Jumat, 27 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

Serang, Muhammadiyah Asli - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H Maruf Amin menyerukan gerakan literasi pesantren sebagai upaya mengimbangi radikalisme yang marak dikampanyekan melalui berbagai media.

Cicit dari Syekh Nawawi Al-Bantani itu mengingatkan para kiai dan santri untuk memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fiqh, tauhid,? tasawuf dan kajian khas pesantren," papar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia melalui siaran pers, usai meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqh Syekh Nawawi Tanara, Sabtu (3/9).

Muhammadiyah Asli

Maraknya dai televisi yang terkadang tampil tanpa menguasai kajian keislaman yang komprehensif, juga menjadi perhatian Kiai Maruf. Fenomena tersebut, merupakan konsekuensi dari orientasi media menampilkan nuansa hiburan buat masyarakat.

"Media memang butuh entertainment.? Karena itu, dai-dai yang tampil di TV kadang lebih menghadirkan nuansa hiburannya ketimbang substansi dakwah. Tinggal kita bina mereka agar mampu memberikan materi dakwah yang selaras dengan ajaran pesantren, yang bijak dan mendidik masyarakat," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Literasi di dunia pesantren, menurut Kiai Maruf, pada dasarnya sudah terbangun dalam tradisi kajian yang diajarkan sejak berabad lampau. Para ulama Indonesia seperti Syekh Nawawi, Syekh Ahmad Khatib Sambas, hingga ulama kekinian, banyak memiliki karya yang menjadi bahan kajian di Pesanten.

Bahkan, kata dia, Syekh Nawawi dijuluki Sayyidul Ulama Hijaz, Pemimpin Ulama Hijaz, hingga saat ini dikenal di dunia akademis juga dikenang abadi karena karya-karyanya. "Karya Syekh Nawawi menjadi rujukan para peneliti keislaman di berbagai kampus dunia.Kitabnya dikaji di pesantren-pesantren di negeri ini.

"Kajian Fiqh yang banyak ditulis oleh Syekh Nawawi dan ulama seangkatannya itulah yang kini mewarnai tradisi keislaman di Asia Tenggara, Afrika dan sebagian Eropa. Syekh Nawawi juga mengajarkan pentingnya rasa cinta tanah air sehingga di Indonesia, nasionalisme dan keislaman bisa menyatu tanpa kontradiksi. Bahkan menjadi spirit perjuangan kemerdekaan," tandasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Tegal, IMNU Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock