Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Selasa, 20 Februari 2018

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Nganjuk, Muhammadiyah Asli. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (10/4). Ia menyerahkan total bantuan senilai Rp153,9 juta untuk 5 korban meninggal dan kebutuhan logistik.

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Korban meninggal terdiri dari kakak beradik Donny (24) dan Bayu (14), Kodri (16), Dwi (18). Keempatnya merupakan warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Korban kelima adalah Paidi (55) warga Dusun Jati Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor. Sebanyak lima orang menjadi korban tanah longsor, Ahad (9/4) di Dusun Dlopo, Desa Kepel.

Setiap korban meninggal mendapat santunan Rp15.000.000 sehingga total santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp75.000.000. Mensos juga menyerahkan bantuan logistik untuk bencana alam Kabupaten Nganjuk senilai Rp78.976.285. Jadi total bantuan yang diberikan Mensos sebesar Rp153.976.285.

Muhammadiyah Asli

Tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Mensos didampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Danrem Madiun Kolonel Inf. Piek Budiyakto, Dandim 0810 Letkol Arh. Sri Rusyono, Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono serta Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus meninjau dapur umum yang dikelola TAGANA untuk menyiapkan logistik ? relawan dan tim pencarian korban.?

Rombongan kemudian bergerak ke Posko Bencana Alam dilanjutkan peninjauan lokasi longsor desa Kepel kecamatan ? Ngetos, ? Kabupaten Nganjuk.?

Muhammadiyah Asli

"Bapak, kami turut berduka cita atas meninggalnya anak Bapak. Ikhlas ya Pak, Insyaallah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah," kata Mensos kepada Aksan, orangtua Donny dan Bayu.

Bapak dengan tiga anak itu bercerita sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia mengaku keduanya bahkan belum berpamitan saat meninggalkan rumah. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu.?

"Donny ini dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya melihat longsor," ujar Aksan lirih.?

Usai menyerahkan bantuan rombongan bergegas menuju lokasi longsor. Meski sempat dicegah karena tingkat kerawanannya tinggi dan masih ada kemungkinan tanah bergerak, namun Khofifah tetap melanjutkan peninjauan dengan menggunakan motor trail. Mensos meyakini seeing is believing sehingga ketika akan menyiapkan sebuah keputusan dan tindakan, telah didasarkan pada realitas empirik di lapangan.?

"Apalagi ini lempengan gunung Wilis dari Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri sehingga masing-masing kabupaten ini betul-betul harus menyiapkan rencana tata ruang yang aman bagi warganya," ujar Mensos setelah meninjau bekas longsoran.?

Di akhir kegiatan, Mensos berkunjung ke rumah duka keluarga Aksan. Istri Aksan, Hartini tampak sangat terpukul kehilangan dua puteranya sekaligus. Mensos membacakan doa untuk Donny dan Bayu serta mendoakan agar keluarganya sabar dan ikhlas.

Sementara itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengungkapkan longsor pertama terjadi Sabtu (8/4) dengan lebar 252 meter dan panjang 202 meter. Pada Ahad (9/4) hujan mengguyur dengan intensitas ringan di Kecamatan Ngetos. Hujan ringan mengakibatkan tanah bergerak terjadi pada jam 11.00 WIB dan memperlebar area longsor sekira 310 meter, panjang 900 meter. Longsor menutupi aliran sungai serta merusak areal pertanian.?

Taufiqurrahman mengatakan tanah bergerak menimbun warga yang sedang melakukan aktivitas di area persawahan. Menurut keterangan saksi, korban meninggal Paidi sedang mencari rumput. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sedang mengabadikan longsor.

Hingga Senin siang (10/4), sejumlah upaya telah dilakukan untuk melakukan evakuasi korban. Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh mitra dinas sosial terdiri dari TAGANA sebanyak 20 personil, Pendamping PKH sebanyak 130 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 20 orang dan 2 Pekerja Sosial.?

Sementara terkait bantuan permakanan TAGANA telah mendirikan dapur umum sementara tim dari Dinas Sosial Kabuoaten Nganjuk telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Kupang, Muhammadiyah Asli. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- XXII  tingkat Provinsi NTT di Asrama Haji Kupang, Jumat (21/6) hari ini.

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Seleksi STQ berlangsung selama tiga, guna mencari bakat bagi cabang Tilawah Qori dan Qoriah dan cabang Hifzil Quran baik dewasa maupun maupun golongan anak kanak-kanak dari setiap kabupaten Kota se-NTT. 

Demikian dikatakan Ketua LPTQ Provinsi NTT Drs. Jamal Ahmad, MM kepada media dalam jumpa pers di Asrama Haji Kupang (20/6). Seleksi STQ tingkat propinsi berlangsung selama tiga hari, guna mencari bakat Qori dan Qoriah, Hafizh Quran dan hafizh lima juz akan mencari duta MTQ tingkat Nasional  di Bangka Belitung pada tahun ini, katanya.

Muhammadiyah Asli

Semua Peserta masing-masing dari kabupaten Kota se-NTT. Peserta ikut STQ masing-masing cabang lomba sesuai dengan jenis mata lomba. lomba STQ diseleksi berdasarkan masing-masing tingkatan, mulai dari Cabang Lomba Tilawah Golongan Dewasa(Qori dan Qoriah), Cabang Tilawah Golongan  anak-anak (Qori dan Qoriaah) dan Cabang Hafizh Quran Golongan satu dan tilawah lima juz (Hafizh dan Hafizah).

Seleksi STQ tingkat Propinsi, juga bekerjasama dengan Kementrian agama Propinsi NTT. Kerjasama ini, dalam rangka meningkat  dan mewujudkan umat muslim yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dan menfasilitasi umat Islam untuk menjadi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam aspek kehidupan, kata Ketua LPTQ juga Ketua PWNU NTT itu. 

Muhammadiyah Asli

Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama Provinsi NTT, Drs. Samsul Maaril, mengatakan kegiatan STQ kerjasama Kementerian Agama dengan LPTQ NTT bertujuan sama-sama mencari  duta Propinsi yang berprestasi, berkualitas untuk mengikuti MTQ atau STQ tingkat Nasional. Sehingga bisa meningkat masyarakat yang agamis dari aspek kehidupan umat. Agar bisa mengamalkan ajaran islam yang baik dan benar.  

Kegiatan ini, bekerjsama dengan Kementrian agama dengan LPTQ NTT. Semoga  pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan Qiri dan Qoriah yang bisa membawa nama baik NTT ditingkat Nasional. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Tingkat Propinsi NTT  H. Mandar Langi Pua Upa, menambahkan persiapan panitia pelaksana STQ sudah mencapai delapan puluh persen pada H-1 menjelang hari hal kegiatan.

Sedangkan peserta dari 21 Kabupaten Kota sudah masuk, hanya beberapa kabupaten yang belum melaporkan kepada panitia, katanya. Beberapa kabupaten yang belum masuk tersebut, panitia telah mendapat informasi bahwa jadwal keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten besok besok baru bisa berangkat dari daerah masing-masing. 

Menurut Mandar, kegiatan Seleksi STQ Tingkat Provinsi dengan Tema, Dengan STQ Tingkat Provinsi Tahun 2013 Kita Ciptakan Masyarakat Yang agamais menuju kesejahateraan umat kondusif, harmonis dan bermartabat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung semarak dimana-mana. PBNU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam peringatan yang berlatar belakang sejarah Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu tersebut.

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan hal itu di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/10). Menurutnya, respon semua pihak kepada program PBNU di Hari Santri seperti Kirab Resolusi Jihad NU dan pembacaan 1 Milar Shalawat Nariyah sungguh meriah sekali.

“Kami atas nama PBNU, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu peringatan Hari Santri, mulai dari TNI, Polri, Pemeritah Daerah, Presiden,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih khusus ia sampaikan terim kasih kepada seluruh warga NU yang memperingati Hari Santri dengan tertib, kreatif, dan penuh kesahajaan.

Ia menilai, peringatan Hari Santri 22 Oktober lalu penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai pengembangan wawasan kebangsaan, menyampaikan pesan sejarah, menanamkan nilai-nilai patriotik, membela tanah air, dan bangsa. “Ini bagian proses edukasi yang selama ini kurang didapat di sekolah,” katanya. ?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, ia menilai, peringatan tersebut menjadi perekat sosial sesama anak bangsa. Padahal sebelumnya, Hari Santri disinyalir akan melahirkan kelas sosial baru, akan semakin meruncingkan dikotom.

“Yang terjadi justru sebaliknya karena makna santri, menurut para kiai, tidak hanya terbatas yang mesantren di pondok, tapi seluruh warga masyarakat yang haus ilmu di pendidikan formal dan nomformal, serta memiliki watak dan adab kesantrian seperti menjaga ukhwah, memiliki spirit kebangsaan dan cinta tanah air,” jelasnya. ?

PBNU, sambungnya, berniat pembacaan Shalawat Nariyah akan menjadi agenda rutin tahunan di tiap peringatan Hari Santri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Muhammadiyah Asli

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Aswaja, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 06 Januari 2018

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Wonosobo, Muhammadiyah Asli. Para remaja dan pelajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau mengendalikan diri dari pergaulan bebas menyusul meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di daerah ini. Ironisnya, para penderita kebanyakan tengah memasuki usia produktif, yakni 24-35 tahun.

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto saat selapanan rutin (pertemuan bulanan) bersama Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kejajar, Wonosobo, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Tieng, Kejajar, Selasa (19/11).

Menurutnya, perlaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja sangat disayangkan, mengingat di usia produktif ini mereka semestinya memanfaatkan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi atau melakukan hal positif lainya. 

Muhammadiyah Asli

“Untuk meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) , dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto. 

Muhammadiyah Asli

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hidayah Kongsi Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo, Hakim Muzaki, saat memberi taushiyah mendorong hadirin untuk meneladani semangat juang para ulama NU. Pelajar NU harus sanggup menggunakan masa mudanya untuk berkontribusi kepada NU dan bangsa. 

Pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Kejajar, Mashud, mengaku senang dengan pertemuan PAC IPNU-IPPNU Kejajar kali ini. Tak hanya dihadiri kader IPNU-IPPNU ditingkat anak cabang tapi juga para pengurus di tingkat cabang. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pemurnian Aqidah, Aswaja, Quote Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

Jepara, Muhammadiyah Asli. Para ulama di Jepara, Jawa Tengah, menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, karena dinilai lebih banyak madhorotnya dibanding manfaatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi rekomendasi bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Keputusan didasarkan hasil kajian Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Nahdlatul Jepara selama dua hari, 1-2 September 2007, yang diikuti oleh sejumlah kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara.

“PLTN tidak hanya menyangkut masalah energi, tapi juga lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi. Untuk meneropong masalah tersebut, batasnya adalah manfaat dan bahaya bagi kepentingan umat,” kata Sekretaris Tim Perumus Bahtsul Masail KH Ahmad Roziqin di Kantor PCNU Jepara, Ahad (2/9).

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

“Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan PLTN Muria haram hukumnya. Energi yang dihasilkan hanya 2-4 persen, sementara limbah radioaktifnya sangat berbahaya,” kata Kiai Ahmad yang didampingi Ketua Tim Perumus KH Kholilurahman.

Para ulama NU Jepara berharap pemerintah membatalkan rencana pembangunan PLTN Muria. Meski masi berupa rencana, PLTN nyata-nyata menimbulkan keresahan umat .

Muhammadiyah Asli

Keputusan penolakan pembangunan PLTN berlaku pada tingkat lokal, yakni PLTN Muria. “Keputusan ini akan kami rekomendasikan ke PWNU dan PBNU sebagai bahan kajian lagi,” kata Kiai Ahmad dan Kiai Kholilurahman.

Ketua PBNU Ahmad Bagja di Jakarta mengatakan, PBNU akan membahas lagi persoalan PLTN Muria. "Keputusan PCNU Jepara itu kami nilai sebagai masukan atau rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam pembahasan nanti, kata Ahmad, PBNU sepertinya tidak akan terlalu jauh sampai ke penentuan fatwa halal atau haram bagi PLTN Muria. “Kami akan kaji manfaat dan mudaratnya dari aspek agama dan ilmiah,” katanya.(ant/gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Berita, Aswaja Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock