Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

United For A Just Solution

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Menindaklanjuti permintaan Y.M. Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, Pemerintah RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2016. KTT akan didahului oleh Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi berbagai perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan berarti dan siklus kekerasan baru yang dimulai pada akhir tahun 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir.

United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)
United For A Just Solution (Sumber Gambar : Nu Online)

United For A Just Solution

KTT mengangkat tema "United for a Just Solution" dan merupakan KTT Luar Biasa pertama OKI yang secara khusus membahas isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. KTT bertujuan untuk memperkuat persatuan di kalangan negara anggota OKI dan mencari strategi terobosan untuk memulai kembali proses perdamaian dan menyelesaikan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif yang merupakan isu utama Umat Muslim. Mengingat prospek kemerdekaan Palestina masih jauh, penyelenggaraan KTT ini juga diharapkan dapat menjaga agar isu Palestina tetap berada dalam perhatian masyarakat internasional.

KTT diharapkan dapat menghasilkan sebuah Resolusi yang menegaskan posisi prinsip dan komitmen OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dan Jakarta Declaration yang digagas oleh Indonesia dan memuat langkah-langkah konkret untuk dilakukan oleh para pemimpin dunia Islam guna memajukan isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Muhammadiyah Asli

KTT ini merupakan bentuk nyata dari dukungan penuh dan solidaritas Indonesia dan OKI terhadap isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari amanat UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan melaksanakan ketertiban umum berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Muhammadiyah Asli

*Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Humor Islam, Khutbah Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia

Sumenep, Muhammadiyah Asli. Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dan kontribusi besar terhadap Indonesia. Dengan luasnya jaringan pesantren yang dimiliki, NU menjadi benteng negeri ini, khususnya dari dekadensi moral.

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abdullah Sattar: NU Benteng Indonesia

"Andai tak ada pesantren dan Nahdlatul Ulama, Indonesia rusak," papar KH. Abdullah Sattar saat memberikan ceramah pada Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Huda, Ging-Ging, Bluto, Sumenep, Rabu (29/7) kemarin.

Sementara kekuatan NU, menurut dai asal Lumajang itu, ada di Jawa Timur. Sunan tertua ada di Jawa Timur, yaitu Sunan Ampel.

"Jawa Timur bergolak, Indonesia akan bergolak. Tapi luar Jawa Timur bergolak seperti di Papua beberapa hari lalu, Jawa Timur tetap adem ayem (damai)," paparnya.

Muhammadiyah Asli

Ia juga mencontohkan, di Banten banyak kiai, tapi tak sesakral ulama di Jawa Timur. "Jawa Timur menjadi rujukan ulama Indonesia," tuturnya.

Muhammadiyah Asli

Sedangkan kekuatan NU di Jawa Timur ada di Madura. Bahkan, proklamator dan presiden pertama RI Soekarno, juga pernah belajar ke Madura.

"Bung Karno pernah nyantri ke K. Khalil (Bangkalan). K. Khalil pencetak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), ungkapnya.

Bahkan, menurut penuturan cucu K. Khalil kepada dirinya, keris Bung Karno yang konon katanya tak mampu diangkat ribuan orang Belanda adalah pemberian K. Khalil Bangkalan. (M. Kamil Akhyari/Anam)

Foto: KH. Abdullah Sattar memberikan ceramah pada Haflatul Imtihan Yayasan Nurul Huda, Ging-Ging, Bluto, Sumenep, Rabu (29/7).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian, Kyai, Hadits Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir

Demak, Muhammadiyah Asli. Komunitas Perpustakaan Sastra Nusantara-Arafat Library Demak (PeSaN ALiD) memperingati 40 hari salah seorang di antara mereka, Vanera El-Arj di Gubuk Jetak Wedung, Demak, Kamis (5/2) malam. Mereka melakukan aksi teaterikal yang menyauarakan perdamaian dan kesejahteraan Indonesia. Dalam aksinya, mereka menunjukkan keprihatinan atas kemelut berkepanjangan KPK-Polri.

Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Kreatif Demak Suarakan Kemelut KPK-Polri Berakhir

Mereka juga mengingatkan kembali akan kedamian, rasa persahabatan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Mereka juga kecewa atas sikap negara yang membiarkan asetnya dikuasai asing seperti Freepot.

Pengelola PeSaN ALiD Arafat Ahc mengatakan, mengenang persahabatan ini sebagai wujud untuk mengambil hikmah budaya. Komunitas ini mencoba mengambil nilai pesan yang telah ditorehkan sahabat Vanera El-Arj melalui karyanya.

Muhammadiyah Asli

“Bagi generasi bangsa, marilah gelorakan semangat berkarya dan upayakan penguatan kebudayaan yang diikuti dengan hasil cipta, karya, dan menjaga kearifan lokal sebagai warisan yang tidak dapat dinilai dengan materi,” lanjut Arafat.

Kegiatan Kenduri Rindu PeSaN ALiD bekerja sama dengan berbagai komunitas di Jawa Tengah dan Banten seperti PR Rambak Fathimiyyah, Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten, Komunitas Jenang Kudus, Smaput Pati, LKM-Esa Semarang, dan Sciena Madani Semarang.

Muhammadiyah Asli

Semangat persaudaraan ini diisi dengan berbagai acara antara lain pembacaan maulid tresno, tahlil dan doa, testimoni, performance art, puisi, renungan dan puisi. Acara ini juga dihadiri berbagai komunitas dan warga yang turut serta memadati halaman.

Menurut Muhammad Rois Reinaldi dari Banten, orang yang berkarya harus mampu dan siap bersaing. “Kita harus tetap berkarya, jangan pantang menyerah,” katanya. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Jadwal Kajian, Hadits Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Mudah untuk mengategorikan orang-orang yang merencanakan pembunuhan keji atas 132 anak sekolah sebagai individu sakit, gila, dan sama sekali tak punya rasa kemanusiaan.

Namun, sayangnya, serangan Taliban Pakistan di sebuah sekolah di Peshawar, Selasa—salah satu tragedi terbesar di negara itu—kemungkinan buah dari analisis biaya-manfaat yang rasional. Intinya, dalam bisnis teror, kekejian menjadi cara yang paling efektif. Demikian laporan yang dilansir oleh Wall Street Journal.

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Teroris Kini Berlomba Menjadi yang Paling Brutal

Setidaknya itulah pelajaran yang dipetik kelompok ekstremis di seluruh dunia dari ketenaran dadakan Daulah Islamiyah alias ISIS di Irak dan Suriah. Organisasi itu memakai video pemenggalan orang dan eksekusi massal tahanan sebagai senjata psikologis yang ampuh.

Muhammadiyah Asli

“Sayangnya, kekerasan seperti ini menghasilkan uang, dukungan, dan rekrutan dari seluruh dunia. Kekejian diproyeksikan sebagai cara untuk menang,” kata Professor Ahmad Moussalli, peneliti spesialis gerakan Islam garis keras di American University of Beirut.

Eskalasi kekejian ini mendorong banyak kelompok ekstremis berlomba-lomba jadi yang paling kejam agar menggegerkan dunia. Apalagi setelah nama ISIS dikenal global dan menuntut semua Muslim mematuhi aturannya.

Boko Haram dari Nigeria—yang menculik lebih dari 270 anak sekolah April lalu dan “menikahkan” mereka ke anggotanya—dihadapkan pada tekanan serupa, saat mereka tetap ingin independen.

Muhammadiyah Asli

Taliban Pakistan sebelumnya tidak pernah secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas sebuah serangan. Misalnya, dalam pengeboman tahun lalu di sebuah gereja di Peshawar yang menewaskan sedikitnya 127 orang. Namun Selasa kemarin, mereka menyombongkan aksinya membunuh massal anak-anak sekolah di Peshawar.

“Ini adalah kontes antara Taliban Pakistan, Boko Haram, dan ISIS—dan sepertinya Taliban Pakistan kali ini berada di puncak liga barbar,” kata Salman Shaikh, direktur Brookings Doha Center di Qatar.

Kekejian ini tentunya tidak hanya dimaksudkan untuk mengesankan pendukung, dan calon pendukung, kelompok jihad. Tujuan serangan mematikan sejak dulu adalah untuk menyebar teror—formula ISIS tahun ini di Irak.

Dengan logika semacam ini, membantai lebih dari 130 anak-anak di Peshawar adalah strategi bisnis yang efektif, ujar Syed Hussain Soherwordi, ahli terorisme internasional di Peshawar University.

“Bagi teroris, targetnya harus [orang-orang] yang sepolos mungkin, demi mengejutkan orang dan untuk membuat orang berpikir hal ini tidak akan terjadi lagi jika permintaan teroris dipenuhi,” kata Soherwordi.

Meski demikian, strategi ini tidak bebas risiko. Di beberapa negara, kemarahan dan kecaman publik justru dapat membawa hasil yang berlawanan. Tentangan dari masyarakat bisa mempermudah aparat menggelar penindakan yang efektif atas teroris.

Bagaimanapun, saat Pakistan berkabung, masih belum diketahui apakah Taliban salah hitung dan apakah pembunuhan massal di Peshawar ini justru merugikan mereka. (mukafi niam) foto: reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Kiai, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Februari 2018

Tabloid Warta NU

Nomor I Tahun Pertama tabloid Warta NU terbit pada bulan September 1985/Dzulhijjah 1405, atau delapan bulan setelah Mutkamar NU ke-27 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Jawa Timur, pada bulan Desember, 1984.?

Pada nomor pertama, tercantum H.M. Said Budairy sebagai pemimpin umum Warta NU yang beralamat di Jalan Kramat Raya 164. Budairy adalah jurnalis senior yang turut membesarkan Duta Masyarakat bersama H. Mahbub Djunadi, juga salah satu pendiri dan pimpinn harian Pelita. Slamet Effendi Yusuf bertugas sebagai pemimpin redaksi dan Mohammad Ichwan Sam sebagai wakilnya. Keduanya junior Budairy di koran Pelita.

Tabloid Warta NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabloid Warta NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabloid Warta NU

Sementara itu, H. Sjamsul Arifin Muis duduk sebagai Pimpinan Perusahaan. Tercantum pula nama-nama seperti Ahmad Bagdja, Baidlowi Adnan, Ison Basuni, Zainal S Abidin, Harmas Maesar, Endin AJ. Soefihara, Saifullah Ma’shum dan Abdurrahman Mas’ud menempati Dewan Redaksi. Lay out/tatamuka Agust Kus Sam, Z. Abidin. Distributor: Farid Basori. Tabloid bulanan bersemboyan Media Komunikasi dan Silaturahim ini diterbitkan Lembaga Ta’lif wan Nasyr.

Muhammadiyah Asli

“Bagai geliat orang yang tertidur lelap. Lambat, tetapi kebangunan terasa di mana-mana. Bukan hanya PBNU melakukan pembenahan-pembenahan, tapi juga jajaran kepengurusan di semua tingkatan.”

“Warga yang menyimpan rindu untuk beramal melalui wadah “bumi berbintang sembilan” begitu antusias. Dengan cara masing-masing mereka menyambut kebangunan kembali jam’iyah ini.”

Demikian kalimat yang dijadikan lead untuk berita utama berjudul NU dengan Gerak Baru di halaman pertama. Dari lead tersebut, tampak sekali bahwa Warta NU diterbitkan menyusul kesuksesan muktamar yang menjadikan “kembali ke khittah” sebagai kredo, mendudukkan KH As’ad Syamsul Arifin sebagai Rais Aam, serta mengusung KH Abdurrahman Wahid menjadi Ketua Umum PBNU.?

Muhammadiyah Asli

Tidak narasumber diwawancarai, kondisi cabang-cabang NU dideskripsikan. Tulisan tersebut dilengkapi dengan sejumlah nama yang menjadi ketua lembaga dan lajnah kepengerusan 1984-1989.

Pada halaman pertama juga ditampilkan potret KH Wahab Chasbullah sedang duduk bersila. Berita berjudul NU Mesti Bermanfaat buat Masyarakat Pendukungnya bergambar H Mahbub Djunaidi dan Kongres IX GP Ansor di Lampung.?

Di halaman itu pula sebuah artikel berjudul NU: Reaksi Terhadap Apa? Disajikan dengan mencolok dengan garis hijau, penulisnya sang Ketua Umum baru: Abdurrahman Wahid. Dia orang yang hampir tidak pernah absen menulis di Warta NU. Penulis lainnya yang kerap mencul adalah H. Mahbub Djunaidi, KH. Musthofa Bisri, Ahmad Tohari, KH Muchit Muzadi, Syu’bah Asa, dll.

Dari kalangan muda ada Slamet Effendi Yusuf, Masdar F Mas’udi, Andi Muawiyah Ramli, Fazlurl Falakh, M. Imam Aziz, Saifullah Ma’shum, dan lain-lain.

Pada tahun 1995, Choirul Anam memindahkan kantor Warta NU dari Jakarta ke Surabaya, tepatnya di kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Raya Darmo 96, Surabaya. Lalu pindah di Jalan Kutisari Indah Barat VI/I Surabaya.

Tabloid Warta banyak melahirkan ? penulis-penulis baru di kalangan NU, tidak hanya di bidang keagamaan, pendidikan, sosial-politik, tapi juga seni dan budaya. Sebab, sejak awal terbit, Warta NU secara konsisten menyediakan rubrik seni dan budaya bernama Bumi Hijau. Tahun 2005, tabloid yang pernah mencapai 50.000 eksemplar dan beredar secara nasional ini berhenti terbit. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Warta, AlaNu Muhammadiyah Asli

Sabtu, 27 Januari 2018

Rasul Ditanya, Siapa Boleh Naik Haji?

Ibn Abbas RA menceritakan bahwa Beliau pernah mendengar Rasulullah SAW dalam suatu khutbahnya bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki menyepi dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama muhrimnya.”

Lalu berdirilah seorang laki-laki di antara para jamaah dan berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji sedang aku diwajibkan ikut dalam berbagai peperangan.”

Rasul Ditanya, Siapa Boleh Naik Haji? (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasul Ditanya, Siapa Boleh Naik Haji? (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasul Ditanya, Siapa Boleh Naik Haji?

Mendengar pernyataan semacam ini, Rasulullah SAW memandang lelaki yang sedang berdiri dihadapannya, sementara jamaah lain tetap tenang dalam duduknya masing-masing, “Berangkatlah engkau dan berhajilah bersama istrimu,” sabda Rasul. (HR. Bukhari-Muslim)

Dan suatu ketika Rasulullah SAW bertemu dengan serombongan kafilah di Rauha, kemudian Beliau bertanya kepada para sahabat, “Siapakah rombongan ini?" Namun perwakilan rombongan justru balik bertanya kepada Rasulullah, “Siapakah engkau?” Maka Rasulullah pun lantas menjawab, “Saya Muhammad Rasulullah.”

Muhammadiyah Asli

Kemudian salah seorang perempuan anggota rombongan tadi mengangkat seorang anak kecil seraya bertanya, “Apakah anak yang ini boleh berhaji?” Maka Beliau bersabda, “Ya boleh, dan untukmu pahalanya.” (HR. Muslim)

Muhammadiyah Asli

Sementara dalam sebuah kesempatan lain pada waktu peristiwa Haji Wada (Haji terakhir yang ditunaikan oleh Rasulullah semasa hidupnya) Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bercengkerama dengan al-Fadl Ibn Abbas RA. Lalu datanglah seorang perempuan dari Katsam hingga mereka pun saling pandang. Kemudian Nabi SAW memalingkan muka al-Fadl ke arah lain.

Perempuan yang baru datang ini kemudian berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya perintah haji dari Allah atas hamba-Nya turun ketika ayahku sudah tua renta, hingga tidak lagi mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya?” Rasulullah SAW lantas menjawab, “Ya Boleh.” (HR. Bukhari-Muslim)

A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Meme Islam, Hadits Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

Demak, Muhammadiyah Asli - Lima hari sekolah yang digagas mentri pendidikan Muhajir Efendi akan menjadi salah satu bahasan utama materi konferensi Cabang NU Kabupaten Demak akhir pekan, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sidorejo kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Masalah ini diangkat dalam pembahasan konferensi karena diduga sangat merugikan umat.

Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif usai rapat dengan panitia konferensi Selasa (25/7) di kantor PCNU Jalan Sultan Fattah Nomor 611 Demak mengatakan, berdasarkan masukan dari pengurus MWC dan para kiai NU diminta untuk bertindak tegas menolak dengan pernyataan sikap pada kebijakan lima (5) hari sekolah oleh menteri pendidikan Muhajir Efendi terlebih dengan pernyataan bupati Demak HM Natsir yang mendukung kebijakan mendikbud beberapa waktu lalu yang sempat viral di media baik media cetak maupun media sosial.

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

“Dalam konferensi nanti kami akan membacakan pernyataan sikap yang selanjutnya kami serahkan kepada pak bupati yang rencananya hadir karena itu permintaan para kiai dan pengurus NU,” tegas Kiai Musadad.

Sementara itu ketua panitia yang sekaligus Ketua LP Maarif NU H Sakdullah Fattah mengatakan, panitia akan memfasilitasi dan memenuhi permohonan para kiai dan peserta yang menginginkan pembahasan ini, terlebih menurutnya jikalu hal ini diterapkan dengan belajar 8 jam dengan perangkat yang tidak dipersiapkan termasuk guru pengampunya yang tidak menguasai ilmu agama.

Muhammadiyah Asli

“Apa jadinya produk pendidikan karakter terutama bidang agama yang diampu oleh guru umum. Ini masalah besar karena menyangkut karakter anak bangsa,” tegas Sakdullah.

Rencananya, konferensi cabang selain dihadiri pengurus wilayah juga akan mendengarkan pengarahan dari Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh dan Meristekdikti HM Natsir. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Fragmen Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock