Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada Muhammadiyah Asli. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Genuk, Muhammadiyah Asli. Masyarakat Genuk Semarang merupakan masyarakat pesisir yang rentan dengan persoalan lingkungan seperti banjir yang setiap tahun selalu menjadi langganan dan tentunya kebersihan lingkungkan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat. 

Keprihatinan pihak terkait seperti pemerintah dan swasta perhatian terhadap masyarakat yang masih kurang, hal inilah yang membuat PAC GP Ansor Genuk mencanangkan Gerakan Toilet Gratis  untuk Masyarakat, Ahad (12/5).

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Canangkan Gerakan Toilet Gratis

Bertempat di rumah Bambang warga Genuksari RT 3 RW 3 Semarang, toilet atau jamban ini mulai dibangun dengan gotong royong bersama pemilik rumah dan para penggurus Ansor Genuk. 

Muhammadiyah Asli

Nampak suasana kebersamaan dan guyup rukun dalam kerja bersama tersebut. Rasa kesaamaan inilah yang selalu ditanamkan guna menjalin kebersamaan antara Ansor Genuk dengan Masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Gerakan toilet gratis untuk masyarakat dicanangkan pengurus Ansor sebagai program pokok kegiatan yang berupa pembangunan fisik, selain program non fisik.

“Seluruh dana kegiatan jambanisasi ini dukungan dari donatur dan pengurus  Ansor. Semoga dengan menikmati Jamban yang layak pakai, kehidupan lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih,” tutur Ketua Ansor Genuk M Sodri.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

Jember, Muhammadiyah Asli -

Setelah beberapa waktu lamanya Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jember vakum, kini bendera kumpulan pesilat warga Nahdliyin itu siap dikerek tinggi-tinggi. Hal ini merupakan tekad H. Fathorrazi setelah terpilih secara aklamasi sebagai Pagar Nusa Jember pada konferensi pertama di aula kantor PCNU Jember, Ahad (12/3).

Para pesilat NU yang memang telah lama membutuhkan figur ketua, menilai H. Rosi –sapaan akrabnya—adalah  sosok yang cocok sebagai nakhoda baru Pagar Nusa Jember. Usai terpilih, H. Rosi menyatakan bersyukur telah dipercaya untuk mengisi kursi ketua. “Pertama, ini harus saya syukuri. Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan baik,” ucapnya kepada Muhammadiyah Asli.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu pun bertekad untuk memajukan Pagar Nusa Jember. Untuk itu, katanya, pihaknya  akan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Selain itu, secara berkala juga akan digelar semacam kompetisi silat di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk merangsang sekaligus mencari bibit-bibit baru pesilat NU.

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

“Sebenarnya secara tradisi, di desa-desa itu sudah sering dilakukan arisan pencak silat yang tempatnya berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Nanti kalau ada kompetisi resminya, mereka pasti tambah semangat. Kita tinggal ngasih wadah saja,” ungkap H. Rosi

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) dalam sambutannya berharap agar Pagar Nusa Jember ke depan dapat berkembang dengan segala kegiatannya. Ia ingin agar Pagar Nusa dapat berjaya kembali seperti masa-masa lampau.

Muhammadiyah Asli

“Tolong Pagar Nusa koordinasi dengan NU. Saya siap memfasilitasi dan mensosialisasikan Pagar Nusa yang baru ini di tingkat kecamatan maupun ranting,” jelasnya.

Selain dihadiri Gus A’ab dan jajaran pengurus NU Cabang Jember dan tokoh-tokoh pesilat Pagar Nusa, hadir juga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidol Mannan dan tokoh Pagar Nusa Jember H. Rasyid Zakariya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Boyolali, Muhammadiyah Asli. Fenomena yang terjadi di dunia saat ini, banyak negara-negara Islam yang porak poranda akibat perang saudara, radikalisme, serangan negara asing, maupun konflik lain yang berkepanjangan dan tak kunjung selesai. Sebut saja mulai dari Irak, Mesir, Suriah, Libya, Yaman dan lain sebagainya mengalami penderitaan perang saudara.

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tetap Aman, Hormatilah Para Ulama

Ironisnya, negara-negara itu merupakan tempat kelahiran atau pernah ditempati para ulama dan waliyullah nan agung seperti Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (Baghdad, Irak) Imam Nawawi (Nawa, Damaskus) dan lainnya.

Lalu apa kaitannya, negara-negara yang porak poranda itu dengan para ulama yang ada di dalamnya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat?

Muhammadiyah Asli

“Saya pernah bertanya kepada Habib Luthfi bin Yahya, mengapa banyak negara-negara yang menghasilkan ulama dan wali besar justru sekarang banyak yang hancur?” kata Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini pada pidato sambutan pembukaan Kongres IPNU-IPPNU, Sabtu (5/12), di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

“Karena mereka yang hidup sudah tidak lagi menghormati yang mati,” tutur Helmy menirukan jawaban dari Habib Luhtfi.

Muhammadiyah Asli

Dipaparkan Helmy, di negara tersebut mulai luntur budaya kirim doa kepada para ulama yang sudah wafat, maupun bertawasul. “Berbeda dengan di Indonesia, di negara ini, ziarah ke makam para wali masih sangat ramai. Masih ada warga NU, yang tawadhu’ kepada para ulama,” ujar dia.

Menurutnya, sikap penghormatan kepada para ulama baik yang masih hidup maupun sudah wafat mungkin menjadi salah satu sebab turunnya rahmat Allah. “Kalau tidak ada NU, mungkin negara ini sudah hancur, tak ada lagi yang kenal Pancasila,” tegas dia.

Pada momen kongres ini, ia juga berharap para kader IPNU-IPPNU senantiasa berkomitmen menjaga NKRI. “Sebagai organisasi pelajar milik NU harus berkomitmen menjaga NKRI jangan sampai dipecah belah oleh pihak tertentu, yang tidak ingin Islam di Indonesia menjadi damai,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Habib Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Kudus, Muhammadiyah Asli. Akademi Kebidanan (akbid) Muslimat NU Kudus menyematkan cap profesi kepada 22 mahasiswa di Auditorium Kampus setempat, Sabtu (18/1). Dalam acara bertajuk “caping day” ini mahasiswa akbid juga mengucapkan janji melaksanakan praktik kebidanan.

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Direktur Akbid muslimat NU Darningsih mengatakan caping day merupakan prosesi mempersiapkan mahasiswa semester pertama untuk praktik kebidanan pada semester berikutnya di perkuliahan. Praktik dilaksanakan semester 2- 5 di perkuliahan dan tempat prakek lainnya seperti Puskesmas,Rumah Sakit maupun rumah bersalin.

“Penyematan cap ini sebagai simbol profesi bidan yang menjadi dasar mahasiswa sudah siap mulai dipraktikkan di lahan praktik. Kalau belum melalui ini tidak boleh melakukan praktik pada smester berikutnya,” katanya kepada Muhammadiyah Asli usai acara.

Muhammadiyah Asli

Setelah ucap janji, Darningsih mengharapkan mahasiswa mampu praktik sesuai dengan yang diucapkan yakni melaksanakan praktik harus berlandaskan ajaran ahlussunnah wal jamaah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ilmu yang ditekuni dan tidak membeda-bedakan kaya atau miskin.

Muhammadiyah Asli

“Semoga praktik mereka mampu mengimplentasikan ilmu praktik dari segi pengetahuan tentang pelayanan kebidanan dan menjaga sikap dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Kepala dinas Kabupaten Kudus Maryoto mengatakan mahasiswa harus memahami situasi nyata dalam prkatek kebidanan sehingga memerlukan kesiapan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika praktik, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan tanggungjawab sesuai disiplin ilmu sehingga mampu menjadi bidan tangguh dan mandiri,” katanya.

Hadir dalam acara itu, pengurus BPPMNU Azzahra, wali murid mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Habib, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 15 Januari 2018

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Makassar, Muhammadiyah Asli

Almarhum Haji Andi Muhammad Umar, ayah mantan katib ‘aam PBNU yang kini menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar dikebumikan hari ini Jumat (1/4) sekitar pukul 10.00 WITA di pemakaman keluarga di Desa Ujung, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayahanda Prof Nasaruddin Umar Dikebumikan Hari Ini

Andi Muhammad Umar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning Baru, Kota Makassar, Kamis (31/3), pukul 06.30 WITA.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bone Ali Arham mengatakan, sebelumnya jenazah berada di Kompleks Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung-Bone dan dishalati di Masjid Raya Makassar.

Muhammadiyah Asli

Almarhum lahir di Bone pada tanggal 16 Juni 1936. Andi Umar merupakan perintis Pesantren Modern Al-Ikhlas Ujung Bone yang dibangun putranya, Nasaruddin Umar yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Mantan kepala sekolah SDN 94 Ujung tersebut meninggalkan lima anak laki-laki dan seorang perempuan. Sementara istri almarhum lebih dulu berpulang ke rahmatullah. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Sholawat Muhammadiyah Asli

Kamis, 11 Januari 2018

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nasional (Unas) dan Universitas Ibnu Chaldun (UIC) selama dua hari mengedarkan kotak peduli asap di kampus masing-masing. Mereka menggalang dana berkisar 1-2 jam.

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Aktivis pergerakan ini terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas untuk korban asap di Sumatera dan Kalimantan. Di lingkungan kampus Unas dan UIC, mereka bergerak pada Jumat dan Sabtu, (23-24/10).

"Aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa kami mahasiswa tidak hanya bisa mengkritik pemerintah terkait bencana ini, tapi juga solutif. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Koordinator aksi solidaritas PMII Unas Niswatul Hamdani Effendi, Selasa, (27/10).

Muhammadiyah Asli

Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan gotong royong para aktivis PMII lintas kampus di Ibu Kota.

Muhammadiyah Asli

"Ini momen untuk kebangkitan rasa gotong royong. Ini juga menjadi sindiran untuk para pejabat agar saling memperkuat tindakan melalui kerja sama, bukan saling melempar dan menyalahkan," kata Pina, peserta aksi dari UIC.

Dana hasil aksi solidaritas ini diserahkan kepada lembaga terkait yang berkonsentrasi pada penanggulangan bencana.

"Kami menggalang dana 2 hari di kampus masing-masing, dana terkumpul Rp. 3.316.000 dari hanya 1-2 jam kita turun. Kita langsung berikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) di menara 165 TB Simatupang Selasa ini," kata anggota Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Harsenda Sari.

Yang menarik, sambung Sari, aksi ini sempat ditegur oleh Satgas Pemprov DKI. "Sahabat-sahabati Unas sempat ngecrek di lampu merah Pejaten Village, tapi ditegur oleh Satgas Pemprov DKI lantaran tak berizin. Untuk itu kami putuskan aksi di lingkungan kampus saja," tutup Sari tersenyum. (Doni Rao/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Habib, Warta Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock