Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Jumat, 16 Februari 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)

Muhammadiyah Asli



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Jadwal Kajian, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Malang, Muhammadiyah Asli?

Senyum Mereka adalah Kebahagiaan Kita itulah tema kegiatan kali ini, dimana Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Pujon bersama Komunitas 65391 mengadakan santunan kepada anak yatim se-Kecamatan Pujon.

Pujon Berbagi sengaja diadakan pada bulan Ramadhan dengan harapan santunan yang diterima dapat digunakan untuk persiapan Lebaran. Pujon Berbagi tahun ini merupakan yang kedua kalinya di mana pada tahun sebelumnya berhasil menyantuni kurang lebih 150 anak yatim. Berkat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di tahun ini mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua minggu panitia berhasil mengumpulkan uang untuk santunan lebih dari 43 juta Rupiah sehingga pada tahun ini berhasil memberi santunan pada 280 lebih anak yatim se-Kecamatan Pujon

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Mulyono, camat Pujon dalam sambutanya mengatakan bahwa pemuda seperti inilah (IPNU-IPPNU-Komunitas 65391) yang diharapkan sebagai generasi penerus Indonesia, mereka yang peduli terhadap sesama yang masih memikirkan sesama di tengah virus individualisme. Ia juga mengatakan bahwa kebanyakan pemuda saat ini hanya aktif bersosial di media sosial memberikan like atau komentar saja, padahal yang dibutuhkan bukanlah like ribuan namun uluran tangan secara nyata pada masyarakat sosial.?

Kegiatan Pujon Berbagi dikemas dalam berbagai rangkaian acara mulai dari parade musik islami, mauidhoh hasanah, shalawat, berbagi takjil dan buka bersama. Meskipun sempat turun hujan namun acara tetap bisa berjalan. Panitia menjelaskan bahwa dana yang diberikan masyarakat untuk santunan seluruhnya digunakan sebagai santunan sedangkan dana operasional kegiatan mulai dari sarana panggung, kursi, mobil penjemputan anak yatim, konsumsi untuk buka bersama dan takjil ditanggung oleh panitia dan dari beberapa donatur yang memang dikhususkan untuk membantu kegiatan, sama sekali tidak menggunakan dana santunan dari masyarakat.?

“Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung pada tahun tahun berikutnya dan tentunya lebih baik, selain itu dapat menjadi motivasi kepada seluruh IPNU-IPPNU se-Indonesia untuk tidak takut dan khawatir jika hendak mengadakan kegiatan sosial karena masyarakat pasti mendukung.“ (Fauzan Anwari/Mukafi Niam)?

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Sholawat Muhammadiyah Asli

Senin, 15 Januari 2018

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Makassar, Muhammadiyah Asli

Almarhum Haji Andi Muhammad Umar, ayah mantan katib ‘aam PBNU yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar dikebumikan hari ini Jumat (1/4) sekitar pukul 10.00 WITA di pemakaman keluarga di Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Andi Muhammad Umar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning Baru, Kota Makassar, Kamis (31/3), pukul 06.30 WITA.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bone Ali Arham mengatakan, sebelumnya jenazah berada di Kompleks Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung-Bone dan dishalati di Masjid Raya Makassar.

Muhammadiyah Asli

Almarhum lahir di Bone pada tanggal 16 Juni 1936. Andi Umar merupakan perintis Pesantren Modern Al-Ikhlas Ujung Bone yang dibangun putranya, Nasaruddin Umar yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Mantan kepala sekolah SDN 94 Ujung tersebut meninggalkan lima anak laki-laki dan seorang perempuan. Sementara istri almarhum lebih dulu berpulang ke rahmatullah. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Sholawat Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 Desember 2017

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

Perayaan hari kelahiran Rasulullah saw (maulid Nabi) tidak terbatas pada satu waktu tertentu. Bahkan alangkah baiknya jikalau seorang muslim terus menerus mengingat Rasulullah saw, karena beliaulah uswah hasanah yang paling sempurna. Pada hakikatnya perayaan maulid merupakan amal kebajikan. Jika amal ini disetai dengan keihklasan dan niat yang lurus akan menjelma sebagai sebuah ibadah yang nilai pahalanya dijanjikan oleh Allah swr.

Maksud niat yang lurus adalah merayakan dengan penuh rasa kegembiraan dan kecintaan atas kelahiran Rasulullah saw.

Sebagaimana keterangan Ibn Taimiyah yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:  .
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ?.

Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399). Sebagai amal yang baik tentunya perayaan maulid harus bersih dari hal-hal yang berbau negative, buruk dan dosa. Seperti tradisi yang telah berlaku di Nusantara ini maulidan biasa dilakukan secara bersama-sama dalam satu majlis. Biasanya dalam majlis tersebut akan dikumandangkan ayat al-Qur’an sebagai pembukaan lantas pembacaab maulid dhiba’, atau al-barzanji atau syaraful anam dan berbagai puji-pujian kepada Rasulullah saw yang lain.

Muhammadiyah Asli

Tidak hanya itu saja, malahan disebagian tempat ada ta’lim yang diisi oleh seorang muballigh yang berdawah menuturkan dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.

Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan ini sangat tergantung pada tradisi masing-masing daerah. Hanya saja standar yang harus ada dalam sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur’an, penuturan kisah Rasulullah saw dan tidak lupa hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah swt akan diutusnya Rasululla saw.

Hidangan ini juga menjadi ruang berbagi sedekah bagi mereka yang mampu. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan antar umat. Bentuk perayaan seperti inilah yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi dan menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 ).

Muhammadiyah Asli

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, News, Sholawat Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Sampang, Muhammadiyah Asli?

Maraknya aksi-aksi ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila, mendapatkan rekasi keras dari elemen masyarakat. Salah satunya berasal dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahldlatul Uama (Lakpesdam NU) Sampang, Jawa Timur.

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Reaksi Lakpesdam NU Sampang tersebut ditunjukkan dengan memasang spanduk bertuliskan "BUBARKAN ORMAS YANG MENOLAK PANCASILA DAN NKRI." Spanduk tersebut disebar di 10 titik di wilayah kota Sampang.

Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisal Ramdhani mengatakan, aksi pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan adanya ancaman serius yang dilakukan oleh para pengusung khilafah untuk mengganti Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Muhammadiyah Asli

"Kita ketahui bersama bahwa Pancasila dan NKRI merupakan komitmen dan ? kesepakatan bersama dari para Pendiri Republik ini yang diperoleh dari darah dan air mata para syuhada. Maka jika ada sebuah kelompok yang hendak menggantinya bisa dikatakan sebagai makar yang wajib kita lawan dan bubarkan" ujar Faisal Rabu (27/4).

Apabila dibiarkan, sambung dia, maka dipastikan akan merongrong keutuhan NKRI dan sangat mengaggu stabilitas nasional. ? Sebab langkah-langkah provokatif yang mereka lakukan sebenarnya sebuah ajakan untuk mengambil alih kekuasan negara secara terselubung.

Muhammadiyah Asli

"Kelompok-kelompok Islam garis keras ini merasa tidak memiliki rasa sayang kepada masyarakat, tidak memiliki rasa hormat terhadap negara dan mereka mengacak-acak situasi damai untuk kepentingan ideologi-politik mereka. Menganggap ? Pancasila sebagai taghut, menganggap Pancasila dan NKRI sebagai pemerintahan yang kafir ? adalah bagian dari benih-benih kekerasan, dan tidak selaras dengan garis rahmatan lil alamin," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada semua eksponen kebangsaan untuk bersama-sama menghadang gerakan ekstremisme ini. Serta meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkan ormas yang dalam setiap aksinya sangat nyata menentang Pancasila.

"Kalau ormas-ormas yang anti Pancasila dan gerakan-gerakannya dibiarkan saja oleh pemerintah dan terus berlangsung maka benih-benih ekstrimisme akan tumbuh subur. Hal ini harus segera diantisipasi dengan cara preventif langsung yakni Bubarkan ormas-ormas yang anti Pancasila dan NKRI " tegasnya. (Sofwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Daerah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock