Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Nganjuk, Muhammadiyah Asli. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (10/4). Ia menyerahkan total bantuan senilai Rp153,9 juta untuk 5 korban meninggal dan kebutuhan logistik.

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Korban meninggal terdiri dari kakak beradik Donny (24) dan Bayu (14), Kodri (16), Dwi (18). Keempatnya merupakan warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Korban kelima adalah Paidi (55) warga Dusun Jati Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor. Sebanyak lima orang menjadi korban tanah longsor, Ahad (9/4) di Dusun Dlopo, Desa Kepel.

Setiap korban meninggal mendapat santunan Rp15.000.000 sehingga total santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp75.000.000. Mensos juga menyerahkan bantuan logistik untuk bencana alam Kabupaten Nganjuk senilai Rp78.976.285. Jadi total bantuan yang diberikan Mensos sebesar Rp153.976.285.

Muhammadiyah Asli

Tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Mensos didampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Danrem Madiun Kolonel Inf. Piek Budiyakto, Dandim 0810 Letkol Arh. Sri Rusyono, Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono serta Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus meninjau dapur umum yang dikelola TAGANA untuk menyiapkan logistik ? relawan dan tim pencarian korban.?

Rombongan kemudian bergerak ke Posko Bencana Alam dilanjutkan peninjauan lokasi longsor desa Kepel kecamatan ? Ngetos, ? Kabupaten Nganjuk.?

Muhammadiyah Asli

"Bapak, kami turut berduka cita atas meninggalnya anak Bapak. Ikhlas ya Pak, Insyaallah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah," kata Mensos kepada Aksan, orangtua Donny dan Bayu.

Bapak dengan tiga anak itu bercerita sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia mengaku keduanya bahkan belum berpamitan saat meninggalkan rumah. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu.?

"Donny ini dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya melihat longsor," ujar Aksan lirih.?

Usai menyerahkan bantuan rombongan bergegas menuju lokasi longsor. Meski sempat dicegah karena tingkat kerawanannya tinggi dan masih ada kemungkinan tanah bergerak, namun Khofifah tetap melanjutkan peninjauan dengan menggunakan motor trail. Mensos meyakini seeing is believing sehingga ketika akan menyiapkan sebuah keputusan dan tindakan, telah didasarkan pada realitas empirik di lapangan.?

"Apalagi ini lempengan gunung Wilis dari Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri sehingga masing-masing kabupaten ini betul-betul harus menyiapkan rencana tata ruang yang aman bagi warganya," ujar Mensos setelah meninjau bekas longsoran.?

Di akhir kegiatan, Mensos berkunjung ke rumah duka keluarga Aksan. Istri Aksan, Hartini tampak sangat terpukul kehilangan dua puteranya sekaligus. Mensos membacakan doa untuk Donny dan Bayu serta mendoakan agar keluarganya sabar dan ikhlas.

Sementara itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengungkapkan longsor pertama terjadi Sabtu (8/4) dengan lebar 252 meter dan panjang 202 meter. Pada Ahad (9/4) hujan mengguyur dengan intensitas ringan di Kecamatan Ngetos. Hujan ringan mengakibatkan tanah bergerak terjadi pada jam 11.00 WIB dan memperlebar area longsor sekira 310 meter, panjang 900 meter. Longsor menutupi aliran sungai serta merusak areal pertanian.?

Taufiqurrahman mengatakan tanah bergerak menimbun warga yang sedang melakukan aktivitas di area persawahan. Menurut keterangan saksi, korban meninggal Paidi sedang mencari rumput. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sedang mengabadikan longsor.

Hingga Senin siang (10/4), sejumlah upaya telah dilakukan untuk melakukan evakuasi korban. Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh mitra dinas sosial terdiri dari TAGANA sebanyak 20 personil, Pendamping PKH sebanyak 130 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 20 orang dan 2 Pekerja Sosial.?

Sementara terkait bantuan permakanan TAGANA telah mendirikan dapur umum sementara tim dari Dinas Sosial Kabuoaten Nganjuk telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 11 Februari 2018

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K Sarbumusi) Nahdlatul Ulama, Sukitman Sudjatmiko, di Jakarta, Ahad (31/7) menyatakan, persoalan buruh di Indonesia bisa diurai dengan regulasi jelas yang berpihak pada buruh sebagaimana petani Thailand dan Jepang mendapat proteksi dari pemerintah mereka.

"Persoalan perburuhan saat ini selain perjuangan dan kondisi hak normatif yang terus dilanggar oleh pengusaha adalah buruh Indonesia menghadapi persoalan perburuhan. Kalau kita petakan, ada sekitar lima," kata dia.

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Pertama, persoalan ekonomi kapitalisme digital. Kedua terkait penerapan teknologi informasi digital yang berimbas pada hubungan kerja lebih fleksible dan menyebabkan posisi tawar buruh terhadap pemilik teknologi menjadi lemah sehingga hak-hak normatif buruh terlanggar. Ketiga, implementasi masyarakat ekonomi ASEAN atau MEA yang secara prinsip, pemerintah Indonesia tidak melindungi buruh.

Muhammadiyah Asli

"Malah paket kebijakan ekonomi diarahkan meliberasi buruh, contoh diizinkannya outsourcing (alih daya) tenaga kerja asing di Indonesia dengan izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara ini, izin perusahaan outsourcing Indonesia ada di Dinas Tenaga Kerja (Dsinaker) Provinsi," ujar dia lagi.

Pertanyaannya, imbuh Sukitman, siapa yang mengawasi? Permenaker 19/2015 dan Permenaker 35/2015 yang lebih fleksible terhadap tenaga kerja asing dan PP pengupahan sebagai kebijakan upah murah?

Muhammadiyah Asli

"Itu sama saja Indonesia melepas buruhnya di pangsa pasar MEA, analoginya seperti menghadapkan anak ayam dengan harimau. Keempat tidak seriusnya pemerintah dalam merevitalisasi fungsi balai latihan kerja di seluruh Indonesia yang tidak dibarengi dengan dukungan anggaran (APBN) memadai," paparnya.

Persoalan kelima adalah Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang masih dipaksakan otonomi daerah terhadap Disnaker. Hal tersebut membuat kontrol Kemnaker terhadap Disnaker dalam fungsi pengawasan yang sama sekali tidak maksimal dan terkoordinasi dengan baik.

"Fakta di lapangan, penyelesaian perselisihan hubungan industrial terkendala carut marut politik lokal sehingga Kepala Disnaker lebih tunduk pada bupati/walikota daripada Menteri Tenaga Kerja. Persoalan-persoalan tersebut bisa diurai dengan regulasi jelas yang bisa melindungi dan memproteksi buruh," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Fragmen Muhammadiyah Asli

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim

Kediri, Muhammadiyah Asli. Kesebelasan Pondok Pesantren Mahir Ar-Riyadh Ringinagung Keling Kediri, optimis bisa melaju ke babak selanjutnya dalam kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) region II Jawa Timur di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Sabtu (27/8) sore ini.

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahir Ar-Raiyadh Kediri Optimis Lolos Final LSN Region II Jatim

“Anak-anak siap tampil lagi setelah jeda pertandingan sehari kemarin,’’ ungkap Mohammad Rofik, official tim Mahir Ar-Riyadh Ringinagung.

Mengingat ketatnya pertandingan, lanjut Rofik, timnya akan bermain datar dulu. Melihat pola permainan lawan dilapangan. Yang jelas, anak asuhnya ditekankan bermain sportif.

”Jeda pertandingan ini kan sangat mepet. Jadi kami harus hemat stamina anak-anak. Jadi pola permainan akan kita rubah. Biasanya anak-anak sejak awal agresif menyerang. Dalam pertandingan nanti akan kami rubah. Kalau sebelumnya bermain ngotot. Ini nanti akan ? banyak bertahan. Apalagi ? bermain dalam cuaca sangat panas. Kita bermain siang sehingga sangat menguras stamina,’’ tandas Rofik.

Muhammadiyah Asli

Hal yang sama juga diungkapkan oleh tim sepak bola Quen Alfalah Ploso Mojo Kediri. “Yang jelas teman-teman akan meladeni permainan lawan. Strategi sudah kami siapkan, supaya stamina ? terjaga,’’ ungkap Ahmad salah satu pemain Quen Al-Falah Ploso Kediri.

Kedua tim satu daerah ini akan ketemu dalam Perempat Final ? LSN Region Jatim ? II siang nanti pukul 14.00. Makanya sangat wajar bila keduanya akan bermain menahan dalam rangka menghemat ? stamina.

Sebagimana diketahui Tim Mahir Ar-Riyadh Ringinagung lolos kebabak perempat final setelah dalam babak ? sebelumnya mengalahkan tim pesantren APPIS Gandusari Blitar dan Pesantren Nurul Ulum. Sedangkan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri setelah berhasil melibas ? Tim An-Nur 1 ? Turen Malang.

Sementara itu, yang akan bertanding perdana hari ini, pukul ? 07.30 pagi tadi adalah Kesebelasan Ponpes An-Nur 2 Turen Malang menghadapi Kesebelasan Pondok Pesantren Denanyar Jombang. ?

Muhammadiyah Asli

Disusul kemudian pertandingan antara kesebelasan Ponpes Darussalam Sumbersari Kencong ? Kediri. Mereka akan berhadapan dengan Kesebelasan Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang pada pukul 09.10 WIB.

Kemudian pada pukul 14.00 Tim Mahir Ar-Riyadh tampil melawan Tim Quen Al-Falah. Lalu ? pada pukul 15.40 akan berhadapan Ponpes Darut Taibin (DaTa) Tulungagung akan bentrok dengan tim Pesantren Pomosda asal Kota Angin Nganjuk. (Imam Kusnin/Fathoni)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Olahraga, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Wamenag: NTT Contoh Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Kupang, Muhammadiyah Asli 

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenang RI) Prof Nasaruddin Umar MA menyatakan, kemajemukan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai contoh yang indah untuk toleransi umat beragama di Indonesia.

Demikian disampaikannya kepada Muhammadiyah Asli di Kupang, Rabu (10/4), seusai paparan materi Training Of Trainers (TOT), yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta bekerjasama dengan PT. Bank Mandiri, Lokal NTT, Kementrian Agma Prov NTT, Yayasan Peduli Kaum Duafa dan Damar Institute NTT. 



Wamenag: NTT Contoh Toleransi Umat Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Wamenag: NTT Contoh Toleransi Umat Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Wamenag: NTT Contoh Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Dalam kegiatan TOT yang berlangsung di asrma Haji Kupang, mengingatkan para dai dan penyuluh agama islam untuk menjalin kerjasama yang baik antar umat beragama maupun antar golongan.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan PSQ dengan sendiri mengajarkan bagaimana memperkenalkan agama Islam sebagai agama rahmatan lilalaminm katanya. "Sangat tepat kalau kiita tetap memupuk rasa persaudaraan kita," ungkapnya. 

Kepada jajaran pimpinan dan Kementerian Agama NTT, mantan Katib Aam PBNU mengimbau untuk terus memegang teguh motonya Ikhas beramal. “Kalau kita bekerja dengan beramal insyallah akan lebih nyaman, dan semua akan selesai dengan baik,” katanya. 

Muhammadiyah Asli

"Giat disiplin, pelihara kerjasama antara satu degan yang lain,” kalau kita kerja sama apapun maka  persoalan kita bisa selesaikan dengan tuntas. 

Dia berharap, NTT menjadi contoh toleransi bagi bangsa Indonesia, sebab NTT ini lahir sebagai sebuah konfigurasi yang sangat indah. Jika toleransi dipelihara dengan baik akan menjadi lebih baik lagi, katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Februari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Muhammadiyah Asli

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 23 Januari 2018

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik

Jakarta, Muhammadiyah Asli?



Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K- Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Ansori meminta manajemen organisasi buruh harus baik guna memperkuat gerakan Sarbumusi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Manajemen Organisasi Buruh NU NTB Harus Baik

Syaiful di Jakarta, Senin (21/8) bersyukur kepengurusan Sarbumusi NU di lima kabupaten/kota di wilayah tersebut telah dikukuhkan oleh Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Buruh DPP K-Sarbumusi NU Handoko.

"Alhamdulillah, Sarbumusi NU telah ada di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram dan Dompu," ujar Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Eko Darwanto.

Dengan terbentuknya organisasi buruh NU di NTB, Syaiful mengingatkan jajaran pengurus untuk berkiprah positif, memberbanyak anggota, serta menjalin hubungan baik dengan PWNU, PCNU dan semua badan otonom dan lembaga-lembaga NU di semua tingkatan.

"DPP K Sarbumusi NU berharap anggota-anggota kami di NTB untuk memperkuat advokasi hukum bagi buruh. Menjalankan iuran anggota serta berani tampil menjadi bagian dewan pengupahan," kata Syaiful lagi.

Muhammadiyah Asli

Harapan tersebut, kata dia lagi, sesuai dengan keinginan Ketua PWNU NTB ? KH Achmad Taqiuddin agar buruh NU di NTB turut mengembalikan kejayaan dan kebesaran Sarbumusi NU yang sempat memiliki 2,5 juta anggota dan menjadi garda terdepan perjuangan buruh Indonesia.?

Hal tersebut sangat memungkinkan sehubungan Bupati Lombok Barat Barat Fauzan Khalid telah menyatakan kegembiraannya dan berjanji akan senantiasa menjaga hubungan baik antara buruh dan pemerintah, demikian Syaiful Bahri Ansori. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Cerita, Ahlussunnah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Padangpariaman, Muhammadiyah Asli. Eksistensi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman semakin mendapat perhatian mahasiswa di kota Tabuik ini. Hal ini terbukti makin banyak mahasiswa yang mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII yang digelar Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Ketua Umum PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham mengungkapkan hal itu ketika membuka Mapaba PMII, Rabu (6/1) di surau Tangah Padang, Pauhkambar, Padangpariaman. Menurut Jupmaidi, PMII sebagai organisasi mahasiswa terus berupaya menyiapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Pariaman sebagai calon pemimpin masa depan.

"Di tengah lesunya minat generasi muda untuk mengembangkan potensi dirinya melalui organisasi, PMII Kota Pariaman terus berupaya mendorong mahasiswa agar berkreativitas melalui organisasi PMII ini. Sebagai mahasiswa, kita harus meraih sukses di kampus dengan menyelesaikan studi, namun sekaligus harus menempa diri dengan berproses di organisasi PMII ini," kata Jupmaidi yang sebelumnya? menjabat Sekretaris PMII Pariaman.

Muhammadiyah Asli

Ditambahkan Jupmaidi, sebagai mahasiswa aktivis, dibutuhkan kreativitas, inovasi dan pemikiran baru terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar mahasiswa. Kader PMII tentu dituntut untuk terus menempa diri dengan meningkatkan wawasan dan cakrawala berpikir yang lebih luas. Hanya dengan wawasan yang luas kader PMII bisa jadi pemimpin.

Muhammadiyah Asli

"Untuk meningkatkan wawasan kader, PMII Kota Pariaman beberapa waktu lalu sudah meresmikan perpustakaan di sekretariat. Diharapkan dengan adanya perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan kader PMII dalam meningkatkan wawasan. Selain itu, bagaimana kader PMII meningkatkan minat membaca buku untuk memperluas cakrawala pengetahuan," kata Jupmaidi.

Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Paisal Amri Tanjung menyebutkan, Mapaba diikuti 25 orang peserta dari mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin? yang berlangsung hingga Kamis (7/1) malam. Dari lima kali Mapaba yang sudah diadakan di masa kepemimpinannya, Mapaba kali ini yang terbanyak pesertanya. Peserta ini bertempat tinggal di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Pelaksanaan Mapaba sengaja di hari libur kuliah. Sehingga dapat menyaring mahasiswa untuk lebih banyak mengikuti Mapaba," kata Paisal Amri, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Padangpariaman.(armaidi tanjung/abdullah alawi)

?

Keterangan Foto:

Ketum PC PMII Pariaman Jupmaidi Ilham berfoto bersama dengan peserta Mapaba usai pembukaan, Rabu (6/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran

Temanggung, Muhammadiyah Asli. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan diantara bulan-bulan yang lain. Dalam bulan tersebut, ada satu hari istimewa yang sangat banyak fadhilah-nya. Yaumil asyuro, sebutan itulah yang cukup akrab di telinga. Santunan anak yatim, besuk orang sakit, memakai celak, dan lain-lain amalan yang sangat berpahala.

Pada Ahad, (9/10) 1000-an santri TPQ dan Madin memadati Desa Banaran Kec Tembarak Kabupaten Temanggung. Persis bertempat di halaman MI Maarif NU Qomarul Huda Banaran Tembarak. Para santri berhelat menyampaikan kreasinya di ajang pawai taaruf yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Tama Pendidikan Al Quran Kec Tembarak.

Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tembarak Bantu Taman Pendidikan Al-Quran

Tak hanya sendirian, gawe tahunan pada tahun ini bersinergi dengan GP Ansor Tembarak. Selain Pawai taaruf yang dibuka camat Tembarak, kegiatan ini juga diisi dengan pementasan kreasi seni Islam oleh peserta, diakhiri dengan penyerahan bantuan lembaga pendidikan TPQ, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren oleh GP Ansor Tembarak. Bantuan diserahkan oleh Kiai Machasil, Alf mantan ketua Badko TPQ yang kebetulan juga bertindak sebagai dewan pembina GP Ansor Tembarak.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Tembarak, Kapolres Tembarak, Ketua Bakdo TPQ, Kepala KUA Tembarak serta jajaran Pengurus GP Ansor Tembarak.

Muhammadiyah Asli

Dalam paparannya Nur Budiman menyampaikan, "Kami sangat berharap kerjasama yang sudah dijalin bertahun-tahun ini akan lestari dan berkelanjutan, sehingga lembaga-lembaga keagamaan akan senantiasa terbantu dengan bantuan dari kami, meskipun tidak seberapa.”

Kepala MI Qomarul Huda ini menambahkan "Dengan penyerahan bantuan ini kita berharap bisa menepis stigma masyarakat bahwa NU itu yang ada hanya meminta sumbangan, tanpa pernah memberi, buktinya kita sudah rutin tiap tahun memberikan santunan, kalau tahun yang lalu kita santuni yatim piatu, tahun ini kita coba bantu lembaganya,” paparnya sambil tersenyum.

Pada kesempatan yang lain Wawan Setyadi selaku Ketua Badko TPQ Tembarak menyatakan "Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Ansor Tembarak yang selama ini dengan kontinyu membantu dan mendukung program kami, pada tahun yang lalu Ansor memberikan santunan yatim piatu untuk santri TPQ, dan tahun ini sudah membantu lembaga TPQ yang ada, sungguh saya mewakili seluruh teman-teman pengurus Badko sangat berterima kasih dan merasa terbantu,” tutur Pengajar MTS Botoputih Tembarak. (Jafar Aula/Mukafi Niam)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

Jepara, Muhammadiyah Asli. Para ulama di Jepara, Jawa Tengah, menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, karena dinilai lebih banyak madhorotnya dibanding manfaatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi rekomendasi bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Keputusan didasarkan hasil kajian Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Nahdlatul Jepara selama dua hari, 1-2 September 2007, yang diikuti oleh sejumlah kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara.

“PLTN tidak hanya menyangkut masalah energi, tapi juga lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi. Untuk meneropong masalah tersebut, batasnya adalah manfaat dan bahaya bagi kepentingan umat,” kata Sekretaris Tim Perumus Bahtsul Masail KH Ahmad Roziqin di Kantor PCNU Jepara, Ahad (2/9).

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

“Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan PLTN Muria haram hukumnya. Energi yang dihasilkan hanya 2-4 persen, sementara limbah radioaktifnya sangat berbahaya,” kata Kiai Ahmad yang didampingi Ketua Tim Perumus KH Kholilurahman.

Para ulama NU Jepara berharap pemerintah membatalkan rencana pembangunan PLTN Muria. Meski masi berupa rencana, PLTN nyata-nyata menimbulkan keresahan umat .

Muhammadiyah Asli

Keputusan penolakan pembangunan PLTN berlaku pada tingkat lokal, yakni PLTN Muria. “Keputusan ini akan kami rekomendasikan ke PWNU dan PBNU sebagai bahan kajian lagi,” kata Kiai Ahmad dan Kiai Kholilurahman.

Ketua PBNU Ahmad Bagja di Jakarta mengatakan, PBNU akan membahas lagi persoalan PLTN Muria. "Keputusan PCNU Jepara itu kami nilai sebagai masukan atau rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam pembahasan nanti, kata Ahmad, PBNU sepertinya tidak akan terlalu jauh sampai ke penentuan fatwa halal atau haram bagi PLTN Muria. “Kami akan kaji manfaat dan mudaratnya dari aspek agama dan ilmiah,” katanya.(ant/gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Berita, Aswaja Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Rupanya masih saja ada orang yang tidak suka Nahdlatul Ulama (NU) besar. Salah satu indikasinya, selebaran Mimbar Dakwah yang berisi ‘Fatwa Ulama Jombang’ masih saja beredar, terutama di daerah luar Jawa. Padahal Pengurus Cabang NU Jombang sudah seringkali membantah, bahwa isi maupun selebaran itu tidak ada kaitannya dengan NU Jombang. Justru ia yakin kalau ada pihak lain yang sengaja ingin mengacaukan NU.

Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sebagai tuan rumah, juga sudah seringkali menanggapi persoalan itu melalui pengajian-pengajian. Namun sayang, selebaran lebih banyak beredar di luar Jawa.

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)
Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar (Sumber Gambar : Nu Online)

Selebaran Perusak Citra NU Masih Beredar

Sementara, mereka yang menerima selebaran biasanya menelepon ke Kantor PWNU Jatim. “Selebaran itu bertujuan merusak citra NU. Semoga mereka segera sadar,” kata Dr H Ali Maschan Moesa MSi, Ketua PWNU Jatim, kepada Muhammadiyah Aslidi Surabaya, Selasa (18/12).

H Zaini Ilyas, Staf Sekretariat PWNU menuturkan, maraknya selebaran itu sudah terjadi sejak awal September lalu. Selain menerima pengaduan via telepon, ia juga mendapatkan kiriman faksimili contoh selebaran dari kerabatnya di Hulu Sungai Utara, Kalimantan. Pengaduan serupa juga diterima dari Lampung, Banjarmasin dan Kepulauan Riau. “Bahkan seminggu lalu masih saja ada laporan yang masuk,” tuturnya.

Selebaran yang meresahkan itu, seperti yang ditunjukkan pada wartawan situs ini, bernama Mimbar Dakwah asuhan H Muhammad Abduh SH, berisi tentang Fatwa Ulama Jombang dalam Berbagai Amalan Ibadah/Amalan. Tapi aneh. Isinya malah bertolak belakang dengan amaliah para kiai Jombang. Di antaranya tidak boleh membaca usholli dalam shalat, tidak boleh baca wirid dengan bersuara sesudah shalat, tidak perlu qunut subuh, tidak boleh membaca tahlil, tidak mengenal shalat qabliyah Jumat, tarawih hanya delapan rakaat, dan sebagainya. Masih banyak lagi.

Muhammadiyah Asli

“Saya juga heran, kok masih ada orang yang suka berbuat seperti itu. Apa untungnya?” Zaini tak habis mengerti.

“Semoga mereka segera sadar dan segera menghentikan perbuatannya,” imbuh Pak Ali. Yang jelas, kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, “Selebaran itu menyesatkan, berpotensi mengadu-domba, dan tidak ada kaitannya dengan NU, baik PCNU Jombang maupun PCNU Jombang.” (sbh)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Ahlussunnah, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral

Semarang, Muhammadiyah Asli. Ulama dari Pekalongan Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengatakan merestui ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Menurut Habib, ketiganya adalah aset berharga.

“Saya harus menjunjung setiap aset Jateng, siapapun beliau-beliau itu. Sebagai yang ditokohkan, ulama, saya restui semuanya,” katanya di Semarang, Jumat malam (17/5) lalu. Hal itu diungkapkannya seusai pengajian Majelis Maulidur Rasul dan Doa untuk Keselamatan dan Kebaikan Bersama Habaib, Ulama, dan Santri Jateng di Semarang.

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilgub Jateng, Habib Luthfi Tegaskan Netral

“Yang penting Jateng kondusif, kita partisipasi siapapun yang berniat baik membangun dan memajukan Jateng. Beliau-beliau datang hanya meminta restu dan doa. Ya hanya itu, saya restui ketiganya,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Adapun untuk pilihan secara pribadi di antara ketiga pasangan itu, tokoh Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) itu mengaku tidak mungkin menyampaikannya karena hak pribadi sebagai warga Jateng.

Muhammadiyah Asli

Ia mengaku tidak mau terlibat dalam politik praktis, terutama dukung-mendukung salah satu pasangan calon, termasuk kepada para jamaahnya yang dibebaskannya untuk memilih siapa saja dari ketiga kandidat tersebut.

“Saya kira ya mangga, silakan pilih siapa saja. Harapan saya, semoga Jateng ke depannya semakin aman, kondusif, makmur, dan maju,” kata Habib Luthfi yang juga mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

Membaca Yasin Fadhilah

 ? ?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, saya bertanya bolehkah kita membaca Yasin Fadhilah? Karena di dalamnya ada tambahan doa dan shalawat yang di tambahkan dalam beberapa ayat Al-Quran. Dan apa saja manfaat bagi kita jika mengamalkan membacanya.

Muhammad Masruhin, Kabupaten Jember

Membaca Yasin Fadhilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Yasin Fadhilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Yasin Fadhilah

Muhammadiyah Asli

***

? ? ? ? ?.

Muhammadiyah Asli

Bapak Muhammad Masruhin yang saya hormati, Surat Yasin adalah salah satu Surat dalam Al-Qur’an yang memiliki posisi istimewa. Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan bahwa Surat Yasin adalah Hati Al-Qur’an. Di kalangan spiritualis Islam surat Yasin dijadikan wirid dengan cara yang berbeda-beda dalam hitungan bacaan, pengulangan ayat dan lain-lain yang diyakini memiliki manfaat khusus dalam kehidupan. Di antara cara-cara yang berbeda tersebut adalah penyisipan doa tertentu sesuai kandungan ayat yang terdapat dalam Yasin Fadhilah.

Bapak Muhammad Masruhin yang baik, membaca Yasin Fadhilah pernah menjadi tema pembahasan dalam forum Bahtsul Masail yang diadakan Majelis Musyawarah Pondok Pesantren se-Karesidenan Kediri pada bulan Oktober tahun 1991 dan Bahtsul Masail Pesantren Mambaul Hikam Blitar Jawa Timur. Kedua forum tersebut memutuskan hukum SUNNAH membaca Yasin Fadhilah karena tujuannya adalah berdzikir. Ini didasarkan pada beberapa referensi di antaranya sebagai berikut :

1. Al Adzkar Lin-Nawawi hal. 12

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya : Ketahuilah, Dzikir itu hukumnya sunnah dalam setiap keadaan kecuali keadaan-keadaan yang dilarang oleh syara’.

2. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran hal. 91 sebagai berikut

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya : Apabila membaca ayat rahmat disunnahkan berdoa kepada Allah SWT, memohon kebaikan/nikmat dari-Nya, dan apabila membaca ayat tentang siksa maka disunnahkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan dan siksa.

Bapak Muhammad Masruhin yang budiman, terkait dengan faidah dari dzikir Yasin Fadlilah dalam kitab Al-Fawaid yang ditulis oleh Syekh Abul Abbas Al-Buni disebutkan bahwa manfaat membaca Yasin Fadhilah selain mendapat pahala adalah tercapainya hajat dan cita-cita. Insya Allah ada beberapa manfaat lain yang akan didapat oleh pengamalnya sesuai pengalaman pemberi ijazah Yasin Fadhilah dan orang-orang sebelumnya yang masuk dalam silsilah amalan dzikir tersebut.

Semoga kita diberi Taufiq dan Hidayah  oleh Allah SWT untuk membaca dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dan untuk selalu berdzikir mendekatkan diri kepada-Nya.Aamiin…

? ? ?. ? ? ? ? ?.  

Maftuhan Tafdhil

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

Solo, Muhammadiyah Asli

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Solo, bersama sejumlah anggota TNI dan ormas lainnya mengikuti kegiatan tanam penghijauan di urban forest bantaran Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Ahad (24/1).

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI, GP Ansor Solo Tanam Sejuta Pohon

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Siswandi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, program pencanangan sejuta pohon ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Penting pula untuk membuka ruang terbuka hijau, ketersediaan udara segarm sarana rekreasi, dan menjaga tanah longsor, dan banjir,” kata dia.

Penanaman pohon penghijauan serentak ini dilakukan dengan pola padat karya. Jenis pohon yang ditanam buah rambutan, jambu air, sirsat, trembesi, sukun, dan sebagainya. ”Semoga tumbuh sumbur dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” harap Pangdam.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Solo, M. Anwar juga berharap penanaman sejuta pohon ini dapat menjadi paru-paru kota.

Muhammadiyah Asli

“Semoga bisa menjadi paru-paru kota, mengurangi dampak polusi udara di Kota Solo,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.

Muhammadiyah Asli





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

Muhammadiyah Asli

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nasional, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah

Salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT ialah melimpahkan pahala berlipat ganda kepada umat-Nya, sekalipun amalan yang dilakukan terlihat kecil dan sederhana. Ada banyak ibadah di dalam Islam yang terlihat sederhana dan tidak sulit dikerjakan, tetapi Allah SWT memberikan ganjaran besar.

Misalnya, dalam beberapa hadits dijelaskan, ada beberapa amalan yang kalau dilakukan dengan penuh keikhlasan dan konsisten, maka pahala dari amalan tersebut setara dengan ibadah haji. Di antara amalan yang ganjarannya setara dengan ibadah haji dan umrah ialah sebagai berikut.

Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah

Pertama, shalat jamaah lima waktu di masjid dan shalat dhuha. Shalat berjamaah lebih utama dibanding shalat sendirian. Selain mendapatkan pahala dua puluh tujuh kali lipat, shalat berjamaah di masjid juga dilimpahkan pahala ibadah haji bila dilakukan terus-menerus. Sementara orang yang mengerjakan shalat dhuha di masjid dihadiahi pahala ibadah umrah.

Penjelasan ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Umamah bahwa Rasulullah berkata.

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

Artinya, “Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan shalat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah,” (HR Abu Daud).

Kedua, zikir setelah shalat shubuh berjamaah sampai terbit matahari, lalu shalat dua rakaat. Selain shalat lima waktu, orang yang berzikir setelah shalat shubuh juga diberikan pahala ibadah haji dan umrah. Syaratnya, dia harus tetap berzikir di masjid sampai terbit matahari, kemudian mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Anas bahwa Rasulullah berkata.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, "Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan, yang dimaksud zikir dalam hadits di atas tidak sebatas melafalkan kalimat zikir, tetapi juga termasuk thawaf bagi orang yang berada di masjidil haram, serta majelis ilmu dan agama.

Hal itu dilakukan sampai terbit matahari dan sekira matahari setinggi tombak, sekitar lima belas menit setelah terbitnya matahari, disunahkan shalat dua rakaat. Shalat dua rakaat itu dinamakan dengan shalat sunah isyraq.

Ketiga, pergi ke masjid untuk menuntut ilmu atau mencari kebaikan. Tidak hanya ibadah shalat yang mendapatkan pahala haji dan umrah, menuntut ilmu dan mengajar di masjid pun diberikan pahala ibadah haji. Sebagaimana penjelasan dari riwayat Abu Umamah bahwa Rasul berkata.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).

Meskipun ketiga amalan di atas diberikan pahala ibadah haji dan umrah, bukan berarti orang yang mengerjakan amalan tersebut tidak diwajibkan haji dan umrah. Kewajiban haji dan umrah tetap berlaku bagi siapapun.

Pahala ketiga amalan di atas diserupakan dengan pahala ibadah haji dan umrah bertujuan untuk memotivasi (targhib) umat Islam untuk melakukannya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

Jakarta, Muhammadiyah Asli?



Keputusan Menteri Pendidikan terkait penerapan full day school masih banyak menuai tantangan sampai saat ini. Kali ini tantangan datang dari masyarakat Kabupaten Tegal. Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal Nurkholis Sobari mengatakan bahwa aksi damai yang akan melibatkan 20 ribu peserta itu akan dilaksanakan pada Jumat, (25/8).

“Aksi besok (Jumat) dalam rangka penolakan full day school yang difasilitasi oleh PCNU Kabupaten Tegal,” ungkapnya saat dihubungi oleh Muhammadiyah Asli dari Jakarta, Senin, (22/8).

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak  Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

20 Ribu Warga Tegal Akan Tolak Full Day School

Menurutnya aksi tersebut akan dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan diawali shalat Jumat di Masjid Agung Slawi. Setelah itu, pukul 13.00 WIB berkumpul di halaman gedung PCNU Kabupaten Tegal yang tidak jauh dari masjid. Selanjutnya, akan diadakan long march menuju Taman Rakyat Slawi yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa tuntutan yang akan diajukan hanya satu.?

“Tuntutan kita tunggal. Cabut Permendikbud No. 23 tahun 2017,” tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Tuntutan tersebut rencananya akan diberikan kepada Bupati Tegal Enthus Susmono secara simbolis dengan diakhiri oleh pernyataan dari Bupati untuk menolak full day school.

Aksi damai juga menurutnya akan melibatkan badan otonom NU seperti GP Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII, serta beberapa media santri yang lain seperti Santri Online, ala_nu, dan Galeri Santri.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, aksi damai tersebut menurutnya juga akan dibarengi dengan orasi.?

“Nanti yang akan memberikan orasi ada dua, dari PCNU dan para masyayikh,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 09 November 2017

Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Salah satu amanah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Jombang adalah peningkatan bidang ekonomi yang berbasis keummatan. Tentu, hal ini menjadi sinyalemen kuat bahwa kepengurusan NU di bawah kepemimpinan KH Said Aqil Siroj memiliki perhatian yang serius di bidang kesejahteraan umat.?

Selain itu, saat ini PBNU juga sudah melaksanakan berbagai macam program dan kegiatan seperti melakukan advokasi, menjalin kerjasama dengan swasta dan pemerintah, serta membentuk perkumpulan saudagar Nahdliyin untuk memperkuat dan mewujudkan ummat yang mandiri dalam bidang ekonomi.

Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Sebagaimana yang kita tahu, kebanyakan warga NU berada di pedesaan dan berprofesi sebagai petani. Selain itu, saat ini tidak sedikit warga NU yang hidup di kota yang bergerak di bidang-bidang jasa dan industri. Mereka juga tidak bisa diremehkan. Namun, jika dibandingkan dengan yang ada di pedesaan, jumlah mereka tentu masih kalauh jauh.

Untuk itu, perlu upaya yang masif dan sistematis –terutama PBNU- untuk memberdayakan mayoritas warga NU tersebut sehingga mereka memiliki ekonomi yang kuat dan mandiri. Tapi, bagaimana caranya? ? Dan harus dimulai dari mana?

Berikut hasil wawancara wartawan Muhammadiyah Asli, Ahmad Muchlishon, kepada Ketua PBNU Bidang Perekonomian, Eman Suryaman:

Muhammadiyah Asli

Bagaimana NU memandang kemandirian ekonomi ummatnya?

Sebelum NU lahir, Mbah Wahab Chasbullah dan kiai lainnya mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para pedagang). Ini adalah cikal bakal dari NU. Maka dari itu, di dalam sejarahnya para pendiri NU memiliki perhatian yang lebih terhadap perekonomian dan kesejahteraan ummat. Karena apabila Nahdliyin ekonominya kuat, maka NU dan Indonesia akan juga kuat. Begitu juga sebaliknya.?

Kalau saat ini?

Muhammadiyah Asli

Sebagaimana yang telah disepakati saat Muktamar Jombang bahwa ada tiga amanah yang menjadi perhatian khusus, yaitu pertama, peningkatan bidang pendidikan. Saat ini, ada puluhan ribu sekolah Ma’arif dan ada tiga puluh satu perguruan tinggi NU yang sudah dibangun. Kedua, peningkatan bidang kesehatan. NU juga sudah membangun rumah sakit, klinik kesehatan, dan pelayanan-pelayanan kesehatan lainnya.?

Ketiga, peningkatan bidang ekonomi. PBNU juga berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan Nahdliyin dalam bidang ekonomi. Ekonomi Nahdliyin kebanyakan di sektor-sektor informal dan masih menengah ke bawah seperti pedagang kecil, petani, nelayan, dan lainnya. Kita terus dorong mereka agar bisa naik ke level menengah.

Caranya, pak?

Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan juga meningkatkan mutu kualitas hasil produksinya. Misalnya, kalau dulu menggunakan plastik biasa dalam mengemas produk, sekarang bisa menggunakan plastik yang menarik. Pengolahannya dan hasilnya juga dibaguskan. Sehingga nilainya juga akan lebih bagus juga.?

Distribusi hasil produksi juga harus diperluas. Kalau dulu hanya dijajakan di kampungnya saja, sekarang bisa dipasarkan kemana-mana dan murah dengan menggunakan internet seperti toko online di website ataupun media sosial.?

Selain itu, pemerintah juga harus berpihak dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap pelaku ekonomi menengah ke bawah tersebut agar mereka bisa meningkat. Saat ini, kesenjangan di Indonesia cukup memprihatinkan. Kekayaan Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah, yaitu bagaimana kekayaan kita tidak hanya dikelola oleh segelintir orang saja dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Karena negeri ini dibangun dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Kalau ekonomi Nahdliyin saat ini bagaimana, pak?

Ekonomi warga NU Nahdliyin saat ini kebanyakan masih berbasis tradisional, karena memang mayoritas warga NU ada di pedesaan. Namun demikian, banyak juga yang sudah maju dan berada di kelas menengah ke atas, tetapi ini belum banyak.?

Di desa, biasanya mereka ada di pasar-pasar tradisional, di sektor pertanian, di laut. Mereka masih banyak yang menggukana cara dan alat yang tradisional. Ini yang harus kita ubah agar mereka bisa melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi secara lebih profesional, baik dalam produksi, pemasaran, ataupun permodalannya.

Ada langkah-langkah khusus untuk menaikkan mereka?

Pertama, mereka diberikan pelatihan, mulai manajemen, ketrampilan, IT, dan lainnya. Zaman berputar begitu cepat, kalau mereka tidak bisa mengikuti tren zaman maka akan tertinggal. Yang terpenting adalah bagaimana mereka memiliki standar minimal kemampuan manajerial berbasis IT.?

Kedua, kita berupaya untuk menjembatani mereka dengan pemerintah. Agar mereka mendapatkan dukungan, support, dan bantuan dari pemerintah. Alhamdulillah, kita sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan sudah mendapatkan pinjaman tanpa agunan ataupun jaminan. Selain itu, kita juga sudah melaksanakan MoU dengan Kementerian Koperasi dan Kominfo. Tahun ini, bantuan permodalan akan diimplemetasikan dan disalurkan kepada mereka pelaku usaha menengah ke bawah melalui Lembaga Perekonomian NU.

Sebagaimana yang disebutkan, mayoritas Nahdliyin itu petani. Bagaimana memberdayakan mereka?

Ada tiga kategori petani, yaitu buruh tani, petani kecil, dan petani profesional. Kebanyakan Nahdliyin adalah buruh tani dan petani kecil. Agar mereka bisa naik, maka mereka harus diberikan pinjaman tanpa agunan, tanpa jaminan. Mereka tidak memiliki jaminan, sementara pemerintah sudah mengeluarkan KUR dan itu menggunakan jaminan. Ini yang menjadi masalah.?

Maka dari itu, kita bekerjasama dengen Kementerian Keuangan berupaya untuk memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada mereka. Mereka juga dikasih pelatihan bagaimana bertani yang baik, produktif, dan melengkapinya dengan peralatan-peralatan yang modern agar efektif.

Jadi, apa tantangan dan peluang Nahdliyin dalam bidang ekonomi itu?

Di era globalisasi ini, warga NU harus berani mengambil langkah-langkah strategis di berbagai bidang, baik itu bidang perdagangan, pertanian, perikanan, dan nelayan. Selain itu, pemerintah juga harus mendukung pelaku ekonomi menengah ke bawah yang mayoritas adalah warga NU tersebut.?

Seperti nelayan diberi kapal dengan segala perangkatnya, petani diberi pupuk dan bibit yang murah. Entah itu bentuknya hibah ataupun cicilan. Setelah itu, hasil produknya juga harus bisa dipasarkan dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah terkait dengan harga agar stabil agar tidak merugikan mereka.?

Salah satu program pemerintah yang harus kita sambut adalah redistribusi aset. Pemerintah berupaya untuk melakukan redistribusi tanah-tanah kepada masyarakat. Ini bisa kita menjadi peluang kita untuk bisa diolah. Tanah-tanah tersebut harus dikelola dan diolah secara produktif.?

Geliat NU di sektor ekonomi semakin baik. Sekarang juga ada Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN). Bagaimana saran bapak untuk HPN?

Semoga mereka bisa menangkap peluang bisnis atau usaha yang ada dengan cerdas dan juga bisa mengimplementasikan peluang-peluang tersebut menjadi nyata untuk kesejahteraan umat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 02 November 2017

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad

Sebagai makhluk sosial manusia akan senantiasa berhubungan dengan orang lain. Karena bagaimanapun ia memiliki tuntutan untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan lawan interaksi sosialnya. Maksud dari lawan interaksi di sini adalah bisa jadi orang lain, atau bahkan keluarga sendiri.

Dalam interaksi sosial, secara syariat, manusia dibatasi oleh upaya memenuhi hak dan kewajiban sebagai wujud tanggung jawabnya. Tak jarang mereka harus menarik sebuah kesepakatan-kesepakatan bersama. Proses mendapatkan kesepakatan dan kontrak ini lazimnya adalah disebut aqad atau dalam bahasa Indonesia, akad. Untuk itu ia memiliki peran pribadi selaku makhluk aqad dalam kehidupannya.?

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad

Karena sifat manusia antara satu dengan yang lainnya berbeda, maka diperlukan aturan baku yang harus disepakati bersama dalam rangka menarik kesepakatan atau kontrak tersebut. Tujuan dari penetapan aturan ini adalah terjaganya hak dan kewajiban masing-masing, menghindari penjajahan atas hak orang lain, dan penipuan. Bahkan bila terjadi perselisihan, maka dengan adanya ketetapan aturan ini, akan mudah diurai silang sengkarut permasalahan dan tanggung jawab masing-masing pihak sehingga konflik relasi sosial dan kontrak tersebut bisa diatasi bersama dengan saling menguntungkan, tanpa ada yang dirugikan, ditipu atau merasa dijatuhkan. Inilah maqashid syariah terkait dengan aqad tersebut.?

Penejelasan Aqad dalam Fiqih

Dari sudut pandang bahasa, aqad memiliki bentuk jama’ dari? ‘uqûd. Dalam literatur Arab, sinonim aqad adalah rabth, syaddu, tautsiq, ihkam, quwwah, kumpulan dari dua hal, dan al ‘ahdu. Mengikuti pengertian bahasa ini, aqad seolah memiliki dua sisi pengertian, yakni hissi (inderawi) dan ma’nawi (bathin). Pengertian indrawinya (hissi), adalah sebagaimana ikatan dua ujung tali. Adapun pengertian ma’nawi dimaknai sebagai ikatan bathin, kontrak sosial, sebagaimana layaknya pernikahan, jual beli, berserikat, dan sebagainya. Persamaan dari kedua sudut pandang ini, titik persamaan dari pengertian aqad adalah berkumpulnya dua benda atau dua hal yang berbeda menjadi satu.

Secara istilah, menurut Ibnu Rajab dalam kitabnya Al-Qaidah li Ibn Rajab: 73 aqad dalam fiqih dimaknai sebagai:?

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Aqad ada dua makna, yaitu ‘Am dan Khash. Makna ‘Am aqad adalah sesuatu yang diucapkan karena adanya komitmen yang harus dipatuhi oleh diri dari seorang insan, baik ada hubungannya dengan orang lain atau tidak, termasuk urusan agama seperti nadzar, atau murni duniawi saja seperti jual beli dan sejenisnya. Adapun makna khas dari aqad adalah, suatu upaya menjalin kesepakatan yang sempurna (ittifaq tam) antara dua pihak yang memiliki kehendak atau lebih, agar tumbuh komitmen bersama atau bahan rujukan. Dengan demikian, maka berdasar pengertian khusus ini, aqad hanya terjadi bila ada dua pihak atau lebih yang saling berinteraksi. Pengertian terakhir inilah yang sering dipakai oleh para fuqaha’ untuk memaknai aqad menurut istilah fiqihnya.?

Pengertian di atas diringkas oleh Syekh Ibn Himam dalam kitabnya Faidlul Qadir 3/187, bahwasanya aqad diartikan sebagai:

? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ?

Syekh Al Kamal menyebut bahwa definisi aqad adalah “suatu kumpulan antara lafadh ijab dan qabul antara dua orang yang berbeda. Atau bisa juga diartikan sebagai: “Statemen pertama yang menjadi rule (aturan).”

Pendapat lain juga dijelaskan oleh Syekh Muhammad Qadary dalam kitabnya Mursyidul Hairaan, beliau menyatakan:?

? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aqad ituu sesungguhnya merupakan rangkaian dari lafadh ijab dari salah satu dua pihak yang saling beraqad yang disertai dengan lafadh qabul pihak yang lain menurut cara-cara yang dibenarkan oleh syara’ serta bersifat mengikat khususnya perihal yang diaqadkan (al-ma’qud ‘alaih).”

Berdasarkan definisi ini, maka bisa ditarik adanya kesimpulan bahwa dalam aqad terdapat unsur-unsur antara lain (1) shighat aqad yang terdiri atas lafadh ijab dan qabul, (2) dua pihak atau lebih yang beraqad, (3) dan perihal yang diaqadkan (al-ma’qûd ‘alaihi).

Urgensi dan Gambaran Praktis Pelaksanaan Aqad

Setiap shighat (pernyataan) aqad memiliki keterikatan hubungan dengan niat. Seseorang ingin melakukan transaksi jual beli, maka keinginannya ini adalah hakikatnya niat. Sementara bentuk transaksinya antara ia dengan pembeli disebut sebagai shighat. Karena ada hubungan yang erat antara niat dan shighat, maka di sinilah titik berangkatnya aqad atau biasa disebut maqashid al aqdi.?

Sebagaimana diketahui bahwa niat memegang peranan yang sangat penting dalam hukum fiqih. Suatu kontrak/transaksi dihukumi sebagai benar atau tidak, sah atau tidak, adalah tergantung pada motivasi awalnya (niat). Jika suatu perbuatan dilakukan dengan niat yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT, maka perbuatan itu dinilai tidak benar (bathil) di dalam kacamata fiqih/syariah, sehingga otomatis tidak mendapatkan pahala, bahkan dihitung sebagai kejahatan dan perbuatan dosa.?

Dalam aspek hukum, para ulama banyak sekali menitikberatkan pembahasan pada niat ini serta akibat-akibat yang mungkin ditimbulkannya. Para ulama juga telah meneliti banyak hal terkait dengan niat serta hubungannya dengan muamalah atau ibadah yang berhubungan dengan fiqih. Seperti dalam aqad transaksi bisnis, hukum keluarga, ibadah dan lain-lain. Mereka juga telah menentukan status dan posisi hukum suatu amal berdasarkan niat dan tujuannya. Sebagai contoh kaidah fiqih mereka yang terkenal:?

? ?

Suatu perbuatan adalah tergatung pada maksudnya (niatnya)?

Suatu contoh, ada seseorang memberi hadiah kepada orang lain dengan niat menghindar dari hitungan nishab zakat. Maka, dalam hal ini, status hukum memberi hadiah tersebut, meski pada awalnya adalah boleh, menjadi tidak boleh (tidak sah) disebabkan karena adanya niat menghindari zakat. Sama halnya dengan niat seseorang yang niatnya adalah sebagai sarana menuju riba, maka jual beli semacam hukumnya adalah tidak sah disebabkan dilarangnya riba tersebut.?

Dalam kasus saddud dzariah, digambarkan ada seseorang memeras anggur dengan niatan untuk membuat cuka. Maka niat seperti ini menjadikan muamalah memeras anggur tersebut menjadi sah dan halal. Berbeda halnya dengan kasus, bilamana tujuan memeras anggur dimaksudkan untuk membuat khamr, maka hukum memerasnya dihukumi sebagai haram, disebabkan illah kerusakan dan keharaman khamr tersebut. Inilah contoh gambaran posisi niat terkait dengan aqad/transaksi kelak dipandang sah atau tidak.?

Kesimpulannya bahwa, suatu perbuatan dipandang sah, bilamana niatnya adalah benar dan tidak menimbulkan mudarat, kerusakan atau kemungkaran. Untuk selanjutnya, niat ini kemudian oleh para ulama digambarkan sebagai shighat (bunyi aqad), sementara dua orang yang melakukan transaksi disebut sebagai aqidain, dan barang yang diaqadkan dikenal sebagai al-maqud, kemudian tujuan akhir dari aqad kemudian dikenal sebagai al-maqud alaih.?

Jika diuraikan lebih lanjut, dalam kasus anggur di atas, shighat aqad adalah jalinan antara pengusaha dan petani anggur. Pengusaha menyuruh petani untuk menanam anggur mau digunakan sebagai apa? Jika pengusaha memberi tahu petani bahwa anggurnya kelak akan dipakai untuk memproduksi minuman keras, misalnya, maka menjualnya petani untuk hasil panen anggurnya kepada pengusaha, hukumnya menjadi tidak boleh. Pemberitahuan pengusaha kepada petani terkait kegunaan anggurnya kelak diibaratkan sebagai sebab aqad yang memperantarai terbentuknya shighat. Pengusaha dan petani anggur disebut aqidain. Anggur hasil panenan disebut al maqud. Dan tujuan transaksi untuk membuat minuman keras disebut al-maqud alaih.?





Wallahu alam

(Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, PonPes Muhammadiyah Asli

Kamis, 26 Oktober 2017

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Keraton Yogyakarta menggelar upacara Grebeg Syawal, Kamis (8/8). Ratusan warga yang mengikuti acara tersebut berebut Gunungan Lanang yang merupakan sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Pihak Keraton mengeluarkan tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga Gunungan Lanang (putra), dan tiga Gunungan Estri (putri) serta satu Gunungan Awohan (buah). Tujuh gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan hasil bumi lainnya dihantarkan dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kepatihan mulai pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya gunungan yang dikenal dengan nama Gunungan Lanang ini akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir. Menurut kepercayaan, mereka yang berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan akan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

Muhammadiyah Asli

Diantara warga yang hadir, Jaya, menuturkan dia rutin mengikuti acara ini setiap tahunnya. "Saya selalu mengajak anak dan istri saya agar nanti tetap bisa nguri-uri kebudayaan dan bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya juga," ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun ini tidak lepas dari pengaruh Islam di Jawa. Grebeg ini merupakan wujud ucapan terima kasih pada Tuhan karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan, juga sebagai ritual dalam menyambut tahun baru Hijriah atau Islam.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Selasa, 29 Agustus 2017

Selamat Hari Raya Idul Fitri Zaman KH Hasyim Asyari

Di majalah Berita Nahdlatul Oelama (BNO) tahun 1354 H, hoofdbestuur (pengurus besar) Nahdlatul Ulama menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri. Di tahun itu Idul Fitri jatuh pada tanggal 7 Januari 1936 M, sepuluh tahun sejak NU didirikan dan Indonesia (Hindia Belanda) masih dijajah Belanda.

Pada kolom haturan selamat Idul Fitri di majalah yang terbit 1 Januari 1936 tersbut, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatul Ulama dicantumkan di situ mulai Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari dan pengurus lain. ?

Selamat Hari Raya Idul Fitri Zaman KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat Hari Raya Idul Fitri Zaman KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat Hari Raya Idul Fitri Zaman KH Hasyim Asyari

Diantara kiai-kiai yang disebut adalah KH Ridwan bin Abdullah Surabaya, Abdul Wahab bin Hasbullah Surabaya, Abdullah bin Ali, KH Hamim, KH Sahal, KH A Faqih dll. Sementara di Tanfidziyah KH M Noer, H S Samil, M Kariadi dan lain-lain.

Muhammadiyah Asli

Ucapan selamat Idul Fitri itu berbunyi, Menghatoerkan selamat hari raya A’Idil fitri kehadapan sekalian Ichwanul moeslimin wal moeslimat, pembaca BNO umuman, wachoesoeson qoum Nahdliijin, menghatoerkan poela beberapa jenis kesalahan, kelalaian, kehilapan dan koerangnya Ta’addoeb semasa doedoek dalam Bestoeran, maoepoen sebeloemnya; Maka atas hal demikian, tenteo sedjoemlah kami ampoenja doesa hak adami, moehoen di maafkan sekaliannja dari Doenia hingga Acherat kelak.

Muhammadiyah Asli

Di samping inipoen ta’loepalah kami sekalian bersedia memafakan sekedar doesa saudara terhadap kami sekaliannja.

Dan mari kita berdo’ea pada Allah djoega bersama-sama, disampaikan Oemoer kita masing-masing sampai bertemu A’idilfitri tahoen jang akan datang 1355 Amin!!

Pada tahun 1936 beberapa sejarah penting NU tercatat, NU menggelar Kongres ke-11 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada waktu itu Hidayah Islamiyah, sebuah organisasi Islam bergabung dengan NU. Pada tahun itu pula KH Wahid Hasyim mendirikan Ikatan Pelajar-Pelajar Islam di Jombang, membangun taman bacaan tak kurang 500 buku, termasuk majalah, surat kabar dalam bahasa Jawa dan Indonesia. ?

Menurut Ensiklopedi NU (terbit 2014), majalah BNO, diperkirakan terbit pertama kali tahun 1931. Majalah itu diupayakan oleh kiai-kiai NU dengan harapan berperan sebagai obor kaum muslimin pada umumnya dan nahdliyin khususnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock