Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

KH Mohammad Najib, biasa dipanggil Gus Najib, adalah sosok yang membanggakan keluarga dan daerahnya, Banjarnegara. Ia dikenal masyarakat tidak hanya sebagai kiai, akan tetapi juga sebagai politisi, pebisnis, dan seniman. 

Ia tegas, keras, penyayang, dermawan. Ia pemimpin dan pengayom masyarakat kalangan bawah. Ia membawa kesan tersendiri di hati para sahabat, keluarga, dan masyarakat Banjarnegara. 

KH Abdul Fatah, kakek buyutnya, adalah pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al-Fatah Banjarnegara (1860-1941), yang dilanjutkan oleh kakeknya, KH Hasan Fatah (1941-1991). Gus Najib sendiri memimpin Pesanten Al-Fatah (2013-2018), meneruskan kiprah ayahndanya KH Hasyim Hasan Fatah  yang memimpin pesantren sejak 1990-2013.

Gus Najib menempuh pendidikan di RA dan MI Al-Fatah hingga kelas dua. Kelas tiga sampai empat di Al-Irsyad Purwokerto, lalu pindah ke SD Cokro Banjarnegara kelas lima sampai enam. 

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

Jenjang menengah pertama di SMP 2 Banjarnegara, dan jenjang menengah atas di SMA 1 Banjarnegara. Kelas dua pindah ke SMA Jember dan mulai mondok. Kelas tiga SMA ia pindah ke Pakistan. Ia kuliah di STIE Banjarnegara semester dan pindah ke UNWIKU Purwokerto sejak semester 2. 

Semasa muda ia belajar ilmu hikmah kepada KH Hamzah yang sekaligus kakek dan menantu dari KH Abdul Fatah dari putri pertamanya, Hj Umu Kultsum. Ia menuntut ilmu kajian kitab Sulam at-Taufiq, al-Taqrib, Daqoiq al-Akhbar, al-Usfurriyah, Qothru al-Ghois sampai Tafsir Jalalain pada KH Ahmad Dailimi. 

Dalam perjalananya menuntut ilmu, ia juga berguru kepada paman dari ibunya, di Lasem. KH Ahmadi adalah guru ilmu tata bahasa arab, ilmu Nahwu. Kemudian kepada Kiai Muhammad Azizi yang juga pamannya, dirinya belajar shorof dan Nashoih al- Ibad. 

Muhammadiyah Asli

Gus Najib juga belajar banyak dari seorang kiai dari Yogyakarta. KH Ali Maksum, Krapyak adalah salah seorang guru ia dalam belajar shorof selama 5 hari. Ketika mengaji di Jember, Gus Najib menuntut ilmu kepada KH Ahmad Shiddiq. Ia mengaji kitab tasawuf Riyadh as-Sholihin, Al-Siyasah as-Sariyah. 





Muhammadiyah Asli

Dalam tata bahasa Arab, ia juga belajar kepada KH Durmuji Ibrahim, Lirap, Kebumen, di Pondok Pesantren Nahwu-Shorof; dan kepada KH Ahmad Abdul Haq, Watu Congol Magelang, di mana ia belajar mondok Ramadhan sewaktu kecil. 

Setelah ayahnya meninggal, ia meneruskan perjuangan untuk mengurus dan membimbing jamaah sebagai Mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah. Dalam pengetahuan ilmu tauhid, ia juga belajar kepada Syeikh Masud, Kawunganten, Cilacap. Tentang ilmu tauhid, kitab Al-Dasuqy Ummul Al-Baroghin. 

KH M Najib pernah belajar kepada Maulana Arsyad Ubaid, Maulana Abdurruhman, dan Maulana Musa di Jam’iyah Al-Asrofiyah Lahore, Pakistan. Ia mengaji ilmu hadist dan ilmu mantiq. Di Lahore pula, Gus Najib belajar Al-Quran kepada Qori Syarif. 

KH Hamid Baidhowi dan KH Mujtahidi adalah dua guru mengaji Al-Luma lil Imam As-Syairozi, Usul Fiqih. Kepada Abuya Dimyathi, Banten, Gus Najib belajar Ihya Ulum ad-ddin, Awarifu al-Maarif, kitab Syamsiyyah, Tafsir Al-Baidhowi, Tafsir Khozin, Shohih Muslim, Bukhori, Ibnu Majah, Al-Ithqon Fi Ulumil Quran, Manaru al-Huda, al-Asyr Fi Qiroat al- Asyr, al-taisir(Qiroah Sabah), kitab Bahjah, kitab Jabrul Kasar, Mafakhir al- Aliyyah, Al-Mushtashfa, Ushul Fiqh. 

*

Gus Najib adalah sosok yang gemar berorganisasi. Pada tahun 1984 - 1986, ia menjabat sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988 Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988, ia masuk dalam kepengurusan DPP II KNPI Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1996-1998, menjabat sebagai Sekjen DPC PPP Kabupaten Banjarnegara. 

Jabatan lainnya tahun 1999 sebagai Ketua DKC Garda Bangsa Banjarnegara. Pada tahun 1999-2012, ia masuk sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kabupaten Banjarnegara. Tahun 2002-2012, ia Ketua DPC PKB Kabupaten Banjarnegara. Pada tahun 2012-2017, sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah.  

Kiai Najib yang kokoh dengan metode pendekatan pendidikan salaf, yaitu identik dengan penyampaian ceplas-ceplos (blak-blakan) untuk pendidikan akidah. Pendekatan pendidikan yang ia terapkan dan sampaikan cenderung apa adanya. Hal ini dinilai baik dari sisi pendidikan karakter, sehingga akar kesantrian juga akidah akan kokoh dan tertanam sampai murid usai belajar di pesantren.

Pendekatan pembelajaran tersebut jika diangkat dalam suatu penelitian maka akan terlihat sedikit keras, tapi justru menanamkan karakter yang baik bagi santri, apalagi saat di bangku kuliah nanti yang berbagai macam pelajaran didapat, khususnya studi keagamaan (keislaman). 

Ia sering memberikan nasihat kepada murid-muridnya, “Kalau kelak kalian pulang dari pesantren, walaupun kalian alim, jangan sekali-kali ingin dihormati. Dan hormatilah orang-orang yang sudah memperjuangkan agama terlebih dahulu di desamu.”

Sosok yang disegani itu telah wafat dengan tenang pada usia 51 tahun, Selasa (2/1) pukul 17.00 WIB di rumah duka Jl S Parman, Km 3, Komplek Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah, Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Sekitar dua minggu sebelum wafat ia berpesan kepada pengurus pondok, “Hormatilah dan muliakanlah gurumu. Kelak hidupmu akan mulia. Contohlah seperti Mbah KH Hasyim As’ary. Akan tetapi, selain memuliakan, kalian juga harus pintar.”

Selain itu pesan Gus Najid pada saat yang sama adalah, ”Kalian juga harus memuliakan tamu dengan cara bertanya dan menjamu seperti yang dilakukan Mbah dan Abah dulu. Insyaallah anak turun kalian tidak akan kekurangan makanan.”

Gus Najib meninggalkan istri Ny Nur Laely Hikmawati dan tiga putra yaitu Tamlikho Tajun Nuhudh, Maksal Mina Fathun Nuhudh dan Syakira Zahiyatal Anjumi.

Tak berlebihan rasanya bahwa kelak semua orang tetap akan mengenang dirinya, perjuangannya, dan pengabdianya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, Anti Hoax, Olahraga Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Februari 2018

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pada tingkat global, saat ini agama yang mengalami pertumbuhan paling cepat adalah agama Islam. Namun disisi lain, perkembangan yang cepat tersebut telah menyebabkan terjadinya shock pada umat Islam. Dalam menghadapi situasi baru ini, perlu pendekatan dakwah baru yang lebih cocok.

Demikian diungkapkan oleh Khatib Aam PBNU Prof. Dr. Nasaruddin Umar  dalam acara workshop Revitalisasi Peran NU sebagai Gerakan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamiin di Wisma Haji Jakarta, Senin.

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Baru, Perlu Strategi Dakwah Baru

Secara teologis, umat Islam Indonesia yang dalam sejarahnya banyak menggunakan pendekatan jabariah atau percaya pada takdir kini dihadapkan pada pandangan muktazilah yang sangat rasional. “Saat ini muballigh mana yang diikuti di TV, banyak umat yang kebingungan,” paparnya.

Pengamalan agama yang dulunya sangat berorientasi pada fikih juga mengalami perubahan. Kini banyak orang yang lebih mengikuti pendekatan spiritualisme atau yang penting bertuhan, tak perlu agama atau agama apa saja sama serta ajaran semacamnya.

Agama kini juga bukan lagi pengatur segalanya. Jika zaman dahulu semua hal diatur oleh ajaran agama atau religiousness. Kini pendekatannya berubah menjadi religious mindedness. Orang memiliki kebebasan dan peran agama menjadi sangat berkurang.

Jika pada zaman dahulu orang sangat berorientasi pada teks al Qur’an, kini masyarakat mulai berfikir ke arah konteks. Pendekatan hermenetika berkembang untuk memaknai kitab suci. “NU menolak hermenetika karena kalau salah dalam menafsirkannya bisa berbahaya,” tandasnya.

Muhammadiyah Asli

Menurut Nasaruddin, jika semua ajaran agama dimaknai secara sembarangan nantinya akan kehilangan warna asli Islam. “Rasionalisasi yang berlebihan juga akan menurunkan agama sekedar menjadi ajaran filsafat,” paparnya.

Secara kultural, warga NU juga mengalami shock. Jika dahulu, lebih berorientasi pada elit pesantren, kini terjadi perubahan dengan kecenderungan orientasi pada elit kampus. “Kalau kyai yang ngasih ijasah kan Allah, tapi dalam pekerjaan formal diperlukan mereka yang memiliki ijasah,” tandasnya.

Hal yang sama juga terjadi dalam aspek kepemimpinan. Pada masa lalu, Lingkungan NU bersandar pada kepemimpinan kharismatik. Namun sekarang terjadi perubahan kebutuhan dengan dibutuhkannya para manajer professional.

Muhammadiyah Asli

“Perubahan-perubahan ini harus diantisipasi oleh LDNU. Harus dibuat visi, misi, nilai, dan strategi baru dalam menjalankan dakwahnya agar sesuai dengan konteks zaman,” imbuhnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Makam, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Brebes, Muhammadiyah Asli. PBNU berpendapat bahwa penggunaan alat bantu penglihatan dalam melaksanakan rukyah dimungkinkan dengan ketentuan alat tersebut hanya membantu memperjelas pandangan mata bukan memantulkan dan posisi hilal diatas ufuk.

Demikian dikatakan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masyhuri Naim dihadapan peserta silaturrahmi nasional ahli hisab dan rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU, Sabtu (7/9).

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara para ahli rukyah dan hisab NU dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan pada tahun 1994 dan kemudian dikukuhkan melalui SK PBNU No. 311/A;II;03/I/94 dengan ketentuan tinggi hilal minimal 2 derajat, lama hilal 8 jam dan azimuth atau jarak matahari dan bulan 3 derajat.

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

“Kesakasian hilal dengan menggunakan teropong juga harus bisa dilihat dengan mata telanjang karena apa yang dilihat teropong tidak ada bedanya dengan apa yang dilihat dengan mata telanjang,” tandasnya.

Demikian pula, dimungkinkan juga melihat hilal secara tidak langsung, tetapi direkam dan kemudian dilihat ulang. Namun harus terdapat saksi lain yang melihat secara langsung.

“Ini untuk menghindari adanya rekayasa munculnya hilal, misalnya merubah gambar atau menggunakan hasil rekaman bulan sebelumnya,” paparnya.

Muhammadiyah Asli

Tentang adanya batasan hilal harus diatas ufuk, Kiai Masyhuri menjelaskan bahwa ketentuan imkanurrukyah atau batas minimal hilal dapat dilihat terjadi sesat setelah ijtima’ terjadi atau tidak mungkin hilal bisa dilihat dibawah ufuk. (mkf)

Muhammadiyah Asli



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Kyai Muhammadiyah Asli

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Kudus, Muhammadiyah Asli. Setelah menerima SK pengesahan dari Pimpinan Pusat (PP), pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus langsung bergerak membangun konsolidasi dan menyiapkan pengkaderan. Dalam rapat koordinasi pengurus di Kantor NU Kudus, Sabtu (18/4) kemarin, mereka mempersiapkan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kudus.

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Menurut sekretaris PC GP Ansor Kudus Suparno, program pengkaderan ini merupakan amanat pengurus cabang yang harus dilaksanakan dalam waktu satu tahun ini. Tidak hanya itu, pengkaderan ini adalah program prioritas yang menjadi prasarat akreditasi organisasi yang akan dilakukan Pimpinan Pusat terhadap semua PC GP Ansor.

"Karenanya, masa kepengurusan ini kita upayakan semua PAC sudah melaksanakan PKD Ansor dan Diklatsar Banser. Kita jadwalkan mulai awal Mei ini hingga Agustus," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pada rapat yang dihadiri juga pembina Ansor H Asyrofi Masyito ini, ? Ansor Kudus juga membentuk tim pelatih kaderisasi guna menangani pelaksanaan PKD. Tim kaderisasi ini beranggotakan alumni Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) ? dengan ketua Supriyono.

"Sebelumnya, tim akan dibekali melalui pelatihan instruktur yang rencananya diadakan 26 April di kediaman Ketua Umum PP GP Ansor di Mejobo," terang Suparno.

Muhammadiyah Asli

Sementara dalam pengarahannya, H Asyrofi mengatakan, Ansor memiliki peran sebagai di tengah-tengah dalam membangun kaderisasi NU. Di satu sisi, mempunyai tanggung jawab mengatrol kader IPNU, di sisi lain menyiapkan kaderisasi di tubuh NU.

"Berada di tengah itu memang berat sehingga bila berhasil mencetak kader itu sangat luar biasa. Makanya, Ansor sekarang harus mampu mencetak sejarah membangun kaderisasi Ansor dan NU," tegasnya penuh harap. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Khutbah, Anti Hoax, Nasional Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Brebes, Muhammadiyah Asli. Untuk mendukung kesuksesan Pemilu Legislatif 2014, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, melakukan doa bersama sukses pemilu. Doa bersama dilantunkan bersamaan dengan pengajian rutin Jamiyah Rijalul Ansor.

“Sebagai pemuda, kami ingin pemilu legislatif berjalan sukses,” kata Ketua PAC GP Ansor Brebes Moh Subkhan usai pengajian rutin di masjid Kelurahan Pasarbatang Brebes, Ahad (6/4).

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Subkhan mengajak kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di wilayah kecamatan Brebes untuk memberitahu kepada warga disekitarnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara dan menggunakan hak pilihnya. “Kita berkwajiban ngoprak-ngoprak (mengajak, red) warga agar mendatangi TPS guna mencoblos,” kata Subkhan.

Muhammadiyah Asli

Lebih jauh dia menjelaskan, Jamiyah Rijalul Ansor merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PAC Ansor secara bergilir. Meskipun dilaksanakan setiap bulan sekali dengan cara berkeliling ke 23 desa di Kecamatan Brebes sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Baik informasi intern organisasi maupun ekstern organisasi.

Pemilu yang merupakan hajat negara dan pesta rakyat, dalam pandangan jamiyah Rijalul Ansor sangat penting dan perlu dibahas serta di sukseskan. Sehingga dalam kesempatan tersebut, penting dan mudlaratnya pemilu menjadi bahasan yang hangat dan mendapat tanggapan serius dari seluruh anggota jamiyah rijalul ansor.

Muhammadiyah Asli

Anggota Jamiyah Rijalul Ansor tingkat PAC, diikuti seluruh pengurus PAC dan Pengurus Ranting (PR) se Sekecamatan Brebes. Sedangkan ditingkat desa atau kelurahan, Jamiyah Rijalul Ansor diikuti para pengurus dan anggota di desa atau kelurahan tersebut.

Fauzan Amin, salah seorang anggota Jamiyah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena bisa menambah wawasan dan saling bertukar informasi serta menjalin silaturahmi. “Banyak manfaat yang bisa digali dari kegiatan Jamiyah Rijalul Ansor,” ungkapnya.? (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Kajian Sunnah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Selasa, 23 Januari 2018

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik

Jakarta, Muhammadiyah Asli?



Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K- Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Ansori meminta manajemen organisasi buruh harus baik guna memperkuat gerakan Sarbumusi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik

Syaiful di Jakarta, Senin (21/8) bersyukur kepengurusan Sarbumusi NU di lima kabupaten/kota di wilayah tersebut telah dikukuhkan oleh Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Buruh DPP K-Sarbumusi NU Handoko.

"Alhamdulillah, Sarbumusi NU telah ada di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram dan Dompu," ujar Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Eko Darwanto.

Dengan terbentuknya organisasi buruh NU di NTB, Syaiful mengingatkan jajaran pengurus untuk berkiprah positif, memberbanyak anggota, serta menjalin hubungan baik dengan PWNU, PCNU dan semua badan otonom dan lembaga-lembaga NU di semua tingkatan.

"DPP K Sarbumusi NU berharap anggota-anggota kami di NTB untuk memperkuat advokasi hukum bagi buruh. Menjalankan iuran anggota serta berani tampil menjadi bagian dewan pengupahan," kata Syaiful lagi.

Muhammadiyah Asli

Harapan tersebut, kata dia lagi, sesuai dengan keinginan Ketua PWNU NTB ? KH Achmad Taqiuddin agar buruh NU di NTB turut mengembalikan kejayaan dan kebesaran Sarbumusi NU yang sempat memiliki 2,5 juta anggota dan menjadi garda terdepan perjuangan buruh Indonesia.?

Hal tersebut sangat memungkinkan sehubungan Bupati Lombok Barat Barat Fauzan Khalid telah menyatakan kegembiraannya dan berjanji akan senantiasa menjaga hubungan baik antara buruh dan pemerintah, demikian Syaiful Bahri Ansori. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Cerita, Ahlussunnah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur menyatakan keprihatinannya melihat aksi-aksi intoleran yang belakangan marak. Menurutnya, para pelaku aksi intoleransi kadang mengatasnamakan Pancasila untuk aksi intoleransinya itu.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Tafsirkan Pancasila secara Sempit

Ia melihat adanya kesalahpahaman di kalangan pemuda terutama dalam hal berbangsa dan bernegara. Kesalahpahaman ini, menurutnya, dipicu oleh kurang maksimalnya transfer pengetahuan kebangsaan atau tidak menyebar secara merata di kalangan generasi muda saat ini.

“Tidak heran kalau itu penyebabnya banyak orang menafsirkan Pancasila secara sempit,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik menegaskan, banyak anak bangsa sekarang tercerabut dari akar historis Pancasila. Mereka kehilangan arah.

Muhammadiyah Asli

“Mereka melakukan praktik-praktik sosial dan politik yang jauh dari cita-cita persatuan dan semangat keadilan sosial yang digariskan para pendiri bangsa Indonesia,” kata Chrisman.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, Anti Hoax, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XIII KSPP Syariah BMTNU Jawa Timur berlangsung di Aula STAIN Pamekasan, Sabtu (14/1). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota BMTNU yang ada di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Manajer BMTNU area Sampang dan Pamekasan Zainal Abidin menegaskan, RAT bertujuan sebagai bahan evaluasi serta pijakan dasar dalam menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Sampang-Pamekasan Gelar Rapat Anggota Tahunan

"Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengelolaan dan keuangan koperasi yang marketable dan transparan sebagaimana amanat UU Koperasi," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Diterangkan, karena waktu yang tidak memungkinkan jika RAT digelar di masing-masing BMTNU kecamatan, maka disiasati dengan penggabungan area Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, terpilih sebagai ketua sidang.

Ra Hasan disepakati sebagai pimpinan sidang oleh ratusan pengurus dan anggota BMTNU area cabang Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Dia merupakan delegasi BMTNU Camplong, Sampang. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Pati, Muhammadiyah Asli. Selain materi pokok kaderisasi, PAC GP Ansor Sokolilo kabupaten Pati memasukkan dalam pelatihan kader dasar (PKD) pembahasan jatuhnya harga padi pascabanjir di Jawa Tengah. GP Ansor Sukolilo menginginkan 150 peserta PKD Ansor untuk terlibat dalam memecahkan masalah konkret di masyarakat.

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Kaji Anjloknya Harga Padi Pascabanjir

Di pesantren Maslakul Ridwan, Sukolilo, Sabtu-Ahad (8-9/2), peserta PKD Ansor menilai anjloknya harga padi pascabanjir menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah banjir.

Padi warga dihargai dengan harga rendah. Para tengulak kemudian menjual kembali padi warga kepada pengepul dengan harga tinggi. Kenyataan ini mendorong pengurus GP Ansor Sukolilo untuk membahas dalam PKD dan menindaklanjutinya.

Muhammadiyah Asli

“Alhamdulillah, setelah pelatihan ini saya mempunyai wawasan yang banyak. Utamanya tentang perekonomian khusunya bagaimana memasarkan padi saya agar harganya tidak jatuh,” demikian dinyatakan seorang peserta PKD Moh Syamsul Arifin. (M Sultan Agung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, AlaNu, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Biar Ceramah Menarik, Ini Tips dari Gus Dur

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Kemampuan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di dalam dunia tulis-menulis tidak perlu diragukan lagi. Begitupun kepiawaiannya di dalam berceramah atau berpidato. Ceramah yang disampaikan Gus Dur selalu menarik siapapun pendengarnya.

Salah satu hal yang membuat orang asyik mendengarkan Gus Dur bicara adalah guyonan yang diselipkan di dalam materi. Tetapi ternyata, ada resep yang digunakan Gus Dur agar orang terus mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Biar Ceramah Menarik, Ini Tips dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Biar Ceramah Menarik, Ini Tips dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Biar Ceramah Menarik, Ini Tips dari Gus Dur

Terkait hal itu, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq suatu saat pernah bertanya kepada Gus Dur agar ceramah yang disampaikan itu menarik.

“Kenapa tema-tema ceramah Gus Dur menarik?” cerita Kang Maman saat mengisi acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari terakhir yang diselenggarakan atas kerja sama LD PBNU dan Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Kamis (1/6).

Muhammadiyah Asli

“Kalau ceramah di depan para politisi, temanya tentang tasawuf. Kalau ceramahnya di depan ekonom, temanya tentang agama,” kata Kang Maman menirukan Gus Dur.

Muhammadiyah Asli

Dari situ, imbuh Kang Maman, ceramah akan menarik jika para penceramah mengetahui karakteristik para pendengarnya. Selain itu, penceramah juga harus menguasai teknik-teknik dan metode penyampaian di dalam menyampaikan ceramah. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Sabtu, 06 Januari 2018

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Senin (20/1/2014) pukul 16.25 WIB, KH Amirullah Ilyas telah pulang ke Rahmatullah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH Zaini Sulaiman, KH Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan masjid Al-Husniyah.

“Semasa hidupnya almarhum dikenal gigih memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Saya menjadi ketua sementara almarhum jadi sekretaris. Lalu beliau menjadi wakil dan bahkan Ketua di banyak organisasi di Tubuh NU. Sejak tingkat Ranting sampai Wilayah Provinsi DKI Jakarta Raya. Almarhum adalah orang baik, orang baik, orang baik,” ucap KH. Hasbullah Amin saat memberikan kesaksian serta melepas kepergian almarhum.

Selain sosok yang gigih dan ulet dalam memperjuangkan Islam Aswaja, KH Amirullah Ilyas juga seorang aktivis organisasi yang ulet. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di bawah naungan NU pernah ia ikuti. Bahkan seringkali ia menjadi penentu dari putaran roda organisasi tersebut. Beliau pernah menjadi ketua IPNU Cabang Pulo Gadung (1962-1965), Ketua Ranting merangkap Ketua Bidang Pendidikan GP.Ansor Cab.Pulogadung (1965-1969), Ketua GP Ansor Cab.Pulogadung sekaligus Sekretaris Partai NU Cab. Pulogadung (1975-1984), Ketua GP Ansor Cab. Cakung (1977-1979), Sekretaris PCNU Cakung (1979-1984), Ketua PCNU Jakarta Timur sekaligus dilantik di Graha Purna Yudha dalam jajaran Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Hingga saat ini, semua SK Organisasi di bawah bendera NU yang pernah beliau masuki sejak tahun 1959 masih tersimpan dengan rapi. Hal itu menjadi salah satu bukti betapa cintanya KH Amirullah pada NU. Saking cintanya pada NU dan organisasi yang dia pimpin, KH Amirullah Ilyas pernah mengundurkan diri dari jabatan PNS di lingkungan Pengadilan Agama Istimewa Jakarta Raya. Hal itu beliau lakukan agar beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi Organisasi dan NU. Nyata sekali bahwa KH Amirullah lebih memprioritaskan perjuangan yang tak jarang menuntut pengorbanan dibanding kenyamanan finansial yang seringkali melenakan.

Di mata keluarga, KH Amirullah Ilyas adalah sosok yang sangat penyayang namun tetap tegas dan disiplin. Terlebih dalam mendidik serta menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada putra-putrinya. Mungkin ini adalah buah dari kedekatan beliau dengan para ulama dan Habaib. Putra-putrinya dimasukkan dimasukkan sekolah umum, namun wajib masuk Madrasah Diniyah.

“Sejak pertama kali ada televisi, kami diperbolehkan menonton. Tapi jika sudah mau masuk waktu maghrib, TV wajib dimatikan. Kami juga diharuskan shalat berjamaah. Setelah solat kami harus mengaji Al-Qur’an. Baru setelah itu mempelajari pelajaran di sekolah atau madrasah. Aturan ini berlaku hingga akhir hayat beliau.” Kata salah satu putra Kiai Amirullah Ilyas.

Amirul mukminin Umar ibn al-Khattab pernah berkata, bahwa seorang lelaki yang berani meremehkan solatnya maka dalam urusan lainnya ia akan lebih berani meremehkannya. Mafhum mukhalafah atau pemahaman terbaliknya, seorang lelaki yang bisa menjaga solatnya dengan baik maka dalam urusan lain ia akan lebih bisa menjaga dengan baik. Dalam masalah ini kita bisa meneladani sikap KH Amirullah.

Muhammadiyah Asli

Seperti dikatakan istrinya, KH Amirullah Ilyas sangat menjaga urusan sholat. Baik saat berada di rumah maupun saat berada di dalam perjalanan. Beliau juga secara istiqomah menjalankan sunnah Nabi SAW, bangun malam sebelum fajar untuk menjalankan solat malam. Juga berdzikir serta meminta ampunan pada Allah. Salah satu amalan sunnah yang pelakunya akan dikaruniai Allah? Swt. derajat mulia dan posisi terpuji.

Di detik-detik akhir hidupnya, Kiai Amirullah? memanggil istri dan semua putra-putrinya. Ia lalu meminta maaf kepada semuanya atas segala kekhilafan yang pernah dia lakukan. Kiai Amirullah lalu meminta dihadapkan ke arah kiblat. Terdengar lirih lisannya mengucapkan kalimah syahadat. Dan seutas senyum tersungging di bibirnya saat ia berangkat menemui pencipta dan pemiliknya. (Ahmad Rofiq/Anam)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rijalul Ansor Kota Tasik Deklarasikan Densus 26

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli

Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kota Tasikmalaya mendeklrasikan terbentuknya Densus 26 di Kompleks Pondok Pesantren Condong, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (17/1).

Rijalul Ansor Kota Tasik Deklarasikan Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Kota Tasik Deklarasikan Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Kota Tasik Deklarasikan Densus 26

Kegiatan ini menghadirkan penyusun kitab Al-Muqtathafat li Ahlil Bidayat, KH Marzuki Mustamar yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur. Kitab Al-Muqtathafat li Ahlil Bidayat yang mengulas bantahan terhadap tuduhan salah atas amaliyah NU itu dikupas oleh Kiai Marzuki.

Ulasan termasuk meliputi tradisi ritual seperti tahlilan, haul, upacara selamatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nabi, qunut pada shalat subuh, dan lainnya. Kiai Marzuki menegaskan bahwa tradisi tersebut tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Rasulullah SAW.

Muhammadiyah Asli

KH Marzuki pun menegaskan dalam kitab tersebut semua dikupas tuntas dengan dasar hukumnya dan dipersilakan menjadi panduan bagi dai-dai muda NU untuk disampaikan kepada masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Ketua Rijalul Ansor Kota Tasikmalaya, Ajengan Bubung Nizar mengatakan, bagi warga NU Tasikmalaya dirasa ketinggalan mengenal kitab tersebut. Sejak 2010 ia sudah mengajinya dan sekarang bisa diimplementasikan dalam menangkal radikalisme.

"Rijalul Ansor Kota Tasikmalaya sudah mempersiapkan 100 dai Aswaja. Dari 10 kecamatan, 10 dai akan ditempa oleh kitab Al-Muqtathafat lil ahlil Bidayat. Nanti kami bersama PCNU melakukan pendidikan lanjutan," ujarnya.

Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya sangat mengapresiasi acara ini dan tugas PCNU sekarang bagaimana menerjemahkan kitab tersebut agar mudah dipahami oleh masyarakat awam. (Nurjani/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

Khalifah Kami

Oleh Ibnu Mughni Labib







Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Khalifah Kami

Di hari ini,

Di Pondok Tremas yang kami cintai.

Muhammadiyah Asli

Datang bak seorang malaikat,

Yang datang bagai merpati.

Dengan anggun mengobati gerah hati ini,

Muhammadiyah Asli

Akibat air bah yang mertamu di pondok kami.

Dengan semangatnya memacu energi kami,

Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.

Kucium semerbak harum akan pengabdian sejati,

Beliaulah khalifah negeri ini.

Bukan negeri Islam yang pasti, tapi negeri yang penuh cinta, warna dan budaya.

Beliaulah khalifah kami, pemimpin kami,

Beliaulah Bapak Jokowi





Penulis adalah santri di Pesantren Tremas Pacitan. Puisi tersebut dibacakan penulisnya di hadapan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke pesantren tersebut, beberapa waktu lalu

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Daerah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Malang, Muhammadiyah Asli. Warga NU diharapkan lebih hati-hati dan teliti dalam menggunakan logo Nahdlatul Ulama yang beredar di khalayak utamanya di dunia maya.?

Pasalnya, kini sudah ditemukan ada tulisan Nahdlatul Ulama mengalami kesalahan, khususnya pada tulisan Arab yang melintasi gambar bumi pada logo tersebut. Dalam tulisan itu, kata Nahdlatul Ulama yang seharusnya huruf ‘lam’ pada kata itu langsung bersambung dengan huruf ‘ain’. Akan tetapi, pada logo yang salah tersebut, tertulis ‘lam alif’, sehingga jika dibaca, tulisan itu akan terbaca sebagai ‘Nahdlatulaa Ulama’.

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Mujiharto, kepala MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo Karangploso Malang, Sabtu (27/4) menyatakan sebenarnya, ia menemukan penggunaan logo yang salah itu pada beberapa blog dan website komunitas NU.?

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya, kami sudah lama menemukan pemakaian logo salah tersebut di facebook KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) Universitas Islam Lampung, tapi baru kali ini saya bisa meminta konfirmasi,” ungkapnya.

Di dunia maya, logo yang salah tersebut sudah banyak beredar, utamanya di situs jejaring sosial. Diantara yang telah ditemukan Mujiharto, ialah logo yang digunakan oleh facebook PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan situs blog di www.beasiswa-muslim.blogspot.com.?

Muhammadiyah Asli

“Diantaranya, saya telah menemukan beberapa facebook seperti: PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan KMNU Unila. Tapi yang Wonosobo sudah kami minta konfirmasi, dan menyadari bahwa telah terjadi kesalahan. Sedangkan yang berupa blog adalah blog beasiswa muslim ke Saudi Arabia,” katanya saat dimintai keterangan di kantor MTs Nahdlatul Ulama Karangploso.

Selain itu, ternyata logo salah tersebut juga telah dipakai di sebuah acara jamaah maulid di kota Batu Jawa Timur yang diadakan oleh jamaah maulid Riyadlul Jannah bekerja sama dengan PCNU Kota Batu Jawa Timur.?

“Saya melihat logo yang dipakai panitia pada surat undangan yang disebarkan pada masyarakat umum dan banner panggung adalah salah, dengan kesalahan yang sama,” paparnya.?

Setalah diteliti baik-baik bersama, rupanya logo itu ada kemiripan dengan logo Partai Persatuan Nahdlatul Ummat Indonesia (PPNUI).?

“Mungkin ini adalah modifikasi dari logo PPNUI ini,” tutur kepala madrasah kelahiran Trenggalek itu.

Namun, ketika ditanya, adakah kemungkinan bahwa kesalahan itu ada unsur kesengajaan, ia tidak bisa memastikan.?

“Kalau masalah ada pihak yang secara sengaja melakukannya atau tidak, saya tidak bisa memastikan.”?

Demikian pula ketika ditanya, apakah sebelum ini ia telah melaporkan pada tokoh-tokoh atau pengurus NU setempat, ia menjawab belum.?

“Saya belum melaporkannya pada pengurus NU sebelum ini, ini adalah pertama kalinya saya melaporkan.”?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Pahlawan, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 Desember 2017

Bawa HP ke Masjid

Dua orang santri polos sedang berlibur di daerah Gunung Kidul. Sebut saja namanya Jono dan Udin.? Kebetulan hari itu adalah hari Jumat. Hari dimana umat Islam melaksanakan kewajiban Shalat Jumat.

Namun yang satu ini unik. Pasalnya Jono dan Udin ragu ketika hendak melaksanakan Sembahyang dua rakaat berjamaah itu.

Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa HP ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa HP ke Masjid

Di Sebuah masjid yang Jono dan Udin hendak mengikuti jamaah shalat, sang khotib sedang fasih-fasihnya berdalil, sementara mereka malah sibuk berdiskusi.

Muhammadiyah Asli

Udin: Jon, ketoke dewe rasido Jumatan iki (Jon, kayaknya kita bakal gak jadi sembahyang Jumatan ini).

Jono: Loh, kok?

Udin: Iyo, aku wedi Jon (Iya, saya takut Jon).

Muhammadiyah Asli

Jono: Kok wedi? Ga ono Teroris kok wedi (Kok takut? Gak ada teroris kok takut).

Udin: Aku wedi di pateni Jon (Saya takut dibunuh Jon).

Jono: Maksudmu !!!

Udin: iku lho, deloken nang tembok ono tulisan, "Ingkang betho HP nyuwun tulung dipateni" (Itu lho lihat di dinding ada tulisan "Bagi yang bawa HP mohon dimatikan).

Jono: Wah, hoo din, aku yo gowo HP, waduh piye iki? Mlayu wae din timbang dewe mampang ndek koran (Wah, iya din, saya juga bawa HP, waduh, gimana ini? Lari aja yuk, daripada kita mampang di koran).

(Anwar Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, Muhammadiyah Asli?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

Muhammadiyah Asli

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Anti Hoax, Hikmah Muhammadiyah Asli

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern

Imam Syafii berkata bahwa bentuk jahiliyah pada masa pra Islam ada dua, pertama? mereka yang mengaku punya kitab (ahlul kitab) namun mereka telah mengubah sebagian besar hukum-hukumnya, serta mencampurkan kebernaran dengan kepalsuan. Kedua, adalah orang-orang yang mengingkari Allah. Dengan tangannya sendiri dibuatnya batu dan kayu menjadi patung lalu disembahnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alhamdulillah segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kenikmatan paling mahal berupa ketaqwaan, keimanan dan keamanan. Marilah kita bersama-sama menambahkan rasa taqwa kita kepada Allah swt. agar dalam kehidupan kita kini dan nanti selalu dianugerahi hidayah-Nya.

Rasa syukur juga harus dipanjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan kita keimanan dan keamanan di Indnesia ini. Iman sebagai modal kesuksesan hidup diakhirat dan keamanan menjadi pokok utama kehidupan di dunia. Inilah yang selalu kita minta dalam do’a kita ‘Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah’.

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Manjaga Diri dari Jahiliyah Modern

Keimanan dan keamanan adalah dua hal yang saling mendukung. Keamanan secara fisik sebagaimana yang diberikan Allah swt kepada bangsa ini, harus kita sykuri bersama. Bentuk syukur itu tertuangkan dalam usaha kita menjaga kemanan dan selalu mengisinya dengan berbagai hal positif yang mampu mendorong nilai-nilai keimanan kita. Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan kondisi yang aman dan damai ini. Marilah kita isi dengan segala kegiatan dan pekerjaan yang bersifat ubudiyah, yaitu pekerjaan kita sertai dengan niat lillahi Ta’ala. Meskipun kegiatan itu terlihat sangat duniawi berangkat ke kantor, berdagang di pasar hingga kerjabakti mingguan. Semua itu bernilai ibadah dan diganjar dengan pahala Allah swt jika diniatkan sebagai ibadah. Apalagi pekerjaan-pekerjaan yang secara lahiriah menjadi sunnah Rasulullah saw secara otomatis pastilah menjadi ibadah.

Diantara karakter pekerjaan bernilai ubudiyah adalah 1) tidak melanggar norma agama, 2) membawa kemaslahatan bersama, 3) tidak merugikan pribadi atau kelompok tertentu. ? Inilah makna lain dari ahlussunnah wal jama’ah yaitu beramal sesuai dengan sunnah dan juga mempertimbangkan kepentingan bersama. Tidak mementingkan diri sendiri, kelompok atupun golongan.

Muhammadiyah Asli

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Demikian hubungan antara keamanan dan keimanan. Bayangkan bagaimanakah nasib saudara kita yang ada di Suriah dan Irak, dapatkah mereka beribadah dengan tenang? shalat jum’at dengan nyaman? Apabila di luaran sana saudara-saudara yang mengaku se-agama mengancam keamanan mereka, hanya demi kepentingan satu kelompok saja! Sungguh di luar ahlussunnah wal jama’ah adalah kelompok-kelompok yang tidak patut dihormati, sebagaimana mereka yang mengaku ahlussunnah wal jama’ah tetapi tidak memperdulikan nilai-nilai kebersamaan. Na’uzdubillahi min dzalik.

Muhammadiyah Asli

Demikianlah kondisi Arab Jahiliyah sebelum kedatangan Islam. Mereka hidup dengan membanggakan suku dan kelompoknya masing-masing. Mereka kaum Jahiliyah memiliki Fanatisme yang tinggi, siapapun diluar suku mereka harus ditaklukkan. Tidak peduli siapa yang benar dan siapa yang salah. Dalam hal keimanan masyarakat Jahiliyah lebih suka bersekutu dengan kemusyrikan meskipun telah datang kepada mereka wahyu ketauhidan yang dibawa oleh Nabi sebelum rasulullah saw. Mengenai hal ini Imam Syafi’i dalam Muqaddimah kitab ar-Risalah mengklasifikasikan kelompok Jahiliyah menjadi dua golongan.

Pertama, mereka yang mengaku punya kitab (ahlul kitab) namun mereka telah mengubah sebagian besar hukum-hukumnya, mengingkari nikmat dan petunjuk Allah swt di dalamnya, serta mencampurkan kebernaran yang Allah swt turunkan dengan kepalsuan yang mereka ada-adakan. Demikian sebagaimana Allah singgung dalam Ali Imran ayat 78:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

Dan yang lebih parah dari itu, mereka suka menilai salah kepada kelompok lainnya, bahkan mereka mengaggap yang lain kafir dan merasa dirinya paling beriman. Padahal hati kecil mereka tahu akan kebenaran yang sejati. Tetapi hati mereka terlanjur keras membeku dan malu untuk mengakui kebenaran kelompok lainnya. Surat An-nisa menggambarkannya demikian:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada berhala dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir lainnya, bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.?

Adapun golonga kedua, adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan membuat sesuatu yang tidak diizinkan-Nya. Dengan tangannya sendiri dibuatnya batu dan kayu menjadi patung. Diberinya nama-nama yang indah dan diangkatlah patung-patung itu sebagai tuhan yang disembah. Bila mana hati mereka merasa bosan, patung tuhan itu lalu dihancurkan dan dibuatlah patung yang baru dengan nama yang baru pula. Demikianlah tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan jahiliyah sebagaimana yang diwariskan oleh para pendahulu mereka, kata mereka:

?

? ? ?? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka"

Para Jama’ah yang Dirahmati Allah

Itulah dua kelompok Jahiliyah pada masa sebelum Islam datang. Satu kelompok dengan fanatisme tinggi disertai upaya memalsukan kebenaran, sedangkan satu kelompok lain tenggelam dalam kemusyrikan dan penuhanan benda-benda. Benih-benih ini tidaklah lenyap keseluruhan, malahan kini terlihat mulai bermunculan kembali dengan bentuk lain. Jahiliyah yang muncul di zaman modern ini memiliki karakter yang hampir sama. Fanatisme tinggi yang membuta tanpa disertai dengan ilmu. Menyalahkan dan menganggap diri paling benar, dan tidak segan-segan melakukan kekerasan demi kepentigan pribadi dan kelompok.

Minimnya pengetahuan ini menyebabkan mereka selalu gagal mencapai hikmah dai sari pati ayat-ayat al-Qur’an. Hanya dengan berbekal bacaan buku-buku terjemahan mereka menganggap diri mereka paling benar. Kitab-kitab hadits yang begitu menumpuk difahami melalui bahasa Indonesia. Mereka lupa bahwa hadits Rasulullah saw pada mulanya berbahasa Arab, dan yang mereka baca dan fahami merupakan hasil pikiran para penerjemah yang berlomba menerbitkan buku demi pasar dan uang. Dan yang lebih mengerikan sebagain dari mereka ini faham atas kesalahnnya tetapi malu untuk merubah haluanannya. Na’udzu billah min dzalik.

Inilah bentuk pemalsuan kitab di zaman modern. Tidak kata dan kalimatnya yang diubah tetapi pemahaman yang disederhanakan dan disesuaikan demi kepentingan. Kepentingan penerbitan, perdagangan dan pasar.

Adapun bentuk kejahiliyahan kedua yang kini sangat terasa adalah mempertuhankan tehnologi dan materi. Bagaimana seseorang pada zaman sekarang ini tidak merasa nyaman dan aman kehidupannya tanpa ada tehnologi. Bagaimana kegusaran seorang pemuda yang gadgetnya tertinggal di rumah sedangkan ia dalam perjalanan. Seolah gadget itulah yang akan menyelamatkan perjalanannya. Tehnologi dan pengetahuan menjadi satu gantungan manusia modern yang posisinya hampir menggantikan tuhannya. Masyallah.

Jika demikian maka tugas mereka yang mengaku penerus Rasulullah saw pada zaman sekarang adalah mengembalikan ketuhidan, memerangi fanatisme buta dan kembali mentradisikan berfikir dan membaca keadaan sebagaimana diperintahkan dalam wahyu pertama iqra’..! bismi rabbikal ladzi khalaq,..bacalah segala macam pengetahuan dengan nama Allah swt Yang Maha Mencipta.

Demikianlah khutbah singkat jum’at kali ini semoga kita semua mendapat petunjuk-Nya amien

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ?

Khutbah II

?

?

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

?

?

?

? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Kiai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

Mataram, Muhammadiyah Asli - Panitia Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas mengatakan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai negara belum hadir untuk sektor pertanian. Upaya negara di sektor pertanian tidak cukup dengan distribusi lahan, tetapi juga penangan menyeluruh mulai dari pupuk, pemasaran, sampai kebijakan impor.

Hal ini disampaikan H Robikin yang juga Ketua PBNU ketika menyinggung isu distribusi lahan yang diangkat dalam foum Munas-Konbes NU 2017 pada jumpa pers di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram, Kamis (23/11) pagi.

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

“Monopoli lahan dilakukan oleh segelintir orang di Indonesia. Satu orang bisa memiliki lebih dari 5 hektare. Sementara para petani memiliki sebidang tanah kecil kurang dari 2 hektare. Di sini pemerintah tidak hadir,” kata Robikin.

Pertanian ini masalah yang cukup kompleks. Meskipun demikian, masalah distribusi lahan juga harus dikaji dengan serius di samping masalah lainnya.

Muhammadiyah Asli

“Distribusi lahan tak cukup. Perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Kalau pemerintah serius, pemerintah harus juga hadir di bidang pertanian,” kata Robikin.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, skema impor juga mesti diatur. “Kenapa waktu petani panen, pemerintah justru malah mengambil kebijakan impor?” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, PonPes, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 19 November 2017

Surat Keberatan Pihak Keluarga Bisa Difasilitasi PBNU

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU KH Arwani Faisal menyarankan pihak keluarga Syekh Ihsan Jampes mengirimkan surat keberatan kepada pihak penerbit Darul Qutub Al-Ilmiyah, terkait penggantian nama pengarang kitab Sirajut Thalibin. Surat keberatan bisa difasilitasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).



Surat Keberatan Pihak Keluarga Bisa Difasilitasi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Keberatan Pihak Keluarga Bisa Difasilitasi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Keberatan Pihak Keluarga Bisa Difasilitasi PBNU

”Pihak keluarga bisa melakukan komplain ke Darul Kutub dan sepertinya bisa dengan stempel PBNU, karena memang dalam kitab asalnya kan ada kata pengantar dari pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari,” katanya dihubungi Muhammadiyah Asli di Jakarta, Senin (13/7).

Berita pembajakan kitab Sirajut Thalibin dua jilid karya ulama besar Nusantara Syekh Ihsan Jampes di situs ini, Senin (13/7) kemarin memang memicu reaksi beberapa pengurus NU.

Muhammadiyah Asli

Seperti diberitakan, kitab ini dibajak oleh penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon. Nama pengarangnya diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi, dan sambutan Syekh KH Hasyim Asy’ary dalam kitab asalnya dibuang.

Meurut KH Arwani Faisal, pihak LBM sebenarnya telah mengetahui ini sejak lama namun belum bisa memastikan informasi pembajakan ini karena belum mendapatkan kitabnya.

Muhammadiyah Asli

”Saya bahkan sempat menanyakan kepada perwakilan Darul Fiqr (penerbit kitab asli Sirajut Thalibin) yang berada di Jakarta, ini masih saudaranya penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah, sama-sama di Beirut. Dan pihak Darul Fiqr menyatakan mungkin terjadi kesalahan,” katanya.

Menurutnya, persoalan pembajakan ini harus diselesaikan. Jika memang terjadi kesalahan, pihak Darul Kutub Al-Ilmiyah harus meminta maaf terutama kepada pihak keluarga Syekh Ihsan Jampes di Kediri, Jawa Timur.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda menyatakan, kasus pembajakan ini malahan mengingatkan umat Islam Indonesia pada sosok ulama besar asal Indonesia yang keilmuannya diakui secara internasional.

Kitab Sirajut Thalibin ini merupakan salah satu dari beberapa kitab yang dikarang oleh Syekh Ihsan Jampes. Kitab Syarah atau penjabaran dari Kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghazali ini kini menjadi referensi utama di beberapa universitas Islam seluruh dunia yang mempelajari tasawuf.

Menurutnya, meski pengarangnya ihlas mempersembahkan karyanya untuk umat Islam, namun pembajakan ini tidak pantas dilakukan dan perlu diselesaikan dengan cara yang terbaik.

”Pemalsuan seperti ini kan hukumnya haram. Apalagi kalau disengaja dan niatnya untuk kepentingan pasar. Kalangan pesantren dan terutama pihak keluarga bisa segera kirim surat keberatan agar yang seperti ini tidak terulang,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Anti Hoax, Warta Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Orang Marah Yang Dicintai Allah

Suatu hari seorang kaya raya memanggil budaknya. Ia membutuhkan sesuatu. Perutnya berbunyi. Alarm di mana tubuh si orang kaya ini membutuhkan pasokan logistik. Mulutnya bau. Ia lapar. Karna lapar juga menyerang orang kaya. Kekayaannya terikat (muqayyad). Tiada kekayaan absolut (mutlaq). Artinya, orang kaya maupun orang miskin, pejabat maupun jelata, sama-sama faqir.

Memahami perintah sang tuan, si budak membawakan makanan dalam sebuah nampan lebar. Tanpa pikir panjang, ia jalani kewajiban sebagaimana biasanya. Tetapi hari itu yang tanpa mendung apalagi hujan, mengubah nasibnya.

Orang Marah Yang Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Marah Yang Dicintai Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Marah Yang Dicintai Allah

Di tengah membawa nampan lebar itu, kakinya menabrak bibir permadani tebal. Ia tersandung. Ia jatuh bersama nampan di tangannya. Sajian berupa aneka makanan lezat di atas nampan, berhamburan. Dentuman nampan logam mulia, berdebam datar di atas permadani mewah dan tebal.

Muhammadiyah Asli

Sementara wajah sang tuan merah. Geram. Ia jengkel bukan kepalang. Mengetahui tuannya mendongkol, sang pelayan berdiri tegap setelah membenahi hamburan isi nampan. Lalu terjadilah dialog sebagai berikut.

“Tuanku paduka yang mulia, dengan segenap hormat hamba harap paduka berpegang pada firman Allah SWT,” kata sang budak sedikit gugup memulai permohonan maaf.

Muhammadiyah Asli

Tuannya berkata dengan suara tinggi, “Apa yang pernah Allah firmankan?”

“Dia pernah berfirman...” lalu ia membaca pecahan ayat 134 Surat Ali Imron yang menerangkan sifat orang yang bertakwa. “? ? ” artinya (orang bertakwa ialah ... dan mereka yang menahan amarah).

“Baik, aku tahan marahku,” jawab sang tuan dengan warna wajah kembali normal. Suara masih tinggi.

“Tuanku, Allah juga berfirman, (dan mereka yang memaafkan kesalahan orang lain) ? ? ?”.

“Oke, kumaafkan kesalahanmu,” tanggap sang tuan dengan suara dingin.

“Terima kasih paduka, (Allah mencinta mereka yang berbuat baik) ? ? ?”, tutup sang budak masih gugup.

Semua firman yang dibacanya merupakan kepingan-kepingan ayat 134 pada surat Ali Imron. Setelah itu, dengan wajah semringah sang tuan memerdekakan budaknya. Ia pun membekali budaknya dengan uang sebanyak 1000 dinar.

Dengan menahan marah dan memaafkan kesalahan budaknya dalam bekerja, sang majikan berhak meraih hangatnya cinta dari Allah SWT. Demikian uraian Syekh Ahmad bin Syekh Hijazi dalam Al-Majalisus Saniyah perihal wasiat Rasulullah SAW berkali-kali kepada seorang sahabat, “La taghdhob!” (jangan marah). Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Khutbah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock