Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kabar duka datang dari Jombang, Jawa Timur. Mursyid sekaligus Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang KH A Dimyathi Romly (72 tahun) telah berpulang ke rahmatullah.? Kiai Romly yang juga Rais Syuriyah PBNU ini wafat sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (18/5) setelah sebelumnya ? 4 hari dirawat di RS Airlangga Jombang.?

Kabar ini dibenarkan oleh salah satu Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Hamid Bisri dalam pesan singkatnya.?

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat

Innalillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang Mursyid Thariqah Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah sekaligus Pengasuh PP Darul ulum Rejoso Peterongan Jombang. Semoga semua amal Mursyid sekaligus guru kami diterima dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, husnul khotimah, dimasukkan surga bighoiri hisab walaa adzaab...Aamiin.”

KH Dimyathi Romly meninggalkan 7 orang anak. Kini pesantren yang dipimpinnya terbilang maju pesat. Selain berhasil mengembangkan madrasah unggulan berbasis teknologi, sekarang universitas di pesantren tersebut (Unipdu Jombang) juga berhasil mengembangkan berbagai program studi dan jurusan.?

Pemakaman rencana akan dilaksanakan hari ini pada pukul 21.00 WIB ? di komplek makam keluarga di sekitar asrama Hidayah Qur’an Pesantren Darul Ulum sesuai wasiatnya sebelum meninggal. (Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, kelompok di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, memberantas buta aksara arab.

Hal itu ditunjukkan dengan pembinaan kepada warga setempat selama tiga malam, mulai tanggal 10 sampai 12 Februari 2014 di TPQ Al-Choirot desa setempat.

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Sekretaris KKN di Desa Bogo, Anisah mengaku, kegiatan ini merupakan usulan warga setempat. Setelah beberapa waktu lalu saat melakukan observasi, melihat kondisi dan informasi dari tokoh masyarakat untuk memberantas aksara arab di Desa Bogo Kecamatan Kapas.

Muhammadiyah Asli

"Setelah sekitar 20 warga yang mayoritas ibu-ibu ini akan diterjunkan ke masyarakat, untuk mengajarkan kepada warga lainnya," jelasnya kepada Muhammadiyah Asli.

Selain itu, para peserta KKN di Desa Bogo juga mengundang narasumber yang kompeten, yakni ketua majlis pembina (mabin) TPQ An-Nahdliyah cabang Bojonegoro, Shodiqin.

Muhammadiyah Asli

Ketua karang taruna dan juga ketua TPQ Al-Choirot, Kusbaliyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan penuntasan buta aksara arab di Desa Bogo. Pasalnya diharapkan, seluruh warga setempat mampu membaca Al-Quran dengan baik dan sempurna.

"Penuntasan aksara arab ini, dilakukan dengan dikembangkan di lingkungannya masing-masing, untuk mengajari warga lainnya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bogo, Indarti mengatakan, pelatihan dilakukan tiga hari ini sangat membantu Desa Bogo dalam mengembangkan agama Islam dan pelajaran Arab di daerah tersebut.

"Semoga pelatihan dan tujuan baik ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Ketua Mabin Cabang Bojonegoro, Shodiqin sebelum memberikan materi penataran mengimbau kepada para orang tua, peserta penataran agar tidak berhenti menuntut ilmu. Tetapi meminta tetap bersemangat mencari ilmu, meskipun sehari-hari disibukkan dengan aktivitas beragam.

Ia berharap, dengan belajar Al-Quran ini dapat ditularkan kepada warga masyarakat lainnya. "Sebaik-baik orang, yang mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain," pungkasnya.

Para peserta yang rata-rata ibu-ibu dan bapak-bapak setempat itu, tampak bersemangat dengan materi yang disampaikan kepala mabin cabang Bojonegoro. Tiap malam pesaerta selalu bertambah pada kegiatan yang diselenggarakan tiga malam tersebut. [Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang

Makassar, Muhammadiyah Asli

Sedikitnya 5000 peserta mengikuti pawai akbar dan jalan santai dalam Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/10). Peserta berasal berbagai kalangan, diantaranya sivitas akademika UIM, UMI, Pondok Pesantren dan Madrasah yang ada di kota Makassar serta jamaah NU. Pawai Akbar tersebut berangkat dari Kampus UMI Jalan Urip Sumiharjo dan finish di Kampus UIM Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29 Makassar.



Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Hari Santri di Makassar Diikuti 5.000 Orang



Rektor Universitas Islam Makassar A Majdah M Zain Agus Arifin Numang menyambut peserta pawai kabar tersebut. 



Muhammadiyah Asli



“Selamat Hari Santri. Semoga dengan peringatan ini  para santri dapat meneladani perjuangan para ulama dalam mempertahankan NKRI,” kata Majdah dalam sambutannya.

Muhammadiyah Asli



Ia menyampaikan para ulama mempertahankan kemerdekaan dengan adanya resolusi jihad.

“Maka para santri diharapkan mengisi kemerdekaan dengan belajar, berperang melawan kebodohan," imbuh pria yang juga ketua PW Muslimat NU Sulsel.

Kegiatan tersebut dihadir oleh Rais Syuriah NU Sulsel yang juga ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Iskandar Idy, Rais Syuriah NU Makassar AGH Baharuddin, Ketua Tanfidziyah NU Makassar Abd Wahid Tahir, Kepala Kemenag Makassar Nur Khalik, sivitas akademika UIM dan perwakilan badan otonom NU.





Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Universitas Islam Makassar, dan Universitas Musllim Indonesia. (Muh. Nur/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Subang, Muhammadiyah Asli?

Untuk menghormati jasa para pahlawan, puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cidongkol, Subang, Kamis (10/11).

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Cidongkol

Dalam aksinya, massa PMII yang tiba di TMP Cidongkol sekitar pukul 09.00 tersebut sontak menjadi perhatian sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Subang yang telah menggelar upacara hari pahlawan di tempat tersebut.

Setiba di lokasi, mereka yang menggunakan almamater serba biru tersebut melakukan renungan, doa bersama, pembacaan puisi dan orasi kebangsaan secara bergantian.

"Hari ini kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Mudah-mudahan mereka mendapatkan tempat yang layak dihadapan-Nya," ujar Ketua PMII Kabupaten Subang, Toto Taufiq Munajat.

Dikatakan, dengan refleksi Hari Pahlawan ini, bisa menambah wawasan kebangsaan bagi para penerus negeri yang dalam konteks hari ini sudah mulai runtuh akan semangat nasionalisme diantara para generasi muda.

Muhammadiyah Asli

"Merebut dan mendirikan negara ini susah. Tapi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan jauh lebih susah. Karena generasi muda hari ini sudah mulai terkontaminasi budaya-budaya barat yang merusak," tegasnya.

Dirinya berharap agar dengan memperingati hari pahlawan ini, semangat nasionalisme dan cinta tanah air semakin menggelora dikalangan anak-anak bangsa.

Muhammadiyah Asli

"Mari kita belajar akan sebuah perjuangan yang telah ditorehkan oleh para pendahulu kita. Dan kita wajib untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bisa memberikan kontribusi positif untuk kemajuan negeri," pungkasnya.

Setelah melaksanakan doa bersama, puluhan massa PMII tersebut melakukan tabur bunga di salah satu makam yang ada di TMP Cidongkol yang ? kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Santri, Quote Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Jakarta, Muhammadiyah Asli
Muslimat NU akan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus merupakan Harlah ke 57 di Istora Senayan. Acara yang rencananya akan dihadiri oleh 15 ribu orang mengambil tema “Meningkatkan persaudaraan Kebangsaan Membangun Indonesia Damai Sejahtera.”

Dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, Gubernur DKI H. Sutiyoso, dan KH Abdullah Gymnastiar akan hadir, dan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama dan Dewi Yul.

Kegiatan ini memiliki momentum strategis dalam rangka melakukan refleksi, koreksi, dan introspeksi terhadap kiprah muslimat dewasa ini agar ke depan lebih maksimal dan optimal guna turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya untuk kaum perempuan.

Khusus untuk menyambut peringatan Maulut Nabi Muhammad Saw dan Harlah ke 57, Muslimat DKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pra harlah, antara lain memberikan santunan bagi anak yatim dan pengobatan cuma-cuma bagi warga yang tergolong mustda’fin wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan lain yang bersifat kemeriahan juga dilakukan seperti lomba tumpeng, gerak jalan sehat dan berbagai kegiatan lainnya. Disamping itu telah digalang kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) propinsi DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi kesetaraan dan keadilan jender.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Islam, Bahtsul Masail, Makam Muhammadiyah Asli

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah dan Maulud Nabi di Istora Senayan

Sabtu, 27 Januari 2018

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Makassar, Muhammadiyah Asli. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan hajatan 5 tahun sekali yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Sulsel.

Panitia Konferwil pun terbentuk dalam rapat lengkap Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sulsel beserta para Ketua Lajnah-Lembaga dan Badan Otonom NU di kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulsel DR. AGH. M. Sanusi Baco, Lc, Senin (11/3).

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Sebelum diadakannya rapat, Pengurus Tanfidziyah meminta terlebih dahulu nasehat dan petunjuk Rais Syuriyah PWNU Sulsel demi kelancaran dan kemudahan proses konferwil 12 NU Sulsel. Rais Syuriyah menekankan perlunya sikap ikhlas mengurus NU dan meminta ketika panitia terbentuk bekerja sama-sama, agar pekerjaan berat bisa menjadi lebih mudah.

Muhammadiyah Asli

Setelah diadakan diskusi antara pengurus tanfidziyah dan meminta persetujuan pengurus Syuriyah terpilihlah Drs. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd sebagai Ketua Panitia dan Amiruddin Aminullah, SH.I, MH.I sebagai Sekretaris Panitia. Sebelumnya Prof. DR. H. Arfin Hamid, MH terpilih sebagai Ketua Steering Committee untuk mengawal jalannya persidangan Konferwil nanti. 

Pada hari itu pula diputuskan Konferwil ke-12 NU Sulsel akan diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Maret 2012 di Kab. Pangkep yg bertempat di Pondok Pesantren Padallampe Dahrul Mukhlisin. Pemilihan tempat ini didasarkan oleh kesepakatan pengurus melihat NU berasal dari Pesantren dan kembali juga mesti harus di Pesantren.

Muhammadiyah Asli

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Bahtsul Masail, Kyai Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Asisten Deputi Keanggotaan Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Salekan mengatakan, pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi sangat tepat diterapkan di Indonesia, karena koperasi berbasis kerakyatan.

“Pengembangan ekonomi melalui koperasi sangat tepat karena keuntungannya dibagi rata kepada semua anggota. Jadi semuanya mendapatkan manfaat,” kata Salekan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2016 Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU di Hotel Bintang Jakarta Pusat, Jumat (5/5).

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Usaha Melalui Koperasi

Alasan lainnya, menurut Salekan, melalui koperasi juga ada rentetan bisnis yang pengelolaannya memaksimalkan potensi semua anggota.

Terkait dengan koperasi berbasis perkumpulan sosial seperti Inkopan, ia menilai ada beberapa potensi dan peluang yang sangat mungkin untuk dikembangkan asalkan dengan pengelolaan yang baik.

Muhammadiyah Asli

Ia mengatakan, Inkopan menjadi bagian dari Muslimat, dan Muslimat sebagai bagian dari ormas NU bila digarap dengan baik, merupakan kekuatan besar.

Muhammadiyah Asli

“Dari sisi organisasi Inkopan ada tokoh atau kiai yang bila mampu mengakomodir anggota menjadi kekuatan yang bukan main,” urainya.

Ia mencontohkan adanya salah satu koperasi yang awalnya berbasis perkumpulan keagamaan, dan saat ini semakin maju sehingga orang atau masyarakat dari luar perkumpulan tersebut juga tertarik bergabung dan turut menerima manfaatnya.

Dalam hal permodalan, koperasi berbasis perkumpulan sosial sangat mungkin dikembangkan. Memanfaatkan modal yang dikumpulkan dari anggota, permodalan tidak harus mengandalkan pinjaman bank atau bantuan pemerintah.

“Sehingga keuntungan usaha koperasi juga lebih banyak kembali kepada anggota,” kata Salekan.

Beberapa persoalan yang mungkin menjadi kendala adalah kurangnya kreativitas. Padahal banyak usaha yang bisa digarap dan dikelola. “Kreativitas sangat penting karena bagaimanapun ada kompetisi di bidang usaha,” tegasnya.

Ia mengapresiasi Inkopan dengan penyelenggaraan RAT. Menurutnya, denyut nadi koperasi bisa diraba dengan adanya RAT. Ia mendorong Inkopan terus berkembang dan meningkatkan diri untuk kemajuan umat karena kekufuran sangat dekat dengan kemiskinan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

Waykanan, Muhammadiyah Asli. Bela Negara sebagaimana dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia perlu diapresiasi positif, kendati Nahdlatul Ulama (NU) melalui Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hingga Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) tidak asing dengan nasionalisme.

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Dorong Gerakan Bela Negara di Dunia Maya

"Kita juga meyakini NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya dan Bhineka Tunggal Ika Pusaka Kita dengan sejumlah pendidikan internal. Tetapi di era globalisasi, di mana teknologi informasi berperan sangat penting. Bela Negara menjadi sesuatu yang tidak saja bersifat fisik. Jika orang dengan ideologi Pancasila tidak berjarak dengan teknologi informasi dan bisa menyampaikannya melalui penyebaran tulisan bela negara melalui internet atau dunia maya, Indonesia akan semakin aman," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (12/11).

Fakta tidak terbantahkan saat ini, kata dia lagi, ruang-ruang publik juga digempur dengan ideologi-ideologi yang jelas berdampak buruk bagi NKRI. "Jika sektor dunia maya tidak atau belum disentuh, maka tanggung jawab bela negara di wilayah dunia maya juga menjadi tanggung jawab warga NU," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan dan Batin Bangsawan itu berpendapat, media massa, pewarta, citizen journalism adalah kader-kader bela negara yang bisa bergerak gesit.

Muhammadiyah Asli

"Hari ini, karena ketidaktahuan sejumlah pewarta, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang jelas-jelas berseberangan dengan ideologi bangsa Indonesia, justru dibantu dalam mempublikasikan ideologi mereka, dan itu fakta, bukan omong kosong. Ini harus dilawan. Dan ini menjadi salah satu dasar kenapa kader Ansor di Waykanan harus bisa menulis," tegas Gatot.

Warga NU, demikian Gatot menandaskan, juga bertanggung jawab dengan bela negara di sektor publikasi, menyampaikan Islam Rahmatan lil Alamin kepada publik sebagai bentuk pengabdian menjaga republik, sehingga dituntut bisa menulis. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Muhammadiyah Asli

Rabu, 10 Januari 2018

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia”

Tangerang Selatan, Muhammadiyah Asli

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan, kemampuan bangsa Indonesia memadukan antara ilmu, iman, dan amal telah menjadikan Indonesia mampu melakukan lompatan-lompatan sehingga menjadi salah satu negara termaju di kawasan Asia. Bahkan, Indonesia telah menjadi “Macan Asia”.

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia” (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia” (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Sebut Indonesia sebagai “Macan Asia”

“Indonesia juga telah menjadikan Islam sebagai agama untuk membangun kehidupan dunia dan mencapai kebahagiaan ukhrawi, bahkan merupakan agama kemanusiaan secara universal,” ujar Ahmad Ath Thayyeb di alumni Al-Azhar University Kairo di Indonesia dan civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (23/2) siang.

Pemimpin tertinggi Al-Azhar ini sangat berbahagia bisa berkunjung ke negeri yang ia sebut sangat menghargai Mesir. Hal itu tercermin dalam kuatnya hubungan antara kedua belah pihak sepanjang sejarah umat Islam.

“Saya serta rombongan baik dari Al-Azhar maupun dari Majelis Hukama Muslim sangat syukur kepada Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengunjungi Republik Indonesia dan bertemu dengan rakyatnya yang sangat baik serta terutama dengan saudara-saudara kami seagama. Di mana keduanya berpegang teguh pada aqidah dan akhlaq lslam yang mulia,” paparnya.

Grand Syekh juga memuji bangsa Indonesia dengan mengatakan bahwa Indonesia telah dipilih Allah sebagai negeri tempat menyebarkan lslam sebagai agama yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akherat serta menjaga orisinalitas. “Dengan cara tetap menerima segala pembaruan yang keduanya dipadukan secara baik dalam individu maupun masyarakat Indonesia,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Menurut Ahmad Thayyeb, Bangsa Indonesia juga telah mampu menyingkap khazanah keislaman yang suci serta nilai-nilai hukum Islam dan akhlaknya dengan mewujudkan nilai keadilan, persamaan, sikap terbuka pada orang lain. Serta memotivasi untuk memiliki sumber-sumber kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Indonesia juga telah menjadikan Islam sebagai agama untuk membangun kehidupan dunia dan mencapai kebahagiaan ukhrawi, bahkan merupakan agama kemanusiaan secara universal,” ujarnya bangga.

Bagi Grand Syekh, Indonesia juga mampu membantah bohongnya tuduhan yang disampaikan oleh musuh-musuh Islam bahwa Islam adalah agama kemalasan dan tidak produktif sehingga masyarakatnya tidak maju. Bahkan, Islam dianggap sebagai agama yang menghambat kemajuan ekonomi dan politik.

Muhammadiyah Asli

“Saat ini, Indonesia menjadi model negara muslim yang dapat dibanggakan oleh umat Islam seluruh dunia. Sebab, Indonesia telah mampu mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa terutama di Asia Tenggara,” tuturnya.

Hadir dalam Halaqah Nasional ini para dosen Mesir, para duta besar negara sahabat, Duta Besar Mesir untuk RI, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan Menlu era Gus Dur Alwi Shihab. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nusantara, Bahtsul Masail, AlaNu Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Muhammadiyah Asli

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Muhammadiyah Asli

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Meme Islam, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Tidak nikmat rasanya hidup ini jika tiap hari hanya dihabiskan di rumah. Sesekali kita perlu juga melangkah ke luar, pergi ke tempat pariwisata, atau mengunjungi karib kerabat. Ketika hendak berpergian, jangan lupa pamitan, minta restu, dan doa keluarga terutama untuk perjalanan jauh dan lama.

Selain pamitan, Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum meninggalkan rumah.

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Amaliah ini rutin Beliau lakukan ketika hendak berpergian. Apalagi saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Hal ini seperti yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab,

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

Artinya, “Disunahkan shalat dua raka’at menjelang keluar rumah. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan membaca surat Al-Ikhlas untuk rakaat kedua. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua raka’at”. Sahabat Anas menceritakan bahwa Nabi SAW tidaklah meninggalkan rumah sebelum shalat dua raka’at, (HR Al-Hakim). Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.”

Muhammadiyah Asli

Sebelum keluar rumah, lakukanlah shalat dua raka’at. Dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama, dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua. Jangan lupa setelah shalat membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.

Demikianlah amalan Nabi Muhammad SAW sebelum meninggalkan rumah. Semoga kita dapat mengamalkan dan membiasakannya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Sukabumi, Muhammadiyah Asli - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan mengadakan beragam lomba yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Almasthuriyah dan Sunanul Huda, pada Sabtu, (21/10).

Ada 9 cabang perlombaan yang diikuti perwakilan190 pondok pesantren dengan peserta 1712 peserta, yaitu Musabaqoh qiraatul kutub (MQK), Pidato Aswaja, Debat Santri Aswaja, Paduan Suara Subanul Wathon, Qasidah Rebana, Quotes Ajengan Sunda, Cerdas-cermat tingkat Diniyah, Futsal, dan Tenis Meja.

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono. Ia berpesan kepada para santri untuk giat belajar agar kelak menjadi ulama.

“Belajar tidak hanya sekadar mendapatkan ijazah, yang lebih penting adalah supaya menjadi bekal dan sebagai dasar untuk kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Muhammadiyah Asli

Ia juga berpesan dalam mengikuti lomba agar para santri menjunjung tinggi sportivitas, mengedepankan jalinan silaturahim.

“Para santri harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa belajar di pondok pesantren dan madrasah juga bisa berpartisipasi membangun Sukabumi yang religius; membina masyarakat Sukabumi ke depan akan semakin berkualitas dalam keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.

Muhammadiyah Asli

Hadir pada pembukaan acara, Ketua MUI kabupaten Sukabumi KH M. Oman Komarudin, ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, dari Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Rabu, 13 Desember 2017

STISNU Nusantara Gelar Seminar Antigerakan Radikal

Tangerang, Muhammadiyah Asli. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara bersama Yayasan Abdi Negara mengadakan diskusi terbuka terkait gerakan radikal atas nama agama, Kamis (10/12). Diskusi ini setidaknya melibatkan seratus hadirin yang terdiri atas perwakilan pesantren, sekolah dan madrasah, kampus, dan perwakilan organisasi pelajar NU di Tangerang.

STISNU Nusantara Gelar Seminar Antigerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara Gelar Seminar Antigerakan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara Gelar Seminar Antigerakan Radikal

Diskusi ini diadakan dalam rangka menangkal radikalisme di kalangan remaja, siswa, dan mahasiswa.

Ketua panitia seminar Hilman menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meredam gerakan atau kegiatan-kegiatan organisasi yang mengusung pfaham anti-Pancasila dan UUD 1945.

Muhammadiyah Asli

Insya Allah, bersama STISNU kita akan redam gerakan-gerakan mereka,” kata Hilman.

Muhammadiyah Asli

Sementara Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Bahrudin mengatakan, kegiatan ini harus melahirkan virus-virus positif yang tersebar minimal di seantero Tangerang.

“?Kita harus katakana bahwa paham anti-Pancasila dan UUD 1945 adalah salah dalam pandangan Islam. Sama salahnya sebagaimana mereka menyesatkan kita pelaku demokrasi. Katakan semua itu kepada masyarakat", ujarnya.

Diskusi berlangsung di aula Hadratus Syekh Hasyim Asyari. Tampak hadir pada diskusi ini Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Hoirul Huda. (Qustulani Muhammad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Kajian Islam, Ulama Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Probolinggo, Muhammadiyah Asli

Sebagai upaya mempererat tali silaturahim sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, alumni santri Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo melakukan Safari Maulid Nabi sekaligus Safari Santri di Desa Resongo Kecamatan Kuripan, Rabu (14/12).

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Kegiatan yang melibatkan seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin ini dilakukan secara bergantian. “Selain itu menjalin silaturahim antara santri dan alumni, kegiatan ini bertujuan sebagai media dakwah di tengah masyarakat,” kata Sekretaris Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Indra Subiantoro.

Menurut pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur ini, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren agar tidak sampai putus. Disamping juga dakwah untuk pondok pesantren sekitarnya.

Muhammadiyah Asli

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar bisa menjalin komunikasi dan keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren tidak putus di tengah jalan. Sebab biasanya antara alumni dan santri ini jarang bertemu. Inilah bentuk kebersamaan yang terlihat diantara keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin,” jelasnya.

Indra Subiantoro menegaskan bahwa selama ini pondok pesantren yang diasuh oleh KH Abdul Ghoni Badlowi selalu berupaya agar setelah santri lulus bisa tetap berkomunikasi. “Jadi selain untuk meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga untuk memantapkan bahwa santri itu kuat kalau bersatu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Jumat, 08 Desember 2017

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental

Jakarta, Muhammadiyah Asli -

Wayang merupakan tradisi harus dijaga sehubungan menopang revolusi mental diharapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K Sarbumusi NU) Syaiful Bahri Anshori.

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi NU: Wayang Topang Harapan Revolusi Mental

"Banyak hal bisa kita pelajari dari tokoh dalam wayang yang membawa nilai-nilai moral untuk menjadi contoh bagi masyarakat, generasi muda dan kita, tentunya itu menopang harapan terwujudnya revolusi mental," ujar Syaiful saat dihubungi Muhammadiyah Asli dari Jakarta, Jumat (7/10) malam.

Wayang imbuh Syaiful, merupakan tradisi khas dari Indonesia. Wayang merupakan warisan tradisi lokal Indonesia yang harus tetap dijaga dan lestarikan. "Bahkan Wali Songo menjadikan wayang sebagai media dakwah dengan membawa nilai Islam Rahmatan LilAlamiin. Jangan sampai wayang ? nantinya diklaim milik negara lain," kata dia lagi.?

Jika generasi muda tidak ikut serta melestarikan wayang, ujar Ketua Umum PB PMII masa khidmat 1997-2000 itu melanjutkan, warisan tradisi budaya bangsa Indonesia tersebut akan hilang.

Muhammadiyah Asli

"Mempelajari penokohan wayang yang memiliki nilai-nilai moral tinggi salah satu hal penting dalam berbangsa. Saya khawatir jika budaya lokal tradisi Indonesia tidak diwariskan kepada generasi muda justru akan terjadi degradasi kebudayaan," paparnya.

Karena itu, kata dia menambahkan, menjadi penting dalam berbangsa dan bernegara untuk mengusahakan warisan tradisi tersebut tetap lestari. Pemerintah harus memberikan prioritas tinggi.

Presiden DPP K Sarbumusi NU itu memberi sambutan dalam "Wayangan Revolusi Mental" bertema "Kita Berubah Untuk Indonesia", di alun-alun Ambulu, Jember, Jawa Timur. Kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian Kominfo RI dan DPC Sarbumusi Jember.?

Ki Eddy Siswanto atau yang dikenal dengan "Dalang Sabet Alap-Alap" membawakan lakon Pemimpin Wicaksono (bijaksana). Lakon tersebut selaras dengan kehendak revolusi mental. Para pemimpin dan aparat negara akan jadi pelopor untuk menggerakkan revolusi mental, dimulai dari masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L). Sebagai pelopor gerakan revolusi mental, pemerintah lewat K/L harus melakukan tiga hal utama yaitu; bersinergi, membangun manajemen isu, dan terakhir penguatan kapasitas aparat negara.

Muhammadiyah Asli

Hadir dalam pagelaran tersebut pejabat Pemerintah Kabupaten Jember, jajaran PCNU, DPC Sarbumusi setempat dan kurang lebih 500 masyarakat.? (Gatot Arifianto/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Meme Islam, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 03 Desember 2017

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Niat adalah sesuatu yang sangat pokok dalam pelaksanaan ibadah. Tidak sah ibadah seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat terletak di dalam hati, yang menandakan adanya kesengajaan dalam menunaikan ibadah tertentu.

Para ahli fiqih berpandangan, niat berfungsi setidaknya dalam dua hal. Pertama, untuk membedakan antara aktivitas ibadah dan aktivitas biasa lainnya. Seseorang bisa saja, misalnya, melakukan keramas sebagai kebiasaan, namun ketika ia tidak diniatkan sebagai mandi wajib maka aktivitas keramas tersebut belum bisa menghilangkan hadats besar.

Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Kedua, niat berfungsi untuk membedakan antara aktivitas ibadah satu dan ibadah lainnya. Misalnya, membedakan antara shalat dhuha dan shalat Idul Adha, shalat Idul Adha dan Idul Fitri, dan seterusnya.

Muhammadiyah Asli

Karena berupa getaran batin, niat tak diwajibkan dilafalkan: cukup apa yang hendak dilakukan “dibunyikan” dalam hati. Namun, melafalkan niat akan membantu hati lebih konsentrasi terhadap niat, terutama bagi orang yang kena penyakit waswas (peragu).

Terkait dengan shalat Idul Adha, contoh lafal niat dalam bahasa Arab adalah berikut ini:

? ? ? ? ? (?) ? ?

Muhammadiyah Asli

Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

Atau bisa lebih lengkap:

? ? ? ? ? ? ? (?)? ? ?

Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Lafal niat dibaca menjelang takbiratul ihram. Lafal niat juga bisa menggunakan bahasa lokal setempat. Sebagai catatan, kedudukan lafal niat hanyalah sekunder alias membantu orang yang hendak melaksanakan shalat agar lebih mantap dan fokus pada niatnya. Sementara yang primer tetaplah getaran batin tentang shalat Idul Adha itu sendiri. Imam Ramli mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I,: 437)

(Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha)



Menurut Madzhab Syafi‘î, niat berarti sengaja melakukan sesuatu yang dilaksanakan berbarengan dengan aktivitas pertama saat shalat. Artinya, dalam konteks shalat Idul Adha, jika melafalkan niat dilakukan sebelum takbiratul ihram maka niatnya itu sendiri dilaksanakan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi dan kampanye-kempanye negatif.

“Yang seneng Ahok silakan pilih, yang seneng Anies silakan coblos. Tidak perlu pengerahan massa dengan tujuan politis, dari awal saya tidak setuju,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (17/4) dalam jumpa pers Seruan Moral Organisasi-organisasi Keagamaan terkait Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua di Gedung PBNU Jakarta.

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pencoblosan, PBNU: Tetap Tenang, Tak Perlu Pengerahan Massa

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, massa yang kabarnya akan dikerahkan ke setiap TPS itu hanya akan menimbulkan situasi tegang dan tidak kondusif di tengah pesta demokrasi yang mestinya dijaga dengan baik dan saling percaya.

“Kita percayakan kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP. Apapun hasilnya nanti, semua harus menghormati dan siapapun yang dinyatakan menang, hal itu adalah kemenangan seluruh warga DKI Jakarta,” jelas Kiai Said.

Muhammadiyah Asli

Dalam seruan moral yang menggandeng seluruh pimpinan organisasi keagamaan itu, Kiai said menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak ada agenda politik. Ia memandang, seruan moral dari para pemimpin agama sebagai wujud mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Pertemuan lintas agama untuk menyikapi Pilkada DKI menjelang pencoblosan ini tidak ada unsur politik. Kita mendahulukan kepentingan bangsa agar terwujud demokrasi yang bermartabat,” tegas kiai asal Kempek Cirebon ini.

Dia menerangkan, organisasi keagamaan sebagai unsur civil society mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat persatuan bangsa dan negara melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain-lain, tak terkecuali pendidikan politik.

Hadir dalam jumpa pers tersebut di antaranya, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua KWI Uskup Agung Jakarta MGR. I. Suharyo, Ketua Umum PGI Pdt. Henriette T. Hutabarat Lebang, Ketua Umum NSI Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN Uung Sendana, Sekjen LPOI Luthfi Attamimi, serta perwakilan dari Mabes Polri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Nasional, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Jurus Debat Kiai Wahab Chasbullah

Dalam sejarah Nahdlatul Ulama, Kiai Wahab Chasbullah (1888-1971) merupakan tokoh debat dan diplomat yang piawai memainkan jurus politiknya. Kiai Wahab merupakan rujukan, bagaimana memainkan jurus politik dalam banyak laga, dengan memperhitungkan langkah taktis lawan sembari menyusun strategi. Langkah-langkah strategis Kiai Wahab dalam sejarah panjang perjuangan pesantren dan pendirian Nahdlatul Ulama, merupakan sejarah abadi bagaimana santri-kiai mengaktualisasi fiqh as-siyasah (fikih politik).

Kiai Wahab setidaknya menjadi maestro debat dalam tradisi pesantren. Beliau menguasai ragam ilmu fiqh, ushul fiqh, manthiq, tata bahasa Arab hingga dengan cerdik melakukan gerak politik yang dilandasi etika. Kiai Wahab selalu tampil pede dalam beragam laga tandang dengan lawan politiknya, juga selalu siap beradu argumentasi dengan para kiai sepuh. Kisah-kisah yang penulis temukan dari kiai-kiai sepuh maupun Gawagis penikmat humor, Kiai Wahab kalau berdebat sangat konsisten mempertahankan prinsip dan argumentasinya. Bahkan, sampai menggebrak meja menggunakan kaki.

Jurus Debat Kiai Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jurus Debat Kiai Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jurus Debat Kiai Wahab Chasbullah

Sebuah kisah yang disampaikan Gus Yahya Staquf, Kiai Wahab dan Kiai Bisri Syansuri berdebat tentang hukum drum band. Dalam perdebatan ini, Kiai Bisri menggebrak meja untuk mempertahankan prinsipnya. Kiai Wahab tidak mau kalah, beliau menggebrak meja menggunakan kaki! Peserta bahtsul masail tercengang, dan khawatir jika NU menjadi bubar hanya karena drum band. Namun, ketika jamuan makan, beliau berdua berebut untuk saling melayani. Sungguh etika debat yang luar biasa. Di luar panggung perhelatan, para pesilat akan saling menghormati. Di luar ruangan bahtsul masail, para kiai akan saling melayani dan melempar tawa.

Kiai Wahab Chasbullah merupakan tulang punggung pergerakan Nahdlatul Ulama. Bersama Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dan Kiai Bisri Syansuri, Kiai Wahab menggerakkan roda organisasi dengan silaturahmi ke ribuan kiai dan pesantren di seluruh kawasan Nusantara. Selama berminggu-minggu, Kiai Wahab melakukan perjalanan untuk konsolidasi jaringan pesantren. Mengaktifkan kembali para kiai agar mau bergabung dalam jamiyyah (organisasi), tidak sekedar terikat dalam jamaah (komunitas). ? ?

Indonesianis Greg Fealy menggambarkan peran penting Kiai Wahab Chasbullah, dalam jurnal Tashwirul Afkar, mengungkapkan betapa Kiai Wahab merupakan ahli dekat yang dihormati. "Wahab dicirikan secara menonjol dalam hal-hal sebagai berikut. Seorang ahli debat yang giat dan semangat, mahir memadukan diskusi serius mengenai prinsip hukum dengan anekdot jenaka atau kisah yang tepat dari kitab dan sejarah Islam. Meski mendukung usaha-usaha kalangan modernis dalam pembaruan bidang pendidikan dan sosial, dia menolak serangan mereka atas ortodoksi Sunni dan keutamaan Ulama" (1996: 10).

Kisah interaksi Kiai Wahab dengan kelompok Islam modernis, patut dicermati. Pada awalnya, Kiai Wahab berkawan baik dengan Mas Mansur, yang dianggap sebagai sahabatnya. Pada 1924, Mas Mansur bertemu dengan Kiai Wahab Chasbullah. Pertemuan keduanya, terjadi dalam forum sesama anggota Indonesische Studie Club, sebuah kelompok studi yang didirikan oleh dr. Soetomo di Surabaya pada Juli 1924. Kagum akan kekompakan yang ada dalam kelompok ini, kedua kiai muda ini pernah berselisih pendapat, bersepakat untuk mengadakan sebuah pertemuan yang bertujuan menggalang persatuan.

Muhammadiyah Asli

Namun, selanjutnya cita-cita keduanya untuk membentuk satu organisasi bersama, harus tenggelam karena perbedaan prinsip. Mas Mansur membentuk Mardi Santosa, sedangkan Kiai Wahab Chasbullah mendirikan Syubbanul Wathan. Pada periode selanjutnya, Syubbanul Wathan bermetamorfosis menjadi Angkatan Nahdlatul Oelama (ANO), yang kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor.

Hubungan antara kelompok Islam modernis yang dimotori Mas Mansur dan kelompok Islam tradisionalis yang dikomando jaringan pesantren Kiai Wahab, mengalami dinamika ketegangan. Keretakan hubungan ini, di antaranya karena ketidakpuasan para ulama tradisional yang aspirasinya tidak terwakili. Ketika itu, utusan ulama yang berangkat ke Makkah adalah Mas Mansur (1896-1946) dan Tjokroaminoto (1882-1934). Keduanya mewakili delegasi MAHIS (Mutamar al-Alamul Islami farul Hindish Syarqiyyah), Kongres Islam Sedunia Cabang Hindia Timur (semula bernama Kongres al-Islam), untuk menghadiri Kongres Khilafah yang diprakarsai Raja Ibn Saud di Makkah pada 1 Juni 1926. Kisah ini, terdokumentasi dalam Kiai Haji Mas Mansur 1896-1946: Perjuangan dan Pemikiran (2005: 57). ?

Muhammadiyah Asli

Padahal, Kiai Wahab juga terpilih sebagai salah satu dari tiga utusan umat Islam yang berangkat ke Makkah, tapi urung dikirim sebagai delegasi. Pada kongres al-Islam ke-4 dan ke-5, nama Kiai Wahab dimunculkan sebagai utusan resmi mewakili umat Islam Hindia Belanda. Akan tetapi, Kiai Wahab tidak lantas memusuhi tokoh-tokoh muslim dari kelompok modernis. Mereka tetap bergerak untuk melayani ummat, dengan membangun komunitas yang sesuai dengan visi masing-masing.

Kisah lain, Kiai Wahab juga berani berdebat dengan Charles Olke Van Der Plas (1891-1977). Sebagai utusan Hindia Belanda, Van Der Plas memiliki kedudukan sangat penting, dalam mengatur politik dan ekonomi Belanda di negeri jajahan. Van Der Plas juga pernah menjadi Gubernur Jawa Timur (1936-1941), serta pernah menjadi konsul Belanda di Jeddah. Perdebatan antara Kiai Wahab dan Van Der Plas, dalam bidang teologi yang merujuk pada keimanan terhadap Nabi Isa dan Muhammad. Singkat kisahnya, perdebatan ini dimenangi Kiai Wahab, dengan jurus diplomasi yang bersendi ilmu manthiq.

Dalam ilmu debat dan jurus diplomasi di komunitas santri, Kiai Wahab adalah Koentji. (Munawir Aziz)





Penulis adalah Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, buku terbarunya bertema "Gus Dur & Jaringan Tionghoa Nusantara", dalam proses terbit. (Komunikasi via email: moena.aziz@gmail.com).?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso merampungkan sosialisasi wawasan kebangsaan dari satu ke lain kecamatan di Bondowoso. Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Sempol pada Kamis (19/5) menutup rentetan kegiatan sosialisasi di 23 kecamatan yang ada di Bondowoso.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, “Perlu saya laporkan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan yang pertama adalah kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang sudah berakhir kemaren Kamis 19 Mei 2016 di Kecamatan Sempol ."

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Demikian disampaikan Muzammil pada rapat konsolidasi di Kantor GP Ansor Bondowoso Jalan KH Agus Salim Nomor 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/5) sore. Tampak hadir Ketua Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat (LDS) GP Ansor Ahmad Junaidi, Komandan Satkorcab Banser Bondowoso Susilo, para pengurus harian GP Ansor Bondowoso.

"Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik," kata Muzammil.

Muhammadiyah Asli

Muzammil menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini juga dapat menjadi agenda penguatan internal GP Ansor dari tingkat cabang ke tingkat ranting," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal Afif menjelaskan bahwa target sosialisasi ini adalah GP Ansor ingin menanamkan rasa kebangsaan yang tinggi di kalangan pemuda khususnya kader-kader Ansor di tingkat kecamatan dan ranting.

“Kita, kata Iqbal Afif, ingin memperkuat pengetahuan dan pemahaman tentang kebangsaan dari aspek sejarah nasional dan sejarah perjuangan ulama NU yang memadukan nasionalisme dan religiusitas dalam memperjuangkan suatu kemerdekaan suatu bangsa," jelasnya.

GP Ansor Bondowoso bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Bondowoso. Afifi berharap para kader Ansor hari ini mempunyai semangat perjuangan yang tetap sama dengan para ulama NU dan dilandasi oleh dasar-dasar  pengetahuan wawasan kebangsaan yang agamis. Mereka diharapkan bisa menjadi benteng pertama yang kokoh dalam mempertahankan bangsa dan agamanya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Bahtsul Masail, Tokoh Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Ribuan warga Cirebon dan sekitarnya mengikuti tabligh akbar dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an di Masjid Raya At-Taqwa Kotamadya Cirebon, Kamis (25/7) malam.

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Cirebon Peringati Malam Nuzulul Quran

Acara yang semula direncanakan akan menghadirkan taushiyah dari KH Habib Luthfi Bin Yahya, Pimpinan Jam’iyyah Tarekat NU ini terselenggara berkat kerjasama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa Kota Cirebon dan PT. Berkah Pikiran Rakyat.

Ahmad Yani, ketua umum At-Taqwa Center dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selain untuk mendapatkan berkah dan keutamaan dari Allah Swt, acara ini juga merupakan respon DKM At-Taqwa atas antusiasme masyarakat dalam acara serupa yang digelar tahun lalu saat ? menghadirkan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU sebagai penceramah.

Muhammadiyah Asli

“Untuk itu kami bersama masyarakat ingin sekali ? untuk kembali memanfaatkan malam yang baik ini guna mengaji dan mendapatkan pencerahan dari para ulama,” Ungkap Ahmad Yani.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, Nazrudin Azis, wakil walikota Cirebon yang berkesempatan hadir mengatakan dalam sambutannya bahwa kedekatan warga masyarakat Cirebon dengan para ulama harus tetap dipertahankan berdasarkan sebutannya yang terkenal sebagai kota wali. ?

“Peringatan seperti ini menjadi penting guna mendapatkan berkah bulan Ramadan, serta melestarikan kedekatan Cirebon sebagai kota wali dengan para alim ulama,” Tambah Azis.

Peringatan malam Nuzulul Qur’an ini pertama-tama dimulai dengan sambutan-sambutan, pembacaan shalawat, Maulid, serta mahallul qiyam, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah agama.

Pada mulanya acara yang juga memperingati hari ulang tahun yang ke 16 Harian Kabar Cirebon dari Grup Pikiran Rakyat ini akan diisi dengan penyampaian ceramah oleh KH Habib Luthfi Bin Yahya, namun panitia menerima konfirmasi bahwa Habib Luthfi berhalangan hadir dikarenakan terjebak macet di jalur alternatif Tol Pejagan, Tegal saat menuju ke arah Cirebon, namun hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan antusias jamaah saat penyampaian taushiyah digantikan oleh KH Luthfi Fuad Hasyim, salah satu pengasuh Pesantren Buntet, Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Bahtsul Masail, Doa Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock