun pukul 19.00 usai pemadaman api di lokasi PAC GP Ansor Tanjungjaya. Mereka pada malam itu mendirikan posko bantuan dan memginventarisasi kebutuhan santri.

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Tasikmalaya dan Warga Bantu Gedung Pesantren yang Terbakar

Pada Ahad sore sekitar pukul 17.00 asrama putra pesantren di Kampung Ciheras Kecamatan Tanjungjaya ini ludes dilalap api dan menghabiskan segala barang barang santri seperti lemari, pakaian, kitab, dan sebagainya.

Kejadian ini terjadi ketika para santri sedang berolahraga sore dan mati lampu. Usai olahraga futsal, santri menuju asrama dan api sudah besar. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya yang dibantu masyarakat dan Banser Tanjungjaya. Namun mereka tak mampu menyelamatkan barang-barangnya termasuk dokumen penting seperti ijazah, STNK, dan lain sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Namun karena listrik padam dan tiada satu orangpun di asrama semua pihak termasuk dari kepolisian belum menyimpulkan apa penyebab kebakaran.

Muhammadiyah Asli

Muchlis menyampaikan apresiasi terhadap GP Ansor Tanjungjaya yang ketika itu dengan sigap dan tanggap langsung terjun ke lokasi. “Kami di PCNU terus berkoordinasi insya Allah kita koordinir sebisa mungkin memulihkan kembali pesantren Al-Muawwanah.”

Menurutnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah psikologos santri. “Kita harus kuatkan mereka karena bagaimanapun mereka akan merasa tertekan karena barang-barang mereka hangus terbakar. Kita akan berusaha bersama dengan KBNU lainnya membantu secara moril dan materil dan yang penting para santri tetap semangat mengaji dan menghilamgkam trauma karena kebakaran ini, jika ada yang ingin berpartisipasi silakan hubungi LPBI NU Kabupaten Tasikmalaya di Nomor 085316640000 atas nama Muchlis.

Pimpinan Pesantren Al-Muawwanah Cihaur Ajengan Alim menuturkan, “Saya berterima kasih kepada seluruh komponen NU yamg dengan sigapnya membantu kami. Semoga jadi amal kebaikan. Semoga pembangunan asrama putra ini dan segala sesuatunya bisa kembali semula. Semoga kejadian ini ada hikmahnya baik bagi saya pribadi dan untuk kita semua.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Kiai, Syariah Muhammadiyah Asli

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Wapres Jusuf Kalla berpendapat tak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid dengan berbagai peran dan jabatan yang disandangnya.

“Beliau memiliki pengabdian dan pengalaman yang begitu beragam, begitu besar, begitu banyak, saya kira tidak banyak orang yang memiliki pengalaman seperti KH Idham Cholid,” katanya dalam peluncuran buku ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah” di Jakarta, Kamis (6/3) malam.

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tak Banyak yang Miliki Pengalaman Seperti KH Idham Chalid

Ketua Umum Golkar ini menjelaskan setidak-tidaknya Idham Cholid yang telah memimpin NU selama 28 tahun ini dalam karirnya selalu berada dalam tiga sosok, yaitu ketua NU sebagai ormas, NU sebagai parpol dan sebagai pejabat negera. Putra Kalsel tersebut juga pernah memimpin tiga partai yaitu Masyumi, NU dan PPP.

Idham Cholid juga pernah menduduki tiga jabatan menteri, yaitu wakil perdana menteri, menkopolkam, dan menteri sosial. Di posisi legislatif, ia juga menduduki berbagai jabatan mulai dari anggota DPRD Kalsel, DPR dan MPR. “Wajar jika kita mempelajari, mengambil hikmahnya,” katanya.

Mengenai kemampuannya membawa NU dalam berbagai situasi, Jusuf Kalla berpendapat hal ini dikarenakan ia merupakan orang moderat yang selalu berada ditengah disertai sikap kesantunan sehingga bisa diterima oleh semua fihak.

“Hanya kesantunan yang bisa menjaga kemoderatan. Kalau pandangannya ekstrim, tentu orangnya juga ekstrim. Hanya orang yang memahami banyak orang yang bisa mengerti,” imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Pengenalannya secara pribadi dengan Idham Chalid telah terjadi sejak ia tinggal di Makassar yang mana orang tuanya, H. Kalla merupakan tokoh NU setempat dan ketika ke Sulsel, Idham Chalid kadangkala berkunjung ke rumahnya. “Sekali-sekali acara NU di rumah orang tua saya, saya mendengar pembicaraan kepartaian atau apa saja. Jadi banyak hal yang menjadi pelajaran,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla juga mendoakan agar Idham Chalid yang saat ini terbaring sakit dapat diberi keselamatan, rahmat dan hidayah. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Internasional, Syariah, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya

Wonosobo, Muhammadiyah Asli. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pondok pesantren siap menampung anak pengungsi Rohingya yang terpisah dari orangtuanya.

"Khusus bagi anak-anak yang terpisah dari orang tuanya atau bahkan orang tuanya sudah meninggal pondok pesantren siap menampung mereka," katanya di Pondok Pesantren Al Mubarok, Wonosobo, Selasa (26/5).

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya

Ia menuturkan banyak anak yang kehilangan orangtuanya selama berminggu-minggu mereka berada di perahu.

Muhammadiyah Asli

"Anak-anak yatim piatu itu kita didik di pondok pesantren, karena pendidikan itu hak mereka. Khusus untuk anak-anak, karena yang sudah dewasa tentu akan ada penanganan dengan opsi yang berbeda," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pemerintah Indonesia, ia menyatakan, sudah berkomitmen membantu para pengungsi.

"Jadi kebijakan Presiden, pemerintah Indonesia, jelas ketika mereka sudah masuk wilayah Tanah Air maka demi kemanusiaan kita harus menyantuni mereka sebagai pengungsi," katanya.

"Dalam jangka darurat di depan mata adalah harus mengayomi mereka. Hal itu yang sudah dilakukan di Aceh," tambah dia.

Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR telah mengidentifikasi lebih dari 160 anak-anak telantar berusia di bawah 18 tahun. Beberapa bahkan lebih muda. “Bocah termuda yang kami temui berusia 10 tahun,” ujar Hendrik Therik dari UNHCR Indonesia, seperti dikutip dari situs The Wall Street Journal.

Anak-anak itu diselamatkan oleh para nelayan Aceh setelah perahu yang mereka tumpangi ditinggalkan oleh para awaknya.

Sekitar sepertiga imigran yang berada di Aceh adalah anak-anak. Di penampungan Kuala Cangkoi. lebih dari separuh anak yang diidentifikasi UNHCR terlantar, ujar Therik. Menurutnya lagi, 55 dari 135 anak di Kuala Langsa tanpa pendamping.(antara/mukafi niam) foto? Tatan Syuflana/Associated Press

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Syariah Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017

Pamekasan, Muhammadiyah Asli - Danramil Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Suhaidi mengapresiasi Ansor Cup GP Ansor Kadur di Lapangan Pandawa Lima Desa Gagah. Dalam rapat teknis yang berlangsung di balai desa setempat, Senin (17/4), Suhaidi mengetengahkan beberapa pesan moral yang disimak oleh 16 offisial tim yang mewakili seluruh pemain.

"Aman tidaknya kegiatan ini, semua kembali kepada kita. Karenanya, semua pihak mesti terlibat aktif dalam mencuatkan keamanan hingga Ansor Cup 2017 selesai," tegas Danramil.

Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Sportifitas Danramil Kadur dalam Ansor Cup 2017

Tentara yang dikenal tegas dan akrab dengan siapapun ini berharap semua offisial dan pemain menjunjung tinggi persaudaraan. Sebab, misi dari Ansor Cup memang guna merajut dan menguatkan tali persaudaraan di Kecamatan Kadur, khususnya kalangan pemuda antarsepuluh desa.

"Yang kalah dalam turnamen nanti tidak perlu ker ngoker atau merongrong jalannya turnamen. Kita nyareh taretan (mencari saudara, red) dalam kegiatan seperti ini," tegas Danramil Suhaidi.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sebagaimana diketahui, Ansor Cup 2017 diselenggarakan para pengurus GP Ansor Kadur selama delapan hari, mulai Selasa (18/4) sampai Jumat (28/4) mendatang. Tema yang diangkat ialah Memerangi Narkoba Dengan Olahraga. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Kiai, Ulama Muhammadiyah Asli

Rabu, 15 November 2017

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) meminta pemerintah menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. ? Menurutnya, percuma membuat dua harga, yaitu harga subsidi dan harga komersial jika daya beli tidak meningkat.

Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU bertema LPG Naik, Salah Siapa? Di gedung PBNU, Selasa (14/1) yang juga dihadiri oleh Ali Mundakir (VP Corporate Communication Pertamina), Said Didu (mantan Sekretaris Menteri BUMN), dan Darmawan Prajodjo (pengamat energi).

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga jual LPG non subsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau 3.959 per kg, yang kemudian di protes masyarakat sehingga diturunkan lagi kenaikannya hanya 1.000 per kg.

Muhammadiyah Asli

Ia menjelaskan, rakyat tetap akan kembali ke harga yang lebih murah sesuai dengan kemampuan daya beli. Dengan kata lain, potensi migrasi ke tabung elpiji 3 kg sangat besar jika harga jual non-subsidi sepenuhnya dilepaskan ke mekanisme pasar. Ujungnya subsidi meningkat.

Muhammadiyah Asli

Ia meminta agar UU Migas yang menjadi tonggak liberalisasi industri migas nasional dirombak. Dalam UU tersebut, fungsi Pertamina tidak lagi mengemban tanggung jawab pelayanan publik. Pertamina juga tidak boleh sepenuhnya komersial sesuai dengan UU tersebut karena BUMN ini istimewa dibandingkan dengan BUMN lain, yaitu menangani barang publik yang strategis karena migas bukan hanya penting bagi negara, tetapi juga menguasai hajat hidup orang banyak.

“Terlalu berisiko melepaskan ke mekanisme pasar dengan ? kalkulasi bisnis komersial biasa bagi BUMN yang menangani komoditas yang strategis. Menggunakan kalkulasi bisnis biasa terbukti tidak efektif, karena toh Pertamina tetap harus menjual barang non subsidi (LPG 12 kg) di bawah harga keekonomian mengingat daya beli masyarakat.”

Kerancuan konsep saat ini, menurut Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini membuat semua pihak melanggar UU. Pemerintah melanggar UU Migas karena menganut rezim liberalisasi harga BBM/BBG yang terlarang menurut keputusan MK. Pemerintah juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena mematok rugi harga jual barang komersial Pertamina tanpa menetapkan selisihnya sebagai subsidi. Disisi lain, Pertamina juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena menjual komoditas komerasial di bawah biaya produksi yang merugikan perusahaan bertahun-tahun, padahal sebagai perseroan, Pertamina harus untung. Dan jika rugi, kerugiannya tidak bisa langsung dipotong dengan pengurangan dividen ke pemerintah karena akan mengacaukan sistem akuntansi keuangan negara.

Menurut Ali Masykur, sialng sengkarut soal penetapan harga elpiji non-subsidi ini merefleksikan kekacauan tat kelola migas nasional yang harus dirombak total, dengan konsep yang lebih sejalan dan seiring dengan konstitusi. (mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pesantren, Internasional Muhammadiyah Asli

Kamis, 02 November 2017

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Selasa (13/1) ini, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) akan menggelar Sidang Paripurna ke-9 dengan ? agenda di ? Gedung Nusantara V MPR RI/DPD RI. Sidang paripurna akan membahas mengenai Acara Persidangan DPD RI Massa Sidang 2014-2015.

Sidang Paripurna DPD RI  Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Kepala Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal DPD RI Nana Sutisna, dalam rilis pers yang diterima Muhammadiyah Asli mengatakan, Sidang Paripurna DPD RI dilaksanakan dengan agenda Sidang Pidato Pembukaan Masa Sidang II DPD RI Tahun Sidang 2014-2015 oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, didampingi wakil ketua Farouk Muhammad dan GKR Hemas dan diakhiri dengan laporan Kegiatan Anggota DPD RI di daerah Pemilihan.

Para senator dari 33 propinsi telah melakukan reses ke daerah masing-masing dengan agenda melalukan pemantauan langsung; Salah satu point adalah Kesipan Daerah menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015.?

Muhammadiyah Asli

Salah satu point penting adalah kesiapan daya saing masing-masing daerah dalam masyarakat ekonomi ASEAN 2015 karena disadari atau tidak daerah yang paling merasakan dampaknya disamping menurunnya daya beli masyarakat disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dan tingginya tingkat pengangguran di daerah. Untuk itu diharapkan pemerintah harus bekerja keras melakukan percepatan semua kebijakan ekonomi demi mendongkrak daya saing bangsa di regional ASEAN.

Muhammadiyah Asli

Daerah-daerah harus mengangkat produk khas daerah yang berkualitas dan terstandarisasi sehingga daerah mendapatkan efek positif di era pasar bebas kawasan ASEAN tersebut.

Sidang paripurna DPD RI merupakan bagian dari mekanisme sistem pengawasan anggota DPD RI.

Dalam Laporan ? kegiatan setiap anggota DPD RI di daerah pemilihannya biasanya juga akan membahas tentang kesiapan daerah dalam berbagai aspirasi masyarakat melingkupi antara lain otonomi daerah, pendidikan; agama; kebudayaan; kesehatan; pariwisata; pemuda dan olahraga; kesejahteraan sosial; pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; tenaga kerja dan transmigrasi; ekonomi kreatif; dan permasalahan lainnya yang berhubungan dengan aspirasi masyarakat dan daerah yang ditampung oleh anggota dewan.

Menurut rencana, dalam Sidang paripurna yang akan dihadiri oleh para senator dari 33 provinsi tersebut, juga akan membahas beberapa program kerja ke depan; salah satunya adalah membangun komunikasi dengan media massa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Nusantara, Tegal Muhammadiyah Asli

Rabu, 25 Oktober 2017

Suasana Pesantren Hadir pada Pembukaan Putaran Nasional LSN 2016

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli - Pembukaan Liga Santri Nusantara yang diselenggarakan di stadion Sultan Agung Yogyakarta diisi dengan pelbagai kegiatan seperti di pesantren, Senin (24/10) malam. Sebelum rangkain acara inti dimulai terlebih dahulu para sporter disambut oleh pertunjukan marawis dan bacaan-bacaan shalawat.

Tak hanya itu, tahlilan pun menjadi bagian dari rangkaian acara pada pembukaan pertandingan ini. Rangkaian-rangkaian ini menuai pujian dari suporter yang ikut menyaksikan suasana pembukaan LSN tahun kedua ini.

Suasana Pesantren Hadir pada Pembukaan Putaran Nasional LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Suasana Pesantren Hadir pada Pembukaan Putaran Nasional LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Suasana Pesantren Hadir pada Pembukaan Putaran Nasional LSN 2016

"Bagus sekali acara pembukaan ini, terasa sejuk suasananya dan penuh nuansa santri," kata TGH Jamhur asal Lombok NTB ini di sela-sela acara.

Pengasuh Pesantren Assulamy Langko Lingsar Lombok Barat ini menambahkan, adanya penetapan Hari Santri itu merupakan ajakan Presiden Jokowi terhadap rakyat untuk mengenang sejarah Indonesia.

Muhammadiyah Asli

“Di samping itu Hari Santri mengingatkan kita semua akan perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan NKRI.”

Menurutnya, pesantren yang memberikan ilmu agama kepada santrinya itu adalah bagian dari cara pesantren menyediakan generasi-genarsi yang berakhlak, jujur, dan tulus ikhlas. Kalau semua itu sudah ada pada setiap generasi, maka pemimpin ke depan akan lebih baik. (Hadi/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, AlaNu, Syariah Muhammadiyah Asli

Minggu, 15 Oktober 2017

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Selain menunaikan rukun, seorang jamaah haji perlu memerhatikan juga tentang Wajib Haji. Dalam masalah haji, penting untuk membedakan istilah rukun dan wajib haji. Keduanya adalah perkara yang harus dilaksanakan, tetapi ada perbedaan di antara keduanya.

Pada rukun haji, ketika seseorang tidak melaksanakannya, maka hajinya batal dan harus diulang. Sedangkan pada wajib haji, orang yang tidak melaksanakannya bisa menggantinya dengan membayar dam.

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Berdasarkan kitab Al-Fiqhul Manhaji lil Imam As-Syafi’i, wajib haji mencakup lima hal berikut.

1. Memulai Ihram dari Miqat.

Seseorang yang memulai haji akan melaksanakan ihram, dengan berniat, lalu mengenakan pakaian ihram. Amaliyah ihram ini harus dilakukan di miqat yang telah ditetapkan.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Miqat dibagi menjadi dua, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani ini adalah waktu bagi seorang jamaah haji untuk memulai ihram, mulai bulan Syawwal sampai bulan Dzulhijjah. Kemudian, selain memerhatikan waktunya, penting diketahui untuk miqat makani adalah lokasi tempat dimulainya ihram. Lokasi miqat makani ini berbeda-beda berdasarkan daerah masing-masing, dan disebutkan tiap-tiap patokannya dalam berbagai kitab fikih.

2. Menginap (Mabit) di Muzdalifah

Kegiatan ini dilakukan seusai ritual wukuf di Arafah, tepatnya saat terbenamnya matahari. Muzdalifah ini adalah lokasi di antara Arafah dan Mina. Hendaknya menginap di sana sekiranya sebagian malam saja, tidak wajib sampai Subuh esok hari tiba.

3. Melempar Jumrah

Setelah menginap di Muzdalifah seorang jamaah haji menuju tempat-tempat jumrah, dan melempar masing-masing tujuh kerikil. Waktunya merentang sejak tengah malam Idul Adha sampai waktu maghrib. Jumrah sendiri ada tiga macam: Jumrah ula, jumrah wustha dan jumrah aqabah.

4. Menginap di Mina pada dua malam hari Tasyriq

Setelah ritual melempar jumrah, jamaah haji menuju Mina dan menginap di sana pada hari Tasyriq. Menginap ini diartikan untuk bermalam pada sebagian besar waktu pada dua hari Tasyriq di Mina itu.

5. Thawaf wada’

Thawaf ini dilakukan setelah menunaikan semua amalan haji, dan hendak keluar dari Mekkah.

Jika wajib haji itu tidak dilaksanakan, maka orang tersebut wajib membayar dam. Dam dalam kitab Matan Taqrib karya Syekh Abu Syuja’ terbagi atas beberapa kriteria, sesuai dengan larangan haji yang dilaksanakan atau kewajiban haji yang ditinggalkan. Kriteria dam untuk orang yang meninggalkan wajib haji dalam Matan Taqrib adalah sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dam wajib disebabkan meninggalkan ibadah (dalam hal ini wajib haji) dipilih secara berurutan (sesuai kondisi). Yang pertama, dengan seekor kambing. Jika tidak ada kambing, maka ditunaikan dengan berpuasa sepuluh hari. Tiga hari ketika berada di Mekkah, dan tujuh hari ketika kembali ke kampung halaman.”

Dengan demikian, wajib haji kiranya perlu diperhatikan agar ibadah haji menjadi lebih sempurna dilaksanakan. Semoga jamaah haji sekalian menjadi haji yang mabrur dan diterima Allah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Nusantara, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 12 Oktober 2017

PB PMII dan PMII Jateng Bahas Tawaran Kembali ke NU di Wonosobo

Kudus, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar PMII, koordinasi cabang, cabang PMII seprovinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, akan bertemu di Kampus Universitas Sains Ilmu Quran (Unsiq) Wonosono, Sabtu-Ahad (29-30/11). Pada rapat konsolidasi ini mereka membahas pola dan strategi kaderisasi berikut mengkaji seruan PBNU agar PMII kembali ke NU.

Menurut Wakil Bendahara PMII Jateng Saifudin Bahri, PMII masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Misalnya, selama ini masih banyak gerakan-gerakan yang ingin menghilangkan Aswaja dan NKRI di lingkungan mahasiswa maupun kampusnya.

PB PMII dan PMII Jateng Bahas Tawaran Kembali ke NU di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII dan PMII Jateng Bahas Tawaran Kembali ke NU di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII dan PMII Jateng Bahas Tawaran Kembali ke NU di Wonosobo

"Makanya, PMII hadir sebagai wadah untuk mempertahankan aswaja dan NKRI," kata Bahri kepada Muhammadiyah Asli di Kudus, Kamis (27/11).

Muhammadiyah Asli

Pertemuan di Wonosobo ini kemungkinan membicarakan tawaran kembali ke NU. PMII Jateng sendiri berkeinginan membahas hal tersebut. "Biar lebih hidup dan dinamis," tandasnya singkat. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Syariah Muhammadiyah Asli

Jumat, 06 Oktober 2017

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Situbondo, Muhammadiyah Asli. KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin mengingatkan, saat ini ada kalangan yang mengincar masjid-masjid NU untuk diambil alih pengelolaannya. Ia mengemukakan itu saat memberikan pengarahan di aula Mts. Salafiyah Syafi’iyah, Mumbulsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (23/5).

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini menjelaskan, masjid adalah lambang sekaligus sentral kegiatan ibadah dan sosial kehidupan masyarakat. Karena itu, masjid harus dijaga dan dipelihara dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, “Jangan sekali-kali pengelolan masjid diberikan kepada orang yang tidak jelas latar belakang amaliahnya (bukan NU).

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Kalangan Berupaya Merebut Masjid NU

Kiai Cholil menambahkan, biasanya orang yang ada maunya, pura-pura baik. Mereka awalnya memang mengikuti apa yang menjadi tradisi di lingkungan setempat, bahkan terkesan mendukung. Namun setelah punya jamaah, dia membelokkan arah jamaahnya,? “Makanya kita harus hati-hati betul dengan orang yang tidak jelas ujung pangkalnya,” lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Putera KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengaku miris mendengar kabar bahwa di Jawa Tengah sudah ada 40-an masjid NU yang beralih tangan. Masjid-masjid itu semula dikelola warga nahdliyyin, namun? dengan cara-cara tertentu, masjid-masjid itu akhirnya berpindah tangan pengelolanya, “Itu di Jawa

Muhammadiyah Asli

Tengah, di Jaw aTimur, insyaalah juga ada,” tukasnya.

Acara yang bertitel? “Penguatan amaliah Ahlussunnah wal jama’aah” itu dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris Ranting NU dan 3 orang pengurus takmir masjid se-Kecamatan Mumbulsari serta para tokoh NU setempat. Dalam kesempatan itu, hadir juga Rais Syuriah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Aryudi A. Razaq ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Makam, Syariah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock