Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia

Sumenep, Muhammadiyah Asli. Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dan kontribusi besar terhadap Indonesia. Dengan luasnya jaringan pesantren yang dimiliki, NU menjadi benteng negeri ini, khususnya dari dekadensi moral.

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia

"Andai tak ada pesantren dan Nahdlatul Ulama, Indonesia rusak," papar KH. Abdullah Sattar saat memberikan ceramah pada Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Huda, Ging-Ging, Bluto, Sumenep, Rabu (29/7) kemarin.

Sementara kekuatan NU, menurut dai asal Lumajang itu, ada di Jawa Timur. Sunan tertua ada di Jawa Timur, yaitu Sunan Ampel.

"Jawa Timur bergolak, Indonesia akan bergolak. Tapi luar Jawa Timur bergolak seperti di Papua beberapa hari lalu, Jawa Timur tetap adem ayem (damai)," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Ia juga mencontohkan, di Banten banyak kiai, tapi tak sesakral ulama di Jawa Timur. "Jawa Timur menjadi rujukan ulama Indonesia," tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan kekuatan NU di Jawa Timur ada di Madura. Bahkan, proklamator dan presiden pertama RI Soekarno, juga pernah belajar ke Madura.

"Bung Karno pernah nyantri ke K. Khalil (Bangkalan). K. Khalil pencetak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), ungkapnya.

Bahkan, menurut penuturan cucu K. Khalil kepada dirinya, keris Bung Karno yang konon katanya tak mampu diangkat ribuan orang Belanda adalah pemberian K. Khalil Bangkalan. (M. Kamil Akhyari/Anam)

Foto: KH. Abdullah Sattar memberikan ceramah pada Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Huda, Ging-Ging, Bluto, Sumenep, Rabu (29/7).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian, Kyai, Hadits Muhammadiyah Asli

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Brebes, Muhammadiyah Asli. PBNU berpendapat bahwa penggunaan alat bantu penglihatan dalam melaksanakan rukyah dimungkinkan dengan ketentuan alat tersebut hanya membantu memperjelas pandangan mata bukan memantulkan dan posisi hilal diatas ufuk.

Demikian dikatakan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masyhuri Naim dihadapan peserta silaturrahmi nasional ahli hisab dan rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU, Sabtu (7/9).

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara para ahli rukyah dan hisab NU dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan pada tahun 1994 dan kemudian dikukuhkan melalui SK PBNU No. 311/A;II;03/I/94 dengan ketentuan tinggi hilal minimal 2 derajat, lama hilal 8 jam dan azimuth atau jarak matahari dan bulan 3 derajat.

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

“Kesakasian hilal dengan menggunakan teropong juga harus bisa dilihat dengan mata telanjang karena apa yang dilihat teropong tidak ada bedanya dengan apa yang dilihat dengan mata telanjang,” tandasnya.

Demikian pula, dimungkinkan juga melihat hilal secara tidak langsung, tetapi direkam dan kemudian dilihat ulang. Namun harus terdapat saksi lain yang melihat secara langsung.

“Ini untuk menghindari adanya rekayasa munculnya hilal, misalnya merubah gambar atau menggunakan hasil rekaman bulan sebelumnya,” paparnya.

Muhammadiyah Asli

Tentang adanya batasan hilal harus diatas ufuk, Kiai Masyhuri menjelaskan bahwa ketentuan imkanurrukyah atau batas minimal hilal dapat dilihat terjadi sesat setelah ijtima’ terjadi atau tidak mungkin hilal bisa dilihat dibawah ufuk. (mkf)

Muhammadiyah Asli



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Kyai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 27 Januari 2018

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Makassar, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan hajatan 5 tahun sekali yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Sulsel.

Panitia Konferwil pun terbentuk dalam rapat lengkap Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sulsel beserta para Ketua Lajnah-Lembaga dan Badan Otonom NU di kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulsel DR. AGH. M. Sanusi Baco, Lc, Senin (11/3).

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Sebelum diadakannya rapat, Pengurus Tanfidziyah meminta terlebih dahulu nasehat dan petunjuk Rais Syuriyah PWNU Sulsel demi kelancaran dan kemudahan proses konferwil 12 NU Sulsel. Rais Syuriyah menekankan perlunya sikap ikhlas mengurus NU dan meminta ketika panitia terbentuk bekerja sama-sama, agar pekerjaan berat bisa menjadi lebih mudah.

Muhammadiyah Asli

Setelah diadakan diskusi antara pengurus tanfidziyah dan meminta persetujuan pengurus Syuriyah terpilihlah Drs. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd sebagai Ketua Panitia dan Amiruddin Aminullah, SH.I, MH.I sebagai Sekretaris Panitia. Sebelumnya Prof. DR. H. Arfin Hamid, MH terpilih sebagai Ketua Steering Committee untuk mengawal jalannya persidangan Konferwil nanti. 

Pada hari itu pula diputuskan Konferwil ke-12 NU Sulsel akan diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Maret 2012 di Kab. Pangkep yg bertempat di Pondok Pesantren Padallampe Dahrul Mukhlisin. Pemilihan tempat ini didasarkan oleh kesepakatan pengurus melihat NU berasal dari Pesantren dan kembali juga mesti harus di Pesantren.

Muhammadiyah Asli

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Bahtsul Masail, Kyai Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

Ganti Tahun, Fatayat Harus Lebih Berguna bagi Keluarga dan Masyaarakat

Jombang, Muhammadiyah Asli. Pergantian tahun jangan hanya dimaknai perubahan lembaran kalender. Karena kalau hal itu yang mengemuka, maka perjalanan waktu tidak akan memiliki makna. Harus ada capaian positif agar keberadaan diri semakin berarti.

Pesan ini disampaikan Ketua PC Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah saat dikonfirmasi Muhammadiyah Asli terkait pergantian tahun. "Bila hanya perubahan tanggal dan kalender di rumah dan tempat kerja, apa bedanya dengan hari sebelumnya?" katanya, Jumat (2/1).

Ganti Tahun, Fatayat Harus Lebih Berguna bagi Keluarga dan Masyaarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganti Tahun, Fatayat Harus Lebih Berguna bagi Keluarga dan Masyaarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganti Tahun, Fatayat Harus Lebih Berguna bagi Keluarga dan Masyaarakat

Bagi Ning Ema, sapaan akrabnya, hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian bersama di pergantian tahun adalah bagaimana keberadaan diri semakin berguna bagi keluarga dan lingkungan sekitar. "Karenanya secara pribadi, para kader Fatayat NU harus memiliki nilai lebih dibandingkan dengan kelompok dan anggota masyarakat yang lain," terangnya.  Karena hanya mereka yang memiliki kelebihan itulah yang akhirnya dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Dan seiring dengan sejumlah pelatihan dan pemberian keterampilan yang dilakukan kepengurusannya, hal itu semestinya akan menjadi pembeda antara kader Fatayat NU dengan masyarakat kebanyakan. "Kita telah memberikan pendampingan keterampilan kepada kader di berbagai lapisan kepengurusan. Karenanya hal itu hendaknya dapat dioptimalkan untuk membimbing masyarakat," kata anggota DPRD Jombang ini.

Hal lain yang harusnya melekat pada diri aktifis Fatayat NU adalah memiliki kepedulian dengan kondisi masyarakat sekitar. "Rasa empati adalah sesuatu yang mulai terkikis dalam diri masyarakat kita seiring kecenderungan masyarakat yang serba konsumtif dan hedonis," ungkapnya. Padahal rasa kebersamaan dan rasa memiliki serta tenggang rasa dengan penderitaan sesama merupakan bagian tidak terpisahkan pada diri sebagai muslim dan juga anggota masyarakat.

Muhammadiyah Asli

"Jangan sampai hanya karena kondisi lingkungan yang demikian, akhirnya para kader Fatayat larut yang pada gilirannya meninggalkan jati diri sebagai muslimah dan bangsa yang memiliki empati dan simpatik dengan kondisi sekitar," tandas Sekretaris Komisi A DPRD Jombang ini.

Meskipun sebagai perempuan, para kader Fatayat juga diharapkan memiliki kepedulian dengan ekonomi keluarga. "Sudah tidak jamannya lagi membedakan antara peran perempuan dan laki-laki dalam mencukupi kebutuhan keluarga," ungkapnya. Antara masing-masing bisa saling bersinergi agar keuangan keluarga bisa lebih baik. Apalagi kebutuhan harian dan bulanan hingga pengeluaran eksidentil tidak bisa hanya mengandalkan gaji dan penghasilan suami.

Namun demikian Ketua PC Fatayat NU Jombang periode kedua ini sangat berharap agar peran ekonomi yang juga diambil para perempuan tidak lantas mengurangi apalagi mendegradasi kiprah di sektor domestik. "Soal menyiapkan menu makanan, menyiapkan pakaian suami dan anak, hendaknya jangan diwakilkan kepada pembantu. Sesibuk apapun, tugas ini hendaknya dapat dilakukan oleh para istri," pesan salah seorang pengurus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Dengan sejumlah tugas yang demikian berat tersebut, tidak ada pilihan lain bagi perempuan khususnya aktifis Fatayat NU untuk membekali diri dengan keterampilan dan kedalaman pengetahuan agama dan penerapannya dalam keseharian. "Kita berharap tahun 2015 akan semakin banyak kader Fatayat NU yang memiliki kepekaan, keterampilan hingga prestasi yang bisa membanggakan diri, keluarga dan masyarakat sekitar," pungkas cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini. (Syaifullah/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Cerita Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Setelah melalui proses penyusunan beberapa bulan, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akhirnya menerbitkan buku panduan untuk para guru. Karya tulis ini dipengantari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan diberi judul “Membumikan Aswaja, Pegangan Para Guru NU”.

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru

Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, yang juga penyusun utama buku, Rabu (27/6) menyatakan, buku setebal 260 halaman tersebut memang diterbitkan pihaknya bulan Juni ini. Penerbitan buku menjadi bagian dari upaya pembinaan keaswajaan peserta didik di lingkungan sekolah.

Pergunu beranggapan, guru merupakan ujung tombak NU dalam menjaga dan membumikan eksistensi ajaran Aswaja hingga di masa yang akan datang. Peserta didik perlu dibina sejak dini, agar terpelihara dari penetrasi ideologi agama yang tidak sehat.

Muhammadiyah Asli

Penetrasi ideologi disadari telah masuk ke sejumlah tempat. Tak hanya di tempat ibadah, seperti masjid-masjid, ekstemisme juga menyusup di tempat pendidikan, tak terkecuali di sekolah-sekolah berbasis Nahdliyin.

Rencananya, buku akan disebar ke lembaga pendidikan NU di seluruh Indonesia. Para guru diharapkan memperoleh masukan berharga dan mampu mengimplementasikannya di lembaga pendidikan setempat.

Muhammadiyah Asli

“Guru merupakan agent of change. Kalau gurunya sudah terpengaruh, bagaimana dengan murid-muridnya. Maka perlu ada usaha untuk mengentalkan lagi warna tradisi Nahdliyin,” kata Ketua PP Pergunu H Rudolf Chrysoekamto secara terpisah.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Kyai Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air, khususnya keluarga besar nahdliyyin di manapun anda berada, yang saya cintai, Alhamdulillah proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 setahap demi setahap bisa kita lalui bersama dengan damai.

Kita wajib bersyukur bahwa sejauh ini dinamika politik nasional tetap mengedepankan kerukunan nasional. Membangun rumah demokrasi untuk negeri sebesar Indonesia, sama sekali bukan perkara mudah.

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap PBNU Pasca Pilpres 2014

Karena itulah, kami merasa perlu untuk menegaskan kembali apa yang sudah menjadi seruan PBNU, terutama Seruan Pejabat Rais ‘Aam K.H. Ahmad Mustofa Bisri.

Muhammadiyah Asli

1. Mengucapkan selamat kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagaimana Keputusan KPU No. 536/ Kpts/ KPU/ Tahun 2014 tentang Penetapan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

2. Semua pihak perlu menghormati keputusan KPU sesuai dengan undang-undang. Untuk untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat, semua pihak perlu menahan diri. Semua mesti menyadari bahwa dalam persaingan seperti Pilpres, menang-kalah adalah hal biasa. Pihak yang menang tidak perlu sombong, sementara Pihak yang kalah tetap perlu menjaga keyakinan untuk terlibat dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pemimpin nasional bagi seluruh warga negara, baik mereka yang memilih maupun mereka yang tidak memilih.

Muhammadiyah Asli

3. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah tokoh bangsa. Pada keempat figur itulah, hari-hari ini, kita menyaksikan amanah rakyat disalurkan melalui pemilihan umum. Pada keempat figur itu pula kita menantikan keteladanan yang patut dicatat dalam sejarah peradaban Bangsa Indonesia, yakni sejarah yang bisa dikenang dan dibaca dengan rasa bangga oleh generasi Indonesia mendatang.

4. Kita semua harus menyadari bahwa Pilpres adalah salah satu sarana untuk merawat, menjaga, dan mengembangkan keindonesiaan. Pilpres, apapun hasil akhirnya, sama sekali bukanlah alat untuk memecah-belah kesatuan dan persatuan. Persaingan politik yang demokratis tidak seharusnya mengakibatkan pertikaian, akan tetapi harus berujung pada kemaslahatan. Karenanya, seruncing apapun perbedaan dan perjuangan politik yang ditempuh tidak bisa dan tidak boleh mengalahkan persaudaraan antar sesama.

5.? ? ? Memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Pilpres 2014, pada ujung pemerintahannya, sehingga mampu memastikan transisi kepemimpinan nasional dalam situasi damai. Pemerintah dan segenap aparaturnya mesti mengusahakan penyelesaian politik dan hukum yang komprehensif dan patuh sepenuhnya pada konstitusi.

6. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaksanakan tugas dan kewenangannya sesuai amanah Undang-Undang.

7. Terkhusus pada Warga NU agar menjaga ketenangan. Kita sebagai Nahdliyyin wajib secara sadar menjaga keutuhan NKRI dengan semangat ukhuwwah wathaniyah. Nahdliyyin harus melanjutkan tugas sejarah sebagai pengawal keutuhan bangsa dan negara. Dan kami berharap warga NU dapat menggunakan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk dapat saling memberikan maaf.

8.? ? ? Indonesia adalah negara besar dengan sejarah yang juga besar. Karena itu, kita tidak menghendaki Indonesia terseret dalam arus konflik dan disintegrasi yang menyapu sejumlah negeri di Timur-tengah dan Asia.

9. Mengajak kepada para elit politik, pengamat, media massa, untuk terus menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat sesuai dengan kiprah dan bidangnya masing-masing.

Demikianlah, seraya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan ampunan-Nya atas dosa-dosa yang kita perbuat, semoga Allah berkenan pula melimpahkan rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua, bangsa Indonesia seutuhnya.

Jakarta, 24 Juli 2014

DR. KH. Said Aqil Siroj, MA? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H. Marsudi Syuhud

?

Ketua Umum? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretaris Jenderal

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pesantren, Kyai, Nasional Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Panggung Taman Budaya Yogyakarta tampak meriah oleh konser drama musikal “Jahiliyah” persembahan dari Komunitas Seni Pertunjukan Islam (KSPI) Yogyakarta, 5 dan 6 Oktober 2013. Pertunjukan ini menarik minat banyak kalangan, termasuk para santri.

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Puluhan santri Pondok Pesantren Diponegoro Sleman, Yogyakarta, terlihat antusias menyaksikan drama yang mengandung kritik terhadap perilaku beragama manusia modern ini.

“Kenapa banyak manusia beragama tapi masih mendustakan kitab dan nabinya, ya? Karena mereka masih kerdil dalam beragama,” salah satu kutipan dialog dalam drama musikal “Jahiliyah”.

Muhammadiyah Asli

Kritik terhadap penguasa pun sangat kental dalam cerita ini. Dabba, sebagai tokoh utama yang kejam dan tak percaya akan adanya Tuhan, akhirnya mati ditelan sejarah. Akan tetapi anak turunnya tetap hidup dalam wajah yang berbeda dan lebih mengerikan.

“Saya sangat senang dan mendapat banyak pelajaran dari nonton drama ini,” kata Ahmad, salah satu santri Pesantren Diponegoro Sleman. Selesai pertunjukkan, para santri berbondong-bondong menuju bus yang disediakan pengurus pesantren.

Muhammadiyah Asli

Ketua PW Fatayat NU DI Yogyakarta Isti Zusrianah mengungkapkan kekagumannya terhadap drama yang disutradarai Knyut Y Kubro ini. 

“Ini termasuk metode dakwah modern yang penuh dengan nilai perdamaian, toleransi dan memberikan sebuah inspirasi yang indah bagi manusia zaman sekarang,” katanya.

Menurut mantan Ketua PW IPPNU DI Yogyakarta Lasmi, pertunjukan ini layak ditonton generasi muda Islam saat ini, termasuk di kalangan santri. Dia menilai para santri belum banyak yang terbiasa dengan kehadiran pemeluk agama lain.

“Nah dengan menonton drama ini bisa menjadi inspirasi tersendiri buat mereka, karena tadi juga ada penafsiran dari surah al-kafirun ‘bagimu agamu dan bagiku agamaku’. Tidak perlu ada rasa ingin saling menghancurkan atau menguasai,” komentar Lasmi pengurus PW Fatayat NU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, News, Berita Muhammadiyah Asli

Rabu, 03 Januari 2018

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan?

Abu Hurairah bergabung bersama Rasulullah di Madinah tahun ketujuh hijriah dan hanya bersama Rasul dalam periode sekitar 3 tahun sebelum wafatnya Rasulullah. Dalam periode yang relatif singkat tersebut, Abu Hurairah, menurut catatan Imam Dzahabi, telah meriwayatkan 5.374 hadits. Sejumlah pihak membandingkannya dengan Siti Aisyah (2.210 hadits), Sayyidina Umar (537 hadits) dan Sayyidina Abu Bakar Ashiddiq (132 hadits). Sudah banyak bahasan masalah ini sejak dahulu kala sampai Imam Bukhari pun meriwayatkan pembelaan dan alasan Abu Hurairah sendiri mengapa ia banyak sekali meriwayatkan Hadits dalam waktu singkat. Ada apa dengan Abu Hurairah?

Saya menerima pembelaan dan alasan Abu Hurairah tersebut. Dan kita bersyukur ada Abu Hurairah yang meriwayatkan banyak Hadits tentang Rasul. Fokus saya bukan pada jumlah Hadits yang beliau riwayatkan, tapi pada konteks 3 tahun terakhir hidup Rasulullah. Tentu saja ini menunjukkan ribuan Hadits yang beliau ceritakan itu berasal dari periode akhir kehidupan Baginda Rasul, dan tidak bisa menggambarkan keseluruhan perjalanan dakwah Rasulullah. Konteks ini menjadi penting untuk memahami Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Memahami Konteks Hadits Memepet Orang Kafir di Jalan?

Salah satu Hadits yang bisa dipahami dalam konteks di atas adalah Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

"Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. (HR. Muslim Nomor 2167)

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Dari segi sanad, Hadits di atas masuk ke dalam Hadits Sahih, tapi tentu menjadi musykil untuk dipatuhi dalam konteks masyarakat yang majemuk. Bayangkan kalau Hadits di atas dipahami secara apa adanya maka orang-orang kafir akan dipaksa minggir bahkan kita akan memepet mereka di jalan raya baik dengan motor dan mobil. Bahkan untuk mengetahui mereka kafir atau bukan (sehingga layak dipepet ke pinggir jalan) akan ada razia KTP yang memeriksa agama pengguna jalan. Atau terpaksa dibuatkan jalur khusus non-muslim di pinggir jalan raya. Inikah yang diinginkan Rasulullah selaku pembawa rahmat bagi semesta alam? Tentu saja kita sukar percaya bahwa suasana masyarakat seperti itulah yang dikehendaki Rasul.

Dari segi matan, para ulama sudah banyak membahas benarkah kita dilarang mendahului mengucapkan salam kepada non-Muslim. Sebagian memahami apa adanya larangan dalam Hadits di atas, sebagian lagi mengatakan memulai salam jangan, tapi menjawabnya tidak mengapa (meski dengan lafadh yang sekadarnya saja). Namun ada pula ulama yang membolehkan mendahului mengucapkan salam, tapi hanya sebatas selamat pagi atau sore bukan berupa assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Ada pula sebagian ulama yang membolehkan mendahului mengucapkan salam dengan berdasarkan Hadits lain dan keumuman ayat Quran dalam berinteraksi dengan non-Muslim.

Pendek kata, Hadits di atas telah dibahas panjang lebar oleh para ulama dan kita harus menyimak perdebatan tersebut sebelum menjadikan Hadits ini sebagai ukuran ber-muamalah dengan pihak non-Muslim. Inilah bahayanya kalau kita hanya mencomot teks Hadits tanpa mengaitkan dengan Hadits ainnya dan tanpa membaca penjelasan dan perdebatan para ulama mengenai kandungan dan aplikasi Hadits.

Kembali ke konteks sosio historis perawi, Abu Hurairah bergabung setelah perang Khaibar. Dalam periode akhir kehidupan Rasul, memang relasi umat Islam dengan Yahudi berubah menjadi tegang akibat pengkhianatan kaum Yahudi terhadap perjanjian yang ada. Untuk itulah Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan Hadits riwayat Abu Hurairah di atas itu diucapkan Rasul dalam konteks perang.

Indikasinya terdapat dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad bahwa Rasulullah hendak pergi berperang dengan menaiki kendaraannya ke tempat perkampungan Yahudi dan mengatakan jangan memulai salam kepada mereka. Tentu saja mau perang kok pakai mengucapkan salam. Tidak mungkin kan! Dan dalam suasana mau berangkat perang, kalau ketemu bakal musuh di jalan, ya tentu kita harus tunjukkan kebesaran dengan menguasai jalan hingga mereka terdesak ke pinggir. Jadi, konteksnya adalah suasana perang, bukan suasana normal sehari-hari.

Itu sebabnya para ulama seperti Ibn Abbas, Imam al-Thabari, Sufyan bin Uyainah, Abu Umamah, Ibn Abi Syaibah, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah tidak melarang kita memulai ucapan salam kepada pihak non-Muslim.

Seringkali pada masa kini hubungan antarumat beragama menjadi penuh ketegangan dan konflik karena kita tidak bisa memilah mana perkara aqidah dan mana perkara muamalah. Masalah ucapan salam yang sejatinya persoalan interaksi sosial pun dimasukkan dalam kategori aqidah sehingga menjadi pertarungan teologis. Begitu pula kita harus memilah mana ketentuan yang berlaku umum untuk berhubungan baik dengan non-Muslim atas dasar kemanusiaan, dan mana ketentuan yang berlaku khusus dalam kondisi konflik dan peperangan. Mencampuradukkannya akan membuat dunia ini tegang dan konflik terus.

Kita menginginkan dunia yang damai, bukan?!

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law SchoolDari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Diplomasi Gus Dur Lebih Baik

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Migrant Care menyesalkan sikap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kurang mampu melakukan diplomasi terkait dengan penyiksaan dan pembunuhan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Padahal di era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masalah TKI teratasi.

“Bertambahnya jumlah kasus penyiksaan dan pembunuhan TKI di luar negeri ini makin mempertegas buruknya kebijakan pemerintah dalam masalah TKI. Bahkan banyak yang divonis mati,”tandas  Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayat dalam diskusi mingguan tentang "Pahlawan Devisa yang Tersiksa" di Jakarta, Sabtu (20/11).

Diplomasi Gus Dur Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Diplomasi Gus Dur Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Diplomasi Gus Dur Lebih Baik

Menurut Anis jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yaitu, pemerintahan Gus Dur justrulebih tanggap terhadap nasib para TKI yang menghadapi persoalan hukum dan penganiyaan. "Gus Dur, bertindak cepat ketika Siti Zainab, TKI asal Madura, menghadapi ancaman hukuman mati. Gus Dur langsung menghubungi Raja Fahd di Arab, sehingga ditunda vonis hukuman matinya," ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu dia mengapresiasi pemerintahan Megawati yang tanggap sewaktu TKI bernama Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diundang ke Istana bersama keluarganya ketika menghadapi persoalan hukum. “Jadi, pada masa pemerintahan SBY ini kami mencatat, ada 5.636 kasus kekerasan dan pelecehan seksual kepada para TKI di luar negeri yang tidak teratasi dengan baik,”ujar Anis Hidayat.

Muhammadiyah Asli

Kasus penganiayaan terhadap TKI terjadi berturut-turut belakangan ini. Setelah Sumiati yang digunting mulutnya, kemarin terungkap Kikim Komalasari yang disiksa, diperkosa, hingga akhirnya tewas dan dibuang di tong sampah di Kota Abha, Arab Saudi.

Demikian pula Haryanti, dan Niken Dewi Roro Mendut, yang nasibnya kini tidak diketahui. Terakhir saat mengontak adiknya, Anik Andriani Yusuf, pada 14 November, TKW asal Jember itu mengaku disiksa majikannya yang bermukim di Kota Hail, Saudi Arabia.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menggagas Dialog Nasional untuk memfasilitasi komunikasi seluruh elemen bangsa. Dialog nasional ini menurutnya guna menghindari kecurigaan-kecurigaan, prasangka yang justru bisa membuat salah paham.

"Ada praduga-praduga yang tidak tepat. Ini tidak baik jika terus didiamkan karena berpotensi memecah persatuan seluruh elemen bangsa. Jadi perlu dibangun komunikasi semua pihak," ujarnya, Selasa (29/11).

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Dialog Nasional Untuk Hindari Kecurigaan

Dialog nasional ini diharapkan bisa terselenggara setelah Aksi Super Damai 212 yang disepakati berlangsung di Lapangan Monumen Nasional (Monas) dengan kegiatan Shalat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan zikir.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, perlu ada konsensus kembali untuk membela NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kiai Maruf mengingatkan semua pihak agar tidak memahami agama secara eksklusif dan ekstrem.

Di sinilah, menurutnya, peran tokoh-tokoh agama melihat secara objektif Indonesia yang beragam agar lebih bisa moderat, dan tentu saja tanpa harus mengorbankan ajaran dasar agama.

"Agama memiliki posisi penting, dan tidak terlepas dari keberadaan Indonesia yang religius," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Dalam konteks Indonesia yang berdasarkan Pancasila, lanjut dia, telah mengakui posisi penting agama, pelindung terhadap kebebasan beragama, harus dipadukan dengan perlindungan terhadap kemurnian agama.

Hal ini berarti bahwa beragama memang harus dijamin, tetapi kebebasan beragama secara menyimpang tidak dapat dibenarkan–dijamin.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Hery Haryanto Azumi mendukung langkah Rais Aam PBNU Maruf Amin yang menggagas dialog nasional. Menurutnya, dialog ini penting karena selama ini masyarakat sudah terlalu banyak menerima informasi tidak benar, sehingga memicu beragam pandangan yang negatif.

"Kita lihat di dunia maya, begitu mudah mencaci maki, menghujat. Ini terjadi karena masyarakat disuguhi informasi yang belum tentu benar akibat perbedaan pandangan politik yang tajam. Kondisi ini mengarah pada ketidaksantunan berpolitik," katanya.

Menurut Hery, komunikasi politik tidak bisa dibangun hanya pada entitas politik, tapi juga entitas sosial. Dialog nasional yang digagas Kiai Maruf adalah upaya merajut kembali komunikasi dengan kekuatan sosial masyarakat.

"Ini perlu dirapihkan," pungkasnya. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Kyai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

Muhammadiyah Asli

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

Subang, Muhammadiyah Asli - Ratusan peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang resmi dibaiat. Prosesi baiat tersebut menutup rangkaian Diklatsar Banser yang diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9) di Pondok Pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang.

Ketua Pelaksana Oking Sudrajat mengatakan, ratusan peserta Diklatsar Banser tersebut datang dari berbagai perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah Kabupaten Subang.

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota Baru Banser Subang Dibaiat

"Ada 210 yang terdaftar sebagai peserta dalam Diklatsar Banser ini. Mereka semua antusias mengikuti rangkaian pelatihan selama tiga hari," ujar Oking.

Muhammadiyah Asli

Dalam pelaksanaan Diklatsar ini, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi di antaranya Kodim 0605 Subang, Polres Subang, Kementrian Agama hingga sejumlah instansi pemerintah lainnya.

"Para peserta juga diberikan beberapa materi dasar bela negara, kepemimpinan dasar, idelogisasi ke-NU-an hingga pemantapan siap berkhidmat kepada para ulama dan mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, lanjut Oking, para peserta juga dibekali sejumlah amalan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan hingga dibumbui dengan kekuatan spiritual dan kebatinan.

"Dengan pembekalan amaliyah tersebut diharapkan anggota Banser terhindar dari segala sesuatu yang membahayakan dirinya. Terlebih, dengan ilmu itu tidak menjadikannya hidup menjadi sombong," tuturnya.

Sementara, Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan bahwa pelaksanaan Diklatsar Banser ini merupakan agenda kedua dalam tahun ini.

"Setiap tahun kita gelar dua kali Diklatsar Banser. Nanti tahun depan kita akan gelar yang lebih meriah lagi," kata Asep.

Ditegaskan, prosesi pelaksanaan Diklatsar ini sudah menjadi agenda wajib yang harus dilakukan dalam periode selama memimpin GP Ansor sejak 2011 tersebut.

"Di samping kita juga konsen dalam rekrutmen anggota GP Ansor yang dikemas dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Karena kaderisasi menjadi kunci utama GP Ansor," pungkasnya.

Rangkaian Diklatsar Banser tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Subang H Abdurrahim. Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Ketua Panwaslu Subang Raskim, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah serta tokoh masyarakat lainnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Habib, Kiai Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

Gubernur Kepri Siap Buka Rakernas Lakpesdam NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani dijadwalkan akan hadir pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) di Asrama Haji, Batam, Kepri. Orang nomer satu Kepri ini menyatakan siap membuka secara resmi Rakernas.

Gubernur Kepri Siap Buka Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Kepri Siap Buka Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Kepri Siap Buka Rakernas Lakpesdam NU

Rakernas Lakpesdam NU dihelat pada 14-16 April 2015 mendatang. Beberapa tokoh daerah setempat direncanakan turut menghadiri Rakernas, termasuk Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kepri? KH A Gani Lasya.

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU Yahya Maksum mengatakan, selain menyampaikan kesiapannya, Gubernur Kepri Muhammad Sani juga memotivasi Lakpesdam NU untuk tetap teguh dalam memperjuangkan pemberdayaan manusia di lingkungan NU.

Muhammadiyah Asli

“Kemajuan suatu kelompok atau jamaah bisa tercapai apabila manusianya berkembang dan mempunyai semangat untuk terus maju,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Rencananya, PP Lakpesdam NU dan PWNU Kepri juga akan menyelenggarakan halaqah di tempat Rakernas, Selasa (14/4) pagi, menjelang pembukaan Rakernas pada siang harinya. Seluruh PCNU se-Kepri dikabarkan akan ikut meramaikan acara halaqah. (Agus Baha’udin Anwar/Mahbib)? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Sumedang, Muhammadiyah Asli?

Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin (Yapisma) pada Rabu (16/11) menyelenggarakan pelatihan motivasi tenaga pengajar di Aula MTs Plus Al-Hikam. Kegiatan yang bertema "Nyalakan api motivasi dalam diri, gurunya hebat muridnya dahsyat" ini dihadiri seratus peserta. Mereka merupakan tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di Yapisma.

Ketua Yapisma H Sadulloh menyampaikan bahwa saat ini Yapisma sudah mempunyai empat belas lembaga pendidikan. Setiap tahunnya tenaga pendidik yang berada di lembaga pendidikan tersebut selalu diberikan pelatihan untuk menambah wawasan keilmuannya.?

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Untuk tahun ini, kata Ketua PCNU Kabupaten Sumedang ini, sengaja mengambil tema tentang motivasi dengan tujuan supaya semangat guru-guru dalam mengajar dan mendidik siswanya lebih tinggi lagi.

Meluruskan dan memompa motivasi guru dalam mengajar dan mendidik sangatlah perlu. Contoh saja, jangan sampai ada tenaga pendidik di Yapisma mempunyai motivasi asal orang tua siswa senang dengan cara memberikan nilai di raport dengan nilai tinggi, sementara kualitas siswanya sangat rendah.?

Muhammadiyah Asli

“Yapisma menginginkan lulusan yang sekolah di Yapisma mempunyai kualitas yang bagus. Makanya tema kegiatan training motivasi hari ini yaitu gurunya hebat muridnya dahsyat,” tutur H Sadulloh.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yapisma KH Muhammad Aliyuddin memberikan arahan kepada semua peserta training motivasi bahwa syarat mencari ilmu ada lima, yaitu harus diam ketika duduk di majelis ilmu, mendengarkan, menyimak, mengamalkan, dan menyebarkan. Jangan sampai ilmu yang didapat hari ini hanya di dengarkan saja, tapi harus ada aplikasinya dalam kehidupan kedepannya.

Kiai Aliyuddin juga memberikan nasihat kepada semua guru, bahwa paling besar dosa seorang guru yaitu ketika guru tersebut tidak mampu menyelesaikan materinya sesuai batasan materi. Artinya kalau dalam satu semester ada empat bab materi, maka keempat bab tersebut harus betul-betul tersampaikan pada semester tersebut, supaya terhindar dari dosa guru. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Olahraga, Hadits, Kyai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 07 Oktober 2017

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Boyolali, Muhammadiyah Asli - Pengurus Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Boyolali Jawa Tengah masa khidmat 2017-2022 dilantik, Ahad (29/10). Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali H Masruri menitipkan tiga pesan untuk para pengurus baru.

“Pertama. Pagar Nusa Boyolali segera merapat ke pesantren, jadikan pesantren basis Pagar Nusa. Jangan sampai bela dirinya dari kelompok lain,” tegas H Masruri.

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan PCNU Boyolali untuk Pendekar Pagar Nusa

Amanat yang kedua, agar bersinergi dengan para pengurus Ma’arif NU di Boyolali. “Ekstrakurikuler yang ada di Ma’arif, mulai dari tingkatan MI sampai Aliyah ataupun SMK, sudah mulai kita hubungkan dengan Pagar Nusa,” imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Terakhir, ia berpesan kepada generasi muda Pagar Nusa pada khususnya, untuk menyiapkan diri mereka menjadi calon pemimpin NU di masa depan. “Kami titip NU, generasi NU yang akan datang adalah Pagar Nusa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa KH M Nabil Harun. Senada dengan Ketua PCNU Boyolali, Gus Nabil juga memandang penting pengembangan Pagar Nusa di berbagai lini.

“Harus dikembangkan di semua lini. Sekolah, pesantren, dan jadikan masjid sebagai basis Pagar Nusa,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Budaya, Khutbah Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 September 2017

Tengah Malam, Khofifah Ziarahi Makam Mbah Muchit

Jember, Muhammadiyah Asli - Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa menyempatkan ziarah ke makam almarhum KH Abdul Muchith Muzadi di Jalan Kalimatan Jember, Jumat (19/5) malam. Ziarah ini dilakukan sepulang manakiban di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Jember.

Rombongan H Khofifah tiba di kediaman almarhum KH Abdul Muchith Muzadi sekitar? pukul 00:30. Rombongan ini disambut keluarga Kiai Muchit.

Tengah Malam, Khofifah Ziarahi Makam Mbah Muchit (Sumber Gambar : Nu Online)
Tengah Malam, Khofifah Ziarahi Makam Mbah Muchit (Sumber Gambar : Nu Online)

Tengah Malam, Khofifah Ziarahi Makam Mbah Muchit

Ketua Umum Muslimat NU ini langsung menuju makam almarhum Kiai Muchith yang tidak jauh dari rumah kediamannya di Jalan Kalimantan Jember. Ia menempuh jalan yang tidak begitu terang setelah melewati rumah-rumah warga untuk sampai di makam.

Di makam Khofifah langsung memimpin tahlil bersama rombongannya untuk almarhumah Kiai Muchith Muzadi pada malam itu. Setelah ziarah rombongan ini bergerak menuju kediaman almarhum yang kemudian disambut oleh keluarga.

Muhammadiyah Asli

"Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada ibu menteri berkenan hadir di rumah abah kami KH Abdul Muchith Muzadi," kata putra almarhum, Alfian Hutuhul Hadi.

Muhammadiyah Asli

Ia berharap kepada Allah agar kunjungan rombongan menteri ini bernilai ibadah dan mendapatkan berkah.

Rombongan menteri langsung melanjukan perjalannya kembali ke Jakarta pada malam itu setelah beberapa jam berbincang-bincang dengan para tamu dari luar kota yang ikut menyambut kedatangannya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Sejarah, RMI NU Muhammadiyah Asli

Senin, 03 Juli 2017

PMII Gelar Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Kampus

Serang, Muhammadiyah Asli 

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Pelatihan Nasional Kader Penggerak Dakwah Kampus yang diselenggarakan PB PMII bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sultan Agung Tirtayasa, di Serang, Banten, Ahad (1/7) kemarin.

PMII Gelar Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gelar Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Gelar Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Kampus

Ketua Bidang Keagamaan PB PMII Abdul Aziz mengatakan, PMII mengajak para da’i  untuk menda’wahkan kedamaian dan pentingnya akhlaqul karimah.  PMII menyerukan para da’i tidak hanya berdakwah dengan lisan, tetapi juga dakwah sikap.

“Penguatan spiritual dan moralitas sangat penting. Banyak problem bangsa terjadi karena dekadensi moral,” ujarnya di sela pelatihan tersebut.

Muhammadiyah Asli

Dalam berdakwah, sambung Abdul Aziz, PMII siap menjadi garda terdepan mendakwahkan nilai nilai Aswaja dan keindonesiaan. “PMII tetap menerima modernitas, tetapi kader PMII juga harus menjaga nilai-nilai Islam yang sesuai dengan tradisi lokal,” imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Pelaksana Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Kampus, Ahmad Miftahul Karomah mengungkapkan, pelatihan tersebut sengaja digelar di Banten untuk menghormati genealogi Syekh Nawawi Al-Bantani, yang merupakan ulama ternama dunia, yang berasal dari Banten. 

“Tradisi Islam Indonesia merupakan keberhasilan Walisongo dan para ulama lampau dalam menyebarkan dakwah yang damai. Termasuk di dalamnya adalah Syekh Nawawi. Kita harus ikuti jejak beliau,” kata Ahmad.

Pelatihan bertema menggerakkan Nilai-nilai Islam Indonesia ini berlangsung dari Kamis (28/6) hingga Senin (2/7). Pembukaan dan stadium general dilaksanakan di auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, kemudian pelatihan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bismillah, Ciomas, Kabupaten Serang. Pelatihan ini diikuti delegasi 38 kampus di seluruh Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Kyai Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Mei 2017

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Komunitas alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, yang tergabung dalam Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) resmi mendirikan Lembaga Sertifikasi Halal. Sebagai unit kerja IASS, lembaga ini ditargetkan langsung bisa bekerja melayani masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan.

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

"Pada awalnya kami sempat berpikir untuk bergabung saja dengan Badan Halal NU, namun setelah dapat masukan dari PBNU tentang kebutuhan masyarakat yang begitu besar, akhirnya kami pun berdiri sendiri," Kata Ustadz Baihaqi Juri, salah seorang pengurus Lembaga Halal IASS Sidogiri, dalam rilis pers yang diterima Muhammadiyah Asli, Senin (26/5).

Sementara itu Ketua Dewan Tahqiq Lembaga Halal Sidogiri, KH Muzakky mengatakan lembaga halal sudah siap bekerja dengan sasaran awal produk-produk alumni Sidogiri yang tersebar di berbagai daerah. "Kita layani produk-produk sendiri yang mendesak membutuhkan sambil terus menyempurnakan tata kerja," Kata Kiai Zakky.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya IASS telah berkonsultasi dengan Badan Halal NU terkait persiapan pendirian lembaga halal di lingkungannya. Dengan potensi pasar IASS lebih dari tiga juta dan pelaku usahanya yang sudah terbina lama, IASS merasa perlu menguatkan kualitas pelaku usaha mereka melalui sertifikasi halal (haqi).

Muhammadiyah Asli

Seperti diketahui, Pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren di lingkungan NU yang paling sukses dalam bidang ekonomi. Selain berhasil mengembangkan lembaga keuangan dan badan usaha di pesantren, jaringan alumninya cukup kuat dan lebih fokus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, Sholawat, Hikmah Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Januari 2016

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

Semarang, Muhammadiyah Asli

Konflik tak kunjung usai di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan berakhir bulan Agustus ini. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP PKB versi Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar.

"Saya sudah keliling Indonesia untuk memastikan hal ini. Akhir Agustus, konflik pasti selesai," kata Muhaimin kepada wartawan saat hadir pada acara Peringatan Ulang Tahun ke-140 Pondok Pesantren (Ponpes) Girikesumo di Desa Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Minggu (13/8)

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

Menurut mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini, hingga sekarang, sebagian besar elit maupun kalangan bawah yang terpecah akibat konflik tersebut, sudah menyatu kembali. Namun demikian, ia mengaku masih ada beberapa orang yang masih berbeda pandang.

"Kalau hanya satu atau dua orang yang masih mempermasalahkan, itu kan wajar. Yang jelas, sebagian besar sudah kembali," ungkap Muhaimin.

Wakil ketua DPR ini menyatakan kader PKB yang sebagian besar adalah orang Nahdlatul Ulama (NU) memang mudah berselisih paham. "Kata Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU, red), orang NU itu sering salah paham atau pahamnya yang salah," katanya disambut tawa 3 ribuan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU)

Muhaimin memproyeksikan pada tahun ini, konsolidasi internal ditargetkan selesai. Setelah itu, pihaknya mempersiapkan perekrutan kader baru dengan metode baru.

Muhammadiyah Asli

Pada tahun 2008, kader PKB yang terdiri dari basis pendukung utama (NU) dan basis baru bersiap menghadapi pemilu legislatif dan pilpres. Jika tak mampu menempati posisi pertama dalam perolehan suara pada pemilu mendatang, partai berlambang bola bumi ini diharapkan mampu menempati posisi kedua.

"Pada tahun-tahun mendatang, PKB akan menjadi partai terbuka, partai nasional. Tak beda dengan partai lain. Dengan cara seperti itu, PKB akan mampu menyerap kepentingan berbagai kalangan," terang Muhaimin.

Muhammadiyah Asli

Selain Muhaimin, hadir juga pada peringatan ulang tahun Ponpes Girikesumo itu sejumlah petinggi PKB dan NU yang menjadi pejabat publik, di antaranya, Menakertrans Erman Suparno, anggota DPR-RI Masduki Baidlowi, Cecep Syarifudin, Ketua PBNU Masdar Farid Mas’udi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Muhamad Adnan. (man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pertandingan, Kyai Muhammadiyah Asli

Rabu, 25 November 2015

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom

Subang, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat mendesak pemerintah menarik buku-buku mata pelajaran yang memuat unsur radikalisme. Hal tersebut dilakukan setelah ditemukannya buku-buku mata pelajaran Taman Kanak-kanak (TK)/ Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memuat unsur kekerasan dan radikalisme di Kota Depok.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, buku berjudul “Anak Islam Suka Membaca” ini sangat berbahaya jika dipelajari oleh anak usia dini. "Jadi ada semacam pencucuian otak kepada anak-anak usia dini. Karena tingkat pencernaan usia segitu sangat kuat dan hingga besar nanti akan selalu ingat," ujar Asep, Ahad (24/1).

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku TK Ajarkan Radikalisme: Ada Kata Bin Baz, Kafir, Rela Mati, dan Bom

Pihaknya sangat menyayangkan, karena kendati buku TK terbitan Pusaka Amanah Solo itu sudah ditarik peredarannya sejak November 2015, tapi hingga saat ini masih beredar.

Muhammadiyah Asli

"Semestinya buku Anak Islam Suka Membaca sudah tidak beredar lagi, tapi faktanya masih saja disebarkan dan diajarkan di sekolah TK/ PAUD. Untuk itu kami mendesak agar secepatnya ditarik buku-buku tersebut karena dampaknya sangat membahayakan. Dan dari isinya saja, anak TK tidak pantas untuk membacanya,” tuturnya.

Asep menegaskan, dalam buku tersebut, terdapat kalimat “Manhaj Dakwah Salafiyah” alias manhaj Wahabi dalam buku AISM (Anak Islam Suka Membaca), artinya bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat.

"Dalam buku tersebut penulis juga memasukkan aspek ideologi Wahabi seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Oleh karena itu, Asep berharap seluruh wilayah di Tanah Air mewaspadai peredaran buku ini khususnya di kalangan anak-anak yang sedang memasuki pendidikan usia dini (PAUD). "Buku itu tidak hanya bisa ditemukan peredarannya di toko buku, tetapi juga dapat dibeli melalui internet," tuturnya.

Seperti diketahui, buku-buku berbau ajaran kekerasan dan radikalisme ditemukan GP Ansor Cabang Kota Depok di beberapa TK/ PAUD di Kota Depok. Penemuan tersebut berdasarkan adanya laporan orang tua salah satu murid TK yang ada di Depok pada Selasa (19/1/2016) yang lalu.

Pada jilid 2 halaman 28 buku tersebut juga terdapat unsur caci maki. Kemudian pada jilid 3 halaman 5 terdapat kata “di sini ada belati”; halaman 9 terdapat kata “gegana ada dimana”; halaman 18 terdapat kata “rela mati bela agama”; halaman 27 terdapat kalimat “bila agama kita dihina kita tiada rela, lelaki bela agama, wanita bela agama, kita semua bela agama, kita selalu sedia jaga agama kita demi ilahi semata”; halaman 30 terdapat kata “bahaya sabotase”; halaman 45 kalimat “topi baja kena peluru”; halaman 50 kalimat “bazooka dibawa lari”.

Selanjutnya pada jilid 4, halaman 5 terdapat kata “jihad”; halaman 12 terdapat kata “bom”; halaman 15 terdapat kata kafir; halaman 20 terdapat kalimat “berjihad di jalan dakwah”; dan pada halaman 26 terdapat kalimat “hati-hati man haj batil”. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, Nasional, Kyai Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock