Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Paciran, Muhammadiyah Asli. Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-89 yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur ? beserta Banomnya yang dikemas dalam even Harlah NU Manunggal VI Tahun 2012 berlangsung meriah.?

Kegiatan yang digelar selama sebulan penuh tersebut dimulai pada tanggal 24 Mei - 9 Juni 2012. Beberapa kegiatannya yaitu bahtsul masail, lomba hifdzut tahlil, ziarah makam auliya’ dan tokoh NU Paciran, lomba cerdas cermat Aswaja, seminar Aswaja, upacara Harlah NU, malam tasyakuran Harlah NU, pengobatan gratis, lomba dziba’iyah, jalan sehat, lomba da’i, pameran & bazar, dan pentas seni.

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Dalam bahtsul masail dibahas permasahalan rentenir dan koperasi, setelah didiskusikan maka fatwa mengenai kedua hal tersebut disosialisasikan kepada nahdliyin Paciran. Pada kegiatan ziarah makam auliya’ dan tokoh NU diikuti 20 rombongan mobil para pengurus NU dan Banomnya berziarah ke makam KH Nur Salim, KH Ashuri Syarqowi, Sunan Sendang, KH Baqir Adelan, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq. Acara ziarah diisi tahlilan dan doa bersama.?

Muhammadiyah Asli

Tanggal 6 Juni 2012 bertepatan 16 Rajab 1433 H yang merupakan hari lahir ke-89 NU digelar upacara di lapangan desa Tunggul yang diikuti ratusan peserta dari unsur Banom dan Pelajar NU se-Kecamatan Paciran.?

Muhammadiyah Asli

Dalam amanatnya H Khoirul Anwar, ketua tanfidziyah NU MWC Paciran menyampaikan bahwa NU suka akan kedamaian dan anti kekerasan. Hal itu seakan menjawab kasus penyerangan Kantor NU Ranting di Tulungagung oleh puluhan oknum pendekar silat sehingga melukai ? dua personel Banser NU setempat yang terjadi beberapa hari yang lalu.?

Meski sebelumnya sempat gerimis namun saat upacara digelar cuaca sangat terik sehingga beberapa peserta pelajar putri sempat dilarikan ke klinik karena pingsan. Upacara dipungkasi dengan atraksi apik group drumband remaja masjid R. Noer Rohmat Sendangduwur. Sehingga para undangan dan peserta upacara tidak beranjak dari lokasi kegiatan sampai pertunjukkan usai.?

Sementara itu, pada malam tasyakuran harlah KH Salim Azhar, Rais Syuriyah NU MWC Paciran bertutur tentang sejarah kelahiran NU versi penuturan guru dari tokoh yang juga Ketua MUI Kecamatan Paciran itu.?

Hadir dalam acara itu Camat Paciran dan Danramil Paciran ditengah undangan para Nahdliyin di Aula Kantor NU MWC Paciran yang baru. Acara ditutup dengan makan bersama nasi ambeng dalam nampan sehingga para pejabat muspika, Pengurus NU, dan para undangan terlihat guyup menikmati suguhan sederhana itu.

Dua hari pasca upacara, panitia menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar tiga ribu Nahdliyin kecamatan Paciran dari unsur Banom dan Pelajar NU. Massa menyemut di halaman kantor NU setempat sebagai titik start dan finish di lapangan desa Tunggul dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Acara jalan sehat diakhiri dengan pengundian doorprize yang disponsori salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Para peserta sangat antusias dan harap-harap cemas menunggu nomor undiannya beruntung. Hadiah utama berupa pesawat televisi akhirnya dimenangkan oleh salah seorang ibu Muslimat NU asal desa Banjaranyar.

Sebagai puncak acara diadakan malam pentas seni dan pembagian hadiah (9/6) bagi para pemenang lomba yang digelar sebelumnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Sejarah, Meme Islam Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, Muhammadiyah Asli - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Muhammadiyah Asli

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

Muhammadiyah Asli

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Jombang, Muhammadiyah Asli. Sebagian santri di Jawa Timur memanfaatkan momen Muktamar Ke-33 NU yang berpusat di alun-alun Jombang. Misalnya santri pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin asuhan KH. Anwar Mansur, atau yang sering disebut dengan pondok Lirboyo.

 

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Kitab Santri Lirboyo Tarik Perhatian Peserta Muktamar

Tepat di sisi kiri pintu utama auditorium muktamar, mereka membuka lapak lesehan sejak hari ke-2 muktamar. "Kami buka bazar kitab ini sejak kemarin. Dan malam ini kami juga mendatangkan buku-buku religi, ilmiah, dan fiksi hasil karya santri pondok Lirboyo sendiri," terang Muhammad Khoirun Niam yang merupakan salah satu santri pada Senin malam (3/8).

 

Pengadaan bazar tersebut merupakan kerja sama mereka dengan koperasi pondok pesantren Hidayatut Thullab, Petuk, Kediri. Lebih dari seratus kitab mereka sediakan untuk hadirin muktamar sebagi oleh-oleh. "Ada 114 judul kitab yang kami jual, ditambah lagi puluhan judul buku berbahasa Indonesia karya santri pondok kami sendiri," lanjut santri asal Jember itu.

Muhammadiyah Asli

 

Kepada Muhammadiyah Asli Niam juga mengatakan bahwa para pendatang dari pelbagai daerah di muktamar itu memiliki daya minat yang cukup tinggi terhadap kitab kuning. "Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah dua kali mengambil ulang stok kitab yang kehabisan, terutama kitab tafsir. Keuntungan jualan ini ya lumayan," terangnya.

 

Selain kitab dan buku, mereka juga menjual pelbagai barang yang biasa dibutuhkan para santri. Ada tasbih, kopiah, tas, hingga kayu siwak. Selain melayani pembeli yang langung kepanggih, baik yang membutuhkan buku maupun kitab kuning, para santri itu juga menyediakan jasa kirim paket kitab atau buku ke daerah lain. (Istahiyyah/Mahbib)

Muhammadiyah Asli

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Kiai Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai badan semiotonom organisasi yang dipimpinnya telah mengalami metamorfosis sehingga layak diapresiasi dan didorong untuk terus maju.

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Ansor Tegaskan Banser Bermetamorfosis

"Fakta tidak dipungkiri hari ini, Banser mengalami metamorfosis luar biasa. Sebelumnya Banser dikenal sebagai penjaga gereja. Stigma natal pasti Banser ada, itu melekat kuat," kata dia, di Jakarta, Senin (26/9).

Gus Yaqut menegaskan, Banser sekarang menjadi pasukan elitenya Nahdlatul Ulama (NU). "Kita punya Kasatkornas Banser yang tangguh, strata dua. Kita punya Kasatkorwil Banser yang jadi anggota KPU RI. Kita punya Kasatkorwil yang menjadi dokter. Itu penegasan bahwa Banser tidak hanya bisa marah-marah saja. Hari ini, selain tegas Banser juga pintar. Bahasa paling enak begitu," kata Gus Tutut menjelaskan.



Muhammadiyah Asli



(Baca juga: Inilah Nama dan Tugas 6 Satuan Khusus yang Dimiliki Banser)

Karena itu, lanjutnya, menjadi keharusan PP GP Ansor untuk mengupayakan penguatan eksistensi Banser.

Kepala Satuan Koordinasi Banser Nasional Alfa Isnaeni menambahkan, Assisten Kepala Penelitian dan Pengembangan Banser berikut jajaran merupakan sarjana berkompeten, sebagian sarjana strata tiga.

Muhammadiyah Asli

Satkornas Banser masa khidmah 2015-2016 menggelar rapat perdana. Rapat dihadiri jajaran pengurus Satkornas Banser dan Kepala Satuan Khusus Banser. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Doa, Amalan Muhammadiyah Asli

Kamis, 01 Februari 2018

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Jepara, Muhammadiyah Asli. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya saat menjadi inspektur Upacara Kebangsaan dan Gebyar Merah Putih di Alun-alun Jepara, Sabtu pagi (14/4) memberikan amanat kepada peserta upacara, bahwasanya kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari penjajah.



Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Kemerdekaan Bukan Hadiah Penjajah

Menurutnya, kemerdekaan yang telah ditorehkan pada 17 Agustus 1945 itu harus dilalui dengan bertumpah darah dan perjuangan. Wujud nyatanya dibuktikan dengan korban nyawa dan keluarga yang dikorbankan. Tetapi ia menyayangkan, sudah sekitar setengah abad bangsa ini tertidur pulas melupakan jejak para pendahulu. Sehingga nasionalisme bangsa ini semakin luntur.

Dihadapan 3500 orang peserta upacara yang terdiri dari Muspida, Kiai, Habaib, PNS, Banom NU, Tokoh Lintas Agama, Pelajar dan Mahasiswa, ia mengajak agar semakin memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muhammadiyah Asli

"Kemerdekaan yang telah kita raih merupakan berkah dari Allah SWT yang perlu disyukuri. Rasa syukur itu tidak hanya dibuktikan dengan ucapan saja," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Lebih dari itu, sebagai penerus bangsa agar tidak memalukan di hadapan para pejuang dan sesepuh. Dengan Gebyar Merah Putih, kecintaan terhadap NKRI perlu ditingkatkan sebab kekuatan Bangsa Indonesia tidak diragukan lagi.

"Mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan agar bangsa kita tidak menjadi bangsa tontonan tetapi menjadi bangsa tuntunan. Bisa menjadi teladan bagi bangsa-bangsa yang lain," imbuhnya.

Redaktur     : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama, Doa Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

Subang, Muhammadiyah Asli. Momentum Lebaran tahun ini dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren Darussalam untuk mengadakan acara reuni akbar 1000 alumni. Acara itu digelar di halaman pesantren setempat, di Jalan Irian Nomor 20, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, Selasa (21/7)

Hafidzin Nurhadi selaku Panitia Kegiatan menjelaskan bahwa salah satu hal yang menarik dalam kegiatan reuni akbar ini adalah setiap alumni diminta untuk membawa batu akik.

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni Akbar, Alumni Sedekah Batu Akik untuk Pesantren

"Konsep acara reuni akbar, seluruh alumni yang hadir agar membawa batu akik sebagai cenderamata untuk Pondok Pesantren Darussalam" jelas Hafizdin

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan, batu akik sebagai cenderamata yang diberikan kepada panitia bertujuan untuk infak dan sedekah kepada Pondok Pesantren Darussalam.

Ditambahkan, reuni alumni merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Darussalam subang yang bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahim.

Muhammadiyah Asli

Acara reuni 1000 alumni Pesantren Daarusalam tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Selain dihadiri para alumni, pihak panitia pun menghadirkan Ustadz Zaki Mirza, Grup Band Wali, Ustadz Riana (Ki Jaga Digja), Zaskia Adya Mecca, Dai Aji MNC dan Prio Tralala. (Aiz Luthfi/Rusadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Berita, Doa, Quote Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat

Pamekasan, Muhammadiyah Asli. Puluhan Pimpinan Komisariat (PK) dan Pimpinan Ranting (PR) PAC IPNU-IPPNU Kadur, Pamekasan beberapa bulan terakhir ini sudah vakum. Penyebabnya ialah karena para pengurus inti PAC IPNU-IPPNU Kadur dihadapkan pada kesibukan masing-masing.

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kadur Hidupkan Ranting dan Komisariat

Atas kondisi ini, pengurus baru yang telah dilantik pada paruh tahun 2013 lalu berkomitmen untuk menghidupkan kembali akar kekuatan organisasi pelajar NU tersebut. Kepengurusan PK dan PR yang sudah dinilai melemah akan diberi semangat mengabdi kembali.

"Untuk di tingkatan PK, ini tentu pasti pengurusnya sudah berubah seiring pergantian tahun pelajaran. Kenaikan kelas sangat berpengaruh terhadap struktur kepengurusan di tingkatan PK," terang Ketua Umum PAC IPNU Kadur, Sulaiman saat dihubungi wartawan Muhammadiyah Asli, Ahad (5/1).

Muhammadiyah Asli

Sementara kepengurusan PR, tambahnya, tidak bergantung pada kenaikan kelas. Sebab, itu berada dalam ranah desa yang menyesuaikan dengan kebutuhan jumlah dan kemampuan para pemudanya.

Muhammadiyah Asli

Sementara waktu, terang mantan Ketua OSIS MAN 2 Pamekasan ini, penguatan koordinasi dan emosional? keorganisasian di tubuh kepengurusan PAC IPNU-IPPNU menjadi prioritas utama.

"Dalam waktu dekat ini, kami harus menyelesaikan rapat kerja guna merumuskan kalender kerja secara maksimal. Mohon doanya," tukas Sulaiman. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Kader Ansor Harus Peka dan Profesional

Demak, Muhammadiyah Asli. Kader muda NU yang tergabung Ansor diharapkan peka terhadap kebutuhan masyarakat di masa mendatang serta mampu menata organisasi secara profesional baik manajemen maupun pengelolaan kelembagaan secara keseluruhan.

Kader Ansor Harus Peka dan Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Harus Peka dan Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Harus Peka dan Profesional

“Ansor itu harus peka kebutuhan umat, di sisi lain harus professional dan mulai menata diri sendiri secara managemen agar tujuan organisasi sesuai target yang dituju,” kata Pembina PC Ansor yang juga ketua DPRD Demak KH Muchlasin saat menyampaikan materi Manajemen organisasi dan kepemimpinan pada Pelatihan Kader Dasar (PKD) di balai desa Jati Sono Kecamatan Gajah, Senin (8/4).

PKD diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Gajah bekerja sama dengan tiga PAC lainnya yakni kecamatan Kebonagung, Dempet dan kecamatan  Karanganyar selama tiga hari, 6-8 April 2013.

Muhammadiyah Asli

Pada kesempatan yang sama, ketua PAC Gajah Nur Rondi  mengatakan, acara digelar dalam rangka untuk mempersiapkan kader muda NU yang mempunyai wawasan luas, profesional beridiologi Aswaja siap menjaga serta membangun NKRI dengan wawasan ekonomi kerakyatan 

“Ansor harus di baris terdepan dalam menjaga Ahlussunnah wal Jamaah, termasuk sebagai warga negara yang baik dalam menjaga keutuhan NKRI,” Kata Nur Rondi.

Muhammadiyah Asli

Pelatihan kali ini, menurut ketua Ansor Kebon Agung Gus Kholil, diikuti oleh 150 kader dari empat kecamatan. Para peserta mendapatkan beberapa materi tentang Aswaja, ke Ansoran, Leadership, pembaiatan rijalul ansor serta perekonomian rakyat yang mendatangkan pemateri langsung dari Disperindag Kabupaten Demak,

“Para peserta kami siapkan materi pokok diantaranya Aswaja, Ke Ansoran, Ke NU an, Leadership, ekonomi dan pembaiatan,” jelas Gus Kholil.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Budaya, Doa Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Jerusalem, Muhammadiyah Asli. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Rabu (14/2) melakukan kunjungan ke Turki untuk membahas sejumlah isu seprti konflik Israel-Palestina dan ambisi nuklir Iran.

Turki yang menjadi sekutu Israel juga AS itu telah menawarkan bantuan untuk mewujudkan upaya-upaya perdamaian mengingat hubungan baiknya dengan Israel dan Palestina yang sudah lama bersengketa.

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Israel Kunjungi Turki Bahas Konflik Israel-Palestina dan Iran

Sejumlah pengamat mengungkapkan, kunjungan Olmert selama dua hari di Turki dan rencana pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Menlu AS Condoleezza Rice tidak akan menghasilkan langkah-langkah positif dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Muhammadiyah Asli

Pejabat pemerintah Israel Miri Eisin mengungkapkan bahwa negaranya memiliki hubungan baik dengan negara Yahudi tersebut. "Israel dan Turki memiliki hubungan strategis yang penting di segala bidang."

Muhammadiyah Asli

"Turki merupakan negara demokrasi moderat yang telah memainkan peranan yang sangat penting menyangkut isu Isreal-Palestina. Israel berharap dapat memperluas peran Turki di garda depan," kata Eisin kepada AFP.

Olmert yang menurut rencana akan tiba di Ankara hari ini akan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Menlu Turki Abdullah Gul dan sejumlah pejabat tinggi Turki lainnya pada Kamis besok.

Israel dan Turki yang menjadi sekutu-sekutu AS menjalin hubungan baik dengan melakukan kerjasama baik di bidang ekonomi maupun militer.

Menyinggung kunjungan Olmert ke Turki, Erdogan menuduh Israel telah menyulut ketegangan dengan umat Islam di seluruh dunia menyusul rencana Israel yang tetap melanjutkan penggalian dekat Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam.

Erdogan mengungkapkan bahwa negaranya "terusik dan marah" atas rencana Israel tersebut.

"Terus terang, saya akan katakan kepada pemerintah Israel bahwa Masjidil Aqsa adalah satu di antara tempat tersuci bagi umat Islam di seluruh dunia dan segala tindakan apapun yang melanggarnya akan menuai reaksi-reaksi yang dibenarkan," ungkap Erdogan.

Sebaliknya, Eisin mengatakan bahwa penggalian tersebut akan tetap dilanjutkan. "Kami akan menjelaskan bahwa penggalian ini akan berlanjut dan bahwa penggalian ini di luar Temple Mount (Masjidil Aqsa)." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak

Jakarta, Muhammadiyah Asli. “Program Muslimat NU Daerah Khusus Ibukota Jakarta konsentrasi ke pendidikan anak usia dini, karena pendidikan merupakan faktor penting masa depan anak. Misalnya pendidikan akhlak dan keimanan mesti sejak usia dini.” ?

Hal itu diungkapkapkan Ketua Umum PW Muslimat DKI Hj. Hizbiyah Rochim saat membuka lomba kreasi anak di Anjungan Provinsi Lampung, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu, (26/5).

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat DKI Konsentrasi Pendidikan Anak

“Bukan berarti Muslimat tidak mementingkan bidang-bidang lain. Muslimat DKI juga memberdayakan pengurus-pengurusnya, meningkatkan kualitas guru-guru PAUD binaan Muslimat. Cuma memang konsentrasinya ke pendidikan anak,” ujarnya. ?

Muhammadiyah Asli

Hizbiyah menambahkan, lomba kreasi anak bertema Menuju Anak Indonesia Sehat, Cerdas dan Ceria ini ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan hari lahir (harlah) ke-66 Muslimat NU DKI. Puncak harlah akan berlangsung 19 Juni di Gelora Bung Karno Jakarta.

“Setelah puncak harlah, masih ada satu kegiatan yang akan dihelat yaitu seminar dengan tema Mewujudkan Perempuan sejahtera dan mandiri,” pungkasnya.?

Muhammadiyah Asli

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Nahdlatul, Cerita Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata

Prancis, Muhammadiyah Asli
menggunakan roket peluncur dari Arianespace, telah berhasil meluncurkan satelit observasi Helios IIA untuk Departemen Pertahanan Perancis, Belgia dan Spanyol. Selain untuk observasi ruang angkasa, satelit ini juga akan dipakai menguji kemungkinan pengembangan persenjataan, mempersiapkan dan mengevaluasi operasi militer, dan pemetaan daratan digital untuk sistem penuntun rudal jelajah.

Peluncuran ini dilaksanakan dari Landasan Ruang Angkasa Eropa di Kourou, Guyana Perancis pada hari Sabtu, 18 Desember 2004 pukul 13:26 waktu lokal di Kourou (16:26 GMT, atau 23:26 WIB).

Setelah menempuh perjalanan selama 60 menit dan 8 detik, roket peluncur Ariane 5 secara akurat telah menempatkan satelit Helios II A menuju orbit polar Sun-synchronous. Bersama Helios II A, dibawa juga enam satelit pendamping yaitu empat mikro satelit Essaim dan dua satelit kecil lainnya, Parasol dan Nanosat.

"Kesuksesan peluncuran Helios merupakan langkah maju bagi kebijakan ruang angkasa kami," kata Menteri Pertahanan Prancis, Michele Alliot-Marie. "Menguasai ruang angkasa adalah bekal menuju masa depan," lanjutnya.

Helios IIA adalah satelit pertama dari generasi kedua sistem observasi spaceborne pertahanan keamanan Perancis, yang dilakukan melalui kerjasama dengan Belgia dan Spanyol. Biro pertahanan Perancis DGA (Délégation Générale pour l’Armement), yang merupakan bagian dari MoD Perancis, merupakan penanggung jawab program ini. Badan ini melimpahkan tanggung jawab atas segment ruang angkasa kepada biro  ruang angkasa Perancis, CNES (Centre National d’Etudes Spatiale).

Satelit yang beratnya kira-kira 4.200 kg pada saat peluncuran ini disebut-sebut mampu melihat objek sekecil buku di semua tempat di Bumi. Perlengkapan sensor inframerah-nya memungkinkan militer Prancis mendapatkan berbagai informasi pada malam hari dari angkasa, suatu hal yang pertama kali dimiliki Prancis.

Sementara satelit Parasol (payung) yang ikut diorbitkan, ditujukan untuk mempelajari efek selimut awan dan gas aerosol terhadap pemanasan global dan munculnya efek rumah kaca. Efek ini diyakini muncul akibat buangan gas karbon dioksida dari Bumi menutupi atmosfer sehingga menghalangi panas keluar dari Bumi. Akibatnya suhu Bumi makin panas.

Dengan suksesnya misi ke-enam belas ini, peluncur standar Ariane 5G ("Generic") kembali membuktikan kemampuannya untuk melakukan serangkaian misi yang lengkap, mulai dari peluncuran satelit pemerintahan menuju orbit Sun-synchronous hingga peluncuran satelit komersil berbobot besar menuju orbit geostasioner dan satelit ilmiah menuju orbit khusus. Helios IIA adalah satelit militer ke-23 yang dibawa oleh roket peluncur Ariane. (arianespace/CNN/k-ol/cih))

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa Muhammadiyah Asli

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata

Jumat, 29 Desember 2017

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Guna mencegah dan mengurangi tindak kekerasan terhadap anak, Komisi Perlindungan Anak Indoneaia (KPAI) mengajak tokoh dan lembaga agama serta akademisi untuk berperan secara lebih besar. "Tokoh agama dan akademisi adalah kelompok strategis yang dapat berperan membangun kesadaran tentang perlindungan anak serta menyosialisasikan prinsip perlindungan anak di masyarakat. Para kiai dan dai punya potensi besar untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan pelanggaran terhadap hak anak. Potensi ini harus dioptimalkan", ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Ahad (10/4).

Salah satu sarana sosialisasi paling efektif, lanjut Niam, ? adalah melalui pengajian dan khutbah Jumat. ? Guna mengoptimalkan peran tersebut, KPAI mengundang sejumlah tokoh agama, ormas keagamaan, para praktisi pendidikan, akademisi, termasuk wartawan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan workshop, dan menyumbangkan naskah khutbah tentang isu perlindungan anak.

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kekerasan Anak, KPAI Optimalkan Peran Agamawan

Banyak kasus anak yang dapat dicegah dengan pendekatan keagamaan, dan melibatkan peran aktif kaum agamawan. "Kasus perkawinan dini dan seringkali berujung pada perceraian kemudian berdampak pada penelantaran anak. Kasus kekerasan di lembaga pendidikan, kasus gizi buruk, kasus aborsi, dan kasus-kasus konflik rumah tangga dapat diminimalisir melalui pendekatan keagamaan. Para dai punya potensi besar dalam berkontribusi meminimalisir, dengan bahasa agama sehingga mudah diterima masyarakat yang sangat religius ini", tambah doktor bidang hukum ini.

Lebih lanjut Niam menjelaskan, data pengaduan KPAI hingga triwulan pertama, Januari hingga 15 Maret 2016 pengaduan terkait perlindungan anak ? telah mencapai 645 kasus, terbesar adalah kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebanyak 167 kasus, keluarga dan pengasuhan alternatif sebesar 152 kasus, kasus pelanggaran hak pendidikan sebanyak 84 kasus, masalah pornografi dan cyber crime 67 kasus.

Sementara untuk bidang sosial dan anak dalam situasi darurat sebanyak 24 kasus, bidang agama dan budaya sebanyak 45 kasus, bidang hak sipil dan partisipasi ada 15 kasus, bidang kesehatan dan Napza 52 kasus, dan bidang trafficking dan eksploitasi sebanyak 33 kasus dan lain-lain sebanyak 6 kasus.

Dari kasus tersebut, ada 102 kasus terkait dengan masalah akses bertemu dan rebutan kuasa asuh anak. Penyebab utamanya adalah konflik rumah tangga dan ketidaksiapan menjadi orang tua, yang akhirnya mengorbankan dan menelantarkan anak.

Muhammadiyah Asli

"Para dai dan khatib perlu terus mengampanyekan tentang pentingnya menguatkan ketahanan keluarga, pola relasi suami istri, tanggung jawab orang tua dalam pengasuhan anak secara baik sebagai salah satu indikator keluarga sakinah," jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Tema-tema perlindungan anak yang penting diangkat di kalangan masyarakat, melalui sarana keagamaan antara lain soal pentingnya pengasuhan secara baik, tanggung jawab orang tua dalam pemeliharaan dan pengasuhan anak, pemilihan pendidikan yang baik, pembinaan dan pendampingan dalam penggunaan media permainan serta tayangan, pencegahan perkawinan dini.

Modelnya adalah call for papers, bagi yang berminat untuk berpartisipasi dapat terlebih dulu menyumbangkan dan mengirimkan naskah khutbah Jumat dengan tema-tema perlindungan anak melalui email: humas@kpai.go.id?





Calon peserta yang terpilih, akan diundang mengikuti workshop dan perumusan tentang optimalisasi peran agamawan dalam perlindungan anak, serta penyusunan naskah khutbah tentang perlindungan anak. Peserta berasal dari beragam unsur, mulai dari dosen, guru, dai, ? tokoh agama, ormas keagamaan, kampus, wartawan, juga dari unsur kementerian dan unsur KPAI. Dalam workshop nanti, akan diundang Menteri Agama serta Dekan FSH UIN untuk dapat memberikan perspektif dan penguatan mengenai urgensi peran agamawan dalam perlindungan anak.

Salah satu output dari workshop ini adalah Buku Khutbah Jumat tentang Perlindungan Anak yang dapat dijadikan panduan dan sarana penyampaian pesan, nasehat serta penyadaran ? bagi masyarakat dan penyelenggara perlindungan anak dalam mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak dasar anak. (Humas KPAI-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Laskar pelajar putri NU antinarkoba siap memasuki medan perjuangan. Mereka akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan perihal narkoba dan bahayanya di sekolah masing-masing.



Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Setelah dibekali materi yang cukup terkait narkoba selama dua hari, laskar yang terdiri dari 75 pelajar putri NU menutup pembekalannya dengan membuat persiapan aksi dengan sejumlah perencanaan strategi tindak lanjut.

Dalam membuat strategi persiapan, mereka dibagi menjadi enam kelompok diskusi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (7/3) sore. Setiap kelompok didampingi oleh dua pengurus IPPNU.

“Mereka berasal dari 15 sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba di sekitar lingkungan masing-masing,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Muhammadiyah Asli di kantor PBNU, Kamis (7/3) sore.

Laskar pelajar putri antinarkoba berjuang dengan panji “Perang Terhadap Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri”. Panji berisikan kalimat itu ungkap Farida, cukup efektif dan bertenaga untuk disuarakan.

Muhammadiyah Asli

“Di kelompok ini, kita bentuk organisasi kecil. Dengan itu, gerakan laskar pelajar putri antinarkoba lebih terarah,” kata seorang pengurus PC IPPNU Tangsel Zaimah yang mendampingi salah satu kelompok laskar di Kantor PBNU lantai delapan, Kamis (7/3) sore.

Setiap kelompok menyusun agenda aksinya pada selembar karton. Program sosialisasi dan penyuluhan narkoba dirumuskan sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di masing-masing sekolah dan daerah mereka.

Muhammadiyah Asli

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Hadits Muhammadiyah Asli

Selasa, 26 Desember 2017

Pasar Rakyat NU di Bondowoso Dibuka

Bondowoso, Muhammadiyah Asli. Gelaran Pasar Rakyat Indonesia di Bondowoso di alun-alun Kecamatan Tamanan dibuka secara resmi, Sabtu (15/12). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Pengurus Cabang (PCNU) Bondowoso.

Pembukaan dihadiri Wakil Bendahara Umum PBNU KH Abdul Hamid Wahid, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Ali Salam, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhofir, Mustasyar PCNU KH. Salwa Arifin, sejumlah ketua partai politik dan sekitar 500 undangan.

Pasar Rakyat NU di Bondowoso Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU di Bondowoso Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU di Bondowoso Dibuka

Acara pembukaan pasar rakyat Indonesia di alun-alun Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso disambut antusias oleh warga setempat. Sebelum acara dibuka, sebagian pengunjung sudah memadati beberapa stand, sehingga panitia berkali-kali menghimbau agar stand tidak melayani pengunjung karena acra belum resmi dibuka.

Muhammadiyah Asli

Dari 22 stand yang tersedia, semua terisi. Sebagian pengisi stand adalah organisasi ? atau home industri binaan PCNU. Dinas Koperasi Bondowoso juga mengisi stand dengan menjual berbagai produk dan kebutuhan sehari-hari.

Yang menarik, home industri atau pelaku pasar tradisional juga ikut ambil bagian dalam pasar rakyat ini. Mereka membuka stand pandai besi dan manik-manik khas Bondowoso. “Semua lengkap, mulai dari pisau buatan pandai besi Bondowo hingga produk modern seperti handpone buatan luar negeri, ada di sini,” ujar Hefdi, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Bondowoso.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, ? Ketua PCNU Jember, KH. Abdul Qadir Syam menegaskan, pergelaran pasar rakyat Indonesia ini sebagai motivator gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini bisa dilihat misalnya, dari pengisi stand yang mencapai 70 persen produk lokal Bondowoso, dan 30 persen produk non lokal.

“Ini semua kita gerakkan warga kita yang punya usaha kecil dan sebagainya tapi kita juga datangkan produk lain untuk mengakomodasi kebutuhan warga yang cukup beragam,” tuturnya.

Menurut tokoh berbadan subur itu, sebenannya NU mempunyai potensi yang cukup besar untuk melakukan pemberdayaan ekonomi. Hanya mungkin mungkin perlu kemandirian pengelolaan, manajemen pemasaran dan sebagainya. “Ya kita akan terus kerja sama dengan pihak-pihak terkait pemberdayaan ini,” jelasnya di sela-sela meninjau stand.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Budaya Muhammadiyah Asli

Sabtu, 23 Desember 2017

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji

Sukoharjo, Muhammadiyah Asli - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Sukoharjo Jawa Tengah dilaksanakan dengan menggelar kegiatan apel upacara bendera di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Ahad (22/10).

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya selaku inspektur upacara mengatakan, Hari Santri Nasional menjadi salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Hari Santri Jadi Momentum Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji

“Hari ini menjadi momentum untuk semua, khususnya kepada para santri, untuk terus belajar dan mengabdi kepada bangsa,” tegas Wardoyo.

Pada kesempatan tersebut juga dicanangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji. Gerakan tersebut memiliki maksud sebagai pembekalan kepada masyarakat khususnya santri.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, di kecamatan lain, tepatnya di Kartasura, peringatan HSN dimeriahkan dengan menggelar apel dan pawai ta’aruf sejauh 2,5 kilometer yang diikuti peserta ribuan santri.

Muhammadiyah Asli

Kirab dimulai dari lapangan Gumuk, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, menuju Masjid Zahidin.

Ketua panitia HSN di Sukoharjo Zainul Abbas menuturkan, kegiatan pawai jalan kaki digunakan sebagai sarana taaruf dengan masyarakat sekitar.

Acara juga dimeriahkan dengan sejumlah lomba yang diikuti para santri. Lomba yang dipertandingkan antara lain membaca kitab kuning, futsal, tahfidzul quran dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Doa, Hadits Muhammadiyah Asli

Kamis, 21 Desember 2017

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim

Kendal, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Margomulyo Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif, antara lain ngaji kitab kuning, tadarus bersama, i’tikaf di 10 hari terakhir malam ganjil, buka bersama, serta santunan anak yatim.

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Giatkan Ngaji Kitab Kuning, I’tikaf, dan Santunan Yatim

Ketua Pimpinan Ranting IPNU Margmulyo Ahmad Heru Mengatakan, kegiatan ini penting digelar untuk menghidupkan bulan Ramadhan. “Pemuda harus semangat dalam syiar keagamaan, kita tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman,” katanya Rabu (29/6).

Agenda tahunan PR IPNU-IPPNU Margomulyo berupa ngaji kitab kuning dan tadarus bersama telah selesai, tepat di 20 hari Ramadhan lalu, dengan dibina langsung oleh Kiai Muhtadin. Kitab Zadush Shaimin dipilih sebagai bahan kajian Ramadhan tahun ini. Kitab ini berisi tentang amaliah-amaliah di bulan Ramadhan dan mengupas tuntas perbedaan-perbedaan pendapat para ulama terdahulu seperti bilangan shalat tarawih hingga perkara-perkara yang membatalkan puasa.

?

Muhammadiyah Asli

Setelah kajian kitab selesai sekitar pukul 21.30 dilanjut tadarus bersama satu hari satu juz Al-Qur’an. “Kami berharap dengan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan tahun ini bisa menambah khazanah amal baik kami IPNU-IPPNU Desa Margomulyo, sebagai semangat dan motivasi agar pemuda selalu fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam hal kebaikan,” ungkap Dian Amila, Ketua Pimpinan Ranting IPPNU Margomulyo.

Muhammadiyah Asli

?

Masih ada dua fokus kegiatan Ramadhan yang akan dilaksanakan, yakni i’tikaf di 10 malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan dan buka bersama serta santunan anak yatim.

“Program i’tikaf sudah berjalan, saya selalu mendukung program-program Pemuda IPNU-IPPNU khususnya di Ranting Margomulyo, saya juga selalu mengingatkan agar semua kegiatan harus diniatkan karena Allah SWT sebagai dasar ketaqwaan kita kepadanya,” ungkap Kiai Muhtadin sebagai pembina IPNU-IPPNU.

Program i’tikaf akan diisi dengan istighotsah dan shalat tasbih. Buka bersama di tahun ini pun sedikit berbeda, karena akan dibarengkan dengan santunan anak yatim dengan mengusung tema “Indahnya Berbagi dalam Kebersamaan”. Kegiatan buber dan santunan anak yatim dijadwalkan berlangsung Sabtu besok tepatnya, 2 Juli 2016 dengan sumber dana sukarela dari anggota, para alumni, dan donatur.

“Semoga acara tahun ini bisa bermanfaat khususnya untuk para pemuda, dan semoga dapat mempererat tali silaturahmi keluarga besar IPNU-IPPNU Desa Margomulyo,” tambah Ahmad. (Charis Assagaf-Syarif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Doa Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) menilai investasi modal asing masuk ke Indonesia sebagai keniscayaan dari liberalisasi ekonomi namun harus disikapi secara bijaksana dengan tidak mengorbankan kedaulatan negara dan kepentingan masyarakat Indonesia.

Presiden DPP K-Sarbumusi Drs HM Syaiful Bahri? Anshori MP di Jakarta, Rabu (26/8) menegaskan, bahwa Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 16 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mensyaratkan mahir berbahasa Indonesia sudah benar dan sesuai dengan regulasi perundang undangan diatasnya yakni Undang Undang No 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

"Regulasi tersebut merupakan salah satu kebijakan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di negaranya. Karena itu sangat disayangkan ketika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berupaya menghapus klausul dan persyaratan tersebut," kata Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Sukitman Sudjatmiko.

Muhammadiyah Asli

Sukitman menambahkan, selain menabrak aturan dan regulasi di atasnya, juga sangat tidak arif dan berpihak kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Atas dasar pertimbangan dan situasi tersebut, DPP K-SARBUMUSI menyatakan sikap sebagai berikut :

Muhammadiyah Asli

Menolak dengan tegas wacana Presiden Republik Indonesia tentang penghapusan syarat berbahasa Indonesia bagi Tenaga Kerja Asing sebagaimana termaktub dalam Permenaker No.16 Tahun 2015 dan Undang Undang No.24 Tahun 2009. Mengecam dengan keras keberadaan tenaga kerja asing asal China yang membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Dan menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk segera membuat aturan yang tegas tentang investasi China dengan tidak serta merta membawa tenaga kerja asing asal China. Menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk membenahi kebijakan terkait tenaga kerja asing dan keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Demikian pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia.

"Dan kami menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk terus berjuang melawan segala bentuk regulasi yang tidak berpihak kepada buruh dan masyarakat Indonesia dan berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," kata Sukitman. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Doa, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pembangunan Wisma Haji Indonesia di Tanah Suci Makkah batal, karena terkendala perizinan dari Pemerintah Arab Saudi. Padahal, rencana itu sudah lama mengusahakan agar pemerintah Indonesia tidak repot dengan urusan pemondokan haji di sana. Bahkan, investor dari Arab sendiri banyak yang bersedia untuk membangun tower bagi 221 ribu calon haji setiap tahunnya itu.

"Ada pengamat yang mengatakan pemerintah Indonesia bodoh mengapa tidak membangun asrama (Wisma) haji agar tidak repot mencari pemondokan setiap tahunnya. Jadi,masalahnya bukan terletak pada dana, tapi perizinan dari Pemerintah Arab Saudi sendiri,"tandas Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (26/10).

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Padahal, kalau rencana itu diizinkan akan ada dampak luar biasa bagi masyarakat Arab Saudi sendiri, karena rumah mereka biasanya disewa calhaj Indonesia. Tapi, peluang itu akan hilang jika ada Wisma Haji Indonesia di sana. Menag hanya berharap dengan begitu semoga pelaksanaan ke depan makin baik.

Muhammadiyah Asli

Sementara tahun ini pelayanan ibadah sudah lebih baik daripada tahun 2009, karena Pemondokan Ring I tahun ini mayoritas berjarak 2.000 meter dari Masjidil Haram. "Ada 125 ribu jemaah atau 63 persen jemaah tinggal di Ring I, sehingga memudahkan mereka untuk beribadah, sedangkan tahun 2009 justru hanya 27 persen atau 57 ribu yang di Ring I,"katanya.

Sebaliknya, pemondokan di Madinah (kawasan Markaziah yang berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi) sudah 95 persen. Sebelumnya hanya 87 persen. Jadi, jamaah yang tinggal di kawasan non markaziah sedikit. Itu pun hanya berjarak 700 meter, padahal sebelumnya non markaziah itu berjarak 1-2 kilometer.

Muhammadiyah Asli

Oleh sebab itu Menag yakin dengan lokasi yang dekat itu akan mengurangi jumlah calhaj yang kesasar, tersesat sepulang beribadah dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. "Calhaj kesasar akan jauh berkurang, karena jarak yang dekat, kemudian jarak yang dekat akan memotivasi calhaj untuk beribadah,"ujar Menag lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Gelar guru besar akhirnya bisa diterima Akhmad Muzakki Rabu (11/3). Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya? sebagai profesor bidang sosiologi pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya.

Kendati demikian, sejumlah kisah pilu mengiringi perjalanan guru besar termuda di kampus Islam negeri di Surabaya ini. Dari mulai berkas yang sempat hilang, saran dari banyak kolega bahwa menjadi guru besar adalah takdir dan jangan terburu nafsu, hingga sejumlah godaan lain.

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Berliku Akh Muzakki Meraih Guru Besar

Sekelumit kesulitan tersebut disampaikan Muzakki, sapaan akrabnya saat menyampaikan orasi di auditorium UIN SA. "Dari mulai aturan yang ketat, standarnya semakin tinggi dan seterusnya," katanya di hadapan sejumlah pimpinan kampus tersebut, akademisi? dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Muhammadiyah Asli

"Sulit dan ketatnya aturan menjadi guru besar pasti dirasakan berlipat oleh dosen-dosen yang secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Agama atau Kemenag," kata ayah dua anak ini. Secara rinci, suami dari Erna Mawati tersebut menceritakan bahwa untuk meraih gelar profesor para dosen yang berada di Kemendikbud yang kemudian disebut Kemenristekdikti atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi hanya mengalami penilaian jenjang universitas dan Dikti, lanjutnya.

"Sedangkan bagi yang berasal dari Kemenag harus melewati sekian macam dan tingkatan check point penilaian," terang peraih gelar Graduate Diploma in Southeast Asian Studies dari Fakultas Asian Studies The Australian National University (ANU) Canberra ini. Usai dinyatakan lulus di tingkat universitas, berkas usulan dosen dimaksud dinaikkan ke jenjang check point berikutnya yakni Diktis Pendis Kemenag, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Selesai? Ternyata tidak. Berkas yang ada dinilai oleh sidang dewan guru besar Diktis Pendis Kemenag. Berikutnya adalah penilaian di Dikti Kemendikbud yang sekarang berubah menjadi Kemenristekdikti. "Di sini, berkas mengalami dua penilaian yakni penilaian angkta kredit atau PAK oleh sidang dewan guru besar dan penilaian dalam bentuk validasi oleh tim kecil yang lebih dikenal dengan tim validasi atau tim siluman," ungkap peraih gelar master of philosophy (MPhil) dari ANU ini.

Tim siluman yang dimiliki dan dipekerjakan oleh Dirjen Dikti ini menelisik masuk ke "bilik-bilik akademik" sekecil dan sesempit apapun. "Konon, tim siluman ini diberi tugas khusus oleh Dirjen Dikti untuk melakukan validasi dokumen calon guru besar," terang alumnus program PhD di School of History, Phi losophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia ini.

Belum lagi kesabarannya diuji karena pada pertengahan 2014 ternyata berkas untuk keperluan mengurus gelar profesornya dinyatakan hilang. Mengapa bisa hilang? "Kemungkinan paling besar ada kaitannya dengan dampak bocor atap dan pindahan kantor sebagaimana disampaikan staf Diktis Jakarta," kenangnya.

Karena saat itu menjelang akhir 2013, Diktis yang berkantor di lantai 8 Kantor Kemang RI di Lapangan Banteng Jakarta sedang dilanda bocor atap yang cukup hebat akibat hujan lebat. "Nah, saat itu juga merupakan momen-momen kepindahan kantor Diktis dari lantai 8 ke lantai 7 yang sudah direncanakan sebelumnya," terangnya. Dan di titik inilah awal kerumitan terjadi, lanjutnya.

Dengan sangat terpaksa, seluruh berkas diurus dari awal. Dan celakanya pihak Diktis hanya memberikan waktu dua minggu untuk menyelesaikan copy dokumen yang hilang tersebut. Bisa dibayangkan, kesulitan mengurus berkas di level universitas di Surabaya hingga ke Jakarta. "Karena berkas memang harus diserahkan ke Dikti," ungkapnya. Namun Alhamdulillah, akhirnya tantangan ini bisa terlewati, lanjutnya.

Setelah itu apakah urusan sudah beres? Ternyata tidak. Ujian lain menghadang. Muzakki mendapat? kabar bahwa staf Dikti salah menginput penilaian berkasnya. "Yang? awalnya untuk keperluan guru besar, ternyata beralih menjadi lektor kepala," kata guru besar ke 49 di UIN SA ini.

Akibat salah input ini, mantan dosen di Faculty of Asian Studies ANU Australia ini akhirnya harus rela untuk mengurus berkas kembali serta mau tidak mau menunggu validasi dari berkas yang dibuat dari awal tersebut.

Butuh waktu sekitar 3 tahun bagi mantan Ketua PW LP Maarif NU Jatim ini untuk bisa menyandang gelar profesor bidang sosiologi pendidikan. "Semua proses itu saya lakukan dengan penuh romantika, persis seperti permainan roller coaster yang kadang menggembirakan dan kadang pula menegangkan,"? katanya dengan senyumnya yang khas.

Kabar gembira diterimanya di awal bulan Januari 2015. Anak mantan penjual petis di Pasar Sidoarjo ini terhitung sejak 1 November 2014 layak bergelar profesor dengan SK Nomor 3755/A4.3/KP/2015, yang ditandatangani Mohamad Nasir, Menristekdikti.

"Anda itu wonder child professor!" kata Profesor Sunan Wismer dari Kanada, adviser University Community Engagement (UCE) SILE project. Ucapan itu disampaikan khusus kepada Muzakki saat melakukan review atas capaian program UCE di kantor SILE Project UIN SA awal Februari lalu.

Kini gelar untuk namanya semakin panjang. Di surat resmi PWNU Jatim maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN SA tercantum Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, MAg, MPhil, PhD.

Selamat berkhidmat Mas Zaki, sapaan banyak teman kepadanya di PWNU Jatim. Semoga ilmu yang diraih kian berkah.

Foto: Akh Muzakki bersama ibunda, istri dan dua anaknya usai pengukuhan guru besar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pesantren, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Ribuan warga Cirebon dan sekitarnya mengikuti tabligh akbar dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an di Masjid Raya At-Taqwa Kotamadya Cirebon, Kamis (25/7) malam.

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran

Acara yang semula direncanakan akan menghadirkan taushiyah dari KH Habib Luthfi Bin Yahya, Pimpinan Jam’iyyah Tarekat NU ini terselenggara berkat kerjasama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa Kota Cirebon dan PT. Berkah Pikiran Rakyat.

Ahmad Yani, ketua umum At-Taqwa Center dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selain untuk mendapatkan berkah dan keutamaan dari Allah Swt, acara ini juga merupakan respon DKM At-Taqwa atas antusiasme masyarakat dalam acara serupa yang digelar tahun lalu saat ? menghadirkan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU sebagai penceramah.

Muhammadiyah Asli

“Untuk itu kami bersama masyarakat ingin sekali ? untuk kembali memanfaatkan malam yang baik ini guna mengaji dan mendapatkan pencerahan dari para ulama,” Ungkap Ahmad Yani.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, Nazrudin Azis, wakil walikota Cirebon yang berkesempatan hadir mengatakan dalam sambutannya bahwa kedekatan warga masyarakat Cirebon dengan para ulama harus tetap dipertahankan berdasarkan sebutannya yang terkenal sebagai kota wali. ?

“Peringatan seperti ini menjadi penting guna mendapatkan berkah bulan Ramadan, serta melestarikan kedekatan Cirebon sebagai kota wali dengan para alim ulama,” Tambah Azis.

Peringatan malam Nuzulul Qur’an ini pertama-tama dimulai dengan sambutan-sambutan, pembacaan shalawat, Maulid, serta mahallul qiyam, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah agama.

Pada mulanya acara yang juga memperingati hari ulang tahun yang ke 16 Harian Kabar Cirebon dari Grup Pikiran Rakyat ini akan diisi dengan penyampaian ceramah oleh KH Habib Luthfi Bin Yahya, namun panitia menerima konfirmasi bahwa Habib Luthfi berhalangan hadir dikarenakan terjebak macet di jalur alternatif Tol Pejagan, Tegal saat menuju ke arah Cirebon, namun hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan antusias jamaah saat penyampaian taushiyah digantikan oleh KH Luthfi Fuad Hasyim, salah satu pengasuh Pesantren Buntet, Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Doa Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock