Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Makassar, Muhammadiyah Asli. Gerakan Pemuda Ansor diharapkan mampu berperan aktif dengan melaksanakan berbagai aktivitas dan program kerjanya yang positif dalam membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan, bertempat di Mercure Regency Hotel, Makassar, Selasa (19/4).

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Selain itu, pihaknya juga menyambut baik digelarnya Konferwil ke-27 organisasi sayap pemuda NU ini dan berharap "mudah-mudahan GP Ansor Sulawesi Selatan selalu melakukan silaturrahmi dengan Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan program kerja yang positif demi membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik."

Muhammadiyah Asli

Seperti dilaporkan kontributor Muhammadiyah Asli di Makassar, Syaiful Akbarius Zainuddin, Gubernur yang baru-baru ini dilantik Mendagri Mardiyanto ini mengimbau agar dalam wacana dan praksis Demokratis selayaknya seluruh elemen masyarakat di provinsi Sulawesi Selatan bisa bahu-membahu dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Muhammadiyah Asli

"Kita perlu saling menghargai dalam setiap pengorbanan dan kerja seluruh rakyat dalam melakukan perubahan, di mana masing-masing orang memiliki tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing," kata Gubernur.

Dalam Konferwil ini, Gubernur juga menyinggung pentingnya analisis dan kajian ulang atas setiap pembangungan baik infrastruktur maupun suprastruktur di Sulawesi Selatan pada tahun-tahun sebelumnya guna menghasilkan rumusan-rumusan yang konkrit dan terbaik demi kelangsungan pembangunan di provinsi tersebut.

"Dengan demikian maka Konferwil ini memberikan makna yang baik terhadap pembangunan masyarakat Sulawesi Selatan," terangnya.

"Kita sepakat bahwasanya kesamaan visi dan misi untuk masa depan dalam membangun Sulawesi Selatan harus kita kedepankan demi pembangunan generasi muda kita ke arah yang positif serta menghilangkan sifat-sifat arogansi terhadap organisasi kita sendiri," katanya, dan menambahkan, "generasi muda adalah pilar yang paling utama" dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur berharap, para peserta dapat membahas program-program kerja yang mengutamakan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara pembukaan ini, para peserta yang berasal dari DPC GP. Ansor se-Sulawesi Selatan yang berjumlah 21 cabang dari total 23 Cabang. Saat berita ini ditulis, hanya dua DPC yang belum melakukan registrasi, yaitu DPC GP Ansor Bone dan Luwu Timur.

Selain itu, hadir pula Mustasyar PBNU AGH. A. Sanusi Baco, Ketua PBNU H. A. Jamaro Dulung, Kepala Kejati Sulawesi Selatan, Kakanwil Agama Sulawesi Selatan, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan KH. M. Zein Irwanto serta sejumlah undangan lainnya.

AGH. A. Sanusi Baco dalam sambutannya mengingatkan agar kiranya GP. Ansor Sulawesi Selatan dapat memberi makna yang baik serta bermanfaat kepada masyarakat sekitarnya dan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam setiap program kerjanya.

"Organisasi yang baik adalah organisasi yang peduli terhadap urusan ummat dan senantiasa mengorganisir dengan kebenaran. Sebab bagaimana pun GP. Ansor adalah organisasi kepemudaan yang wajib mengikuti landasan ajaran Agama Islam dengan tujuan memperbaiki moral Generasi Muda yang kurang baik dan menjadi contoh serta tauladan layaknya seperti perilaku Rasulullah Muhammad SAW," katanya.

Sementara itu Ketua Umum GP. Ansor yang diwakili Harianto Ugie menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum GP. Ansor H. Syaifullah Yusuf karena sesuatu dan lain hal.

Selanjutnya, Harianto mengemukakan, ada dua dua hal pokok yang harus dihasilkan dalam Konferwil ini, pertama, adanya rancangan program kerja selama 4 tahun ke depan serta hal-hal yang direkomendasikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks Jamiyah Nahdlatul Ulama yang berhubungan dengan masalah kepemudaan di Indonesia. Kedua, terpilihnya kader terbaik dari sekian banyak kader-kader GP. Ansor Sulawesi Selatan, yaitu "kader yang memiliki kualitas dan militansi dalam membangun organisasi ke arah yang lebih baik."

"Selain itu kita harus bersyukur bahwa baru kali ini acara Konferwil Sulawesi Selatan dibuka oleh seorang Gubernur di mana secara tidak langsung merupakan sinyalemen positif bahwa Gubernur mendukung secara konkrit kerja dari GP. Ansor Sulawesi Selatan," pungkasnya. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Pondok Pesantren, Kiai Muhammadiyah Asli

Minggu, 18 Februari 2018

Pemberian Izin Usaha Minimarket Berpotensi Mafsadat dalam Syariat Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli, belakangan ini kehadiran minimarket tidak lagi bisa dibendung. Pasar swalayan kecil ini sudah menjamur dan merangsek hingga ke pelosok-pelosok dusun. Pertanyaan saya, bagaimana hukum agama memandang pemerintah sebagai pemegang otoritas atas izin usaha tersebut? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (H Sadzili/Banjar).

Jawaban

Pemberian Izin Usaha Minimarket Berpotensi Mafsadat dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberian Izin Usaha Minimarket Berpotensi Mafsadat dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberian Izin Usaha Minimarket Berpotensi Mafsadat dalam Syariat Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Kehadiran minimarket yang menjamur hingga pelosok kampung di Indonesia menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Satu sisi kehadiran minimarket dianggap membawa berkah karena memudahkan masyarakat yang semakin kompleks. Pasar swalayan kecil ini dianggap oleh sebagian masyarakat lebih nyaman dalam berbelanja. Di samping itu minimarket melayani sejumlah kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dipenuhi oleh warung-warung kecil yang dikelola warga.

Muhammadiyah Asli

Sisi lain pasar swalayan kecil yang masuk hingga kampung-kampung ini juga membawa serta efek negatif bagi perkembangan usaha kecil masyarakat sekitar. Kehadiran minimarket dengan sendirinya menurunkan daya beli masyarakat terhadap warung-warung kecil di sekitarnya yang pada gilirannya juga gulung tikar.

Muhammadiyah Asli

Kehadiran minimarket ini tidak lepas dari pemberian izin usaha melalui surat izin usaha perdagangan (SIUP) oleh pemerintah. Lalu bagaimana padangan Islam terkait memberikan izin usaha (retail) yang berpotensi menimbulkan mafsadah rakyat sekitar (toko-toko umat)?

Masalah ini diangkat dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama NU yang berlangsung di Mataram pada 23-25 November 2017.

Forum bahtsul masail ketika itu memberikan dua jawaban. Pertama, pemerintah tidak diperbolehkan mengeluarkan izin usaha apabila dampak mafsadah minimarket itu lebih besar dibanding mashlahat yang dirasakan, semisal mengakibatkan terjadinya monopoli harga. Tetapi pemerintah boleh mengeluarkan izin usaha jika mashlahat pasar swalayan kecil itu bagi masyarakat lebih besar.

Forum yang terdiri atas para kiai dari pelbagai daerah di Indonesia ini antara lain mengutip sejumlah pandangan ulama, salah satunya Syekh Wahbah Az-Zuhayli.

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?: «?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kaidah ketiga adalah dampak mudharat yang lebih besar disbanding maslahatnya. Ketika seseorang menggunakan haknya dengan tujuan mewujudkan sebuah kemaslahatan yang dapat dilakukan, tetapi usahanya menimbulkan mudharat bagi orang lain yang lebih besar dibanding atau setara dengan maslahat yang direncanakan, maka harus dicegah sebagai bentuk preventif, sama saja apakah mudharat itu bersifat umum yang menimpa banyak orang atau bersifat khusus orang per orang.

Argumentasi atas larangan ini adalah sabda Rasulullah SAW, ‘Tidak mudharat dan memudharatkan.’ Atas dasar ini penggunaan hak itu menjadi sebuah kelaliman bila berdampak mudharat secara umum dan ini jelas lebih lebih bahaya dari mudharat secara khusus; atau dampak mudharat secara khusus yang lebih banyak dibanding kemaslahatan pemegang hak, atau lebih bahaya dari mudharat yang diterima pemegang hak, atau setara dengan mudharat orang yang berhak. Sedangkan bila mudharat itu lebih kecil atau masih bersifat spekulasi, maka penggunaan hak usaha itu bukan kelaliman,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, juz 4, halaman 392).

Muncul pertanyaan dalam forum, apakah pemerintah wajib mencabut izin usaha tersebut bila pemerintah sudah terlanjur mengeluarkan izin bagi minimarket tersebut?

Forum ini menyatakan bahwa pemerintah wajib melakukan upaya proteksi ekonomi bagi masyarakat bawah sehingga harus melakukan langkah-langkah yang diperlukan hingga harus mencabut izin. Forum ini mendasarkan pandangannya pada kutipan fikih empat madzhab berikut ini:

? ? ? ? ?: (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pengertian sabda Rasulullah SAW, ‘Tidak mudharat dan memudharatkan’ adalah semestinya seorang Muslim menghilangkan mudharat dari saudaranya. Setiap pemimpin apakah ia pemerintah atau bukan wajib melenyapkan mudharat dari para pengikut atau masyarakatnya. Ia tidak boleh menyakiti mereka. Ia tidak boleh mengizinkan siapapun untuk menyakiti mereka. Tidak perlu disangsikan, pembiaran atas masyarakat dengan misalnya ketiadaan regulasi yang dapat memproteksi mereka dari tindakan menyakitkan dan mudharat jelas bertentangan dengan semangat hadits ini. Karena itu, setiap regulasi yang mengandung maslahat dan melenyapkan mudharat diafirmasi dan direstui oleh syariat,” (Lihat Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqhu ala Madzahibil Arba‘ah, juz V, halaman 193).

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Sabtu, 17 Februari 2018

IPNU Jawa Barat Berupaya Bangun Kaderisasi Efektif dan Sistematis

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Barat Amin Fajri menegaskan, di tahun ini ia menargetkan membentuk banyak kader secara kuantitas dan kualitas dengan efektif dan sistematis.?

IPNU Jawa Barat Berupaya Bangun Kaderisasi Efektif dan Sistematis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jawa Barat Berupaya Bangun Kaderisasi Efektif dan Sistematis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jawa Barat Berupaya Bangun Kaderisasi Efektif dan Sistematis

Hal ini ia sampaikan ketika sambutan pada Pembukaan Latihan kader Lanjutan (Lakut) IPNU se-Priangan Timur di Pesantren Al-Munir Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (25/8).

Ia bertekad sekurang-kurangnya membentuk 400 kader utama sebagai kader penggerak di Jawa Barat. Kader-kader ini akan menjadi motor penggerak di masing masing daerahnya dan terus mengawal pelajar Jawa Barat dengan pemerataan kaderisasi.

“Kita mencoba dengan cara yang sistematis. Pada Juni 2016 lalu, kita sudah melakukan kaderisasi tingkat akhir di Kantor PWNU Jawa Barat yang diikuti oleh 40 kader penggerak dari seluruh Jawa Barat. Dari 40 Kader ini, kaderisasi di tiap daerah akan berjalan salah satunya dengan melaksanakan Lakut di Zona Priangan Timur ini dan di Zona lainnya,” papar Fajri.

Muhammadiyah Asli

Dengan adanya Kader yang berawal dari Lakut di IPNU Jabar kemudian setiap zona ini diharapkan melakukan RTL. Dari setiap kaderisasi ini harus bisa mengimplementasikannya di lapangan sebagai kader penggerak pelajar NU.

Alumni Lakut kali ini harus mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud) di cabang masing-masing dan harus tetap mengawal dan menggerakan para pelajar. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Jumat, 16 Februari 2018

Tahun 1869 M Terusan Suez Dibuka, Mulailah Gelombang Arabisasi Pesantren

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pakar Islam Nusantara, Agus Sunyoto mengungkapkan, bahwa Walisongo memasukan unsur-unsur tulisan Jawa untuk memudahkan masyarakat di zaman itu. Baik di pesantren maupun di tengah-tengah masyarakat. Terutama di pesantren, karena lembaga pendidikan tertua di nusantara ini asli peninggalan Walisongo.

“Meski menyebarluaskan agama Islam, Walisongo tidak pernah menulis dalam aksara Arab pegon, semua manuskripnya menggunakan tulisan jawa, ho no co ro ko,” jelasnya dalam kegiatan Halaqah Islam Nusantara yang digelar Pascasarjana STAINU Jakarta, Jum’at (17/4) di Kampus STAINU Jakarta JL Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.

Tahun 1869 M Terusan Suez Dibuka, Mulailah Gelombang Arabisasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun 1869 M Terusan Suez Dibuka, Mulailah Gelombang Arabisasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun 1869 M Terusan Suez Dibuka, Mulailah Gelombang Arabisasi Pesantren

Wakil Ketua PP Lesbumi NU ini kembali menjelaskan, tahun 1869 M, Turesan Suez Mesir dibuka, sejak saat itu Belanda sering lewat laut merah dan laut tengah. Sebab itulah terjadi peningkatan jumlah jamaah haji, di situ mulai kitab-kitab timur tengah masuk ke nusantara.

Muhammadiyah Asli

“Itulah mulai awal tulisan arab masuk ke nusantara, pesantren disepanjang pesisir pantai utara (pantura) sudah menggunakan tulisan arab. Sebaliknya, pesantren di pedalaman masih menggunakan tulisan Jawa. Salah satu produk pesantren pedalaman yang konsisten dengan tulisan Jawa ialah R Ng Ronggowarsito, Pesantren Tegalsari, Ponorogo,” ungkapnya.

Bahkan pada awal abad 18, lanjutnya di hadapan para Dosen dan mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, pesantren-pesantren di sepanjang pantura sudah banyak yang tidak bisa nulis Jawa. Kemudian muncullah anggapan, bahwa tulisan Jawa adalah tradisi kuno yang dilakukan oleh orang-orang Majapahit.

Muhammadiyah Asli

“Itu anggapan yang sangat fatal. Akhirnya ilmu pengetahuan yang diturunkan Walisongo tidak terbaca. Pesantren kemudian mengerucut hanya mengajarkan ilmu fiqih. Hal ini bukannya Walisongo tidak mampu menulis dengan tulisan Arab. Karena tulisan Jawa yang dipakai Walisongo di semua manuskrip karyanya merupakan proses akulturasi,” urainya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Ke Pesantren, GP Ansor Matra Ajak Nonton “Rahmat Islam Nusantara”

Mamuju Utara, Muhammadiyah Asli. Usai mengikuti “Silaturrahim Akbar dan Kongres Gerakan Pemuda Ansor ke-XV yang berlangsung dari tanggal 25-28 November 2015 di Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta, Pimpinan Cabang GP Ansor Mamuju Utara, Sulawesi Barat; mengunjungi beberapa peasntren.

Beberapa pondok pesantren yang dikunjungi pada awal pekan lalu adalah pesantren Thoriqol Ulum di Kecamatan Dapurang, Pesantren Nurul Jadid di Kecamatan Doripoku, Pesantren Al Hikmah di Kecamatan Bulutaba dan Pesantren Al Falah di Kecamatan Baras.

Ke Pesantren, GP Ansor Matra Ajak Nonton “Rahmat Islam Nusantara” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Pesantren, GP Ansor Matra Ajak Nonton “Rahmat Islam Nusantara” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Pesantren, GP Ansor Matra Ajak Nonton “Rahmat Islam Nusantara”

Menurut Sekretaris GP Ansor Mamuju Utara Heriasyah, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturrahim GP Ansor Mamuju Utara dengan pesantren. Juga melaporkan hasil Kongres GP Ansor ke-XV sembari membagikan buku dan Majalah Bangkit.

Muhammadiyah Asli

Tak hanya itu, dalam GP Ansor mengajak warga pesantren untuk menonton Film Rahmat Islam Nusantara agar pemahaman para santri tentang Islam yang moderat dan toleran ala NU semakin kokoh.

Muhammadiyah Asli

Pimpinan Pesantren Nurul Jadid yang juga Ketua Syuriah PCNU Mamuju Utara, KH. Zaini Zainullah, menyampaikan menyambut baik upaya "back to Pesantren" GP Ansor Mamuju Utara.

Ia berharap organisasi pemuda NU itu tambah solid, dekat dengan ulama serta menjadi garda terdepan bagi perbaikan ekonomi, sosial dan budaya di bumi Vovasanggayu. (Abdul Hakim Madda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) NU akan dikukuhkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (23/9). Kegiatan yang berlangsung selepas Jumatan tersebut rencananya akan dibuka dengan pidato Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri.

Pengukuhan bertema “Reposisi gerakaan Konfederasi Sarbumusi NU dalam politik perburuhan nasional dan internasional” tersebut akan mendaulat tokoh senior Sarbumusi untuk menyampaikan testimoni tentang organisasi tersebut di masa lalu, yaitu Nursyam Latif dari Surabaya dan OK Zainal Rosyidin dari Medan.

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Pengurus DPP Konfederasi Sarbumusi Dikukuhkan di PBNU

Menurut Ketua Panitia Pengukuhan Eka Fitri Rohmawati, pengukuhuan tersebut dilanjutkan dengan dialog denngan narasumber Dirjend PHI dan Jamsos Kemenaker RI, Council Industrian all Indonesia Saiful DP, dan ILO Jakarta Soeharjono. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Jakarta.

Muhammadiyah Asli

Kemudian, lanjut dia, keeseokan harinya, akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja DPP K-Sarbumusi untuk menyusun agenda-agenda ke depan.

Muhammadiyah Asli

Rapat Kerja tersebut, tambahnya, sebagaimana tema pengukuhan adalah menyusun upaya-upaya membangkitkan kejayaan Sarbumusi yang pernah diraih di tingkat nasional dan tingkat internasional. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Tegal, AlaNu Muhammadiyah Asli

Jumat, 19 Januari 2018

Indonesia Bisa Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr Masykuri Abdillah menilai, pada dasarnya Indonesia memiliki peluang yang cukup besar dalam upaya membantu penyelesaian konflik di Timur Tengah, terutama konflik antara Palestina dan Israel. Namun, hal itu mesti dilakukan lewat pihak-pihak selain pemerintah.

“Bisa dilakukan melalui gerakan grass root (akar rumput, Red) atau non-pemerintah. Misalnya, kekuatan ulama atau tokoh-tokoh agama kedua belah pihak,” terang Masykuri pada diskusi dan pertemuan Badan Ekesekutif Mahasiswa se-Jabodetabek di Hotel Gren Alia Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Selasa (27/3)

Indonesia Bisa Selesaikan Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Bisa Selesaikan Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Bisa Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Dalam diskusi yang digelar Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia itu, Masykuri mengungkapkan, peluang tersebut salah satunya karena di antara Palestina dan Israel terdapat kelompok-kelompok yang tidak menginginkan adanya perang dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya.

Namun demikian, lanjutnya, upaya tersebut bukan berarti tanpa masalah. Jika pun telah tercapai perdamaian di antara kedua pihak, hal itu mesti diformalkan oleh masing-masing pemerintah. Tanpa itu tidak akan ada jaminan perdamaian tersebut akan berlangsung selamanya.

Kesulitan utama yang akan dihadapi Indonesia setelah melewati tahapan tersebut? adalah persoalan hubungan diplomatik. Indonesia, hingga saat ini belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sementara, katanya, salah satu syarat untuk membantu perdamaian kedua negara tersebut harus memiliki hubungan diplomatik.

Muhammadiyah Asli

Masykuri menambahkan, di lain pihak, upaya tersebut pasti akan ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh Palestina, Israel dan termasuk Indonesia. Syarat-syarat itu bisa berbentuk pengakuan Indonesia terhadap Israel sebagai sebuah negara berdaulat. “Ini yang sulit,” tandasnya.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, menurutnya, Indonesia berada pada posisi yang sangat sulit. Pengakuan terhadap Israel sebagai sebuah negara bukanlah persoalan mudah. “Jelas, pemerintah akan banyak tentangan, terutama dari dalam negeri sendiri,” ujarnya.

“Saat pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), usulan untuk membuka hubungan dagang dengan Israel, banyak sekali yang menentang,” tambah Masykuri yang juga mantan Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Tegal Muhammadiyah Asli

Minggu, 07 Januari 2018

PBNU Haramkan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara serius menyikapi aktivitas eksploitasi sumber daya alam di Indonesia baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta. Para kiai peserta bahtsul masail yang difasilitasi PBNU ini mengakui sedikit manfaat dari bisnis ini. Namun, kerusakan luar biasa karena aktivitas ini, tidak bisa dimaafkan secara syar’i.

Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin dan KH Azizi yang memimpin sidang bahtsul masail PBNU Ahad (10/5) dini hari ini, membacakan kesepakatan forum akan keharaman aktivitas ekploitasi sumber daya alam Indonesia yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

PBNU Haramkan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Haramkan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Haramkan Eksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia

“Meskipun perusahaan negara atau swasta eksploitir itu legal, tetapi praktiknya mereka mengabaikan AMDAL,” kata Kiai Ishom pada sidang bahstul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Muhammadiyah Asli

Peserta bahtsul masail PBNU ini, ujar Kiai Ishom, mengeluarkan putusan haram terhadap eksploitasi kekayaan alam yang berlebihan sehingga menimbulkan mudhorot yang lebih besar daripada mashlahatnya.

“Letak keharamannya itu bukan pada sisi legalitas atau izin pemerintah, tetapi pada dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkannya,” kata Kiai Ishom.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, pihak perusahaan yang melakukan aktivitas eksploitasi ini juga berkewajiban untuk menanggung kerugian yang diakibatkannya. Kewajiban ini yang masuk di dalam keputusan forum, dikutip oleh salah seorang peserta bahtsul masail dari kitab Qawaidul Ahkam fi Masholihil Anam karya Izzuddin bin Abdissalam.

Isu yang diangkat oleh PBNU ini berangkat dari keprihatinan para kiai melihat kerusakan luar biasa alam dan juga pencemaran lingkungan seperti lobang-lobang raksasa di Kepulauan Riau, Papua, Kalimantan, Aceh, Sidoarjo akibat eksploitasi alam berlebihan.

Salah seorang peserta bahtsul masail PBNU Andi Najmi menyoroti dari aspek legalitas aktivitas eksploitasi itu sendiri. Menurut Ketua PP LPBH NU ini, ekploitasi itu sendiri sudah ilegal.

“Kalau minerba, itu ada tonase sebagai batas maksimal. Kalau penggarapan lahan hutan, pengelola harus memerhatikan PRT. Itu semua diatur dalam undang-undang,” kata Andi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Dewan Komando Cabang Corp Brigade Pembangunan (DKC CBP) IPNU dan Dewan Komando Cabang  Korp Pelajar Putri (DKC KPP) IPPNU Kabupaten Pringsewu Lampung mengadakan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) di gedung NU Pringsewu, 15 -17 Februari 2013.

CBP-KPP merupakan Lembaga Semi Otonom IPNU-IPPNU, Keberadaan CBP dan KPP selain bertujuan sebagai wadah mengasah diri, memantapkan motivasi dan mengembangkan serta meningkatkan kreatifitas dan pergaulan.

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pringsewu Gelar Diklatama

CBP-KPP juga berfungsi sebagai gerbang kaderisasi atau perekrutan kader-kader yang memiliki potensi dibidangnya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia. CBP-KPP  juga merupakan jembatan antara IPNU-IPPNU dengan masyarakat dan pemerintah serta menjadi pelopor penggerak program-program IPNU-IPPNU dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan Negara.

Muhammadiyah Asli

Tugas CBP-KPP adalah melaksanakan kebijakan IPNU-IPPNU, berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasarakatan, pengembangan sumber daya alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan, penguatan masyarakat demi tercapainya kesejahteraan.

Muhammadiyah Asli

CBP-KPP mempunyai tanggung jawab memantapkan dan memelihara keutuhan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, dan turut serta memelihara keutuhan bangsa serta memelihara lingkungan agar terhindar dari kerusakan dan pengrusakan serta menjalankan peran sosial kemanusiaan.

CBP-KPP memiliki visi untuk mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kualitas kader IPNU-IPPNU yang berakhlakul karimah. Dan misi CBP-KPP adalah berpartisipasi aktif ikut membangun negara Republik Indonesia dengan mengibarkan panji-panji IPNU-IPPNU di setiap pengabdiannya dalam bidang kedisiplinan dan sosial kemanusiaan.

Keanggotaan CBP-KPP meliputi pelajar, santri, mahasiswa yang sesuai dengan PD/PRT IPNU-IPPNU dan ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan tentang perekrutan anggota CBP-KPP.

Diklatama ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari beberapa sekolah yang ada di kabupaten pringsewu, diantaranya MAN Pringsewu, MA Nurul Huda, MA Ma’arif, SMA Al-Munir, MA SMK Yasmida, SMA N 1 Banyumas. Dengan sasaran kegiatannya meliputi bidang Kepanduan, kepalang merahan, Pengabdian alam dan masyarakat.

Materi CBP-KPP meliputi antara lain Peraturan Baris Berbaris (PBB), Orientasi Alam Bebas, Pengelolaan Lingkungan, Sosiologi pedesaan/perkotaan, Komunikasi Masa, Pembangunan daerah, Ke-Pecinta Alam-an, Search and Rescue (SAR), Manajemen Penanggulangan bencana, dan Keprotokolan.

Acara tersebut di buka oleh Bapak Marzuki yang mewakili Bupati Pringsewu, dan dihadiri juga oleh Danramil Pringsewu, Ketua PCNU Kab. Pringsewu KH. Mahfudz Aly, Bpk. H. Taufik Qurrahim, S.Pd.I, Dewan Komando Wilayah CBP Prov. Lampung, DKC Kota Metro, DKC Kab. Tanggamus.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Warta, Tegal Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Sumedang, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Jumat (2/12), mengadakan kegiatan Semaan Al-Quran di aula PCNU setempat, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Quran secara dihafal. Sementara yang lain menyimak atau mendengarkan dengan seksama lafal yang dibaca. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang merupakan penghafal Al-Qur’an juga ikut bagian dalam semaan ini.

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Rutin Gelar Semaan Al-Qur’an

Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, badan otonom NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, tambahnya, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh di sela-sela acara mengatakan bahwa Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Quran bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapa pun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Quran, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.

Al-Quran sangatlah istimewa, tutur H Sadulloh. Dengan keistimewaanya, Al-Quran mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problem itu, Al-Quran meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia di setiap zaman.

Muhammadiyah Asli

Dengan demikian, kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus mampu membangun obor di tengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain di luar Al-Quran. Kaum Muslimin dengan Al-Qurannya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, PonPes, Sejarah Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Gorontalo, Muhammadiyah Asli. Salah satu tradisi Gorontalo adalah tumbilotohe atau disebut tradisi pasang lampu. Tradisi tersebut dimulai pada hari ke-27 malam Ramadhan yang diadakan setiap tahun. Pada saat itu, rumah, jalan, dan persawahan dipenuhi lampu botol.

Keramaian tumbilotohe mengalami pasang surut setiap tahunnya. Hal itu disebabkan kelangkaan dan naiknya harga bahan bakar minyak tanah yang mengakibatkan masyarakat tidak terlalu banyak memasang lampu botol saat tumbilotohe.

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Muda Gorontalo Banjir Orderan Lampu untuk Tumbilotohe

Kekhawatiran itu, menjadi salah satu perhatiaan anak-anak Muda NU Gorontala dalam menjaga dan merawat tradisi tersebut. “Sayang jika tradisi yang sudah ratusan tahun itu hilang hanya akibat kelangkaan dan naiknya bahan bakar minyak tanah,” ungkap Djemi Raji melalui siaran pers yang diterima Muhammadiyah Asli (15/6).

Muhammadiyah Asli

Menjawab persoalan itu, tambah pegiat Gusdurian Gorontalo ini, anak-anak muda NU yang tergabung dalam Jaringan Ekonomi dan Politik NU (Jempol NU), melakukan langkah kreatif untuk memenuhi kebutuhan pesanan lampu botol. Mereka mendasain lampu dengan mengunakan tenaga listrik.

Menurut Kepala Biro Ekonomi Jempol NU Gorontalo Hery Ibrahim, kreativitas yang mereka ciptakan adalah untuk meminimalisir pengunaan bahan bakar minyak tanah yang belebihan dan menekan polusi akibat pengunaan lampu botol. Sementara tradisi tersebut tetap dipertahankan.

Muhammadiyah Asli

“Kami berharap, produk yang kami ciptakan ini mendapat perhatian pemerintah agar masyarakat Gorontalo lebih bersemangat dalam memeriahkan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun,” lanjutnya.

Hingga hari ini, Hery menambahkan, banyak yang telah memesan lampu botol hasil ciptaan mereka. “Orderan lampu botol tercatat ada 800 set. Harga per setnya 400 ribu,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, AlaSantri, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Muhammadiyah Asli

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Muhammadiyah Asli

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Nusantara Muhammadiyah Asli

Minggu, 26 November 2017

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari

Kuala Lumpur, Muhammadiyah Asli
Anggota Jemaah Islamiyah (JI), Noordin M Top adalah perancang aksi teror yang lebih berbahaya dibandingkan Dr Azahari bin Husin yang tewas Rabu lalu di Batu, Jawa Timur.

Noordin (38) diyakini memainkan peranan penting dalam pengeboman di Bali dan Jakarta yang menewaskan lebih dari 200 orang. Dia pernah meninggalkan pesan kepada istrinya warga negara Indonesia yang juga saudari dari pelaku bom Bali, Mukhlas, bahwa perjuangannya adalah atas nama Jihad.

Kantor berita Malaysia, Bernama, Jumat (11/11) melaporkan bahwa pesan tertulis itu dipaparkan oleh Direktur Badan Khusus Datuk Yusuf Abdul Rahman dalam sebuah seminar tahun lalu. Dokumen itu ditemukan oleh otoritas Indonesia menyusul penahanan delapan anggota JI pada 27 Juni 2004.

Menurut Yusuf, Noordin yang juga mantan dosen di Universitas Teknologi Malaysia (UTM), menuliskan catatan tertanggal 24 Juni 2003 dengan Dr Azahari. Seperti diketahui bom Bali pada 12 Oktober 2002 menewaskan 200 orang, sebagian besar adalah warga Australia, sedangkan 12 orang juga tewas dalam bom di Hotel JW Marriott pada 5 Agustus 2003.

Noordin belajar di sekolah agama Luqmanul Hakiem di Ulu Tiram, Johor dan sekolah tersebut didirikan oleh pimpinan JI, Abu Bakar Baasyir, yang saat ini mendekan dipenjara. Sejumlah murid di sekolah tersebut kemudian menjadi anggota JI. Berdasarkan catatan perilakunya, Noordin dikenal sangat berbahaya dan siap bertarung dalam keadaan apapun.

Noordin dan Azahari masuk Indonesia pada awal 2002 menyusul sejumlah operasi yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia terhadap aktivitas terorisme. Keduanya berbagi ideologi yang sama dengan mendirikan negara "Daulah Islamiyah" di kawasan ini melalui jihad yang diajarkan Abu Bakar Baasyir.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Indonesia yang mengkonfirmasikan bahwa mayat yang tewas adalah Dr Azahari bin Husin, warga negara Malaysia yang paling dicari terkait sejumlah aksi bom di Indonesia.

Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, konfirmasi hasil penelitian DNA juga masih dibutuhkan sekalipun bukti sidik jari menunjukkan bahwa mayat tersebut adalah Azahari.

Ia mengatakan, laporan lengkap dalam tewasnya Azahari masih dibutuhkan sebelum dilakukan sejumlah langkah-langkah berikutnya. "Kita membutuhkan laporan yang lengkap. Sejauh ini kita hanya mendengar dari laporan media," kata Badawi. (ber/cih)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Hikmah Muhammadiyah Asli

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari (Sumber Gambar : Nu Online)
Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari (Sumber Gambar : Nu Online)

Noordin Lebih Berbahaya dari Azahari

Sabtu, 25 November 2017

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959)

Ini adalah halaman sampul dan kata pengantar dari kitab al-Maufûd fî Tarjamah al-Maqshûd yang ditulis oleh KH Ahmad Mutohar bin Abdurrahman Mranggen (Demak, Jawa Tengah, w. 2005). Kitab ini adalah terjemah dan penjelasan (syarh) dalam bahasa Jawa beraksara Arab-Pegon atas teks nazham “al-Maqshûd fî ‘Ilm al-Sharf”.

Teks nazham “al-Maqshûd” sendiri terdiri dari 123 bait puisi dalam irama (bahr) “rajaz”. Teks ini menghimpun ringkasan teori ilmu morfologi Arab (ilmu sharaf), karya Syaikh Ahmad ibn ‘Abd al-Rahîm al-Thahthâwî (w. 1885), seorang juru tulis, sastrawan, sekaligus jurnalis asal Mesir.

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959) (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959) (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Maufud fî Tarjamah al-Maqshud, Morfologi Arab dalam Jawa Pegon (1959)

Ilmu sharaf merupakan salah satu cawangan utama dari ilmu linguistik Arab. Ilmu ini erat juga kaitannya dengan “ilmu nahwu” (sintaksis Arab). Ilmu sharaf mengkaji perubahan bentuk (derivasi/ tashrîf) satu kata ke bentuk yang lainnya, guna mendapatkan arti dan fungsi yang berbeda. Dalam rentang sejarah keilmuan bahasa Arab, terdapat banyak literatur ilmu morfologi Arab ini, mulai dari masa klasik hingga modern.

Nazham “al-Maqshûd” termasuk salah satu anggitan morfologi Arab di masa modern. Teks ini sangat populer, sehingga memiliki beberapa penjelasan dan komentar (syarh). Di antara syarh atas teks “al-Maqshûd” yang banyak dipedomani adalah “Hill al-Ma’qûd fî Syarh al-Maqshûd”, karangan linguis Arab asal Maroko yang sezaman dengan al-Thathâwî, yaitu Syaikh Muhammad ibn Ahmad ‘Allîsy al-Maghribî (w. 1882).

Muhammadiyah Asli

Di pesantren-pesantren tradisional di Nusantara (NU), keberadaan teks nazham “al-Maqshûd” tentu tidaklah asing. Teks ini banyak tersebar, dipelajari, dan dihafal oleh para pelajar di pesantren-pesantren tersebut.

Dalam tradisi intelektual pesantren di Nusantara, morfologi Arab (ilmu sharaf) harus dikuasai oleh para pemula sebagai syarat mutlak untuk bisa membaca dan memahami teks-teks berbahasa Arab. Pembelajaran morfologi biasanya bersamaan dengan pembelajaran ilmu Sintaksis Arab (ilmu nahwu).

Muhammadiyah Asli

Di pesantren-pesantren tersebut, teks “al-Maqshûd” dipelajari sebagai lanjutan dari teks “al-Amtsilah al-Tashrîfiyyah” dalam bidang morfologi, yang bersama-sama dipelajari bersama teks “Mutammimah”, yang merupakan lanjutan dari teks “al-Âjurûmiyyah” dalam bidang sintaksis.

Nah, nazham “al-Maqshûd” ini kemudian diterjemahkan dan disyarah dalam bahasa Jawa beraksara Arab Pegon oleh Kiai Ahmad Mutohar bin Abdurrahman, salah satu pengasuh Pesantren “Futuhiyyah” di kampung Mranggen, Demak (Jawa Tengah). Terjemahan dan syarah tersebut kemudian diberi nama “al-Maufûd fî Tarjamah al-Maqshûd”.

“Al-Maufûd” diselesaikan pada bulan Shafar tahun 1379 H (Agustus 1959 M), dan dicetak oleh Maktabah Karya Toha Putra Semarang. Saya menemukan edisi cetakan ini di perpustakaan pesantren Edi Mancoro, Salatiga, sekitar bulan Februari tahun 2016 silam.

Dalam kata pengantarnya, Kiai Mutohar Mranggen mengatakan bahwa teks “al-Maqshûd” adalah teks terbaik dalam bidang ilmu morfologi Arab yang dipelajari untuk kalangan pemula. Ia pun terdorong untuk menerjemahkan teks tersebut ke dalam bahasa kaumnya (Jawa Mriki) sekaligus memberikan sedikit penjelasan agar mudah difahami maksudnya.

Kiai Mutohar terhitung produktif menerjemahkan berbagai kitab dari bahasa Arab ke bahasa Jawa Pegon, menyusul jejak kakak beliau, yaitu Kiai Muslih bin Abdurrahman Mranggen yang juga produktif menerjemah. Umumnya kitab-kitab yang beliau terjemah adalah kitab-kitab yang menjadi acuan bahan ajar di pesantren-pesantren Nusantara.

Selain menerjemah nazham “al-Maqshûd”, beliau juga menerjemah nazham “al-‘Imrîthî”, “al-Wâfiyyah fî Tarjamah Alfiyyah (Ibn Mâlik)”, dan lain-lain. Nafa’anallahu ta’ala bihi wa bi ‘ulumihi fiddaraini. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan saat ini toleransi yang ada di dunia sedang menghadapi cobaan. Karena itu, NU terus berjuang untuk menumbuhkan toleransi baik antar agama maupun diantara aliran dalam satu agama.

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Global Peace Festival yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10).

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

“Toleransi harus ditumbuhkan antara muslim dengan non muslim maupun antara muslim dengan muslim lainnya,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Ia mengisahkan KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur merupakan salah satu dari tim sembilan yang merumuskan pembentukan negara ini. Mereka sepakat untuk membentuk negara bangsa yang tidak didasarkan atas agama, meskipun umat Islam mayoritas di Indonesia.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sangat mendukung kampanye perdamaian, baik antara sesama manusia maupun perdamaian antar negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan rakyat Indonesia sepakat membentuk sebuah negara karena ingin hidup dalam damai, lepas dari penjajahan bangsa lain.

“Para pendiri negara ini, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 sepakat ikut melaksanakanketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi,” katanya.

Karena itu, UUD memberi jaminan kepada warga negara untuk melaksanakan keyakinannya, serta memiliki berbagai macam hak lainnya yang dilindungi UU. “Tak ada tempat yang tak toleran dalam konstitusi kita,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.



Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

Muhammadiyah Asli

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

Muhammadiyah Asli

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Tegal Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat

Persebaran warga NU sudah mencapai tingkat internasional. Kenyataan ini dibuktikan dengan aktifnya beberapa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di beberapa negara, seperti Maroko, Sudan, Mesir, Maroko, Amerika, Australia, Jerman dan sejumlah negara-negara Eropa lainnya. Perkembangan ini setidaknya menunjukkan, NU sedang tumbuh seiring bertambahnya tantangan yang ia hadapi.

Hanya saja, keadaan yang kian mengglobal tersebut tidak lantas paralel dengan kenyataan bahwa pekerjaan rumah NU di dalam negeri sudah tuntas. Khusus untuk NU di luar Pulau Jawa, mayoritas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya karena kurangnya semangat keber-NU-an, terutama dibanding Nahdliyin di sekitar tempat ormas Islam terbesar ini lahir. 

Kondisi ini tentu meninggalkan sejumlah konsekuensi. Sarana prasarana yang serba terbatas, lembaga pendidikan NU atau pesantren yang minim, hingga aktivitas organisasi yang seadanya. Padahal, jika merujuk pada khazanah tradisi dan ideologi yang dianut, NU sangat potensial memberi peran utama, khususnya dalam hubungan sosial-keagamaan, apalagi di daerah yang rawan perpecahan. 

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat

Mahbib Khoiron dari Muhammadiyah Asli sempat melakukan wawancara pendek dengan ketua baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku KH Mahyuddin al-Habsyi Latuconcina saat berkunjung di Jakarta beberapa waktu lalu. Maluku merupakan wilayah di bagian timur Indonesia yang mewakili gambaran potensi dan kendala NU di atas. 

Apa program prioritas Bapak setelah terpilih menjadi Ketua PWNU Maluku? 

Muhammadiyah Asli

Kami dari pengurus terpilih melihat keberadaan NU Maluku selama kepemimpinan ketua yang dua tahun berturut-turut ini, kurang lebih 10 tahun, mandek programnya. Makanya, nanti insyaallah—sambil menunggu saya pelantikan—akan kita aktifkan kegiatan seluruh warga Nahdliyin di provinsi ini, terutama lailatul ijtima’ setiap malam Jumat. Lailatul ijtima’ (malam pertemuan rutin warga NU) ini harus kita angkat kembali karena merupakan warna ciri khas ke-NU-an. Itu yang pertama. 

Yang kedua, dalam waktu singkat ini kita akan berupaya merealisasikan pembangunan gedung, sekretariat Pengurus Wilayah NU Maluku. Rencananya gedung akan dibuat dua lantai. Di bawah adalah parkiran, kemudian di atas adalah kantor pengurus wilayah sendiri, termasuk ruang khusus untuk PMII, IPNU, Muslimat, Fatayat, serta lembaga, lajnah, dan banom-banom NU lainnya. Kita satukan semua dalam satu gedung. Jadi kalau ada kegiatan-kegiatan akbar, warga Nahdliyin langsung bisa serempak. Supaya lebih efektif. Jadi ini adalah usaha untuk menghidupkan program-program NU. 

Bagaimana gambaran umum Nahdliyin di Maluku? 

Ya, kalau bicara soal amalan (tata cara adat dan ritual ibadah), di Provinsi Maluku itu 95% Nahdliyin. Seluruh kabupaten dan kota itu amalannya amalan Sunni. Tradisi Nahdliyin cukup berkembang di sana, seperti dzikir, tahlilan, barzanji, shalawatan, peringatan maulid, isra’ mi’raj. Itu sudah rutin.

Bagaimana hubungan warga NU dengan kelompok lain di sana? 

Muhammadiyah Asli

Muslim di Maluku ada 64%, sisanya Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Soal ketegangan tidak terlalu terlihat. Karena mereka sadar pasca-kerusuhan masa lalu yang lebih banyak disebabkan oleh provokator dan kepentingan pribadi. Insyaallah di masa kepemimpinan kami ini, setelah terpilih sebagai kepala Kanwil Kemenag (Maluku), apalagi juga terpilih sebagai ketua NU, kita jadikan Maluku damai. Kita jadikan umat Maluku bersatu. Karena Nahdliyin memang menganut prinsip-prinsip sebagaimana diajarkan Rasulullah. Prinsip-prinsip dasar yang menjadi ajaran Nahdliyin kita upayakan diterapkan semuannya. 

Kami komitmen akan hidupkan seluruh lembaga kita. Seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lajnah, lembaga dakwah, karena selama ini diambil alih oleh Kodam. Itu yang sangat riskan. Kok jabatan kanwil sama jabatan tanfiziyah diambil alih oleh Kodam? Hahaha. Untuk reshuffle dalam konferensi wilayah (konferwil) ini, kita juga sudah betuk tim formatur. Tak lupa kita akan kembangkan pula persoalan pendidikan, baik pesantren, dan perguruan tinggi. 

Bagaimana dengan tantangan syiar agama di Maluku? 

Tantangan dakwah, jika dilihat dari sisi keumatan, tidak ada. Persoalan di sana itu persoalan transportasi. Persoalan mengumpulkan umat itu sangat gampang. Acara LDNU kemarin itu aja (istighatsah kubra di Seram Utara, Maluku Tengah, Maret lalu, red) sangat banyak massanya, ribuan. Karena mereka memang sangat cinta agama. Kalau ada perayaan keagamaan atau dengar ada dakwah mereka sangat bersemangat. Antusiasme mereka luar biasa. Jadi tidak ada tantangan untuk pengembangan dakwah dari segi ini. 

NU Maluku ini akan menjadi perekat umat. Menjadi pionir dalam membangun kerukunan umat beragama. Jadi diharapkan sisa-sisa ekses dari kerusuhan 1999-2003 itu benar-benar terlupakan. Kita harapkan NU mempunyai peran yang strategis dalam menyatukan umat. 

Kalau bicara soal hubungan antarumat beragama—antara umat Islam dan non-muslim, dalam hal ini Protestan dan Katolik—di Maluku kan sudah ada budaya dasar, ada yang disebut pela gandong, ada pela tampa sirih. Pela gandong itu ciri khasnya yaitu adanya ikatan batin antarumat beragama, namun karena mereka memiliki hubungan sekandung: seayah, seibu, sekakek, senenek. Pela tampa sirih merupakan satu keterikatan keluarga yang diangkat berdasarkan perjanjian bersama. 

Bagaimana dengan perkembangan pendidikan NU?

Pesantren di Maluku baru ada 6. Kita rencana akan memperbanyak pesantren. Insyaallah kita akan nambah. Kita juga akan nambah beberapa cabang pesantren. Pesantren As-Shiddiqiyah (berpusat di Jakarta) juga akan kita bangunkan cabang di sana. Pesantren Darun Najah (Jakarta) juga sudah memberi isyarat untuk mendirikan cabang di Maluku Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal Muhammadiyah Asli

Selasa, 14 November 2017

Sujud Syukur Syariah

Allah SWT suka betul terhadap mereka yang mau mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya. Kalau sudah suka, Allah SWT tidak segan menganugerahkan apa saja bahkan yang ganjil atau yang tidak masuk akal sekalipun. Tetapi hati-hati, taqarrub asal taqarrub seperti sujud syukur sembarangan bisa-bisa mendatangkan murka Yang Maha Perkasa.

Syekh Sulaiman dalam karyanya Hasyiyatul Bujairimi alal Khotib menyebutkan sebagai berikut.

Sujud Syukur Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujud Syukur Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujud Syukur Syariah

? ? ? ? ?) ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammadiyah Asli

(Kalau seseorang mendekatkan diri kepada Allah dengan sebuah sujud) atau ruku’ (tanpa sebab)-sebab yang tersebut seperti sujud tilawah, sujud syukur, dan sujud sahwi, (maka haramlah sujudnya) sekalipun sujud itu dilakukan usai sembahyang kelar. Sujud begitu, ruku’ yang dikerjakan secara terpisah dari satu kesatuan rangkaian sembahyang pun demikian. Maka haramlah bertaqarrub dengan itu semua.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa taqarrub dalam konteks ini sujud syukur tidak bisa dilakukan hanya karena dagangan lagi rame, laris manis, usaha lagi maju, pangkat naik, tambah istri lagi. Dengan semua itu, mana boleh secara syariah seseorang langsung turun lalu sujud syukur mencium tanah. Pasalnya nikmat itu semua sudah lazim, tidak bersifat mendadak. Wah bisa habis dong umur kita buat sujud melulu kalau dianjurkan juga sujud syukur atas nikmat yang sudah lazim seperti nikmat iman, nikmat afiyah, dan nikmat lain yang sehari-hari kita terima. Al-khotib dalam Iqna’-nya menyebutkan beberapa sebab sujud syukur.

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sujud syukur tidak masuk di dalam sembahyang. Ibadah ini disunahkan karena datangnya nikmat mendadak, terhindar dari bahaya, melihat orang kena musibah (atau orang cacat), atau orang fasiq yang terang-terangan. Seseorang disunahkan menyatakan sujud syukur di hadapan si fasiq jika tidak menimbulkan mudarat. Tetapi jangan di depan orang yang cacat karena melukai perasaan yang bersangkutan. Pelaksanaan sujud syukur sama saja dengan sujud tilawah.

Perihal sujud syukur berjamaah? Wallahu alam, belum ada keterangannya. Kalau dikerjakan masing-masing tetapi secara beramai-ramai, ini boleh-boleh saja karena sama saja dengan sujud syukur sendiri.

Sujud syukur mengajarkan umat Islam untuk berbesar hati atas nikmat yang ia terima maupun orang lain. Jangan dikira sujud syukur disunahkan kalau hanya kita yang lagi ketiban nikmat. Lalu dada terasa sesak kalau orang lain dapat nikmat. Pasalnya Allah juga mensyariatkan kita sujud syukur saat diri sendiri, tetangga, atau umat Islam pada umumnya menerima nikmat atau terhindar dari musibah. Artinya, sujud syukur mengajarkan agar kita turut gembira lihat orang lain kejatuhan nikmat tidak terduga.

Lagi pula selain lahir, nikmat juga bisa berbentuk batin. Kalau menerima anugerah makrifatullah, ia atau orang lain yang mengerti patut bersujud syukur. Persis dibilang Syekh Sulaiman dalam Hasyiyatul Bujairimi ala Fathil Wahhab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Menurut pendapat mu’tamad, nikmat batin sama saja dengan nikmat lahir tetapi dengan syarat nikmat batin itu benar-benar terjadi.

Syaratnya gampang. Suci di badan, di pakaian, dan di tempat sujud. Perhatikan pula syarat yang diterangkan Hasyiyatul Bujairimi alal Khotib berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syarat sujud syukur ya sama saja dengan sembahyang. Sahnya sujud syukur dii’tibarkan dengan sahnya sujud sembahyang seperti bersuci, menutup aurat, menghadap qiblat, jangan bicara, meletakkan dahi terbuka dengan sedikit tekanan di atas tempat yang tidak ikut bergerak ketika fisiknya bergerak, meletakkan telapak tangan, telapak kaki, lutut, dan syarat sujud lainnya.

Adapun praktiknya, pertama ia harus takbiratul ihrom. Kedua, mengucap takbir turun. Ketiga, turun sujud sambil takbir turun. Keempat, bangun dari sujud lalu diam sejenak sebelum salam. Kelima, salam. Semua dilakukan dengan tuma’ninah.

Bacaannya cukup begini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagaimana kalau sebabnya banyak? Ada ini ada itu, cukup sujud sekali. Hasyiyatul Bujairimi alal Fathil Wahhab menyebutkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sujud syukur dikerjakan kembali seiring datangnya kembali nikmat tak terduga atau terhindar dari bahaya. Kalau sebab-sebab sujud itu datang berbarengan atau salah satu dari semua itu datang berkali-kali misalnya melihat si fasiq atau orang kena musibah, cukup sujud syukur sekali.

Kalau bisa, sujud syukur diiringi dengan sedekah agar sujudnya tidak tampak polos. Sedekah ini sangat dianjurkan. Demikian keterangan Al-Khotib dalam Iqna’.

? ? ? ? ? ? ? ?

Bersamaan dengan sujud syukur, disunahkan bersedekah seperti dikutip dari kitab Al-Majemuk.

Bagaimana kalau alasan untuk sujud syukur ada bahkan beberapa, tetapi keadaan tidak memungkinkan? Tidak perlu memaksakan diri kalau tidak memenuhi syarat. Salah-salah murka Allah turun lantaran sujud sembarangan. Sujud syukur bisa diganti dengan amalan lainnya. Syekh Said bin M Ba’asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?

Artinya, kalau tidak bisa mengerjakan sembahyang tahiyyatul masjid, sujud tilawah, atau sujud syukur, pihak yang bersangkutan cukup membaca sebanyak 4 kali “Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim”. Karena, kedudukan fadhilah bacaan 4 kali itu setara dengan 3 amal di atas (sembahyang tahiyyatul masjid, sujud tilawah, atau sujud syukur).

Yang penting itu kan ridho-Nya, bukan sujud syukur yang kurang syarat dan rukunnya. Bukankah yang kita maksud adalah ridho-Nya? Terlebih lagi kalau bisa sekalian sujud syukur di tempat yang suci, syarat dan rukun terpenuhi. Tentu bukan main ridho Allah Taala kepadanya.? Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Tegal Muhammadiyah Asli

Kamis, 02 November 2017

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Selasa (13/1) ini, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) akan menggelar Sidang Paripurna ke-9 dengan ? agenda di ? Gedung Nusantara V MPR RI/DPD RI. Sidang paripurna akan membahas mengenai Acara Persidangan DPD RI Massa Sidang 2014-2015.

Sidang Paripurna DPD RI  Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Kepala Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal DPD RI Nana Sutisna, dalam rilis pers yang diterima Muhammadiyah Asli mengatakan, Sidang Paripurna DPD RI dilaksanakan dengan agenda Sidang Pidato Pembukaan Masa Sidang II DPD RI Tahun Sidang 2014-2015 oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, didampingi wakil ketua Farouk Muhammad dan GKR Hemas dan diakhiri dengan laporan Kegiatan Anggota DPD RI di daerah Pemilihan.

Para senator dari 33 propinsi telah melakukan reses ke daerah masing-masing dengan agenda melalukan pemantauan langsung; Salah satu point adalah Kesipan Daerah menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015.?

Muhammadiyah Asli

Salah satu point penting adalah kesiapan daya saing masing-masing daerah dalam masyarakat ekonomi ASEAN 2015 karena disadari atau tidak daerah yang paling merasakan dampaknya disamping menurunnya daya beli masyarakat disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dan tingginya tingkat pengangguran di daerah. Untuk itu diharapkan pemerintah harus bekerja keras melakukan percepatan semua kebijakan ekonomi demi mendongkrak daya saing bangsa di regional ASEAN.

Muhammadiyah Asli

Daerah-daerah harus mengangkat produk khas daerah yang berkualitas dan terstandarisasi sehingga daerah mendapatkan efek positif di era pasar bebas kawasan ASEAN tersebut.

Sidang paripurna DPD RI merupakan bagian dari mekanisme sistem pengawasan anggota DPD RI.

Dalam Laporan ? kegiatan setiap anggota DPD RI di daerah pemilihannya biasanya juga akan membahas tentang kesiapan daerah dalam berbagai aspirasi masyarakat melingkupi antara lain otonomi daerah, pendidikan; agama; kebudayaan; kesehatan; pariwisata; pemuda dan olahraga; kesejahteraan sosial; pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; tenaga kerja dan transmigrasi; ekonomi kreatif; dan permasalahan lainnya yang berhubungan dengan aspirasi masyarakat dan daerah yang ditampung oleh anggota dewan.

Menurut rencana, dalam Sidang paripurna yang akan dihadiri oleh para senator dari 33 provinsi tersebut, juga akan membahas beberapa program kerja ke depan; salah satunya adalah membangun komunikasi dengan media massa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Nusantara, Tegal Muhammadiyah Asli

Jumat, 27 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

Serang, Muhammadiyah Asli - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H Maruf Amin menyerukan gerakan literasi pesantren sebagai upaya mengimbangi radikalisme yang marak dikampanyekan melalui berbagai media.

Cicit dari Syekh Nawawi Al-Bantani itu mengingatkan para kiai dan santri untuk memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fiqh, tauhid,? tasawuf dan kajian khas pesantren," papar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia melalui siaran pers, usai meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqh Syekh Nawawi Tanara, Sabtu (3/9).

Muhammadiyah Asli

Maraknya dai televisi yang terkadang tampil tanpa menguasai kajian keislaman yang komprehensif, juga menjadi perhatian Kiai Maruf. Fenomena tersebut, merupakan konsekuensi dari orientasi media menampilkan nuansa hiburan buat masyarakat.

"Media memang butuh entertainment.? Karena itu, dai-dai yang tampil di TV kadang lebih menghadirkan nuansa hiburannya ketimbang substansi dakwah. Tinggal kita bina mereka agar mampu memberikan materi dakwah yang selaras dengan ajaran pesantren, yang bijak dan mendidik masyarakat," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Literasi di dunia pesantren, menurut Kiai Maruf, pada dasarnya sudah terbangun dalam tradisi kajian yang diajarkan sejak berabad lampau. Para ulama Indonesia seperti Syekh Nawawi, Syekh Ahmad Khatib Sambas, hingga ulama kekinian, banyak memiliki karya yang menjadi bahan kajian di Pesanten.

Bahkan, kata dia, Syekh Nawawi dijuluki Sayyidul Ulama Hijaz, Pemimpin Ulama Hijaz, hingga saat ini dikenal di dunia akademis juga dikenang abadi karena karya-karyanya. "Karya Syekh Nawawi menjadi rujukan para peneliti keislaman di berbagai kampus dunia.Kitabnya dikaji di pesantren-pesantren di negeri ini.

"Kajian Fiqh yang banyak ditulis oleh Syekh Nawawi dan ulama seangkatannya itulah yang kini mewarnai tradisi keislaman di Asia Tenggara, Afrika dan sebagian Eropa. Syekh Nawawi juga mengajarkan pentingnya rasa cinta tanah air sehingga di Indonesia, nasionalisme dan keislaman bisa menyatu tanpa kontradiksi. Bahkan menjadi spirit perjuangan kemerdekaan," tandasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Tegal, IMNU Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock