Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Jumat, 16 Februari 2018

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Meskipun sudah berlangsung sejak November 2006 lalu, sidang kasus penggelapan aset tanah milik PBNU di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Salim Muhammad (75) kembali ditunda yang seharusnya diselenggarakan Rabu (2/5) dengan alasan sakit. Pengacara terdakwa menyampaikan surat dokter dan salinan resep dokter sebagai bukti.

Sidang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, terakhir pada 16 April lalu dengan alasan sakit. Namun pada Rabu 25 April lalu, Salim datang ketika membawa saksi yang meringankannya.

Wakil ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Fickar Hadjar SH. sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan mengirimkan surat kepada kepala pengadilan negeri Jakarta, kejaksaan negeri Jakarta dengan tembusan kepada Kejaksaan Agung agar kasus ini segera dituntaskan, namun hal ini rupanya tak mempan.

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Penggelapan Aset NU Ditunda Lagi, LPBHNU Surati Kejagung

“Seharusnya jaksa mendesak hakim untuk menyelenggarakan sidang jika memang ada upaya untuk memperlambat proses pengadilan,” tuturnya.

Dikatakannya bahwa dalam sistem hukum di Indonesia, hanya jaksa sebagai wakil dari pemerintah yang memiliki hak untuk meminta agar sidang diselenggarakan jika kondisinya mendesak. Hal ini berbeda dengan pengadilan di Amerika Serikat yang menempatkan pemerintah berhadapan dengan masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Salim sendiri tidak ditahan dengan alasan usianya yang sudah mencapai 75 tahun. Kondisi ini menyebabkan sidang bisa berlangsung lama. Jika ditahan, maka kasus harus diselesaikan dalam waktu 60 hari dan biasanya terdakwa meminta agar kasusnya cepat diselesaikan dengan alasan agar tidak terlalu lama di tahanan, jika ia diputuskan bebas oleh pengadilan.

Salim didakwa melakukan penggelapan hasil penjualan tanah milik Yayasan Waqfiyah yang didirikan PBNU. Dari hampir 28 Milyar rupiah hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membeli properti pribadi dan penarikan deposito sebesar 10 Milyar yang tidak ada kaitan dengan kepentingan yayasan. (mkf)

Muhammadiyah Asli



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Jadwal Kajian, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Malang, Muhammadiyah Asli?

Senyum Mereka adalah Kebahagiaan Kita itulah tema kegiatan kali ini, dimana Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Pujon bersama Komunitas 65391 mengadakan santunan kepada anak yatim se-Kecamatan Pujon.

Pujon Berbagi sengaja diadakan pada bulan Ramadhan dengan harapan santunan yang diterima dapat digunakan untuk persiapan Lebaran. Pujon Berbagi tahun ini merupakan yang kedua kalinya di mana pada tahun sebelumnya berhasil menyantuni kurang lebih 150 anak yatim. Berkat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di tahun ini mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua minggu panitia berhasil mengumpulkan uang untuk santunan lebih dari 43 juta Rupiah sehingga pada tahun ini berhasil memberi santunan pada 280 lebih anak yatim se-Kecamatan Pujon

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pujon Berbagi Senyuman

Mulyono, camat Pujon dalam sambutanya mengatakan bahwa pemuda seperti inilah (IPNU-IPPNU-Komunitas 65391) yang diharapkan sebagai generasi penerus Indonesia, mereka yang peduli terhadap sesama yang masih memikirkan sesama di tengah virus individualisme. Ia juga mengatakan bahwa kebanyakan pemuda saat ini hanya aktif bersosial di media sosial memberikan like atau komentar saja, padahal yang dibutuhkan bukanlah like ribuan namun uluran tangan secara nyata pada masyarakat sosial.?

Kegiatan Pujon Berbagi dikemas dalam berbagai rangkaian acara mulai dari parade musik islami, mauidhoh hasanah, shalawat, berbagi takjil dan buka bersama. Meskipun sempat turun hujan namun acara tetap bisa berjalan. Panitia menjelaskan bahwa dana yang diberikan masyarakat untuk santunan seluruhnya digunakan sebagai santunan sedangkan dana operasional kegiatan mulai dari sarana panggung, kursi, mobil penjemputan anak yatim, konsumsi untuk buka bersama dan takjil ditanggung oleh panitia dan dari beberapa donatur yang memang dikhususkan untuk membantu kegiatan, sama sekali tidak menggunakan dana santunan dari masyarakat.?

“Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung pada tahun tahun berikutnya dan tentunya lebih baik, selain itu dapat menjadi motivasi kepada seluruh IPNU-IPPNU se-Indonesia untuk tidak takut dan khawatir jika hendak mengadakan kegiatan sosial karena masyarakat pasti mendukung.“ (Fauzan Anwari/Mukafi Niam)?

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Sholawat Muhammadiyah Asli

Senin, 15 Januari 2018

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Makassar, Muhammadiyah Asli

Almarhum Haji Andi Muhammad Umar, ayah mantan katib ‘aam PBNU yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar dikebumikan hari ini Jumat (1/4) sekitar pukul 10.00 WITA di pemakaman keluarga di Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Andi Muhammad Umar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning Baru, Kota Makassar, Kamis (31/3), pukul 06.30 WITA.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bone Ali Arham mengatakan, sebelumnya jenazah berada di Kompleks Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung-Bone dan dishalati di Masjid Raya Makassar.

Muhammadiyah Asli

Almarhum lahir di Bone pada tanggal 16 Juni 1936. Andi Umar merupakan perintis Pesantren Modern Al-Ikhlas Ujung Bone yang dibangun putranya, Nasaruddin Umar yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Mantan kepala sekolah SDN 94 Ujung tersebut meninggalkan lima anak laki-laki dan seorang perempuan. Sementara istri almarhum lebih dulu berpulang ke rahmatullah. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Sholawat Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 Desember 2017

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

Perayaan hari kelahiran Rasulullah saw (maulid Nabi) tidak terbatas pada satu waktu tertentu. Bahkan alangkah baiknya jikalau seorang muslim terus menerus mengingat Rasulullah saw, karena beliaulah uswah hasanah yang paling sempurna. Pada hakikatnya perayaan maulid merupakan amal kebajikan. Jika amal ini disetai dengan keihklasan dan niat yang lurus akan menjelma sebagai sebuah ibadah yang nilai pahalanya dijanjikan oleh Allah swr.

Maksud niat yang lurus adalah merayakan dengan penuh rasa kegembiraan dan kecintaan atas kelahiran Rasulullah saw.

Sebagaimana keterangan Ibn Taimiyah yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:  .
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ?.

Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399). Sebagai amal yang baik tentunya perayaan maulid harus bersih dari hal-hal yang berbau negative, buruk dan dosa. Seperti tradisi yang telah berlaku di Nusantara ini maulidan biasa dilakukan secara bersama-sama dalam satu majlis. Biasanya dalam majlis tersebut akan dikumandangkan ayat al-Qur’an sebagai pembukaan lantas pembacaab maulid dhiba’, atau al-barzanji atau syaraful anam dan berbagai puji-pujian kepada Rasulullah saw yang lain.

Muhammadiyah Asli

Tidak hanya itu saja, malahan disebagian tempat ada ta’lim yang diisi oleh seorang muballigh yang berdawah menuturkan dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.

Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan ini sangat tergantung pada tradisi masing-masing daerah. Hanya saja standar yang harus ada dalam sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur’an, penuturan kisah Rasulullah saw dan tidak lupa hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah swt akan diutusnya Rasululla saw.

Hidangan ini juga menjadi ruang berbagi sedekah bagi mereka yang mampu. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan antar umat. Bentuk perayaan seperti inilah yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi dan menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 ).

Muhammadiyah Asli

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, News, Sholawat Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Sampang, Muhammadiyah Asli?

Maraknya aksi-aksi ormas yang terang-terangan mengajarkan khilafah dan tidak mengakui Pancasila, mendapatkan rekasi keras dari elemen masyarakat. Salah satunya berasal dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahldlatul Uama (Lakpesdam NU) Sampang, Jawa Timur.

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang: Pemerintah Wajib Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Reaksi Lakpesdam NU Sampang tersebut ditunjukkan dengan memasang spanduk bertuliskan "BUBARKAN ORMAS YANG MENOLAK PANCASILA DAN NKRI." Spanduk tersebut disebar di 10 titik di wilayah kota Sampang.

Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisal Ramdhani mengatakan, aksi pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan adanya ancaman serius yang dilakukan oleh para pengusung khilafah untuk mengganti Pancasila dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Muhammadiyah Asli

"Kita ketahui bersama bahwa Pancasila dan NKRI merupakan komitmen dan ? kesepakatan bersama dari para Pendiri Republik ini yang diperoleh dari darah dan air mata para syuhada. Maka jika ada sebuah kelompok yang hendak menggantinya bisa dikatakan sebagai makar yang wajib kita lawan dan bubarkan" ujar Faisal Rabu (27/4).

Apabila dibiarkan, sambung dia, maka dipastikan akan merongrong keutuhan NKRI dan sangat mengaggu stabilitas nasional. ? Sebab langkah-langkah provokatif yang mereka lakukan sebenarnya sebuah ajakan untuk mengambil alih kekuasan negara secara terselubung.

Muhammadiyah Asli

"Kelompok-kelompok Islam garis keras ini merasa tidak memiliki rasa sayang kepada masyarakat, tidak memiliki rasa hormat terhadap negara dan mereka mengacak-acak situasi damai untuk kepentingan ideologi-politik mereka. Menganggap ? Pancasila sebagai taghut, menganggap Pancasila dan NKRI sebagai pemerintahan yang kafir ? adalah bagian dari benih-benih kekerasan, dan tidak selaras dengan garis rahmatan lil alamin," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada semua eksponen kebangsaan untuk bersama-sama menghadang gerakan ekstremisme ini. Serta meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkan ormas yang dalam setiap aksinya sangat nyata menentang Pancasila.

"Kalau ormas-ormas yang anti Pancasila dan gerakan-gerakannya dibiarkan saja oleh pemerintah dan terus berlangsung maka benih-benih ekstrimisme akan tumbuh subur. Hal ini harus segera diantisipasi dengan cara preventif langsung yakni Bubarkan ormas-ormas yang anti Pancasila dan NKRI " tegasnya. (Sofwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Daerah Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

Berjuang Kembangkan Pendidikan di Daerah “Minoritas NU”

Karanganyar, Muhammadiyah Asli. Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU merupakan salah satu lembaga yang ada di bawah naungan NU. Idealnya lembaga yang menangani pendidikan ini ada di setiap kabupaten/kota (PCNU) maupun kecamatan (MWCNU), agar siswa-siswi bisa paham dan mengerti NU sejak dini.

Berjuang Kembangkan Pendidikan di Daerah “Minoritas NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Berjuang Kembangkan Pendidikan di Daerah “Minoritas NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Berjuang Kembangkan Pendidikan di Daerah “Minoritas NU”

Muhammadiyah Asli berkunjung ke kediaman ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kiai Mukti Ali, menanyakan tentang keberadaan LP Maarif NU di kabupaten yang ia pimpin.

Kiai Mukti menjelaskan, sekolah yang benar-benar mengatasnamakan LP Maarif  NU di karanganyar untuk tingkat MI baru ada satu sekolah. “Yaitu di tempat saya, dan itu pun baru ada tiga kelas,” tuturnya.

Muhammadiyah Asli

“Memang untuk membangun sebuah lembaga yang membawa label NU sungguh sangat berat dan banyak rintangan, karena di karanganyar untuk NU-nya masih dibilang minoritas,” katanya.

Selain itu gempuran-gempuran sekolah-sekolah berbasis Islam lain yang terus berkembang dan iklannya pun menggiurkan, ditambah sokongan dana dari atas.

Muhammadiyah Asli

Namun ia terus berikhtiar dan bekerja keras akan memperjuangkan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang beliau rintis tersebut. “Semoga Allah SWT mempermudakan jalannya, ujar kiai Mukti

Adapun untuk siswa-siswi di LP Ma’arif NU Nurul Hikmah yang berlokasi di Desa Pojok Kecamatan Mojogendang Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah itu kebanyakan dari jama’ah pengajian yang kiai Mukti pimpin dan simpatisan NU.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, AlaNu Muhammadiyah Asli

Kamis, 21 Desember 2017

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim

Kendal, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Margomulyo Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif, antara lain ngaji kitab kuning, tadarus bersama, i’tikaf di 10 hari terakhir malam ganjil, buka bersama, serta santunan anak yatim.

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim

Ketua Pimpinan Ranting IPNU Margmulyo Ahmad Heru Mengatakan, kegiatan ini penting digelar untuk menghidupkan bulan Ramadhan. “Pemuda harus semangat dalam syiar keagamaan, kita tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman,” katanya Rabu (29/6).

Agenda tahunan PR IPNU-IPPNU Margomulyo berupa ngaji kitab kuning dan tadarus bersama telah selesai, tepat di 20 hari Ramadhan lalu, dengan dibina langsung oleh Kiai Muhtadin. Kitab Zadush Shaimin dipilih sebagai bahan kajian Ramadhan tahun ini. Kitab ini berisi tentang amaliah-amaliah di bulan Ramadhan dan mengupas tuntas perbedaan-perbedaan pendapat para ulama terdahulu seperti bilangan shalat tarawih hingga perkara-perkara yang membatalkan puasa.

?

Muhammadiyah Asli

Setelah kajian kitab selesai sekitar pukul 21.30 dilanjut tadarus bersama satu hari satu juz Al-Qur’an. “Kami berharap dengan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan tahun ini bisa menambah khazanah amal baik kami IPNU-IPPNU Desa Margomulyo, sebagai semangat dan motivasi agar pemuda selalu fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam hal kebaikan,” ungkap Dian Amila, Ketua Pimpinan Ranting IPPNU Margomulyo.

Muhammadiyah Asli

?

Masih ada dua fokus kegiatan Ramadhan yang akan dilaksanakan, yakni i’tikaf di 10 malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan dan buka bersama serta santunan anak yatim.

“Program i’tikaf sudah berjalan, saya selalu mendukung program-program Pemuda IPNU-IPPNU khususnya di Ranting Margomulyo, saya juga selalu mengingatkan agar semua kegiatan harus diniatkan karena Allah SWT sebagai dasar ketaqwaan kita kepadanya,” ungkap Kiai Muhtadin sebagai pembina IPNU-IPPNU.

Program i’tikaf akan diisi dengan istighotsah dan shalat tasbih. Buka bersama di tahun ini pun sedikit berbeda, karena akan dibarengkan dengan santunan anak yatim dengan mengusung tema “Indahnya Berbagi dalam Kebersamaan”. Kegiatan buber dan santunan anak yatim dijadwalkan berlangsung Sabtu besok tepatnya, 2 Juli 2016 dengan sumber dana sukarela dari anggota, para alumni, dan donatur.

“Semoga acara tahun ini bisa bermanfaat khususnya untuk para pemuda, dan semoga dapat mempererat tali silaturahmi keluarga besar IPNU-IPPNU Desa Margomulyo,” tambah Ahmad. (Charis Assagaf-Syarif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Doa Muhammadiyah Asli

Sabtu, 16 Desember 2017

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan TV9 menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang publikasi pendidikan di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) LP Ma’arif NU Jatim, Waru, Sidoarjo, Senin (16/4).

Penandatangan dilakukan bersamaan dengan acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur. Mengawali kepengurusan baru masa khidmat 2013-2018, Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim Prof Dr H Abdul Haris berharap pengurus wilayah bisa meningkatkan citra pendidikan di lingkungan NU.

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

“Mulai sekarang setiap cabang Ma’arif (LP Ma’arif NU, red) bisa mengirim kegiatan unggulan dari berbagai jenjang pendidikan yang akan meningkatkan mutu dan citra sekolah Ma’arif, “ kata guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya itu dalam rilis yang diterima Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Di hadapan peserta Rakerwil, Direktur TV9 HA Hakim Jayli mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan PW LP Ma’arif Jatim, yakni memajukan pendidikan NU. “LP Ma’arif NU Jawa Timur adalah lembaga pertama di lingkungan NU yang menjalin kerja sama dengan TV 9,“ katanya.

Dia berharap kerja sama ini dapat saling memberi kontribusi besar bagi kedua belah pihak “LP Ma’arif mempunyai sumber daya yang besar dengan jumlah sekolah atau madarasah yang mencapai hampir 10 ribu sekolah dan TV9 memberikan fasilitas media televisi yang profesional sehingga mampu meningkatkan publikasi yang efektif dan layak jual,” Ujar Hakim. (Mahbib Khoiron)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Ubudiyah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Rabu, 06 Desember 2017

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar berharap hubungan kerjasama antara Indonesia dan Iran dapat berjalan dengan baik. Kerjasama yang telah terjalin tersebut didominasi oleh bidang energi, serta pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber energi alternatif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Marwan, saat menerima kunjungan Duta Besar Iran, Valioallah Muhammadi di, Kantor Kemendes PDTT, Senin (6/6).

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Iran Tawari Menteri Marwan Kerjasama Energi Desa

"Kami mengikuti geopolitik di Negara Timur Tengah, dan kami berharap hubungan Indonesia dengan Iran, terutama pada pembangunan makro dan mikro, serta bio energy dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Menteri Marwan mengatakan, Indonesia saat ini sedang mengembangkan energi alternatif melalui pemanfaatan microhydro, wind power, geothermal dan bioenergy. Indonesia memiliki program desa energi, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan akses listrik terhadap masyarakat perdesaan di Indonesia secara menyeluruh.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

"Selain itu, untuk memenuhi infrastruktur di perdesaan, Kementerian ini (Kemendes PDTT) juga memiliki program dana desa, yang digunakan untuk membangun infrastruktur dasar di desa seperti jalan, talud, irigasi dan sebagainya," ujarnya.

Di sisi lain, Duta Besar Iran, Valioallah Muhammadi mengatakan, Indonesia dan Iran memiliki peluang besar untuk bekerjasama di bidang energi desa. Iran dalam hal ini, telah menerapkan energi geomethal(panas bumi) untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga 25 Megawatt.

"Energi geomethal ini sangat cocok jika diterapkan di perdesaan. Sesungguhnya ada banyak peluang kita (Indonesia dan Iran) untuk bekerjasama," ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut Valioallah juga mengundang Menteri Marwan untuk bergabung dalam Joint Commite yang akan diadakan Iran di Jakarta dalam waktu dekat. Di mana, forum tersebut adalah pertemuan dari petinggi-petinggi pejabat dari berbagai negara.

"Di Iran memang tidak ada kementerian yang khusus menangani desa seperti di Indonesia. Tapi saya harap, Kementerian ini bisa bergabung dala forum yang akan kami adakan tersebut," ujarnya. (red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran

Pringsewu, Muhammadiyah Asli?



Jamiyyatul Qurra wal Huffaz (JQH) NU Pringsewu mengadakan Semaan Rutin secara bergilir di masjid, mushalla dan rumah masyarakat yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Hafalan Para Hafidz, JQH Pringsewu Rutin Semaan Al-Quran

Menurut Ketua JQHNU Kabupaten Pringsewu Jumangin, kegiatan yang dilakukan setiap selapanan (36 hari) sekali itu bertujuan untuk menjalin ukhuwah sekaligus mempertahankan hafalan para anggota.

"Kegiatan ini sudah berjalan lebih kurang lima tahun dan alhamdulillah dapat memperkuat jam’iyyah dan lebih melancarkan hafalan para anggota," katanya, Ahad (3/9) di sela-sela kegiatan semaan di ? yang dilaksanakan di kediaman Ketua MUI Pringsewu KH Hambali.

Kegiatan Semaan tersebut lanjut Jumangin, ditempatkan berdasarkan permintaan dari tuan rumah penyelenggara.?

"Banyak sekali takmir masjid dan mushala ataupun perorangan yang ingin berketempatan. Seperti hari ini, kegiatan semaan kita laksanakan di dua tempat sekaligus karena masing-masing tempat ingin berketempatan untuk semaan," terangnya seraya mengatakan, pihaknya akhirnya membagi anggota kedua tempat tersebut.

Muhammadiyah Asli

Ke depan, lanjut Jumangin, pihaknya akan terus memperhatikan perkembangan hafalan dari para hafidz dan hafidzah baik yang sudah senior maupun yang baru lulus dari pesantren dan bergabung di JQH.?

"Kita akan menyusun metode yang tepat dalam pelaksanaan semaan agar hafidz yang belum lancar dapat lebih lancar dan yang sudah lancar dapat mempertahankannya dengan baik," ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Potensi para hafidz di Kabupaten Pringsewu, menurutnya, sangat bagus. Banyak pesantren tahfidzul Qur’an yang banyak menelurkan para hafidz di samping para alumni dari pulau Jawa.?

"Dan para alumni ini memerlukan wadah untuk berkomunikasi dengan sesama hafidz," katanya.

Jumangin berharap jam’iyah ini terus dapat berkhidmah untuk mengayomi para hafidz yang merupakan orang terpilih menghafalkan firman Allah SWT.?

"Insyaallah keberkahan akan terus mengayomi daerah yang didalamnya banyak orang yang peduli kepada para hafidz dan hafidzah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Fragmen Muhammadiyah Asli

Rabu, 29 November 2017

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

Sidoarjo,? Muhammadiyah Asli. Menanggapi adanya isu radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Rocsulullah akan berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo Kota agar bisa sejalan.

Karena Kapolsek Sidoarjo Kota tidak sepakat dengan kelompok radikal dan khilafah, karena gerakannya dirasa menganggu keamanan di masyarakat.

"Saya juga berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo yang telah turut serta dalam mengawal NKRI," kata Kapolsek Sidoarjo Kota, Rocsulullah, Rabu (10/5).

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, Kapolsek Sidoarjo Kota Koordinasi dengan Ansor

Sementara itu menurut Danramil Sidoarjo, Kapten Agus Fachrudin, PAC GP Ansor Sidoarjo Kota satu visi dengan Danramil. Kapten Agus Fachrudin menjelaskan bahwa Ansor memang dilahirkan untuk menjaga NKRI.

"Ansor dan Banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sama dengan kami," kata Kapten Agus. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pahlawan, Sholawat Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Karanganyar, Muhammadiyah Asli. Setelah beberapa waktu lalu, GP Ansor Solo mengadakan aksi longmarch tolak radikalisme, kali ini Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, juga menggelar aksi menolak paham radikalisme, Ahad (5/4).

Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah ormas lain di seputar area Car Free Day Karanganyar.

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Ketua GP Ansor Karanganyar, Jamaluddin mengatakan, pihaknya bersikap tegas terhadap ajaran radikalisme yang dapat merongrong NKRI. “Kami berharap ada tindakan tegas, kalau ada tanda-tanda mengarah ke paham radikalisme itu mohon segera ditindak, demi keutuhan NKRI,” tukas dia.

Muhammadiyah Asli

Jamaluddin menambahkan, dalam aksi tersebut, mereka juga membagikan sejumlah brosur yang berisikan pernyataan sikap menolak berkembangnya ISIS di Indonesia, khususnya di daerah Karanganyar.

“Karanganyar merupakan salah satu kawasan yang disebut-sebut Mendagri dan BNPT, sebagai kawasan yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Muhammadiyah Asli

Dipaparkan lebih lanjut, sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, pihaknya siap bekerjasama untuk mencegah tumbuhnya bibit radikalisme.

“Ada sejumlah titik yang ditengarai menjadi benih penyebaran radikalisme. Untuk itu, kami siap berkoordinasi dengan aparat terkait mencegah paham tersebut tumbuh di Karanganyar,” pungkasnya.

Aksi diwarnai dengan penandatanganan bersama, pernyataan penolakan terhadap gerakan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian

Aceh, Muhammadiyah Asli. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU (Lakpesdam NU) Aceh menggelar pelatihan lanjutan menulis bagi kader damai Aceh pada Ahad (6/9). Pada kegiatan yang digelar di aula kantor Hakka Aceh Peunayong, Lakpesdam Aceh menekankan pentingnya memperbanyak tulisan pesan damai.

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Jaring Penulis-Penulis Perdamaian

Sementara Ketua PP Lakpesdam NU H Yahya Maksum mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan. Tulisan-tulisan yang dihasilkan para kader damai hendaknya dibukukan sehingga menambah literatur Aceh.

“Saya berharap kader damai di Aceh sudah terbuka dalam memahami inklusi sosial dan terus mencari pencerahan-pencerahan terkait inklusi ini,” ujar Yahya dalam rangka visit program peduli fase II yang dilaksanakan Lakpesdam Aceh.

Muhammadiyah Asli

Azharul Husna salah seorang peserta menyebutkan bahwa kegiatan ini ibarat kanal yang menampung minat anak muda khususnya kader damai dalam mengembangkan ketertarikannya dalam dunia tulis menulis, terlebih diasuh oleh Teuku Kemal Fasya.

“Suka menulis saja tidak cukup, pelatihan seperti ini ibarat bengkel yang siap ‘membongkar’ cara tulis kita, selain tips dan trik untuk bisa menembus media cetak maupun online,” ujar Husna lagi.

Muhammadiyah Asli

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, pelatihan ini merupakan pendalaman materi dari pelatihan menulis yang lalu dan dalam meningkatkan kualitas menulis para kader kegiatan diselenggarakan serangkaian pelatihan untuk mendukungnya. Dengan ini diharapkan tulisan dari kader damai dapat diekspos di media cetak dan online.

“Kami juga berharap ke depan mereka menjadi penulis profesional.” (Ismi Amran/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Daerah Muhammadiyah Asli

Minggu, 12 November 2017

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Saya teringat dulu—kira-kira tahun 2006 atau 2007, saya lupa—ketika dengan semangatnya seorang teman mengajak saya untuk menonton acara Ngaji Bareng Gus Dur yang disiarkan oleh sebuah televisi lokal Jawa Timur langsung dari Masjid Sunan Ampel Surabaya. Teman saya ini pecinta berat Gus Dur, dan karena tahu bahwa saya juga mengidolakan sang tokoh bangsa itu maka dengan semangatnya ia memanggil saya.

Dalam acara itu Gus Dur menyampaikan beberapa pokok materi tentang agama, masalah kebangsaan, dan kenegaraan. Ini bisa dipandang salah satu cara Gus Dur untuk mendidik masayarakat dalam kedewasaan berpolitik.

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Di akhir acara dibukalah kesempatan bagi yang mau bertanya. Ada sekirtar 4 sampai 5 penanya. Pertanyaan mereka bervariasi, ada yang bertanya tentang peningkatan taraf hidup petani, sikap sebagai seorang warga negara bahkan sampai pada masalah mengapa Gus Dur bekerja sama dengan Israel. Semua itu dijawab dengan jelas oleh Gus Dur. Beberapa hal penting diuraikan secara panjang lebar sehingga memakan waktu hampir separuh waktu tanya jawab.

Muhammadiyah Asli

Namun di sini saya tidak ingin menjelaskan semua pertanyaan dan jawaban itu sedetail-detailnya. Saya hanya akan membahas satu bagian dari wacana Gus Dur yang disampaikan waktu itu dan saya rasa cukup menarik.

Ketika menyampaikan masalah tentang bagaimana kita bersikap terhadap pemimpin, Gus Dur mengatakan bahwa bagaimanapun seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat itu haruslah dihormati. Bahkan ketika dianggap salah pun tetap harus dihormati sebagai seorang pemimpin rakyat.

Muhammadiyah Asli

Adalah menarik membahas cerita Gus Dur ketika itu di masa sekarang. Karena beberapa waktu terakhir ini publik diramaikan dengan masalah memilih pemimpin yang baik.

Diceritakan bahwa Gus Dur pernah diajak kakek yang sekaligus diaggap guru yang sangat berpengaruh baginya, yakni KH Bisri Syansuri untuk berkunjung (silaturrahim) kepada seorang kepala desa. Gus Dur kaget karena kepala desa yang dimaksud ternyata beragama Nasrani. Kemudian Gus Dur memberanikan dirinya untuk bertanya: “mengapakah sang guru harus mengunjungi kepala desa itu, padahal dia non-Muslim?”

Kemudian jawaban sang guru pun disampaikannya, bahwa meskipun non-Muslim tapi kita harus tetap menghormatinya. Kemudian Gus Dur lalu menyimpulkan di depan para jamaah bahwa bagaimanapun seorang pemimpin harus dihormati.

Namun demikian, saya memiliki dua kesimpulan lain di samping hal itu. Pertama: bahwa kasus kepemimpinan non-Muslim di Indonesia (yang mayoritas Islam) adalah sudah lama terjadi. Kedua bahwa para ulama terdahulu tidak mempersoalkan pemimpin non-Muslim, dan hal inilah yang teramat penting untuk kita pelajari saat ini.

Adalah bisa dibayangkan, bagaimana seorang KH Bisri Syansuri yang merupakan orang yang teguh memegang fiqih (jurisprudensi Islam) yang ketat-ketat, tapi tak mempersoalkan kepemimpinan non-Muslim di desanya. Seorang ulama besar murid dari ulama besar pula baik dari Indonesia sendiri maupun Timur Tengah. (Ahmad Nur Kholis)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Olahraga, Internasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 08 November 2017

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, Muhammadiyah Asli - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

Muhammadiyah Asli

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

Muhammadiyah Asli

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Aswaja, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 September 2017

Waktu Sidang Isbat 1 Syawal akan Lebih Panjang

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pemerintah akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1434/2013 pada hari Rabu, 7 Agustus 2013 di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Waktu sidang akan lebih lama dari biasanya.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, sidang isbat akan dimulai pada pukul 13.30 dengan agenda sidang pra isbat, bukan 17.00 seperti biasanya. Alasannya, kata Menag, sidang isbat menarik perhatian masyarakat luas, yang selalu mempertanyakan mengapa awal Ramadhan dan 1 Syawal selalu berbeda.

Waktu Sidang Isbat 1 Syawal akan Lebih Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Sidang Isbat 1 Syawal akan Lebih Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Sidang Isbat 1 Syawal akan Lebih Panjang

Selain itu, masyarakat selama ini beranggapan bahwa tanggal 1 Syawal sebenarnya sudah bisa ditetapkan bahkan sampai 100 tahun mendatang.

Muhammadiyah Asli

"Ada pertanyaan apakah ilmu hisab itu sejalan dengan astronomi, apakah rukyah itu sejalan dengan ilmu astronomi, apakah pemerintah itu merupakan ulil amri," ungkap Menag.

Muhammadiyah Asli

Dengan panjangnya waktu sidang isbat, diharapkan akan mampu mempertemukan pandangan-pandangan yang selama ini berselisih.

Dalam siding isbat itu, kata Menag, pemerintah juga akan meminta pandangan dari tokoh-tokoh negara sahabat, dalam menetapkan awal Ramadhan dan 1 Syawal.

Sidang isbat 1 Syawal nanti, kata Menag, juga akan menghadirkan kelompok-kelompok yang selama ini kerap berbeda pandangan, seperti misalnya Muhammadiyah, Satariyah di Medan, Naqsyabandiyah, An Nasir dari Sulawesi Selatan.

Dalam sidang, kata Menag, pemerintah mengundang kelompok-kelompok ahli untuk menjelaskan kriteria yang menjadi dasar perhitungan tinggi hilal (bulan).

"Syukur-syukur tahun depan kita akan menyatukan kriteria itu menjadi satu kriteria saja. Selama kriterianya masih berbeda-beda maka potensi perbedaan dalam menetapkan awal bulan itu masih terbuka lebar," kata Menteri Agama.

Menteri Agama Suryadharma Ali lebih lanjut berharap pemerintah mendapatkan mandat penuh dari umat Islam di Indonesia.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Tegal, Sholawat Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 September 2017

Nusron: Presiden Akan Hadiri Kongres XV Ansor di Yogyakarta

Tangerang, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid, di Tangerang, Banten, menyatakan Presiden RI ke-7 Joko Widodo akan menghadiri Kongres XV GP Ansor di Ponpes Sunan Pandanaran, Yogyakarta, 25-28 November mendatang.

Nusron: Presiden Akan Hadiri Kongres XV Ansor di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron: Presiden Akan Hadiri Kongres XV Ansor di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron: Presiden Akan Hadiri Kongres XV Ansor di Yogyakarta

"Insya Allah beliau akan hadir kendati tidak saat pembukaan, namun di akhir kongres," ujar Kepala BNP2TKI itu pada kegiatan Pra Kongres XV Regional I (Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat) Gerakan Pemuda Ansor, Sabtu (7/11).

Pembukaan kongres organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini, menurut dia, akan diisi dengan mujahadah. Rencananya bakal menghadirkan Habib Syech.

Muhammadiyah Asli

Acara Pra Kongres bertema "Menjaga Keutuhan Bangsa Memperkuat Kedaulatan Negara dan Meluhurkan Nilai Kemanusiaan" itu mengundang 14  pimpinan wilayah dan 159 pimpinan cabang, dan merupakan kegiatan kedua. Kegiatan Pra Kongres pertama di Makkasar diikuti 86 pimpinan cabang dan 9 pimpinan wilayah, totalnya 95.

Muhammadiyah Asli

Sabtu itu dibahas hal-hal yang berpotensi merepotkan di kongres. "Kita selesaikan hal yang akan menyulitkan di kongres hari ini agar kongres kita tidak semrawut. Kongres Ansor kita buat gayeng (semarak menyenangkan) saja, nanti ditutup dengan pagelaran wayang kulit," kata dia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Foto: Presiden RI Joko Widodo

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Jumat, 08 September 2017

Fatayat NU Kendal Kokohkan Kader Antiradikalisme

Kendal, Muhammadiyah Asli

Fatayat Nahdlatul Ulama kembali gencar menyerukan akan keutuhan NKRI. Kali ini, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kendal menggelar seminar bertajuk "Penguatan Kader Fatayat NU dalam Menangkal Terorisme dan Radikalisme Berbasis Agama Demi Keutuhan NKRI".

Fatayat NU Kendal Kokohkan Kader Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kendal Kokohkan Kader Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kendal Kokohkan Kader Antiradikalisme

Seminar tersebut menghadirkan KH Muhammad Danial Royyan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal sebagai pembicara utama. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah.

Menurut Ketua Fatayat NU Kendal Siti Ni’mallatif, kader Fatayat NU memerlukan seminar tersebut agar mereka tahu apa yang harus dilakukan guna menangkal radikalisme yang berkembang. Ia berpendapat, sebagai organisasi yang beranggotakan mayoritas ibu-ibu muda, Fatayat NU memiliki peran strategis dalam menanggulangi radikalisme kepada anak.

Muhammadiyah Asli

“Di sinilah peran Fatayat yang juga merupakan seorang ibu, di mana seorang ibu merupakan madrasah ula atau pendidikan pertama untuk putra-putrinya. Jadi kita bisa menambahkan nilai-nilai keagamaan yang kecenderungannya memiliki nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Forum yang digelar akhir pekan kemarin (31/7) ini menghadirkan Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang, Harun Ni’am dan Paur Bankum Bagian Hukum Polres Kendal Aiptu Salafudin. Seminar Penguatan Kader Fatayat NU dihadiri 150 orang yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Cabang, dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal. Forum berlangsung di Balai Desa Gondang Kecamatan Cepiring, bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kendal. (Syarif Hidayatullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, IMNU, Sholawat Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock