Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Seniman Djoko Susilo di kantornya Gedung PBNU Lantai 3, Selasa, (26/4). Djoko menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya adalah ingin mengajak NU untuk menyejahterakan kehidupan para pembatik tulis.

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi PBNU, Seniman Batik Tulis Ini Sampaikan Persoalan Para Pembatik

“Sementara pemerintah sibuk dengan promosi ke mana-mana, sukses, sukses. Tapi ada satu hal yang tidak pernah dilihat, terlewatkan, apa? Siapa yang kerja? Bagaimana mereka mendapatkan upah? Kehidupan mereka seperti apa?” jelas Djoko.

Menurutnya, meski batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran, namun para pembatiknya mendapatkan upah yang teralu murah. “Tidak manusiawi. Sekarang uang 300 ribu perbulan dapat apa. Itu yang terjadi,” tegasnya dengan nada tinggi.?

Maka tidak heran, jelas Djoko, jika para pembatik tulis sekarang didominasi oleh generasi orang tua dan kualitasnya juga semakin menurun karena orangnya semakin berkurang dan regenerasinya tersendat.

Ia menyatakan bahwa untuk melestarikan batik tulis Nusantara hanya ada satu cara, yaitu memakmurkan para pembatik tulis tersebut. Baginya, pekerjaan membatik adalah pekerjaan yang manusiawi dan sudah seharusnya mendapatkan upah yang layak.?

Muhammadiyah Asli

“Pembatik mendapatkan upah sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tidak seperti sekarang,” ungkapnya. ? ?

Maka dari itu, ia berharap NU bisa membuat tim atau gerakan yang fokusnya adalah untuk mensejahterakan para pembatik tersebut. “Membuat sebuah gerakan yang semula pembatik adalah buruh yang dibayar dengan tidak manusiawi itu, menjadi sebuah wiraswastawan,” papar laki-laki yang menekuni dunia batik tulis ini.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, ia mengajak NU untuk membuat sebuah program atau wadah yang bisa mempertemukan antara para pembatik tersebut dengan para pembeli langsung.?

“Tentu gerakan ini sangat tidak disukai oleh para pengusaha. Dia pasti anti, tapi kita tidak peduli. Kita peduli pada batik Indonesia lestari,” ?

Selain itu, Djoko Susilo juga memberikan lukisan kepada Kiai Said. Ia menerangkan, lukisan yang bergambar Kiai Said tersebut ia selesaikan selama dua hari.?

Ia membubuhi lukisan tersebut dengan salah satu potongan ayat Al Quran, yaitu surat Ar Ruum ayat 22. Ia menilai bahwa ayat tersebut sangat cocok dan sesuai dengan karakteristik NU.

“Tuhan menciptakan manusia itu dengan beragam, warna kulit, bahasa, dan lainnya. Itu (sesuai dengan ciri dan karakter) NU,” tambahnya dengan?

Saat menerima lukisan tersebut, Kiai Said terlihat gembira. “Ya terima kasih, bagus sekali,” kata Kiai Said dengan senyum sumringah. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja Muhammadiyah Asli

Selasa, 20 Februari 2018

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Nganjuk, Muhammadiyah Asli. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (10/4). Ia menyerahkan total bantuan senilai Rp153,9 juta untuk 5 korban meninggal dan kebutuhan logistik.

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Korban meninggal terdiri dari kakak beradik Donny (24) dan Bayu (14), Kodri (16), Dwi (18). Keempatnya merupakan warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Korban kelima adalah Paidi (55) warga Dusun Jati Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor. Sebanyak lima orang menjadi korban tanah longsor, Ahad (9/4) di Dusun Dlopo, Desa Kepel.

Setiap korban meninggal mendapat santunan Rp15.000.000 sehingga total santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp75.000.000. Mensos juga menyerahkan bantuan logistik untuk bencana alam Kabupaten Nganjuk senilai Rp78.976.285. Jadi total bantuan yang diberikan Mensos sebesar Rp153.976.285.

Muhammadiyah Asli

Tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Mensos didampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Danrem Madiun Kolonel Inf. Piek Budiyakto, Dandim 0810 Letkol Arh. Sri Rusyono, Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono serta Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus meninjau dapur umum yang dikelola TAGANA untuk menyiapkan logistik ? relawan dan tim pencarian korban.?

Rombongan kemudian bergerak ke Posko Bencana Alam dilanjutkan peninjauan lokasi longsor desa Kepel kecamatan ? Ngetos, ? Kabupaten Nganjuk.?

Muhammadiyah Asli

"Bapak, kami turut berduka cita atas meninggalnya anak Bapak. Ikhlas ya Pak, Insyaallah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah," kata Mensos kepada Aksan, orangtua Donny dan Bayu.

Bapak dengan tiga anak itu bercerita sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia mengaku keduanya bahkan belum berpamitan saat meninggalkan rumah. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu.?

"Donny ini dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya melihat longsor," ujar Aksan lirih.?

Usai menyerahkan bantuan rombongan bergegas menuju lokasi longsor. Meski sempat dicegah karena tingkat kerawanannya tinggi dan masih ada kemungkinan tanah bergerak, namun Khofifah tetap melanjutkan peninjauan dengan menggunakan motor trail. Mensos meyakini seeing is believing sehingga ketika akan menyiapkan sebuah keputusan dan tindakan, telah didasarkan pada realitas empirik di lapangan.?

"Apalagi ini lempengan gunung Wilis dari Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri sehingga masing-masing kabupaten ini betul-betul harus menyiapkan rencana tata ruang yang aman bagi warganya," ujar Mensos setelah meninjau bekas longsoran.?

Di akhir kegiatan, Mensos berkunjung ke rumah duka keluarga Aksan. Istri Aksan, Hartini tampak sangat terpukul kehilangan dua puteranya sekaligus. Mensos membacakan doa untuk Donny dan Bayu serta mendoakan agar keluarganya sabar dan ikhlas.

Sementara itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengungkapkan longsor pertama terjadi Sabtu (8/4) dengan lebar 252 meter dan panjang 202 meter. Pada Ahad (9/4) hujan mengguyur dengan intensitas ringan di Kecamatan Ngetos. Hujan ringan mengakibatkan tanah bergerak terjadi pada jam 11.00 WIB dan memperlebar area longsor sekira 310 meter, panjang 900 meter. Longsor menutupi aliran sungai serta merusak areal pertanian.?

Taufiqurrahman mengatakan tanah bergerak menimbun warga yang sedang melakukan aktivitas di area persawahan. Menurut keterangan saksi, korban meninggal Paidi sedang mencari rumput. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sedang mengabadikan longsor.

Hingga Senin siang (10/4), sejumlah upaya telah dilakukan untuk melakukan evakuasi korban. Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh mitra dinas sosial terdiri dari TAGANA sebanyak 20 personil, Pendamping PKH sebanyak 130 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 20 orang dan 2 Pekerja Sosial.?

Sementara terkait bantuan permakanan TAGANA telah mendirikan dapur umum sementara tim dari Dinas Sosial Kabuoaten Nganjuk telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Kupang, Muhammadiyah Asli. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- XXII  tingkat Provinsi NTT di Asrama Haji Kupang, Jumat (21/6) hari ini.

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Seleksi STQ berlangsung selama tiga, guna mencari bakat bagi cabang Tilawah Qori dan Qoriah dan cabang Hifzil Quran baik dewasa maupun maupun golongan anak kanak-kanak dari setiap kabupaten Kota se-NTT. 

Demikian dikatakan Ketua LPTQ Provinsi NTT Drs. Jamal Ahmad, MM kepada media dalam jumpa pers di Asrama Haji Kupang (20/6). Seleksi STQ tingkat propinsi berlangsung selama tiga hari, guna mencari bakat Qori dan Qoriah, Hafizh Quran dan hafizh lima juz akan mencari duta MTQ tingkat Nasional  di Bangka Belitung pada tahun ini, katanya.

Muhammadiyah Asli

Semua Peserta masing-masing dari kabupaten Kota se-NTT. Peserta ikut STQ masing-masing cabang lomba sesuai dengan jenis mata lomba. lomba STQ diseleksi berdasarkan masing-masing tingkatan, mulai dari Cabang Lomba Tilawah Golongan Dewasa(Qori dan Qoriah), Cabang Tilawah Golongan  anak-anak (Qori dan Qoriaah) dan Cabang Hafizh Quran Golongan satu dan tilawah lima juz (Hafizh dan Hafizah).

Seleksi STQ tingkat Propinsi, juga bekerjasama dengan Kementrian agama Propinsi NTT. Kerjasama ini, dalam rangka meningkat  dan mewujudkan umat muslim yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dan menfasilitasi umat Islam untuk menjadi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam aspek kehidupan, kata Ketua LPTQ juga Ketua PWNU NTT itu. 

Muhammadiyah Asli

Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama Provinsi NTT, Drs. Samsul Maaril, mengatakan kegiatan STQ kerjasama Kementerian Agama dengan LPTQ NTT bertujuan sama-sama mencari  duta Propinsi yang berprestasi, berkualitas untuk mengikuti MTQ atau STQ tingkat Nasional. Sehingga bisa meningkat masyarakat yang agamis dari aspek kehidupan umat. Agar bisa mengamalkan ajaran islam yang baik dan benar.  

Kegiatan ini, bekerjsama dengan Kementrian agama dengan LPTQ NTT. Semoga  pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan Qiri dan Qoriah yang bisa membawa nama baik NTT ditingkat Nasional. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Tingkat Propinsi NTT  H. Mandar Langi Pua Upa, menambahkan persiapan panitia pelaksana STQ sudah mencapai delapan puluh persen pada H-1 menjelang hari hal kegiatan.

Sedangkan peserta dari 21 Kabupaten Kota sudah masuk, hanya beberapa kabupaten yang belum melaporkan kepada panitia, katanya. Beberapa kabupaten yang belum masuk tersebut, panitia telah mendapat informasi bahwa jadwal keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten besok besok baru bisa berangkat dari daerah masing-masing. 

Menurut Mandar, kegiatan Seleksi STQ Tingkat Provinsi dengan Tema, Dengan STQ Tingkat Provinsi Tahun 2013 Kita Ciptakan Masyarakat Yang agamais menuju kesejahateraan umat kondusif, harmonis dan bermartabat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Humor Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung semarak dimana-mana. PBNU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam peringatan yang berlatar belakang sejarah Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu tersebut.

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan hal itu di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/10). Menurutnya, respon semua pihak kepada program PBNU di Hari Santri seperti Kirab Resolusi Jihad NU dan pembacaan 1 Milar Shalawat Nariyah sungguh meriah sekali.

“Kami atas nama PBNU, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu peringatan Hari Santri, mulai dari TNI, Polri, Pemeritah Daerah, Presiden,” ungkapnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih khusus ia sampaikan terim kasih kepada seluruh warga NU yang memperingati Hari Santri dengan tertib, kreatif, dan penuh kesahajaan.

Ia menilai, peringatan Hari Santri 22 Oktober lalu penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai pengembangan wawasan kebangsaan, menyampaikan pesan sejarah, menanamkan nilai-nilai patriotik, membela tanah air, dan bangsa. “Ini bagian proses edukasi yang selama ini kurang didapat di sekolah,” katanya. ?

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut, ia menilai, peringatan tersebut menjadi perekat sosial sesama anak bangsa. Padahal sebelumnya, Hari Santri disinyalir akan melahirkan kelas sosial baru, akan semakin meruncingkan dikotom.

“Yang terjadi justru sebaliknya karena makna santri, menurut para kiai, tidak hanya terbatas yang mesantren di pondok, tapi seluruh warga masyarakat yang haus ilmu di pendidikan formal dan nomformal, serta memiliki watak dan adab kesantrian seperti menjaga ukhwah, memiliki spirit kebangsaan dan cinta tanah air,” jelasnya. ?

PBNU, sambungnya, berniat pembacaan Shalawat Nariyah akan menjadi agenda rutin tahunan di tiap peringatan Hari Santri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Nahdlatul, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Muhammadiyah Asli

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Aswaja, Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Sabtu, 06 Januari 2018

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Wonosobo, Muhammadiyah Asli. Para remaja dan pelajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau mengendalikan diri dari pergaulan bebas menyusul meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di daerah ini. Ironisnya, para penderita kebanyakan tengah memasuki usia produktif, yakni 24-35 tahun.

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto saat selapanan rutin (pertemuan bulanan) bersama Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kejajar, Wonosobo, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Tieng, Kejajar, Selasa (19/11).

Menurutnya, perlaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja sangat disayangkan, mengingat di usia produktif ini mereka semestinya memanfaatkan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi atau melakukan hal positif lainya. 

Muhammadiyah Asli

“Untuk meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) , dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto. 

Muhammadiyah Asli

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hidayah Kongsi Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo, Hakim Muzaki, saat memberi taushiyah mendorong hadirin untuk meneladani semangat juang para ulama NU. Pelajar NU harus sanggup menggunakan masa mudanya untuk berkontribusi kepada NU dan bangsa. 

Pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Kejajar, Mashud, mengaku senang dengan pertemuan PAC IPNU-IPPNU Kejajar kali ini. Tak hanya dihadiri kader IPNU-IPPNU ditingkat anak cabang tapi juga para pengurus di tingkat cabang. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pemurnian Aqidah, Aswaja, Quote Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

Jepara, Muhammadiyah Asli. Para ulama di Jepara, Jawa Tengah, menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, karena dinilai lebih banyak madhorotnya dibanding manfaatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi rekomendasi bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Keputusan didasarkan hasil kajian Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) Nahdlatul Jepara selama dua hari, 1-2 September 2007, yang diikuti oleh sejumlah kiai dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara.

“PLTN tidak hanya menyangkut masalah energi, tapi juga lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi. Untuk meneropong masalah tersebut, batasnya adalah manfaat dan bahaya bagi kepentingan umat,” kata Sekretaris Tim Perumus Bahtsul Masail KH Ahmad Roziqin di Kantor PCNU Jepara, Ahad (2/9).

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Setempat Tolak PLTN Jepara

“Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan PLTN Muria haram hukumnya. Energi yang dihasilkan hanya 2-4 persen, sementara limbah radioaktifnya sangat berbahaya,” kata Kiai Ahmad yang didampingi Ketua Tim Perumus KH Kholilurahman.

Para ulama NU Jepara berharap pemerintah membatalkan rencana pembangunan PLTN Muria. Meski masi berupa rencana, PLTN nyata-nyata menimbulkan keresahan umat .

Muhammadiyah Asli

Keputusan penolakan pembangunan PLTN berlaku pada tingkat lokal, yakni PLTN Muria. “Keputusan ini akan kami rekomendasikan ke PWNU dan PBNU sebagai bahan kajian lagi,” kata Kiai Ahmad dan Kiai Kholilurahman.

Ketua PBNU Ahmad Bagja di Jakarta mengatakan, PBNU akan membahas lagi persoalan PLTN Muria. "Keputusan PCNU Jepara itu kami nilai sebagai masukan atau rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam pembahasan nanti, kata Ahmad, PBNU sepertinya tidak akan terlalu jauh sampai ke penentuan fatwa halal atau haram bagi PLTN Muria. “Kami akan kaji manfaat dan mudaratnya dari aspek agama dan ilmiah,” katanya.(ant/gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Berita, Aswaja Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

ISNU ingin Siapkan SDM Nahdliyin

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, sebagai wadah para anak sekolahan NU, mengambil peran-peran strategis untuk kemajuan bangsa, negara, dan NU. Peran yang paling utama dalam bidang pemberdayaan pemikiran. 

Untuk tujuan itu, organisasi yang diketuai Ali Masykur Musa, segera melakukkan konsolidasi ke dalam dan ke luar. Ke dalam, melakukan percepatan pembentukan kepengurusan di daerah-daerah. Di sisi lain, juga berupaya menyumbangkan pemikiran dengan mengkaji berbagai persoalan yang berkembang dewasa ini. 

ISNU ingin Siapkan SDM Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU ingin Siapkan SDM Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU ingin Siapkan SDM Nahdliyin

Pada gilirannya, hasil kajian tersebut bisa dimanfaatkan warga NU dan masyarakat umum, bahkan pemerintah. 

Untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan ISNU sekarang ini, Abdullah Alawi dari Muhammadiyah Asli berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat ISNU, Kholid Syeirazi, di gedung PBNU, Kamis, (11/10). Berikut petikannya.

Muhammadiyah Asli

Sekarang ini ISNU lagi ngapain?

Lagi mendiskusikan delapan isu besar. Kita mengundang para pakar, para ahli yang kompeten, baik dalam ISNU sendiri, maupun dari luar; untuk mengkaji, membahas delapan isu besar. Yang pertama soal ketahanan pangan, putaran pertama. Insya Allah, nanti putaran kedua itu soal energi, pertambangan dan lingkungan hidup. Kita gali eksplorasi peta persoalannya dan peta jalan keluarnya untuk menyelesaikannya persoalan itu. Kemudian yang ketiga itu ekonomi makro. Ini terkait dengan arsitektur dan mazhab pembangunan ekonomi nasional. Itu kita diskusikan. Kemudian yang keempat itu soal infrastruktur. 

Muhammadiyah Asli

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi itu adalah dari infrastruktur yang membuat global competitifness Indonesia. Jebloknya itu karena infrastruktur. 

Kemudian yang seterusnya itu geopolitik dan diplommasi internasional. Ini untuk membaca dan memetakan posisi Indonesia dalam kancah percaturan negara-negara lain di dunia. Nanti kita ingin tahu di mana negara Indonesia dan letak strategis Indonesia di mana aja. 

Saya kasih contoh misalnya selat Hormuz . Iran itu hanya punya satu selat Hormuz. Tapi dia bisa menggoncang dunia dengan rencananya untuk memblokir itu karena dia lalu lintas dari sekitar 40% perdagangan minyak dunia. 

Nah, sementara Indonesia ini negara kepulauan. Punya banyak selat, misalanya selat Malaka. Ini selat yang memiliki chek point ya, dari lalu lintas perdagangan Indonesia. Kalau kita misalnya mau tutup selat ini bisa berdampak seperti ancaman Iran. 

Jadi, kita harus mengerti posisi itu bahwa kita ini juga punya daya tawar. Tapi kadang kita tidak tahu posisi kita sehingga menjadi lemah. Padahal sebenarnya kita ini kuat. Kita ini tidak punya pola identifikasi kita itu siapa. Kalau misalanya Anda tahu bahwa Anda burung, berarti bisa terbang. Kalau Anda katak, Anda bisa melompat. Kadang kita itu tidak tahu bahwa kita itu burung, bahkan burung besar. Kita ini seperti katak, hanya melompat-lompat, padahal bisa terbang. Itu geopolitik. 

Yang seterusnya, itu persoalan ppemerintahan otonomi daerah. Sekarang ini kita melihat ekses luar biasa dari pelaksanaan otonomi daerah. Misalnya banyak sekali Perda-Perda yang diterbitkan kemudian dianulir oleh Kementerian Dalam Negeri karena tidak sesuai dengan peraturan di atasnya. Selain tidak sesuai secar yurdis, secara ekonomis juga mmennghambat investasi karena dari sekian ribu, kalau tidak salah dari 3000 Perda, yang 1000 itu dibatalkan itu duplikasi pungutan. Yang sebenarnya itu kewenangan pusat, daerah ikut-ikut memungut retribusi macam-macam dan segala macam sehingga mengakibatkan ekonomi mengalami biaya tinggi. 

Selain itu juga misalnya ada Undang Minerba itu undang-undang yang pro otonomi daerah. Salah satu implementasinya adalah memberikan kuasa pertambangan itu kepada kepala daerah, bupati, dan gubernur. 

Jadi kalau mainsetnya itu areal tambangnya itu di kebupaten, yang berhak memberi kuasa pertambangan adalah  bupati. Saya kasih contoh, sekarang ini kita punya 16000 izin usaha pertambangan yang di antaranya adalah berwujud KP-KP pertambangan itu. Dari 16000 yang clean and clear itu hanya 4000-an. 

Jadi, 60% itu bermasalah. Itu jadi aspek prosedur. Dari aspek penerimaan negara dari 10000 izin usaha pertambangan 76 perjanjian kontrak karya pertambangan batu barat dan 46 kontak karya, royalti yang diterima oleh negara dalam satu tahun itu hanya 24 trilyun. Jadi sangat sedikit dibandingkan dengan kerusakan lingkungan dan keuntungan ekonmi yang sudah dibawa pergi oleh para kontraktor dan pelaku usaha itu. Dan menurut pengakuan Dirjen Minerba, hanya 20 % pelaku usaha tambang yang membayar royalti karena memang tidak ada datanya karena bupati itu asal mengeluarkan KP (Kuasa Pertambangan) izin untuk melakukan eksplorasi dan produksi. 

Makanya, nanti ada KP eksplorasi. Jadi kita juga ingin melihat bagamna ekses pelakasana operasi di daearh ini juga terkait dengan  rekomendasi NU yang meminta peninjauan ulang terhadap Pemilukada karena kalau mengacu kepada kaidah  fiqih, ternyata madaratnya itu sudah lebih besar sekarang ini ketimbang maslahatnya. Makanya perlu ditinjau ulang apakah implementasi, atau peraturan-peraturan turunannya sehingga ekses-ekses negatif itu bisa dihilangkan.

Dan yang terakhir, karena kita ini negara yang mayoritas muslim, dan kita negara demokrasi terbesar din dunia, kita juga ingin tahu bagaimana dari sisi peran agama dalam menyongsong dan menjadi elemen penting kebangkitan Indonesia ke depan karena kehadairan Indonnesia sebagai negeri muslim demokratis di dunia itu sekarang sekaligus menghempang, menampik teori Huntungton tentang benturan peradaban. 

Huntington bilang kan ke depan itu kekuatan ekonomi selesai dengan menang kapitalisme kan. Ke depan itu adalah ideologi antara demokrasi Barat, Islam, dan Konfusinisme. Tapi indoneisa ini berhasil mencapai sintasis yang di tempat-tempat lain itu susah, untuk mengkonvergensikan antara Islam dan demokrasi. Dan kita ingin tahu seperti apa aktualisasi Islam yang kompatible dengan cita-cita kita menjadi burung yang terbang tadi. 

Nama dari delapan topik ini apa?

Kita bikin namanya cetak biru dan peta jalan kebangkitan Indonesia. Nanti hasil diskusi ini akan kita rumuskan ke dalam poin-poin strategis besar yang  pada gilirannya akan kita sumbangakan kepada publik. Nanti kita akan ujisahihkan kita akan roadshow ke perguruan-perguran tinggi dan juga kepada pesantren-pesantren dan akan disumbangkan kepada sipa pun memimpin Indonesia ke depan.

Sababul wurud dari kegiatan ini apa? 

Adalah keprihatinan kita terhadap sikap yang pesimis keadaan. Setidaknya keprihatinan. Saya tidak ingin kita ini merasa nggak punya masa depan. Kita ini optimis. Kita ini sekarang ini dipuji-puji oleh negara-negara di dunia sebagai salah satu kandidat raksasa ekonomi dunia.

Apa dasar pendapat mereka?

Di tengah perekonomian Amerika yang hingga sekarang belum pulih dan gelombang resesi panjang di Eropa, dan hampir semua pertumbuhan ekonomimnya minus; di Asia, salah satunya Indonesia, ini menunjukkan trend yang naik terus pertumbuhan ekonominya. Karena itu, pengakuan dari Amerika sekarang ini, karena ayunan pendulum dari poros Amerika dan Eropa akan bergeser ke Asia, Asia Fasifik. Sekarang ini, Amerika akan menggeser fokus kekuatan militer dari Atlantik ke Fasisifik untuk mengamankan itu. Kita harus mengantisipasi itu. Anda pernah baca buku Farid Zakaria Right of the Rice, bangkitnya kekuatan dunia yang lain, selain Amerka dan Eropa.

Faktor apa Indonesia bisa seperti itu?

Satu, aspek ekonomi ya. Kita penduduknya luar biasa besar. Penduduk kita 235 juta. Butuh makan semua. Kalau orang makan, selain butuh makan, butuh bergerak; dia ke sekolah, dia menggunakan transportasi. Selain butuh makan, butuh energi. Itu sudah menggerakkan perekonomian. 

Jadi, kalau mau berseloroh begitu, Presiden SBY itu, tiduran aja, nggak berbuat apa-apa, ekonomi kita itu tumbuh 4% karena kekuatan konsumsi domestiknya itu. Secara demograpi, Indonesia itu banyak memiliki usia produktif. Kalau sekarang ini Jepang memiliki ancaman karena persentase penduduk lansianya sudah lebih besar ketimbang penduduk yang usia produktif. Itu mempengaruhi juga. 

Itu dari aspek perhitungan ekonominya. Pertambahan penduduk, usia produktif. Mereka butuh makan, menggerakkan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi kita itu 4% disumbang oleh konsumsi domestik. Kalau pakai statistik yang kasar aja, sekarang ini kita punya 130 juta kelas menengah yang pendapatannya, pengeluarannya lebih dari 2 Dollar per hari. Itu makan, belanja, ngopi itu menggerakkan ekonomi. Luar biasa. Itu yang pertama.

Yang kedua, ketergantungan kita terhadap ekspor; persentase ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tidak sebanyak dan sebesar negara-negara lain seperti Korea Selatan, Hongkong, Pilifina, bahkan Malaysia. Ekspor ini kan menandakan arus globalisasi. Kalau misalnya pasar dunia itu resesi, otomatis kita tak bisa jualan ke luar negeri. Lha, negara yang penghasilan  PDB-nya banyak diseumbang ekspor kemarin itu, 2008, minus semua. Nah, Indonesia itu hanya 25%, Malaysia sampai 40%, Singapura 80% menggantungkan pendapatnya dari ekspor sehingga begitu ada goncangan di pasar dunia PDB-nya langsung anjlok.

Yang jadi soal, dari keadaan itu, sehingga ISNU membahas dari sekarang itu apa? Ya, kita ini kan, kalau mau pakai statistik 230 juta, taruhlah 60-80 jutanya itu warga NU. Kalau perubahan konfigurasi dunia itu pasti terkait dengan kebutuhan warga NU. Lha kita sebagai sarjana NU, ikut harus ambil bagian bagaimana meletakkan komunitas Nahdliyin ini dalam pergeseran dunia yang berubah secara geopolotik dan geekonomi. Kita ingin menyisir 8 isu besar itu untuk mempersiapkan pangkalan-pangkalan tack of itu, sekaligus pangkalan pendaratannya, kalau bahasanya Gus Dur.

Peran yang dilakukan ISNU seperti apa? 

ISNU ini kan kiprahnya di kiprah sumbangan-sumbangan pemikiran. Kita bikin buku, kita sosialisasikan, kita seumbangkan dalam bentuk konsep-konsep. Yang kedua, ISNU juga SDM, banyak sekali anggota NU yang sekarang ini sudah sarjana. Dan sarjana-sarjana ini sudah terbai’at dan sudah membai’atkan diri untuk menyumbang pemikiran dan tenaga yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara.

Menyumbang pemkiran. Terus yang melaksanakan siapa? 

Ya, ISNU juga. ISNU juga melaksanakan, mengawal. Yang melaksanakan, sebanarnya bisa siapa saja, kalau ISNU kita punya buku, kita sumbangkan, kemudian dilaksanakan oleh presiden terpilih. Itu misanya menjadi jariyah yang pahalanya tidak akan berhenti itu, kepada orang-orang yang punya inisiatif.

Bagaimana proses pengawalannya?

Kita punya konsep, kita roadshow-kan, kita sosialisasikan. Habis itu kita bikin kontrak politi. You akan menjadi presiden, kalau you bisa menjalankan kita punya konsep. Dan kita punya konsep ini sudah diujisahihkan. Itulah sebagai bergaining kita terhadap pemerintahan yang akan datang. 

Dari segi keorganisasin, ISNU ini sudah sampai kemana sekarang? 

Kita sudah 22 lebih wilayah yan sudah kita SK. Waktu Pak Ali Masykur mengambil tanggung jawab, hanya ada 4 wilayah. Sekarang sudah 22 wilayah. Padahal belum setahun. Alhamdulillah, putaran roda kita berjalan dengan cukup cepat. Termasuk cabang-cabang. Sudah berdiri dengan inisiatif sendiri-sendiri karena girahnya cukup besar, malah banyak permintaan pendirian. Padahal kita konsentrasinya willayah, ternyata cabang-cabang ini sudah ada yang inisiatif untuk berdiri lebih dulu. Ya udah karena dari bawah, kita akomodasi, kita SK-kan. 

Target selesai, kapan? 

Fwbruari 2013 seluruh wilayah terbentuk, dan sudah kita lantik semua sehingga siap untuk bekerja. Setelah itu nanti cabang-cabang.Cetak biru ISNU untuk pengurusnya sendiri bagaimana arah perjuangannya.Ada dua. Ke dalam dan keluar. Yang keluar seperti sekarang ini kita lakukan. Yang ke dalam ini konsolidasi. Salah satu program yang ingin kita fokuskan adalah sementara ini kita nggak punya database berapa jumlah sarjana NU dan apa kompetensi bidangnya masing-masing. Sampai sekarang itu kita belum punya.

Lha kita mau mengaktifkan website yang akan secara otomatis menjadi database mengidentifikasi berapa kuantitas dan apa kompetensinya. Ini memang kerja agak panjang. Kalau sudah ada nanti kita akan sumbangkan ke NU. Kita ini punya sekian sarjana. Selama ini klaim aja, punya ratusan doktor, tapi berapa jumlahnya apa kompetensinya, dari mana lulusannya kan belum ada. Nah, ini akan kita fokuskan sebagai salah satu program konsolidasi ke dalam dalam waktu dekat.

Kalau sudah teridentifikasi, hal nyata yang dilakukan?

Ini kan berjajaring, silaturahim. Kalau nanti dia punya kiprah, kita dorong supaya karirnya lebih tinggi, karena NU ini kan pasti akan menjadi bagian penting dari  penentuan kebijakan. Misalnya kalau orang mau ngangkat direktur, mau ngangkat komisaris itu pasti NU diajak ngomong. Tapi kalau misalnya kita nggak punya database akhirnya yang mau kita dorong siapa itu nggak jelas. Orang yang misalnya backround pendidikannya itu sarjana agama, tapi kemudian ditaruh di komisaris perhutani itu tidak tidak right man on the right place karena nggak punya database itu. 

Kalau dibanding-banding, secara umum, di ISNU itu sarjana umum atau sarjana agama sekarang ini? 

Sekarang ini sudah banyak doktor-doktor umum di NU, bahkan lulusan luar negeri.          

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Rembang, Muhammadiyah Asli - Setelah menerjunkan 30 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu para korban angin puting beliung di Kecamatan Winong, Pati, Jumat (13/01) pagi puluhan anggota yang terdiri dari satuan Bagana (Banser Tanggap Bencana) kembali diterjunkan untuk membantu para korban angin puting beliung di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Angin yang menerjang pada Kamis sore itu membuat sedikitnya 20 rumah rusak ringan, dan 2 rumah roboh, dan berada RT 04 RW 02. Meski tak ada korban jiwa, total kerugian ditaksir hingga 38 juta rupiah.

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Terjunkan Bagana, Bantu Korban Puting Beliung di Pati dan Rembang

Kepala Komando Satuan Banser Tanggap Bencana Kabupaten Rembang, Jamian menjelaskan, selain membantu warga untuk membenahi rumah korban yang diterpa angin, para relawan juga memangkas pepohonan yang dinilai rawan saat terjadi angin kencang.

Muhammadiyah Asli

"Kami juga membantu warga memangkas pepohonan yang rawan jika ada angin kencang. Meski sebagian para anggota Banser membantu membersikan dan membenahi rumah warga seperti genting yang dibawa angin,” ujarnya.

Dengan gerak cepat, tim BPBD bersama para relawan juga mengumpulkan bantuan bagi para korban bencana. Selain itu, bagi warga yang rumahnya roboh akan mendapatkan bantuan 10 juta rupiah, sedangkan yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan satu juta rupiah.

Muhammadiyah Asli

Sementara Kasatkorcab Banser Rembang Zainal Arifin mengimbau jajarannya untuk terus siap siaga. Hal itu dimaksudkan jika setiap saat dibutuhkan. Menurutnya, Kabupaten Rembang ada beberapa titik Kecamatan yang menjadi langganan bencana, mulai angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. (Ahmad Asmui/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Daerah, Aswaja, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Jumat, 08 Desember 2017

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat

Banyuwangi, Muhammadiyah Asli. Pelajar NU Banyuwangi berlatih pencak silat di halaman kantor PCNU Banyuwangi, Jumat (26/5) malam. Panitia pelaksana Moh. Setio Aji mengatakan, gelaran ini sebagai upaya agar kesehatan dan kebugaran jasmani maupun rohani pelajar NU terjaga.

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Silaturahim Anggota dengan Pencak Silat

"Sekaligus saya menginisiasi ini ? sesuai dengan semboyan Triguna Sakti yaitu "berjiwa sehat, berpikir cerdas dan berprestasi," tutur Aji pada kegiatan bertajuk "Luru Ilmu Silat Bareng-bareng."

Aji juga menambahkan, beberapa manfaat lain berlatih silat di antaranya membangkitkan rasa percaya diri, melatih ketahanan mental, mengembangkan mawas diri yang tinggi, dan membangun sportivitas dan jiwa.

"Tentu juga dengan langkah ini, kader-kader mempunyai sikap kepribadian yang disiplin, tekun, ulet dan kosentrasi," tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan tersebut juga sebagai ajang silaturahim anggota dan pengurus sepekan sekali.?

"Saya menilai terobosan ini sangat produktif sekali. Karena pengurus dan anggota membaur menjadi satu dalam menentukan langkah-langkah taktis guna memecahkan berbagai persoalan. Karena kita selalu kumpul dan komunikasi setiap satu pekan sekali," tutur Aji.

Ia berharap dengan latihan terus-menerus menjadi pintu gerbang kaderisasi nonformal dan sekaligus alat pengembangan minat bakat kader-kader Nahdlatul Ulama.

Kegiatan rutin itu dilaksanakan tiap Jumat malam selepas shalat Isya. "Khusus selama bulan ramadhan dilaksanakan selepas shalat tarawih dan tadarus bersama. Jika selain di bulan ramadhan dilaksanakan pada puku 19.00 WIB seusai shalat Isya," tutupnya.

Muhammadiyah Asli

Kegiatan itu diapresiasi Wakil Ketua 1 bidang organisasi Haris Budi Utomo dan beberapa puluhan kader IPNU IPPNU dari ranting se-kecamatan Banyuwangi. (Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, AlaNu, Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 29 November 2017

Sambut Peringatan Nuzulul Qur’an, Al-Afifiyah Bagikan Ribuan Takjil

Bandung, Muhammadiyah Asli?



Majelis Taklim Al-Afifiyah Kota Bandung akan membagikan sekitar 10.000 takjil gratis di beberapa titik jalanan macet seputar Kota Bandung, pada Ahad (11/6).

Menurut Pimpinan Majelis Taklim Al-Afifiyah KH Wahyu Afif Al-Ghofiqi bagi-bagi takjil merupakan program rutin tahunan majelis ta’lim yang berlokasi di Kelurahan Cirangrang, Babakan Ciparay Kota Bandung di Ramadhan menjelang peringatan Nuzulul Quran.

Sambut Peringatan Nuzulul Qur’an, Al-Afifiyah Bagikan Ribuan Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Peringatan Nuzulul Qur’an, Al-Afifiyah Bagikan Ribuan Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Peringatan Nuzulul Qur’an, Al-Afifiyah Bagikan Ribuan Takjil

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian jamaah Al-Afifiyah kepada kaum muslimin yang beribadah puasa, namun masih terjebak macet di jalanan saat tiba waktunya buka. Kasihan saudara kita,” kata kiai muda akrab dipanggil Kang Mako.

Beberapa titik langganan macet di Kota Bandung akan menjadi sasaran pembagian takjil, di antaranya seputar gerbang tol Kopo, jalan Cibaduyut, Moh.Toha, dan lain lain.?

Selanjutnya, dituturkan Kang Mako, selain bagi-bagi takjil, pada hari yang sama, di MT Al-Afifiyah juga akan diadakan santunan kapada kaum dhu’afa dan jompo serta acara semaan Al-Qur’an.

Muhammadiyah Asli

Semaan ini akan dipandu oleh sejumlah hafidz dan hafidzah, di antaranya Muslih, Fahrurrozi, Ibnu Mahbub, Syahidul Haqq dan lain lain.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah anggota Banser dari Satkorcab Kota Bandung itu dimulai sejak pukul 15.30 WIB. (Edi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Aswaja Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Indramayu, Muhammadiyah Asli. Pengurus MWCNU Jatibarang kabupaten Indramayu memberikan santunan kepada anak yatim di depalan dari 15 ranting NU yang ada di Jatibarang, Kamis (16/7). Santunan ini diadakan sebagai bentuk tunjangan pendidikan anak yatim (Ayo mondok).

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Penerima bantuan pendidikan ini berasal dari ranting NU Malangsemirang, Lohbener Lor, Krasak, Pawidean, Kebulen, Jatibarang Baru, Bulak Lor, dan Bulak Kidul.

Pihak MWCNU Jatibarang ke depan akan melakukan pemantauan, evaluasi, dan pendataan terkait jumlah anak yatim di seluruh ranting yang tersebar di Jatibarang. Data ini akan dipakai untuk menunjang program khusus pendidikan anak yatim (Ayo Mondok) yang telah dicanangkan MWCNU Jatibarang.

Muhammadiyah Asli

Pengasuh pesantren As-Salam Bulak ustadz Ahmad Ibnu Sya’roni menyambut baik dan menyatakan siap mendukung sepenuhnya program tahunan ini.

Muhammadiyah Asli

“Acara santunan jangan hanya seremoni tetapi harus menghasilkan program atau mendukung program yang telah ada. Semoga acara ini menjadi berkah bagi kita ‘Wong NU’ dan menjadi eskalator komunikasi antara Majelis Wakil Cabang NU Jatibarang, ranting, dan anak ranting secara khusus, dan secara umum bagi warga Nahdliyin,” kata Ustadz Sya’roni. (Dede Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Meme Islam, Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Yerusalem, Muhammadiyah Asli

Pesawat tempur Israel menyerak sebuah target di Suriah, Senin waktu setempat, setelah tembakan nyasar dari faksi-faksi yang saling bertempur di Suriah sampai ke tanah Israel.

Tembakan dari Suriah itu menghantam sebuah wilayah terbuka dekat perbatasan di Dataran Tinggi Golan, kata militer Israel seperti dikutip Reuters.

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Insiden ini tidak menimbulkan korban, sedangkan sasaran serangan udara Israel ke Suriah adalah ke situs peluncur roket milik tentara Suriah.

Di masa lalu militer Suriah juga meluncurkan respon yang sama ketika tembakan mortir mendarat di Golan ketika terjadi pertempuran di Suriah.

Muhammadiyah Asli

Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Santri, AlaNu Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Oleh M. Iqbal Syauqi

--Siapa tidak mengenal TPQ? Mungkin di tiap daerah punya sebutan sendiri-sendiri. Taman Pendidikan Al-Qur’an (biasa disingkat TPQ atau TPA) adalah suatu tempat pendidikan dini bagi anak-anak untuk mulai mengenal dan meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Menarik kita lihat bagaimana perkembangan TPQ dewasa ini. Beberapa sudah menggunakan sistem klasikal, dan para murid dikelompokkan ke dalam beberapa kelas sesuai kemampuan bacaannya atau sebanyak apa jumlah ayat yang mereka baca. Beberapa sistem pengajaran juga memudahkan untuk menggolongkan mereka ke dalam kelas, kita mengenal sistem Baghdadi, Qira’aati, Tartiila, Iqra’, Yanbuu’a, dan banyak lainnya untuk memudahkan mengenal dan membaca ayat Al-Qur’an.

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Selain itu dalam sistem klasikal itu selain membaca Al-Qur’an sering ditambah dengan pelajaran Bahasa Arab dasar, Fiqih Ibadah, Akhlaq dan Etika sehari-hari tergantung dari sisi mana kecocokan intelektual tersebut untuk menerima muatan materi. Di sisi lain masih banyak juga TPQ tanpa sistem klasikal, dan para murid dibimbing oleh guru yang lebih sedikit. Dari sini guru dituntut sabar mendidik murid dari segala tingkatan kemampuan membaca.

Kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem. Dalam sistem klasikal, dibutuhkan guru yang lebih banyak untuk mendidik di kelas-kelas yang berbeda. Sebaliknya, dalam sitem tradisional, guru akan kesulitan untuk mengajar jika banyak jumlah muridnya.

TPQ yang "Sehat"

Muhammadiyah Asli

Penulis turut menyayangkan keadaan banyak TPQ saat ini. Di balik makin baiknya infrastruktur masjid-masjid kita, TPQ-TPQ yang dulu dikembangkan mulai berkurang animo muridnya. Anak-anak SD saat ini di sore hari lebih banyak yang pergi ke lokasi les privat ataupun lelah setelah bersekolah sampai sore. Namun syukurlah, masih banyak orang tua yang dengan berat hati memaksa anak-anaknya untuk pergi mengaji dengan ikhlas.

Hal yang juga turut diperhatikan adalah masalah pendidik yang berada di TPQ tersebut. Pergerakan kaum fundamentalis, dalam hal ini yang membawa ajaran-ajaran yang dapat disebut ekstrem, telah banyak menghinggapi masjid-masjid kita. Sedikit banyak kegiatan-kegiatan masjid diperbarui, kemudian pos pengajar-pengajar TPQ mulai diisi oleh anggota kaum tersebut yang memang sekilas amat islami dari segi pakaian dan perilaku. Bacaan Al Qur’an mereka juga fasih, dan sejauh hanya dalam batas-batas tersebut, rasanya itu adalah hal yang baik, dan para murid pun menjadi lebih baik ajaran Al Qur’annya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah jika mereka menanamkan nilai-nilai ekstremisme mulai dari hal-hal terkecil, seperti dalam akhlaq berpakaian, akhlaq dengan teman, akhlaq dengan kedua orang tua, sampai pada titik tertentu menanamkan permusuhan dengan kelompok lainnya, bahkan ajakan-ajakan untuk berani berdakwah dan berjihad. Murid TPQ yang kebanyakan adalah anak-anak, tentunya akan tertarik dengan ajakan semacam itu.

Para pendiri TPQ tentu berusaha menanamkan nilai-nilai Qur’ani tanpa pretensi apapun. Mereka dengan ikhlas mendidik murid-muridnya yang masih kecil, dan begitu sang murid sudah besar kerap kali pengajar TPQ yang mulai menua terlupakan begitu saja. Dalam keadaan tua semacam itu, tentu saja mereka membutuhkan pengganti yang akan meneruskan jejak TPQ itu. Bagaimana jika ternyata para penerus yang menawarkan diri untuk mengembangkan TPQ adalah kaum-kaum yang bersikap ekstrem dalam beragama? Maka amat disayangkan jika generasi muda kita berkembang dalam sikap menolak dengan budaya yang telah mapan di masyarakat.

Sistem pengkaderan agaknya perlu diperhatikan dalam membina TPQ. Seperti kita ketahui, bahwa seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Sebagaimana pesantren, TPQ berkembang dari dengan pijakan budaya setempat. Selayaknya para pembina TPQ yang baru ini adalah warga kampung itu sendiri, yang memahami bagaimana keadaan kampung tersebut. Dibutuhkan putra-putri kampung yang mau turun tangan, kembali mengabdi untuk meneruskan estafet pendidikan Al Qur’an di sana. Jangan mudah mempercayakan pendidikan agama anak-anak kepada orang luar yang sangat mungkin mempunyai misi tertentu.

Muhammadiyah Asli

Pendidikan pemuda kita sebenarnya telah mencapai tahap yang menggembirakan. Banyak dibuka kampus-kampus yang membuka jurusan-jurusan pendidikan guru agama. Selain itu, berbagai metode pengajaran telah dikembangkan oleh para ahli. Namun terkadang metode-metode yang dibawa dari kampus-kampus adalah hal-hal yang sulit diterjemahkan ke dalam masyarakat, dan terbentur dengan realitas yang ada. Kecakapan seorang guru dan keikhlasan amat dibutuhkan.

Untuk membentuk TPQ yang sehat, diperlukan keyakinan yang lapang, pikiran yang kreatif, dan jiwa yang tulus. Al Qur’an harus dibumikan dan terus dilestarikan gemanya dalam masyarakat, dan terus terbuka untuk menerima nilai-nilai kemasyarakatan yang luhur. Tingkatan awal usaha menghidupkan dan menjaga keberadaannya adalah dengan mulai mempelajari cara membacanya. Wallahu A’lam.

M. Iqbal Syauqi, santri PP. Nurul Ulum Malang, anggota CSS MoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs)? UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Pesantren, IMNU Muhammadiyah Asli

Jumat, 17 November 2017

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

Demak, Muhammadiyah Asli. Pendidikan dasar untuk anak usia dini sangat penting. Pendidikan pada umur itu bagaikan menulis di kertas putih dan polos, tergantung siapa menulis dan bagaimana bentuk tulisannya. Di sinilah langkah awal orang tua menanamkan ideologi atau akidah anak sebagai pondasi awal keimanan dan ketakwaan.

Demikian disampaikan salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj.Ida Nur Sa’adah saat mengisi ceramah pada wisuda anak anak TPQ dan RA Raudlatun Najah Desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Sabtu malam (29/6).

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)
TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

“Pentingnya pendidikan agama dalam hal ini baca Al-Qur’an bagi anak untuk menanamkan dasar atau pondasi keimanan dan ketaqwaannya jadi filter budaya global dalam kehidupannya,” ungkpa Ida.

Muhammadiyah Asli

Dalam kiprahnya, menurut Ida, TPQ selain mendidik santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an, juga diharap para guru dalam mengajarkannya bisa mengimplementasikan akhlak anak anak menjadi akhlak Al-Qur’an yang senantiasa membentengi sifat-sifat sayyi’ah (buruk, red.) manusia.

Muhammadiyah Asli

Dalam hal tersebut, ia menukil pendapat Imam Ghozali yang mengatakan kategori sifat manusia yang terbagi empat, yakni sifat subu’iyyah (buas) sifat bihimiyyah (nafsu binatang), sifat syaithoniyyah (nafsu syetan), sifat robbaniyyah (sifat sifat Allah).

“Untuk mengembangkan dan mengamalkan sifat robbaniyyah pendidikan agama dan doa orang tua menjadi kunci utama pembentukan generasi yang berakhlkaqul karimah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, TPQ mendidik santri membaca Al-Qur’an dengan “murottal mujawwaj” tartil dan benar membentuk akhlak Qur’ani sesuai sifat sifat robbaniyyah.

Dalam kesempatan yang sama pengasuh TPQ dan RA Darun Najah yang juga Syuriyah MWC NU Wonosalam KH Ali Mahmudi menyampaikan, dalam tahun ini lembaga yang diasuhnya berhasil mewisuda 22 santri yang khatam bin nadhor (tartilan 30 juz)  dan khatam juz amma bil ghoib dari 120 santri yang masih aktif belajar,

“Alhamdulillah dalam perkembangannya tiap tahun santri kami bertambah, ini berkat kesadaran warga akan pentingnya baca tulis Al-Qur’an. Di tahun ini kami berhasil mewisuda 22 santri baik bin nadhor 30 juz maupun juz amma bil ghoib,” kata KH Ali Mahmudi.

Acara wisuda dan khaflah akhir sanah tersebut selain dihadiri santri dan wali santri juga dihadiri jamaah dari warga sekitar, selain itu juga dihadiri Pengurus Cabang NU KH Saronji Dahlan, Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan Muspika Wonosalam.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja Muhammadiyah Asli

Rabu, 15 November 2017

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Bogor, Muhammadiyah Asli

Guna membentengi NKRI dari ancaman paham radikal dan liberal yang kian marak, Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat kembali relasi Islam dan kearifan lokal.

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU Bogor Serukan Penguatan Relasi Islam-Sunda

Sekretaris LBM NU Kabupaten Bogor Ustadz Ahmad Idhofi mengatakan, NKRI bersatu karena budaya. Islam mengakar kuat di Indonesia juga karena budaya. “Islam dapat diterima secara terbuka oleh masyarakat Sunda karena adanya akulturasi. Islam dan budaya Sunda dapat hidup berdampingan,” kata Idhofi di Bogor, Rabu (25/1).

Sebelumnya pada Ahad (22/1), ia menggagas kegiatan “Tawassul dan Napak Tilas Sejarah dan Relasi Islam- Sunda” di Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah, Jalan Karacak KM 03, Kampung Geledug, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Muhammadiyah Asli

Idhofi mengutarakan, penyebaran Islam di tatar Sunda tidak terlepas dari peran Maharaja Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran Prabu Siliwangi, bertahta pada 1482-1521 M. Ia berperan besar dalam proses Islamisasi Bogor maupun tatar Sunda umumnya.

Muhammadiyah Asli

“Semua kerajaan di tatar Sunda dan mayoritas ulama besar Sunda merupakan anak cucu keturunan Prabu Siliwangi,” papar alumnus program S2 Pascasarjana UIKA Bogor ini.

Ketua MWC NU Kecamatan Leuwisadeng Baejuri mengatakan, orang Sunda identik dengan Islam. Ada istilah Islam itu Sunda, Sunda itu Islam. Hal ini berkat perjuangan para ulama dan pemimpin masa silam.

Ahmad Fahir menyampaikan, sejarah perjumpaan Islam dengan Sunda terbilang sangat panjang. Bahkan Islam masuk wilayah Sunda jauh sebelum era Wali Songo pada abad ke-15 dan 16, yang juga dikenal sebagai puncak Islamisasi Nusantara.

“Syaikh Quro mendirikan pesantren pertama di Nusantara sebelum era Wali Songo. Ia memiliki andil besar dalam mengislamkan Prabu Siliwangi dan menjadikan dinastinya di Kerajaan Pajajaran (terutama dari garis isteri Subang Larang Cirebon) dan dari garis Kerajaan Talaga sebagai aktor utama penyebaran Islam tatar Sunda,” kata Fahir.

Wilayah tatar Sunda dimaksud kini masuk dalam sejumlah provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan wilayah barat Jawa Tengah.

Islam diperkirakan telah masuk tatar Sunda sejak awal abad 12, seperti dikisahkan babad Pamijahan, Tasikmalaya. Pada abad 17, seorang ulama besar bernama Syaikh Abdul Muhyi, melakukan napak tilas bertahun-tahun mencari goa safar wadi peninggalan Syaikh Abdul Qodir al-Jailani saat berguru ke Syaikh Sanusi pada abad 12.

“Islam berkembang pesat tatar Sunda karena berdampingan dengan budaya Sunda. Masyarakat menerima Islam secara terbuka, dan tetap melestarikan budaya,” katanya.

Ustadz Zulfiqor, pengurus MUI Kabupaten Bogor menambahkan, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang relasi Islam-Sunda.

“Banyak sejarah Islam Sunda yang masih misteri dan belum terungkap karena kekurangan literatur. Tugas kita untuk menggalinya, agar dapat memahami sejarah secara utuh,” tutur mantan ketua IPNU Cabang Kabupaten Bogor ini.

Pesantren Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah didirikan KH Supendi pada 1993 dan mengelola SMP, MTs, SMK, MA, dan perguruan tinggi, dengan total santri lebih dari seribu orang.

Kegiatan tersebut menghadirkan aktivis NU dan pegiat budaya Sunda Ahmad Fahir, diikuti 50 orang alumni, mahasiswa, dan guru Pesantren Nurul Iman Al-Hasanah; utusan MWCNU Kecamatan Leuwiliang, guru SMP Ma’arif NU Cilebut, dan pengurus MUI Kabupaten Bogor. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Halaqoh, Aswaja Muhammadiyah Asli

Senin, 13 November 2017

PMII Unjuk Rasa, Perda Miras di Subang Disahkan

Subang, Muhammadiyah Asli. Puluhan mahasiswa PMII Subang berunjuk rasa menuntut DPRD setempat untuk segera mengesahkan Perda tentang Larangan Peredaran Miras, Senin (2/2). Mereka menilai kebutuhan akan pengesahan Perda Miras sudah sangat mendesak.

PMII Unjuk Rasa, Perda Miras di Subang Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unjuk Rasa, Perda Miras di Subang Disahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unjuk Rasa, Perda Miras di Subang Disahkan

Menurut Ketua PMII Subang Abdunnasir, saat ini peredaran miras dari berbagai jenis dan merk masih dijual bebas bahkan minuman beralkohol semisal bir masih tetap dijual bebas di mini-mini market yang bertebaran di seluruh penjuru kota dan desa di Subang.

"Ini jelas sangat membahayakan terutama anak-anak remaja," kata koordinator aksi Subhi Munir. Pihaknya juga mendesak agar dalam isi perda termaktub juga soal larangan minuman oplosan.

Muhammadiyah Asli

Ketua MUI Subang KH Musa Mutaqien menyambut baik dorongan mahasiswa PMII tersebut. Menurut Kiai Musa, sikap PMII itu merupakan bagian dari dukungan masyarakat terhadap pemberantasan miras di Subang.

Muhammadiyah Asli

"Apalagi Subang ini akan dijadikan sebagai salah satu kabupaten halal di Jawa Barat. Jadi dengan dukungan dari masyarakat, bisa menekan pemerintah agar serius memberantas peredaran miras di Subang," ujar Kiai Musa saat menghadiri rapat paripurna DPRD Subang

Wakil Ketua DPRD Subang Agus Masykur yang menemui pengunjuk rasa PMII menegaskan, "Hari ini juga Perda Larangan Peredaran Miras pasti kami sahkan."

Sebab, Agus menjelaskan, proses pembahasan Perda Miras itu saat ini sudah masuk masa persidangan paripurna tahap akhir pandangan fraksi. "Jadi, dapat dipastikan bisa langsung disahkan."

Agus mengungkapkan, salah satu pasal Perda itu mengatur bahwa hanya minuman golongan A dengan kadar alkohol 0-5 persen saja yang boleh beredar di Subang.

"Peredarannya pun terbatas hanya di supermarket dan hotel berbintang," ujar Agus. Dan jika ada yang membandel,"Pelakunya bisa dikenai hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta."?

Bupati Subang Ojang Sohandi mengapresiasi pengesahan perda itu. "Begitu perdanya terbit, kami akan langsung bergerak," kata Ojang.

Ojang berjanji akan memaksimalkan Satpol PP dalam penegakan perda anti miras tersebut. "Kami tidak ingin ada nyawa yang melayang sia-sia gara-gara minuman keras dan oplosan," ia menegaskan. (Zenal Mutaqin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Asli

Rabu, 08 November 2017

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, Muhammadiyah Asli - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

Muhammadiyah Asli

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

Muhammadiyah Asli

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Aswaja, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 07 November 2017

PCNU Brebes Ziarah Walisongo, Doakan Negeri Aman

Brebes,Muhammadiyah Asli. Untuk menciptakan kondisi Kabupaten Brebes tetap dalam keadan aman, nyaman dan beriman, jajaran Pengurus Cabang (PC) dan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) se Brebes melakukan Ziarah Walisongo. Terutama menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 9 Oktober mendatang. 

PCNU Brebes Ziarah Walisongo, Doakan Negeri Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Brebes Ziarah Walisongo, Doakan Negeri Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Brebes Ziarah Walisongo, Doakan Negeri Aman

“Masyarakat Brebes yang mayoritas Nahdliyin (warga NU,red), harus kita doakan agar tetap dalam keadaan aman, nyaman dan beriman,” ujar Ketua PC NU Brebes H Athoillah MSi di sela Ziarah.

Apalagi, lanjutnya, menghadapi pemilukada banyak kepentingan yang dihajatkan dalam rangka menuju kemaslahatan umat. “Doa, menjadi sarana memohon keridloan Allah SWT,” terangnya.

Muhammadiyah Asli

Tidak menutup kemungkinan, perjuangan dalam rangka menggolkan pemimpin Brebes banyak aral melintang yang mengganggu proses pemilukada. Maka jalan satu-satunya, mengharap kekuatan dari Allah SWT. “NU sebagai kekuatan agama, sosial dan kemasyarakatan turut peduli mensukseskan pemilukada Brebes,” ujar Athoillah yang juga Ketua BKD Brebes. 

Ketua Panitia Ziarah Walisongo, H Sodikin Rachman menjelaskan, ziarah diikuti 117 yang terdiri dari jajaran PC NU beserta badan otonomnya dan perwakilan MWC se Kab Brebes. Mereka terdiri dari pengurus harian baik Rais maupun tanfidziyah. Juga ketua dan sekretaris badan otonom dari Muslimat NU, Ansor, IPNU, lembaga falaqiyah, Sarbumusi, Maarif NU, JQH, Muhammadiyah Asli dan lain-lain.

Muhammadiyah Asli

Perjalan ziarah yang berlangsung dari hari Kamis (5/4) sampai Senin (9/4) diberangkatkan dari Gedung PCNU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes menuju ke Makbaroh Sunan Gunung Jati Cirebon, Sultan Raden Fatah Demak, Sunan Kalijaga Kadilangu, Sunan Kudus, Sunan Muria dan bermalam di hotel Gripthy Kudus. 

Perjalanan dilanjutkan ke Sunan Bonang, Sunan Tuban, Sunan Drajat, Sunan Giri Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik, Sunan Ampel Surabaya.

Setelah bermalam di Wisma Kesehatan Surabaya, jamaah melanjutkan perjalanan ke Mbah Kholil Bangkalan Madura dengan melintasi jembatan Suramadu dan diakhiri ke makbaroh KH Hasyim Asy Ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang. 

Satu pengalaman yang menarik, ketika menginap di hotel berbintang, beberapa jamaah mengaku baru kali pertama menginap dihotel. Sehingga ada cerita lucu yang diceritakan di dalam bus. “Aneh, pintunya gak bisa dibuka, karena pakai kartu,” celetuk seorang jamaah yang disambut ger-geran.

Ada pula yang mengaku tersiram air panas saat mandi. Eh ternyata, krannya diputar ke kanan sehingga menghasilkan air panas. “Terima kasih Pa Atho, anda telah memberi pengalaman baru bagi saya. Biasanya, saya tidur di hotel bintang Sembilan (masjid, red) kalau berziarah,” ungkap salah seorang jamaah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Olahraga, Sejarah Muhammadiyah Asli

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD

Malang, Muhammadiyah Asli. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang telah melakukan Diklat Kepemimpinan Dasar di tiga PAC selama kurun waktu 2 bulan, yaitu Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sumawe, PAC Kepanjen dan yang terbaru adalah PAC Pakis.

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD

“DKD terakhir PAC Pakis dilaksanakan pada tanggal 2 November 2014 lalu,” kata Hasan Abadi, PC GP Ansor Kabupaten Malang, Senin (17/11).

Peran aktif dari peserta menjadi indikasi betapa antusiasnya para kader menjadi bagian dari Ansor untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU dan keberlangsungan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Menurut Hasan, kegiatan DKD dilakukan untuk mewujudkan kaderisasi  yang dilakukan secara terarah, terencana, sistemik, terukur, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan, yang dilakukan dengan tahapan dan metode tertentu.

DKD juga dimaksudkan untuk mewujudkan kader-kader muda GP Ansor untuk lebih berperan dalam masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan potensi kader muda NU dengan memperkuat kapasitas, kompetensi, ketrampilan dan profesionalitas dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan diri.

Muhammadiyah Asli

“Diklat Kepemimpinan Dasar ini akan dilakukan secara terus-menerus di 33 PAC yang ada di Kabupaten Malang.  Sehingga bisa menciptakan kader-kader NU yang berkompetensi,” kata Hasan. (Rizky Megawanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock