Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

Jepara, Muhammadiyah Asli. Jamiyyah Muji Rosul (Jamuro) Ar Robbaniyyin Unisnu Jepara mengadakan Forum Rembug Jamuro (Forjam) untuk anggotanya untuk memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Jamuro dalam satu periodenya, sekaligus untuk rapat evaluasi bersama anggota untuk masa depan Jamuro menjadi tambah baik lagi.?

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Rembuk untuk Evaluasi Jamuro Agar Lebih Baik

Forjam diadakan di basecamp Jamuro, Masjid Kampus Unisnu Jepara pada Senin 13 Juli 2015.?

"Jamuro harus bisa menjadi inspirasi bagi anggotanya untuk lebih semangat dalam berjamiyyah dan bershalawat sehingga barokahi kepada mahasiswa serta masyarakat luas, sehingga Jamuro tidak hanya bisa memainkan hadrah/rebana saja tapi giat dalam segala kegiatan serta menginspirasi orang lain untuk berdakwah mensyiarkan,” tutur KH Noor Rohman Fauzan.

Jamuro merupakan jamiyyah sekaligus organisasi yang berada dibawah naungan Masjid Kampus Unisnu Jepara. Organisasi ini berusaha untuk terus berkembang menjadi tambah baik lagi dengan visi utama memasyarakatkan shalawat dan menshalawatkan masyarakat yang mengedepankan akhlakul karimah dan bercendekia untuk selangkah lebih maju dan bertambah baik, kata Muhammad MS, ketua Jamuro periode 2011 - 2014.

Muhammadiyah Asli

Forjam yang diikuti oleh seluruh anggota Jamuro sekaligus untuk memilih ketua periode mendatang, setelah melalui mekanisme voting dalam sidang pemilihan ketua Jamuro, maka forum sepakat menjadikan Udvi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jamuro pada periode berikutnya yaitu 2015 - 2016.?

"Dengan bersama-sama dan komitmen yang kuat, insya Allah usaha kita untuk mensyiarkan shalawat melalui Jamuro pasti selalu diberikan keberkahan. Karena dengan bershalawat, kita selalu memuji kepada makhluk paling utama yaitu Nabi Muhammad Saw dan itu merupakan dinilai ibadah," kata Udvi ketua terpilih secara aklamasi untuk periode 2015-2016

Muhammadiyah Asli

Acara ditutup dengan pembagian reward dari Jamuro untuk anggotanya berupa bingkisan dan kostum baru.?

"Ini memberikan semangat kami untuk terus berjuang dan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, serta bertambah gembira untuk meraih kemenangan di hari raya Idul Fitri 1436 H setelah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh," tambah Nur Faid, wakil ketua Jamuro terpilih 2015 - 2016. (Miqdad Syaroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Nahdliyin di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ikut melaksanakan instruksi dari PBNU untuk menggelar pembacaan 1 miliar shalawat nariyah dan upacara bendera.

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jadi Pusat Pembacaan Shalawat Nariyah di Boyolali

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali H Masruri, pembacaan shalawat nariyah ini rencananya bakal dipusatkan di Masjid Agung Boyolali, Sabtu (21/10) malam.

“Insyaallah dihadiri ribuan warga Nahdliyin se-Boyolali. Selain itu, di tiap MWC juga kita instruksikan untuk melaksanakannya di masjid maupun pondok pesantren,” terang Masruri.

Lebh lanjut dipaparkan Masruri apel akbar Hari Santri Nasional 2017 pada, Ahad (22/10) pagi, digelar di Lapangan Sunggingan Boyolali.

Muhammadiyah Asli

“Juga ada kirab ta’aruf yang bertemakan wajah pesantren wajah Indonesia. Dimulai dari Lapangan Sunggingan, menyusuri sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali, dan berakhir di depan Kantor Pos,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Khoirudin Ahmad menambahkan pada pelaksanaan kegiatan pembacaan shalawat nariyah di Masjid Agung nanti, juga akan dilakukan pengukuhan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor dan BAANAR (Badan Ansor Anti-Narkoba) Boyolali. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Lomba, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kendal, Muhammadiyah Asli

Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan workshop sistem manajemen pesantren (Simapes). Pelatihan Peningkatan mutu ini bertempat di qoah (aula) utama pondok pesantren al-Musyaffa Brangsong. Hadir tim Simapes sebagai trainer pada acara ini.?

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholihin mengenang ketika masih di pesantren selalu ingat dengan 3 T+S+M yaitu tahu, tempe, terong ditambah sambel dan mendoan. Namun, substansi itu bukan yang ingin dijelaskan, tetapi pesantren menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia yang tumbuh merawat tradisi dan budaya masyarakat.?

"Pesantren ke depan akan menjadi ikon lembaga pendidikan di Indonesia," jelas Sholihin, Kamis (28/1/2016).?

Bisa dilihat, alumni pesantren itu menjadi perekat (lem sosial) di masyarakat. Mereka mau berbaur dengan masyarakat dimana mereka tinggal. Selain itu, pesantren merupakan laboratorium untuk mencetak santriwan-santriwati yang berakhlak mulia. Hal ini pun sejalan dengan visi-misi pemerintah khususnya presiden dengan revolusi mental. Revolusi mental sejatinya menginginkan manusia yang berkarakter baik.?

Selain itu pesantren tidak hanya memikirkan apa yang ada di dunia ini saja. "Pinter donyone pinter akhirate, (bagus di dunia juga di akhirat)," tambah Sholihin. Kita bisa melihat dengan negara-negara lain yang sekarang sedang terjadi konflik. Di Indonesia dengan segala keragaman suku, ras, agama dan etnis mampu meredam konflik yang akan muncul di permukaan. Ini tak lepas dari peran pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.?

Muhammadiyah Asli

Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren pelatihan ini menjadi penting. Simapes akan mempermudah untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap kinerja pesantren. Tim Simapes ini terbentuk dari unsur Kanwil Kemenag Jateng, RMINU Jateng, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi Jateng. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Pekalongan, Muhammadiyah Asli
Muktamar Ke-10 Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah yang akan berlangsung di Pekalongan 25-30 Maret, akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembukaan akan berlangsung di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu 27 Maret 2005, sedangkan pramuktamar dan muktamar berlangsung di Kota Pekalongan.

Sekretaris I Panitia Daerah, Drs Hasyim Fahmi dalam keterangan pers di Dupan Mal kemarin menjelaskan, muktamar akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama, pramuktamar 25 dan 26 Maret, sedangkan pelaksanaannya 27-30 Maret 2005.

Tahap pramuktamar, akan diisi dengan pawai taaruf oleh organisasi kemasyarakatan dan para pelajar pada 25 Maret. Start dari bunderan Jetayu, kemudian bergerak melalui Jalan Diponegoro, Jalan Hayam Wuruk, hingga berakhir di Alun-alun Kota Pekalongan.Kemudian (26/3), muktamirin yang sudah hadir mulai pagi hingga malam dipersilakan mendaftar ulang. Malam itu juga, dilanjutkan dengan istighotsah di Masjid Kauman.

Selanjutnya, Minggu pagi Muktamar akan dibuka oleh Presiden di Alun-alun Kajen. Pembukaan dilaksanakan di Kajen, dengan tujuan menghindarkan kemacetan di jalur pantura. Sebab, yang akan hadir dalam pembukaan sangat banyak. Untuk peserta muktamirin dan peninjau saja, diperkirakan mencapai 5.000 orang. Itu belum undangan lain.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan sidang pleno I di Alun-alun Kajen sampai sore. Kemudian, mulai maghrib akan dilanjutkan dengan pleno II di Alun-alun Kota Pekalongan.Menurut rencana, kehadiran Presiden juga akan diikuti 10 menteri. Setelah pembukaan, diadakan dialog menteri dengan muktamirin secara bergantian.

Seminar

Bersamaan dengan itu, kata Fahmi, juga akan diadakan seminar tentang "Reaktualisasi Ajaran Thoriqoh" di STAIN Pekalongan, 28-29 Maret.Tempat muktamar dibagi menjadi empat, yakni di Masjid Jami, Simbang Kulon; pendapa Kota Pekalongan; Dupan Mal; dan Gedung Al Irsyad Jalan Bandung. Penutupan muktamar akan dilakukan Wapres Jusuf Kalla. Untuk keperluan muktamar itu, di perkirakan menghabiskan dana Rp 7 miliar. Hanya, dana itu tidak diwujudkan dalam bentuk uang secara langsung, tetapi sebagian besar berupa bahan. Misalnya, jamiyah dari Jepara sanggup menyediakan hewan sapi secukupnya; sedangkan Solo menyediakan kambing secukupnya. Kemudian, Jabar menyanggupi beras, serta pabrik rokok PT Djarum Kudus akan menyediakan suvenir untuk tas muktamirin.

Sementara itu, untuk penginapan muktamirin, panitia daerah akan menyediakannya di rumah-rumah penduduk di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Sampai saat ini, sudah tercatat 490 rumah yang akan digunakan, dan mampu menampung sekitar 3.500 muktamirin. Jika peserta diperkirakan 5.000, maka pihaknya masih akan menambah lagi agar semuanya bisa ditampung. (kmnu/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Khutbah Muhammadiyah Asli

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Thoriqoh Akan Dibuka Presiden

Minggu, 14 Januari 2018

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air, khususnya keluarga besar nahdliyyin di manapun anda berada, yang saya cintai, Alhamdulillah proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 setahap demi setahap bisa kita lalui bersama dengan damai.

Kita wajib bersyukur bahwa sejauh ini dinamika politik nasional tetap mengedepankan kerukunan nasional. Membangun rumah demokrasi untuk negeri sebesar Indonesia, sama sekali bukan perkara mudah.

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Karena itulah, kami merasa perlu untuk menegaskan kembali apa yang sudah menjadi seruan PBNU, terutama Seruan Pejabat Rais ‘Aam K.H. Ahmad Mustofa Bisri.

Muhammadiyah Asli

1. Mengucapkan selamat kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagaimana Keputusan KPU No. 536/ Kpts/ KPU/ Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

2. Semua pihak perlu menghormati keputusan KPU sesuai dengan undang-undang. Untuk untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat, semua pihak perlu menahan diri. Semua mesti menyadari bahwa dalam persaingan seperti Pilpres, menang-kalah adalah hal biasa. Pihak yang menang tidak perlu sombong, sementara Pihak yang kalah tetap perlu menjaga keyakinan untuk terlibat dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pemimpin nasional bagi seluruh warga negara, baik mereka yang memilih maupun mereka yang tidak memilih.

Muhammadiyah Asli

3. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah tokoh bangsa. Pada keempat figur itulah, hari-hari ini, kita menyaksikan amanah rakyat disalurkan melalui pemilihan umum. Pada keempat figur itu pula kita menantikan keteladanan yang patut dicatat dalam sejarah peradaban Bangsa Indonesia, yakni sejarah yang bisa dikenang dan dibaca dengan rasa bangga oleh generasi Indonesia mendatang.

4. Kita semua harus menyadari bahwa Pilpres adalah salah satu sarana untuk merawat, menjaga, dan mengembangkan keindonesiaan. Pilpres, apapun hasil akhirnya, sama sekali bukanlah alat untuk memecah-belah kesatuan dan persatuan. Persaingan politik yang demokratis tidak seharusnya mengakibatkan pertikaian, akan tetapi harus berujung pada kemaslahatan. Karenanya, seruncing apapun perbedaan dan perjuangan politik yang ditempuh tidak bisa dan tidak boleh mengalahkan persaudaraan antar sesama.

5.? ? ? Memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Pilpres 2014, pada ujung pemerintahannya, sehingga mampu memastikan transisi kepemimpinan nasional dalam situasi damai. Pemerintah dan segenap aparaturnya mesti mengusahakan penyelesaian politik dan hukum yang komprehensif dan patuh sepenuhnya pada konstitusi.

6. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaksanakan tugas dan kewenangannya sesuai amanah Undang-Undang.

7. Terkhusus pada Warga NU agar menjaga ketenangan. Kita sebagai Nahdliyyin wajib secara sadar menjaga keutuhan NKRI dengan semangat ukhuwwah wathaniyah. Nahdliyyin harus melanjutkan tugas sejarah sebagai pengawal keutuhan bangsa dan negara. Dan kami berharap warga NU dapat menggunakan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk dapat saling memberikan maaf.

8.? ? ? Indonesia adalah negara besar dengan sejarah yang juga besar. Karena itu, kita tidak menghendaki Indonesia terseret dalam arus konflik dan disintegrasi yang menyapu sejumlah negeri di Timur-tengah dan Asia.

9. Mengajak kepada para elit politik, pengamat, media massa, untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat sesuai dengan kiprah dan bidangnya masing-masing.

Demikianlah, seraya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan ampunan-Nya atas dosa-dosa yang kita perbuat, semoga Allah berkenan pula melimpahkan rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua, bangsa Indonesia seutuhnya.

Jakarta, 24 Juli 2014

DR. KH. Said Aqil Siroj, MA? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H. Marsudi Syuhud

?

Ketua Umum? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretaris Jenderal

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Kyai, Nasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Muhammadiyah Asli

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Aswaja, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mahasiswa harus terus merevitalisasi nilai-nilai dan mempelajari sejarah politik di Indonesia, utamanya politik pascareformasi. Reformasi yang oleh banyak kalangan disebut sebagai tonggak demokrasi Indonesia harus dipelajari dari pelbagai sudut pandang.

Pentingnya mempelajari kembali sejarah serta semangat reformasi tersebut disampikan oleh Sekjen HA. Helmy Faishal Zaini saat menyampaikan pidatonya di seminar nasional “Islam dan Politik dalam Bingkai 18 Tahun Reformasi” di Auditorium FISIP UIN Jakarta, (Kamis 26/3).

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal: Relasi Agama dan Negara di Indonesia Sudah Final

Banyak yang menilai bahwa prinsip demokrasi tidak sejalan dengan Islam. Di tengah pelbagai pendapat yang menyetakan demikian itu, Sekjen mengingatkan bahwa bentuk NKRI sudah final. NU sudah sejak dulu meyatakan bahwa prinsip Negara demokrasi yang dianut Indonesia saat ini sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Lebih lanjut, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II ini mengatakan, relasi agama dan negara di Indonesia sudah selesai. Dari tiga model yang ditawarkan integralistik, yang menjadikan hukum agama sama dengan negara seperti Arab Saudi, model sekularistik yang memisahkan sama sekali urusan agama dan urusan negara sebagaimana Turki, dan juga model simbiotik yang mengandaikan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara agama dan negara, Indonesia sudah mantap memilih model yang ketiga.

“Indonesia ini, menurut Gus Dur adalah model negara yang menerapkan paradigma simbiotik. Negara mengadopsi nilai-nilai agama untuk dijadikan spirit dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari”. Ujar Helmy.

Muhammadiyah Asli

Seminar “Islam dan Politik dalam Bingkai 18 Tahun Reformasi” ini merupakan rangkian pembukan pertemuan HImpunan Mahasiswa Politik (Himapol) Nasional yang dihelat 24-27 Mei di UIN Jakarta. Sejumlah agenda diselenggarakan dalam acara tersebut. Hasilnya diharapkan akan keluar rekomendasi untuk diserahkan kepada pihak-pihak terkait. (Fariz Alniezar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 18 Desember 2017

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Banda Aceh, Muhammadiyah Asli. Dalam rangka membangun Gampong Inklusi Gampong bermartabat sebagai perwujudan Kota madani di Banda Aceh, Lakpesdam PWNU Aceh terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan Kecamatan Kuta Alam dan para Keuchik di empat gampong (kampung) yang termasuk dalam Program Peduli Lakpesdam PWNU Aceh yaitu Gampong Mulia, Laksana, Kuta Baro dan Peunayong dikecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Camat Kuta Alam, Senin, (5/9) tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain semua Keuchik sepakat untuk sama-sama meningkatkan koordinasi antar gampong dan saling mendukung satu sama lain dalam pemberdayaan masyarakat dan aparatur gampong.

Menurut Camat Kuta Alam Ria Jelmanita, program peduli Lakpesdam PWNU Aceh ini sangat membantu proses pembangunan sumber daya manusia di gampong-gampong program, apalagi dengan melibatkat kaum minoritas dan perempuan.

Ria juga menambahkan bahwa program ini harus menjadi pilot project pembangunan gampong inklusi di Banda Aceh. "Saya sarankan Lakpesdam PWNU Aceh terus intents bekoordinasi dengan pemerintah Kota terutama Walikota, DPRK dan Bapedda serta dinas terkait lainnya,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Marini, Ketua Lakpesdam PWNU Aceh mengatakan bahwa program peduli ini adalah lannjutan dari program PNPM Peduli dan sudah berjalan sejak tahun 2010 di beberapa wilayah nusantara, sementara untuk aceh kita baru jalan sejak awal tahun 2015.

"Adapun kegiatan Lakpesdam PWNU Aceh ke depan lebih fokus pada peningkatan kapasitas aparatur gampong tentang tugas dan fungsi Keuchik, Tuha Peut, dan Kepala Dusun serta membantu merumuskan reusam gampong yang inklusif serta meningkatkan tata kelola Badan usaha Milik Gampong (BUMG),” tutup Marini. (Ismi Amran/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Amalan, Pesantren Muhammadiyah Asli

Jumat, 15 Desember 2017

Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pelawak Cak Lontong mengaku sebagai orang yang berpihak kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Muktamar NU Pondok Pesantren Cipasung pada 1994. Ia mengikuti peristiwa itu dari berita ketika dijegal menjadi Ketua Umum PBNU oleh kekuasaan Orde Baru yang mengusung Abu Hasan. ? ?

Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian

“Zaman itu kan lagi rame-ramenya Gus Dur sama Orde Baru; penggemar Gus Dur mulai itu,” katanya kepada Muhammadiyah Asli sebelum dia tampil pada peringatan Harlah NU yang berlangsung di PBNU, Jakarta, Selasa malam (31/1). ?

Sekitar tahun 1994, pria bernama asli Lies Hartono itu masih berstatus mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Menurutnya, saat itu tidak ada mahasiswa yang berpihak pada pemerintah (Orba).?

“Kalau berpihak, berarti bukan mahasiswa, itu cari gelar. Kalau mahasiswa tidak ada tahun segitu yang senang Orde Baru, tak ada. Nah, Abu Hasan kan produknya Orde Baru. Dulu kan melihatnya begitu,” jelasnya.?

Muhammadiyah Asli

Ia mengaku memiliki ketertarikan kepada Gus Dur. Karena, secara kultur, ia dan Gus Dur sama-sama berasal dari Jawa Timur.?

“Kulturnya tidak jauh-jauh. Terus humornya juga, selera humornya luar biasa. Gus Dur itu lawaknya universal,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Perpustakaan PBNU meminta kerjasama pengurus lajnah, lembaga, dan banom NU dalam pendokumentasian data-data mereka. Perpustakaan PBNU berkepentingan terhadap data-data semua lembaga dan banom NU.

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU

Syatiri Ahmad, Kepala Perpustakaan PBNU, saat tengah merapikan sejumlah berkas di mejanya, mengutarakan perihal tersebut kepada Muhammadiyah Asli di Ruang 202, Perpustakaan PBNU, Kantor PBNU lantai dua, Jakarta Pusat, Kamis (13/12) sore.

“Kita juga pengen mengoleksi dokumen-dokumen terkait kegiatan atau program lajnah, lembaga, dan banom NU,” kata Syatiri Ahmad kepada Muhammadiyah Asli yang tengah memotret ruang perpustakaan dari beberapa sudut, Kamis (13/12) sore.

Muhammadiyah Asli

Menurut dia, data-data lembaga dan banom NU yang dibutuhkan perpustakaan PBNU, dapat beraneka bentuk. Syatiri menyebutkan bentuk data itu antara lain berkas program, profil lembaga, laporan tahunan, foto kegiatan, laporan kegiatan, hasil rapat organisasi, bulletin, terbitan berkala, dan bentuk data lainnya.

Berkas-berkas lembaga dan banom NU yang baru masuk akan diklasifikasikan ke dalam data primer dalam koleksi perpustakaan PBNU. Perpustakaan PBNU telah menyediakan folder dan lemari khusus untuk menyimpan data-data tersebut.

Muhammadiyah Asli

“Karena itu, kita perlu perhatian dan kerjasama dari pengurus, minimal sekretaris lajnah dan banom NU yang ada untuk menyiapkan data-data tersebut dalam periode kepengurusannya,” tambah Syatiri.

Program pendokumentasian data mereka, tegas Syatiri, penting demi kelengkapan koleksi perpustakaan. Menurut dia, program ini dapat memudahkan siapa saja, termasuk pengurus lembaga dan banom NU itu sendiri ketika membutuhkannya pada suatu saat.

Pengunjung perpustakaan, tambah Syatiri, berasal dari latar belakang profesi mulai dari penulis, wartawan, peneliti, pengamat, dan akademisi. Selain mencari sumber-sumber primer ke-NU-an, ada di antara mereka yang mengejar data-data lajnah, lembaga, atau banom-banom NU, pungkas pria setengah baya yang merawat koleksi Perpustakaan PBNU.

?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Jumat, 24 November 2017

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Beirut,Muhammadiyah Asli

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Lebanon dipercaya menjadi khatib dan imam Shalat Jumat di KRI Bung Tomo 357 Jumat (6/1) lalu.

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Ustadz Dhiya’ Fakhri Abidin, Koordinator Lembaga Dakwah? dan M. Audy Prasetyawan, Lajnah Nasyr wat Ta’lif memimpin Shalat Jumat pasukan Garuda di atas kapal perang Indonesia di Lebanon. Pasukan tersebut tergabung dalam MTF UNIFIL yang bertugas menjaga wilayah perbatasan perairan Lebanon.

Cuaca dingin yang sedang menyelimuti kota Beirut sehingga tidak memungkinkan melaksanakan Shalat Jumat di bagian dek kapal. Akhirnya Shalat Jumat dilaksanakan di lorong-lorong kapal yang membentuk satu barisan memanjang.

Muhammadiyah Asli

Ini kali pertama PCINU Lebanon mendapat kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat sekaligus mengimami pasukan garuda dibawah komando Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo.

Ketua PCINU Lebanon Ustadz Rahmat Ilahi bangga atas perhatian Komandan KRI pada pelaksanaan ibadah para prajurit. Rahmat juga merasa terhormat PCINU Lebanon dipercaya menjadi imam dan khatib tersebut.

Muhammadiyah Asli

"Ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan kami untuk mengamalkan ilmu yang diajarkan ulama dan kiai-kiai kita, untuk bekerja sama dengan TNI atau pasukan perdamaian Garuda menjaga keamanan dunia," ungkapnya.

Warga NU, kata dia, mendoakan agar tugas para pasukan TNI di kapal tersebut selalu sukses dan berkah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Sejarah, RMI NU Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Gelar guru besar akhirnya bisa diterima Akhmad Muzakki Rabu (11/3). Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya? sebagai profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya.

Kendati demikian, sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan guru besar termuda di kampus Islam negeri di Surabaya ini. Dari mulai berkas yang sempat hilang, saran dari banyak kolega bahwa menjadi guru besar adalah takdir dan jangan terburu nafsu, hingga sejumlah godaan lain.

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Sekelumit kesulitan tersebut disampaikan Muzakki, sapaan akrabnya saat menyampaikan orasi di auditorium UIN SA. "Dari mulai aturan yang ketat, standarnya semakin tinggi dan seterusnya," katanya di hadapan sejumlah pimpinan kampus tersebut, akademisi? dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Muhammadiyah Asli

"Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama atau Kemenag," kata ayah dua anak ini. Secara rinci, suami dari Erna Mawati tersebut menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor para dosen yang berada di Kemendikbud yang kemudian disebut Kemenristekdikti atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti, lanjutnya.

"Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian," terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra ini. Usai dinyatakan lulus di tingkat universitas, berkas usulan dosen dimaksud dinaikkan ke jenjang check point berikutnya yakni Diktis Pendis Kemenag, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Selesai? Ternyata tidak. Berkas yang ada dinilai oleh sidang dewan guru besar Diktis Pendis Kemenag. Berikutnya adalah penilaian di Dikti Kemendikbud yang sekarang berubah menjadi Kemenristekdikti. "Di sini, berkas mengalami dua penilaian yakni penilaian angkta kredit atau PAK oleh sidang dewan guru besar dan penilaian dalam bentuk validasi oleh tim kecil yang lebih dikenal dengan tim validasi atau tim siluman," ungkap peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU ini.

Tim siluman yang dimiliki dan dipekerjakan oleh Dirjen Dikti ini menelisik masuk ke "bilik-bilik akademik" sekecil dan sesempit apapun. "Konon, tim siluman ini diberi tugas khusus oleh Dirjen Dikti untuk melakukan validasi dokumen calon guru besar," terang alumnus program PhD di School of History, Phi losophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia ini.

Belum lagi kesabarannya diuji karena pada pertengahan 2014 ternyata berkas untuk keperluan mengurus gelar profesornya dinyatakan hilang. Mengapa bisa hilang? "Kemungkinan paling besar ada kaitannya dengan dampak bocor atap dan pindahan kantor sebagaimana disampaikan staf Diktis Jakarta," kenangnya.

Karena saat itu menjelang akhir 2013, Diktis yang berkantor di lantai 8 Kantor Kemang RI di Lapangan Banteng Jakarta sedang dilanda bocor atap yang cukup hebat akibat hujan lebat. "Nah, saat itu juga merupakan momen-momen kepindahan kantor Diktis dari lantai 8 ke lantai 7 yang sudah direncanakan sebelumnya," terangnya. Dan di titik inilah awal kerumitan terjadi, lanjutnya.

Dengan sangat terpaksa, seluruh berkas diurus dari awal. Dan celakanya pihak Diktis hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan copy dokumen yang hilang tersebut. Bisa dibayangkan, kesulitan mengurus berkas di level universitas di Surabaya hingga ke Jakarta. "Karena berkas memang harus diserahkan ke Dikti," ungkapnya. Namun Alhamdulillah, akhirnya tantangan ini bisa terlewati, lanjutnya.

Setelah itu apakah urusan sudah beres? Ternyata tidak. Ujian lain menghadang. Muzakki mendapat? kabar bahwa staf Dikti salah menginput penilaian berkasnya. "Yang? awalnya untuk keperluan guru besar, ternyata beralih menjadi lektor kepala," kata guru besar ke 49 di UIN SA ini.

Akibat salah input ini, mantan dosen di Faculty of Asian Studies ANU Australia ini akhirnya harus rela untuk mengurus berkas kembali serta mau tidak mau menunggu validasi dari berkas yang dibuat dari awal tersebut.

Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mantan Ketua PW LP Maarif NU Jatim ini untuk bisa menyandang gelar profesor bidang sosiologi pendidikan. "Semua proses itu saya lakukan dengan penuh romantika, persis seperti permainan roller coaster yang kadang menggembirakan dan kadang pula menegangkan,"? katanya dengan senyumnya yang khas.

Kabar gembira diterimanya di awal bulan Januari 2015. Anak mantan penjual petis di Pasar Sidoarjo ini terhitung sejak 1 November 2014 layak bergelar profesor dengan SK Nomor 3755/A4.3/KP/2015, yang ditandatangani Mohamad Nasir, Menristekdikti.

"Anda itu wonder child professor!" kata Profesor Sunan Wismer dari Kanada, adviser University Community Engagement (UCE) SILE project. Ucapan itu disampaikan khusus kepada Muzakki saat melakukan review atas capaian program UCE di kantor SILE Project UIN SA awal Februari lalu.

Kini gelar untuk namanya semakin panjang. Di surat resmi PWNU Jatim maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN SA tercantum Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, MAg, MPhil, PhD.

Selamat berkhidmat Mas Zaki, sapaan banyak teman kepadanya di PWNU Jatim. Semoga ilmu yang diraih kian berkah.

Foto: Akh Muzakki bersama ibunda, istri dan dua anaknya usai pengukuhan guru besar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pesantren, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Oleh M. Iqbal Syauqi

--Siapa tidak mengenal TPQ? Mungkin di tiap daerah punya sebutan sendiri-sendiri. Taman Pendidikan Al-Qur’an (biasa disingkat TPQ atau TPA) adalah suatu tempat pendidikan dini bagi anak-anak untuk mulai mengenal dan meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Menarik kita lihat bagaimana perkembangan TPQ dewasa ini. Beberapa sudah menggunakan sistem klasikal, dan para murid dikelompokkan ke dalam beberapa kelas sesuai kemampuan bacaannya atau sebanyak apa jumlah ayat yang mereka baca. Beberapa sistem pengajaran juga memudahkan untuk menggolongkan mereka ke dalam kelas, kita mengenal sistem Baghdadi, Qira’aati, Tartiila, Iqra’, Yanbuu’a, dan banyak lainnya untuk memudahkan mengenal dan membaca ayat Al-Qur’an.

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Selain itu dalam sistem klasikal itu selain membaca Al-Qur’an sering ditambah dengan pelajaran Bahasa Arab dasar, Fiqih Ibadah, Akhlaq dan Etika sehari-hari tergantung dari sisi mana kecocokan intelektual tersebut untuk menerima muatan materi. Di sisi lain masih banyak juga TPQ tanpa sistem klasikal, dan para murid dibimbing oleh guru yang lebih sedikit. Dari sini guru dituntut sabar mendidik murid dari segala tingkatan kemampuan membaca.

Kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem. Dalam sistem klasikal, dibutuhkan guru yang lebih banyak untuk mendidik di kelas-kelas yang berbeda. Sebaliknya, dalam sitem tradisional, guru akan kesulitan untuk mengajar jika banyak jumlah muridnya.

TPQ yang "Sehat"

Muhammadiyah Asli

Penulis turut menyayangkan keadaan banyak TPQ saat ini. Di balik makin baiknya infrastruktur masjid-masjid kita, TPQ-TPQ yang dulu dikembangkan mulai berkurang animo muridnya. Anak-anak SD saat ini di sore hari lebih banyak yang pergi ke lokasi les privat ataupun lelah setelah bersekolah sampai sore. Namun syukurlah, masih banyak orang tua yang dengan berat hati memaksa anak-anaknya untuk pergi mengaji dengan ikhlas.

Hal yang juga turut diperhatikan adalah masalah pendidik yang berada di TPQ tersebut. Pergerakan kaum fundamentalis, dalam hal ini yang membawa ajaran-ajaran yang dapat disebut ekstrem, telah banyak menghinggapi masjid-masjid kita. Sedikit banyak kegiatan-kegiatan masjid diperbarui, kemudian pos pengajar-pengajar TPQ mulai diisi oleh anggota kaum tersebut yang memang sekilas amat islami dari segi pakaian dan perilaku. Bacaan Al Qur’an mereka juga fasih, dan sejauh hanya dalam batas-batas tersebut, rasanya itu adalah hal yang baik, dan para murid pun menjadi lebih baik ajaran Al Qur’annya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah jika mereka menanamkan nilai-nilai ekstremisme mulai dari hal-hal terkecil, seperti dalam akhlaq berpakaian, akhlaq dengan teman, akhlaq dengan kedua orang tua, sampai pada titik tertentu menanamkan permusuhan dengan kelompok lainnya, bahkan ajakan-ajakan untuk berani berdakwah dan berjihad. Murid TPQ yang kebanyakan adalah anak-anak, tentunya akan tertarik dengan ajakan semacam itu.

Para pendiri TPQ tentu berusaha menanamkan nilai-nilai Qur’ani tanpa pretensi apapun. Mereka dengan ikhlas mendidik murid-muridnya yang masih kecil, dan begitu sang murid sudah besar kerap kali pengajar TPQ yang mulai menua terlupakan begitu saja. Dalam keadaan tua semacam itu, tentu saja mereka membutuhkan pengganti yang akan meneruskan jejak TPQ itu. Bagaimana jika ternyata para penerus yang menawarkan diri untuk mengembangkan TPQ adalah kaum-kaum yang bersikap ekstrem dalam beragama? Maka amat disayangkan jika generasi muda kita berkembang dalam sikap menolak dengan budaya yang telah mapan di masyarakat.

Sistem pengkaderan agaknya perlu diperhatikan dalam membina TPQ. Seperti kita ketahui, bahwa seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Sebagaimana pesantren, TPQ berkembang dari dengan pijakan budaya setempat. Selayaknya para pembina TPQ yang baru ini adalah warga kampung itu sendiri, yang memahami bagaimana keadaan kampung tersebut. Dibutuhkan putra-putri kampung yang mau turun tangan, kembali mengabdi untuk meneruskan estafet pendidikan Al Qur’an di sana. Jangan mudah mempercayakan pendidikan agama anak-anak kepada orang luar yang sangat mungkin mempunyai misi tertentu.

Muhammadiyah Asli

Pendidikan pemuda kita sebenarnya telah mencapai tahap yang menggembirakan. Banyak dibuka kampus-kampus yang membuka jurusan-jurusan pendidikan guru agama. Selain itu, berbagai metode pengajaran telah dikembangkan oleh para ahli. Namun terkadang metode-metode yang dibawa dari kampus-kampus adalah hal-hal yang sulit diterjemahkan ke dalam masyarakat, dan terbentur dengan realitas yang ada. Kecakapan seorang guru dan keikhlasan amat dibutuhkan.

Untuk membentuk TPQ yang sehat, diperlukan keyakinan yang lapang, pikiran yang kreatif, dan jiwa yang tulus. Al Qur’an harus dibumikan dan terus dilestarikan gemanya dalam masyarakat, dan terus terbuka untuk menerima nilai-nilai kemasyarakatan yang luhur. Tingkatan awal usaha menghidupkan dan menjaga keberadaannya adalah dengan mulai mempelajari cara membacanya. Wallahu A’lam.

M. Iqbal Syauqi, santri PP. Nurul Ulum Malang, anggota CSS MoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs)? UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Pesantren, IMNU Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) kini tengah mengembangkan kurikulum sekolah lapang yang berbasis spiritualitas dalam upaya konservasi sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.

Penyusunan kurikulum ini dilakukan bersama-sama di Jakarta pada 6-8 Agustus dengan mengundang sejumlah pengurus cabang LPPNU di Banten, DKI, Jabar dan Jateng bagian barat serta bekerjasama dengan Hanns Seidel Foundation.

LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kembangkan Kurikulum Berbasis Spiritualitas

Ketua LPPNU Ahmad Dimyati menjelaskan yang dimaksud berbasis spiritualitas adalah menilai pengelolaan pertanian sepenuhnya sebagai bagian dari ibadah. “Kita tak melihatnya sekedar sebagai khutbah atau ceramah, tetapi melibatkan aspek tasawwuf,” katanya dalam acara pembukaan, Jum’at (6/8).

Muhammadiyah Asli

Karena itu, dalam upaya penyusunan materi tersebut, LPPNU melibatkan tim yang berasal dari Jamiyyah Tarikat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah, lembaga NU yang membidani masalah tarekat.

Dimyati menjelaskan, lembaganya diberi amanah oleh PBNU untuk melakukan pembangunan pedesaan, pemeliharaan sumberdaya alam dan pengembangan energi hayati. Pendekatan yang dilakukan tak semata-mata soal pengetahuan dan manajerial agribisnis, tetapi melibatkan semangat spiritualitas dan keruhanian.

Muhammadiyah Asli

“Semangat spiritualitas menjadi jiwa dai LPPNU, bukan sekear berbudidaya tanaman atau memperjualbelikan hasil, tetapi benar-benar beribadah kepada Allah,” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Internasional, Pesantren Muhammadiyah Asli

Rabu, 15 November 2017

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) meminta pemerintah menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. ? Menurutnya, percuma membuat dua harga, yaitu harga subsidi dan harga komersial jika daya beli tidak meningkat.

Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU bertema LPG Naik, Salah Siapa? Di gedung PBNU, Selasa (14/1) yang juga dihadiri oleh Ali Mundakir (VP Corporate Communication Pertamina), Said Didu (mantan Sekretaris Menteri BUMN), dan Darmawan Prajodjo (pengamat energi).

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga jual LPG non subsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau 3.959 per kg, yang kemudian di protes masyarakat sehingga diturunkan lagi kenaikannya hanya 1.000 per kg.

Muhammadiyah Asli

Ia menjelaskan, rakyat tetap akan kembali ke harga yang lebih murah sesuai dengan kemampuan daya beli. Dengan kata lain, potensi migrasi ke tabung elpiji 3 kg sangat besar jika harga jual non-subsidi sepenuhnya dilepaskan ke mekanisme pasar. Ujungnya subsidi meningkat.

Muhammadiyah Asli

Ia meminta agar UU Migas yang menjadi tonggak liberalisasi industri migas nasional dirombak. Dalam UU tersebut, fungsi Pertamina tidak lagi mengemban tanggung jawab pelayanan publik. Pertamina juga tidak boleh sepenuhnya komersial sesuai dengan UU tersebut karena BUMN ini istimewa dibandingkan dengan BUMN lain, yaitu menangani barang publik yang strategis karena migas bukan hanya penting bagi negara, tetapi juga menguasai hajat hidup orang banyak.

“Terlalu berisiko melepaskan ke mekanisme pasar dengan ? kalkulasi bisnis komersial biasa bagi BUMN yang menangani komoditas yang strategis. Menggunakan kalkulasi bisnis biasa terbukti tidak efektif, karena toh Pertamina tetap harus menjual barang non subsidi (LPG 12 kg) di bawah harga keekonomian mengingat daya beli masyarakat.”

Kerancuan konsep saat ini, menurut Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini membuat semua pihak melanggar UU. Pemerintah melanggar UU Migas karena menganut rezim liberalisasi harga BBM/BBG yang terlarang menurut keputusan MK. Pemerintah juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena mematok rugi harga jual barang komersial Pertamina tanpa menetapkan selisihnya sebagai subsidi. Disisi lain, Pertamina juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena menjual komoditas komerasial di bawah biaya produksi yang merugikan perusahaan bertahun-tahun, padahal sebagai perseroan, Pertamina harus untung. Dan jika rugi, kerugiannya tidak bisa langsung dipotong dengan pengurangan dividen ke pemerintah karena akan mengacaukan sistem akuntansi keuangan negara.

Menurut Ali Masykur, sialng sengkarut soal penetapan harga elpiji non-subsidi ini merefleksikan kekacauan tat kelola migas nasional yang harus dirombak total, dengan konsep yang lebih sejalan dan seiring dengan konstitusi. (mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pesantren, Internasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 08 November 2017

Haul Gus Dur tak Semata Diperingati

Jombang, Muhammadiyah Asli. Hampir semua orang sepakat bahwa Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid adalah sosok yang layak ditauladani. Tidak semata dalam gagasan, juga dalam tataran perilaku atau tindakan.



Haul Gus Dur tak Semata Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur tak Semata Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur tak Semata Diperingati

Yang mendesak untuk segera dilakukan adalah menampilkan kiprah dan dedikasinya dalam keseharian. Apalagi dalam waktu dekat, Jombang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah.

Ini di antara benang merah yang disampaikan sejumlah narasumber pada kegiatan "Meneguhkan Spirit Perjuangan Gus Dur: Refleksi Kritis Menjelang Transisi Kepemimpinan Jombang" (4/1).?

Muhammadiyah Asli

Acara yang diselenggarakan di kantor PC Lakpesdam NU Jombang ini menghadirkan Ahmad Athoillah (Ketua PC ISNU Jombang), Pendeta Sutrisno (GKI Jombang) serta Aan Anshori (GusDurian Jombang).

Muhammadiyah Asli

Dalam paparannya, Gus Athok -sapaan Ketua PC ISNU Jombang- menmandaskan sebenarnya banyak gagasan Gus Dur yang masih relevan dengan kondisi kekinian.?

"Yang sangat terasa adalah bagaimana seorang Gus Dur mampu menjadi payung bagi semua golongan," katanya. Sosok dengan komitmen seperti ini yang sangat dibutuhkan sebagai pemimpin masa depan.?

"Mereka yang berkeinginan dan mampu menyapa berbagai lapisan masyarakat, tentu akhirnya dapat dengan mudah menyerap aspirasi masyarakat," lanjutnya. Namun demikian, yang juga penting adalah bagaimana merealisasikan janji-janji dan komitmen politik tersebut manakala telah terpilih sebagai orang pertama di kota santri ini.

Karena sudah jamak terjadi, beberapa pemimpin yang demikian terbuka dengan masyarakat, namun melakukan itu hanya saat masa kampanye.?

"Namun setelah terpilih, sangat jarang yang mau mempertahankan dalam masa kepemimpinannya," katanya prihatin.?

Pada acara yang berlangsung sejak jam 20.00 hingga tengah malam ini, beberapa peserta juga menyampaikan berbagai keprihatinan seputar kesungguhan dan keberpihakan para pemimpin. Yang lebih mengemukan adalah rendahnya komitmen mereka dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.?

"Memang tidak mudah mencari pemimpin yang bisa memuaskan semua pihak," kata Pendeta Sutrisno. "Namun diantara yang telah siap untuk maju, pasti akan ada yang lebih baik," lanjutnya.

Karena itu, pada kesempatan ini semua peserta sepakat bahwa momentum memperingati tiga tahun wafatnya Gus Dur, hendaknya tidak semata diperingati. Yang mendesak adalah melakukan penyadaran khususnya kepada diri sendiri terhadap pentingnya sosok yang rela mengayomi dan melindungi kepentingan orang banyak.?

"Tanpa itu, peringatan Gus Dur hanya berhenti pada seremonial tanpa ada pengaruh dalam realita," kata Aan Anshori.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Senin, 06 November 2017

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff

Malang, Muhammadiyah Asli. Acara Seminar Nasional, Ceramah dan Dialog Ilmiah bersama Prof. Al Habib Abdullah Muhammad Baharun (Rektor Universitas al Ahgaff, Hadramaut-Yaman), yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang bekerja sama dengan Aswaja Center Malang dan Gerakan Aswaja Malang (Gamal) pada Sabtu (1/4), berlangsung khidmah.

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Malang Gelar Dialog dengan Rektor Universitas al Ahgaff

?

Acara yang ikuti ratusan jamaah dan pengurus NU dari berbagai tingkatannya ini, dilaksanakan di Pondok Darut Talim Wad Dawah, daerah Bumiayu Malang. Acara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB sampai selesai, dengan mengusung tema Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah Menghadapi Berbagai Tantangan.

Sayyid Abdullah Baharun menuturkan, umat dewasa ini memperoleh pemahaman agama harusnya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist, tapi perlu juga disempurnakan dengan sumber lain yaitu ijma dan qiyas, yang mana hal tersebut dapat diperoleh dari para ulama. Inti Ahlussunnah sebagaimana disepakati ulama adalah dalam bidang aqidah mengikuti Imam Asyari dan Maturidi, dalam bidang fiqih mengikuti salah satu dari empat madzhab, yaitu Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali, serta dalam bidang tasawuf mengikuti Imam Junaid Al Baghdadi atau Imam Ghazali. Setelah berilmu, yang paling penting juga adalah adalah beramal, bukan hanya memiliki ilmu.

Dikatakannya, dewasa ini banyak aliran yang mengaku Ahlussunnah tapi menjelakkan ulama tasawuf, seperti imam Ghazali. Padahal intisari tasawuf adalah ihsan, dan setingkat lebih tinggi menjadi muhsin, yang bisa memberikan kemaslahatan untuk ummat. "Tasawuf sendiri akan menuntun agar memiliki jiwa bersih, mengosongkan dari hal-hal kotor atau dosa-dosa," tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Acara di pandu oleh tersebut KH Atoillah Wijayanto, Rais Syuriyah PCNU Kota Malang. Turut mendapingi pula Ustadz Faris Khoirul Anam, Alumni Universitas al Ahgaff Yaman, yang juga anggota dewan pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur.

Setelah acara seminar selesai, Habib Abdullah Baharun melanjutkan dengan acara peresmian Pesantren Darul Faqih Malang. Lalu acara ramah tamah dan silaturahmi ke Walikota Malang HM Anton, yang juga Bendahara PCNU Kota Malang. (Achmad Diny Hidayatullah/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Sukolio Kabupaten Pati beserta Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Sukolilo mengadakan istighosah di Balai Desa Prawoto Sukolilo, Ahad (20/12) malam. Lebih  dari lima puluh pengurus dan anggota hadir dalam zikir dan doa bersama sekaligus penguatan internal organisasi ini.

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

Ketua GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji melalui telepon yang diterima Muhammadiyah Asli mengatakan, istighosah kali ini dimaksudkan untuk meramaikan Maulid Rasulullah. Sedangkan pertemuan antarpengurus difungsikan menjaga soliditas antarpengurus.

“Agar para pengurus kompak dalam melaksakan agenda yang telah disusun, dan kegiatan semacam ini sebenarnya rutin diadakan tiga bulan sekali” katanya.

Muhammadiyah Asli

Darmaji mengatakan, pertemuan kali ini juga membahas tentang evaluasi kinerja kepengurusan sekaligus membahas progam kegiatan yang akan dilaksanakan. Ada beberapa poin yang dibahas termasuk di dalamnya tentang kaderisasi.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan Pendidikan Kader Dasar (PKD) juga Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau Diklatsar Banser,” tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Konsolidasi ini digelar untuk menyiapkan anggota GP Ansor menghadapi musim hujan. Pasalnya wilayah Sukolilo termasuk daerah rawan banjir bandang. “Seperti yang kita ketahui beberapa hari terakhir banjir meluap ke perkampungan warga,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pengurus ranting GP Ansor sekecamatan Sukolilo. Acara ditutup dengan makan-makan bersama. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, Pesantren, Tokoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 September 2017

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

Muhammadiyah Asli

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

Muhammadiyah Asli

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren Muhammadiyah Asli

Jumat, 18 Agustus 2017

Pengibaran Bendera Palestina di PBB, Sebuah Simbol dan Harapan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Melekat pada tali tiang bendera yang dibasahi air hujan, sehelai kain yang tak segera diketahui bentuk identitas atau karakter nasional apa yang dilambangkannya, dikerek di Perserikatan Bangsa Bangsa, diiringi tepuk tangan, sorak sorai dan merujuk simbolisme serta harapan.

Akhirnya angin bertiup, dan bendera hitam, hijau, merah dan putih Palestina itu berkibar bebas untuk pertama kalinya di PBB setelah Majelis Umum menerima satu resolusi 10 September lalu untuk mengakui wilayah yang diduduki Israel sebagai sebuah negara.

Pengibaran Bendera Palestina di PBB, Sebuah Simbol dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengibaran Bendera Palestina di PBB, Sebuah Simbol dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengibaran Bendera Palestina di PBB, Sebuah Simbol dan Harapan

Para diplomat dan staf berbaris berjajar di lapangan rumput tersiram air hujan di Rose Garden, PBB, di East River, guna menyaksikan pengibaran bendera itu.

Muhammadiyah Asli

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menjadi orang pertama yang menyebutkan harapan, kendati dia berhati-hati sekali mengenai harapan apa yang disimbolkan dari sebuah bendera yang berkibar.

Muhammadiyah Asli

Sepertinya asa itu bukan merujuk harapan terwujudnya sebuah negara dalam waktu yang segera, melainkan suatu hari nanti.

"Ini hari membanggakan bagi bangsa Palestina di seluruh dunia. Ini hari penuh harapan. Ini adalah pengingat bahwa simbol itu penting," kata dia.

"Semoga pengibaran bendera ini memberi harapan bagi bangsa Palestina dan komunitas internasional bahwa kenegaraan Palestinian dalam jangkauan."

Bendera ini juga pengingat bahwa simbol tidak sembarangan bagi negara.

"Bendera itu gampang," kata seorang pejabat Eropa yang mengikuti upacara pengibaran bendera Palestina itu.?

"Ada banyak suara nyaring yang menentangnya dari Israel dan Amerika, tetapi setidaknya itu bukan peta. Bayangkanlah menggambar batas-batas negara."

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memproklamasikan pengibaran bendera itu sebagai perlambang.

"Hari dikibarkannya bendera ini di seluruh Negara Palestina akan segera terwujud. Di Yerusalem, ibu kota Negara Palestina kami," kata dia.

Tentunya tak semua orang yang hadir pada upacara di PBB itu bersetuju dengan kalimatnya.

Beberapa menit sebelum upacara, Abbas berbicara panjang lebar di Majelis Umum PBB mengenai kegagalan selama lebih dari dua dekade perjanjian dan negosiasi damai dalam ? mengantarkan Negara Palestina yang sudah banyak dijanjikan orang.

Abbas terlihat putus asa dan sedih saat dia menyatakan Perjanjian Perdamaian Oslo adalah kegagalan, lalu mengancam mundur dari perjanjian itu dengan membiarkan Israel memikul sendiri tanggung jawab dan ongkos dari pendudukan penuhnya di tanah Palestina.

Di luar Rose Garden, Ghadeer Tarazi, perempuan warga Jerusalem, New York, kelahiran Palestina dan besar di Ramallah sebelum bekerja di PBB, bertepuk tangan begitu bendera Palestina dinaikkan.

"Saya senang sekali. Ini hari yang agung untuk bangsa Palestina dan Palestina. Ini pengakuan atas hak bangsa Palestina untuk memiliki negara. Ini adalah pengakuan bahwa seluruh dunia mengakuinya. Tapi saya berharap ini bukan semata simbol. Saya berharap ini berubah menjadi keadilan bagi bangsa Palestina," kata dia.

Tarazi tak yakin itu akan terwujud. Perempuan ini menyimak pidato Abbas dan tidak terlalu optimistis.

"Saya kira perubahan seharusnya terjadi. Kita mesti menyadari hal itu mengingat (Perjanjian) Oslo tidak mewujudkan apa-apa dalam menolong rakyat Palestina. Kita tak bisa cukup hanya di sini," kata dia.

Dan memang ada kecurigaan luas di kalangan rakyat Palestina bahwa itu hanya akan berlaku sebatas ini karena dengan cara begitu Israel dan sebagian besar dunia terpuaskan.

Seorang pejabat Palestina yang menolak menyebutkan namanya menyatakan bahwa Abbas yang akrab dipanggil Abu Mazen, menyuarakan apa yang lama diyakini bangsa Palestina: bahwa Israel tidak mematuhi Perjanjian Oslo dengan menghalang-halangi pendirian sebuah negara berdaulat dan bahwa negosiasi dengan pemerintahan Binyamin Netanyahu hanya akan mengekalkan pendudukan, bukan mengakhirinya.

Singkatnya, UU Otoritas Palestina tidak dibuat unuk rakyat Palestina, melainkan demi memenuhi kepentingan Israel.

"Netanyahu sejak lama menyatakan (Perjanjian) Oslo telah mati. Abu Mazen hanya menegaskan kembali. Dia berkata, kalian mungkin mengakui kami sebagai sebuah negara di PBB tetapi kami berada di bawah pendudukan dan kalian tak boleh melupakan itu," kata sang diplomat.

"Saat ini Israel punya jalan bebas. ? Tak ada konsekuensi dari pendudukan. Komunitas internasional membayar ongkos pendudukan. Segalanya harus berubah. Sungguh ini pengakuan kalah."

Jadi, akankah pidato Abbas itu mengubah segalanya? "Saya meragukannya. Abu Mazen kehilangan kredibilitas di kalangan rakyat Palestina," kata dia .

Upacara selesai, bendera diturunkan untuk dipasang dan dikibarkan kembali di ujung deretan bendera-bendera nasional di depan markas besar PBB.

Bendera Palestina ini akan terus berkibar di samping bendera Vatikan, anggota PBB non negara lainnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Makam Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock