Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. A’wan PWNU DIY Fathurrahman Ghufran sukses raih gelar Doktor dalam bidang Hukum Islam. Gelar akademik itu diraihnya setelah mempertahankan ujian terbuka disertasinya tentang Fiqh Sosial KH Ali Yafie di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (5/2) siang.?

“Dinamika sosial yang direspon KH Ali Yafie melalui gagasan fikih sosialnya ialah spektrum pembangunan yang melandasi berbagai kebijakan dan program pemerintah,“ tututnya saat mempertahankan .

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemikiran KH Ali Yafie Dikaji di UIN Yogyakarta

Dosen tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga ini menambahkan, dalam paradigma berkelanjutan dinyatakan bahwa pembangunan adalah proses perjalinan hubungan antara manusia masa kini dan masa yang akan datang untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan bersama (mashlahah al-‘ammah).

Muhammadiyah Asli

“Dalam kaitan ini, KH Ali Yafie membangun cara berpikir keagamaan yang dirumuskan ke dalam fiqh sosial yang akomodatif terhadap kebijakan pembangunan yang sudah ditegaskan dalam UUD 1945 dan pancasila,” tutur pria kelahiran Madura ini.

Menurut peraih doktor tercepat di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga ini, melalui gagasannya, KH Ali Yafie ingin membangun mekanisme dan strategi baru dalam mengartikulasikan pemikiran hukum Islam ke dalam lingkup sosial.

Muhammadiyah Asli

“Agar setiap kebijakan yang ingin dirumuskan dan dijalankan oleh pemerintah tidak lepas dari semangat religiusitas dan kemanusiaan,” terangnya.

Tim penguji sidang terbuka ini antara lain Dr Malik Madani MA dan Prof Noorhaidi Hasan. Setelah ? melewati pertanyaan yang diajukan dalam sidang yang diketuai Prof Khoerudian Nasution, Fathurrahman pun meraih hasil “sangat memuaskan”. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Meme Islam, Berita Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

Jombang, Muhammadiyah Asli. Dengan duduk berhadapan, Muhibbulloh salah satu pengurus jamiyah Yasinan dan Tahlil Dusun Babatan Desa Kedawong Kecamatan Diwek Jombang dengan telaten melayani pinjamaan modal bagi anggotanya. 

Kegiatan peminjaman ini dilakukan usai menjalankan pembacaan Yasin dan Tahlil setiap malam Jum’at. Dengan modal saling percaya jamaah ini telah memiliki omset sebesar Rp 16,5 juta selama dua tahun yang digulirkan tanpa ada bunga sama sekali.

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Rentenir dengan Kelompok Yasin Tahlil

“Alhamdulillah, dengan adanya dana Yasinan dan Tahlil ini masyarakat tidak lagi meminjam dari rentenir yang getol masuk di desa ini,” ujarnya bercerita.

Muhammadiyah Asli

Muhibbullah menceritakan, kegiatan simpan pinjam modal di desanya memang dilatarbelakangi maraknya rentenir yang masuk dalam perekonomian masyarakat di lingkungan dusun Babatan Desa Kedawong Diwek Jombang. Melalui PKBM Sanggar Belajar Yalatif yang memberikan infaq Dana kepada Jam’iyah Yasin Tahlil membuat sistem perbantuan ekonomi dengan sistem Simpan Pinjam Tanpa Bunga (SPTB). 

Muhammadiyah Asli

“Kegiatan yang dilakukan sejak bulan September 2010 ini sampai saat ini telah memiliki modal sebesar Rp16,2 juta dan dipinjam bergiliran oleh 32 orang dari 70 anggota jam’iyah,” bebernya.

Untuk bisa meminjam modal usaha, dikatakannya, nasabah harus terlebih dahulu menjadi anggota aktif Jamiyah Yasin Tahlil dan mendaftar dengan uang pangkal (simpanan wajib) sebesar Rp. 5.000. Soal berapa besar pinjaman untuk setiap anggota bervariasi. 

“Untuk modal usaha maksimal pinjaman Rp 1 juta sedangkan untuk keperluan konsumtif maksimal pinjaman Rp500.000,” ungkapnya.

Muhib meyakinkan, bahwa setiap nasabah yang hutang menerima utuh modal yang dipinjam tanpa adanya potongan administrasi sebagaimana di koperasi atau yang lainnya. Sedangkan terkait pengembalian juga dilakukan secara utuh dengan cara mengangsur selama 20 kali kegiatan Yasin tahlil atau 20 minggu dengan toleransi absen 2 kali,

”Berapa yang diangsur tidak ada ketentuan, yang penting 20 pertemuan Yasin Tahlil bisa lunas, jadi jika melakukan pengembalian nasabah juga dilakukan saat kegiatan Yasin dan tahlil,” ungkapnya seraya mengatakan selama masih memiliki pinjaman, setiap anggota bisa memasukkan infaq sukarela ke dalam kaleng yang disediakan jamaah.

Dari infaq para nasabah dan jamaah ini pada akhir tahun (bulan Sya’ban) baru dibuka. Adapun dana infaq dari kaleng peruntukannya dibagi menjadi 3 kegiatan, yakni 20 % untuk petugas pencatat, 30 % untuk dana sosial (bila ada tetangga kesusahan) dan yang 50 % untuk tambahan modal atau Kas Yasinan.

Bagaimana cara pengurus menghindari kredit macet..? Dikatakan Muhib, untuk menghindari pinjaman agar tidak macet, beberapa cara dilakukan diantaranya adalah setiap anggota yang meminjam, maka antara Pengurus dan Peminjam melakukan akad pinjam meninjam disaksikan seluruh Jamaah. 

“Saya Pak Fulan dengan ini meminjam uang Yasinan sebesar Rp 1 juta untuk modal usaha, semoga barokah,” ucapnya dan akan menggembalikan dalam waktu 22 pertemuan.

Dengan akad pinjam modal dengan model ini dikatakan Muhibbullah sebagai bentuk tanggung jawab seorang nasabah terhadap seluruh jamaah yasin dan tahlil. 

“Akad pinjam ini efektif untuk menghindari kredit macet,“ jelasnya.

Disamping itu, ada sanksi sosial yang juga dijalankan atas kesepakatan jamaah, karena dana yang dipinjam adalah uang Jam’iyah Yasiin, sejak awal dibentuknya SPTB ini semua anggota telah bersepakat bahwa ketika ada anggota yang ngemplang utang, maka kalau dia atau keluarganya meninggal. Masyarakat tidak akan datang untuk Tahlil ke rumahnya.

”Faktanya membuktikan bahwa uang infaq sukarela peminjam yang dikumpulkan ketika dibuka di akhir tahun jumlahnya lebih besar dari bunga konvensional,” bebernya.

Dari kegiatan Simpan Pinjam melalui Jamaah Yasin Tahlil ini, hari ini bisa dirasakan masyakarat. Diantaranya adalah tidak ada rentenir yang berani masuk Dusun Babatan Desa Kedawong Diwek. Karena uang mereka tidak laku lagi, karena bunganya juga sangat tinggi. 

“Dan Alhamdulillah kini masyarakat sudah mulai ada rintisan wirausaha. Ada sebanyak 21 Rumah Tangga yang memiliki jenis usaha, seperti pengolahan kripik gadung dan tape ketan hijau "tjap sanggar" dan lain lain dibawah naungan PKBM Sanggar Belajar Yalatif,” pungkas Zainudin yang terus mendampingi kegiatan masyarakat ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Berita Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Berita Muhammadiyah Asli

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

Subang, Muhammadiyah Asli. Momentum Lebaran tahun ini dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren Darussalam untuk mengadakan acara reuni akbar 1000 alumni. Acara itu digelar di halaman pesantren setempat, di Jalan Irian Nomor 20, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, Selasa (21/7)

Hafidzin Nurhadi selaku Panitia Kegiatan menjelaskan bahwa salah satu hal yang menarik dalam kegiatan reuni akbar ini adalah setiap alumni diminta untuk membawa batu akik.

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

"Konsep acara reuni akbar, seluruh alumni yang hadir agar membawa batu akik sebagai cenderamata untuk Pondok Pesantren Darussalam" jelas Hafizdin

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan, batu akik sebagai cenderamata yang diberikan kepada panitia bertujuan untuk infak dan sedekah kepada Pondok Pesantren Darussalam.

Ditambahkan, reuni alumni merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam subang yang bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahim.

Muhammadiyah Asli

Acara reuni 1000 alumni Pesantren Daarusalam tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Selain dihadiri para alumni, pihak panitia pun menghadirkan Ustadz Zaki Mirza, Grup Band Wali, Ustadz Riana (Ki Jaga Digja), Zaskia Adya Mecca, Dai Aji MNC dan Prio Tralala. (Aiz Luthfi/Rusadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Doa, Quote Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, lembaga pendidikan pertama bagi seorang anak adalah ibunya sendiri. Oleh karena itu, ibu-ibu Muslimat NU harus menjalankan peran sebaik-baiknya agar melahirkan generasi terbaik.

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibu Muslimat, Madrasah Pertama bagi Anak

“Muslimat adalah madrasah pertama untuk menjadi putra-putri baik,” kata kiai yang akrab disapa? Kang Said pada pidato pembukaan Kongres Muslimat NU ke-17 di Asrama Embarkasi Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (24/11).

Sebagai madrasah pertama, kata Kang Said, jika Muslimat mempersiapkan diri perannya dengan baik, secara tidak langsung berarti mempersiapkan bangsa yang baik.

Muhammadiyah Asli

Kang Said menegaskan, Muslimat NU harus percaya diri bertekad utk melahirkan generasi yangg akan datang. Generasi yang kuat agamanya, ilmunya, politiknya, kebudayaannya, ekonominya.

Muhammadiyah Asli

“Al-Quran memperingatkan jangan sampai melahirkan generasi yang lemah!” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Selasa, 16 Januari 2018

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Banyuwangi, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di kediaman Dani Ainurrofiq, Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi. Minggu (11/6) malam.

Terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Blimbingsari, rekan Dani Ainurrofiq setelah mendapatkan sebanyak 16 suara mengngguli rivalnya, Cholid Mawardi yang hanya mampu mengumpulkan 13 suara ranting.?

Disamping dihariri seluruh pimpinan ranting, Konferancab Banom NU termuda ini, dihadiri puluhan kader-kader NU Blimbingsari. Nampak hadir pula Direktur Badan Student Crisis Center (SCC) Ibnu Tsani Rosyada dan Direktur Lembaga Pers M. Sholeh Kurniawan sebagai ketua dan skretaris presidium sidang kali ini.

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Dalam proses pemilihan, dua nama mencuat sebagai kandidat bakal calon. Kandidat pertama Cholid Mawardi sebagai putra loyal asli Patoman. Demikian pula kandidat kedua Dani Ainurrofiq kader patoman yang baru menyelesaikan studinya di Institut Agama Islam Negeri Jember.

“Saya sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan rekan-rekan semua. Semoga dalam memimpin IPNU kedepan ? dengan dukungan semuanya PAC IPNU Blimbingsari bisa menjadi ujung tombak kaderisasi di NU,”ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Sebagai ketua terpilih, Dani bertekat masa kepimpinannnya, akan fokus pada pindidikan dan kaderisasi, sehinga organisasi di masing-masing ranting desa yang ada di Kecamatan Blimbingsari bisa bergerak kembali.

“Kaderisasi adalah ujung tombak organisasi. Jelas hal ini dibutuhkan, karena Pimpinan Anak Cabang Blimbingsari ini telah lama vakum tanpa adanya kepengurusan IPNU IPPNU," jelas Dani yang diamini oleh puluhan peserta Konferensi Anak Cabang (Konferancab).

Muhammadiyah Asli

Disamping kaderisasi, sebagai mandataris konferancab, lanjut Dani nantinya IPNU akan mengadakan berbagai event kegiatan yang bisa memenuhi kebutuhan anggota.?

"Saya selaku ketua terpilih tidak akan mengekang kader-kader saya. Kepemimpinan saya sangat mengutamakan nilai-nilai demokrasi. Artinya seluruh kader berhak mengajukan kegiatan apa nantinya yang akan diminati. Entah itu, olahraga, seni budaya, jurnalistik, dan bidang keilmuan lainnya. Pasti nantinya akan saya tindak lanjuti," terang Dani.

Usai pelaksanaan konferensi mereka semua yang hadir bersama ketua teepilih membahas tentang persiapan Buka bersama yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Ulama Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Panggung Taman Budaya Yogyakarta tampak meriah oleh konser drama musikal “Jahiliyah” persembahan dari Komunitas Seni Pertunjukan Islam (KSPI) Yogyakarta, 5 dan 6 Oktober 2013. Pertunjukan ini menarik minat banyak kalangan, termasuk para santri.

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Puluhan santri Pondok Pesantren Diponegoro Sleman, Yogyakarta, terlihat antusias menyaksikan drama yang mengandung kritik terhadap perilaku beragama manusia modern ini.

“Kenapa banyak manusia beragama tapi masih mendustakan kitab dan nabinya, ya? Karena mereka masih kerdil dalam beragama,” salah satu kutipan dialog dalam drama musikal “Jahiliyah”.

Muhammadiyah Asli

Kritik terhadap penguasa pun sangat kental dalam cerita ini. Dabba, sebagai tokoh utama yang kejam dan tak percaya akan adanya Tuhan, akhirnya mati ditelan sejarah. Akan tetapi anak turunnya tetap hidup dalam wajah yang berbeda dan lebih mengerikan.

“Saya sangat senang dan mendapat banyak pelajaran dari nonton drama ini,” kata Ahmad, salah satu santri Pesantren Diponegoro Sleman. Selesai pertunjukkan, para santri berbondong-bondong menuju bus yang disediakan pengurus pesantren.

Muhammadiyah Asli

Ketua PW Fatayat NU DI Yogyakarta Isti Zusrianah mengungkapkan kekagumannya terhadap drama yang disutradarai Knyut Y Kubro ini. 

“Ini termasuk metode dakwah modern yang penuh dengan nilai perdamaian, toleransi dan memberikan sebuah inspirasi yang indah bagi manusia zaman sekarang,” katanya.

Menurut mantan Ketua PW IPPNU DI Yogyakarta Lasmi, pertunjukan ini layak ditonton generasi muda Islam saat ini, termasuk di kalangan santri. Dia menilai para santri belum banyak yang terbiasa dengan kehadiran pemeluk agama lain.

“Nah dengan menonton drama ini bisa menjadi inspirasi tersendiri buat mereka, karena tadi juga ada penafsiran dari surah al-kafirun ‘bagimu agamu dan bagiku agamaku’. Tidak perlu ada rasa ingin saling menghancurkan atau menguasai,” komentar Lasmi pengurus PW Fatayat NU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, News, Berita Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

Jepara, Muhammadiyah Asli. Para ulama di Jepara, Jawa Tengah, menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, karena dinilai lebih banyak madhorotnya dibanding manfaatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi rekomendasi bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Keputusan didasarkan hasil kajian Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Nahdlatul Jepara selama dua hari, 1-2 September 2007, yang diikuti oleh sejumlah kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara.

“PLTN tidak hanya menyangkut masalah energi, tapi juga lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi. Untuk meneropong masalah tersebut, batasnya adalah manfaat dan bahaya bagi kepentingan umat,” kata Sekretaris Tim Perumus Bahtsul Masail KH Ahmad Roziqin di Kantor PCNU Jepara, Ahad (2/9).

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

“Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan PLTN Muria haram hukumnya. Energi yang dihasilkan hanya 2-4 persen, sementara limbah radioaktifnya sangat berbahaya,” kata Kiai Ahmad yang didampingi Ketua Tim Perumus KH Kholilurahman.

Para ulama NU Jepara berharap pemerintah membatalkan rencana pembangunan PLTN Muria. Meski masi berupa rencana, PLTN nyata-nyata menimbulkan keresahan umat .

Muhammadiyah Asli

Keputusan penolakan pembangunan PLTN berlaku pada tingkat lokal, yakni PLTN Muria. “Keputusan ini akan kami rekomendasikan ke PWNU dan PBNU sebagai bahan kajian lagi,” kata Kiai Ahmad dan Kiai Kholilurahman.

Ketua PBNU Ahmad Bagja di Jakarta mengatakan, PBNU akan membahas lagi persoalan PLTN Muria. "Keputusan PCNU Jepara itu kami nilai sebagai masukan atau rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam pembahasan nanti, kata Ahmad, PBNU sepertinya tidak akan terlalu jauh sampai ke penentuan fatwa halal atau haram bagi PLTN Muria. “Kami akan kaji manfaat dan mudaratnya dari aspek agama dan ilmiah,” katanya.(ant/gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Berita, Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

Muhammadiyah Asli

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Muhammadiyah Asli

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli RMI NU, Berita, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

6 Strategi Peningkatan Mutu Madrasah

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag (2016 yang dilakukan di tiga Madrasah Tsanawiyah (MTs) yaitu MTsN 2 Bandar Lampung, MTs Al Hikmah dan MTsN Bukit Raya Pekanbaru menemukan enam strategi peningkatan mutu pendidikan di madrasah.

Pertama, pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered). Strategi ini lebih mampu memberdayakan pembelajaran siswa yang menekankan pada keaktifan belajar murid, bukan pada keaktifan mengajar guru.

6 Strategi Peningkatan Mutu Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Strategi Peningkatan Mutu Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Strategi Peningkatan Mutu Madrasah

Kedua, pengelolaan kesiswaan yang berfokus pada pelayanan terhadap peserta didik agar mereka berhasil dalam mengikuti proses pembelajaran dan sekaligus dapat memberi harapan semua pihak.

Ketiga, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan. Pengelolaan ketenagaan bertujuan? untuk? mendayagunakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien guna mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.

Muhammadiyah Asli

Keempat, pengelolaan sarana prasarana, mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan, hingga sampai pengembangan. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa madrasah yang paling mengetahui kebutuhan sarana dan prasarana, baik kecukupan, kesesuaian, maupun kemuktahirannya, terutama sarana dan prasarana yang sangat erat kaitannya dengan proses belajar mengajar secara langsung.

Terkait penyediaan sarana prasarana di tiga MTs, dimana? MTsN 2 Bandar Lampung, MTs Al Hikmah dan MTsN Bukit Raya Pekanbaru telah menyediakan beragam fasilitas penunjang peningkatan mutu pendidikan diantaranya mulai dari penyediaan ruangan belajar, kantor kepala, TU dan guru, laboratorium komputer, laboratorium IPA, laboratorium bahasa, gedung olahraga, lapangan upacara, ruang Bimbingan Konseling, ruang UKS/M, sangar pramuka, sanggar seni, perpustakaan, masjid, tempat parkir, pos keamanan, pagar.

Muhammadiyah Asli

Kelima, pengelolaan pembiayaan. Keuangan di madrasah merupakan bagian yang amat penting karena setiap kegiatan membutuhkan dana. Madrasah? juga? harus? diberikan? kebebasan? untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan, sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah.

MTsN 2 Bandar Lampung dan MtsN Bukit Raya? dana yang digunakan selain adari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), juga dari para donatur, keterlibatan orang tua, juga bantuan dana dari Pemda dan lembaga DPRD. Sedangkan MTs Al-Hikmah Bandar Lampung, dana banyak berasal dari kharismatik Kyai pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung yang membuat masyarakat mau membrikan sumbangan dana untuk peningktan mutu madrasah.

Keenam, output yang diharapkan. Madrasah harus memiliki output yang diharapkan. Output madrasah adalah prestasi madrasah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di madrasah. Output madrasah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu output berupa prestasi akademik (academic achievement) dan output berupa prestasi non akademik (non academic achievement).

Terkait output yang prestasi di madrasah, tiga MTs yang telah diteliti memiliki peserta didik yang mumpuni di bidang akademik, dimana peserta didik telah mendapat NEM yang bagus dan meraih berbagai? kejuaraan di antaranya kejuaraan olimpiade matematika, fisika, biologi. Begitu pula dengan prestasi nonakademik, dimana ketiga Mts yang diteliti telah memiliki penghargaan mulai dari tingkat nasional, tingkat propinsi dan tingkat kab/kota, misalnya kejuaraan pramuka, PMR, seni tari, Silat, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pemurnian Aqidah, Berita Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jember, Muhammadiyah Asli - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Muhammadiyah Asli

Dalam pantauan Muhammadiyah Asli, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Daerah, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Akar Nasionalisme dari Pesantren

Semarang, Muhammadiyah Asli. Nasionalisme atau jiwa kebangsaan Indonesia, bukanlah kesadaran yang datang belakangan. Jiwa mencintai tanah air ini sudah mengakar jauh sebelum ada Indonesia. Dan akar itu ada di pesantren, di kalangan para ulama Nusantara.

Akar Nasionalisme dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Akar Nasionalisme dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Akar Nasionalisme dari Pesantren

Demikian disampaikan Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Staquf salam sambutan pembukaan Konferensi Wilayah NU Jateng ke-14 di komplek sekolah Semesta Gunungpati, Semarang, Ahad (23/6).

Para kiai, sambung KH Yahya, sejak masa penjajahan sudah menyadari, mencintai dan membela tanah air adalah sebagian dari iman. Karena itu, nasionalisme adalah pengamalan syariat Islam. Jadi, semakin orang beriman, semakin cinta pada tanah airnya, dan semakin cinta pada bangsanya. Hal itu pula yang dijiwai oleh Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ketika mendirikan NU di tahun 1926 masehi.

Muhammadiyah Asli

Kiai muda yang biasa dipanggil Gus Yahya ini mengungkapkan, para ulama Aceh pada tahun 1886, dalam dokumen yang ditemukan oleh peneliti NU Jadul Maula pernah berfatwa, jika suatu masa ada kerajaan berdiri setelah merdeka dari jajahan Belanda, umat Islam di Aceh wajib menaati kerajaan tersebut.

“Fatwa Ulama Aceh itu terbukti dengan pengakuan rakyat Aceh terhadap Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Bung Karno, dan Aceh menjadi penyumbang sangat besar bagi berdirinya republik ini,” tuturnya.

Muhammadiyah Asli

NU, kata dia, ikut mendirikan republik ini. KH Abdul Wahid Hasyim yang menjadi anggota tim 9 (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia-PPKI), ikut menyusun piagam Jakarta dan menyetujui Pancasila dan UUD 1945. Jadi NU sejak dulu dan sampai kapanpun akan menjadi penjaga  NKRI.

Puncaknya, lanjut dia, pada Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, Rais Am Syuriyah waktu itu, KH Ahmad Siddiq menegaskan, NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 adalah bentuk final perjuangan umat Islam menjalankan syariat agama.

“Semua sikap NU dalam mendirikan dan mengawal republik ini, itu berdasar syariat. Ketika pada Oktober 1945 Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad untuk membela tanah air, itu juga demi menjalankan syariat,” tuturnya.

Ia tegaskan, sikap NU yang seperti itu harus dikabarkan. Agar orang-orang tahu bahwa Islam itu bukan yang memusuhi NKRI, menuding Pancasila sebagai thoghut dan menganggap Indonesia negara kafir. Agar khalayak mengerti bahwa  yang bersikap seperti itu tidak mewakili umat Islam.

Pembukaan Konferwil dihadiri sejumlah tokoh nasional, sesepuh NU pejabat pemerintah, politisi, pengamat dari luar negeri maupun tokoh ormas lain. Diantaranya mantan gubernur Jateng Ali Mufiz, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mantan Wakil Gubernur H Ahmad, Dubes RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor : Muhammad Ichwan

     

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita Muhammadiyah Asli

Selasa, 14 November 2017

Gusdurian Tahlilan dan Diskusi Fiqih Sosial

Jakarta,Muhammadiyah Asli. Para Gusdurian mengadakan tahlilan 40 hari wafatnya Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh, Jumat (7/3) malam. Acara yang diniatkan meneladani Rais Aam tiga periode ini dilaksanakan di aula lantai 8 gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 64 Jakarta Pusat.

Gusdurian Tahlilan dan Diskusi Fiqih Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Tahlilan dan Diskusi Fiqih Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Tahlilan dan Diskusi Fiqih Sosial

Para anak muda dari berbagai organisasi tumplek blek memenuhi aula lantai 8 hingga meluber keluar. Acara yang diinisiasi Jaringan Gusdurian ini dimulai dengan tahlil yang dipimpin Abdul Moqsith Ghozali.

Para hadirin tampak khidmat mengikuti tahlil yang di-ruusi dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. Acara kemudian dilanjutkan diskusi “Fiqih Sosial” yang dimoderatori Ulil Abshar Hadrawi. Diskusi yang dinamakan Forum Jumat Pertama Gusdurian ini menghadirkan dua narasumber, yakni KH Husein Muhammad dan Dr Saiful Umam.

Muhammadiyah Asli

Dalam pemaparannya, Kiai Husein menjelaskan bahwa Mbah Sahal merupakan sosok yang resah terhadap stagnasi Fiqih. Oleh karenanya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini mencoba melakukan kontekstualisasi Fiqih. “Kiai Sahal menempatkan Fiqih sebagai etika sosial, bukan sebagai hukum negara,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Kiai Sahal, lanjut kakak kandung Dr Ahsin Sakho Muhammad ini, memiliki genuinitas fiqih. Dalam Bahtsul Masail, misalnya, ketika menukil ta’bir atau istinbath (penggalian) hukum dari kitab-kitab kuning tidak serta-merta menolak pendapat yang diambil dari ulama semisal Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim al-Jauziyah.

“Selama ini kan pendapat dua tokoh tersebut selalu ditolak. Namun, Kiai Sahal berpendapat lain. Beliau meminta untuk tidak menggeneralisir semua pendapat kedua tokoh itu layak ditolak. Bisa jadi, pendapat mereka berdua dapat dijadikan pembanding atau memiliki sudut pandang lain,” terangnya.

Kiai yang aktif di Yayasan Puan Amal Hayati ini menambahkan, Kiai Sahal jelas berpikir tepat sekali lantaran mengamalkan pepatah Arab: “Undzur maa qaala, wa laa tandzur man qaala.” (Perhatikan apa yang dikatakan, jangan siapa yang bicara).

Menurut Koordinator Seknas Gusdurian Indonesia Alissa Wahid, acara ini merupakan pertemuan bulanan pekan pertama civitas Gusdurian. “Diskusi bulanan tadi sebetulnya baru pemanasan. Jadi, mestinya ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya,” ujarnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Ulama, Kiai Muhammadiyah Asli

Senin, 13 November 2017

Tarling, Sarana Perekat Ukhuwah Islam

Karanganyar, Muhammadiyah Asli. Sejumlah tokoh agama dan perangkat desa Ngadirejo kabupaten Karanganyar mengadakan tarawih keliling yang lazim disebut Tarling pada Ramadhan kali ini. Tarling dari dusun ke dusun ini menjadi wadah silaturahmi sesama warga dan antarormas Islam sepanjang Ramadhan.

Tarling, Sarana Perekat Ukhuwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarling, Sarana Perekat Ukhuwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarling, Sarana Perekat Ukhuwah Islam

Setiap perwakilan ormas secara bergiliran menyampaikan taushiyah agama usai sholat Tarawih. “Jadi dalam praktiknya bisa jadi di masjid NU penyampai taushiyahnya warga Muhammadiyah. Masjid Muhammadiyah bisa diisi oleh warga MTA atau LDII. Demikian juga sebaliknya,” kata salah seorang tokoh agama setempat, Sukidi kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (5/7).

Semua perwakilan ormas itu sudah bisa saling memahami. Mereka menjaga etika dakwah. Mereka tidak menyinggung amaliyah yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ormas. Dakwah yang disampaikan tidak bermuatan cacian dan pujian kepada salah satu ormas tertentu.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan yang berwenang membuat jadwal penyampai taushiyah ialah perangat desa. Tujuannya tak lain agar tercipta kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati antarwarga meskipun berbeda pemahaman.

Muhammadiyah Asli

“Jadi kita pergunakan momentum Ramadhan ini untuk membiasakan masyarakat hidup berdampingan antargolongan baik NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, dan JT,” tutup Sukidi. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita Muhammadiyah Asli

Jumat, 10 November 2017

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sekitar 40 penulis potensial bertemu di Pesantren Al-Aziziyah Denanyar Jombang Jawa Timur, Sabtu (21/12). Kegiatan ini dikemas dalam acara temu wicara dan menghadirkan pembicara yakni Ahmad Baso, KH Aziz Masyhuri, Prof Dr KH Imam Suprayogo serta Sulaimaniyah Turki.

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Minimnya Terbitan Karya Ulama Nusantara Jadi Keprihatinan

Dalam paparannya, Ahmad Baso tidak bisa menyembunyikan keprihatinan lantaran sangat terbatasnya karya ulama Nusantara yang diterbitkan.?

"Kita prihatin karena masih belum banyak kitab ulama Nusantara yang diterbitkan karena berbagai hal, katanya. "Padahal dulu ulama kita jadi rujukan di Haramain," lanjut penulis buku NU Studies ini.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan Kiai Aziz Masyhuri mengharapkan kegiatan di pesantren yang diasuhnya mampu menumbuhkan semangat menulis. Bahkan khusus untuk kegiatan temu wicara, kiai produktif ini mengharapkan bisa terselenggara lebih besar.?

Muhammadiyah Asli

"Kita berkumpul di sini semoga bisa menjadi awal mengumpulkan para penulis muslim nusantara dan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara nasional tahun depan," katanya.

Rektor UIN Maliki, Prof Dr KH Imam Suprayogo mengingatkan bahwa kesadaran membuat tulisan dan menata koleksi buku telah tumbuh di kalangan non sunni.?

"Selain kelompok Wahhabi, juga ada kelompok syiah yang demikian ? luar biasa," terangnya. Dalam keseharian, mereka menerjemahkan karya-karya ulama syiah.?

"Saya beberapa kali ke Iran dan mengunjungi perpustakaan di samping Imam Ali Rido," akunya. Luas perpustakaan itu sampai tiga hektar. "Kalau kita mencari buku, maka yang melayani adalah robot," katanya. Tidak itu saja, ? koleksi kitab, buku, majalah dan sejenisnya bisa sampai 2.500.000 judul," katanya penuh rasa kagum.?

Sekedar membandingkan, perpustakaan modern adalah Dha yang berada di Iran serta ? di Deft, Belanda. Kelebihan di sana pelayanannya ? luar biasa.?

Prof Imam juga mengatakan bahwa tugas seorang imam di syiah adalah menulis. Setelah itu seluruh karya para imam itu diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan disebarkan.?

"Makanya, agar anak-anak kita tidak menjadi wahhabi dan syiah, ayo menulis," tantangnya. "Semakin produktif, semakin baik!" lanjutnya.?

Imam Suprayogo yang juga salah seorang Rais PWNU Jatim ini.bahkan menyatakan bersyukur karena sudah mengawali tradisi menulis ini. Setidaknya, kini ia telah menulis 2100 makalah dan artikel. Ia juga menerbitkan ? 20 judul buku.?

"Setiap hari bakda shubuh saya minimal menulis 4 halaman tanpa berhenti," katanya. ?

"Nah saya membayangkan seandainya kita semua menulis rutin seperti ini dan terus kontinyu, maka akan ? luar biasa hasilnya!" Katanya Karena dalam pandangannya, keilmuan orang-orang Indonesia juga bagus.?

Karena itu Prof Imam sangat mengapresiasi upaya dari KH Aziz Masyhuri untuk mengumpulkan para penulis dan harus dilanjutkan. "Ini tradisi halaqah yang harus terus dipertahankan," tukasnya. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Berita, Fragmen Muhammadiyah Asli

Kamis, 09 November 2017

Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Tim rukyatul hilal Lajnah Falakiyah NU yang disebar di sejumlah lokasi di Indonesia berhasil melihat hilal, diantaranya di Bukit Condrodipo Gresik, Pelabuhan Rabu Sukabumi dan Pesantren Al Hidayah Basmal Jakarta Pusat.

Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Rukyat NU Lihat Hilal di Sejumlah Lokasi

“Dengan demikian, bisa dipastikan Idul Fitri akan jatuh pada, Senin 28 Juli 2014,” kata wakil ketua LFNU Nahari Muslih di gedung PBNU, Ahad sore.

Bukan hanya tim dari LFNU, menurut Nahari, tim rukyatul hilal dari Kementerian Agama juga telah melihat hilal, diantaranya di Makassar Sulawesi Selatan. 

Muhammadiyah Asli

Temuan tersebut, kata Nahari, menjadi masukan bagi sidang isbath yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. 

Terlihatnya hilal di sejumlah lokasi ini terjadi mengingat ketinggian hilal sudah diatas 2 derajat, yang menjadi batas minimal bulan bisa dilihat dengan mata telanjang. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Berita, Makam, Internasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 05 November 2017

Kempek Mendadak Jadi Pasar

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Perhelatan akbar Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 berpengaruh banyak terhadap kondisi Kota Cirebon. Salah satu dampak yang menonjol adalah keramaian massa di sekeliling lokasi acara, Kompleks Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon. Kampung halaman Ketua Umum PBNU ini mendadak seperti pasar.

 

Dari pantauan Muhammadiyah Asli, ratusan lapak dibuka di hampir sepanjang jalanan menuju pesantren. Selain di area bazar yang disediakan panitia, para pedagang tampak pula berjajar mendekati panggung kesenian. Jumlah terus bertambah hingga hari ini sejak Kamis (13/9).

Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kempek Mendadak Jadi Pasar

 

Para pedagang yang datang dari dalam dan luar Cirebon ini menjajakan aneka barang dagangan, seperti alat elektronik, buku, mainan, buah-buahan, pakaian, makanan, dan pernak-pernik lain bernuansa NU dan Cirebon. Penawaran jasa, seperti perjalanan Umrah dan Haji juga tampak di pinggir jalan.

 

Muhammadiyah Asli

Sebuah pasar rakyat juga digelar tak jauh dari lokasi pembukaan Munas, 15-16 September, di Alun-alun Palimanan, Cirebon. Pasar yang diisi dengan bazar, musik, permainan, dan tausyiyah ini di antaranya menawarkan sembako murah.

 

Salah satu penjual Husni, Jumat (14/9), mengaku agak telat membuka lapak dibanding rekan-rekan lain. Ia datang dari sebuah perguruan tinggi di Babakan, Cirebon. “Saya datang baru hari ini. Yang lain udah kemarin-kemarin,” katanya.

 

Muhammadiyah Asli

Di samping dari sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren, pedagang juga berasal dari Pasar Binaan Lembaga Ekonomi Thoriqoh (Lekthor) dan masyarakat umum.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Warta, Berita Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Jakarta, Muhammadiyah Asli?

Imam atau Ketua Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu (M3CB)Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati mendukung Pemerintah Kota Serang, Banten untuk tetap menegakkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. ?

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Abuya Muhtadi Dukung Pemkot Serang Tegakkan Perda dengan Cara Baik

Seperti diketahui, dari Perda tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia terhadap rumah makan yang berjualan pada siang hari di bulan Ramadhan.

Namun, Abuya juga meminta agar Satpol PP melakukan razia dengan cara-cara yang baik. Tidak boleh menghancurkan harta benda milik yang terkena razia. “Merusak harta orang kafir aja tidak boleh, apalagi harta orang muslim,” sebagaimana disampaikan Abuya Muhtadi, melalui santrinya, M Hubab Nafi, di kantor redaksi Muhammadiyah Asli, Jakarta, Jumat (17/6).

Terkait warteg Bu Saeni yang terkena razia, Abuya meminta berbagai pihak untuk tidak membesar-besarkan masalah itu. “Masalah Itu akan ditangani dengan keluargaan. Kami warga Banten bisa dan siap menyelesaikannya.” ?

Muhammadiyah Asli

Mustasyar PBNU ini juga meminta agar tidak ada seorang pun yang mengatasnamakan Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) yang berada di bawah kelembagaan M3CB mengeluarkan statement tanpa koordinasi dengannya. Abuya meminta hal itu karena ada pemberitaan di media online yang mengatasnmakan RPM menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla.?

Terkait berita yang menantang JK, Abuya mengatakan, bahwa hal itu bukan sikap dari Keluarga Besar Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) dan Majelis Mudzakaraoh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB).?

“Akan tetapi, sekali lagi Abuya juga sepakat untuk menegakkan Perda Kota Serang asal dengan cara-cara yang baik dan tidak melukai orang yang dirazia,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli News, Makam, Berita Muhammadiyah Asli

Jumat, 27 Oktober 2017

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Jember, Muhammadiyah Asli.. Dalam rangka meningkatkan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PCNU Jember, Jawa Timur? menggelar “Dauroh Aswaja Internasional” dengan menghadirkan pemateri guru besar Global University Beirut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy. Acara yang dihelat di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ) itu dihadiri oleh 200-an peserta yang terdiri dari para kiai dan pengurus NU.

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Dalam sambutannya yang menggunakan bahasa Arab, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menekankan pentingnya pengurus NU meningkatkan wawasan ke-Aswaja-an global. Sebab, ancaman yang dihadapi NU Indonesia sama dengan yang dihadapi Ahlussunah wal Jama’ah di negara Timur Tengah. Yaitu kelompok radikal, dalam hal ini Salafi.

Menurut Gus Aab –sapaan arkabnya--? untuk menghadapi keusilan kaum Salafi tidak hanya dibutuhkan ilmu dan wawasan yang luas, tapi juga kecerdikan. Gus Aab lalu bercerita soal seseorang? warga? Madura yang bertahun-tahun merantau ke Arab Saudi. Suatu ketika, orang tersebut pulang kampung. Merasa sudah hebat, ia menantang seorang kiai dengan mengajukan 3 persoalan. “Kalau sampeyan bisa menjawab pertanyaan saya, saya akan berguru kepada sampeyan,” tukas Gus Aab menirukan ucapan orang tersebut.

Muhammadiyah Asli

Salah satu dari 3 persoalan yang dia ajukan adalah bahwa setan dan jin tidak akan mempan dibakar api neraka. Mengapa? Karena setan dan neraka terdiri dari bahan yang sama, yaitu api. Jadi, dalam pandangan dia, api neraka tidak mungkin bisa membakar setan dan jin.

Muhammadiyah Asli

Untungya, lanjut Gus Aab, kiai tersebut cerdik dan alim. Begitu selesai mengajukan pertanyaan, si kiai langsung menampar orang tersebut hingga pingsan. Setelah siuman, si kiai bertanya bagaimana rasanya ditempeleng? Dia menjawab sakit. Bahkan dia mengaku sangat sakit. “Lho kok bisa, tangan saya dan pipi Anda, bahannya sama, yaitu kulit, tulang dan daging. Tapi kok anda merasa sakit,” ujar Gus Aab menirukan kata-kata kiai tersebut.

Rupanya kiai itu cerdik dan pintar. Menurut Gus Aab, Untuk menghadapi kaum radikal dan kalangan yang kesukaannya menyerang amaliah warga NU, diperlukan kecerdikan, walaupun harus menghindari perbuatan kasar. “Dan saya yakin Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy, juga sosok yang alim dan cerdik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya,? Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy mengingatkan warga NU agar selalu mewaspadai gerakan kelompok radikal seperti Salafi. Sebab, di negara mana pun mereka berada, nyaris selalu membikin ulah. “Beruntunglah Indonesia selalu damai, maka marilah kita rawat kedamaian itu,” tukasnya dalam bahasa Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy berkenan memberikan 4 kitab Aswaja kepada masing-masing peserta, yang langsung dibawanya dari Beirut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Berita, Fragmen Muhammadiyah Asli

Selasa, 24 Oktober 2017

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Jakarta, Muhammadiyah Asli
Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi, mengatakan korupsi merupakan pangkal penurunan kesejahteraan bangsa Indonesia, sehingga mesti segera dituntaskan.

"Setelah reformasi bukan berarti kita terbebas dari problema, dulu sistem sentralisme, maka korupsi terpusat, sekarang sistem desentralisasi ternyata juga menghasilkan desentralisasi sehingga korupsi juga? merata di daerah-daerah," kata Hasyim dalam acara Launching Buku Pengkaderan IPNU di gedung PBNU, Jakarta, kemarin.
? ? ?
Dulu waktu sistem terpusat, kata Hasyim, orang menjadi nakal di atas, sekarang dengan adanya otonomi daerah juga muncul "raja" kecil di daerah, yang juga dengan perilaku korupsinya. "Ternyata ada sesuatu yang terpendam dan belum beres yakni moral yang lebih dalam daripada sekedar sistem dan mekanisme," papar Mantan Cawapres PDIP ini.

Jadi tidak aneh jika sekarang orang sudah tidak lagi bicara tentang hukum dagang, tetapi dagang hukum. Ia mencontohkan, ketika berkunjung di daerah ada? seorang yang ditangkap karena korupsi Rp 65 juta, tapi supaya dia tidak ditangkap sogokannnya Rp 450 juta rupiah. "Perilaku sogok menyogok ini sudah merebak kemana-mana. Jadi ini sudah melampaui batas moralitas, bangsa kita sudah kehilangan arah, akibat ditinggalkannya nilai-nilai agama," kata Hasyim.

Pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang ini juga mengatakan, akibat tindak korupsi yang terjadi dimana-mana ini telah menjadikan Indonesia terus menurun tingkat kesejahteraannya, sehingga secara otomatis menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat. "Pemerintahan SBY harus mampu membuktikan bahwa korupsi adalah musuh bersama, sehingga pemberantasannya bisa dilakukan di semua lini," katanya dihadapan kader IPNU dan IPPNU.

Selain itu, masih menurut Hasyim, kebijakan politik tingkat nasional yang keliru juga menimbulkan konflik-konflik sosial di tataran masyarakat luas. "Sebagai contoh kebijakan pemerintah mengurangi subsidi yang otomatis menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di tataran masyarakat justru menimbulkan konflik baru karena tujuan mengurangi kemiskinan belum bisa dibuktikan, namun harga-harga sudah pasti naik," katanya.
? ? ? ?
Menurut adik kandung Kyai Muchit Muzadi, kebijakan pengurangan subsidi yang tidak disertai dengan kejelasan program dana kompensasi memperparah beban masyarakat setelah harga BBM naik. "Kebijakan itu memang bertujuan mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia, namun pada kenyataannya, kenaikan harga BBM justru melahirkan orang-orang miskin baru," katanya.
? ? ? ?
Jadi sebenarnya sedang apa negeri kita ? dan akan menuju kemana ? tanya Hasyim, seraya mengajak semua elemen masyarakat bahu-membahu menjadi solusi untuk bangsa sendiri. "Bencana demi bencana yang datang menimpa kita, sudah sepatutunya menjadi pelajaran bersama, agar kembali menata diri dengan akhlakul karimah, dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas. Insya Allah dengan niat tulus, maunah (petolongan) Allah akan menyertai bangsa ini," pungkas Hasyim. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Berita Muhammadiyah Asli

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim : Desentralisasi Lahan Korupsi Baru

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock