Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Peduli Banjarnegara, PMII Airlangga Galang Dana di Car Free Day

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Puluhan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Airlangga melakukan aksi Galang Dana di Car Free Day Taman Bungkul pada Ahad (21/12). 

Peduli Banjarnegara, PMII Airlangga Galang Dana di Car Free Day (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Banjarnegara, PMII Airlangga Galang Dana di Car Free Day (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Banjarnegara, PMII Airlangga Galang Dana di Car Free Day

“Kegiatan Galang Dana ini sebagai bentuk rasa kepedulian PMII Airlangga terhadap korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Jemblung, Banjarnegara Jawa Tengah,” tutur Wiwit selaku Korlap kegiatan. 

Wiwit pula menambahkan hasil dari galang dana ini akan dikirimkan ke pihak terkait, “Semoga bermanfaat bagi keluarga kita di Banjarnegara,” tutupnya.

Muhammadiyah Asli

“Hari ini kita dapat cukup banyak, kami senang bisa turun kejalan mengajak masyarakat ikut membantu korban banjarnegara, apalagi juga banyak anak kecil yang ikut menyumbang, saya pribadi tertegun melihat anak-anak sejak dini sudah punya rasa kepedulian,” ungkap Anamala, salah satu anggota PMII Airlangga. (asrari puadi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu

Pati, Muhammadiyah Asli - Koperasi sampah dengan nama Apik Resik sudah beroperasi setahun. Koperasi yang digerakkan GP Ansor Kadilangu Kecamatan Trangkil Kabuoaten Pati ini menyumbang pendapatan kas organisasi tidak sedikit.

“Memang benar kalau kas Ansor berasal dari sampah yang kita kelola. Kami melatih kemandirian anggota terutama kader Ansor Kadilangu,” kata Ketua Koperasi Apik Resik Ahmad Radhi.

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu (Sumber Gambar : Nu Online)
Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu (Sumber Gambar : Nu Online)

Koperasi Sampah Ini Danai Gerakan GP Ansor Kadilangu

Radhi tidak menyebut angka kontribusi bank sampah yang dijalankannya bersama GP Ansor Kadilangu untuk kas organisasi.

Muhammadiyah Asli

Sementara tokoh masyarakat setempat yang kini pembina GP Ansor Kadilangu Irham Shodiq membenarkan Radhi. Kini anggota koperasi Apik Resik berjumlah 50 orang. Setiap dua pekan sekali mereka menyetorkan limbah rumah tangga dengan kategori sampah nonorganik.

Koperasi ini diinisiasi oleh kader GP Ansor Kadilangu dalam rangka menjaga alam dari kerusakan akibat buang sampah sembarangan. Aktivitas koperasi sampah ini menegaskan bahwa kader muda GP Ansor memiliki kepedulian yang cukup besar untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Operasi koperasi Apik Resik adalah langkah GP Ansor membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah. Pengembangan koperasi ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang, dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan.

Muhammadiyah Asli

"Pengelola koperasi sampah harus mempunyai jiwa sosial karena mengelola sampah ini membutuhkan tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya kebersihan lingkungan," demikian dikatakan Kepala Desa Kadilangu Heru yang juga pengurus ranting GP Ansor setempat. (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Muhammadiyah Asli

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (4/5/2013).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, IMNU, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung semarak dimana-mana. PBNU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam peringatan yang berlatar belakang sejarah Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu tersebut.

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan hal itu di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/10). Menurutnya, respon semua pihak kepada program PBNU di Hari Santri seperti Kirab Resolusi Jihad NU dan pembacaan 1 Milar Shalawat Nariyah sungguh meriah sekali.

“Kami atas nama PBNU, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu peringatan Hari Santri, mulai dari TNI, Polri, Pemeritah Daerah, Presiden,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih khusus ia sampaikan terim kasih kepada seluruh warga NU yang memperingati Hari Santri dengan tertib, kreatif, dan penuh kesahajaan.

Ia menilai, peringatan Hari Santri 22 Oktober lalu penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai pengembangan wawasan kebangsaan, menyampaikan pesan sejarah, menanamkan nilai-nilai patriotik, membela tanah air, dan bangsa. “Ini bagian proses edukasi yang selama ini kurang didapat di sekolah,” katanya. ?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, ia menilai, peringatan tersebut menjadi perekat sosial sesama anak bangsa. Padahal sebelumnya, Hari Santri disinyalir akan melahirkan kelas sosial baru, akan semakin meruncingkan dikotom.

“Yang terjadi justru sebaliknya karena makna santri, menurut para kiai, tidak hanya terbatas yang mesantren di pondok, tapi seluruh warga masyarakat yang haus ilmu di pendidikan formal dan nomformal, serta memiliki watak dan adab kesantrian seperti menjaga ukhwah, memiliki spirit kebangsaan dan cinta tanah air,” jelasnya. ?

PBNU, sambungnya, berniat pembacaan Shalawat Nariyah akan menjadi agenda rutin tahunan di tiap peringatan Hari Santri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 28 Januari 2018

Tafsir Al-Najm 32: Sindiran Bagi Status-status Ibadah di Medsos

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?...

...Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu meganggap dirimu suci. Dia mengetahui orang yang bertakwa. (QS Al-Najm: 32)

Tafsir Al-Najm 32: Sindiran Bagi Status-status Ibadah di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir Al-Najm 32: Sindiran Bagi Status-status Ibadah di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir Al-Najm 32: Sindiran Bagi Status-status Ibadah di Medsos

? ?

Dewasa ini jamak kita temui status-status yang berbau ibadah. seperti, "hadeeh... ternyata puasa senin-kamis berat ya" atau "walau dingin, tahajud tetap lanjut!" ada juga seperti, "sudah jam sembilan, dhuha dulu ah...". Yang tentu, sebagai pemanisnya ditambahkanlah foto-foto yang mendukung.

Status-status tersebut, entah apapun motifnya. Mulai viral diikuti oleh banyak netizen di Indonesia. Baik dari golongan kawula muda, orang dewasa, hingga mereka yang sudah berkeluarga juga ikut-ikutan memposting "status ibadah".

Muhammadiyah Asli

Mengapa penulis katakan status ibadah? Karena begitulah dunia maya, siapa yang tahu menahu mengenai hal yang sesungguhnya. Meskipun memang, kita harus selalu berusaha berhusnudzon terhadap siapapun.

Menanggapi status ibadah tersebut, Imam Jalaluddin Al Mahalli dalam tafsirnya berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ?

Muhammadiyah Asli

dan telah diturunkan kepada orang yang berkata (termasuh ngetweet, posting, atau update status) ini lho, sholatku, puasaku, hajiku. Ayat (? ?) ? ? yaitu "Dia (Allah) mengetahui"

Harus kita sadari, bahwa tanpa kita berkata, ngetweet, maupun update status Allah telah mengetahui apa yang kita kerjakan. dalam ayat lain Allah berkata, ? ? ? ?, Allah mengetahui apa yang kamu sekalian perbuat.

Lebih lanjut Allah menyindir netizen dengan firmannya:

(? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ?

Bahkan, Allah mengetahui keadaan kita sejak Dia menjadikan kita dari tanah. Maksudnya, menjadikan nenek moyang kita, Nabi Adam alaihissalam dari tanah.

(? ? ?) ? ? (? ? ?

Dan ketika kamu sekalian masih menjadi ajinnah atau janin didalam perut-perut ibumu.

Sebegitu, luas pengetahuan Allah Taala. Ia mengetahui keadaan kita bukan hanya sebatas saat kita terjaga dari tidur saja, atau saat siang hari, atau bahkan hanya berbatas sampai jam 12 malam. Tidak! melainkan Allah mengetahui segala gerak-gerik kita, bahkan saat kita masih dalam kandungan ibu kita. Mengenai hal itu Allah menegur manusia dengan kalamnya,

? ? ?

Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Jangan memuji-muji diri sendiri. Jangan suka menampakkan ibadah kita. Yang padahal, telah diajarkan oleh Allah dalam niat beribadah dengan kata, lillahi taala. Hanya untuk Allah semata.

Dari dalil ini empunya Tafsir Jalain Menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? (? ?(?)

Maksudnya, tidak boleh memuji (menampakkan ibadah) terhadap diri sendiri atas dasar jalan menyombongkan diri. Adapun dalam rangka memberi tahu akan nikmat yang telah dikaruniakan Allah atau sering kita sebut, tahaduts bin nimah maka itu adalah perbuatan yang baik. "Dia (Allah) mengetahui orang yang bertakwa."

Jadi kesimpulannya, tidak diperbolehkan menganggap diri sendiri sebagai orang baik, termasuk memperlihatkan ibadah yang kita lakukan. Namun, jika hal itu memang diniatkan sebagai tahaduts bin nimah, meluapkan kenikmatan yang diberikan Allah maka itu termasuk dalam akhlakul karimah.

Mengenai hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin KH Muhammad Shofi Al-Mubarok memberikan alternatif mengenai cara tahaduts bin nimah.?

“Hendaknya perilaku tahaduts bin nimah diawali dengan kata-kata pujian terhadap Allah. Seperti, Alhamdulillah, hari ini saya bisa sholat berjamaah atau, ternyata rahmat Allah itu memang luas ya, saya akhirnya tahun ini bisa umroh. Subhanallah". ?

Ulin Nuha Karim, santri Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 27 Januari 2018

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Makassar, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan hajatan 5 tahun sekali yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Sulsel.

Panitia Konferwil pun terbentuk dalam rapat lengkap Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sulsel beserta para Ketua Lajnah-Lembaga dan Badan Otonom NU di kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulsel DR. AGH. M. Sanusi Baco, Lc, Senin (11/3).

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Sebelum diadakannya rapat, Pengurus Tanfidziyah meminta terlebih dahulu nasehat dan petunjuk Rais Syuriyah PWNU Sulsel demi kelancaran dan kemudahan proses konferwil 12 NU Sulsel. Rais Syuriyah menekankan perlunya sikap ikhlas mengurus NU dan meminta ketika panitia terbentuk bekerja sama-sama, agar pekerjaan berat bisa menjadi lebih mudah.

Muhammadiyah Asli

Setelah diadakan diskusi antara pengurus tanfidziyah dan meminta persetujuan pengurus Syuriyah terpilihlah Drs. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd sebagai Ketua Panitia dan Amiruddin Aminullah, SH.I, MH.I sebagai Sekretaris Panitia. Sebelumnya Prof. DR. H. Arfin Hamid, MH terpilih sebagai Ketua Steering Committee untuk mengawal jalannya persidangan Konferwil nanti. 

Pada hari itu pula diputuskan Konferwil ke-12 NU Sulsel akan diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Maret 2012 di Kab. Pangkep yg bertempat di Pondok Pesantren Padallampe Dahrul Mukhlisin. Pemilihan tempat ini didasarkan oleh kesepakatan pengurus melihat NU berasal dari Pesantren dan kembali juga mesti harus di Pesantren.

Muhammadiyah Asli

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Bahtsul Masail, Kyai Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Brebes,Muhammadiyah Asli. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menggelar Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri antara ulama dan umaro serta umat.

Masjid Al Furqon Desa Salem Kecamatan Salem menjadi tempat perdana gelaran Sajadah Ramadhan 1436 H yang juga dihadiri Dandim 0713 Letkol Inf Efdal Nazra, Pengadilan Negeri Brebes Yoserizal,SH.MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, para Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Brebes dan pejabat lainnya.

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes memuji semangat umat Islam dalam membangun kerohanian Islam. Seperti membangun masjid, madrasah, dan pembangunan sarana peribadatan lainnya. “Pemerintah hanyalah memberikan dana stimulant saja,” ujar Idza.

Muhammadiyah Asli

Bupati juga menjelaskan tertangguhnya pencairan dana hibah karena sedang menunggu kejelasan dari UU No 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Kabupaten soal dana hibah dan bansos.

Muhammadiyah Asli

Disebutkan dalam pasal 298 ayat 5, bahwa yang berhak mendapatkan dana hibah antara lain badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. “Sementara belum bisa kami cairkan karena menunggu kejelasan badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia,” terangnya.

Dibagian Kesra Setda Brebes, lanjutnya, sudah ada usulan sebesar Rp 4,3 Milyar yang diusulkan oleh 336 lembaga di Kabupaten Brebes. Namun belum bisa dicairkan karena belum ada lampiran yang berbadan hukum Indonesia. “Membelanjakan uang rakyat, uang Negara harus sesuai dengan aturan sehingga sama-sama sah dan tidak melanggar hukum. Kami harap yang mengusulkan dana hibah dan bansos untuk bersabar dulu,” tandasnya.

Bupati juga mengajak kepada umat Islam untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh saleha. Berbagai upaya harus ditempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh saleha. Termasuk harus menempuh pendidikan formal, informal maupun non formal. “Pendidikan madrasah, juga jangan sampai ditinggalkan,” ajaknya.

Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang beruntung secara simbolis kepada 10 orang jamaah. Juga menyerahkan bantuan Quran, Ruku dan Mukenah kepada Pengurus Masjid Al Furqan agar bisa digunakan para jamaah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Salem KH Kholid Nawawi dalam ceramah agamanya menyoroti tentang makin menurunnya aktivitas anak-anak mengaji. Kegiatan mengaji di mushola, masjid atau rumah kiai sedikit sepi. Hal ini terjadi karena mereka tergiur oleh perkembangan teknologi komunikasi dan siaran televisi. “Anak-anak lebih tergiur oleh Hape ketimbang tasbeh, televise dari pada ngaji, nyanyian dari pada nadhoman,” tutur Kiai Kholid yang juga Ketua MWC NU Salem.

Dia mendesak kepada para pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten untuk membuat peraturan yang bisa meningkatkan gairah anak-anak menggemari ngaji. Seperti pembatasan jam menonton televisi, pemanfaatan hape dan kebiasaan-kebiasaan yang menyita waktu namun kurang bermanfaat.

Juga pentingnya peran orang tua untuk mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan demi masa depan anak kelak. “Kita perlu kerja sama yang apik dan guyub untuk menyelematkan generasi muda dari pengaruh negative globalisasi,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Hadits, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Selasa, 16 Januari 2018

Ahad Pagi, Tim Kirab Resolusi Jihad Berziarah ke Ulama Kediri

Kediri, Muhammadiyah Asli

Ahad pagi (16/10), Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 berkesempatan berziarah ke? makam para pendiri dan sesepuh Pondok Pesantren Lirboyo di Jalan KH Abdul Karim, Lirboyo, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Upacara penyambutan dihelat setelahnya.

Ahad Pagi, Tim Kirab Resolusi Jihad Berziarah ke Ulama Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahad Pagi, Tim Kirab Resolusi Jihad Berziarah ke Ulama Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahad Pagi, Tim Kirab Resolusi Jihad Berziarah ke Ulama Kediri

Salah seorang pengasuh Pesantren Lirboyo KH Muhammad Anwar Manshur berkenan memberikan sambutan. Ia menyemangati dan mendoakan Tim agar perjalanan kirab menjadi bentuk amal saleh.

Kiai Anwar lalu menceritakan, santri Lirboyo tidak lepas dari perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia. Pada masa Resolusi Jihad tahun 1945, banyak santri Lirboyo diberangkatkan ke Surabaya dan lama bertahan di sana.

Muhammadiyah Asli

Setelah masa Resolusi Jihad usai, para santri dan kiai kembali ke pondok pesantren. Hal itu sebagai tanggung jawab membina masyarakat lewat jalur agama. Kiai Anwar berpesan agar semangat perjuangan para santri dapat diteruskan.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan apresiasi dengan adanya kegiatan Kirab Resolusi Jihad. Menurutnya, pelaksanaan kirab juga menjadi torehan sejarah yang positif bagi Kediri dan NU.

Terkait dengan peringatan Hari Santri yang di dalamnya akan dilakukan pembacaan satu miliar shalawat Nariyah, ia menyampaikan sangat terkesan. Menurutnya, baru NU-lah yang berinisiatif seperti itu.

"Saya bayangkan satu miliar itu bukan jumlah yang sedikit. Jadi saya kaget sekali," ujarnya.

Ia berharap, dengan pembacaan satu miliar shalawat Nariyah akan membantu Indonesia dari berbagai persoalan yang melanda dewasa ini. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Pati, Muhammadiyah Asli

Harta wakaf harus diproduktifkan supaya banyak manfaat yang bisa diambil. Poin utama wakaf adalah intifa (mengambil manfaat). Jika wakaf tanah yang dibangun di atasnya masjid, maka masjid tersebut harus dikelola secara produktif untuk shalat jamaah, tadarrus al-Quran, mengaji ilmu agama, musyawarah urusan umat, dan lain-lain.

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Demikian pesan KH M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu dalam Seminar Wakaf Produktif yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah, Senin (30/5), di Aula Ipmafa Lantai 2, Pati.

“Jika masjid kosong, tidak digunakan untuk jamaah, tadarrus al-Quran, dan lain-lain, maka nilai kemanfaatannya tidak ada dan orang yang wakaf (waqif) tidak mendapatkan pahala yang menjadi tujuan wakaf,” ujarnya di hadapan forum yang terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Pati ini.

Muhammadiyah Asli

Begitu juga, lanjut Kiai Aniq, jika seseorang mewakafkan tanahnya yang dikelola dan keuntungannya untuk kemaslahatan masjid, maka tanah tersebut harus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan pendapatan yang besar untuk memakmurkan masjid. Misalnya, tanahnya ditanami pepaya, pisang, atau sejenis, lalu dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang laris dijual yang uangnya diberikan kepada masjid untuk mengembangkan masjid.

Dalam wakaf, shighat memegang posisi kunci, seperti waqaftu hadza ala al-masjidi (saya mewakafkan harta ini kepada masjid). Namun, untuk mengamankan posisi wakaf, aspek administrasi dan sertifikasi penting dilakukan supaya tidak terjadi perselisihan dan persengketaan di kemudian hari, bahkan sampai berujung ke pengadilan. Melihat pentingnya wakaf ini, orang yang akan mewakafkan tanahnya di masa mendatang bisa melakukan washiyyah bil waqfi (wasiat wakaf), namun proses sertifikasi tanahnya bisa segera dilakukan sekarang supaya aman dari fitnah.

Muhammadiyah Asli

Empat tugas nadhir wakaf



Supaya nadhir wakaf yang berkewajiban mengelola harta wakaf mampu mengelola wakaf secara produktif, maka menurut KH. Muslihan dari Badan Wakaf Indonesia dan Penyelanggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Pati, nadhir wakaf harus menerapkan manajemen profesional. Manajemen professional dilihat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling).? ?

Ia menjelaskan, ada empat tugas nadhir wakaf. Pertama, melakukan proses administrasi harta wakaf secara tertib. Kedua, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Ketiga, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf. Keempat, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Empat tugas nadhir ini harus dilakukan secara maksimal supaya potensi besar wakaf bisa dikelola secara produktif.

Di Indonesia, lanjut Muslihan, dengan asumsi umat Islam yang akan berwakaf 5 persen dari 190 juta, sekitar 9,5 juta jiwa, maka jika masing-masing mengeluarkan wakaf Rp 100.000 setiap bulan, maka akan terkumpul Rp 950 miliar per bulan dan Rp 11,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat untuk program pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa berprestasi, dan pemberikan kecakapan hidup (life skills) kepada kaum pengangguran di negeri ini.

Melihat potensi besar wakaf ini, Muslihan mendorong Program Studi Zakat Wakaf Ipmafa Pati supaya menjadi garda depan gerakan sadar wakaf dengan melahirkan amil zakat dan nadhir wakaf yang jujur, akuntabel, komunikatif, dan visioner.

Jamal Mamur Asmani selaku Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menyatakan siap menjadikan Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA sebagai pionir gerakan sadar wakaf demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa. Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati Bapak Mumu Mubarak menyatakan, MES Pati siap mendukung gerakan pembumian ekonomi syariah di Pati, termasuk gerakan sadar wakaf supaya nilai-nilai ekonomi syariah membumi di bumi nusantara dan dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat. Muhammad Fachrurrozi, selaku moderator mengatakan bahwa potensi wakaf yang besar ini harus disadari oleh masyarakat muslim supaya bisa dikelola secara profesional. (Red: Mahbib)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Tokoh, Quote Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan

Pondok Pesantren memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan. Hal itu yang selalu diungkapkan oleh Pendiri Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, KH A Hasyim Muzadi.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992.

Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Hikam yang beralamatkan di Jl. Cengger Ayam No. 25 Lowokwaru Kota Malang bercita-cita untuk menggabungkan sisi positif perguruan tinggi dan pesantren untuk mewujudkan generasi yang mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbudi pekerti luhur serta memiliki kepribadian dengan tetap memegang budaya dan semangat keIndonesiaan. Selain itu, Pesma Al-Hikam yang biasa disebut oleh para santri memiliki Motto “Amaliah Agama, Prestasi Ilmiah, dan Kesiapan Hidup

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan

Untuk sampai kepada tujuan pendidikan di Pesma Al Hikam. Santri diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan minat dan bakatnya di berbagai media aktivitas yang ada di pesantren Mahasiswa Al Hikam. Media-media aktivitas tersebut antara lain : Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam (Ospam), KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al Hikam, Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Hikam, Mini Market Al Hikam, dan Unit Teknologi Informasi (UTI).

Muhammadiyah Asli

Diharapkan dengan berbagai aktivitas positif di dalam masing-masing unit tersebut santri yang aktif akan memiliki keterampilan dan pengetahuan praktis dalam mengelola lembaga, mengenal, melayani orang lain dan lingkungan, menyusun program, pengalaman kepemimpinan, dan keterampilan teknis tertentu yang mungkin tidak didapat secara langsung dari kelas baik di kampus maupun di pesantren.

Muhammadiyah Asli

Pengembangan perpustakaan 

Keberadaan perpustakaan dan pusat informasi berawal adanya taman bacaan, dimana koleksinya masih berupa kumpulan koleksi milik pengasuh yakni KH A Hasyim Muzadi yang dimanfaatkan oleh para santri untuk kebutuhan pengkayaan ilmu pengetahuan dan penumbuhan daya pikir santri. Pada saat itu koleksi perpustakaan masih belum dikelola secara profesional.

Sesuai dengan perkembangan waktu, keberadaan taman bacaan semakin dirasakan sebagai kebutuhan untuk mendukung kegiatan lembaga induknya, yaitu Pesma Al Hikam, STAI Ma’had Aly (STAIMA), maka sejak tahun 2003 bersamaan dengan berdirinya STAI Ma’had Aly (STAIMA), unit tersebut menjadi unit perpustakaan dan pusat informasi yang dikelola secara profesional oleh para pustakawan ahli yang terdiri dari 2 orang sarjana perpustakaan, 1 orang tenaga teknisi perpustakaan, 2 orang tenaga bantu yang memiliki kualifikasi kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Pada tahun 2011 koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan mencapai 5850 judul, 15.992 eksemplar yang dilengkapi dengan barkode dan terekam dalam pangkalan data (database) dan dilengkapi dengan opac (online public acces catalogue) dan jaringan internet. Disamping itu memiliki koleksi virtual library yang berjumlah 68 judul dengan subyek Al-Qur’an, Tafsir, Hadits, bahasa Arab, bahasa Inggris, kajian keislaman. Koleksi tersebut terpasang dalam OPAC (Online Public Acces Catalouge) atau AISAL (Al-Hikam Integreted Self Access Learning). Untuk mengetahui koleksi buku dan kitab yang dimiliki oleh perpustakaan al-Hikam dapat diakses di: http://al-hikam.ddns.net/   

Sedangkan terkait akses ilmu pengetahuan, menurut Wakil Pengasuh Pesma Al-Hikam, KH Muhammad Nafi’ perpustakaan Al Hikam juga sudah sangat representatif. Dari data perpustakaan Al Hikam, terdapat 6.704 judul buku dengan total 17.304 eksemplar. Selain itu, terdapat sekitar 5.000 judul kitab berupa e-Book. 

”Kita sadar akan pentingnya perpustakaan, apalagi pesantren kita khusus untuk mahasiswa,” tandas pengurus PCNU Kota Malang yang juga menantu Mbah Muhith Muzadi. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Aspek kemandirian ekonomi menjadi salah satu fokus utama dalam perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 23-27 November 2016. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Muslimat NU menggelar Expo dengan merangkul para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Dalam Expo yang diikuti oleh 100 para pelaku usaha itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa setiap even nasional, Muslimat NU senantiasa berusaha mewadahi para pelaku usaha.?

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi

Hal ini bertujuan agar antara pedagang dan pembeli bertemu dalam satu wadah. Interaksi ini sifatnya berkelanjutan karena masyarakat akan mengetahui produk-produk kreatif berkualitas dari berbagai daerah.

“Expo yang kita bangun dalam setiap even nasional ini untuk penguatan ekonomi. Di sini wadah pertemuan antara penjual dan pembeli,” ujar Khofifah saat membuka Expo Kongres Muslimat NU, Rabu (23/11) lalu.

Muhammadiyah Asli

Perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini juga menerangkan, Expo juga mampu memberikan efek positif bagi kemitraan di antara para pengusaha di berbagai level. Pengusaha menengah atas bisa meneteskan kesuksesannya kepada para pengusaha yang baru merangkak naik.

“Istilahnya trigel down effect, meneteskan kesuksesan,” jelas Menteri Sosial RI ini.

Ada banyak produk kreatif dalam pergelaran Expo Kongres Muslimat ini diantarnya Batik khas daerah, berbagai pernak-pernik dan aksesoris, busana muslim berbagai model, kosmetik, produk asuransi, serta makanan dan minuman kesehatan.

Sementara itu, Koordinator Expo Kongres ke-17 Muslimat NU, Hj Syarifah Noor Hidayah menjelaskan, dari 100 peserta yang membuka stan di Expo Kongres, ada sekitar 15 PC Muslimat ditambah koperasi primer yang buka setiap harinya dari pukul 09.00-21.00 WIB.

“Dari 100 peserta yang ikut ada 15 PC plus koperasi primer. PC masih didominasi DKI karena petimbangan jarak serta biaya pengiriman barang. Untuk mitra kerja di antaranya Avrist Assurance, Wardah dan Penara,” terang Syarifah.

Muhammadiyah Asli

“Ada juga produk unggulan dari PC Muslimat NU Magetan,” tambah perempuan yang juga ketua Bidang Ekonomi, Koperasi dan Agrobisnis PP Muslimat NU tersebut.

Selama tiga periode (2000-2016) dipimpin Khofifah, Muslimat NU berkembang cukup pesat. Di bidang kesehatan memiliki 144 panti asuhan, 108 klinik dan sekarang sedang dikembangkan klinik hemodialisis (cuci darah).

Lalu di bidang pendidikan, memiliki 9.900-an TK/RA (Raudhatul Athfal), 6.600 PAUD dan 15.600 TPQ.

Begitu pula di bidang ekonomi, hingga kini di Indonesia baru ada tiga induk koperasi wanita yakni Inkowapi milik Iwapi, Ikopwan milik Kowani dan Inkopan (Induk Koperasi Annisa) milik Muslimat NU. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Ubudiyah, Quote Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Rembang, Muhammadiyah Asli - Setelah menerjunkan 30 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu para korban angin puting beliung di Kecamatan Winong, Pati, Jumat (13/01) pagi puluhan anggota yang terdiri dari satuan Bagana (Banser Tanggap Bencana) kembali diterjunkan untuk membantu para korban angin puting beliung di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Angin yang menerjang pada Kamis sore itu membuat sedikitnya 20 rumah rusak ringan, dan 2 rumah roboh, dan berada RT 04 RW 02. Meski tak ada korban jiwa, total kerugian ditaksir hingga 38 juta rupiah.

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Kepala Komando Satuan Banser Tanggap Bencana Kabupaten Rembang, Jamian menjelaskan, selain membantu warga untuk membenahi rumah korban yang diterpa angin, para relawan juga memangkas pepohonan yang dinilai rawan saat terjadi angin kencang.

Muhammadiyah Asli

"Kami juga membantu warga memangkas pepohonan yang rawan jika ada angin kencang. Meski sebagian para anggota Banser membantu membersikan dan membenahi rumah warga seperti genting yang dibawa angin,” ujarnya.

Dengan gerak cepat, tim BPBD bersama para relawan juga mengumpulkan bantuan bagi para korban bencana. Selain itu, bagi warga yang rumahnya roboh akan mendapatkan bantuan 10 juta rupiah, sedangkan yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan satu juta rupiah.

Muhammadiyah Asli

Sementara Kasatkorcab Banser Rembang Zainal Arifin mengimbau jajarannya untuk terus siap siaga. Hal itu dimaksudkan jika setiap saat dibutuhkan. Menurutnya, Kabupaten Rembang ada beberapa titik Kecamatan yang menjadi langganan bencana, mulai angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. (Ahmad Asmui/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Aswaja, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren

Sampang, Muhammadiyah Asli. Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2017, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang, Jawa Timur, melakukan terobosan inovatif dengan menggelar kegiatan pelayanan SIM masuk pesantren dan sosialisasi santri pelopor tertib berlalu lintas.

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren

"Kami  jemput bola dengan masuk ke pondok pesantren, memberikan layanan pembuatan SIM. Santri ini kan terkendala waktu apabila mengurus SIM di kantor karena kesibukan belajar. Makanya kami jemput bola untuk memberikan solusi," terang Kasatlantas Polres Sampang, Musa Bahtiar ditemui di lokasi, Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu (21/10).

Namun begitu, para santri tidak serta merta mudah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Para santri tetap harus melalui prosedur, seperti tes kesehatan, ujian tulis, dan ujian praktik berkendara.

"Dalam momentum Hari Santri Nasional ini kami mengajak para santri menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Harapan kami, santri menjadi contoh bahwa penggunaan helm dan tertib berlalu lintas untuk kepentingan pribadi," sambung pria yang baru beberapa minggu bertugas di Sampang ini.

Sekertaris Pesantren Assirojiyyah, Agus Adnani mengatakan jumlah santri yang mengajukan permohonan SIM sebanyak 55 santri.

Muhammadiyah Asli

"Insyaallah jumlahnya akan bertambah," tukasnya.

Muhammadiyah Asli

Pantuan dilokasi, ujian praktek berkendara diwarnai gelak tawa, pasalnya beberapa santri yang memakai sarung terlihat kesulitan saat melintas di jalur yang diberi tanda oleh polisi. Namun, para santri tetap semangat melaju di lintasan hingga dinyatakan lulus. (Hadji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Pendidikan, Nusantara Muhammadiyah Asli

Jumat, 22 Desember 2017

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Mekkah, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara menggelar acara Silaturrahim dan Musyawarah di Rubath Jawa yang terletak di distrik Misfalah, Kota Mekkah, Arab Saudi. Musyawarah antara lain membahas rencana pelaksanaan Konferensi Internasional NU.

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Kegiatan yang digelar Kamis (30/10) malam lalu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan musim haji. Hadir perwakilan PCINU dari berbagai negara, antara lain, Ahmad Fuad Abd Wahab (Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi), Miftakhul Munif (Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan), Landy T. Abdurrahman (Ketua tanfidziyah PCINU Mesir), Muhammad Taqi (PCINU Syiria), La Ressa Beddu Kulasse (PCINU Lebanon), Rifqi Maula (Sekretaris PCINU Maroko dan  juga ketua PPI Maroko).

Silaturrahim ini  juga dihadiri berbagai pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di negara-negara Timur Tengah dan dari Kota Mekkah sendiri. Tampak kader-kader GP Ansor dari Kota Jeddah juga turut menghadiri acara.

Muhammadiyah Asli

Selain menjadi ajang ramah-tamah dan sambung rasa antar pelajar, aktivis dan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama dari berbagai negara, forum  ini juga membahas hasil Konferensi Internasional NU yang telah digelar di Istanbul, Turki (18-19 Mei 2014) tentang optimalisasi Forkor PCINU LN (Forum Koordinasi Pengurus Cabang Istimewa NU Luar Negeri) sebagai wadah diskusi online antar pengurus dan tentang lokasi Konferensi Internasional selanjutnya tahun 2015 yang diusulkan dengan pilihan lokasi, Eropa di Jerman, Timur Tengah di Mesir atau Asia di Jepang.

Muhammadiyah Asli

Dengan berbagai pertimbangan terutama visa sebagai syarat utama masuk negara lain. Forum musyawarah merekomendasikan lokasi Konferensi Internasional PCINU Luar Negeri yang rencananya akan digelar di medio antara Mei atau Juni tahun 2015 untuk digelar di Jepang.

Yang tak kalah penting, menyikapi berbagai gerakan radikal yang mewabah di negara-negara timur tengah dan upaya mengcounter paham-paham radikal untuk tidak berkembang luas. dalam forum ini, PCINU Mesir mengemukakan pembuatan Jurnal Ilmiah dengan topik Deradikalisasi Agama yang ditulis dengan tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Pengurus yang hadir dan berkompeten dalam masalah ini bersedia akan menyumbangkan karya ilmiahnya. Dalam hal ini, PCINU Mesir menyatakan kesanggupan untuk menjadi penanggung jawab dalam proses terbit dan publikasi.

Usai musyawarah, acara dilanjutkan dengan pemberian ijazah sanad Asmaul-Husna, ijazah sanad Al-Quranul-Karim dan doa penutup oleh Syekh KH Jamhuri Al-Banjari Al-Makky yang merupakan salah satu Ulama Kota Makkah asal Indonesia. (Ridho El-Qudsy/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Ubudiyah, Kajian Muhammadiyah Asli

Senin, 18 Desember 2017

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Situbondo, Muhammadiyah Asli. Indonesia akan menghadapi pemilu legislatif pada 9 April dan Pemilu presiden pada Juli mendatang. Ulama dunia mendoakan pemilu tersebut berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang terbaik. Doa tersebut diungkapkan para ulama dalam pembukaan konferensi internasional di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (29/3).

Tampil memimpin doa pada acara tersebut Prof Dr Wahbah Az-Zuhaily (syria) Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair). Mereka didampingi tokoh Islam Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal Internasional Conference Of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi (Indonesia).

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Konferensi kelas dunia itu diprakarsai mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Rencananya, kegiatan ini digelar selama 2 hari hingga Ahad (30/3) besok. Ratusan ulama dan kiai hadir sebagai peserta dalam konferensi ini.

Muhammadiyah Asli

Hasyim Muzadi menegaskan, konferensi tersebut membahas banyak hal terkait masalah dalam negeri dan luar negeri. Untuk dalam negeri, terkiat perang di sejumlah negara yang Timur Tengah dan kondisi Indonesia pasca reformasi.

Muhammadiyah Asli

"Kita akan mendengarkan penjelasan dari ulama dari timur soal arab Spring atau perang yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah belakangan ini. Bagaimana kondisi mereka setelah perang terjadi," katanya.

Konferensi tersebut diharapkan menghasilkan konsep perdamaian di berbagai belahan dunia. "Dari penjelasan para ulama itu, kita akan tahu kondisi Timur Tengah saat ini. Dari situ pula kita akan tahu solusinya.

Hasyim mengatakan, pada konferensi ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara Indonesia. "Di pondok pesantren inilah, NU pertama kali mengakui Pansila sebagai dasar negara. Ketika itu di pesantren ini digelar Muktamar NU pada tahun 1984," kata Hasyim.

Sementara itu, Pengasuh ponpes Salafiyah Syafiiyah, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy berharap pesan perdamaian dari konferensi internasional ini didengar oleh masyarakat dunia. "Semoga hasil konferensi ini menjadi pesan perdamaian yang sampai ke seluruh penjuru dunia," katanya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Sabtu, 16 Desember 2017

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan TV9 menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang publikasi pendidikan di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) LP Ma’arif NU Jatim, Waru, Sidoarjo, Senin (16/4).

Penandatangan dilakukan bersamaan dengan acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur. Mengawali kepengurusan baru masa khidmat 2013-2018, Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim Prof Dr H Abdul Haris berharap pengurus wilayah bisa meningkatkan citra pendidikan di lingkungan NU.

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9 (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif NU Jatim Siarkan Kegiatan Unggulan di TV9

“Mulai sekarang setiap cabang Ma’arif (LP Ma’arif NU, red) bisa mengirim kegiatan unggulan dari berbagai jenjang pendidikan yang akan meningkatkan mutu dan citra sekolah Ma’arif, “ kata guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya itu dalam rilis yang diterima Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Di hadapan peserta Rakerwil, Direktur TV9 HA Hakim Jayli mengatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan PW LP Ma’arif Jatim, yakni memajukan pendidikan NU. “LP Ma’arif NU Jawa Timur adalah lembaga pertama di lingkungan NU yang menjalin kerja sama dengan TV 9,“ katanya.

Dia berharap kerja sama ini dapat saling memberi kontribusi besar bagi kedua belah pihak “LP Ma’arif mempunyai sumber daya yang besar dengan jumlah sekolah atau madarasah yang mencapai hampir 10 ribu sekolah dan TV9 memberikan fasilitas media televisi yang profesional sehingga mampu meningkatkan publikasi yang efektif dan layak jual,” Ujar Hakim. (Mahbib Khoiron)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Ubudiyah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Desember 2017

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim

Jombang, Muhammadiyah Asli. Hari kedua pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pertama PWNU Jawa Timur diisi dengan sejumlah kegiatan. Diantaranya pembahasan masalah keagamaan atau bahtsul masail yang dibagi menjadi maudluiyah (tematik), waqiiyah (aktual) dan qonuniyah atau perundangan.

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kembangkan Distribusi dan Ritel di Jatim

Pada saat bersamaan juga diselenggarakan diskusi panel dengan tema besar, pengembangan ekonomi umat yang bersih dan mandiri. Tampil sebagai narasumber adalah Dr Firdaus Jailani (Otoritas Jasa Keuangan atau OJK RI bagian pengawasan perbankan), Yuslam Fauzi, MBA selaku Direktur Utama Bank Syariah Mandiri serta Drs H Arif Afandi MSi, Ketua PW Lembaga Perekonomian NU Jatim. Diskusi yang dimoderatori Dr M Fathurrozie SE MSi ini berlangsung di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Yuslan Fauzi dalam paparannya sangat merasakan bagaimana sulitnya meyakinkan sejumlah kalangan, khususnya umat Islam terhadap keberadaan bank yang berlebelkan syariah. Rata-rata, kata dia, mereka mempertanyakan dan menggugat bagaimana sistem operasional dari sejumlah bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.

Muhammadiyah Asli

“Kita tidak akan selesai membicarakan soal bank syariah bila sudut pandangnya fiqh,” terangnya. “Karena kalau dilihat dari sudut fiqh, maka akan banyak tafsir yang berbeda,” lanjutnya.

Hal mendesak yang harus dilakukan adalah menyudahi perdebatan tersebut dan diganti dengan lebih melihat syariah dalam hal maqashid atau tujuan pendiriannya. “Yang terpenting adalah komitmen dalam membangun ekonomi umat,” lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Dan Yuslan Fauzi berani menjamin bahwa khususnya untuk Bank Syariah Mandiri (BSM) penerapan sistem yang dilakukan lebih berpihak kepada umat. “Demikian juga kami menjamin bahwa BSM lebih dekat dengan sitem syariah,” terangnya.

Sedangkan Arif Affandi berobsesi bahwa perekonomian warga NU akan terus naik tentunya dengan menejemen yang lebih baik. Karena itu PW LPNU Jawa Timur akan terus mengembangkan produksi dan distribusi barang di sejumlah kota. “Tapi prioritas masih Jawa Timur,” terangnya.

Memang tidak seluruh kota akan dilayani. “Masih sebatas wilayah terdekat dengan kota Surabaya,” ungkapnya. Karena itu untuk jangka pendek, kota terdekat seperti Mojokerto, Jombang Nganjuk dan sekitarnya akan dijangkau.

Demikian juga untuk wilayah pantai utara dari Gresik, Lamongan hingga Bojonegoro akan juga diperhatikan. Upaya untuk menyapa seluruh kota akan dimaksimalkan saat memasuki bulan Ramadhan. “Biasanya saat menjelang bulan puasa, usaha ritel jauh lebih berkembang,” ungkapnya.

Sejumlah peserta memberikan catatan terhadap paparan narasumber, termasuk lambannya upaya dari PW LPNU Jatim dalam mengembangkan usaha dan jaringan ritel. Kendati demikian, para pemateri dan peserta berkeyakinan bahwa masa depan usaha ritel di Jawa Timur akan cerah. Ini pertanda baik bagi NU khususnya di Jatim. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Ingin Ilmu Barakah, Santri Harus Ikuti Empat Hal Ini

Jombang, Muhammadiyah Asli

Keberhasilan seorang siswa setelah lulus tidak hanya ditentukan oleh nilai raportnya tetapi ada hal-hal lain yang harus diperhatikan agar bisa berhasil dalam menempuh kehidupan.

Ingin Ilmu Barakah, Santri Harus Ikuti Empat Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Ilmu Barakah, Santri Harus Ikuti Empat Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Ilmu Barakah, Santri Harus Ikuti Empat Hal Ini

Hal ini disampaikan Dr KH Ahmad Imam Mawardi MA pada acara wisuda purnasiswa pondok pesantren dan Madrasah Salafiyah Syafiiyah Seblak, Ahad (29/5). Mawardi adalah dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. Pria asli Bangkalan ini pernah menempuh pendidikan magister di McGill University Montreal, Kanada.

Muhammadiyah Asli

Penulis buku Islam Minoritas ini merasa bangga dan tersanjung saat diundang menjadi pembicara di Pondok Seblak.?

Muhammadiyah Asli

"Karena saya bisa mengingat masa muda saya saat masih di pesantren juga, yang masih memegang tradisi cium tangan kepada sang guru, itu sesuatu luar biasa," ujarnya.

Doktor tercepat dari UIN Sunan Ampel ini menambahkan bahwa tradisi pesantren merupakan sesuatu yang unik. "Unsur barakah menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak, karena itu tujuan utama seorang santri menimba ilmu di sebuah pesantren," imbuhnya.

Mawardi menambahkan bahwa agar mencapai buah ilmu, seorang santri harus melakukan empat hal. "Dengan empat hal itu, santri akan menjadi pemilik ilmu, bukan sekedar kolektor ilmu," ucapnya.

Agar menjadi seorang ahli agama, santri pertama kali harus berani untuk selalu meningkatkan takwa. "Ini terkait dengan tauhid, fondasi seseorang dalam beragama Islam," bebernya.

Santri, lanjutnya, juga harus mampu untuk berbuat kebaikan dan membantu kepada sesama manusia. "Minimal bisa senyum kepada orang lain, itu sudah dihitung satu kebaikan," katanya.

Di sisi lain, Mawardi juga menggarisbawahi bahwa seorang santri agar sukses juga harus bersabar. "Karena banyak orang yang tidak berhasil karena tidak sabar dalam mengikuti aturan agama," ungkapnya.

Terakhir adalah seorang santri harus memiliki jiwa zuhud. Ini bukan berarti meninggalkan urusan dunia secara total. Namun zuhud berarti hidup secara sederhana. "Tidak diperintah uang, tapi memerintah uang," ujarnya. Bersikap zuhud, imbuhnya, juga berarti tidak rakus.

Meski orang yang punya uang berpotensi lebih bahagia dibanding orang yang tidak punya uang, namun menurut Mawardi, uang bukan indikator utama seseorang meraih kebahagiaan. "Karena orang bahagia itu tidak ditentutan urusan genetik saja, namun juga ditentutan prestasi yang diperoleh," pungkasnya.

Pada tahun 2016 ini, Pondok Pesantren dan Madrasah Seblak mewisuda 180 siswa. Rinciannya 96 siswa jenjang MTs dan 57 siswa jenjang MA. "Yang 27 siswa adalah santri yang sudah hafal Quran bin nadzar," ujar Abdul Chakim, ketua panitia.

Dikonfirmasi hal ini, Direktur Pondok Pesantren dan Madrasah Seblak membenarkan. "Namun sebenarnya tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, sudah ada beberapa santri yang hafal Quran 30 juz secara bil ghaib," ujar Hj Nur Laili Rahmah.

Direktur yang akrab disapa Ibu Lilik ini menambahkan bahwa santri yang sudah hafal Quran 30 juz harus melewati proses tasmi dulu. "Tahap inilah yang menyebabkan mereka belum bersedia diwisuda dulu pada hari ini," imbuhnya.

"Semoga tahun depan sudah ada lagi santri Pondok Seblak yang diwisuda tahfidz Al-Quran 30 juz," pungkasnya. Selain unit MTs dan MA, Pondok Seblak juga memiliki unit pendidikan PAUD, TK, MI, panti asuhan, madrasah diniyah dan tahfidz al-Quran.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Perhatian pada Madin Semakin Menurun

Demak, Muhammadiyah Asli. Peserta Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah kecamatan Guntur kabupaten Demak dalam musyawarahnya, membahas antara lain turunnya perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan agama baik formal maupun informal. Mereka menilai perubahan sosial yang begitu cepat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap agama.

Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Guntur Kiai Matoya mengatakan, kecenderungan kehidupan masyarakat modern mengubah cara berpikir masyarakat ke arah praktis dan instan. Di tengah persaingan hidup yang semakin ketat, warga tidak lagi memerhatikan lagi kehadiran agama.

Perhatian pada Madin Semakin Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhatian pada Madin Semakin Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhatian pada Madin Semakin Menurun

“Aqidah umat semakin terkikis akibat kehidupan yang semakin modern. Mereka menganggap dunia ini sebagai satu-satunya kehidupan sehingga melupakan kehidupan ukhrawi,” ? kata Kiai Matoya dalam acara Halal Bihalal FKDT Guntur di Madin Miftahul Huda desa Turitempel, Ahad (17/8).

Muhammadiyah Asli

Sementara Pengurus LDNU Demak Kiai Imam Ghozali mengajak para guru madrasah untuk senantiasa gigih dalam menyampaikan ilmu kepada anak didiknya.

“Kami mengharap panjenengan sebagai guru untuk sabar dan selalu berjuang dengan menyampaikan ilmu agama. Anggap saja perjuangan ini sebagai investasi akhirat,” imbau Kiai Ghozali di hadapan para guru madin sekecamatan Guntur dan warga sekitar. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

Mataram, Muhammadiyah Asli - Panitia Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas mengatakan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai negara belum hadir untuk sektor pertanian. Upaya negara di sektor pertanian tidak cukup dengan distribusi lahan, tetapi juga penangan menyeluruh mulai dari pupuk, pemasaran, sampai kebijakan impor.

Hal ini disampaikan H Robikin yang juga Ketua PBNU ketika menyinggung isu distribusi lahan yang diangkat dalam foum Munas-Konbes NU 2017 pada jumpa pers di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram, Kamis (23/11) pagi.

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Cukup Distribusi Lahan, Negara Belum Hadir untuk Petani

“Monopoli lahan dilakukan oleh segelintir orang di Indonesia. Satu orang bisa memiliki lebih dari 5 hektare. Sementara para petani memiliki sebidang tanah kecil kurang dari 2 hektare. Di sini pemerintah tidak hadir,” kata Robikin.

Pertanian ini masalah yang cukup kompleks. Meskipun demikian, masalah distribusi lahan juga harus dikaji dengan serius di samping masalah lainnya.

Muhammadiyah Asli

“Distribusi lahan tak cukup. Perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Kalau pemerintah serius, pemerintah harus juga hadir di bidang pertanian,” kata Robikin.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, skema impor juga mesti diatur. “Kenapa waktu petani panen, pemerintah justru malah mengambil kebijakan impor?” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, PonPes, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock