Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K Sarbumusi) Nahdlatul Ulama, Sukitman Sudjatmiko, di Jakarta, Ahad (31/7) menyatakan, persoalan buruh di Indonesia bisa diurai dengan regulasi jelas yang berpihak pada buruh sebagaimana petani Thailand dan Jepang mendapat proteksi dari pemerintah mereka.

"Persoalan perburuhan saat ini selain perjuangan dan kondisi hak normatif yang terus dilanggar oleh pengusaha adalah buruh Indonesia menghadapi persoalan perburuhan. Kalau kita petakan, ada sekitar lima," kata dia.

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Buruh Indonesia Perlu Regulasi Jelas

Pertama, persoalan ekonomi kapitalisme digital. Kedua terkait penerapan teknologi informasi digital yang berimbas pada hubungan kerja lebih fleksible dan menyebabkan posisi tawar buruh terhadap pemilik teknologi menjadi lemah sehingga hak-hak normatif buruh terlanggar. Ketiga, implementasi masyarakat ekonomi ASEAN atau MEA yang secara prinsip, pemerintah Indonesia tidak melindungi buruh.

Muhammadiyah Asli

"Malah paket kebijakan ekonomi diarahkan meliberasi buruh, contoh diizinkannya outsourcing (alih daya) tenaga kerja asing di Indonesia dengan izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara ini, izin perusahaan outsourcing Indonesia ada di Dinas Tenaga Kerja (Dsinaker) Provinsi," ujar dia lagi.

Pertanyaannya, imbuh Sukitman, siapa yang mengawasi? Permenaker 19/2015 dan Permenaker 35/2015 yang lebih fleksible terhadap tenaga kerja asing dan PP pengupahan sebagai kebijakan upah murah?

Muhammadiyah Asli

"Itu sama saja Indonesia melepas buruhnya di pangsa pasar MEA, analoginya seperti menghadapkan anak ayam dengan harimau. Keempat tidak seriusnya pemerintah dalam merevitalisasi fungsi balai latihan kerja di seluruh Indonesia yang tidak dibarengi dengan dukungan anggaran (APBN) memadai," paparnya.

Persoalan kelima adalah Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang masih dipaksakan otonomi daerah terhadap Disnaker. Hal tersebut membuat kontrol Kemnaker terhadap Disnaker dalam fungsi pengawasan yang sama sekali tidak maksimal dan terkoordinasi dengan baik.

"Fakta di lapangan, penyelesaian perselisihan hubungan industrial terkendala carut marut politik lokal sehingga Kepala Disnaker lebih tunduk pada bupati/walikota daripada Menteri Tenaga Kerja. Persoalan-persoalan tersebut bisa diurai dengan regulasi jelas yang bisa melindungi dan memproteksi buruh," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ahlussunnah, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 29 Januari 2018

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural

Jepara, Muhammadiyah Asli. Ketua MWC NU Kecamatan Bangsri Jepara, Jawa Tengah, KH Ahmad Jazuli mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) bukan hanya dipahami dari gerakan kulturalnya saja, melainkan juga gerakan struktruralnya. Keduanya harus disinergikan secara bersama-sama.

Hal itu merupakan pokok paper Kiai Jazuli untuk materi Ke-NU-an yang disampaikan kepada peserta Latihan Kader Muda (Lakmud) PAC IPNU-IPPNU Bangsri di MTs Hasyim Asyari Bangsri, pada Jum’at (14/6) pagi.

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bukan Sekadar Gerakan Kultural

Kiai Jazuli menambahkan, sejauh ini banyak yang menilai NU merupakan gerakan kultural karena kegiatan-kegiatan yang digagas bernuansa kultural. Semisal istighatsah, tahlil,  dibaan, manaqib, yasinan dan sejenisnya. Alih-alih nuansa kultural itu sebut kiai Jazuli kerap menjadi instrumen untuk mengidentifikasi seseorang itu NU atau bukan.

Muhammadiyah Asli

Meski demikian, ia mengutip pendapat Rais Syuriah PBNU, KH Masdar Farid Masudi, kekuatan kultural itu menjadi kelebihan NU yang melekat kuat sejak NU lahir.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwasanya NU merupakan kombinasi dari gerakan kultral dan struktural. Pengelolaan energi NU, lanjut Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) Hasyim Asyari Bangsri Jepara ini, harus dilakukan secara proporsional.

Muhammadiyah Asli

 

“40 % energi NU untuk melestarikan kultur sedangkan 60% untuk membangun struktur organisasi yang kuat dan kokoh,” jelasnya.

 

Hal itu sebutnya sejalan dengan falsafah NU yang sangat popular—al muhafadzatu ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Ketua Jurusan program Imersi MA Hasyim Asyari menyatakn falsafah itu memuat 2 poin--al muhafadzah alal qadimis shalih dan al ahdzu bil jadidil ashlah.

 

Poin pertama, sambung Jazuli, NU harus merawat dan melestarikan tradisi. Sedangkan poin kedua NU harus mendesiminasi tradisi baru melalui pembangunan struktur organisasi yang kuat dan kokoh yang berorientasi kepada pelayanan umat, “Kekuatan kultur tanpa diimbangi kekuatan struktural tidak akan banyak berarti. Sebab ikatan-ikatan kultural itu nantinya menjadi sangat rapuh,” imbuhnya.

 

Karenanya, NU tambahnya harus membangun nizham organisasi yang kuat dan modern untuk membentengi kultur sekaligus memberdayakan Nahdliyyin sehingga manfaat keberadaan NU tidak hanya bersifat kultural namun juga menyentuh semua sendi kehidupan.

 

Kiai Jazuli juga menyatakan untuk melestarikan kultur dan membangun struktur organisasi yang kuat menurutnya semua pemangku kepentingan di NU harus terlibat secara optimal. Baik pemangku pesantren yang menjadi kekuatan NU, pimpinan masjid maupun penggerak roda organisasi dari level tertinggi hingga terbawah.

 

“Bila gerakan kultur dan struktur dipadukan degan baik maka patut diyakini bahwa NU akan menjadi organisasi terbesar yang kokoh, kuat, berwibawa dan disegani,” harapnya.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Syaiful Mustaqim

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Fragmen Muhammadiyah Asli

Jumat, 26 Januari 2018

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

Demak, Muhammadiyah Asli - Lima hari sekolah yang digagas mentri pendidikan Muhajir Efendi akan menjadi salah satu bahasan utama materi konferensi Cabang NU Kabupaten Demak akhir pekan, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang Sidorejo kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Masalah ini diangkat dalam pembahasan konferensi karena diduga sangat merugikan umat.

Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif usai rapat dengan panitia konferensi Selasa (25/7) di kantor PCNU Jalan Sultan Fattah Nomor 611 Demak mengatakan, berdasarkan masukan dari pengurus MWC dan para kiai NU diminta untuk bertindak tegas menolak dengan pernyataan sikap pada kebijakan lima (5) hari sekolah oleh menteri pendidikan Muhajir Efendi terlebih dengan pernyataan bupati Demak HM Natsir yang mendukung kebijakan mendikbud beberapa waktu lalu yang sempat viral di media baik media cetak maupun media sosial.

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Demak Dukung 5 Hari Sekolah, PCNU Demak Bahas Ini di Konferensi

“Dalam konferensi nanti kami akan membacakan pernyataan sikap yang selanjutnya kami serahkan kepada pak bupati yang rencananya hadir karena itu permintaan para kiai dan pengurus NU,” tegas Kiai Musadad.

Sementara itu ketua panitia yang sekaligus Ketua LP Maarif NU H Sakdullah Fattah mengatakan, panitia akan memfasilitasi dan memenuhi permohonan para kiai dan peserta yang menginginkan pembahasan ini, terlebih menurutnya jikalu hal ini diterapkan dengan belajar 8 jam dengan perangkat yang tidak dipersiapkan termasuk guru pengampunya yang tidak menguasai ilmu agama.

Muhammadiyah Asli

“Apa jadinya produk pendidikan karakter terutama bidang agama yang diampu oleh guru umum. Ini masalah besar karena menyangkut karakter anak bangsa,” tegas Sakdullah.

Rencananya, konferensi cabang selain dihadiri pengurus wilayah juga akan mendengarkan pengarahan dari Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh dan Meristekdikti HM Natsir. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hadits, Fragmen Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Padangpariaman, Muhammadiyah Asli. Eksistensi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman semakin mendapat perhatian mahasiswa di kota Tabuik ini. Hal ini terbukti makin banyak mahasiswa yang mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII yang digelar Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman, Sumatera Barat.

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Makin Diminati Mahasiswa di Kota Pariaman

Ketua Umum PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham mengungkapkan hal itu ketika membuka Mapaba PMII, Rabu (6/1) di surau Tangah Padang, Pauhkambar, Padangpariaman. Menurut Jupmaidi, PMII sebagai organisasi mahasiswa terus berupaya menyiapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Pariaman sebagai calon pemimpin masa depan.

"Di tengah lesunya minat generasi muda untuk mengembangkan potensi dirinya melalui organisasi, PMII Kota Pariaman terus berupaya mendorong mahasiswa agar berkreativitas melalui organisasi PMII ini. Sebagai mahasiswa, kita harus meraih sukses di kampus dengan menyelesaikan studi, namun sekaligus harus menempa diri dengan berproses di organisasi PMII ini," kata Jupmaidi yang sebelumnya? menjabat Sekretaris PMII Pariaman.

Muhammadiyah Asli

Ditambahkan Jupmaidi, sebagai mahasiswa aktivis, dibutuhkan kreativitas, inovasi dan pemikiran baru terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar mahasiswa. Kader PMII tentu dituntut untuk terus menempa diri dengan meningkatkan wawasan dan cakrawala berpikir yang lebih luas. Hanya dengan wawasan yang luas kader PMII bisa jadi pemimpin.

Muhammadiyah Asli

"Untuk meningkatkan wawasan kader, PMII Kota Pariaman beberapa waktu lalu sudah meresmikan perpustakaan di sekretariat. Diharapkan dengan adanya perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan kader PMII dalam meningkatkan wawasan. Selain itu, bagaimana kader PMII meningkatkan minat membaca buku untuk memperluas cakrawala pengetahuan," kata Jupmaidi.

Ketua Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Paisal Amri Tanjung menyebutkan, Mapaba diikuti 25 orang peserta dari mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin? yang berlangsung hingga Kamis (7/1) malam. Dari lima kali Mapaba yang sudah diadakan di masa kepemimpinannya, Mapaba kali ini yang terbanyak pesertanya. Peserta ini bertempat tinggal di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

"Pelaksanaan Mapaba sengaja di hari libur kuliah. Sehingga dapat menyaring mahasiswa untuk lebih banyak mengikuti Mapaba," kata Paisal Amri, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Padangpariaman.(armaidi tanjung/abdullah alawi)

?

Keterangan Foto:

Ketum PC PMII Pariaman Jupmaidi Ilham berfoto bersama dengan peserta Mapaba usai pembukaan, Rabu (6/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Kudus, Muhammadiyah Asli. Akademi Kebidanan (akbid) Muslimat NU Kudus menyematkan cap profesi kepada 22 mahasiswa di Auditorium Kampus setempat, Sabtu (18/1). Dalam acara bertajuk “caping day” ini mahasiswa akbid juga mengucapkan janji melaksanakan praktik kebidanan.

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Sematkan Cap Profesi Mahasiswa

Direktur Akbid muslimat NU Darningsih mengatakan caping day merupakan prosesi mempersiapkan mahasiswa semester pertama untuk praktik kebidanan pada semester berikutnya di perkuliahan. Praktik dilaksanakan semester 2- 5 di perkuliahan dan tempat prakek lainnya seperti Puskesmas,Rumah Sakit maupun rumah bersalin.

“Penyematan cap ini sebagai simbol profesi bidan yang menjadi dasar mahasiswa sudah siap mulai dipraktikkan di lahan praktik. Kalau belum melalui ini tidak boleh melakukan praktik pada smester berikutnya,” katanya kepada Muhammadiyah Asli usai acara.

Muhammadiyah Asli

Setelah ucap janji, Darningsih mengharapkan mahasiswa mampu praktik sesuai dengan yang diucapkan yakni melaksanakan praktik harus berlandaskan ajaran ahlussunnah wal jamaah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ilmu yang ditekuni dan tidak membeda-bedakan kaya atau miskin.

Muhammadiyah Asli

“Semoga praktik mereka mampu mengimplentasikan ilmu praktik dari segi pengetahuan tentang pelayanan kebidanan dan menjaga sikap dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Kepala dinas Kabupaten Kudus Maryoto mengatakan mahasiswa harus memahami situasi nyata dalam prkatek kebidanan sehingga memerlukan kesiapan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika praktik, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan tanggungjawab sesuai disiplin ilmu sehingga mampu menjadi bidan tangguh dan mandiri,” katanya.

Hadir dalam acara itu, pengurus BPPMNU Azzahra, wali murid mahasiswa dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Habib, Fragmen Muhammadiyah Asli

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

Waykanan, Muhammadiyah Asli. Bela Negara sebagaimana dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia perlu diapresiasi positif, kendati Nahdlatul Ulama (NU) melalui Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hingga Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) tidak asing dengan nasionalisme.

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

"Kita juga meyakini NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya dan Bhineka Tunggal Ika Pusaka Kita dengan sejumlah pendidikan internal. Tetapi di era globalisasi, di mana teknologi informasi berperan sangat penting. Bela Negara menjadi sesuatu yang tidak saja bersifat fisik. Jika orang dengan ideologi Pancasila tidak berjarak dengan teknologi informasi dan bisa menyampaikannya melalui penyebaran tulisan bela negara melalui internet atau dunia maya, Indonesia akan semakin aman," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (12/11).

Fakta tidak terbantahkan saat ini, kata dia lagi, ruang-ruang publik juga digempur dengan ideologi-ideologi yang jelas berdampak buruk bagi NKRI. "Jika sektor dunia maya tidak atau belum disentuh, maka tanggung jawab bela negara di wilayah dunia maya juga menjadi tanggung jawab warga NU," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan dan Batin Bangsawan itu berpendapat, media massa, pewarta, citizen journalism adalah kader-kader bela negara yang bisa bergerak gesit.

Muhammadiyah Asli

"Hari ini, karena ketidaktahuan sejumlah pewarta, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang jelas-jelas berseberangan dengan ideologi bangsa Indonesia, justru dibantu dalam mempublikasikan ideologi mereka, dan itu fakta, bukan omong kosong. Ini harus dilawan. Dan ini menjadi salah satu dasar kenapa kader Ansor di Waykanan harus bisa menulis," tegas Gatot.

Warga NU, demikian Gatot menandaskan, juga bertanggung jawab dengan bela negara di sektor publikasi, menyampaikan Islam Rahmatan lil Alamin kepada publik sebagai bentuk pengabdian menjaga republik, sehingga dituntut bisa menulis. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Sukabumi, Muhammadiyah Asli. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi berupaya berperan di tengah-tengah masyarakat baik secara jam’iyah maupun jama’ah. Untuk peran tersebut, GP Ansor perlu meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda, salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Dua GP Ansor yang bertetangga tersebut menggelar PKD untuk pertama kalinyaa di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kampung Cihurang RT 3/8, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan pada (25/2) dengan tema Membentuk Pemuda Ansor yang Cerdas demi Kokohnya Persatuan Kebangsaan.?

Menurut Ketua PAC GP Ansor Simpenan Tendi Satriadji berharap kegiatan itu menjadi titik awal kemajuan GP Ansor Kecamatan Simpenan dan Palabuhan Ratu dan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi PAC lainnya.?

Saat ini, kata dia, di Simpenan dan Palabuhanratu, pemuda dari mulai berumur 17 tahun sudah mulai jauh dari pondok pesantren sehingga membaca dan memahami Al-Qur’an sangat rendah. Tak hanya itu, kepedulian mereka terhadap kegiatan hari hari besar keagamaan sangat minim.

Muhammadiyah Asli

“Kami sangat khawatir moral dan paradigmanya ini bisa terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu yang berbau SARA dan menebar konflik mengatasnamakan Islam,” katanya kepada Muhammadiyah Asli, Jumat (3/3).

Berdasarkan kehawatiran ini, lanjutnya, sehingga kami mengambil sikap untuk meraih para pemuda dengan cara mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ? yang ? dalam AD/ART Organisasi, yaitu sebagai tujuan organisasi menegakan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian, Fragmen Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock