Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks

Dalam rangka memuaskan pasangan antara suami istri, Islam membebaskan trik dan gaya bercinta antara keduanya selama tidak bertentangan dengan aturan syariat. Termasuk pula dalam melakukannya dengan gaya oral seks. Hal ini tidak termasuk larangan dalam agama.

Baca: Hukum Oral Seks di Bagian Kewanitaan

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Oral Seks

Orang yang melakukan oral, sebagian dari mereka, sudah banyak yang dalam kondisi ereksi atau tegang sehingga tidak jarang para pasangan suami-istri ini sudah mengeluarkan pelumas berupa cairan bening atau biasa disebut dengan istilah madzi.

Jika ditelisik lebih dalam, selain air kencing, ada tiga jenis air yang keluar dari kemaluan manusia. Pertama, air sperma (mani). Sperma bisa diidentifikasi dari salah satu beberapa cirinya, yaitu keluar dengan memancar dan tersendat, ada bau yang khas seperti adonan roti/kue, terasa nikmat saat air itu keluar.

Muhammadiyah Asli

Kedua, air wadi, yaitu air keruh, kental yang biasa keluar setelah orang mengeluarkan air kencing mungkin disebabkan faktor capai atau hal lain.

Muhammadiyah Asli

Ketiga, air madzi, yaitu air bening yang keluar dari kemaluan, baik dari seorang pria maupun wanita yang biasanya disebabkan karena faktor syahwat. Baik disebabkan karena membayangkan, melihat atau sedang pemanasan (foreplay).

Di antara semua air yang keluar tersebut hukumnya najis kecuali sperma. Seseorang yang mengeluarkan sperma, wajib mandi. Sedangkan wadi dan madzi hanya mewajibkan wudhu, tidak harus mandi, serta harus dibersihkan sebagaimana membersihkan najis seperti biasanya.

Bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan intim, tentu sangat kesulitan jika harus menghindari madzi ini. Karena madzi memang diciptakan Allah untuk melengkapi kegiatan jima yang dilegalkan dalam syara bagi pasangan yang sah. Ia menjadi pelumas untuk sebuah lancarnya hubungan senggama.

Padahal apabila kita melihat fiqih dasarnya, ada sebuah aturan bahwa seseorang tidak diperkenankan mengotori tubuh dengan najis tanpa ada alasan yang jelas, apalagi memasukkan najis tersebut ke dalam tubuh, tentu tidak diperbolehkan.

Madzi merupakan cairan najis. Ia berlaku hukum yang sama. Artinya tidak boleh sampai masuk ke dalam tubuh, termasuk masuk ke kelamin seorang istri. Tetapi karena hal ini sangat sulit dihindari, maka syara memberikan toleransi sehingga madzi bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan suami-istri hukumnya dimafu (diampuni).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tempat sucinya sperma itu jika memang kepala batang dzakar dan farji yang keluar murni berupa mani yang suci. Jika tidak murni suci, hukumnya (mani itu) najis dan haram bersenggama dengan kondisi seperti demikian sebagaimana orang orang istinja dengan batu ketika air sperma keluar dari situ. Karena hal itu menjadikan najis. Iya, diampuni dari orang yang kesulitan menghindari hal tersebut dengan nisbat untuk jima,” (Lihat Ianatuth Thalibin, juz I, halaman 85).

Hukum mafu hanya mempunyai arti diampuni, tidak mengubah status najis menjadi suci. Maksudnya najis tetap najis, tidak bisa berubah menjadi suci. Madzi itu najis. Selamanya, hukum madzi tetap najis. Tidak bakal berubah menjadi suci. Hanya saja, bagi suami istri yang sedang bercinta, cairan ini diampuni. Sedangkan madzi jika dalam kondisi selain jima, hukumnya tetap najis.

Contoh, darah nyamuk yang sedikit itu hukumnya najis, tetapi dimafu jika terkena tubuh atau pakaian. Ini dinisbatkan untuk shalat. Jadi orang yang tangannya terkena darah nyamuk, boleh langsung melaksanakan shalat tanpa harus membersihkan darah tersebut karena dimafu.

Diampuninya darah pada tangan untuk shalat ini tidak berlaku apabila tangan yang terkena darah nyamuk kemudian dicelupkan ke dalam air satu gelas untuk kemudian diminum. Jika dicelupkan ke dalam air segelas, semua air dalam gelas menjadi najis. Ia dimafu untuk shalat namun tidak dimafu untuk diminum.

Kembali tentang pembahasan madzi. Madzi merupakan kebutuhan wajib bagi pasangan senggama dan sangat sulit menghindarinya. Oleh karena itu hukumnya dimafu. Tetapi dimafunya ini tidak berlaku jika madzi masuk mulut bagi orang yang melakukan oral seks. Karena mulut itu bukan tujuan utama orang bercinta yang madzi tidak diciptakan untuk menjadi pelumas mulut, namun pelumas vagina.

Di sinilah alasan sebagian ulama yang tidak memperbolehkan oral seks itu karena hampir pasti akan ada pelumas yang masuk ke mulut. Ini tidak boleh.

Adapun ulama yang memperbolehkan oral seks, mereka tidak melihat dari sudut pandang najis tidaknya madzi. Mereka lebih melihat pada hukum dasar bahwa hal tersebut diperbolehkan tanpa memandang hukum madzi. Mungkin saja ada orang yang hubungan senggamanya kering sehingga ia tidak punya madzi. Jadi tidak mempunyai alasan untuk melarang hubungan oral seks.

Kesimpulannya, pertama, madzi atau air lubricant yang diproduksi tubuh hukumnya najis tetapi dimafu jika masuk ke vagina istrinya karena hal ini sangat susah untuk dihindari.

Kedua, oral seks diperbolehkan namun tidak boleh mengabaikan hukum bahwa madzi atau cairan yang masuk ke mulut hukumnya adalah najis. Ia dimafu jika masuk ke liang vagina saja. Jika masuk ke mulut, itu bukan keadaan yang sulit dihindari, maka hukumnya tetap najis tidak dimafu.

Ketiga, pasangan yang ingin melakukan hubungan oral seks bisa memakai kondom yang suci supaya yang masuk ke mulut adalah benda suci. Jika tidak memakai kondom, apabila ada najis yang masuk ke mulut, harus segera dikeluarkan kembali, tidak boleh ditelan. Setelah itu mulutnya harus disucikan secepatnya dengan mekanisme pembersihan najis sebagaimana pada umumnya yaitu dengan berkumur dan lain sebagainya. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Pertandingan, Nasional Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPPK Sarbumusi) NU periode 2016-2021 telah dikukuhkan, Jumat (23/9) di Gedung PBNU Jakarta. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri pihak Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat

Dalam sambutannya, Presiden Sarbumusi HM. Syaiful Bahri Anshori mengatakan bahwa besar yang dihadapi oleh organisasinya dari dulu hingga sekarang yaitu korporasi asing. Ia menyebut demikian karena selama ini permasalahan buruh banyak terjadi di lingkungan korporasi asing, terutama terkait PHK secara sepihak.

“Saat ini Sarbumusi telah menangani 10 kasus. Termasuk di Riau antara buruh dan Chevron. Cukup berat karena terkait korporasi asing. Namun jika PBNU membantu, tentu akan mudah,” terang Syaiful Bahri yang didampingi Eko Darwanto sebagai Sekjen di kepengurusan baru.

Dia menjelaskan bahwa selama ini pihaknya juga fokus pada persoalan buruh migran. Permasalahan tenaga kerja Indonesia di luar negeri ini dahulu sangat pelik dan memperihatinkan. Tetapi dengan aktifnya SARBUMUSI dibantu dengan organisasi-organisasi buruh lain, persoalan buruh migran dapat teratasi dengan baik.

“Agar dapat mengabdi secara maksimal, saat ini target Sarbumusi adalah meningkatkan anggota menjadi 300 ribu. Adapun jumlah anggota sekarang masih mencapai 150 ribu,” jelasnya.?

Muhammadiyah Asli

Selepas pengukuhan, seluruh pengurus pusat, baik dari konfederasi dan federasi akan mengikuti Rapat Kerja di Hotel Blue Sky Jakarta Pusat, Jumat (23/9).

Raker ini menurut Syaiful Bahri merupakan momentum bagi kami untuk menguatkan organisasi dan merumuskan agenda program, baik yang telah dibahas di Kongres lalu, maupun rencana-rencana strategis dan taktis lainnya. Raker juga dalam rangka meneguhkan positioning SARBUMUSI dalam dunia perburuhan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kendal, Muhammadiyah Asli

Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan workshop sistem manajemen pesantren (Simapes). Pelatihan Peningkatan mutu ini bertempat di qoah (aula) utama pondok pesantren al-Musyaffa Brangsong. Hadir tim Simapes sebagai trainer pada acara ini.?

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholihin mengenang ketika masih di pesantren selalu ingat dengan 3 T+S+M yaitu tahu, tempe, terong ditambah sambel dan mendoan. Namun, substansi itu bukan yang ingin dijelaskan, tetapi pesantren menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia yang tumbuh merawat tradisi dan budaya masyarakat.?

"Pesantren ke depan akan menjadi ikon lembaga pendidikan di Indonesia," jelas Sholihin, Kamis (28/1/2016).?

Bisa dilihat, alumni pesantren itu menjadi perekat (lem sosial) di masyarakat. Mereka mau berbaur dengan masyarakat dimana mereka tinggal. Selain itu, pesantren merupakan laboratorium untuk mencetak santriwan-santriwati yang berakhlak mulia. Hal ini pun sejalan dengan visi-misi pemerintah khususnya presiden dengan revolusi mental. Revolusi mental sejatinya menginginkan manusia yang berkarakter baik.?

Selain itu pesantren tidak hanya memikirkan apa yang ada di dunia ini saja. "Pinter donyone pinter akhirate, (bagus di dunia juga di akhirat)," tambah Sholihin. Kita bisa melihat dengan negara-negara lain yang sekarang sedang terjadi konflik. Di Indonesia dengan segala keragaman suku, ras, agama dan etnis mampu meredam konflik yang akan muncul di permukaan. Ini tak lepas dari peran pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.?

Muhammadiyah Asli

Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren pelatihan ini menjadi penting. Simapes akan mempermudah untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap kinerja pesantren. Tim Simapes ini terbentuk dari unsur Kanwil Kemenag Jateng, RMINU Jateng, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi Jateng. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 30 Desember 2017

Menulis Menyehatkan Jiwa

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Menulis itu menyehatkan jiwa. Ketika menulis, Anda seperti orang curhat. Anda tidak butuh seorang psikiater atau seorang kawan. Anda cukup merepotkan diri sendiri untuk merangkai kata. Demikian diungkapkan Abidah El-Khalieqy dalam acara Sarasehan Sastrawan Perempuan (17/3).

“Secara pribadi, saya merasa banyak penyakit yang hilang setelah menulis. Selain itu, menulis merupakan kebanggaan tersendiri,” tambahnya lagi.

Menulis Menyehatkan Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Menyehatkan Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Menyehatkan Jiwa

Acara yang berlangsung di Pendopo Yasayan LKiS, Jl Pura No 203 Sorowajan, Yogyakarta tersebut merupakan hasil kerja sama antara PW Fatayat NU, bioskop Gadjah Wong Cinema, dan LKiS.  

Muhammadiyah Asli

Narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut di antaranya ialah penulis perempuan berkalung surban, Abidah El-Khalieqy, Cerpenis asal Pati, Ulfatin Ch, dan perwakilan dari komunitas Mata Pena, Isma Kazee. Tema yang disoroti dalam acara sarasehan kali ini ialah “Pengarusutamaan Gender dalam Kaya Sastra.”

Muhammadiyah Asli

Acara tersebut dihadiri oleh santri laki-laki dan perempuan serta kalangan Fatayat NU sendiri. Selain menggelar sarasehan sastra, acara yang dimulai sejak pukul 09.30 tersebut juga menyuguhkan film tentang kepenulisan oleh bioskop Gadjah Wong Cinema. Gadjah Wong Cinema merupakan salah satu bioskop miliki Lesbumi DIY yang memiliki tempat pemutaran film di Ngeban Resto, Jl. Cendrawasih, Gaten, Depok, Sleman. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim Bangkit  

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pertandingan Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Desember 2017

Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil

Penulis : KH Muhammad Danial Royyan

Tebal : viii, 72

Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tahlil

Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal

Cetakan : pertama, 17 Februari 2013

Peresensi : Fahroji

Muhammadiyah Asli

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Muhammadiyah Asli

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor Muhammadiyah Asli Kendal

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pertandingan Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Rupanya masih saja ada orang yang tidak suka Nahdlatul Ulama (NU) besar. Salah satu indikasinya, selebaran Mimbar Dakwah yang berisi ‘Fatwa Ulama Jombang’ masih saja beredar, terutama di daerah luar Jawa. Padahal Pengurus Cabang NU Jombang sudah seringkali membantah, bahwa isi maupun selebaran itu tidak ada kaitannya dengan NU Jombang. Justru ia yakin kalau ada pihak lain yang sengaja ingin mengacaukan NU.

Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagai tuan rumah, juga sudah seringkali menanggapi persoalan itu melalui pengajian-pengajian. Namun sayang, selebaran lebih banyak beredar di luar Jawa.

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)
Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Sementara, mereka yang menerima selebaran biasanya menelepon ke Kantor PWNU Jatim. “Selebaran itu bertujuan merusak citra NU. Semoga mereka segera sadar,” kata Dr H Ali Maschan Moesa MSi, Ketua PWNU Jatim, kepada Muhammadiyah Aslidi Surabaya, Selasa (18/12).

H Zaini Ilyas, Staf Sekretariat PWNU menuturkan, maraknya selebaran itu sudah terjadi sejak awal September lalu. Selain menerima pengaduan via telepon, ia juga mendapatkan kiriman faksimili contoh selebaran dari kerabatnya di Hulu Sungai Utara, Kalimantan. Pengaduan serupa juga diterima dari Lampung, Banjarmasin dan Kepulauan Riau. “Bahkan seminggu lalu masih saja ada laporan yang masuk,” tuturnya.

Selebaran yang meresahkan itu, seperti yang ditunjukkan pada wartawan situs ini, bernama Mimbar Dakwah asuhan H Muhammad Abduh SH, berisi tentang Fatwa Ulama Jombang dalam Berbagai Amalan Ibadah/Amalan. Tapi aneh. Isinya malah bertolak belakang dengan amaliah para kiai Jombang. Di antaranya tidak boleh membaca usholli dalam shalat, tidak boleh baca wirid dengan bersuara sesudah shalat, tidak perlu qunut subuh, tidak boleh membaca tahlil, tidak mengenal shalat qabliyah Jumat, tarawih hanya delapan rakaat, dan sebagainya. Masih banyak lagi.

Muhammadiyah Asli

“Saya juga heran, kok masih ada orang yang suka berbuat seperti itu. Apa untungnya?” Zaini tak habis mengerti.

“Semoga mereka segera sadar dan segera menghentikan perbuatannya,” imbuh Pak Ali. Yang jelas, kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, “Selebaran itu menyesatkan, berpotensi mengadu-domba, dan tidak ada kaitannya dengan NU, baik PCNU Jombang maupun PCNU Jombang.” (sbh)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Ahlussunnah, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Jumat, 01 Desember 2017

Pengebom Dapat Bidadari di Surga?

Istilah ‘pengantin’ lekat dengan seseorang yang mengajukan diri melakukan bom bunuh diri. Iming-iming mati syahid dan mendapat bidadari surga turut menjadi sugesti tindakan terornya.

Alkisah, Gus Dur ditanya oleh seorang wartawan terkait maraknya ‘pengantin’ bom bunuh diri ini. Sebab dalam pandangan masyarakat umum, bagaimana bisa dikatakan syahid dan mendapat bidadari surga jika manusia tak berdosa ikut menjadi korban.

“Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya seorang wartawan.

Pengebom Dapat Bidadari di Surga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengebom Dapat Bidadari di Surga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengebom Dapat Bidadari di Surga?

“Memangnya sudah ada yang membuktikan?” tanya balik Gus Dur.

“Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,” sergah Gus Dur lagi.

Muhammadiyah Asli

“Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?” wartawan lain menimpali.

“Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari," jawabnya.

"Kenapa Gus?"

"Karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,” seloroh Gus Dur.?

Muhammadiyah Asli

“Geeerrrrr.....”

(Fathoni Ahmad)

Cerita ini disarikan dari buku “The Wisdom of Gus Dur: Butir-butir Kearifan Sang Waskita”, (Imania, 2014).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pahlawan, RMI NU, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock