Demak, Muhammadiyah Asli. Pendidikan dasar untuk anak usia dini sangat penting. Pendidikan pada umur itu bagaikan menulis di kertas putih dan polos, tergantung siapa menulis dan bagaimana bentuk tulisannya. Di sinilah langkah awal orang tua menanamkan ideologi atau akidah anak sebagai pondasi awal keimanan dan ketakwaan.
Demikian disampaikan salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj.Ida Nur Sa’adah saat mengisi ceramah pada wisuda anak anak TPQ dan RA Raudlatun Najah Desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Sabtu malam (29/6).
| TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online) |
TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani
“Pentingnya pendidikan agama dalam hal ini baca Al-Qur’an bagi anak untuk menanamkan dasar atau pondasi keimanan dan ketaqwaannya jadi filter budaya global dalam kehidupannya,” ungkpa Ida.Muhammadiyah Asli
Dalam kiprahnya, menurut Ida, TPQ selain mendidik santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an, juga diharap para guru dalam mengajarkannya bisa mengimplementasikan akhlak anak anak menjadi akhlak Al-Qur’an yang senantiasa membentengi sifat-sifat sayyi’ah (buruk, red.) manusia.Muhammadiyah Asli
Dalam hal tersebut, ia menukil pendapat Imam Ghozali yang mengatakan kategori sifat manusia yang terbagi empat, yakni sifat subu’iyyah (buas) sifat bihimiyyah (nafsu binatang), sifat syaithoniyyah (nafsu syetan), sifat robbaniyyah (sifat sifat Allah).“Untuk mengembangkan dan mengamalkan sifat robbaniyyah pendidikan agama dan doa orang tua menjadi kunci utama pembentukan generasi yang berakhlkaqul karimah,” terangnya.
Ia juga mengatakan, TPQ mendidik santri membaca Al-Qur’an dengan “murottal mujawwaj” tartil dan benar membentuk akhlak Qur’ani sesuai sifat sifat robbaniyyah.
Dalam kesempatan yang sama pengasuh TPQ dan RA Darun Najah yang juga Syuriyah MWC NU Wonosalam KH Ali Mahmudi menyampaikan, dalam tahun ini lembaga yang diasuhnya berhasil mewisuda 22 santri yang khatam bin nadhor (tartilan 30 juz) dan khatam juz amma bil ghoib dari 120 santri yang masih aktif belajar,
“Alhamdulillah dalam perkembangannya tiap tahun santri kami bertambah, ini berkat kesadaran warga akan pentingnya baca tulis Al-Qur’an. Di tahun ini kami berhasil mewisuda 22 santri baik bin nadhor 30 juz maupun juz amma bil ghoib,” kata KH Ali Mahmudi.
Acara wisuda dan khaflah akhir sanah tersebut selain dihadiri santri dan wali santri juga dihadiri jamaah dari warga sekitar, selain itu juga dihadiri Pengurus Cabang NU KH Saronji Dahlan, Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan Muspika Wonosalam.
Redaktur : Abdullah Alawi
Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto
Dari Nu Online: nu.or.id
Muhammadiyah Asli Aswaja Muhammadiyah Asli

EmoticonEmoticon