Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada Muhammadiyah Asli. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Habib, Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Selasa, 13 Februari 2018

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Balikpapan, Muhammadiyah Asli. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan terobosan baru dengan membuka jurusan Teknik Pengelasan yang sudah berjalan selama setahun, tahun ajaran 2013-2014.

SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan membuka jurusan baru ini dengan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Balikpapan melalui MoU antara kedua sekolah kejuruan tersebut. Di antara hasil kerja sama itu adalah bantuan tenaga pengajar ahli Teknik Pengelasan dari SMK Negeri 1 Balikpapan sebanyak 4 orang.

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Dibukanya jurusan Teknik Pengelasan didorong akan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih sedikit sedangkan peluang kerja yang masih luas. Di samping itu, SMK yang memilki jurusan tersebut baru SMK Negeri 1 Balikpapan.

Muhammadiyah Asli

"Saya berharap lulusan SMK NU Balikpapan jurusan Teknik Pengelasan dapat terserap secara maksimal di dunia kerja dan dapat membuka usaha secara mandiri," ujar Kepala SMK NU Balikpapan Mudawamatun Nadziroh, Rabu (25/6)

Dengan dibukanya jurusan baru tersebut, SMK NU Balikpapan kini memiliki dua program kejuruan, yaitu Multimedia dan Teknik Pengelasan. Jurusan Multimedia adalah program jurusan yang sudah berlangsung selama 4 tahun sejak SMK NU Balikpapan didirikan.

Muhammadiyah Asli

SMK NU Balikpapan merupakan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren yang mendidik dan mencetak siswa-siswanya agar bisa menempati posisi strategis di dunia bisnis dan industri di era masa kini, serta mampu mengembangkan semangat keislaman ala Ahlussunnah wal Jamaah di tempat mereka bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri dan kuat dalam memegang nilai-nilai keislaman.

Dengan semboyan "Mendidik Generasi Muda menjadi? Profesional dan Berakhlakul Karimah", SMK Nahdlatul Ulama bertekad mewujudkan tujuan pendidikan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan? lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Fasilitas yang dimiliki, antara lain: ruang belajar yang represntatif, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, sarana multimedia yang memadai, sarana olahraga, sarana ibadah, asrama dan lain-lain.

Sejumlah prestasi yang pernah diraih adalah juara 2 Web Design, juara 3 Animasi dan juara 3 Grapich Design dalam Lomba Keterampilan Siwa (LKS) tingkat Kota Balikpapan tahun 2013. Selain itu, siswa SMK NU Balikpapan juga pernah masuk dalam 10 besar lomba Pidato Bahasa Inggris antara SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Ektrakurikuler utama, antara lain, teknisi komputer, keterampilan menjahit, dan seni bela diri.

Kepala SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga berharap bisa membuka jurusan baru yang senafas dengan dunia pesantren seperti Perbankan Syariah yang saat ini belum dimiliki oleh sekolah kejuruan yang ada di Kota Balikpapan.

"Harapan kami juga bisa membuka jurusan Perbankan Syariah yang senafas dengan dunia pesantren," pungkas Ibu Nadziroh, sapaan akrabnya.

Pendaftaran Siswa Baru

SMK Nahdlatul Ulama Balikapan membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dapat dilakukan di kantor SMK NU Balikappan. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi nomor telpon 0542-41474 atau kontak 081253899337 (Ibu Nadziroh) dan 085654060240 (Imam Turmudzi).

Informasi juga dapat dilihat diwebsite resmi SMK NU Balikpapan yang beralamat di http://www.smknubalikpapan.sch.id. Alamat email: smknubalikpapan@yahoo.com .

Lokasi sekolah berada di komplek Muassah al-Mahad al-Haditsiyah al-Muttaqien Balikpapan (Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Mutaqqien) di Jalan Ledjend S. Parman RT. 22 No. 47 Sumber Rejo (Gunung Guntur) Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Abdur Rohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Daerah Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Pamekasan, Muhammadiyah Asli

Puluhan alumni Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Kecamatan Larangan berkumpul di Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (24/01) siang. Tujuannya, silaturahim sekaligus musyawarah pembentukan Majelis Alumni? Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Larangan.?

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi yang juga mantan kader IPNU PAC Larangan. Syatibi didapuk memimpin jalannya musyawarah.?

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan Pamekasan Terbentuk

Dalam kesempatan itu, terpilih Khalil Hasyim sebagai ketua Majelis Alumni IPNU Larangan. Sementara tentang ketua Majelis Alumni IPPNU Larangan, forum menghendaki kesediaan Pengasuh Pesantren Al-Huda Sumber Nangka yang juga mantan Ketua IPPNU Larangan Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi.

Muhammadiyah Asli

Dalam sambutannya, Khalil Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanat yang diberikan kepada dirinya dan berjanji akan menjalankan organisasi secara maksimal. "Terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kehadiran kami dapat memberikan semangat bagi pengaderan IPNU-IPPNU di Larangan ini," terang civitas akademika STAIN Pamekasan itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Ny. Hj. Aisyah Asadiyah Shidqi menyampaikan kebanggaannya pernah menjadi kader PAC IPPNU Larangan. Menurutnya, pengaaderan IPNU-IPPNU Larangan sejauh ini menjadi kiblat kaderisasi di Kabupaten Pamekasan.

"Kecamatan Larangan ini adalah pusat pengaderan IPNU-IPPNU di Pamekasan. Buktinya, lebih dari lima orang kader Larangan yang pernah menjabat Ketua PC IPNU Pamekasan. Bahkan, ada yang sampai ke PW IPNU Jawa Timur. Saya bangga menjadi kader IPNU-IPPNU Larangan," tegas mantan Ketua PAC IPPNU Larangan periode 2006-2008 yang tak lain putri almarhum KH Shidqi Mudzhar tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Timur Syatibi Sayuthi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Larangan.

"Saya Bangga pada rekan dan rekanita sekalian. Setelah sekian tahun pengabdian kita di PAC IPNU-IPPNU berakhir, ternyata semangat rekan-rekanita sekalian masih luar biasa. Kecamatan Larangan ini sejak dulu dikenal sebagai episentrum IPNU-IPPNU di Kabupaten Pamekasan,” ujar Pengasuh Pesantren Al Abror, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan tersebut.

Pihaknya berharap majelis alumni ini terus menopang para kader agar pelajar di Kecamatan Larangan bisa terus memberi kontribusi kader-kader potensial, baik di tingkat cabang, wilayah, bahkan pusat. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Syariah, Sholawat Muhammadiyah Asli

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Brebes, Muhammadiyah Asli. Untuk mendukung kesuksesan Pemilu Legislatif 2014, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, melakukan doa bersama sukses pemilu. Doa bersama dilantunkan bersamaan dengan pengajian rutin Jamiyah Rijalul Ansor.

“Sebagai pemuda, kami ingin pemilu legislatif berjalan sukses,” kata Ketua PAC GP Ansor Brebes Moh Subkhan usai pengajian rutin di masjid Kelurahan Pasarbatang Brebes, Ahad (6/4).

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pencoblosan, Ansor Brebes Doa Bersama dan Serukan Antigolput

Subkhan mengajak kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di wilayah kecamatan Brebes untuk memberitahu kepada warga disekitarnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara dan menggunakan hak pilihnya. “Kita berkwajiban ngoprak-ngoprak (mengajak, red) warga agar mendatangi TPS guna mencoblos,” kata Subkhan.

Muhammadiyah Asli

Lebih jauh dia menjelaskan, Jamiyah Rijalul Ansor merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PAC Ansor secara bergilir. Meskipun dilaksanakan setiap bulan sekali dengan cara berkeliling ke 23 desa di Kecamatan Brebes sangat efektif untuk menyampaikan informasi. Baik informasi intern organisasi maupun ekstern organisasi.

Pemilu yang merupakan hajat negara dan pesta rakyat, dalam pandangan jamiyah Rijalul Ansor sangat penting dan perlu dibahas serta di sukseskan. Sehingga dalam kesempatan tersebut, penting dan mudlaratnya pemilu menjadi bahasan yang hangat dan mendapat tanggapan serius dari seluruh anggota jamiyah rijalul ansor.

Muhammadiyah Asli

Anggota Jamiyah Rijalul Ansor tingkat PAC, diikuti seluruh pengurus PAC dan Pengurus Ranting (PR) se Sekecamatan Brebes. Sedangkan ditingkat desa atau kelurahan, Jamiyah Rijalul Ansor diikuti para pengurus dan anggota di desa atau kelurahan tersebut.

Fauzan Amin, salah seorang anggota Jamiyah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena bisa menambah wawasan dan saling bertukar informasi serta menjalin silaturahmi. “Banyak manfaat yang bisa digali dari kegiatan Jamiyah Rijalul Ansor,” ungkapnya.? (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Quote, Kajian Sunnah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah

Bogor, Muhammadiyah Asli. Pernikahan tanpa melalui Kantor Urusan Agama (KUA) masih menjadi problem di tengah masyarakat. Problem ini menjadikan mereka tidak terdaftar sehingga belum memiliki surat-surat nikah.

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa KKN Unusia Fasilitasi Warga Lakukan Itsbat Nikah

Permasalahan ini ditangkap oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Program Studi Ahwalus Syakhsiyah untuk memfasilitasi Sidang Itsbat Nikah, Jumat (8/9) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Cisuuk, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dosen Pendamping KKN Unusia Hayaturrahman mengungkapkan, proses fasilitasi ini untuk kedua kalinya setelah KKN tahun 2016 lalu juga mengadakan sidang itsbat nikah di Kampung Pulo, Cibeuteung Udik yang diikuti oleh 25 pasangan nikah.

“Di Kampung Cisuuk ini diikuti oleh 45 pasangan nikah. Ini bagian dari praktik Tri Darma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat,” jelas Hayaturrahman saat dikonfirmasi Muhammadiyah Asli.

Ia menjelaskan, proses advokasi ini mempunyai peran penting untuk kelangsungan masa depan warga terutama anak-anaknya. Mereka tidak mungkin bisa mengurus identitas kependudukan dan akte kelahiran anak jika belum mempunyai surat-surat nikah.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, Kepala Desa Cibeuteung Udik, Bambang Indra Gunawan mengungkpkan, sangat berterima kasih kepada pihak mahasiswa dan kampus Unusia yang telah mengfasilitasi program yang sangat dibutuhkan masyarakat ini. 

“Karena dengan itsbat nikah ini program pemerintah bisa sangat terbantu dalam mendukung program tertib administrasi dan berimplikasi pada peningkatan pelayanan pemerintah kepada keluarga yang bersangkutan,” ucap Bambang.

Sidang itsbat nikah ini dipimpin langsung oleh Hakim dari Pengadilan Agama Kabupaten Bogor dibantu beberapa anggotanya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 27 Desember 2017

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Tidak nikmat rasanya hidup ini jika tiap hari hanya dihabiskan di rumah. Sesekali kita perlu juga melangkah ke luar, pergi ke tempat pariwisata, atau mengunjungi karib kerabat. Ketika hendak berpergian, jangan lupa pamitan, minta restu, dan doa keluarga terutama untuk perjalanan jauh dan lama.

Selain pamitan, Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum meninggalkan rumah.

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Nabi SAW Sebelum Berpergian

Amaliah ini rutin Beliau lakukan ketika hendak berpergian. Apalagi saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Hal ini seperti yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab,

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

Artinya, “Disunahkan shalat dua raka’at menjelang keluar rumah. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan membaca surat Al-Ikhlas untuk rakaat kedua. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua raka’at”. Sahabat Anas menceritakan bahwa Nabi SAW tidaklah meninggalkan rumah sebelum shalat dua raka’at, (HR Al-Hakim). Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.”

Muhammadiyah Asli

Sebelum keluar rumah, lakukanlah shalat dua raka’at. Dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama, dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua. Jangan lupa setelah shalat membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.

Demikianlah amalan Nabi Muhammad SAW sebelum meninggalkan rumah. Semoga kita dapat mengamalkan dan membiasakannya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 17 Desember 2017

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren

Tegal, Muhammadiyah Asli?

Peran pesantren dalam membentuk peradaban Nusantara tidak diragukan lagi. Sementara kiai dan keilmuanya menjadi tonggak keberhasilan dalam membina masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kajian Sumber daya Manusia (Lapesdam) NU Ahmad Baso dalam forum diskusi dan bedah buku karyanya sendiri “Pesantren Studies”.

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Baso: Dibutuhkan Kader Pembela Pesantren

Bedah buku yang digelar di Pondok Pesantren Mahaduth Tholabah Babakan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Jum’at (22/9) malam itu, dihadiri beberapa kiai, termasuk pengasuh pesantren, PC. Ma’arif NU, PCNU Kabupaten Tegal, PC IPNU, PC PMII ? dan ratusan santri,

“Kita butuh kader pembela pesantren, karena ada sebagian orang yang mengambil teks-teks pada pesantren seolah-olah kurafat dan konservatif, ? ini jelas menghina pesantren dari peradaban. Ada kasus mahasiswa S3 dari Madura yang akan menyelesaikan studinya meneliti pesantren tetapi rujukannya bukan sama kiai dan pesantren tetapi pada tokoh-tokoh orientalis seperti fazlul rahman , ini kan tidak nyambung?” jelas Ahmad Baso?

Muhammadiyah Asli

Wali Songo jaman dahulu, lanjut Baso, sudah tahu bagaimana menyiapkan kaderisasi dari kaum ? muda, dengan mengkader generasi mudanya sebagai katib atau juru tulis. Disini jelas ada kaderisasi dari yang muda untuk menulis agar bisa dijadikan bukti sejarah yang dapat dibaca oleh generasi penerus, makanya kita bisa menjumpai karya abad ke -16 dengan tulisan-tulisan pegon.?

Pada abad ke-19 ribuan, kata Baso, ? karya tulis ulama-ulama dulu dirampas oleh Belanda, kitab At Tib yang merupakan kitab yang membahas tentang kesehetan pada abad itu ada 40, menemukan 300 penyakit dan 700 obat, namun kitab-kitab itu rampas dan diboyong ke perpustakaan milik mereka, sehingga generasi penerus tidak bisa menemukan itu

Muhammadiyah Asli

“Mereka takut kalau santri itu cerdas, pesantren kalau terlalu banyak membaca bisa bahaya, menurut mereka,” ? jelas alumnus Pesantren An Nahloh Makasar itu. ?

Diskusi yang dimoderatori Aqib Malik putra keluarga besar mahaduth tholabah itu menjadi menarik ketika beberapa pertanyaan mulai menggelinding satu persatu hingga sampai akhir penutupan, merasa peserta belum puas diskusi dilanjut dengan obrolan santai di serambi masjid pesantren.

Buku “Pesantren Studies” Ahmad Baso rencananya akan ditulis dalam 14 jilid dan untuk episode ini baru ditulis dalm jilid 2 dan sudah diterbitkan diantaranya 2a dan 2b.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian Sunnah Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock