Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

Jakarta, Muhammadiyah Asli . Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam keras Polres Kota Yogyakarata yang menolak diselenggarakannya Diskusi "Melek Media: Menanggulangi  Konten Negatif Fundamentalisme Agama di Dunia Maya"  di arena Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum, Yogyakarta, yang sedianya digelar Jumat (24/10).

Penolakan tersebut tertuang dalam surat bernomor R/53/XI/2014/Intelkam yang mengungkapkan alasan karena adanya penolakan-penolakan oleh ormas Islam. Sebelumnya, beredar SMSyang mengatasnamakan Forum Umat Islam Yogyakarta yang mengajak untuk memprotes kegiatan tersebut.

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Kecam Pelarangan Diskusi Media oleh Polisi

“Tindakan tersebut menunjukkan Polisi telah gagal menjalankan amanat Undang-Undang untuk melindungi hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi Republik Indonesia,” kata Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Alissa Wahid dalam siaran pers.

Muhammadiyah Asli

Komunitas pecinta dan penerus perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pihak Kepolisian  untuk tidak takut dan tunduk kepada ancaman  siapapun dan dari kelompok manapun yang mengancam hak berkumpul dan berpendapat.

Gusdurian menuntut Kapolri dan Kapolda DIY untuk mencabut surat penolakan dari Polresta Yogyakarta yang dinilai mencederai hak tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang, tugas kepolisan adalah melindungi, melayani, dan menegakkan hukum. “Tindakan Polresta Yogyakarta justru mengingkari amanat tersebut,” tutur putri sulung Gus Dur ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut Alissa, pemerintahan Jokowi-JK mesti melakukan reformasi, termasuk revolusi mental, di dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

“Tindakan tegas yang telah ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam menghadapi tekanan kelompok yang menggunakan kekerasan dan ancaman beberapa waktu lalu selayaknya menjadi model bagaimana segenap Kepolisian Republik Indonesia menjalankan tugas melindungi, melayani, dan menegakkan hukum sesuai amanat Undang-Undang,” katanya.

Jaringan Gusdurian menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut dan gentar menghadapi berbagai ancaman dari kelompok intoleran dan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan terhadap hak konstitusional setiap warga negara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Warta, Ulama Muhammadiyah Asli

Jumat, 23 Februari 2018

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rombongan guru besar universitas Al-Azhar Kairo mengadakan lawatan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mereka dengan pimpinan rombongan Prof DR Abdul Mun’im Fuad, menyampaikan salam hormat dan dukungan Grand Syekh Al-Azhar yang tidak bisa hadir silaturahmi dengan pengurus NU.

Grand Syekh Al-Azhar melalui utusannya Mun’im Fuad menyatakan bahwa cara pandang keagamaan yang dikembangkan NU sama sekali mirip dengan cara pandang guru-guru Al-Azhar.

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU

“Terima kasih sudah menerima kami. Kami merasa terhormat di tempat mulia ini. Kami sampaikan amanah Grand Syekh untuk NU yang dalam waktu dekat mengadakan Muktamar,” kata Mun’im Fuad mengawali sambutannya dengan bahasa Arab di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/5) siang.

Muhammadiyah Asli

Di hadapan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad menyatakan kekagumannya pada NU. Menurutnya, NU dengan massanya yang besar bahkan mayoritas di Indonesia berani pasang badan melindungi hak-hak dasar warga Indonesia yang memiliki keragaman suku, keyakinan, agama, bahkan paham politik.

Dengan mendukung penuh persatuan NKRI, NU menjadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai rahmat.

Muhammadiyah Asli

“Kuncinya satu, karena kami mendukung asas Pancasila. Dengan demikian, segala bentuk perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia, tidak menjadi alasan perpecahan bagi kami. Beda dengan di Timur Tengah. Kami tetap mayoritas di sini, tetapi kami menjadi teladan di tengah keragaman minoritas,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil menyambut Mun’im Fuad.

Walhasil, selamat datang di Indonesia. Silakan saksikan sendiri nikmatnya persatuan di Indonesia, tandas Kang Said berbahasa Arab. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pemurnian Aqidah, Warta Muhammadiyah Asli

Minggu, 11 Februari 2018

Spiritualitas-Humanistik Kiai

Oleh Muhammad Afiq Zahara

Sudahkah kita meluangkan sejenak waktu untuk mengingat kiai-kiai kita? Merenungkan keteladanannya? Mengulang kembali wejangan-wejangannya di kehidupan kita? Dan mengirimkan doa kepadanya? Jika belum, saya sarankan untuk memulainya dari sekarang, paling tidak satu kali setiap harinya.

Islam masuk ke Indonesia melalui para sufi. Walisanga adalah ulama-sufi yang menyebarkan Islam menggunakan pendekatan budaya. Islam dikolaborasikan dengan budaya lokal untuk mempermudah orang-orang pribumi memahami ajarannya. Tidak ada penaklukan dan kampanye militer besar-besaran dalam proses islamisasi Nusantara.

Spiritualitas-Humanistik Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Spiritualitas-Humanistik Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Spiritualitas-Humanistik Kiai

Saya menganggap para kiai sebagai pewaris dakwah walisanga.Pendekatan yang mereka gunakan sama, mengawinkan budaya dengan agama, dan mempertahankan nilai-nilai luhurnya. Hal ini menjadi mungkin karena tasawuf sangat mengakar dalam tradisi intelektual mereka.

Tasawuf itulah yang kemudian menguatkan spiritualitas-humanistik sang kiai. Memandang dunia tidak lagi hitam-putih; menilai manusia tidak lagi dari dosa-pahala. Selama nafas masih dikandung badan, kemungkinan menjadi baik selalu terbuka. Pintu taubat selalu terbuka.

Hal itu dicontohkan oleh gaya mendidik para kiai di pesantren atau kampungnya masing-masing. Al-Magfûrlah Kiai Imam Muzani Bunyamin dari Bulus, Kebumen melarang santri-santrinya menyebut seorang santri yang ketahuan mencuri sebagai pencuri. Katanya: “Tidak ada santri mencuri, mereka hanya nyelang ora taren—meminjam tanpa izin.” 

Muhammadiyah Asli

Meski terlihat sepele, dalam konteks pendidikan, kata-kata itu memberikan sentuhan magis tersendiri bagi para santri, khususnya bagi santri yang mencuri. Ia merasa dimanusiakan, sehingga menimbulkan hasrat berubah yang tinggi. Dawuh kiyainya tersebut tidak lain adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Tidak dikeluarkan dari pesantren dan terus menjadi santri.

Sedangkan untuk santri lainnya, dawuh Kiai Muzani tersebut mengajarkan bahwa manusia harus dipahami dengan kasih sayang. Siapapun orangnya berhak mendapatkan pengampunan dan kesempatan selama hidupnya. Jangan mudah memberi label salah, sesat, dan jahat kepada seseorang. Bisa jadi beberapa tahun kemudian, mereka menjadi orang yang baik.

Mereka hanyalah orang yang sedang berproses menjadi manusia. Dari yang jahat menjadi sedikit jahat; dari yang baik menjadi lebih baik, dan seterusnya. Jika para santritergesa-gesa melabeli mereka sebagai penjahat atau ahli maksiat, mereka akan semakin menjauh, karena santri-santri itu telah menutup pintu bagi mereka. Dakwah adalah pintu yang terbuka. Bisa dimasuki siapa saja, tanpa pilah dan pilih, seperti ucapan Maulana Rumi: 

“Come, come, whoever you are,wanderer, idolater, worshiper of fire,come even though you have broken your vows a thousand times,come, and come yet again. Ours is not a caravan of despair—kemari, datanglah, siapapun kau, petualang, penyembah berhala, pemuja api, kemari mendekatlah meskipun kau telah mengingkari sumpah seribu kali, kemari mendekatlah. Kami bukanlah karavan keputus-asaan.”

Muhammadiyah Asli

Di tempat lain, di daerah Susukan, Cirebon, al-Maghfûrlah Kiai Jahari mengajarkan santrinya makna terdalam dari ketakziman dan praktik langsungnya. Setiap kali beliau menyapu, para santri berebut menggantikannya. Beliau selalu menolak dengan lembut, sembari berkata: “Jika kalian ingin benar-benar membantu, di sudut mushalla masih banyak sapu lainnya. Kenapa kalian memperebutkan sapuku ini, tapi tidak mengambil sapu-sapu itu. Toh, tujuannya sama, membersihkan mushalla.”

Dengan perkataan dan sikapnya, Kiai Jahari memberikan pelajaran berharga. Takzim tidak sesempit itu, tapi lebih pada apa tujuan dari perilakunya. Tujuan dari menyapu adalah kebersihan, bukan sekedar perasaan tidak enak hingga meminta sapu dari tangannya dan menggantikannya.Padahal di dalam mushalla itu masih banyak sapu lainnya. Disampingajaran keteladanannya tentang kemandirian dan tidak suka dilayani.

Ketajaman spiritualitas itulah yang membuat para kiyai sering menampakkan keteladan yang tidak terpikir oleh sembarang orang. Laku dakwahnya pun menarik, sangat inklusif dan tidak alienatif. Mereka tidak mengumbar dalil dalam berdakwah, tapi tindakan mereka yang kemudian dimaknai menjadi dalil.Karena memang, segala laku dakwah mereka berasal dari al-Qur’ân dan al-Hadîts.

Seperti Kiai Jahari yang setiap kali pulang hajatan (kondangan, dan lain-lain) selalu menghampiri penduduk yang kurang mampu dan masih jauh dari agama. Mengajak mereka berbincang tentang berbagai hal. Kemudian memakan berkatnya bersama-sama tanpa sekat. Maklum, berkat kiyai lebih banyak dari berkat pada umumnya. Sehingga dapat disantap oleh orang serumah. Perlahan-lahan anak-anak dari keluarga tersebut dihantarkan orangtuanya untuk mengaji di tempat Kiai Jahari.

Pendekatan pesuasif semacam inilah yang dikembangkan para kiai sedari dulu. Tanpa menghakimi dan menghardik. Keburukan diarahkan sedemikian rupa hingga menuju kebaikan. Mereka menyentuh hati masyarakat dan santri dengan keteladanan dan kelembutan. Membiarkan orang-orang tersebut mengenal kebaikan dengan sendirinya, tanpa paksaan dan kepura-puraan.

Di era yang serba maju ini, saya berharap fungsi sosial kiai dan sentuhan spiritualitas-humanistiknya tidak mengalami degradasi serius. Memang, tidak sedikit orang yang mulai menganggap sebagian kiyai telah kehilangan fungsi sosialnya.Akan tetapi, saya masih menemukan banyak kiai yang memiliki sentuhan itu, terutama di kampung-kampung. 

Jikapun degradasi itu terjadi, saya yakin bahwa para kiai akan menemukan jalannya sendiri atau membangun jembatan untuk melintasinya. Selama mereka dalam proses pendidikannya mengalami persinggungan secara langsung dengan para kiai yang tulus dan rendah hati.

Semoga guru-guru dan kiai-kiai kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah, baik kiai yang pernah mengajar kita secara langsung ataupun kiai yang mengajarkan keteladanan kepada kita dari kisah-kisahnya; baik kiai yang tidak pernah kita cium tangannya ataupun kiai yang tangannyapernah kita cium dengan takzim. Amin Ya Rabb al-‘âlamîn.

Penulis adalah Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Cerita, AlaNu, Warta Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Februari 2018

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa), Selasa-Kamis, 24-26 Oktober 2017.

Ketua PCNU Indramayu, KH. Juhadi Muhamad, mengatakan dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu, akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi. 

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

“Salah satu keistimewaan STIDKI NU Indramayu ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan. STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama,” ungkap Kiai Juhadi di lokasi kegiatan Kampus STIDKI NU Indramayu yang juga Kantor PCNU Indramayu Jalan Gatot Subroto No. 9 Indramayu, Kamis (26/10). 

Pada tahun pertama perkuliahan digratiskan dengan menggalang kekuatan tokoh NU melalui program orangtua asuh atau beasiswa.

Muhammadiyah Asli

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tokoh NU yang telah siap menjadi orang tua asuh bagi para mahasiswa STIDKINU,” tambahnya.

Kiai Juhadi berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut.

“Belajarlah yang tekun dan rajin serta pada saatnya nanti menjadi sarjana, akan benar-benar menjadi sarjana yang siap mengabdi kepada ummat, NU, bangsa dan negara,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Ketua Panitia Propesa, Zamakshari mengapresiasi para calon mahasiswa. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

"Berbagai materi telah kami siapkan dengan mengundang para pakar yang berkompeten untuk menyampaikan pemaparan, diantaranya dari PCNU Indramayu, kiyai dari Pesantren Babakan Cirebon, praktisi perbankan,  wartawan senior di Indramayu,” kata Zamakshari.

Hal itu diharapkan  agar saat aktif menjadi para peserta Propesa memiliki pondasi dasar yang kuat untuk menjadi mahasiswa cinta terhadap almamater, menjadi kader NU yang tangguh serta siap bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain mendengarkan materi dan diskusi, peserta Propesa juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako dan pakaian layak pakai kepada fakir miskin, panti jompo, anak jalanan dan tukang becak. Mereka disebar di berbagai sudut Kota Indramayu.

Hasyim, salah satu peserta mengungkan rasa bangganya karena bukan hanya bisa mengikuti kegiatan Propesa, tetapi juga diajarkan berbagai melalui pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Yang membuat kami terharu, pada saat pembagian sembako ada tukang becak yang sampai memeluk kami dan menangis saking bahagianya mendapatkan santunan tersebut,” ujar Hasyim yang juga wartawan di Indramayu.

Propesa ditutup secara resmi oleh Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu, Jaenal Effendi. Doktor muda jebolan Jerman ini menegaskan, keberadaan STIDKI NU Indramayu harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu umumnya dan warga NU khususnya untuk menempuh pendidikan tinggi. 

“Kami bertekad mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan unggul dengan dukungan para tenaga pengajar atau dosen yang kesemuanya sangat berkompeten. Oleh karena itu kepada para mahasiswa STIDKI NU Indramayu saya berpesan agar meluruskan niat dalam menempuh perkuliahan ini, belajar yang giat dan tekun serta bersama-sama membesarkan STIDKI NU Indramayu,” pungkas tokoh muda NU ini yang juga pengurus LPNU PBNU. 

STIDKI NU Indramayu dibuka sejak 15 Juni 2017 dengan Ijin operasional berupa SK Direktur Pendidikan Islam No. 3333 tahun 2017. Terdapat empat program studi  yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD),  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). (Iin Rohimin/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Februari 2018

Tabloid Warta NU

Nomor I Tahun Pertama tabloid Warta NU terbit pada bulan September 1985/Dzulhijjah 1405, atau delapan bulan setelah Mutkamar NU ke-27 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Jawa Timur, pada bulan Desember, 1984.?

Pada nomor pertama, tercantum H.M. Said Budairy sebagai pemimpin umum Warta NU yang beralamat di Jalan Kramat Raya 164. Budairy adalah jurnalis senior yang turut membesarkan Duta Masyarakat bersama H. Mahbub Djunadi, juga salah satu pendiri dan pimpinn harian Pelita. Slamet Effendi Yusuf bertugas sebagai pemimpin redaksi dan Mohammad Ichwan Sam sebagai wakilnya. Keduanya junior Budairy di koran Pelita.

Tabloid Warta NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabloid Warta NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabloid Warta NU

Sementara itu, H. Sjamsul Arifin Muis duduk sebagai Pimpinan Perusahaan. Tercantum pula nama-nama seperti Ahmad Bagdja, Baidlowi Adnan, Ison Basuni, Zainal S Abidin, Harmas Maesar, Endin AJ. Soefihara, Saifullah Ma’shum dan Abdurrahman Mas’ud menempati Dewan Redaksi. Lay out/tatamuka Agust Kus Sam, Z. Abidin. Distributor: Farid Basori. Tabloid bulanan bersemboyan Media Komunikasi dan Silaturahim ini diterbitkan Lembaga Ta’lif wan Nasyr.

Muhammadiyah Asli

“Bagai geliat orang yang tertidur lelap. Lambat, tetapi kebangunan terasa di mana-mana. Bukan hanya PBNU melakukan pembenahan-pembenahan, tapi juga jajaran kepengurusan di semua tingkatan.”

“Warga yang menyimpan rindu untuk beramal melalui wadah “bumi berbintang sembilan” begitu antusias. Dengan cara masing-masing mereka menyambut kebangunan kembali jam’iyah ini.”

Demikian kalimat yang dijadikan lead untuk berita utama berjudul NU dengan Gerak Baru di halaman pertama. Dari lead tersebut, tampak sekali bahwa Warta NU diterbitkan menyusul kesuksesan muktamar yang menjadikan “kembali ke khittah” sebagai kredo, mendudukkan KH As’ad Syamsul Arifin sebagai Rais Aam, serta mengusung KH Abdurrahman Wahid menjadi Ketua Umum PBNU.?

Muhammadiyah Asli

Tidak narasumber diwawancarai, kondisi cabang-cabang NU dideskripsikan. Tulisan tersebut dilengkapi dengan sejumlah nama yang menjadi ketua lembaga dan lajnah kepengerusan 1984-1989.

Pada halaman pertama juga ditampilkan potret KH Wahab Chasbullah sedang duduk bersila. Berita berjudul NU Mesti Bermanfaat buat Masyarakat Pendukungnya bergambar H Mahbub Djunaidi dan Kongres IX GP Ansor di Lampung.?

Di halaman itu pula sebuah artikel berjudul NU: Reaksi Terhadap Apa? Disajikan dengan mencolok dengan garis hijau, penulisnya sang Ketua Umum baru: Abdurrahman Wahid. Dia orang yang hampir tidak pernah absen menulis di Warta NU. Penulis lainnya yang kerap mencul adalah H. Mahbub Djunaidi, KH. Musthofa Bisri, Ahmad Tohari, KH Muchit Muzadi, Syu’bah Asa, dll.

Dari kalangan muda ada Slamet Effendi Yusuf, Masdar F Mas’udi, Andi Muawiyah Ramli, Fazlurl Falakh, M. Imam Aziz, Saifullah Ma’shum, dan lain-lain.

Pada tahun 1995, Choirul Anam memindahkan kantor Warta NU dari Jakarta ke Surabaya, tepatnya di kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Raya Darmo 96, Surabaya. Lalu pindah di Jalan Kutisari Indah Barat VI/I Surabaya.

Tabloid Warta banyak melahirkan ? penulis-penulis baru di kalangan NU, tidak hanya di bidang keagamaan, pendidikan, sosial-politik, tapi juga seni dan budaya. Sebab, sejak awal terbit, Warta NU secara konsisten menyediakan rubrik seni dan budaya bernama Bumi Hijau. Tahun 2005, tabloid yang pernah mencapai 50.000 eksemplar dan beredar secara nasional ini berhenti terbit. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Warta, AlaNu Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Pringsewu, Muhammadiyah Asli

Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Provinsi Lampung menggelar Musyawaroh Idaroh Wusto (Musidwus) V yang dilaksanakan di Komplek Islamic Centre Lampung Timur. Musidwus yang berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai dengan 18 Juni 2012 ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan Jatman Provinsi Lampung masa khidmat 2012-2014.

Sementara kepengurusan Jatman Pringsewu yang terdiri dari segenap Perwakilan dan Pengurus Thariqah di Kabupaten Pringsewu ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pelepasan Rombongan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pringsewu oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad pada tanggal 15 Juni 2012.

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Dalam pengarahannya, KH Sujadi mengharapkan Kegiatan Musidwus dapat berlangsung sukses dan rombongan dari Jatman Pringsewu dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif dalam sidang-sidang komisi yang akan dilakukan di Musidwus tersebut.

Muhammadiyah Asli

Rombongan yang berjumlah 17 orang ini berangkat ke lampung Timur dan tiba pada pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan registrasi peserta, rombongan mengikuti Acara Pembukaan yang diikuti oleh seluruh rombongan dari 14 kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.

Salah satu sambutan Pembukaan yaitu dari Danrem Lampung yang mengharapkan seluruh Jamaah Thariqah yang ada di Provinsi Lampung untuk ikut andil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih.

Muhammadiyah Asli

Dalam Musidwus kali ini, terpilih sebagai Rais yaitu KH. Jamaluddin Al-Bustomi dan sebagai Mudir yaitu Habib Yahya As-Segaf. Sebagaimana diketahui bahwa Habib Yahya As-Segaf adalah Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Jati Agung Pringsewu yang dikenal energik dengan wawasan keilmuan yang sangat tinggi. Ia juga pernah menjadi Mudir Aam Jatman Kabupaten Tanggamus ketika Pringsewu masih berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Warta Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU

Pringsewu, Muhammadiyah Asli

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung mendukung dan terus berupaya melindungi aset kelembagaan maupun warganya agar berbadan hukum dan bersertifikasi legal. Untuk itu PCNU dalam waktu dekat ini akan menggelar seminar perwakafan dan sertifikasi aset NU bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Lampung.?

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU

Hal tersebut dibahas dalam rapat pengurus harian PCNU Pringsewu, Kamis (21/1) di Aula Kantor PCNU Jl Gumukrajin, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Menurut Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqqurrohim, penyuluhan dan sosialisasi pentingnya sertifikasi ataupun notarisasi aset, semisal tanah dan bangunan masjid, madrasah maupun pondok pesantren. Ini sangat mendesak mengingat masih minimnya pengetahuan warga NU tentang tata cara sertifikasi atas aset yang dimilikinya.

Permasalahan ini juga bentuk usaha membantu warga dalam menyelesaikan sengketa tanah yang sering terjadi pada masyarakat lapisan bawah. "Jangan sampai saat ditanya apakah ini tanah NU, masjid NU? Kita jawab iya, tapi kita bingung saat ditanya surat dan legalitasnya mana?" ujarnya.

Sementara itu Ketua Program sertifikasi wakaf dan tanah PCNU Pringsewu Fathurrohman mengharapkan dengan adanya gerakan sertifikasi atas aset NU ini, warga NU akan terhindar dari perselisihan antara ahli waris maupun organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu.?

"Penting bagi aset NU untuk di inventarisir secara legal sehingga kehilangan aset seperti beberapa kasus yang sudah terjadi tidak boleh terulang kembali," ujarnya.?

Muhammadiyah Asli

Selain Program sertifikasi tersebut PCNU juga akan melaksanakan prioritas program pada 2016 yang merupakan amanat musyawarah kerja yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.?

Program tersebut diantaranya Gerakan MWCNU dan Ranting Sehat, plangisasi (pemasangan plang NU) hingga tingkat ranting, penguatan kader dan pemantapan pengurus, sosialisai rutin pemahaman ke-NU-an dan ke-Aswaja-an untuk menangkal radikalisme dan terorisme. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli AlaNu, IMNU, Warta Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor

Oleh Munandar Harits Wicaksono



Dalam perbincangan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai doktrin agama, kita akan disuguhi tiga konsep fundamental. Konsep ini diajarkan Tuhan melalui hadis yang tidak biasa. Ya, dikatakan demikian karena hadis pada umumnya disampaikan melalui proses dialog bersama sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW.? Akan tetapi, hadis yang dimaksud di sini adalah hadis yang disampaikan dengan proses dialog antara Muhammad S.A.W dengan Jibril A.S di hadapan khalayak umum. Inilah yang jarang sekali ditemui.

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertanyakan Kadar Iman Koruptor

Konsep yang dimaksud adalah iman, islam dan ihsan. Ketiganya tentu tak asing lagi di benak kita bersama. Mengingat sudah menjadi umum, para penceramah masa kini berbondong-bondong mengutip potongan hadis tersebut agar ceramahnya semakin bernilai. Entah bernilai agama atau harta benda.

Islam sebagaimana maklum, adalah representasi dari kelima rukunnya yang hampir kesemuanya mencakup perbuatan kasat mata. Ucapan kalimat syahadat, misalkan, ia dikerjakan cukup dengan mulut saja tanpa mempertimbangkan bobot hati pengucapnya.

Muhammadiyah Asli

Adapun iman dan ihsan, keduanya merupakan sebuah representasi dari perbuatan hati manusia. Iman adalah konsep kepercayaan terhadap hal-hal yang tak kasat mata. Mencakup di dalamnya kepercayaan akan eksistensi Tuhan, malaikat-Nya, ketetapan-Nya, dan 3 rukun lainnya yang sedemikian masyhur di kalangan umat Islam.

Ketiga konsep tersebut tentulah memiliki relasi dan kesinambungan satu sama lain demi terciptanya output yang baik sebagaimana mestinya. Namun, relasi ini jarang sekali disentuh oleh penceramah-penceramah Islam masa kini. Padahal, tentu tidak ada faedah penyebutannya jikalau ketiga konsep itu tidak berkesinambungan satu sama lain.

Muhammadiyah Asli

Lantas di mana letak relasi dari ketiganya? Jawabannya berkumpul pada titik keimanan itu sendiri. Iman, sebagaimana definisi paham Asy’ariyah dan Maturidiyah yang begitu dominan di Indonesia adalah kepercayaan yang beriringan dengan perbuatan. Entah itu ikrar secara? lisan maupun perbuatan anggota badan. Hal ini mengakibatkan rukun Islam yang lima turut andil dalam eksistensi iman dalam diri seorang Muslim. Pun halnya dengan ihsan, ia adalah konsep merasa diawasi oleh Tuhan di dalam ibadah. Lagi-lagi ia merupakan akibat dari keberadaan iman dalam diri kita.

Definisi ini dinilai cukup adil dan mengambil jalan tengah dari dua kubu lain yang saling berseberangan pendapat. Khawarij mendefinisikannya secara mutlak bahwa pelaku dosa besar dianggap kafir dan tidak diterima keimanannya. Adapun Murji’ah, berseberangan total dengan kubu khawarij dan menangguhkan pelaku dosa besar atas keimanan mereka. Bagi mereka, perbuatan manusia sama sekali tidak membahayakan keimanannya. Definisi yang adil inilah yang sekiranya sesuai dengan amanat Tuhan dalam sebuah firmanNya: “dan seperti itulah kami jadikan kalian umat penengah...”

Maka, manakala seorang Muslim melakukan sebuah perbuatan yang nyata-nyata menyelisihi aturan Tuhan, perlulah kiranya untuk dipertanyakan akan kadar keimanannya. Seorang koruptor yang mengakui eksistensi Tuhan, mengakui konsep muraqabatullah (selalu dalam pengawasan tuhan) namun mengambil hak orang lain, menyelewengkan anggaran demi kepentingan pribadi dan golongan tertentu, patutlah sekiranya mereformasi kepercayaan hatinya akan segala hal gaib yang telah sedemikian jelas.

Memang, bila merujuk pada kamus besar bahasa Indonesia, koruptor didefinisikan secara khusus sebagai orang yang telah menyelewengkan uang negara maupun perusahannya. Namun, dalam ranah kajian ushul fiqih kita akan menemui sebuah kalimat yang didefinisikan secara khusus dapat dipalingkan terhadap definisi umum manakala ditemui qarinah. Qarinah atau indikasi inilah yang dapat ditemui dalam diri kita sampai saat ini. Sikap menyeleweng misalkan. Bukankah sampai saat ini kita masih menyelewengkan nikmat Tuhan yang telah diamanatkan sedemikian rupa? Maka, sinkronkanlah kepercayaan dam perbuatanmu duhai para koruptor kecil.

* Penulis adalah alumnus MAPK MAN 1 Surakarta, saat ini tercatat sebagai mahasiswa universitas Al-ahqoff, Hadramaut Yaman. Dapat dihubungi melalui akun Twiter @Munandar1



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Warta Muhammadiyah Asli

Rabu, 17 Januari 2018

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul

Bagi orang yang memiliki hobi mengumpulkan berbagai macam cindera mata dan pernak-pernik, ada baiknya menambah koleksinya dengan batu akik. Yaitu batu mulia yang memiliki warna yang indah dan elok dipandang. Hal ini tidak semata karena fungsinya sebagai perhiasan, tetapi juga nilai kesunnahan yang terdapat di dalamnya.?

Dalam fatawi Ibnu Hajar al-Haytami al-Kubro diterangkan bahwa terdapat beberapa hadits yang menerangkan hikmah penggunaan cincin dengan batu akik yang dapat mendatangkan berkah dan menghindarkan diri dari kefaqiran. Karena sesungguhnya mereka yang memakai cincin berbatu akik senantiasa menikmati keindahan.

Bahkan dalam satu hadits dhaif diterangkan bahwa batu yaqut warna kuning dapat mencegah pemakainya dari penyakit sampar (tha’un). Namun mengatasi batu akik itu sendiri yang terpenting adalah memakai cincin, meskipun cincin tanpa batu.Demikianlah keterangan lengkapnya:

وورد التختم بالعقÙ? Ù‚ أحادÙ? Ø« Ù…Ù? ها Ø£Ù? Ù‡ Ù? Ù? فى الفقر وأÙ? Ù‡ مبارك وإÙ? Ù…Ù? تختم به لم Ù? زل Ù? رى Ø®Ù? را وكلها لم Ù? ثبت Ù…Ù? ها Ø´Ù? ئ كما قاله الحفاظ وورد بسÙ? د ضعÙ? ف Ø£Ù? التختم بالÙ? اقوت الأصفر Ù? Ù…Ù? ع الطاعوÙ? وبما تقرر Ù…Ù? Ø£Ù? الفص تارة Ù? كوÙ? Ù…Ù? الخاتم وتارة Ù? كوÙ? Ù…Ù? غÙ? ره Ù…Ù? قولهم السابق Ù? جوز لبس الخاتم وإÙ? لم Ù? ÙƒÙ? فص...

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul

?

Redaktur: Ulil Hadrawy ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Warta, Tokoh Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XIII KSPP Syariah BMTNU Jawa Timur berlangsung di Aula STAIN Pamekasan, Sabtu (14/1). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota BMTNU yang ada di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Manajer BMTNU area Sampang dan Pamekasan Zainal Abidin menegaskan, RAT bertujuan sebagai bahan evaluasi serta pijakan dasar dalam menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

"Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengelolaan dan keuangan koperasi yang marketable dan transparan sebagaimana amanat UU Koperasi," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Diterangkan, karena waktu yang tidak memungkinkan jika RAT digelar di masing-masing BMTNU kecamatan, maka disiasati dengan penggabungan area Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, terpilih sebagai ketua sidang.

Ra Hasan disepakati sebagai pimpinan sidang oleh ratusan pengurus dan anggota BMTNU area cabang Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Dia merupakan delegasi BMTNU Camplong, Sampang. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia

London, Muhammadiyah Asli - Mantan ibu negara Ny Hj Sinta Nuriyah masuk dalam daftar perempuan-perempuan berpengaruh di dunia versi New York Times. Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid ini dinilai sebagai feminis yang aktif menyebarluaskan toleransi.

New York Times dalam situsnya merinci 11 nama perempuan dari berbagai belahan dunia dan menyebutnya “11 Powerful Women We Met Around the World in 2017.” Daftar tersebut dipublikasikan pada 15 Desember 2017.

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Masuk Daftar 11 Perempuan Hebat di Dunia

Ia menyebut perempuan yang akrab disapa Bu Sinta tersebut aktif menyelenggarakan acara-acara lintas agama serta sukses membangun jaringan pesantren yang progresif untuk perempuan dan anak.

Muhammadiyah Asli

Mereka yang masuk daftar tak disyaratkan memiliki kriteria sebagai pejabat publik atau bintang film tersohor. Menurut New York Times, para perempuang yang dipilih kebanyakan mungkin belum terkenal secara internasional namun memiliki cerita kehidupan yang menarik, melakukan sesuatu yang luar biasa, atau baru saja melewati pengalaman yang luar biasa.

Sejak didirikan pada tahun 2002, Saturday Profile bertujuan untuk menghadirkan pembaca orang-orang The New York Times di seluruh dunia yang mungkin belum pernah mereka dengar, tapi yang telah menjalani kehidupan yang menarik dan melakukan hal-hal yang spektakuler, atau mungkin baru saja melewati sebuah pengalaman yang luar biasa.

Muhammadiyah Asli

Di jajaran 11 nama tersebut antara lain ada aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi Manal al-Sharif, Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallström, penyair Tiongkok Yu Xiuhua, fotografer Letizia Battaglia, dan lainnya.

Nyai Sinta Nuriyah merupakan pendiri sekaligus pengelola Puan Amal Hayati, sebuah lembaga sosial-kemanusiaan yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan kaum perempuan dan anak. Lembaga yang didirikan di Jakarta 3 Juli 2000 ini banyak fokus pada kampanye dan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nasional (Unas) dan Universitas Ibnu Chaldun (UIC) selama dua hari mengedarkan kotak peduli asap di kampus masing-masing. Mereka menggalang dana berkisar 1-2 jam.

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Aktivis pergerakan ini terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas untuk korban asap di Sumatera dan Kalimantan. Di lingkungan kampus Unas dan UIC, mereka bergerak pada Jumat dan Sabtu, (23-24/10).

"Aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa kami mahasiswa tidak hanya bisa mengkritik pemerintah terkait bencana ini, tapi juga solutif. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Koordinator aksi solidaritas PMII Unas Niswatul Hamdani Effendi, Selasa, (27/10).

Muhammadiyah Asli

Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan gotong royong para aktivis PMII lintas kampus di Ibu Kota.

Muhammadiyah Asli

"Ini momen untuk kebangkitan rasa gotong royong. Ini juga menjadi sindiran untuk para pejabat agar saling memperkuat tindakan melalui kerja sama, bukan saling melempar dan menyalahkan," kata Pina, peserta aksi dari UIC.

Dana hasil aksi solidaritas ini diserahkan kepada lembaga terkait yang berkonsentrasi pada penanggulangan bencana.

"Kami menggalang dana 2 hari di kampus masing-masing, dana terkumpul Rp. 3.316.000 dari hanya 1-2 jam kita turun. Kita langsung berikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) di menara 165 TB Simatupang Selasa ini," kata anggota Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Harsenda Sari.

Yang menarik, sambung Sari, aksi ini sempat ditegur oleh Satgas Pemprov DKI. "Sahabat-sahabati Unas sempat ngecrek di lampu merah Pejaten Village, tapi ditegur oleh Satgas Pemprov DKI lantaran tak berizin. Untuk itu kami putuskan aksi di lingkungan kampus saja," tutup Sari tersenyum. (Doni Rao/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Habib, Warta Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Di Depan Wapres JK, Rais ‘Aam Dorong Arus Baru Ekonomi Indonesia

Lombok Barat, Muhammadiyah Asli. Penguatan ekonomi warga menjadi poin penting dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2017 di Lombok pada 23-25 November 2017. Hal ini tertuang dalam berbagai persoalan di antaranya pemerataan distribusi lahan, mengikis dominasi ritel modern, dan penekanan terhadap kesejahteraan petani.

Di Depan Wapres JK, Rais ‘Aam Dorong Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Depan Wapres JK, Rais ‘Aam Dorong Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Depan Wapres JK, Rais ‘Aam Dorong Arus Baru Ekonomi Indonesia

Mengingat tujuan penguatan ekonomi warga tersebut, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mendorong arus baru ekonomi Indonesia.

“Yaitu ekonomi yang berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan kepada kepentingan konglomerat dan sejumlah pihak,” ujar Kiai Ma’ruf Amin saat memberi sambutan pada acara penutupan Munas dan Konbes NU di Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Lombok Bara.

Menurut Kiai Ma’ruf, langkah NU sesuai cita-cita para pendiri bangsa untuk terus berpihak pada kemaslahatan umat secara umum.

Ia juga menjelaskan bahwa kiprah NU saat ini telah dirasakan bukan hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga warga dunia dengan upaya keras menebar Islam moderat untuk mewujudkan perdamaian.

Muhammadiyah Asli

Bagi NU, sambung Rais Aam, tugas NU dalam memperkuat agama lewat dakwah Aswaja sejurus dengan tugas kebangsaan dan kenegaraan bahkan dalam skala global.

“NU meneguhkan Aswaja bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri dengan Islam Nusantaranya,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Ia mengingatkan kepada warga NU bahwa dalam umurnya yang hampir satu abad, NU telah banyak berkiprah di segala bidang. Gerakan ini harus semakin diperkuat agar di seratus tahuhn kedua, NU mampu take off lebih baik lagi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta Muhammadiyah Asli

Selasa, 02 Januari 2018

Hidayatul Islamiyah, Pesantren yang Menyatu dengan Alam

Di pinggiran perbatasan Kecamatan Dander dan Kota Bojonegoro, tepatnya di Dusun Kedunggayam, Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro terdapat satu Pondok Pesantren yang tampak sederhana. Setelah menempuh jarak 10 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro, melewati jalan setapak sempit, di tengah rerimbunan pohon bambu dan di sekitar aliran sungai yang bergemiricik lengkap dengan bentangan sawahnya, terlihatlah bangunan Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah yang berdiri sejak tahun 1998 silam.

Sang pendiri, Kiai Khoiri Amin menceritakan, awal mula berdirinya Pesantren yang menempati tanah seluas lebih dari satu hektare ini.

Hidayatul Islamiyah, Pesantren yang Menyatu dengan Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidayatul Islamiyah, Pesantren yang Menyatu dengan Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidayatul Islamiyah, Pesantren yang Menyatu dengan Alam

Dikatakan, semasa awal berdirinya Pesantren? Hidayatul Islamiah santri yang ada hanya dua anak, Surip dan Syarifuddin. Selang beberapa tahun santri pun bertambah meskipun tidak? seberapa banyak.

Muhammadiyah Asli

“Awalnya hanya ada dua santri, Surip dan Syarifuddin, tapi lama kelamaan berdatangan santri dari daerah-daerah di wilayah Bojonegoro hingga ada yang dari luar kota,” jelas bapak empat anak ini.

Diceritakan,? di pondok yang beliau asuh selain memberikan pendidikan yang berbasis wawasan keilmuan umum dan keagamaan juga memberikan wawasan bersosilisasi dengan masyarakat, pengembangan skill santri. Bahkan, santri juga dibimbing dan dibina hingga mereka berumah tangga.

Muhammadiyah Asli

Sebagaimana santri pertama, Surip yang namanya diganti menjadi Syamsul Huda tetap tinggal di Pesantren hingga berumah tangga bahkan sampai akhir hidupnya. “Surip saya ganti namanya jadi Syamsul Huda, dia wafat dan saya kubur di dekat pondok,” ujar kiai lulusan Pesantren Ta’limul Quran, Gresik ini.

Lebih lanjut pengasuh pesantren yang murah senyum ini menceritakan, degradasi moral bangsa menjadi faktor utama didirikannya pendidikan non formal berupa? Pesantren Hidayatul Islamiah dan pendidikan formal setingkat Raudhotul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) . Menurut Kiai Choir, begitu beliau akrab dipanggil, perlu perhatian khusus pada karakter bangsa yang kian hari kian bobrok.

“Sekarang banyak anak muda yang LKMD, alias lamar kari meteng disek (melamar belakangan, hamil duluan),” ujarnya dengan nada bergurau tapi serius.

Dikatakan, saat ini moral bangsa sedang dipertaruhkan, menghadapi gencarnya budaya luar. Sebab itu, kiai ini menghimbau agar pendidikan karakter harus benar-benar diterapkan di pendidikan formal, jangan hanya sekadar wacana tanpa ada tindak lanjut. “Moral bangsa harus benar-benar diberi perhatian khusus terutama pada lembaga-lembaga formal,” jelasnya.

“Nak de’ biyen akeh wong bender ra pathi pinter, tapi nak sak iki akeh wong pinter ra pathi bendher,”? ungkapnya berkelakar.

Dia menambahkan, pengaruh luar kerap kali meracuni pikiran masyarakat terutama kalangan remaja.? Sehingga tak jarang mayoritas pemuda lupa akan hakikat kesederhanaan dan bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat sebagai individu sosial.

Suasana Damai

Kegiatan di pondok yang letaknya terasing dari keramaian ini penuh dengan kesederhanaan, namun tetap dengan unsur spiritual yang kental sebagai nutrisi moral. Sehabis Shubuh, kegiatan mengaji kitab sorogan dilakukan. Uniknya kajian ini digelar di mana pun tempatnya, asal menyatu dengan alam. Baik itu di sawah, di sekitar kolam maupun di pekarangan dekat sungai. Tergantung, di mana saat itu sang kiai berada. Hal ini sebagai wujud belajar alami. Hal ini dimaksudkan agar para santri bisa mengamati alam dan mengambil i’tibar dari ayat-ayat kauniyah. “Biar santri tahu, bahwa meraka hidup dengan alam yang wajib dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, kesederhanaan sangatlah tampak dari pondokan-pondokan santri yang terbuat dari kayu sederhana dengan luas sekitar 2x2 meter. Pondokan ini dikenal dengan istilah Rompok. Selain rutinitas kajian kitab wetondan salaf, santri juga belajar hidup dengan kegiatan pelatihan bercocok tanam, perikanan, dan perkebunan. Kegiatan tersebut sebagai analogi bahwa jiwa yang sehat terdapat pada badan yang kuat (Al-Aqlu As-Shalim fil Jismi As-Salim).

“Sebagai bahan latihan bagi santri ketika terjun ke masyarakat, selain itu juga mengingatkan mereka bahwa jiwa yang sehat terdapat pada badan yang kuat,” terang kiai asal Kepohbaru ini.

Selain mengkaji kitab salaf juga dilaksanakan pelatihan mukhadhoroh,? dziba’an, tahlilan dan qosidah burdah di hari-hari khusus. Tak tanggung-tanggung, semua kegiatan, sarana dan pra sarana di pesantren ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Santri pun berdatangan tidak hanya dari sekitar Kota Bojonegoro, namun juga berasal dari luar kota seperti Lamongan, Gresik, hingga merambah wilayah Jawa Tengah. (Nidhomatum MR)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Nusantara, Cerita Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Dewan Komando Cabang Corp Brigade Pembangunan (DKC CBP) IPNU dan Dewan Komando Cabang  Korp Pelajar Putri (DKC KPP) IPPNU Kabupaten Pringsewu Lampung mengadakan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) di gedung NU Pringsewu, 15 -17 Februari 2013.

CBP-KPP merupakan Lembaga Semi Otonom IPNU-IPPNU, Keberadaan CBP dan KPP selain bertujuan sebagai wadah mengasah diri, memantapkan motivasi dan mengembangkan serta meningkatkan kreatifitas dan pergaulan.

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama

CBP-KPP juga berfungsi sebagai gerbang kaderisasi atau perekrutan kader-kader yang memiliki potensi dibidangnya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia. CBP-KPP  juga merupakan jembatan antara IPNU-IPPNU dengan masyarakat dan pemerintah serta menjadi pelopor penggerak program-program IPNU-IPPNU dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan Negara.

Muhammadiyah Asli

Tugas CBP-KPP adalah melaksanakan kebijakan IPNU-IPPNU, berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasarakatan, pengembangan sumber daya alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan, penguatan masyarakat demi tercapainya kesejahteraan.

Muhammadiyah Asli

CBP-KPP mempunyai tanggung jawab memantapkan dan memelihara keutuhan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, dan turut serta memelihara keutuhan bangsa serta memelihara lingkungan agar terhindar dari kerusakan dan pengrusakan serta menjalankan peran sosial kemanusiaan.

CBP-KPP memiliki visi untuk mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kualitas kader IPNU-IPPNU yang berakhlakul karimah. Dan misi CBP-KPP adalah berpartisipasi aktif ikut membangun negara Republik Indonesia dengan mengibarkan panji-panji IPNU-IPPNU di setiap pengabdiannya dalam bidang kedisiplinan dan sosial kemanusiaan.

Keanggotaan CBP-KPP meliputi pelajar, santri, mahasiswa yang sesuai dengan PD/PRT IPNU-IPPNU dan ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan tentang perekrutan anggota CBP-KPP.

Diklatama ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari beberapa sekolah yang ada di kabupaten pringsewu, diantaranya MAN Pringsewu, MA Nurul Huda, MA Ma’arif, SMA Al-Munir, MA SMK Yasmida, SMA N 1 Banyumas. Dengan sasaran kegiatannya meliputi bidang Kepanduan, kepalang merahan, Pengabdian alam dan masyarakat.

Materi CBP-KPP meliputi antara lain Peraturan Baris Berbaris (PBB), Orientasi Alam Bebas, Pengelolaan Lingkungan, Sosiologi pedesaan/perkotaan, Komunikasi Masa, Pembangunan daerah, Ke-Pecinta Alam-an, Search and Rescue (SAR), Manajemen Penanggulangan bencana, dan Keprotokolan.

Acara tersebut di buka oleh Bapak Marzuki yang mewakili Bupati Pringsewu, dan dihadiri juga oleh Danramil Pringsewu, Ketua PCNU Kab. Pringsewu KH. Mahfudz Aly, Bpk. H. Taufik Qurrahim, S.Pd.I, Dewan Komando Wilayah CBP Prov. Lampung, DKC Kota Metro, DKC Kab. Tanggamus.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Tegal Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan

Way Kanan, Muhammadiyah Asli

Selain sebagai mahkluk utama dikaruniai akal dan pikiran, manusia juga merupakan mesin penghasil sampah. Bagaimana aparatur penegak hukum menilai hal tersebut? Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung AKBP Harseno menegaskan, menjadi manusia bermanfaat adalah pilihan.

"Selama di bumi ada manusia, selama itu pula akan ada sampah. Tantangannya adalah, bagaimana membuat sampah mempunyai nilai ekonomi daripada membuatnya mencemari bumi, dan itu merupakan hal mulia. Itulah salah satu jalan dan pilihan menjadi manusia bermanfaat," kata Kapolres di Blambangan Umpu, Jumat (19/2/2016).

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Manusia Bermanfaat adalah Pilihan

Ia mencontohkan, sisa makanan seperti kulit kacang yang merupakan sampah organik bisa diolah menjadi sampah untuk pupuk. "Termasuk batang pisang dicacah kemudian dicampur kotoran sapi dan pengurai, maka akan menjadi pupuk organik. Kakak saya di Jawa melakukan hal tersebut," ujar Kapolres didampingi Kapolsek Blambangan Umpu AKP Suwandhi.

Sekitar 25 komunitas dengan kurang lebih 1000 relawan dikolaboratori PC GP Ansor Way Kanan akan terlibat aktif memungut dan memilah sampah ditemukan di jalan kemudian dikumpulkan dalam kantung sesuai jenisnya dengan berjalan kaki atau bersepeda menuju Monumen Ryacudu.

Muhammadiyah Asli

Aksi itu merupakan gerakan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Diikuti sejumlah komunitas di 31 provinsi. Di Way Kanan, kegiatan tersebut bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) ‘Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020’.

"Persoalan sampah adalah persoalan bersama. Polres ambil bagian dalam aksi itu, sejumlah polisi wanita atau Polwan, anggota dari Sabhara dan Satlantas akan ikut serta, berjalan kaki dari gedung pemuda menuju Monumen Ryacudu dipimpin Kasat Binmas," ujar Kapolres lagi. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Solo,Muhammadiyah Asli. PC GP Ansor Solo beserta sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi damai long march untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H. Acara tersebut digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi Solo, Ahad (14/6).

Menurut Ketua GP Ansor Solo, dalam aksi tersebut para peserta menerbangkan balon yang bertuliskan pesan harapan “Damai Ramadhan Surakarta”.

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

“Ramadhan semoga menjadi momentum untuk saling menghortmati dan, serga untuk menciptakan Kota Solo yang kondusif dan damai,” terang Anwar, di sela acara.

Muhammadiyah Asli

Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam menciptakan upaya perdamaian.

“Kami bangga dengan apa yang dilakukan para pemuda dalam upya menciptakan kerukunan antarumat beragama ini, Dengan sikap ini semoga berkah Romadhan memberkahi bangsa Indonesia sehingga tidak terjadi konflik yang bernuansa agama,” ujar dia.

Muhammadiyah Asli

Selain berorasi, para peserta aksi juga menampilkan beberapa kolaborasi seni antara lain kesenian hadrah dan barongsai. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Daerah Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Islamabad, Muhammadiyah Asli - Di sela-sela kunjungan Deputi I Hubungan Luar Negeri Badan Intelijen Negara (BIN) ke Pakistan dalam rangka menghadiri “Islamic Intelligence Services Conference (IISC), pada Selasa (28/3), KBRI Islamabad mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta KBRI Islamabad.

Tatap muka yang dihadiri oleh seluruh staf KBRI Islamabad dan mahasiswa Indonesia berlangsung hangat dan penuh keakraban. “Sudah menjadi tradisi di KBRI Islamabad untuk mempertemukan adik-adik mahasiswa dengan para tamu delegasi dari Indonesia,” ujar Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pakistan Delegasi BIN Ini Cerita Pengalamannya dengan Gus Dur

Delegasi BIN yang dipimpin Mayjen Chandra Warsenanto Sukotjo mengaku senang dapat berdialog langsung dengan para mahasiswa sekaligus dapat menyampaikan beberapa perkembangan terkini tanah air. “Bagi saya, Pakistan adalah negara yang sangat penting untuk terus dijalin hubungannya,” tutur Mayjen Chandra.

Kepada para hadirin juga disampaikan mengenai paradigma baru institusi BIN yang menurut Chandra tidak lagi seperti di zaman Orde Baru. “Tugas BIN hakikatnya adalah membantu Presiden atau pemerintah dalam mengambil keputusan yang pro rakyat,” imbuh Chandra.

Muhammadiyah Asli

Mayjen Chandra juga sempat menceritakan tentang pengalaman kunjungan kali pertamanya ke Pakistan pada tahun 2000 sebagai tim pengamanan khusus Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Muhammadiyah Asli

“Saat itu saya masih Mayor dan alhamdulillah punya pengalaman mendampingi Presiden Gus Dur lawatan ke-61 negara,” ujar Mayjen Chandra. Menurutnya banyak hal penting yang diajarkan Gus Dur kepadanya selama masa itu, khususnya terkait komitmen menjaga pluralisme, keutuhan NKRI, Islam moderat dan selera humor yang berkualitas.

Pembicaraan Mayjen Chandra yang juga sarat humor membuat seluruh staf KBRI dan mahasiswa yang hadir antusias mendengarkan sehingga memancing dialog interaktif. Firman Arifandi, mahasiswa yang baru lulus S2 menanyakan tentang peranan pemerintah dalam menciptakan suasana keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Mayjen Chandra menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara besar dan sepengetahuannya tidak semua negara dianugerahi keindahan dan keberuntungan sejarah yang menonjolkan kesatuan dalam keberagaman seperti Indonesia.

“Tidak semua pihak senang dengan kondisi seperti ini, maka selalu saja ada upaya untuk memunculkan masalah,” tutur Chandra.

Terkait dengan hal tersebut para mahasiswa khususnya yang mempelajari ilmu agama diharapkan turut memberikan sumbangsih menciptakan suasana keberagamaan yang kondusif dan membawa ajaran Islam Indonesia yang Rahmatan Lil-‘Alamin.

Dubes Iwan dalam catatan akhirnya juga menyampaikan pentingnya untuk tetap menjaga jati diri keindonesiaan WNI di mana pun berada. Para WNI yang mayoritas adalah mahasiswa di Pakistan telah menjadi contoh baik dalam mempelajari ilmu agama di Pakistan, namun sikap kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah airnya tidak luntur, pungkas Dubes Iwan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Warta, Nasional Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 Desember 2017

Diserang di Sosmed, Kiai Said Sikapi dengan Santai

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Hari-hari ini, nama KH Said Aqil Siroj ramai diperbincangkan di sosial media atas sejumlah pernyataannya yang dianggap kontraversial. Sejumlah videonya ceramah di masa lalu diupload sepotong-sepotong sehingga bisa menimbulkan salah tafsir.?

Menanggapi kondisi tersebut, ia menyatakan tidak apa-apa dan tidak akan melakukan klarifikasi karena mereka yang menyebarkan isu tersebut sengaja mencari-cari kesalahan dan bahkan membuat orang menjadi salah paham atas sesuatu yang sudah jelas. ?

Diserang di Sosmed, Kiai Said Sikapi dengan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
Diserang di Sosmed, Kiai Said Sikapi dengan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

Diserang di Sosmed, Kiai Said Sikapi dengan Santai

“Ngak apa-apa, berarti saya mendapat perhatian,” katanya santai kepada Muhammadiyah Asli di gedung PBNU, Kamis (17/9).

Muhammadiyah Asli

Ia menuturkan, soal serupa pernah dialami oleh Rasulullah. Suatu ketika Nabi Muhammad pernah diisyukan sebagai orang gila, tapi hal ini malam menarik orang menjadi ingin tahu dan lebih mengenalnya.?

Jamaah haji dari Yastrib malah ingin tahu seperti apa orang gilanya. Setelah tahu malah bilang, ‘Ini yang sedang saya cari-cari nabi akhir zaman yang sering disebut-sebut orang Yahudi. Daripada keduluan Yahudi, kita dahulukan ikut beliau’.?

Muhammadiyah Asli

Jika memang ingin serius mengkaji pendapatnya, Kiai Said menyarankan mereka untuk membaca sendiri kitabnya. Sebagai soal pendapatnya soal jenggot merujuk pada Akhbarul Hamqa karya Ibnu Al Jauziyah halaman 20. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta Muhammadiyah Asli

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Rais Syuriyah Pengururs Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon periode lalu, KH Usamah Manshur menyampaikan bahwa perkembangan Islam sangat cepat karena muballigh dan Walisongo dilakukan dengan pendekatan yang sopan dalam menghormati budaya dan kearifan lokal.?

Perkembangan tersebut sampai kepada Mbah Kholil Bangkalan, lalu tongkat estafet nilai-nilai aswaja diserahkan ke Mbah Hasyim Asy’ari lewat Mbah As’ad Syamsul Arifin, nilai-nilai Aswaja tersebut ? kemudian menjelma menjadi Nahdlatul Ulama.

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Usamah Manshur di Konfercab NU Kabupaten Cirebon

Dulu, kata Kiai Usamah, saat Mbah Hasyim mendirikan NU, virus-virus yang mengganggu Ahlussunnah Waljamaa’ah An-Nnahdiyah masih terkonsetrasi di Hijaz.?

“Tapi saat saya memimpin NU Cirebon bersama kiai Ali Murtadlo ini virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai ASWAJA sudah ada di teras-teras rumah kita,” ujarnya pada acara Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Cirebon yang bertempat di Susukan, Cirebon, Sabtu (25/2).

Muhammadiyah Asli

Munculnya kelompok-kelompok ekstrem, kelompok takfiri mulai mengganggu keberislaman di Indonesia karena kelompok-kelompok tersebut suka mengklaim dirinya yang paling benar.

Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut yang suka menyudutkan NU, karena NU mengayomi bahkan mempelopori hal-hal yang mereka anggap bid’ah.?

Juga soal propaganda-propaganda yang terus didengungkan mereka, katanya, mereka menuduh presiden, menteri, bupati sampai kuwu, RT/RW adalah pemerintahan yang toghut yang harus diperangi dan harus diganti dengan sistem pemerintah khilafah.

“Dan mereka menganggap musuh yang utama adalah NU, sebab NU semboyannya dimanapun dan kapan pun NKRI harga mati,” tegasnya diikuti tepuk tangan peserta Konfercab.

Maka kemudian seperti HTI, Salafi Wahabi ini akan menjadi virus-virus yang akan menggerogoti nilai-nilai NU. “Maka saya berpesan siapapun yang terpilih harus mengawal nilai ideologi NU,” ujarnya. (Husni Sahal/Fathoni)?

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock