Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah

Mataram, Muhammadiyah Asli. Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali menuturkan, PBNU akan terus mendorong agar hasil Musyawarah Nasional NU menjadi perhatian utama pemerintah, terutama terkait dengan persoalan yang bisa menimbulkan dampak yang sangat merusak seperti ujaran kebencian. 

“Seperti semakin tersebarnya ujaran kebencian. Itu bukan hanya problem NU, itu adalah problem bangsa ini,” ucapnya kepada Muhammadiyah Asli di Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat, Sabtu (25/11).

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Hasil Munas Jadi Perhatian Utama Pemerintah

Dosen UIN Jakarta itu menyebutkan, Indonesia sudah memiliki peraturan terkait dengan ujaran kebencian seperti KUHP, Undang-Undang ITE, dan lainnya. Namun ia menyayangkan, banyak para penegak hukum yang masih ragu dalam menindak kasus ujaran kebencian tersebut. 

“Orang yang melakukan ujaran kebencian misalnya adalah tokoh agama,” ucapnya.

Para penegak hukum tersebut terkesan ragu dan tidak mudah dalam memutus kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh tokoh agama karena dikhawatirkan memiliki dampak politik dan sosial. 

Muhammadiyah Asli

Ia berpendapat, seharusnya penegak hukum tidak perlu memandang siapa yang melakukan ujaran kebencian karena ujaran kebencian itu adalah bagian daripada kriminal. Bahkan hasil bahtsul masail Munas Alim Ulama NU 2017 di Lombok memutuskan untuk menaikkan status ujaran kebencian dari maksiat menjadi tindakan pidana. 

“Yang sanksi hukumnya bisa ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia menilai, sesungguhnya peraturan perundang-undangan yang ada terkait dengan ujaran kebencian sudah cukup memadahi. Namun, jika itu tidak memberikan efek jera kepada pelaku ujaran kebencian maka sanksi hukumnya harus dinaikkan. 

Muhammadiyah Asli

“Setelah dinaikkan kemudian melipatgandakan usaha agar penegak hukum bisa menindak secara tegas terhadap pelaku ujaran kebencian,” tutur alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama, H Helmy Faisal Zaini menjelaskan bahwa hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang merekomendasikan tiga keputusan penting. Pertama, NU akan setia mengawal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

“Kemudian yang kedua adalah memantapkan faham Ahlussunnah wal Jama’ah,” jelas Helmy saat memberikan sambutan pada acara tasyakuran Harlah ke-66 Fatayat NU, di Gedung Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (21/4) sore.

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Sebut Tiga Tantangan Besar Fatayat NU

Selanjutnya, kata Helmy, meningkatkan kualitas hidup warga. Menurutnya, ada tiga level yang harus dilakukan untuk menciptakan kualitas hidup warga agar lebih baik. “Yang pertama adalah level pendidikan, yang kedua adalah kesehatan, dan yang ketiga adalah ekonomi,” paparnya.

“Tiga level ini menurut saya menjadi pekerjaan rumah Fatayat NU untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya peningkatan apa yang disebut sebagai fungsi-fungsi pelayanan kepada warga,” lanjutnya.

Merujuk kepada PISA (Program for International Student Assessment), Helmy menjelaskan bahwa tingkat pendidikan Indonesia berada di nomor 63 dari 65 negara yang disurvei.

Muhammadiyah Asli

“Dengan tiga indikator. Pertama adalah kemampuan sains, kedua adalah kemampuan matematika, dan ketiga adalah minat baca," ? ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Fatayar NU ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Ia juga mengaku akan siap mendukung setiap program-program yang akan dilaksanakan oleh Fatayat NU.

“Saya menyambut gembira kegiatan-kegiatan Fatayat dengan mengambil tema dan topik yang penting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Emarini mengajak para kader agar bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Muhammadiyah Asli

“Saya mengajak sahabat-sahabat mulai hari ini menjadi lebih baik, menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain,” kata Anggia.

Anggia berharap apa yang menjadi program kerja Fatayat NU bisa terlaksana dengan baik dan lancar. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Sunnah, RMI NU Muhammadiyah Asli

Selasa, 12 Desember 2017

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan politisasi agama. ? Menurutnya, apa yang terjadi belakangan terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama. Baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

Rumadi mengungkapkan, tak henti-hentinya pihaknya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan.?

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” ujar Rumadi lewat keterangan tertulisnya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (9/10).

Bisa saja, imbuhnya, Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok memang sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya –dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim.?

Namun, lanjutnya, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam. Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

Muhammadiyah Asli

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tegas salah satu Komisioner Informasi Pusat (KIP) ini.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, mengajak untuk memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang.?

“Meski saya memaklumi untuk mengajak memilih calon pemimpin seagama secara positif, tapi saya merasa perlu mengingatkan agar hal tersebut tidak menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai mediumnya,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAINU Jakarta ini.

Politik tetap saja politik, tambahnya, arena perebutan kekuasaan. Melibatkan agama dalam urusan politik yang penuh intrik dan kerakusan, hanya akan mengotori agama yang kita sucikan.

“Atas dasar itu, saya mengingatkan: Stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua,” tutup Rumadi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Habib, Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 06 November 2017

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Jember, Muhammadiyah Asli - Kerisauan? masyarakat? tentang darurat seksual yang sekarang tengah mengemuka sebenarnya tak perlu terjadi jika pembelajaran Al-Quran ditanamkan sejak dini pada diri anak. Sebab, nilai-nilai dalam Al-Quran akan memberi pagar terhadap anak dalam berperilaku.

Demikian diungkapkan Ketua LP Maarif Kabupaten Jember Hobri Ali Wafa kepada Muhammadiyah Asli usai menyampaikan? sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Wisuda Santri TPQ LP Maarif? di GOR Pemuda Kaliwates, Jember, Ahad (22/5).

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Al-Quran Sejak Dini Cegah Kejahatan Seksual Anak

Menurut Hobri, selain nilai-nilai agama dari sisi psikologis anak-anak yang akrab dengan Al-Quran akan memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter anak.

Muhammadiyah Asli

"Nuansa batinnya akan membimbing prilaku sang anak untuk menjadi orang baik. Jadi kalau sekarang ribut-ribut soal kejahatan seksual anak, itu sesugguhnya bisa diantisipasi melalui pengenalan Al-Quran sejak dini," ujar Ketua Program Studi Pascasarjana Matematika Universitas Jember itu di hadapan 2.373 wisudawan TPQ Maarif Jember.

Muhammadiyah Asli

Doktor pendidikan matematika ini menegaskan bahwa kegiatan TPQ juga secara tidak langsung membantu para orang tua dalam menangani kenakalan remaja. Sebab, sejak dini anak telah dibiasakan berprilaku religius. Ini akan terus melekat dalam tindakannya.

"Dengan memasrahkan anaknya pada TPQ, waktu-waktu di mana orang tua teledor dalam menjaga anaknya, itu akan tereliminasi. Walaupun peran orang tua masih tetap nomor satu," jelasnya.

Senada dengan Hobri, salah seorang panitia wisuda Suroto Bawani berharap agar pembinaan Al-Quran terhadap wisudawan TPQ tetap berlanjut di lingkungan masing-masing. Sebab TPQ hanya pondasi awal dari sebuah bangunan.

"Kalau tidak diarahkan, bangunannya bisa melenceng. Kita berharap mereka kelak menjadi generasi Qurani sekaligus menjadi ujung tombak Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

Bupati Jember dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LP Maarif Jember, dalam hal ini Mabin TPQ. Menurutnya, hal ini sangat positif bagi pencetakan kader bangsa yang? berakhlaqul karimah. Selain itu, ia juga menyatakan siap mendukung program peningkatan kualitas TPQ Ma’arif NU. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 11 Oktober 2017

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan

Bogor, Muhammadiyah Asli - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusai (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad mengatakan, NU yang sekitar 9 tahun lagi akan berusia seabad, telah mengalami beragam situasi. NU pernah dicaci maki, dicemooh, atas sikap politik ditempuh, termasuk sekarang ini.

Saat ini, menurut Rumadi, NU menghadapi situasi global dan nasional yang menurut dia bergerak ke arah kanan atau populisme. “Dalam konteks global, saat ini populisme menjadi idola baru. Orang-orang yang mempunyai pandangan yang dulu kita cemooh, misalnya rasial, intoleran, tidak suka dengan orang Muslim, sekarang berkuasa di sejumlah negara,” katanya pada pembukaan Rapat Kerja Lakpesdam PBNU di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/1).

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Situasi Saat Ini, Dunia Bergerak ke Arah Kanan

Di belanda, katanya, parta yang sangat rasis saat ini polpuler. Tokoh-tokoh politik yang rasis dan intoleran mendapatkan tempat di banyak negara. “Orang tidak menduga Inggris sampai keluar dari Uni Eropa. Semua ini karena ada sentimen imigran Muslim,” katanya. ?

Ia menambahkan, orang seperti Donald Trump yang menampakkan ketidaksukaannya kepada imigran dan orang Islam bisa menang dalam pemilu Amerika. “Itu konteks global. Orang menyebutnya duna bergerak ke arah kanan,” ujarnya seraya mengatakan, perkembangan global itu, mau tidak mau harus dihadapi NU.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sementara pada konteks nasional, NU dicibir karena NU tidak mau turut dalam gelombang populisme. Karena, NU tidak mau turut serta pada demo 411 dan 212. “Sekarang ini kita sedang mmenghadapi banyak sekali caci maki, fitnah, adu domba, melalui media sosial. Antara tokoh-tokoh NU diadu domba,” lanjutnya. ?

Kiai-kiai sepuh seperti dua Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), kata Rumadi, juga menjadi sasaran fitnah. Terutama fitnah kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Raker Lakpesdam PBNU itu dibuka A’wan PBNU Hj Sri Mulyati. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang membahas NU di Tengah Gelombang Populisme dengan pembicara Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, anggota Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Suaedy dan pengurus Lakpesdam PBNU Dadi Darmadi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 05 Oktober 2017

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi

Demak, Muhammadiyah Asli - Pengurus harian IPPNU Demak memberikan pemahaman dan tertib administrasi organisasi dan mewujudkan ketertiban administrasi di semua tingkatan sampai ranting. Pihak pengurus menghadirkan pengurus Pelajar NU Jateng bidang organisasi untuk memberikan penguatan organisasi.

"Sengaja kami mendatangkan PW IPPNU Jawa Tengah untuk mengawal dan membedah isi dari PPOA," kata Ketua IPPNU Demak Istiqomah pada pelatihan administrasi yang diadakan di Gedung PCNU Demak Jalan.Sultan Fattah Nomor 611 Bintoro, Demak, Sabtu-Ahad (13-14/8).

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Demak Bedah Peraturan Organisasi

Istiqomah menambahkan, pelatihan ini mampu menjadikan kualitas organisasi menjadi lebih tertib dalam administrasi maupun peraturan yang tertera dalam Petunjuk Pelaksana Organisasi Administrasi (PPOA), Dalam pelatihan itu peserta juga diberikan bekal menyusun proposal kegiatan beserta laporan pertanggungjawabannya (LPJ).

Muhammadiyah Asli

"Untuk penyusunan proposal dan LPJ kami mengundang mantan pengurus cabang, yakni Inayatul Farihah yang sangat lihai dalam hal ini," kata Istiqomah.

Sementara itu Fany Nurussalam, salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dalam mengikuti pelatihan. Pasalnya, banyak hal baru yang diketahuinya yang mana sebagai kader pelajar NU ia hanya mengetahui secara mendasar tata berorganisasi sebelumnya.

Muhammadiyah Asli

"Banyak hal baru yang saya dapat dari pelatihan. Tentu ini bagus ketika diterapkan secara komprehensif di tubuh organisasi. Mulai saat ini, saya tahu seluk-beluk isi dari PPOA," ujarnya.

Pelatihan yang itu diikuti oleh 30 peserta tersebut merupakan perwakilan dari setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU se-Kabupaten Demak dengan mengusung tema Mewujudkan Tertib Administrasi Untuk Menggapai Organisasi yang Ideal.

Peserta delegasi dari setiap PAC mampu menerapkan apa yang didapat dan menularkan ilmunya kepada kader yang lain.

"Organisasi yang baik salah satu di antaranya ketika tata administrasinya pun rapi. Itu cambuk bagi kita agar senantiasa berorganisasi dengan baik dan terorganisir. Salah satunya dengan menata administrasi secara baik pula," pungkasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 September 2017

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas”

Probolinggo, Muhammadiyah Asli. Pencak Silat Nahlatul Ulama Kota Kraksaan menjalin tali silaturrahim antar perguruan pencak silat yang tergabung dalam Pagar Nusa dengan menggelar lomba “Tarung Bebas” se-Kabupaten dan Kota Probolinggo di Aula PCNU Kota Kraksaan, Sabtu (1/6).?

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harlah ke-90 NU ini diikuti lebih dari 86 peserta, utusan dari MWCNU yang berada di wilayah PCNU Kota Kraksaan, pondok pesantren, madrasah dan sekolah sekitar.?

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas” (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahim, Pagar Nusa Probolinggo “Tarung Bebas”

Ketua Pagar Nusa Kota Kraksaan Buasin, M.Pd berharap, kegiatan kali ini merupakan media untuk memupuk tali silaturrahmi antara beberapa perguruan pencak silat yang tergabung dalam wadah Pagar Nusa.?

Muhammadiyah Asli

“Melalui pertandingan ini, akan didapatkan bibit pendekar dan pesilat yang tangguh dan potensial, sehingga mampu mengangkat Pagar Nusa di Kabupaten Probolinggo untuk kemudian diseleksi pada tingkat propensi. Mari kita junjung sportivitas untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Untuk memupuk motivasi para pendekar, H. Abdul Manan, M. Pd.I, Ketua Pagarnusa Wilayah Jawa Timur mengucapkan selamat atas terselanggaranya invitasi pesilat di PCNU Kota Kraksaan.

“Kegiatan ini sangat jarang sekali diadakan oleh organisasi Pagar Nusa, padahal sudah saatnya para pendekar dan pesilat mengasah dan mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui wadah tersebut demi mengapai prestasi yang gemilang,” katanya.?

Ditambahkannya, pagar nusa dilahirkan dan didirikan oleh para Ulama yang benar-benar taqwa kepada Allah, sehingga tujuannya pun jelas, berbeda dengan organisasi pencak silat pada umumnya. Kalau Pagar Nusa dinilai tidak mendatangkan manfaat kepada warga Nahdliyin, maka tidak akan didirikan oleh para pendahulu NU.?

“Sebagus apapun pendekar NU, pasti mereka beretika dan santun, seperti filsafatnya padi, semakin berisi semakin merunduk. Itulah falsafat pendekar dan pesilat NU yang selama ini ada”, lanjutnya disertai tepuk tangan para peserta dan penonton.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Meme Islam, Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 06 September 2017

Ini Kata Fatayat NU tentang Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Seksual

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Berbagai kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan remaja yang dilakukan oleh banyak laki-laki disertai kejahatan seksual yang terus berkelindan di tanah air membuat berbagai kalangan merasa miris dan prihatin. Hukuman kebiri pun ditawarkan oleh sebagian kalangan untuk membuat efek jera terhadap pelaku.

Bagi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), perhatian terhadap kekerasan anak dan kejahatan seksual terhadap perempuan sudah lama menjadi perhatiannya. Karena hal ini mempunyai dampak tidak hanya kepada korban, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara sosial dan psikologis.

Ini Kata Fatayat NU tentang Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kata Fatayat NU tentang Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kata Fatayat NU tentang Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Seksual

“Solusi hukuman kebiri yang ditawarkan oleh berbagai pihak juga menjadi perhatian kami bahwa Fatayat NU terus mengkaji dan berkoordinasi, khususnya dengan para kiai dalam forum Bahtsul Masail, terkait bagaimana dampak hukuman kebiri, tepat dan efektifkah hukuman tersebut jika diterapkan,” ujar Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini, Kamis (19/5) saat ditemui Muhammadiyah Asli sesaat setelah mengadakan rapat internal dengan pengurus Fatayat di Gedung PBNU lantai 5.

Perempuan kelahiran Sragen Jawa Tengah ini mendorong kepada pemerintah dan pihak-pihak berwenang untuk menghukum seberat-beratnya para pelaku kejahatan seksual. Karena menurut Anggi, efek negatifnya sistemik bahkan secara global.

Dia juga menerangkan bahwa perlindungan terhadap korban dan keluarga sangatlah penting dilakukan. Termasuk pemberian bantuan hukum agar kasus per kasus bisa diselesaikan sehingga keadilan bisa terwujud.

Muhammadiyah Asli

“Fatayat NU terus melakukan kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk merumuskan langkah yang tepat agar kejahatan yang menimpa perempuan dan anak-anak ini dapat ditekan,” terangnya.

Muhammadiyah Asli

Anggi menandaskan bahwa pendidikan seksual yang positif juga perlu dilakukan secara maksimal kepada seluruh elemen masyarakat. Karena walau bagaimana pun, imbuhnya, untuk menekan kejatan tersebut, orientasi seksual perlu dirahkan pada kegiatan-kegiatan positif. (Fathoni)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sunnah, Pendidikan, Kiai Muhammadiyah Asli

Selasa, 18 Juli 2017

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Brebes, Muhammadiyah Asli. Umat Islam Indonesia, tergolong umat yang mendapatkan penghargaan dari istimewa dari Allah SWT. Pasalnya, di tanah Jawa (Indonesia) adanya keturunan Rasulullah, yakni para wali dan sultan yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.

“Berkah dari adanya keturunan Rasulullah SAW, menjadikan Indonesia damai,” tutur Muqodam Tariqoh At Tijaniyah Sayid Achmad Al Hadi Al Hasani  dari negara Tunisia saat mengisi tausiyah Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 di Masjid Al Ittihad Jatibarang Brebes Jumat malam (29/1).

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Damai, Karena Rakyatnya Cinta Nabi dan Keturunannya

Sayid Achmad yang berceramah dengan bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Syeikh Soleh Basalamah itu, lebih jauh menerangkan, kedamaian Indonesia tercipta setelah para wali menyebarkan agama Islam. Hal tersebut dicontohkan saat penyebaran agama Islam yang dilakukan dengan jalan damai, tanpa peperangan. “Masuknya Islam ke Indonesia bukan dengan peperangan tapi dengan jalan damai,” paparnya.

Muhammadiyah Asli

Bukti lain di Indonesia ada keturunan Rasulullah, lanjutnya, yakni ketika raja-raja dipimpin para sultan. “Indonesia damai, karena banyak keturunan Rasulullah,” ujarnya.

Muhammadiyah Asli

Disamping itu, umat Islam Indonesia tergolong umat yang cinta nabi dan keturunannya. Karena berpaham ahlussunah wal jamaah, dengan madzhab imam Syafii RA. Imam Syafii itu menaruh hormat yang kuat terhadap para keturunan nabi. “Imam Syafii bahkan menyebut putri Rasulullah Siti Fatimah Az Zahra, sebagai bidadari surga yang diturunkan  ke bumi karena kemuliaan hatinya,” terang Sayid Achmad.

Untuk itu, dia mengajak kepada hadirin untuk mencintai keturunan Rasulullah dengan mencontohkan akhlak dan perilaku tauladannya. Termasuk mencintai para wali yang juga merupakan keturunan Rasulullah. Dia menandaskan, orang yang benci pada para wali, haram hukumnya dan hidupnya di jamin tidak pernah bahagia “Membenci kepada para wali, hukumnya haram sebab para wali itu keturunan Rasulullah SAW,” ucapnya.

Imam Syafii saja, sambungnya, mengaku lebih senang duduk mendengarkan cerita atau nasehat para wali, ketimbang shalat sunah 1000 rakaat. “Padahal, shalatnya imam Syafii begitu khusyu yang tiada banding,” tuturnya lagi.

Diterangkannya, imam Syafii itu ahli syair, tapi jarang bersyair dan bersyair hanya untuk memuji-muji keluarga Rasulullah. Sampai-sampai imam Syafii disebut sebagai orang yang ‘gila’ terhadap keturunan Rasulullah.

Namun Sayid Achmad juga mengingatkan, kenapa terjadi ketidaknyamanan dan kekacauan di bumi Jawa (Indonesia), karena kini telah muncul setan-setan yang mengelilingi Indonesia. Setan-setan tersebut adalah gerakan-gerakan yang membenci Nabi dan Keturunannya. “Gerakan tersebut berusaha menjauhkan kita dari kecintaan pada Rasulullah dan keturunannya,” ucapnya tegas.

Wujud dari gerakan tersebut adalah dengan adanya aliran yang menghembuskan agar supaya benci pada keturunan Rasulullah. Aliran tersebut rusak, dengan cara merusak pula aqidah agar kecintaan kepada Rasulullah dan keturunannya hilang.

Jalan terbaik, tuturnya, kita mengikuti tasawuf. Sebab dengan menggabungkan diri kita pada tarikat kita akan terus mencintai nabi dan keturunannya. Dan itu yang membuat negara kita jadi damai. “Tasawuf, Tarekat apapun dasarnya adalah cinta pada Rasulullah dan keluarga Rasulullah,” tandasnya.

“Bagaimana akan ada cinta, kalau cinta itu sudah mulai di rusak. Mari kita rajut kembali benang-benang cinta pada Rasullah dan keturunannya,” pungkasnya.

Sementara Sesepuh Muqodam Indonesia Syeikh Abdul Muchit dari Malang Jatim meminta kepada seluruh penganut Tarekat At Tijaniyah agar merapatkan barisan dan saling menghormati. Jangan sampai menyakiti antar sesama muslim. Apalagi menyakiti dengan dalih amar maruf nahi mungkar. “Mari kita jalin ukhuwah islamiyah, ukhuwah Tijaniyah seluruh Indonesia,” pintanya.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Idul Khotmi Lil Qutbil Mahtum As Syeikh Ahmad Bin Muhammad At Tijani RA ke-217 itu mengambil tema Tarekat sebagai solusi ruhaniyah menatap berbagai tantangan hidup akhir zaman. Kegiatan tersebut dirangkai selama 3 hari.

Kegiatan diawali pada Kamis (28/1) dengan Ziarah Kubur dengan pembacaan Tahlil dan Yasin di Makam Muqodam Tarekat At Tijani KH  Wahab Syahroni di Pemakaman Muslim Jatibarang Lor dan Syeh Ali Basalamah di Jatibarang Kidul. Dilanjutkan Jumat Sore (29/1) pembacaan hailala wadifah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul.

Acara dihadiri 20 muqodam dari Malaysia, Muqodam Tarekat se Muspida Brebes, Ketua PCNU Brebes Drs. H Athoillah, Kapolres Brebes AKBP Beno Lautapessy  MS1 Jawa dan lebih dari 15 ribu masyarakat Brebes. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Sunnah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 08 Juli 2017

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

Kendal, Muhammadiyah Asli. Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal Shuniyya Ruhama menyatakan, Pancasila bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) sudah jelas namun demikian merupakan tanggung jawab seluruh anak negeri.

"Tanggal 1 Oktober biasa diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Asal mula peringatan hari tersebut adalah ketika Pancasila berhasil diselamatkan dari kelompok dan golongan yang hendak mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Dalam hal ini, waktu itu adalah komunis," ujar Shuniyya,  di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (3/10).

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

Ia melanjutkan, keabsahan Pancasila sebagai sebuah dasar negara merupakan harga mati. Sudah terbukti dengan pernyataan langsung dari para tokoh NU yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas keilmuan dan ketinggian khidmahnya untuk bangsa Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Yang Mulia Simbah Kiai Haji Bisri Syansuri, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Jombang, pendiri NU, sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmah 1971-1980, memberikan pernyataan: "Sekarang saya sudah mengerti apa itu Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, orang Islam, orang NU, yang anti Pancasila berarti ia anti padaku."

Muhammadiyah Asli

"Tak kalah berkharismanya, Yang Mulia Simbah Wali Kiai Haji Raden Asad Syamsul Arifin Situbondo terang-terangan dhawuh (bertitah): " Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia, harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap dipertahankan dan dijaga kelestariannya."

Dan tak ketinggalan Yang Mulia Simbah Kiai Haji Ahmad Shiddiq, sesepuh Majlis Dzikrul Ghofilin sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmat 1984-1991 dengan lemah lembutnya bertitah: " Ibarat makanan, Pancasila yang sudah kita kunyah selama 36 tahun kok sekarang dipersoalkan halal haramnya."

Karena itu, demikian Shuniyya melanjutkan, dari sini jelaslah, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang wajib dipertahankan oleh seluruh anak negeri.

"Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, kita wajib waspada dengan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dari segala penjuru. Baik bahaya laten maupun manifestasinya. Baik dari arus kanan maupun arus kiri, baik dari barat maupun timur. Entah itu komunis, kapitalis, liberal, takfiri wahabiserta ideologi apapun yang hendak meruntuhkan kejayaan negeri ini. Pancasila Sakti, NKRI Harga Mati," ujar dia lagi. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Sunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 20 April 2017

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

Karanganyar, Muhammadiyah Asli - Rais Syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya meminta alumni Kader Penggerak Nahdlatul Ulama untuk terus membentengi paham Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdiyah yang sekarang sedang diserang secara masif oleh golongan yang tidak suka dengan NU melalui dunia maya. Selain itu Kader Penggerak NU harus memahami dan mengamalkan khittah NU 1926.

“Masifnya fitnahan kepada Pengurus Besar NU, dalam hal ini Kiai Said Aqil Siroj terus mendapat fitnahan yang luar biasa baik dari media sosial maupun pemberitaan media online. Untuk itu sebagai kader harus cepat mengklarifikasinya, agar fitnahan tersebut tidak menjadi sebuah ‘kebenaran’,” katanya? saat bertausiyah pada temu kader alumni Penggerak NU di gedung PCNU Karanganyar, Ahad (30/1).

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

"Karena berita-berita yang tidak benar atau hoax jika terus menerus disebarkan, maka akan dianggap menjadi sebuah kebenaran, dan ini sangat berbahaya" imbuhnya

Muhammadiyah Asli

Selain itu juga, Kiai Hudaya mengingatkan kepada kader NU untuk benar-benar memahami dan mengamalkan khittah NU 1926 dengan cara membaca sejarah pertumbuhan dan perkembangan NU dari masa-kemasa, karena garapan NU luas seperti sosial keagamaan, pendidikan dan lain sebagainya.

"Sebagai Kader Penggerak tidak boleh kehabisan energi dalam berkhidmat di tubuh NU, berjuang dan berkhidmat adalah proses, dan hasil dari perjuangan tersebut bukan wilayah kita, tapi wilayah Allah SWT," pesannya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

?

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Sunnah, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 Maret 2017

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

Karanganyar, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial sebagai salah satu rangkaian acara “Ansor Bershalawat” yang diselenggarakan di Masjid Darul Muttaqin, Pulosari, Kaliboto, Mojogedang, Ahad (28/9).

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

Acara bakti sosial tersebut diisi dengan kegiatan donor darah. Ketua PAC Ansor Kecamatan Mojogedang Danang Warsito menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud pengabdian dan kepedulian GP Ansor terhadap masyarakat setempat.

“Donor darah merupakan proses sirkulasi yang mudah, praktis namun sangat besar manfaatnya baik bagi kesehatan si pendonor maupun bagi orang yang membutuhkan donor,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Aksi donor darah GP Ansor ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar. “Bagi mereka yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, langsung menuju dalam Bus Tranfusi Darah milik PMI dan masing-masing orang diambil darahnya rata-rata sebanyak 250 cc,” tambah Danang.

Muhammadiyah Asli

Selanjutnya bagi pendonor yang telah selesai mendonorkan darah diberikan multivitamin, susu dan makanan ringan agar kondisi badannya pulih kembali. Bakti sosial donor darah ini merupakan kegiatan yang pertama kali di perkampungan oleh GP Ansor Mojogedang, dan diharapkan bisa menjadi kalender rutin tahunan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 27 Februari 2017

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Bulan Sya’ban telah tiba. sebagaimana disebutkan banyak ulama, bulan Sya’ban adalah bulan istimewa. Di sekitar kita, dikenal malam nisfu Sya’ban, lalu peringatan beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, serta tradisi masyarakat Indonesia yang begitu lekat dengan amalan bulan Sya’ban maupun nisfu Sya’ban yang beragam.

Ternyata, selain hal itu, bulan Sya’ban juga baik diisi dengan banyak tadarus Al-Quran sehingga ada ulama yang menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah Syahrul Qur’an.

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu. Setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, waktu dan hari yang mustajab, dan sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Karena itu, untuk memperjelas adanya sifat mulia suatu bulan ini Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan bahwa Sya’ban memiliki kemuliaan sebagai bulan Al-Quran.

Syekh Muhammad Al-Maliki menyitir kutipan dari Ibnu Rajab bahwa pada bulan Sya’ban kaum Muslimin menekuni dan membaca mushaf Al-Qur’an, serta menunaikan zakat mal untuk membantu saudara yang miskin untuk bisa turut menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Bahkan disebutkan pula, sampai-sampai ada ulama yang menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi hari-hari bulan tersebut dengan menekuni Al-Quran.

Hadits-hadits sahih menyebutkan, setiap bacaan Al-Qur’an, setiap hurufnya diganjar sepuluh kebaikan. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan, orang yang membaca Alif lâm mîm, yang terdiri atas tiga huruf, maka sudah mendapat tiga puluh kebaikan.

Muhammadiyah Asli

Syekh Muhammad Al-Maliki juga mengutip riwayat dari Ibnu Rajab yang menyebutkan kisah dari Al-Hasan bin Sahal, bahwa bulan Sya’ban mengadu pada Allah.

“Wahai Tuhan, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?”

Allah menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an,”.

Di masyarakat kita umumnya, salah satu amalan Sya’ban yang kerap dilakukan adalah membaca surat Yasin tiga kali khususnya pada malam Nisfu Sya’ban. Dengan niat yang baik, memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban tentu akan menambah keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi pengamalnya. Harapannya, kelak Al-Qur’an bisa memberikan pertolongan kelak di hari kiamat, dengan setiap huruf yang muta’abbud bi tilawatihi, yang setiap bacaannya dinilai ibadah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Sunnah Muhammadiyah Asli

Senin, 23 Januari 2017

Siswa Madrasah Raih Juara Lomba Karya Ilmiah Remaja

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dua Siswa MAN Insan Cendekia Jambi Nur Kholifatul Maula dan Putri Rahayu Budiman berhasil menyabet juara Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan ? Indonesia (LIPI). ? LKIR ke-47 ini digelar LIPI sejak tanggal 24 – 27 Agustus 2015 di Kantor LIPI, Jakarta.

Dengan karya ilmiah berjudul “Pengaruh Eksistensi Perkebunan Sawit terhadap Integrasi Sosial Masyarakat Transmigrasi Desa Sumber Harapan Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi”, Nur Kholifatul Maula dan Putri Rahayu Budiman berhasil meraih Juara I. ? Sementara Muhammad Iqbal Fauzi (MAN 2 Tulungagung) berhasil meraih juara II dengan karya ilmiah berjudul “CETHE” Tradisi Warung Kopi dan Kreativitas Pemuda Tulungagung.” ? Adapun Septi Widyanti (MAN 2 Jakarta) berhasil meraih juara Harapan dengan karya ilmiah berjudul “LegendNesia sebagai Media Pembelajaran Cerita Rakyat Indonesia dan Matematika Dasar”.?

Siswa Madrasah Raih Juara Lomba Karya Ilmiah Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Raih Juara Lomba Karya Ilmiah Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Raih Juara Lomba Karya Ilmiah Remaja

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa kompetensi siswa-siswi madrasah dalam bidang riset tidak diragukan lagi. ? Siswa madrasah kini ? bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya, dan itu ? terbukti dengan perolehan sejumlah juara dari beberapa kategori dalam LKIR ini. ? Menanggapi perolehan beberapa juara dalam LKIR tahun ini, Direktur Pendidikan Madrasah, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA menyampaikan bahwa sejak dicanangkan program madrasah riset nasional 2013, kini sudah terlihat dampak positifnya yang signifikan di madrasah.

Muhammadiyah Asli

“Budaya riset tumbuh subur di madrasah dan semakin memperkokoh era kebangkitan madrasah. Dirketorat Pendidikan Madrasah semakin yakin dengan diterapkannya diversifikasi madrasah, peta keunggulan madrasah semakin jelas untuk memberikan pilihan peminatan terhadap peserta didik,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan workshop di Jakarta, Kamis (27/08) lalu seperti dilansir oleh kemenag.go.id.

Selain ketiga prestasi di atas, berikut nama siswa-siswi madrasah yang memperoleh juara pada LKIR 2015. ? Pertama, Pupoes Biworo dan Achmad Nurul Yaqin (MTsN II Kediri Jawa Timur) dengan judul karya “Daya Astrigensia pada Getah Tanaman Sono Kembang (Pterocarpus indicus) sebagai Anti septik Alami dan Ekonomis,” mendapatkan Special Award untuk kategori Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang Ilmu Pengetahuan Hayat.

Muhammadiyah Asli

“Special Award ini merupakan penghargaan khusus yang diberikan pada finalis dari Perhimpunan Biologi Indonesia. Selain mendapatkan Piagam, anak-anak juga mendapatkan beasiswa 1 juta. Hebatnya mereka ini masih usia SMP (MTs) namun sudah meneliti dengan melalui proses uji laboratorium sebagaimana para mahasiswa di strata 1,” ungkap Enik Kurniawati, pembimbing dari MTsN 2 Kediri.

Kedua, Lailatul Fatkhiyah dan Noor Laila Safitri (MAN 2 Kudus Jawa Tengah) dengan judul karya “Pengaruh Gelombang Suara Musik Klasik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Brokoli,” mendapatkan Juara III dan juga Special Award dari Perhimpunan Biologi Indonesia untuk kategori Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang Ilmu Pengetahuan Teknik.

“Ternyata dalam kompetisi ilmiah seprestisius LKIR LIPI ini, madrasah mampu bersaing bahkan lebih baik dibandingkan dengan sekolah. Kami berterima kasih terutama kepada Kementerian Agama, Direktorat Pendidikan Madrasah yang terus mensuport kami dalam berprestasi,” tutur Muhammad Miftahul Falah, pendamping dari MAN 2 Kudus. ? ?

Ketiga, ? siswi MA Riyadlotut Thalabah Sedan Rembang, Jawa Tengah, yakni Nur Hidayah, Nur Laili Fuzna Kamilah yang meneliti tentang “Manak Mutu: Fenomena ibu rumah tangga yang sudah memiliki cucu tetapi masih melahirkan anak dan pengaruhnya terhadap tingkat pendidikan anak dan pertambahan jumlah penduduk: Kasus di ? Desa Sedan Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang,” yang berhasil meraih juara III untuk kategori Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang Kependudukan.

Keempat, di bidang Kebumian dan Kemaritiman, Hafidh Nur Haq dan Akbar Rizky Hasim dari MAN 3 Kediri Jawa Timur dengan karyanya “Pemanfaatan Serbuk Lempung Aktif sebagai Absorban bau, Warna, Tingkat Keasaman (pH) dan Kadar Logam Tembaga (Cu) dan Merkuri (Hg) serta Jumlah Bakteri Pada Limbah Cair Industri Kertas di Daerah Nganjuk,” berhasil mendapatkan Juara II.?

Setidaknya ada tujuh Juara yang berhasil diraih ? siswa-siswa madrasah pada ajang LKIR 2015 ini. Hal Ini merupakan jumlah yang cukup signifikan meningkat dibandingkan tahun lalu. Meskipun di tahun ini, madrasah belum mendapatkan penghargaan untuk National Young Inventor Award. Atas prestasi tersebut, Direktur Pendidikan Madrasah memberikan tahniah dan ucapan selamat dan semoga menjadi contoh positif untuk siswa-siswi madrasah lainnya di tanah air. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Sunnah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Jumat, 13 Januari 2017

Selain Tempat Pembinaan Ruhani, Masjid juga Tempat Pembinaan Ilmu

Gowa, Muhammadiyah Asli 

Wakil Ketua PWNU Sulawesi Selatan H Muammar Bakri memaparkan beberapa fungsi masjid dihadapan 50 peserta Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa, Jumat (8/12). 

Selain Tempat Pembinaan Ruhani, Masjid juga Tempat Pembinaan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Tempat Pembinaan Ruhani, Masjid juga Tempat Pembinaan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Tempat Pembinaan Ruhani, Masjid juga Tempat Pembinaan Ilmu

"Pertama, masjid sebagai tarbiyah ruhiyah atau pembinaan ruhani," kata Muammar. 

Ia menjelaskan, masjid agar bisa berfungsi secara maksimal maka ada peran yang harus dilakukan. Masyarakat, khususnya pemuda, harus kembali ke masjid.

Sekarang ini, katanya, banyak pemuda NU yang sudah menjauhi masjid, sehingga masjid direbut oleh kelompok lain yang tidak jelas pandangan kebangsaan dan mengklaim bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

Muhammadiyah Asli

"Sekarang banyak kelompok yang mengklaim sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah," jelas Muammar.

Kedua, masjid sebagai tarbiyah hadarah atau pembinaan ilmu. 

Muhammadiyah Asli

Ia mengatakan bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah mahdah tapi juga tempat pengajian dan pengkajian. Apalagi, katanya, banyak masyarakat yang tidak memahami paham keagamaan yang dianut NU, seperti persoalan fiqih

"Sayang sekali, kasihan jamaah kita itu. Dia tidak tau apa saja yang membatalkan shalat. Apa saja fiqih-nya shalat. Apa itu syarat-syarat wudlu. Apa itu yang membatalkan wudlu, tidak tahu. Kenapa? tidak ada pengkajian-pengkajian, pembinaan pengajian," katanya prihatin. 

Oleh karenanya, ia meminta kepada peserta agar seusai mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor supaya kembali ke masjid untuk menggalakkan tarbiyah hadarah, tarbiyah tsaqafah.

"Lakukan pengajian dan pengkajian agar masyarakat mampu memahami nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil alamin," tandasnya

Pada kegiatan yang terlaksana atas kerja sama LTM PBNU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ini mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI.

Hadir pada hari terakhir roadshow di Pulau Sulawesi Selatan, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris LBM PBNU H Sarmidi Husna, Wakil Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H Hasid Hasan Palogai, Sekretaris LTM Sulawesi Selatan, dan Ketua PCNU Kabupaten Gowa Abdul Jabbar Hijaz, dan Sekretaris PCNU Kabupaten Gowa  H Muhammad Yunus Mattinglan. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Pendidikan, Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 23 Oktober 2016

Nusantara Mengaji di Lombok Tengah Khatamkan Qur’an 2.000 Kali

Lombok Tengah, Muhammadiyah Asli

Surat Edaran PBNU yang ditujukan ke Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pimpinan Badan Otonom dan Lembaga Nahdlatul Ulama tentang Khotmil Qur’an yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan “Nusantara Mengaji Untuk Bangsa” disambut hangat oleh PCNU Lombok Tengah (Lomteng).?

Nusantara Mengaji di Lombok Tengah Khatamkan Qur’an 2.000 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Mengaji di Lombok Tengah Khatamkan Qur’an 2.000 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Mengaji di Lombok Tengah Khatamkan Qur’an 2.000 Kali

Di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan jumlah tempat dan peserta yang mengikuti kegiatan, ini mencapai 2.000 khatam dari target semula hanya 1.600 khatam.

Khotimul Qur’an di Lombok Tengah dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Lombok Tengah, yang saat ini sebagai Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri di Masjid Muncan, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Nusantara Mengaji untuk Bangsa di kabupaten Lombok Tengah dipusatkan di beberapa Pondok Pesantren antara lain Pesantren Nurul Quran, Mertak Tombok yang diasuh oleh TGH. Sabaruddin AR, Pesantren Darul Ulum Braim, ? dan berbagai Masjid termasuk di Masjid Agung Praya, bahkan di Lembaga Pemasyarakatan Praya. Kegiatan ini melibatkan ribuan hafidz-hafidzah, qori-qoriah, para santri yayasan/pondok pesantren, dan warga masyarakat di mushalla-mushalla dan masjid-masjid. ?

Dalam sambutan pada acara pembukaan kegiatan ini, Ketua PCNU Loteng yang juga Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lombok Tengah ini mengharapkan semoga dengan kegiatan ini masyarakat Lombok Tengah khususnya, aman tenteram sejahtra sesuai dengan moto “Beriman Sejahtera dan Bermutu” menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional pada tanggal 27 Juli 2016 mendatang.?

Alhamdulillah berkat Al-Qur’an pemerintah pusat menunjuk Lombok Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional pada tanggal 27 Juli, dimana Lombok Tengah sebagai tuan rumah Cabang Tilawah Remaja dan Anak-anak. Kita sambut bersama-sama untuk mengagungkan Sang Pencipta melalui Al Qur’an.”

Muhammadiyah Asli

Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa untuk mempersiapkan event MTQ Nasional, Kabupaten Lombok Tengah mendapat suntikan dana sebesar Rp9.3 milyar untuk menata Kota Praya. Sebelum MTQ, palaksanaan kegiatan penataan kota dimaksud sudah selesai.

Terkait dengan “Nusantara Mengaji untuk Bangsa” ia mengharapkan hal ini sebagai program tahunan Pengurus Besar Nahdlaul Ulama, dan ke depan PCNU beserta seluruh jajarannya MWCNU hingga Pengurus Ranting, Badan Otonom dan Lembaga NU dan jajarannya secara bersama-sama terlibat dalam proses perencanaan yang lebih matang hingga pelaksanaan kegiatan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tegal, Sunnah Muhammadiyah Asli

Kamis, 19 Mei 2016

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

Klaten, Muhammadiyah Asli. Manusia diciptakan dari tanah. Seyogianya kita mencontoh sifat tanah. Meski diinjak-injak, diludahi dan lain sebagainya, tanah tetap memberi manfaat kepada makhluk Allah.

Demikian ungkapan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam acara Klaten Berdzikir dan bershalawat di Desa Glodogan, Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (13/9) malam. Dalam kesempatan ini Habib Syech mengajak para jamaah supaya meniru akhlaq Nabi yang senantiasa memaafkan sesama manusia.

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

"Banyak kisah Nabi Muhammad yang patut kita teladani soal akhlak beliau. Meski  Nabi seringkali dizalimi, namun yang dilakukan olehnya adalah memilih bersabar dan memaafkan. Meski Nabi mampu dan punya hak untuk marah, namun tidak dilakukannya," kata Habib Syech.

Muhammadiyah Asli

Sifat pemaaf, lanjutnya, adalah ketika kita mampu sejak awal memaafkan orang yang menzalimi kita. Akan lebih baik kita minta kepada Allah supaya memberi pencerahan kepada orang yang berbuat zalim dan kita memaafkannya.

Muhammadiyah Asli

"Ini zaman akhir. Zaman yang butuh manusia-manusia berakhlaq, pemaaf, dan beradab. Tebarkan kedamaian. Ciptakan lingkungan pemaaf. Karena hal yang demikian itu penting untuk membangun masyarakat yang damai", tegasnya.

Soal Pilkada atau lain sebagainya, Habib Syech mengatakan, silakan anda bebas memilih, asalkan tidak saling mencaci.

Habib Syech mengimbau jamaah untuk senantiasa rukun kepada makhluk yang sama-sama tercipta dari tanah. Jangan suka ikut campur persoalan yang bukan urusan kita. Karena, banyak oknum yang saling lempar opini dan itu sifatnya provokasi untuk memancing emosi. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Sunnah, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 14 Januari 2016

Kunjungi Pesantren Tebuireng, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Gus Dur

Jombang, Muhammadiyah Asli. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (10/6) sore. Selain memberikan motivasi tentang bisnis ekonomi kreatif kepada para santri, Sandi juga berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

.?

Sandiaga bersama rombongan tiba di pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari ini, sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan tersebut disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Solah) yang didampingi jajaran pengasuh.

Kunjungi Pesantren Tebuireng, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Pesantren Tebuireng, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Pesantren Tebuireng, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Gus Dur

Wakil Gubernur DKI terpilih ini juga melakukan ziarah, dan memanjatkan doa serta menabur bunga diatas pusara makam pendiri NU, KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim serta makam KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebelum melanjutkan safarinya ke berapa pesantren di Jawa Timur.

Sementara itu, saat memberikan motivasi kepada para santri, tentang bisnis ekonomi kreatif. ? Sandi menyatakan bahwa para santri harus sudah memperdalam tentang teknologi informasi untuk mengembangkan ekonomi kreatif di masa depan.

Muhammadiyah Asli

“Sudah saatnya kita bangkit dalam ekonomin kreatif, lapangan kerja akan diciptakan, santri harus menguasai dengan cerdas teknologi diera digital,” bebernya di hadapan para santri.

Mantan Ketua HIPMI ini juga membeberkan, empat kartu AS rahasia sukses bagi siapapun, termasuk santri. Yakni Keja KerAS, bekerja secara cerdAS, bekerja tuntAS, dan bekerja ikhlAS.

“Kalau kita bersungguh-sungguh dengan empat kartu AS tadi, kita akan mencapai kesuksesan itu,” beber Sandi.

Menurut Sandi, sebetulnya salah satu pilar ekonomi kreatif adalah santri. Para santri harus diberikan wawasan mengenai potensi ekonomi kreatif. Sehingga santri tidak hanya bisa mengisi jalur-jalur di politik, tapi juga dibidang ekonomi.

Muhammadiyah Asli

“Saya rasa, santri tinggal diarahkan dan diberikan pelatihan dan mentorship. Saya tadi sudah berkomitmen akan menjalin kerjasama. Dan sayang, kalau ekonomi kreatif ini diambil pangsa pasarnya oleh pengusaha-pengusaha luar Indonesia. Karena pertumbuhannya sangat fenomenal. Dan kita bisa ada kesempatan menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)..

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Pondok Pesantren, Sunnah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 19 Juli 2014

Mensos: Kualitas Raskin Jelek Bisa Dikembalikan

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Beras miskin (raskin) yang distribusikan oleh Bulog kepada masyarakat yang kurang mampu bisa dikembalikan lagi kepada Bulog jika kualitas beras memang tidak layak untuk dikonsumsi. Hal itu dikatakan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi gudang Bulog di Buduran Sidoarjo.

Mensos: Kualitas Raskin Jelek Bisa Dikembalikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Kualitas Raskin Jelek Bisa Dikembalikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Kualitas Raskin Jelek Bisa Dikembalikan

"Jika ada beras yang diterima warga kondisinya tidak memenuhi standar untuk segera dikembalikan kepada Bulog. Karena Direktur Utama Bulog memberikan garansi jika terdapat kualitas raskin yang jelek bisa dikembalikan," tegasnya, Ahad (1/3).

Untuk mengantisipasi hal itu, akan dilakukan desain ulang dengan mengubah beberapa sistem supaya raskin yang diterima warga dipastikan kondisinya baik dan layak konsumsi.

Muhammadiyah Asli

"Sebelumnya saya sudah rapat dengan Menko Perekonomian bahkan akan dilakukan sistem ulang diantaranya, memberikan sistem ketepatan waktu setiap bulan, ketepatan jumlah warga yang menerima itu setiap satu warga menerima raskin 15 kg," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Disamping itu, lanjut Khofifah, Ia meminta kepada gudang bulog yang ada di Jawa Timur dan di seluruh Indonesia khususnya untuk melakukan penyortiran raskin di setiap gudang bulog sebelum didistribusikan kepada warga.

"Untuk itu saya minta kepada RT, Kades yang langsung berhubungan dengan warga untuk mengecek ulang raskin. Karena dikhawatirkan ada stok lama, dimungkinkan raskin yang dibagikan ada batunya, warnanya kuning dan kondisinya jelek. Jika ada yang seperti itu segera raskin dikembalikan ke bulog lagi," ucapnya. (Kholid Andika/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Kiai, Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Juli 2013

Pesantren Al Falakiyyah Pagentongan Jadi Titik Awal Roadshow Santri of The Year 2017

Bogor, Muhammadiyah Asli. Panitia penyelenggara Santri of The Year 2017 yang digagas Islam Nusantara Center (INC) melakukan sosialisasi di Pesantren Al Falakiyyah Pagentongan Bogor pada Rabu (31/08). Pesantren ini menjadi tempat pertama sosialisasi Santri of The Year 2017.

Menurut ketua panitia, Zainal Abidin, tujuan dari diadakannya agenda sosialisasi adalah agar mereka yang ada di pesantren dan madrasah juga ikut berpartisipasi dalam pagelaran penghargaan ini.?

"Santri harus terlibat, karena ajang penghargaan ini diadakan untuk memperingati Hari Santri Nasional," ujar Abidin.

Pesantren Al Falakiyyah Pagentongan Jadi Titik Awal Roadshow Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Falakiyyah Pagentongan Jadi Titik Awal Roadshow Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Falakiyyah Pagentongan Jadi Titik Awal Roadshow Santri of The Year 2017

Abidin menambahkan, generasi santri saat ini harus memiliki pengetahuan dan kesadaran akan perjuangan ulama dan santri terdahulu. Baik dalam hal perjuangan menimba ilmu maupun perjuangan mengusir penjajah.?

"Sehingga dapat memompa semangat belajar mereka (santri saat ini)," ucapnya.

Sementara, pihak pesantren menyambut baik sosialisasi tersebut dan terlihat begitu antusias. Hal itu disebabkan karena pendiri Pesantren Al Falakiyah, KH Falak Pagentongan, adalah seorang pejuang. Selain itu, banyak juga ulama-santri yang ikut berjuang dalam merebut kemerdekaan dari tanah Bogor.?

Muhammadiyah Asli

Rencananya, sosialisasi Road to Santri of The Year 2017 akan dilaksanakan di berbagai pesantren dan madrasah di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Amalan, Sunnah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock