Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada Muhammadiyah Asli. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Genuk, Muhammadiyah Asli. Masyarakat Genuk Semarang merupakan masyarakat pesisir yang rentan dengan persoalan lingkungan seperti banjir yang setiap tahun selalu menjadi langganan dan tentunya kebersihan lingkungkan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat. 

Keprihatinan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta perhatian terhadap masyarakat yang masih kurang, hal inilah yang membuat PAC GP Ansor Genuk mencanangkan Gerakan Toilet Gratis  untuk Masyarakat, Ahad (12/5).

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Bertempat di rumah Bambang warga Genuksari RT 3 RW 3 Semarang, toilet atau jamban ini mulai dibangun dengan gotong royong bersama pemilik rumah dan para penggurus Ansor Genuk. 

Muhammadiyah Asli

Nampak suasana kebersamaan dan guyup rukun dalam kerja bersama tersebut. Rasa kesaamaan inilah yang selalu ditanamkan guna menjalin kebersamaan antara Ansor Genuk dengan Masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Gerakan toilet gratis untuk masyarakat dicanangkan pengurus Ansor sebagai program pokok kegiatan yang berupa pembangunan fisik, selain program non fisik.

“Seluruh dana kegiatan jambanisasi ini dukungan dari donatur dan pengurus  Ansor. Semoga dengan menikmati Jamban yang layak pakai, kehidupan lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih,” tutur Ketua Ansor Genuk M Sodri.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

Jember, Muhammadiyah Asli -

Setelah beberapa waktu lamanya Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jember vakum, kini bendera kumpulan pesilat warga Nahdliyin itu siap dikerek tinggi-tinggi. Hal ini merupakan tekad H. Fathorrazi setelah terpilih secara aklamasi sebagai Pagar Nusa Jember pada konferensi pertama di aula kantor PCNU Jember, Ahad (12/3).

Para pesilat NU yang memang telah lama membutuhkan figur ketua, menilai H. Rosi –sapaan akrabnya—adalah  sosok yang cocok sebagai nakhoda baru Pagar Nusa Jember. Usai terpilih, H. Rosi menyatakan bersyukur telah dipercaya untuk mengisi kursi ketua. “Pertama, ini harus saya syukuri. Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan baik,” ucapnya kepada Muhammadiyah Asli.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu pun bertekad untuk memajukan Pagar Nusa Jember. Untuk itu, katanya, pihaknya  akan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Selain itu, secara berkala juga akan digelar semacam kompetisi silat di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk merangsang sekaligus mencari bibit-bibit baru pesilat NU.

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

“Sebenarnya secara tradisi, di desa-desa itu sudah sering dilakukan arisan pencak silat yang tempatnya berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Nanti kalau ada kompetisi resminya, mereka pasti tambah semangat. Kita tinggal ngasih wadah saja,” ungkap H. Rosi

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) dalam sambutannya berharap agar Pagar Nusa Jember ke depan dapat berkembang dengan segala kegiatannya. Ia ingin agar Pagar Nusa dapat berjaya kembali seperti masa-masa lampau.

Muhammadiyah Asli

“Tolong Pagar Nusa koordinasi dengan NU. Saya siap memfasilitasi dan mensosialisasikan Pagar Nusa yang baru ini di tingkat kecamatan maupun ranting,” jelasnya.

Selain dihadiri Gus A’ab dan jajaran pengurus NU Cabang Jember dan tokoh-tokoh pesilat Pagar Nusa, hadir juga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidol Mannan dan tokoh Pagar Nusa Jember H. Rasyid Zakariya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Fenomena yang terjadi di dunia saat ini, banyak negara-negara Islam yang porak poranda akibat perang saudara, radikalisme, serangan negara asing, maupun konflik lain yang berkepanjangan dan tak kunjung selesai. Sebut saja mulai dari Irak, Mesir, Suriah, Libya, Yaman dan lain sebagainya mengalami penderitaan perang saudara.

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Ironisnya, negara-negara itu merupakan tempat kelahiran atau pernah ditempati para ulama dan waliyullah nan agung seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (Baghdad, Irak) Imam Nawawi (Nawa, Damaskus) dan lainnya.

Lalu apa kaitannya, negara-negara yang porak poranda itu dengan para ulama yang ada di dalamnya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat?

Muhammadiyah Asli

“Saya pernah bertanya kepada Habib Luthfi bin Yahya, mengapa banyak negara-negara yang menghasilkan ulama dan wali besar justru sekarang banyak yang hancur?” kata Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini pada pidato sambutan pembukaan Kongres IPNU-IPPNU, Sabtu (5/12), di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

“Karena mereka yang hidup sudah tidak lagi menghormati yang mati,” tutur Helmy menirukan jawaban dari Habib Luhtfi.

Muhammadiyah Asli

Dipaparkan Helmy, di negara tersebut mulai luntur budaya kirim doa kepada para ulama yang sudah wafat, maupun bertawasul. “Berbeda dengan di Indonesia, di negara ini, ziarah ke makam para wali masih sangat ramai. Masih ada warga NU, yang tawadhu’ kepada para ulama,” ujar dia.

Menurutnya, sikap penghormatan kepada para ulama baik yang masih hidup maupun sudah wafat mungkin menjadi salah satu sebab turunnya rahmat Allah. “Kalau tidak ada NU, mungkin negara ini sudah hancur, tak ada lagi yang kenal Pancasila,” tegas dia.

Pada momen kongres ini, ia juga berharap para kader IPNU-IPPNU senantiasa berkomitmen menjaga NKRI. “Sebagai organisasi pelajar milik NU harus berkomitmen menjaga NKRI jangan sampai dipecah belah oleh pihak tertentu, yang tidak ingin Islam di Indonesia menjadi damai,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Kudus, Muhammadiyah Asli. Akademi Kebidanan (akbid) Muslimat NU Kudus menyematkan cap profesi kepada 22 mahasiswa di Auditorium Kampus setempat, Sabtu (18/1). Dalam acara bertajuk “caping day” ini mahasiswa akbid juga mengucapkan janji melaksanakan praktik kebidanan.

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Direktur Akbid muslimat NU Darningsih mengatakan caping day merupakan prosesi mempersiapkan mahasiswa semester pertama untuk praktik kebidanan pada semester berikutnya di perkuliahan. Praktik dilaksanakan semester 2- 5 di perkuliahan dan tempat prakek lainnya seperti Puskesmas,Rumah Sakit maupun rumah bersalin.

“Penyematan cap ini sebagai simbol profesi bidan yang menjadi dasar mahasiswa sudah siap mulai dipraktikkan di lahan praktik. Kalau belum melalui ini tidak boleh melakukan praktik pada smester berikutnya,” katanya kepada Muhammadiyah Asli usai acara.

Muhammadiyah Asli

Setelah ucap janji, Darningsih mengharapkan mahasiswa mampu praktik sesuai dengan yang diucapkan yakni melaksanakan praktik harus berlandaskan ajaran ahlussunnah wal jamaah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ilmu yang ditekuni dan tidak membeda-bedakan kaya atau miskin.

Muhammadiyah Asli

“Semoga praktik mereka mampu mengimplentasikan ilmu praktik dari segi pengetahuan tentang pelayanan kebidanan dan menjaga sikap dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Kepala dinas Kabupaten Kudus Maryoto mengatakan mahasiswa harus memahami situasi nyata dalam prkatek kebidanan sehingga memerlukan kesiapan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika praktik, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan tanggungjawab sesuai disiplin ilmu sehingga mampu menjadi bidan tangguh dan mandiri,” katanya.

Hadir dalam acara itu, pengurus BPPMNU Azzahra, wali murid mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Habib, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 15 Januari 2018

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Makassar, Muhammadiyah Asli

Almarhum Haji Andi Muhammad Umar, ayah mantan katib ‘aam PBNU yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar dikebumikan hari ini Jumat (1/4) sekitar pukul 10.00 WITA di pemakaman keluarga di Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Andi Muhammad Umar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning Baru, Kota Makassar, Kamis (31/3), pukul 06.30 WITA.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bone Ali Arham mengatakan, sebelumnya jenazah berada di Kompleks Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung-Bone dan dishalati di Masjid Raya Makassar.

Muhammadiyah Asli

Almarhum lahir di Bone pada tanggal 16 Juni 1936. Andi Umar merupakan perintis Pesantren Modern Al-Ikhlas Ujung Bone yang dibangun putranya, Nasaruddin Umar yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Mantan kepala sekolah SDN 94 Ujung tersebut meninggalkan lima anak laki-laki dan seorang perempuan. Sementara istri almarhum lebih dulu berpulang ke rahmatullah. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Sholawat Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nasional (Unas) dan Universitas Ibnu Chaldun (UIC) selama dua hari mengedarkan kotak peduli asap di kampus masing-masing. Mereka menggalang dana berkisar 1-2 jam.

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Aktivis pergerakan ini terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas untuk korban asap di Sumatera dan Kalimantan. Di lingkungan kampus Unas dan UIC, mereka bergerak pada Jumat dan Sabtu, (23-24/10).

"Aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa kami mahasiswa tidak hanya bisa mengkritik pemerintah terkait bencana ini, tapi juga solutif. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Koordinator aksi solidaritas PMII Unas Niswatul Hamdani Effendi, Selasa, (27/10).

Muhammadiyah Asli

Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan gotong royong para aktivis PMII lintas kampus di Ibu Kota.

Muhammadiyah Asli

"Ini momen untuk kebangkitan rasa gotong royong. Ini juga menjadi sindiran untuk para pejabat agar saling memperkuat tindakan melalui kerja sama, bukan saling melempar dan menyalahkan," kata Pina, peserta aksi dari UIC.

Dana hasil aksi solidaritas ini diserahkan kepada lembaga terkait yang berkonsentrasi pada penanggulangan bencana.

"Kami menggalang dana 2 hari di kampus masing-masing, dana terkumpul Rp. 3.316.000 dari hanya 1-2 jam kita turun. Kita langsung berikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) di menara 165 TB Simatupang Selasa ini," kata anggota Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Harsenda Sari.

Yang menarik, sambung Sari, aksi ini sempat ditegur oleh Satgas Pemprov DKI. "Sahabat-sahabati Unas sempat ngecrek di lampu merah Pejaten Village, tapi ditegur oleh Satgas Pemprov DKI lantaran tak berizin. Untuk itu kami putuskan aksi di lingkungan kampus saja," tutup Sari tersenyum. (Doni Rao/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Habib, Warta Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

Mbah Moen: Muktamar NU di Jombang Sah dan Mengikat

Magelang, Muhammadiyah Asli. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang KH Maimoen Zubair akhirnya angkat bicara terkait dinamika Muktamar NU yang masih berlanjut. Mbah Moen, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa Muktamar NU sah.

Mbah Moen: Muktamar NU di Jombang Sah dan Mengikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Muktamar NU di Jombang Sah dan Mengikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Muktamar NU di Jombang Sah dan Mengikat

"Muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin secara hukum sah dan mengikat. Tidak perlu lagi ada yang mempertanyakan," tegasnya di hadapan ribuan peserta Halal bi Halal Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaafah (P4SK), Sabtu malam (8/8).

Lanjut Mbah Moen, selaku sesepuh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), apa yang sudah diputuskan dalam Muktamar, segera dilaksanakan karena semua keputusannya merupakan produk hukum dan organisasi. "Kita tunggu, kerja Pak Said memimpin NU ke depan," ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Hal senada juga disampaikan KH Nurul Huda Djazuli atau yang akrab disapa Gus Dah. Menurutnya, terpilihnya Rais Aam KH Maruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj adalah sangat ideal untuk bisa membawa NU lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

"Sejak awal, apalagi saat rapat AHWA yang dipimpin beliau, Mbah Maimoen, saya sudah berangan-angan dan bercita-cita, semoga saja yang terpilih Kiai Maruf Amin dan Kiai Said. Ternyata angan-angan saya dikabulkan Allah. AHWA memilih kiai yang tepat untuk memimpin NU mendatang," katanya.

Muhammadiyah Asli

Gus Dah menambahkan, memang Muktamar kemarin cukup hangat, tetapi hanya hangat, bukan panas. "Saya selalu hadir di setiap kali NU Muktamar. Tetapi baru kali ini saya hadir sampai tuntas. Lima hari di Jombang. Ming pingin weruh (cuma ingin tahu) Kiai Said dan Kiai Maruf terpilih. Alhamdulillah, suasana yang hangat tadi sudah dingin," tandasnya disertai gelak tawa hadirin.

Gus Dah juga menunggu “kabinet” yang akan disusun oleh Kiai Said beserta tim formatur. "Kita tunggu saja susunan kabinetnya, jangan diganggu, apalagi ada pihak yang mau menggugat. Pilihan poro kiai kok digugat. Biso kuwalat. Tadi saya tanya Kiai Said, kabinet sudah jadi? Katanya sedang disusun. Maka kita tunggu saja. Semoga pengurus NU diisi oleh orang-orang NU asli NU, profesional dan berakhlakul karimah (bermoral baik)," papanya.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Said Agil Siroj menegaskan, program dia ke depan akan tetap mengembalikan NU ke pondok pesantren baik secara fisik maupun realisasi pemberdayaan pondok pesantren. "NU itu ya mayoritas di pondok pesantren. Saya paling nggak suka kegiatan NU kok di lakukan di hotel, asrama haji. Maka sejak dari Makasar saya kembalikan lagi kegiatan NU di Pondok Pesantren. Pleno di pondok, Munas ya di pondok, Muktamar ya di pondok. Kita semua santri maka harus di pondok," tegasnya.

Ke depan, Kiai Said tetap mengingatkan agar NU selalu menjadi pelopor untuk menciptakan kehidupan dan toleransi antar umat beragama. "Jangan sampai kita bertengkar hanya gara-gara perbedaan agama, suku dan keturunan. Asal semuanya berperilaku baik, semua umat manusia harus kita lindungi dan kita buat nyaman kehidupannya. Saya mohon doa dan dukungan para kiai agar saya mampu mengemban amanah ini dengan baik," pintanya.

Acara yang diggelar di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang itu dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli (Gus Dah), ketua umum? PBNU terpilih KH Said Agil Siroj, Ketua Panitia KH Muh Yusuf Chudlori, Bupati Magelang Zainal Arifin beserta pejabat Forkompida Magelang, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Magelang dan seluruh pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam P4SK. (Ahsan Fauzi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

Subang, Muhammadiyah Asli - Ratusan peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang resmi dibaiat. Prosesi baiat tersebut menutup rangkaian Diklatsar Banser yang diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9) di Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang.

Ketua Pelaksana Oking Sudrajat mengatakan, ratusan peserta Diklatsar Banser tersebut datang dari berbagai perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kabupaten Subang.

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

"Ada 210 yang terdaftar sebagai peserta dalam Diklatsar Banser ini. Mereka semua antusias mengikuti rangkaian pelatihan selama tiga hari," ujar Oking.

Muhammadiyah Asli

Dalam pelaksanaan Diklatsar ini, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi di antaranya Kodim 0605 Subang, Polres Subang, Kementrian Agama hingga sejumlah instansi pemerintah lainnya.

"Para peserta juga diberikan beberapa materi dasar bela negara, kepemimpinan dasar, idelogisasi ke-NU-an hingga pemantapan siap berkhidmat kepada para ulama dan mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, lanjut Oking, para peserta juga dibekali sejumlah amalan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan hingga dibumbui dengan kekuatan spiritual dan kebatinan.

"Dengan pembekalan amaliyah tersebut diharapkan anggota Banser terhindar dari segala sesuatu yang membahayakan dirinya. Terlebih, dengan ilmu itu tidak menjadikannya hidup menjadi sombong," tuturnya.

Sementara, Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan bahwa pelaksanaan Diklatsar Banser ini merupakan agenda kedua dalam tahun ini.

"Setiap tahun kita gelar dua kali Diklatsar Banser. Nanti tahun depan kita akan gelar yang lebih meriah lagi," kata Asep.

Ditegaskan, prosesi pelaksanaan Diklatsar ini sudah menjadi agenda wajib yang harus dilakukan dalam periode selama memimpin GP Ansor sejak 2011 tersebut.

"Di samping kita juga konsen dalam rekrutmen anggota GP Ansor yang dikemas dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Karena kaderisasi menjadi kunci utama GP Ansor," pungkasnya.

Rangkaian Diklatsar Banser tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Subang H Abdurrahim. Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Ketua Panwaslu Subang Raskim, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah serta tokoh masyarakat lainnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Habib, Kiai Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

Khatamkan Ngaji, Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Haflah Akhirussanah

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Pesantren Madinatul Ilmi menggelar haflah akhirussanah yang dipusatkan di kompleks pesantren setempat di jalan Pagelaran Pringsewu, Ahad (18/5). Kegiatan tahunan ini mewisuda para santri yang telah mengkhatamkan beberapa program pengajian di pondok.

Pengasuh pesantren KH Nur Aziz dalam sambutannya mengharapkan para santri mengamalkan ilmu yang didapat selama di pondok. "Insya Allah kelak para santri dapat menjadi santri yang sholih dan sholihah, sehingga dapat melanjutkan jenjang yang lebih tinggi," demikian pesan Kiai Nur Aziz.

Khatamkan Ngaji, Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Haflah Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatamkan Ngaji, Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Haflah Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khatamkan Ngaji, Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Haflah Akhirussanah

Kabag Kessosmas Pringsewu H Heri Iswahyudi yang turut hadir dalam haflah menyatakan apresiasinya pada pesantren Madinatul Ilmi atas kemitraannya dengan Pemkab Pringsewu dalam dunia pendidikan.

Muhammadiyah Asli

"Pesantren terbukti saat ini merupakan alternatif utama para orang tua untuk menitipkan anaknya. Sebab pesantren mendidik para santrinya dengan tiga keunggulan di antaranya olahraga, olahpikir, dan olahrasa," kata H Heri.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan yang dihadiri para wali santri, habaib, dan masyarakat setempat ini juga menghadirkan penyampai taushiyah dari metro, KH Mantep Hikayat. (Fathurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Selasa, 12 Desember 2017

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan politisasi agama. ? Menurutnya, apa yang terjadi belakangan terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama. Baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

Rumadi mengungkapkan, tak henti-hentinya pihaknya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan.?

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” ujar Rumadi lewat keterangan tertulisnya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (9/10).

Bisa saja, imbuhnya, Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok memang sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya –dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim.?

Namun, lanjutnya, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam. Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

Muhammadiyah Asli

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tegas salah satu Komisioner Informasi Pusat (KIP) ini.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, mengajak untuk memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang.?

“Meski saya memaklumi untuk mengajak memilih calon pemimpin seagama secara positif, tapi saya merasa perlu mengingatkan agar hal tersebut tidak menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai mediumnya,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAINU Jakarta ini.

Politik tetap saja politik, tambahnya, arena perebutan kekuasaan. Melibatkan agama dalam urusan politik yang penuh intrik dan kerakusan, hanya akan mengotori agama yang kita sucikan.

“Atas dasar itu, saya mengingatkan: Stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua,” tutup Rumadi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Habib, Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral

Semarang, Muhammadiyah Asli. Ulama dari Pekalongan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengatakan merestui ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Menurut Habib, ketiganya adalah aset berharga.

“Saya harus menjunjung setiap aset Jateng, siapapun beliau-beliau itu. Sebagai yang ditokohkan, ulama, saya restui semuanya,” katanya di Semarang, Jumat malam (17/5) lalu. Hal itu diungkapkannya seusai pengajian Majelis Maulidur Rasul dan Doa untuk Keselamatan dan Kebaikan Bersama Habaib, Ulama, dan Santri Jateng di Semarang.

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral

“Yang penting Jateng kondusif, kita partisipasi siapapun yang berniat baik membangun dan memajukan Jateng. Beliau-beliau datang hanya meminta restu dan doa. Ya hanya itu, saya restui ketiganya,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Adapun untuk pilihan secara pribadi di antara ketiga pasangan itu, tokoh Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) itu mengaku tidak mungkin menyampaikannya karena hak pribadi sebagai warga Jateng.

Muhammadiyah Asli

Ia mengaku tidak mau terlibat dalam politik praktis, terutama dukung-mendukung salah satu pasangan calon, termasuk kepada para jamaahnya yang dibebaskannya untuk memilih siapa saja dari ketiga kandidat tersebut.

“Saya kira ya mangga, silakan pilih siapa saja. Harapan saya, semoga Jateng ke depannya semakin aman, kondusif, makmur, dan maju,” kata Habib Luthfi yang juga mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang

Bandarlampung, Muhammadiyah Asli. Nasir Abbas salah satu mantan pelaku terorisme yang sudah sadar dan insyaf mengatakan, bahwa yang ada di dalam otak dan pikiran para jihadis teroris hanyalah perang. Dia menyatakan, bahwa hal ini dilakukan kelompok teroris sampai tegaknya negara Islam atau khilafah Islamiyyah versi mereka.

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Ada di Otak Para Jihadis Teroris Hanya Perang

Testimoni masa kelamnya ini diceritakan didepan para tokoh pemuda dan perempuan dalam rangka Sosialisasi Pencegahan Terorisme yang digelar atas kerjasama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mencegah Paham Radikal Terorisme di Hotel Horizon Bandarlampung, Selasa (15/9).

Ketika ditanya perasaannya setelah insyaf dan keluar dari kelompok terorisme Nasir Abbas menjawab bahwa sekarang Ia lebih merasa bermanfaat untuk orang banyak. "Kalau dulu saya hanya berkutat untuk satu golongan sekarang saya dapat berinteraksi dengan banyak golongan dan Ormas seperti NU, Muhammadiyah dan lain lain," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa orang orang yang sudah terpengaruh dengan pola pikir teroris memiliki ciri ciri khusus. Di antara ciri-ciri tersebut adalah mudah mengafirkan orang lain. "Mereka juga menutup celah perbedaan. Menganggap orang yang berbeda dengan mereka salah dan keyakinannya lah yang paling benar," terangnya.

Kelompok ini juga tidak mau makan daging yang disembelih oleh orang yang ada diluar kelompok mereka. Ketika mereka akan menikahi wanita, mereka menikahi wanita tersebut dengan mengangkat wali hakim karena orang tua wanita tersebut kafir dan diluar kelompoknya.

Muhammadiyah Asli

Selain ciri tersebut, kelompok ini juga tidak mau melaksanakan shalat di Masjid selain milik kelompoknya karena Masjid tersebut dianggap masjid dhirar atau masjidnya kaum munafik.

Menurut Ketua FKPT Provinsi Lampung Abdul Syukur, kegiatan ini sangat penting karena Peranan pemuda dan perempuan saat ini cukup strategis dalam mencegah penyebaran paham Radikalisme dan Terorisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Sementara salah satu tokoh Pemuda Pringsewu yang hadir pada forum tersebut, M Sofyan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mengetahui motif dari para teroris dalam melancarkan aksinya. " Dengan mengetahui motifnya maka kita akan tahu bagaimana penanggulangannya " jelasnya

Menurut Ketua GP Ansor Pringsewu ini, kelompok ini jelas jelas mengajarkan ajaran yang tidak tepat. Oleh karena itu seluruh masyarakat harus mewaspadainya sehingga ketentraman dan keamanan dalam masyarakat akan selalu terjaga. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang akan menjadi sejarah baru bagi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bagaimana tidak, dalam Muktamar tersebut akan juga dibahas hubungan antara PMII dan NU, apakah PMII akan kembali kepada NU secara struktural atau justru PMII memilih berada di luar strukur NU. Tetapi, sejauh mana momentum yang akan menjadi sejarah bagi PMII dalam Muktamar NU tersebut sudah dipersiapkan dan dihadapi oleh PMII?

Desas-desus hubungan PMII-NU sebenarnya sudah lama diperbincangkan, bahkan dituangkan dalam bentuk tulisan di beberapa media. Pro-kontra terhadap status PMII yang akan menjadi bagian struktural NU, pun dijelaskan secara rasional sampai pada pernyataan sikap “iya atau tidak” . Dengan beberapa argumen tersebut tentu juga menjadi bagian pertimbangan dalam menyatakan sikap PMII terhadap NU.

Tetapi yang perlu digaris bawahi, argumen tersebut hanyalah bersifat personal. Penilaian antara kembali atau tidak PMII dalam struktur NU berdasarkan atas pengalaman pribadi dan beberapa catatan tentang sejarah PMII atau NU di banyak literasi. Dari dasar itulah, menjadi sangat penting pernyataan sikap secara konstitutif dari PMII sebagai organisasi apakah akan kembali ke NU atau justru tetap menjaga jarak secara struktural, dan berbaur secara kultural.

Ketakjelasan Sikap

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke(tidak)jelasan Sikap PMII terhadap NU

Diakui atau tidak, kedekatan PMII dan NU ibarat ibu dan anak. Lahir dari rahim NU, PMII menjadi sayap kemahasiswaan NU untuk menyebarkan nilai-nilai ke-Islam-an ahlussunah wal jamaah (Aswaja) di tingkat universitas. Hubungan PMII dan NU dalam durasi waktu 1966-1970-an adalah dependensi. Baru pada tahun 1972, PMII mendeklarasikan diri menjadi organisasi independen di Malang akibat dari situasi politik di masa itu.

Kembalinya NU menjadi organisasi keagamaan dan kemasyarakatan (Kembali ke Khittah 1926) pada tahun 1984 di Situbondo, hubungan PMII dengan NU menjadi interdependensi. Tetapi, bagi NU hubungan interdependensi tidak menjadikan ia (sebagai ibu) lapang hati ‘melepas’ anaknya. Ada banyak asumsi, kenapa NU mengingikan PMII kembali dalam lingkaran strukturnya, yang salah satunya adalah kader muda NU (PMII) semakin liar, baik secara pemikiran maupun tindakan empirik keseharian.

Maka menjadi penting bagi NU merangkul PMII kembali. Sikap liar yang di maksud sebenarnya bukan berarti adanya indikasi PMII keluar dari nilai-nilai Aswaja (NU). PMII tidak pernah mejaga jarak dengan Aswaja (NU). PMII akan selalu dekat dengan ajaran kebenaran Aswaja.

Muhammadiyah Asli

Adalah wajar PMII liar dalam konteks pemikiran, karena diakui atau tidak, PMII sebagai organisasi ekstra parlementer sudah seharusnya menggunakan logika ekstra parlementer. Sehingga, transformasi ajaran-ajaran Aswaja yang mencakup toleransi, seimbang, moderat, dan keadilan dalam perilaku sehari-hari berbeda antara PMII dan NU. Hemat penulis, adalah asumsi keliru jika liarnya PMII dalam konteks berpikir dan perilaku sehari-hari dianggap melenceng dari nilai-nilai Aswaja (NU).

Ilustrasi di atas tentunya sangat subjektif murni dari pengalaman penulis. Maka perlu adanya ketegasan sikap dari PMII sebagai organisasi terkait hubungan PMII dan NU yang akan dibahas pada Muktamar NU Agustus mendatang.

Muhammadiyah Asli

Sayangnya, di tengah munculnya perdebatan apakah kembali ke NU secara struktural atau tidak, responsifitas—terutama—pengurus besar sangat minus. Pengurus besar yang seharusnya merespons dengan cepat, malah justru tidak terlihat lamban. Hal ini menimbulkan sikap mengambang di tataran PMII, meskipun keputusan tersebut masih akan dinyatakan bulan Agustus mendatang.

Sejauh penagamatan penulis, terutama dalam memperoleh informasi terkait agenda pengurus besar dalam merumuskan PMII ke depan, tidak ada yang menyentuh akan perbincangan apakah PMII kembali atau tidak menjadi bagian struktural NU. Dalam website resmi PB PMII, pun penulis tidak menemukannya. Padahal, website tersebut adalah salah satu akses bagi penulis dan kader PMII yang berada jauh dalam pucuk pemimpin kepengurusan untuk mendapatkan informasi terkait PMII.

Dengan demikian, penulis mengusulkan adanya pertemuan seluruh cabang PMII yang dikoordinir oleh PB PMII dalam rangka merumuskan sikap PMII terhadap NU. Keputusan tersebut harus merupakan keputusan seluruh kader PMII, baik kader baru sampai pada kader yang sudah menduduki posisi strategis dalam kepengurusan PMII. Hal ini menjadi penting karena PMII bukan milik segelintir “elit”, tetapi seluruh kader. Sehingga, rekomendasi yang nantinya akan diputuskan terkait sikap PMII terhadap NU, apakah kembali ke NU secara struktural adalah murni hasil dari pemikiran, ide, dan gagasan seluruh kader PMII.

Jangan sampai

Kejelasan sikap PMII apakah kembali atau tidak ke dalam struktural NU tidak hanya ditunggu-tunggu oleh NU, melainkan juga oleh seluruh kader PMII. Jarak waktu sampai bulan Agustus, di mana Muktamar NU akan diselenggarakan, sangat memungkinkan untuk mengakomodir seluruh pemikiran, ide, dan gagasan kader PMII dalam menyatakan sikap. Tetapi dengan adanya fakta di atas, menimbulkan beberapa kecurigaan yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam konteks riil.

Asumsi penulis, waktu yang masih relatif panjang itu perlu digunakan semaksimal mungkin, sehingga memperoleh keputusan yang cukup menjadi representasi dari seluruh keinginan dan kebutuhan kader. Takutnya, jika tidak segera dimaksimalkan akan ada keputusan yang justru mendiskriminasi keinginan bahkan kebutuhan kader secara keseluruhan. Keputusan diskriminatif itu terjadi jika keputusan diambil secara sepihak. Sehingga, keputusan yang akan diambil tidak sesuai dengan keinginan seluruh kader (konsensus).

Artinya bahwa, persetujuan yang akan dihasilkan yang semestinya adalah hasil dari persetujuan seluruh kader, justru tidak melibatkan kader secara keseluruhan. Sehingga kader hanya menerima keputusan tanpa persetujuannya dengan adanya pemaksann dari pimpinan tertinggi. Maka dari itu, waktu yang relatif panjang ini harus segera digunakan untuk melakukan diskusi panjang. Sehingga, tidak ada lagi alasan, semisal dengan sempitnya waktu yang dimiliki sehingga hanya melibatkan pimpinan untuk memperoleh keputusan yang cepat.

Dalam pandangan Jurgen Habermas, sebuah persetujuan kehilangan cirinya sebagai keyakinan? bersama, begitu pihak-pihak yang mencapai persetujuan tersebut mengetahui bahwa persetujuan itu dihasilkan dari pemaksaan kehendak yang berasal dari luar proses itu (F. Budi Hardiman, 2009: 36).

Maka dari itu, sikap PMII terhadap NU tidak menginginkan adanya bentuk diskriminasi atau pemaksaan sehingga menciderai proses persetujuan yang akan dibawa dalam muktamar NU Agustus mendatang. Karena, persetujuan ini merupakan momentum bersejarah bagi PMII, apakah independensi, dependensi, atau interdependensi? Wallahu a’lam!

Ahmad Riyadi, Koordinator Penelitian dan Pengembangan PMII Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Cerita, Habib Muhammadiyah Asli

Rabu, 25 Oktober 2017

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Peringatan hari ibu yang jatuh tanggal 22 Desember lalu tidak dilewatkan begitu saja oleh para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bojonegoro. Forum Komunikasi Rayon (FKR) PMII se-Bojonegoro itu membagikan bunga dan selebaran bagi para pengguna jalan.

Aksi pembagian bunga dan selebaran serta membaca puisi dilakukan para aktivis di Bundaran Jetak Kabupaten Bojonegoro. Kemudian para mahasiswa dari beberapa kampus itu melanjutkan aksinya dengan berjalan kaki menuju perempatan lampu merah.

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran

"Kasih ibu sepanjang masa, tidak bisa digantikan dengan apapun," kata koordinator lapangan (Korlap), Arif Dwi Setyawan kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Peringatan hari ibu dengan turun jalan itu diikuti sekitar 40 mahasiswa. Dengan aksi tersebut diharapkan semua warga Bojonegoro tidak melupakan kasih seorang ibu setiap harinya.

"Ibu selalu memberikan apapun kepada anaknya, bahkan nyawa sekalipun. Dari dalam lahir, saat melahirkan sampai mendidik anaknya menjadi orang yang bermanfaat," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Aksi puluhan mahasiswa itu menyita perhatian pengguna jalan yang melintas. Pasalnya tidak sedikit warga yang mengetahui hari ibu. "Saya lupa kalau hari ini, hari ibu," tutur salah seorang pengguna jalan yang melintas. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Habib, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 September 2017

PBNU Lakukan Taaruf

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015, Rabu (28/4) malam, melakukan taaruf atau perkenalan antar sesama pengurus sekaligus kepada publik, di Jakarta.

 

Hampir semua jajaran PBNU menghadiri acara itu, diantaranya Rais Aam KH Sahal Mahfudh, Wakil Rais Aam KH Musthofa Bisri, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum As`ad Said Ali.

PBNU Lakukan Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lakukan Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lakukan Taaruf

Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang kini salah satu rais syuriah tidak hadir karena sedang berada di Jawa Tengah, namun sejumlah tokoh nasional seperti mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Menteri PDT Helmy Faishal Zaini, dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok menghadiri acara itu.

Muhammadiyah Asli

Acara didahului dengan tahlil yang dipimpin oleh mustasyar PBNU KH Endin Fahruddin Masturo untuk mendoakan para pendiri dan pejuang NU.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan tersebut, seluruh jajaran pengurus syuriyah dan tanfidziyah naik ke panggung dan selanjutnya dibaiat oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz dengan mengucapkan radhitubillahi robba, (saya ridho Allah, tuhanku).

Acara selanjutnya lebih banyak diisi dengan ramah tamah secara informal diantara para pengurus dan undangan yang hadir.

Kamis besok, acara dilanjutkan dengan pleno pertama, yang salah satunya membahas kepengurusan lembaga dan lajnah. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Habib, Doa Muhammadiyah Asli

Selasa, 08 Agustus 2017

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang

Subang, Muhammadiyah Asli. Haul KH Syamsudin Sulaiman dan KH Abdul Karim Ali akan digelar pada Sabtu (6/6) mendatang. Keduanya adalah tokoh pendiri dan pejuang NU di Kabupaten Subang, serta pendiri Pesantren Al-Huda dan Al-Karimiyyah Pungangan, Rancabango, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Haul Pendiri NU Subang

Dalam kegiatan bertajuk "Haul Almarhum & Almarhumin Sesepuh & Masyarakat Pungangan" itu, pihak panitia akan menghadirkan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj yang didaulat sebagai penceramah.

"Rangkaian acaranya, Sabtu siang menjelang sore ziarah kubur di maqbarah warga Pungangan, malamnya pengajian umum di masjid jami Al-Huda, insyaallah akan diisi oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj," Beber Dedi Setiawan, salah seorang panitia kegiatan di Subang, Rabu (3/6).

Muhammadiyah Asli

Dedi menambahkan, di antara maksud dan tujuan kegiatan haul ini salah satunya adalah sebagai bentuk penghormatan santri kepada sang guru.

Muhammadiyah Asli

"Di antaranya adalah sebagai bentuk tadziman, ikroman wa tawadluan kami sebagai santri kepada guru-guru kami," tambahnya.

Dedi pun mewakili pihak panitia mengundang kepada seluruh masyarakat pada umumnya dan warga Nahdliyin yang ada di Kabupaten Subang pada khususnya untuk dapat menghadiri kegiatan haul ini pada waktunya nanti. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Sabtu, 15 Juli 2017

3000 Peserta Ikuti Jalan Sehat RSI NU Demak

Demak, Muhammadiyah Asli. Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak memperingati hari lahirnya yang ke-23 dengan menyelenggarakan jalan sehat. Kegiatan yang menjadi rangkaian sepekan peringatan harlah ini diikuti 3000 peserta dari berbagai kalangan se-Kabupaten Demak.

Acara jalan sehat ini digelar, Ahad (23/3), dan berpusat di lapangan belakang RSI NU Demak. Direktur RSI NU Dema Dr H Abdul Azis di sela sela acara mengatakan, jalan sehat menjadi sarana silaturahmi antara pihak rumah sakit dan masyarakat.

3000 Peserta Ikuti Jalan Sehat RSI NU Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
3000 Peserta Ikuti Jalan Sehat RSI NU Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

3000 Peserta Ikuti Jalan Sehat RSI NU Demak

Dia berharap, hadiah (doorprize) yang disediakan panitia juga bisa bermanfaat. Hadiah utama yang diberikan pada kesempatan tersebut adalah sepeda motor. “Kami berterima kasih atas kepercayaan semua pihak yang telah membantu rumah sakit. Semoga silaturahmi lewat jalan sehat bisa menambah kepercayaan demi kebesaran RSI NU,” tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Di sisi lain Ketua PCNU Demak yang juga Ketua Yayasan RSI NU Demak, H Musadad Syarif, sesaat sebelum memberikan hadiah utama menyosialisasikan kepada masyarakat tentang kelengkapan peralatan medis RSI NU Demak yang kian canggih.

Muhammadiyah Asli

“Peserta jalan sehat semua kita kasih pamflet, brosur dan masukan tentang peralatan medis yang sudah kita miliki diantaranya, ICU, USG 4 Dimensi, CT Scan dan sebagainya, jadi mereka sekarang tahu” Imbuh Musadad.

Peserta jalan sehat terdiri dari para pengurus dari cabang hingga ranting di lingkungan PCNU Demak, serta Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, MWCNU, siswa sekolah di bawah naungan LP Maarif, santri pesantren sekitar Demak.

Ketua PCNU Demak H Musadad Syarif turut serta dalam acara jalan sehat bersama Sekretaris PCNU Khoirun Zain, Sekretaris Yayasan RSI NU Demak H Sa’dullah, dan masyarakat sekitar. Pemenang hadiah utama pada jalan sehat kali ini adalah seorang guru PAUD asal kelurahan Cabean Demak yang bernama Wilda. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Berita, Habib Muhammadiyah Asli

Jumat, 14 Juli 2017

Ijazah dan Masalah Struktural Pendidikan

Oleh Sayfa Auliya Achidsti

Belakangan, marak pemberitaan tentang ijazahpalsu yang diperjual-belikan. Bukan hanya ijazah palsu, beberapa di antaranya ijazah dari beberapa perguruan tinggi yang dibuat oleh oknum kampus, alias ijazal abal-abal (tanpa kuliah). Hal ini menjadi gambaran kondisi ironis; pada saat daerah pinggir Indonesia kekurangan infrastruktur pendidikan, di tempat lain ijazah diperjual-belikan dengan sangat mudah.

Setiap tindak penyelewengan tentumenyangkutmoral. Tetapi, melihat kasus ijazah hanya sebagai bertemunya pragmatisme pembeli dan penyedia,akan membuat kasus ini sebatas tindak kriminal.Pertanyaannya kemudian adalah, apakah kasus ini hanya soalbagaimana membenahi moral?

Komodifikasi Pendidikan

Ijazah dan Masalah Struktural Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ijazah dan Masalah Struktural Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ijazah dan Masalah Struktural Pendidikan

Muncul ke permukaannya kasus ini bermula dari terkuaknya dua “perguruan tinggi”, University of Berkley yang tidak berijin dan STIE Adhi Negara yang menerbitkan ijazah tanpa perkuliahan. Setelah itu, penelusuran menemukan penerbitan ijazah palsulain, seperti University of Sumatera dan bisnis lewat online.Entah akan berapa lagi yang akan ditemukan. Kasus ini agaknya tidak terlalu mengagetkan, mengingat praktiknya telah ada sejak lama.

Kasus ijazah palsuibaratpuncak gunung es, yang tampakkecil di permukaannamun ada pondasi besar di bawahnya. Kasus ini menjadi fenomena negara berkembang dengan masalah yang relatif sama: ekonomi dan pembangunan. Bisnis ijazah palsumemiliki banyak demand dengan dianggap efektifnya gelar akademik untuk menunjang karir pekerjaan dan kampanye politik.

Muhammadiyah Asli

Oleh karena itu, perlu cara pandang yang lebih struktural dalam melihat apa yang mendasari fenomena ini. Dalam hal ini, terdapat dua hal yang menjadi pondasi puncak gunung es ijazah palsu.

Pertama, masalah kebijakan pendidikan.Dalam pembangunan, pendidikan adalah prasyarat (precondition of development), sebagai instrumen penyediaan human capitalyangberkualitas (Bowman, 1996). Namun, kebijakan yang ada pada kenyataannya belum menempatkan pendidikan dalam kerangka pembangunan. Hal ini tampak dengan mahalnya biaya pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Belum lagi, distribusi infrastruktur pendidikan yang masih terpusat di area perkotaan. Data BPS (2013) menunjukkan bahwa anak tidak bersekolah mencapai 30,58 persen dari total penduduk usia sekolah.

Walaupun tingginya angka ini memiliki penyebab selain biaya, justru di situlah letak permasalahan pendidikan secara multifacet. Bagi sebagian orang, mengenyam pendidikan belum menjamin peningkatan kualitas hidup secara materi.

Hal ini berhubungan dengan sebab kedua, yaitukaitannya dengan distribusi akses mobilitas sosial (perbaikan kesejahteraan individu dan keluarga).Minimnya lapangan pekerjaan masih dianggap sebagai salah satu alasan rendahnya minat bersekolah, selain tingginya biaya pendidikan. Masa mengenyam pendidikanvis a viskesempatan kerja yang terbatas menyebabkan pendidikan oleh sebagian orang dianggap sebagai peluang yang jadi taruhan (opportunity cost). Jika melihatnya seperti ini, biaya pembuatan ijazah palsu yang hanya jutaan rupiah, secara ekonomis lebih murah daripada total biaya pendidikan dan lama masa perkuliahan.

Pendidikan pada akhirnya terkondisi hanya sebagai daftar curriculum vitae seseorang: gelar kesarjanaan. Pendidikan yang sejatinya adalah proses peningkatan kapasitas—dan gelar kesarjanaannyasebagai bukti telah dilewatinya proses tersebut—bergeser menjadi komoditas personal untuk pencarian kerja dan status sosial. Direduksinya fungsi ideal pendidikan karena faktor ekonomi inilahyang disebut sebagai komodifikasi pendidikan (Freire, 1968). Komodifikasi pendidikan, pada perkemerbangannya, menjadi bagian yang turut mereproduksi lingkaran masalah struktural yang telah disebutkan di atas, yang salah satunya karena tidak berkualitasnya proses pendidikan yang dilakukan. Parahnya, beberapa pejabat perguruan tinggi pun menjadi pengguna ijazah palsu untuk kenaikan karirnya.

Muhammadiyah Asli

Membuka Mata

Dalam kondisi demikian, ijazah palsu sebagai produk adalah “konsekuensi logis” dari tingginya kebutuhan gelar kesarjanaan secara instan karena sebab-sebab tersebut. Di negara industri, status kesarjanaan bukan satu-satunya penilaian seseorang; lebih pada keterampilan, pengalaman, dan integritasnya. Pembangunan modern—berdasar pada SDM (human resource based)—inilah yang belum ada pada kebanyakan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Langkah pemerintah untuk melakukan penelusuran gelar kesarjanaan pegawainya tentu merupakan upaya positif dalam merespon isu ijazah palsu ini. Namun, dengan masalah struktural yang mendasarinya, kebutuhan gelar kesarjanaan instan ini akan menjadi demand yang selalu ada, dengan modusnya yang akan selalu berkembang.

Oleh karena itu, selain melakukan penelusuran dalam konteks pidana, pemerintah perlu melakukan langkah lebih lanjut. Database kesarjanaan yang dapat diakses terutama di semua lembaga pemerintah yang menggunakan rekrutmen berbasis tingkat pendidikan adalah kebijakan yang penting untuk segera dilakukan. Dengan ini, tahap rekrutmen dapat disempurnakan dengan verifikasi yang valid. Kebijakan ini juga akan meminimalisir penggunaan gelar akademik palsu yang sering terjadi di setiap Pemilu, yang selama ini masih dianggap meningkatkan elektabilitas politik.

Selain itu, melakukan pembenahan sistem pendidikan secara umum adalah langkah struktural dalam tujuan pembangunan berbasis SDM (human resorce based). Dengan itu, artinya, pendidikan akan secara otomatis jadi faktor pendorong mobilitas sosial penduduk. Adanya sistem pendidikan yang baik akan meminimalisir berkembangnya komodifikasi pendidikan. Oleh karena itu, distribusi infrastruktur pendidikan di daerah menjadi “pekerjaan rumah” pemerintah yang perlu segera diselesaikan.

Tentunya tidak berhenti hanya sampaiketersediaaninfrastruktur, namun juga aksesibilitas pendidikannya. Sehingga, jumlah penduduk bersekolah dan melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi akan meningkat. Dua pilihan yang bisa diambil: meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar bisa membayar pendidikan, atau menurunkan biaya pendidikan. Agaknya, melihat pendidikan sebagai prasyarat pembangunan, menurunkan biaya pendidikan adalahpilihan yang harus diambil pemerintah.

 

Sayfa Auliya Achidsti, Mahasiswa Univesitas Gadjah Mada

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Selasa, 11 Juli 2017

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung

Bandung, Muhammadiyah Asli - Konferensi Cabang II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kota Bandung memberikan kepercayaan kepada Enjang Sunandar sebagai ketua masa khidmah 2016-2021.

Pemilihan berlangsing di Kantor PCNU Kota Bandung pada Ahad 11 Desember 2016 diikuti peserta utusan dari tiap kampus, sekolah dan pondok pesantren.

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Enjang Sunandar Ketua Terpilih Pergunu Kota Bandung

Ketua Pelaksana Rifa Anggyana mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Enjang Sunandar yang juga Guru Labschool UPI sebagai Ketua Pergunu Kota Bandung masa khidmah 2016-2021. Ia berharap ketua terpilih bisa amanah dan mampu menampung seluruh aspirasi dari anggota.

“Alhamdulillah Konfrensi Cabang II Pergunu Kota Bandung berjalan sukses dan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan acara tersebut,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (13/12).

Muhammadiyah Asli

Turut hadir dalam Konfrensi Cabang II Pergunu Kota Bandung yakni Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil dan Ketua Pergunu Jabar KH Mufid Hidayat. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Habib Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock