Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Sebanyak lima ratus anggota Banser melangsungkan apel kesetiaan terhadap Pancasila di Lapangan Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara. Mereka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada awal Juni.

Instruktur apel akbar ini adalah Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea. Mereka melangsungkan apel Jumat (3/6) dengan tema Mewujudkan Kemandirian Bangsa Dalam Bingkai NKRI dan Pancasila.

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Banser Sumut Gelar Apel Akbar

Sementara acara peringatan Harlah Ke-82 GP Ansor dihadiri tokoh NU Sumut Ir Husni Kamil Manik yang juga Ketua KPU RI.

Muhammadiyah Asli

“Pada kesempatan ini kita mengadakan pengukuhan majelis zikir dan shalawat Rijalul Ansor dan pengukuhan Koperasi Ansor Sejahtera di aula Jabal Nur, Asrama Haji Medan,” kata Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala yang hadir di lokasi acara.

Tampak hadir pada peringatan ini Gubernur Sumut Ir Tengku Ery Nuradi, Ketua PP GP Ansor Hasan Basri Sagala.

Muhammadiyah Asli

Sebelumnya GP Ansor Sumut melangsungkan kaderisasi dengan instruktur Muhammad Adnan Anwar. Ia menyampaikan materi di LI 1 PW Ansor Sumut di Asrama Haji Medan, Rabu-Jumat (1-3/6). Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, IMNU Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Yenny Harap Kontes Kecantikan Tekankan Kemampuan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Beragam kontes kecantikan di Indonesia kerap menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, termasuk bagi Yenny Wahid. Namun, agama bukanlah alasan mengapa dia tidak mendukung kontes kecantikan.?

Yenny Harap Kontes Kecantikan Tekankan Kemampuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Harap Kontes Kecantikan Tekankan Kemampuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Harap Kontes Kecantikan Tekankan Kemampuan

"Kontes yang menekankan pada fisik saja dapat berakibat negatif pada anak perempuan," ujarnya ditemui di Jakarta Fashion Week 2014, Kamis.?

Menurut putri dari Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid itu, standar penilaian kontes yang bertumpu pada kecantikan semata dapat menimbulkan "body image disorder".?

Muhammadiyah Asli

Artinya, orang-orang hanya mengukur kecantikan berdasar satu standar ideal saja. Yang berbahaya adalah bila para perempuan yang merasa tidak memenuhi standar ideal itu menjadi rendah diri.?

Muhammadiyah Asli

"Jika tidak memiliki kulit putih, hidung mancung, badan tinggi merasa rendah diri. Akhirnya tidak bisa menerima dirinya apa adanya dan minta operasi plastik," paparnya.?

Oleh karena itu, dia berharap standar penilaian dari kontes kecantikan dapat menitikberatkan pada kemampuan dan pengetahuan kontestan.?

"Ke depannya nanti pemenang kontes kecantikan bisa orang yang punya kemampuan luar biasa melebihi penilaian fisiknya," harap dia. (antara/mukafi niam)

Foto: Lazuardibirru.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Badan Student Crisis Center (BSCC) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojonegoro menggelar pelatihan kader, di gedung Lemdikacab Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan nalar kritis kader NU di Bojonegoro.

Acara yang diikuti 40 orang itu dikemas secara menarik, diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (3-5/5/2013). Dengan mengambil tema Membangun kapasitas dalam mengawal pendidikan berkualitas.

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Penalaran, IPNU Bojonegoro Gelar Pelatihan Kader

Ada beberapa materi yang disampaikan seperti halnya advokasi, teknik investigasi, studi kasus, manajemen aksi, kajian kebijakan publik. Serta pengembangan kapasitas, analisis aktor dan juga kajian tentang kebijakan pendidikan nasional.

Muhammadiyah Asli

Ketua panitia penyelenggara, Ainun Najib mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas nalar dan intelektual pelajar dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat.

"Diharapkan kader NU mampu mengidentifikasi problematika pelajar-pelajar serta menyelesaikannya," ujarnya kepada Muhammadiyah Asli, Sabtu (4/5/2013).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, selama ini dunia pendidikan mengalami banyak permasalahan yang harus bisa diidentifikasi. Seperti halnya kurikulum pendidikan nasional yang berubah-ubah, sistem pendidikan nasional yang belum matang dan beberapa persoalan pendidikan lainnya.

"Segala permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus segera dicarikan solusinya," terangnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Bojonegoro Misbakhul Munir mengharapkan, pasca pelatihan ini mampu mencetak kader NU di Bojonegoro yang konsisten dan komitmen menyikapi pendidikan. Dengan persoalan dan permasalahan didalamnya.

Segela keluhan pelajar lanjut Kak Bah sapaan akrabnya, bisa ditangani IPNU Bojonegoro. "Mengawal kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Bojonegoro," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, IMNU, Ubudiyah Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU

Pringsewu, Muhammadiyah Asli

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung mendukung dan terus berupaya melindungi aset kelembagaan maupun warganya agar berbadan hukum dan bersertifikasi legal. Untuk itu PCNU dalam waktu dekat ini akan menggelar seminar perwakafan dan sertifikasi aset NU bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Lampung.?

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU

Hal tersebut dibahas dalam rapat pengurus harian PCNU Pringsewu, Kamis (21/1) di Aula Kantor PCNU Jl Gumukrajin, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Menurut Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqqurrohim, penyuluhan dan sosialisasi pentingnya sertifikasi ataupun notarisasi aset, semisal tanah dan bangunan masjid, madrasah maupun pondok pesantren. Ini sangat mendesak mengingat masih minimnya pengetahuan warga NU tentang tata cara sertifikasi atas aset yang dimilikinya.

Permasalahan ini juga bentuk usaha membantu warga dalam menyelesaikan sengketa tanah yang sering terjadi pada masyarakat lapisan bawah. "Jangan sampai saat ditanya apakah ini tanah NU, masjid NU? Kita jawab iya, tapi kita bingung saat ditanya surat dan legalitasnya mana?" ujarnya.

Sementara itu Ketua Program sertifikasi wakaf dan tanah PCNU Pringsewu Fathurrohman mengharapkan dengan adanya gerakan sertifikasi atas aset NU ini, warga NU akan terhindar dari perselisihan antara ahli waris maupun organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu.?

"Penting bagi aset NU untuk di inventarisir secara legal sehingga kehilangan aset seperti beberapa kasus yang sudah terjadi tidak boleh terulang kembali," ujarnya.?

Muhammadiyah Asli

Selain Program sertifikasi tersebut PCNU juga akan melaksanakan prioritas program pada 2016 yang merupakan amanat musyawarah kerja yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.?

Program tersebut diantaranya Gerakan MWCNU dan Ranting Sehat, plangisasi (pemasangan plang NU) hingga tingkat ranting, penguatan kader dan pemantapan pengurus, sosialisai rutin pemahaman ke-NU-an dan ke-Aswaja-an untuk menangkal radikalisme dan terorisme. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli AlaNu, IMNU, Warta Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Madinah, Muhammadiyah Asli. Sejurus kemudian semuanya hening, tanpa suara. Seorang demi seorang, kerumunan mulai mengundurkan diri. Orang-orang mulai kembali ke jalanan beton ketika, mungkin beberapa anggaota keluarga jenazah yang baru saja dikubur, mulai menghitung-hitung dan menandai lokasi makam baru tersebut. Beberapa di antara mereka menunjuk-nunjuk dan menghitung jendela hotel terdekat tertentu yang posisinya lurus dengan makam tersebut. Sebagian yang lainnya menghitung celah dan urutan makam dari jalan beton.   



Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi, Maqbaroh para Syuhada (3)

Setelah puas mengitung, beberapa orang naik ke jalan berbeton dan kembali terjadi kerumunan berjubel di dalam gelap. Ya kondisi gelap, meski sebenarnya mata sudah mulai terbiassa dengan kegelapan. Lampu dua mobil yang berada di jalan rupanya telah dimatikan. Tinggal sebuah lampu yang diletakkan pada tiang di dekat liang pemakaman. Lampu ini tetap menyala, mungkin untuk menolong para pelayat agar tidak terperosok ke lubang-lubang lain di sekitar lubang yang baru saja ditimbuni tadi.

Ya, pihak pengelola makam memang telah menyiapkan banyak lubang di beberapa blok, sebelum ada orang meninggal. Sangat mungkin penyiapan banyak lobang ini dikarenakan hampir setiap waktu sholat, terutama di Musim haji, selalu ada jenazah yang di kubur di pemakaman baqi ini. Seperti juga para pekerja cleaning service di Masjid Nabawi yang bukan dari warga negara Arab Saudi, maka demikian pun untuk pekerjaan penggali makam ini, nampak di bawah sorot lampu, kebanyakan mereka berwajah dan kulit muka seperti orang-orang Bangladesh. Merekalah yang sangat mungkin mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penggalian makam ini.

Muhammadiyah Asli

Tentu ini berbeda dengan budaya orang Jawa yang akan mengatakannya sebagai "Ngalup" (seolah mendoakan kematian pada seseorang), jika kita siapkan lobang pemakamannya sebelum yang bersangkutan meninggal dunia. Sekedar catatan, orang Cina juga memiliki budaya menyiapkan lobang lahat bagi keluarga yang masih hidup. Rupanya, karena menghindari lubang-lubang yang ditutup dengan kayu triplek inilah, para peziarah berjalan zig-zag ketika turun tari jalan beton tadi.

Muhammadiyah Asli

Saya pun akhirnya penasaran, ada apa di tengah kerumunan berjubel dalam gelap tersebut. Setelah berusaha mendekat, maka semuanya menjadi jelas. Ternyata para pelayat sedang antri berpeluk-pelukan bergantian dengan keluarga yang kini berbaris di jalanan beton. Para pelayat yang sudah berpelukan dan saling mengucapkan pesan kesabaran segera meninggalkan lokasi, dan kembali berjalan pulang.

Setelah memperhatikan agak lama, rupanya banyak pula orang yang sekedar bersalaman. Mungkin mereka tidak saling kenal, bahkan mungkin juga orang yang tidak kenal siapa jenazah yang baru saja dikuburkan dan siapa keluarganya, mungkin kira-kira seperti saya. Maka saya pun segera mengambil sikap yang sama. masuk ke dalam antrian dan bersalaman dengan keluarga. Ya sekedar bersalaman, saya juga tidak pernah mengenal siapa yang baru saja turut saya iringkan untuk dikebumikan dan siapa pula keluarganya.

Dalam perjalanan pulang seusai bersalaman, saya mencoba mengamati sekeliling. Bagaimana sebenarnya kondisi Makam yang sangat terkenal ini. Makam yang memeluk nyaman mereka yang telah sejak pertama dimakamkan. Menurut ceritanya, orang yang pertama dimakamkan di sini adalah ‘Utsman bin Mazh‘un, seorang sahabat dari kalangan Muhajirun yang terkenal saleh dan hidup sederhana, yang meninggal dunia pada 5 H/626 M. Sedangkan Ibrahim, putra pasangan suami-istri Rasul Saw. dan Mariyah Al-Qibthiyyah yang berasal dari Mesir, adalah orang kedua yang dimakamkan di sini.

Di makam ini pula terdapat makam para istri Rasul Saw: Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq, Saudah binti Zam‘ah, Hafshah binti Umar, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah binti Abu Umayyah, Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dan Shafiyyah binti Huyai. Sedangkan keluarga beliau yang dikebumikan di sini, selain putra-putri beliau, antara lain Abbas bin Abdul Muththalib, Hasan bin Ali, dan Ali Zainal Abidin.

Sementara di antara para sahabat yang dimakamkan di sini ialah Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas‘ud, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abu Waqqash. Di antara Imam empat mazhab, hanya Malik bin Anas yang dimakamkan di sini.

Namun jangan pernah Anda membayangkan dapat melihat nisan-nisan mereka semua, bahkan salah satu di antara nissan mereka. Kini sejauh mata memandang di seluruh tanah makam seluas 174.962 meter persegi dengan dikitari dinding setinggi empat meter sepanjang 1.724 meter ini, hanya ada gundukan dengan sepasang nisan dari batu, tanpa nama.

Sekarang ini siapa pun yang meninggal di Madinah dimakamkan di sini termasuk jamaah umrah dan haji dari berbagai negara. Tetap dengan ketentuan yang sama, hanya ada nisan dari batu, sekali lagi tanpa nama. (min/bersambung/Laporan Langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)  Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 09 Januari 2018

Hipsi: Santri Punya Banyak Peluang Bisnis

Jember, Muhammadiyah Asli. Santri adalah manusia biasa. Karena itu, santri tidak boleh hanya terpaku pada pengabdiannya di bidang dakwah dan ilmu agama. Santri juga harus pandai mencari celah berwirausaha, sehingga perlu belajar bagaimana berwira usaha yang baik. 

Hipsi: Santri Punya Banyak Peluang Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi: Santri Punya Banyak Peluang Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi: Santri Punya Banyak Peluang Bisnis

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat membuka Workshop Santri Enterpreneur di pesantren Nuris, Antirogo Jember, Rabu malam (7/4). 

Menurut Kiai Muhyiddin, santri yang menjadi pengusaha atau pengusaha yang santri, mempunyai nilai lebih dan membanggakan. 

Muhammadiyah Asli

“Kalau bukan santri jadi pengusaha itu sudah biasa, tapi kalau santri itu luar biasa,” jelasnya.

Kiai Muhyiddin menambahkan, pesantren dan NU perlu mendorong santri agar mempunyai semangat dan keterampilan untuk berwirausaha. Saat ini, katanya, ketrampilan berwirausaha menjadi tuntutan yang tidak bisa dielakkan, lebih-lebih lapangan kerja begitu sulit. 

Muhammadiyah Asli

“Harapan kita, santri kelak tidak menggantungkan rezeki kepada orang lain kalau bisa mandiri dan berwirausaha,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa para kiai tidak sedikit yang sukses usahanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Jember, M. Ya’la yang menjadi narasumber menegaskan bahwa, saat ini peluang santri untuk berbisnis dan berwirausaha terbuka lebar.  Zaman semakin maju, semakin banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan. Karena itu, katanya, santri harus peka terhadap peluang pelaung yang ada. 

“Untuk tahap awal, tidak usah besar-besar, berusaha kecil-kecilan juga bisa asalkan prospektif,” tuturnya.

Workshop tersebut mendapat perhatian dari santri. Buktinya, sekitar 400 santri putra dan putri hadir memenuhi aula pondok putri Nuris. Workshop itu sendiri digelar hasil kerjasama antara RMI Cabang Jember dan Hipsi serta pesantren Nuris.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq  

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kajian, IMNU, Olahraga Muhammadiyah Asli

Kamis, 04 Januari 2018

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.



Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

Muhammadiyah Asli

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Muhammadiyah Asli

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Nusantara Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pemilu 2014 yang digelar beberapa pekan ke depan patut dicermati secara serius. Pasalnya, ini merupakan era baru di mana pemimpin kian jauh dari rakyatnya. Istana negara dan kantor-kantor pemerintah kosong karena pimpinannya sibuk berkampanye di daerah.

Demikian ditegaskan Rais Syuriah PBNU KH A Hasyim Muzadi kepada Muhammadiyah Asli di sela acara Laporan Tahunan Pendidikan Agama dan Keagamaan 2013 yang dihelat Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) di Hotel Milenium Jakarta, Selasa (25/3).

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Pemimpin Indonesia Kian Jauh dari Rakyat

Menurut Kiai Hasyim, hari ini kita ibarat tak memiliki pemerintah. Presiden dan para menteri sibuk berkampanye. Begitu juga, para gubernur hingga aparat pemerintah yang paling bawah.

Muhammadiyah Asli

Wong sekarang istana itu kosong. Kementerian juga belum tentu didatangi menterinya. Jika demikian, praktis kita tak punya pemerintahan. Kalau sudah begini, kelihatan mana negarawan, mana politisi,” ujarnya.

Dalam proses pemilihan pemimpin seperti sekarang, lanjut Kiai Hasyim, ulama seyogianya kembali ke patokan yang dimilikinya. Mereka mesti mendorong umat untuk mengambil patokan pemilihan itu. Sayangnya, aturan itu kini dilupakan. Apalagi di tengah suasana pragmatis, situasional, dan transaksional yang kian membelenggu masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Fit and proper test itu bahasa kerennya. Kita juga punya jarh wa ta’dil dengan tiga cara: syakhsiyyah (integritas), fikriyyah (kapabilitas), dan kafa’ah (kompetensi). Tiga hal itu harus menjadi standar dalam memilih pemimpin,” terangnya. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ulama, Lomba, IMNU Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Cirebon, Muhammadiyah Asli

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kian meluaskan sayapnya. Pada Sabtu (2/3) siang, Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon (nama lain dari MAN Buntet Pesantren) resmi dibentuk dan pengurusnya dilantik di Auditorium MAN 3 Kabupaten Cirebon.

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon menegaskan, pembentukan organisasi pelajar NU di sekolah-sekolah negeri tersebut merupakan salah satu wujud program prioritas PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Bersama jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, pihaknya berkomitmen dan berikhtiar untuk menghadirkan PK IPNU-IPPNU di semua lembaga pendidikan baik yang di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU atau sekolah negeri di Kabupaten Cirebon.

"Satu tahun ke depan kita akan fokus di wilayah kaderisasi seperti kaderisasi formal dan pembentukan komisariat, PAC, dan PR. Mudah-mudahan diberi kelancaran," terang Ayub.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, berpesan kepada pengurus baru PK yang telah dilantik agar dapat saling bekerjasama dan kompak dalam melaksanakan setiap program dan tugas yang akan dilaksanakan.

Muhammadiyah Asli

“Apapun problemnya yang penting kedepankan musyawaroh. Setelah dilantik nanti silakan Rapat Kerja. Kalau bisa kedepankan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) agar siswa-siswi lebih memahami IPNU dan IPPNU. Makesta merupakan gerbang atau pintu masuk IPNU dan IPPNU. Sehingga kedepan pelajar IPNU-IPPNU dapat menjadi kader yang unggul serta dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan bangsa, negara, dan agama,” jelas Aida.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Najmi Alvian. Dan oleh Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Firda Sundusun Ro’fah. (Nurjannah Al Kendali/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, RMI NU Muhammadiyah Asli

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pembangunan Wisma Haji Indonesia di Tanah Suci Makkah batal, karena terkendala perizinan dari Pemerintah Arab Saudi. Padahal, rencana itu sudah lama mengusahakan agar pemerintah Indonesia tidak repot dengan urusan pemondokan haji di sana. Bahkan, investor dari Arab sendiri banyak yang bersedia untuk membangun tower bagi 221 ribu calon haji setiap tahunnya itu.

"Ada pengamat yang mengatakan pemerintah Indonesia bodoh mengapa tidak membangun asrama (Wisma) haji agar tidak repot mencari pemondokan setiap tahunnya. Jadi,masalahnya bukan terletak pada dana, tapi perizinan dari Pemerintah Arab Saudi sendiri,"tandas Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (26/10).

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrama Haji Indonesia di Saudi Batal

Padahal, kalau rencana itu diizinkan akan ada dampak luar biasa bagi masyarakat Arab Saudi sendiri, karena rumah mereka biasanya disewa calhaj Indonesia. Tapi, peluang itu akan hilang jika ada Wisma Haji Indonesia di sana. Menag hanya berharap dengan begitu semoga pelaksanaan ke depan makin baik.

Muhammadiyah Asli

Sementara tahun ini pelayanan ibadah sudah lebih baik daripada tahun 2009, karena Pemondokan Ring I tahun ini mayoritas berjarak 2.000 meter dari Masjidil Haram. "Ada 125 ribu jemaah atau 63 persen jemaah tinggal di Ring I, sehingga memudahkan mereka untuk beribadah, sedangkan tahun 2009 justru hanya 27 persen atau 57 ribu yang di Ring I,"katanya.

Sebaliknya, pemondokan di Madinah (kawasan Markaziah yang berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi) sudah 95 persen. Sebelumnya hanya 87 persen. Jadi, jamaah yang tinggal di kawasan non markaziah sedikit. Itu pun hanya berjarak 700 meter, padahal sebelumnya non markaziah itu berjarak 1-2 kilometer.

Muhammadiyah Asli

Oleh sebab itu Menag yakin dengan lokasi yang dekat itu akan mengurangi jumlah calhaj yang kesasar, tersesat sepulang beribadah dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. "Calhaj kesasar akan jauh berkurang, karena jarak yang dekat, kemudian jarak yang dekat akan memotivasi calhaj untuk beribadah,"ujar Menag lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Doa, Santri Muhammadiyah Asli

Selasa, 12 Desember 2017

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan politisasi agama. ? Menurutnya, apa yang terjadi belakangan terkait Pilkada DKI adalah bagian dari fenomena politisasi agama. Baik yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) maupun pihak-pihak yang menentang Ahok.

Rumadi mengungkapkan, tak henti-hentinya pihaknya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menggunakan isu yang terkait dengan agama dalam politik perebutan kekuasaan.?

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Main-main dengan Agama dalam Politik Perebutan Kekuasaan

“Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan,” ujar Rumadi lewat keterangan tertulisnya kepada Muhammadiyah Asli, Ahad (9/10).

Bisa saja, imbuhnya, Ahok tidak bermaksud menistakan Islam dalam pidato lepasnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok memang sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama (Islam) sebagai alat kampanye agar tidak memilih dirinya –dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim.?

Namun, lanjutnya, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang memang sejak awal tidak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam. Ahok dan para pendukungnya juga harus menyadari persoalan seperti ini akan mudah dipolitisasi dan potensial dijadikan sebagai alat untuk memojokkan dirinya.

Muhammadiyah Asli

“Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif,” tegas salah satu Komisioner Informasi Pusat (KIP) ini.

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, mengajak untuk memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang.?

“Meski saya memaklumi untuk mengajak memilih calon pemimpin seagama secara positif, tapi saya merasa perlu mengingatkan agar hal tersebut tidak menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai mediumnya,” ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STAINU Jakarta ini.

Politik tetap saja politik, tambahnya, arena perebutan kekuasaan. Melibatkan agama dalam urusan politik yang penuh intrik dan kerakusan, hanya akan mengotori agama yang kita sucikan.

“Atas dasar itu, saya mengingatkan: Stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua,” tutup Rumadi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Habib, Sunnah Muhammadiyah Asli

Minggu, 10 Desember 2017

Mendulang Pahala dengan Buka Puasa Bersama

Ada satu budaya yang sering dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia saat bulan Ramadhan; buka bersama atau dalam bahasa gaul kaum muda sering disebut dengan singkatan “bukber”.

Tradisi buka bersama adalah tradisi mengundang kerabat, teman sekantor, atau kalangan lainnya untuk berbuka puasa bersama-sama di mana sang pengundang yang menyediakan makanan berbuka. Pada umumnya mereka yang diundang merasa senang dengan kegiatan ini. Meski tidak dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang enggan untuk menghadirinya dengan berbagai alasan, di antaranya lebih memilih berbuka dengan anggota keluarga karena waktu berbuka puasa adalah waktu yang sangat baik untuk lebih mengeratkan hubungan batin antara orang tua dan anak-anaknya.

Mendulang Pahala dengan Buka Puasa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendulang Pahala dengan Buka Puasa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendulang Pahala dengan Buka Puasa Bersama

Terlepas dari berbedanya sikap masyarakat dalam memandang budaya berbuka bersama ini ada baiknya bila kita mencoba mempelajari berbagai hal kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Berbuka bersama adalah mengundang orang lain—baik satu atau lebih—untuk bersama-sama berbuka puasa dengan makanan yang telah disediakan pengundang. Ini artinya orang yang mengundang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang sedang berpuasa. Dalam hal ini banyak kebaikan yang dijanjikan bagi para pelakunya. Baginya diberikan pahala semisal pahala orang berpuasa yang ia beri makanan untuk berbuka tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya orang yang berpuasa itu.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya menyampaikan satu hadis yang cukup panjang tentang hal ini. Sebagian kutipan hadis tersebut menuturkan:

? ? ? ? ? ? ?:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?» ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Sa’id bin Musayab dari Salman ia berkata:

Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami di hari terakhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda, “... Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan maka hal itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari api neraka. Baginya pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala puasa orang yang diberi buka tersebut.” Orang-orang berkata, “Ya Rasulullah, tidak setiap kami dapat memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah bersabda, “Allah akan memberikan pahala yang demikian ini kepada orang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa meskipun hanya dengan susu encer, sepotong kurma, atau seteguk air. Dan barang siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum dari telagaku di mana setelahnya ia tak akan haus sampai masuk ke dalam surga...” (Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi, Tafsir Ma’alimut Tanzil [Kairo: Darul Alamiyah, 2016], jil. 1, hal. 196 – 197)

Ya, hanya dengan memberi seteguk air untuk berbuka puasa saja pelakunya akan mendapatkan kebaikan yang begitu besar. Lalu bagaimana bila yang diberikan adalah sepaket makanan komplit dengan lauk beraneka macam hingga orang yang berbuka merasa kenyang?

Ini dari sisi memberi makan kepada orang yang berpuasa.

Mengundang orang untuk berbuka bersama juga berarti mengundang orang untuk menjadi tamu di rumahnya. Itu artinya si pengundang juga akan mendapatkan banyak kebaikan dari amalan menjamu tamu atau dliyafah.

Syaikh Zainudin Al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad mengutip beberapa hadis yang menuturkan tentang keutamaan menjamu tamu di antaranya:

Diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailamai dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang tamu mengunjungi suatu kaum maka ia masuk dengan membawa rezekinya dan bila keluar ia keluar dengan membawa dosa-dosa kaum itu.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Hibban bin Abi Jandah, “Sesungguhnya sedekah yang paling cepat sampai ke langit adalah bila seseorang menyiapkan makanan yang baik lalu ia mengundang saudara-saudaranya untuk menikmatinya” (Zainudin Al-Malibari, Irsyadul ‘Ibaad [Jakarta: Darul Kutul Al-Islamiyah, 2010], hal. 82)

Lalu bagaimana dengan orang yang diundang? Kebaikan apa yang akan ia dapatkan?

Setidaknya mereka yang diundang untuk berbuka bersama mendapatkan kebaikan atas pengamalan ajaran untuk memenuhi undangan sebagai hak seorang muslim atas muslim lainnya dan kebaikan atas pengamalan ajaran untuk bersilaturahmi. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pemurnian Aqidah, IMNU Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Uraian Mbah Sholeh Darat atas Al-Hikam Ibnu Atha’illah

Bernama lengkap KH Muhammad Shalih bin ‘Umar As-Samarani atau yang kemudian dikenal dengan Mbah Sholeh Darat, adalah ulama terkemuka pada peralihan abad ke-20. Beliau merupakan maha guru para ulama besar di tanah Nusantara, seperti KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang, Pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (Yogyakarta, Pendiri Muhammadiyah), KH Mahfuzh (Tremas), KH. Amir (Pekalongan), Kiai Idris (Surakarta), hingga Kiai Penghulu Tafsir Anom (Keraton Surakarta).

Di samping sebagai pengajar, Mbah Sholeh Darat juga dikenal sebagai penulis profilik kitab-kitab keagamaan dengan menggunakan aksara Arab dalam bahasa Jawa atau masyhur disebut Arab Pegon (billisanil jawi al-mirikiyyah). Kitab yang diterjemah dan disadur diantaranya adalah Matan Al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah Al-Iskandari (1250 M-1309 M). Tujuan penulisan Arab Pegon yang dilakukan Mbah Sholeh tak lain agar dipahami kalangan awam, terlebih kitab Al-Hikam ini dikenal mengandung bahasan yang sulit, tinggi, serta mendalam.

Buku Syarah Al-Hikam ini begitu terang dalam melakukan terjemahan ke teks bahasa Indonesia. Selain itu, buku ini juga menyertakan teks asli dari tulisan Mbah Sholeh Darat (Arab Pegon), sehingga pembaca yang menguasai Jawa Arab Pegon bisa langsung melakukan kroscek apa dan bagaimana kalam yang telah Mbah Sholeh tafsiri. Karena bisa jadi hasil terjemah tidak sesuai ketika kita merujuk langsung kepada redaksi aslinya. 

Uraian Mbah Sholeh Darat atas Al-Hikam Ibnu Atha’illah (Sumber Gambar : Nu Online)
Uraian Mbah Sholeh Darat atas Al-Hikam Ibnu Atha’illah (Sumber Gambar : Nu Online)

Uraian Mbah Sholeh Darat atas Al-Hikam Ibnu Atha’illah

Kitab Syarah Al-Hikam yang disyarahi Mbah Sholeh Darat ini menjadi salah satu bacaan wajib bagi siapapun, terutama yang ingin mendalami secara lebih kajian-kajian tentang tasawuf, baik yang falsafi maupun amali. Karena di dalamnya begitu terang—baik secara eksplisit—menjelaskan tahapan-tahapan mengenai syari’at, tarekat, dan hakikat. Sehingga kalangan awam dapat mencernanya dengan baik.

Salah satu contoh kajian tasawuf, pada hikmah pertama, sebagaimana yang disusun Ibnu ‘Atha’illah menyebutkan, min ‘alamaatil i’timaadi ‘ala al-‘amal, nuqshonu ar-Raja’ ‘inda wujuudi al-zalal” (diantara tanda-tanda bahwa seseorang bertumpu pada kekuatan amal usahanya ialah kurangnya pengharapan (terhadap rahmat anugerah Allah) ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa).

Menariknya, Mbah Sholeh Darat memberikan beberapa contoh, misalnya. Bahwa amal kita di dunia ini tidak akan mampu menjamin keselamatan seseorang. Karena baik iman ataupun kufur, masuk surga atau masuk neraka, itu semua berkat fadhal (karunia) dan keadilan Allah Swt semata (hlm 3). 

Untuk memperkuat hikmah tersebut, Mbah Sholeh Darat menghadirkan kisah Pendeta Bala’am bin Ba’ura dan Qarun, keduanya merupakan orang ahli ibadah, sementara Qarun sendiri adalah ulama Bani Israil. Namun, dalam ajalnya, keduanya mati dalam keadaan kafir (tidak beriman). Sementara Sayyidah Asiyah binti Muzahim, walaupun menjadi istri Fir’aun—sebagaimana diketahui bahwa Fir’aun adalah penguasa yang zalim, mengaku sebagai Tuhan, sekaligus juga musuh utama Nabi Musa—namun, pada kenyataannya, istri Fir’aun itu menjadi kekasih Allah. Bahkan, Mbah Sholeh Darat menyebutkan Saayidah Asiyah tersebut pada akhirnya nanti akan menjadi istri Rasulullah Saw saat di surga. Selain itu masih banyak yang dicontohkan oleh Mbah Sholeh atas syarahnya kitab Al-Hikam ini. 

Muhammadiyah Asli

Meski demikian, buku Syarah Al-Hikam ini tidak secara menyeluruh mensyarahi matan Al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah. Mbah Sholeh Darat hanya meringkas sekira 2/3 atau 137 pesan hikmah dari 264 hikmah. Dengan tujuan, supaya masyarakat awam lebih mudah mempelajari serta mengamalkan. 

Muhammadiyah Asli

Mbah Soleh yang juga dikenal sebagai guru RA. Kartini ini, mulai melakukan penerjemahan pada tahun 1289 H/1868 M. Walaupun dengan jarak yang relatif lama tersebut, tidak kemudian buku ini menjadi usang, tidak menarik untuk didiskusikan kembali. Justru, semakin lamanya kitab itu dikarang, semakin menarik untuk dibaca dan dikaji ulang. Lebih-lebih, ketika dihadapkan pada dunia modern saat ini.

Mengingat kitab Al-Hikam adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap realitas dunia yang terjadi saat ini. Di era globalisasi seperti sekarang, kita tidak bisa lepas dari pergaulan global yang keras, saling sikut sana-sini. Dan dunia, yang konon dapat menjauhkan diri dari Tuhan, oleh sebagian orang (terutama dari kalangan sufi), sebisa mungkin untuh dijauhi dan ditinggalkan, yakni dengan melakukan suluk zuhud (meninggalkan dunia). 

Namun, disatu sisi, masyarakat kita dituntut agar mampu bersaing di ranah kancah dunia. Umat Islam selama ini jauh tertinggal dari umat-umat yang lain, dengan alasan melakukan zuhud tadi. Hatinya tidak ingin tercampur dengan urusan duniawi. Dunia yang dapat melengahkan dan memperbudak manusia. Namun, bagi Ibnu ‘Atha’illah, profesi dan mencari dunia (sandang, pangan, dan papan) itu penting. Sebagai kendaraan (washilah) untuk menuju rasa syukur kepada Allah. Pemahaman-pemahaman seperti inilah yang perlu diluruskan, supaya umat Islam tidak gagal paham, kemudian mengasingkan diri sepenuhya kepada dunia. 

Mengutip pendapat Gus Dur, kitab Al-Hikam telah menginspirasi lahirnya nama Nahdhatul Ulama. Organisasi Islam terkemuka di dunia ini terilhami dari kalimat Ibnu ‘Atha’illah, “Lataskhab man la yunhidhuka illahhi haaluhu wa laa yadulluka ilahhi maqooluhu” (janganlah engkau jadikan sahabat atau guru orang yang amalnya tidak membangkitkan kamu kepada Allah). Kata ‘yunhidu’ yang berarti membangkitkan pada kalimat tersebut, itulah inspirasinya. Siapa lagi yang bisa membangkitkan kalau bukan para ulama (hlm xvi).

Terlepas dari itu semua, petuah-petuah hikmah dan bijak bestari yang sudah digubah oleh Ibn ‘Atha’illah, yang kemudian disyarahi Mbah Sholeh Darat ini, wajib kiranya dihadirkan kembali untuk menjaga warisan budaya dan pemikiran para pendahulu, ulama nusantara.





Data Buku:

Judul Buku :      Syarah Al-Hikam 

Penulis      :     KH. Sholeh Darat

Penerbit     :      Sahifa

Cetakan     :      Pertama, Januari 2016

Tebal         :      396 halaman

ISBN         :       978-602-1361-61-0

Peresensi   : Muhammad Autad An Nasher, Aktivis Jaringan Gusdurian Indonesia

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.



Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

Muhammadiyah Asli

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

Muhammadiyah Asli

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaSantri, IMNU, Tegal Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY

Klaten, Muhammadiyah Asli - Pengurus Pecak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Klaten menggelar acara Jambore Pagar Nusa se-Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke-1. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/10) ini yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2016.

Acara pembukaan yang diadakan di Gedung RSPD Klaten dihadiri Ketua Umum PSNU Pagar Nusa Ajengan Mimih Haeruman, Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman, Kapolres Klaten, Dandim Klaten, dan Ketua KONI Klaten. Secara simbolis, Ajengan Mimih membuka acara Jambore dengan menabuh gong.

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Klaten Gelar Jambore Se-Solo Raya dan DIY

Ketua Pagar Nusa Klaten Ardhani mengatakan, pencak silat merupakan salah satu jalan yang ditempuh oleh para pendekar Pagar Nusa dalam mengisi perjuangan bangsa.

“Pagar Nusa siap meneruskan perjuangan, mengemban amanah dari para ulama, serta mengisi kejayaaan NKRI dengan jalan pencak silat,” katanya.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, panitia kegiatan Jambore Pagar Nusa Solo Raya dan DIY Ghulam menambahkan, kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta. “Para peserta terbagi dalam delapan cabang atau kontingen, dengan kategori pertandingan kelas remaja putra dan putri, serta sabung bebas,” terang Ghulam.

Dalam acara yang bertema Konstruksi Bela Negara Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Dalam Meneguhkan Perdamaian dan Semangat Kebangsaan ini tampil sebagai juara umum, kontingen dari Pagar Nusa Sukoharjo. Sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih Kontingen Klaten dan Gunung Kidul.

Muhammadiyah Asli

Kategori pesilat terbaik putra dan putri diraih peserta dari Kontingen Boyolali dan Sukoharjo. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Muhammadiyah Asli

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Oleh M. Iqbal Syauqi

--Siapa tidak mengenal TPQ? Mungkin di tiap daerah punya sebutan sendiri-sendiri. Taman Pendidikan Al-Qur’an (biasa disingkat TPQ atau TPA) adalah suatu tempat pendidikan dini bagi anak-anak untuk mulai mengenal dan meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Menarik kita lihat bagaimana perkembangan TPQ dewasa ini. Beberapa sudah menggunakan sistem klasikal, dan para murid dikelompokkan ke dalam beberapa kelas sesuai kemampuan bacaannya atau sebanyak apa jumlah ayat yang mereka baca. Beberapa sistem pengajaran juga memudahkan untuk menggolongkan mereka ke dalam kelas, kita mengenal sistem Baghdadi, Qira’aati, Tartiila, Iqra’, Yanbuu’a, dan banyak lainnya untuk memudahkan mengenal dan membaca ayat Al-Qur’an.

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewaspadai Ekstremisme Lewat TPQ

Selain itu dalam sistem klasikal itu selain membaca Al-Qur’an sering ditambah dengan pelajaran Bahasa Arab dasar, Fiqih Ibadah, Akhlaq dan Etika sehari-hari tergantung dari sisi mana kecocokan intelektual tersebut untuk menerima muatan materi. Di sisi lain masih banyak juga TPQ tanpa sistem klasikal, dan para murid dibimbing oleh guru yang lebih sedikit. Dari sini guru dituntut sabar mendidik murid dari segala tingkatan kemampuan membaca.

Kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem. Dalam sistem klasikal, dibutuhkan guru yang lebih banyak untuk mendidik di kelas-kelas yang berbeda. Sebaliknya, dalam sitem tradisional, guru akan kesulitan untuk mengajar jika banyak jumlah muridnya.

TPQ yang "Sehat"

Muhammadiyah Asli

Penulis turut menyayangkan keadaan banyak TPQ saat ini. Di balik makin baiknya infrastruktur masjid-masjid kita, TPQ-TPQ yang dulu dikembangkan mulai berkurang animo muridnya. Anak-anak SD saat ini di sore hari lebih banyak yang pergi ke lokasi les privat ataupun lelah setelah bersekolah sampai sore. Namun syukurlah, masih banyak orang tua yang dengan berat hati memaksa anak-anaknya untuk pergi mengaji dengan ikhlas.

Hal yang juga turut diperhatikan adalah masalah pendidik yang berada di TPQ tersebut. Pergerakan kaum fundamentalis, dalam hal ini yang membawa ajaran-ajaran yang dapat disebut ekstrem, telah banyak menghinggapi masjid-masjid kita. Sedikit banyak kegiatan-kegiatan masjid diperbarui, kemudian pos pengajar-pengajar TPQ mulai diisi oleh anggota kaum tersebut yang memang sekilas amat islami dari segi pakaian dan perilaku. Bacaan Al Qur’an mereka juga fasih, dan sejauh hanya dalam batas-batas tersebut, rasanya itu adalah hal yang baik, dan para murid pun menjadi lebih baik ajaran Al Qur’annya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah jika mereka menanamkan nilai-nilai ekstremisme mulai dari hal-hal terkecil, seperti dalam akhlaq berpakaian, akhlaq dengan teman, akhlaq dengan kedua orang tua, sampai pada titik tertentu menanamkan permusuhan dengan kelompok lainnya, bahkan ajakan-ajakan untuk berani berdakwah dan berjihad. Murid TPQ yang kebanyakan adalah anak-anak, tentunya akan tertarik dengan ajakan semacam itu.

Para pendiri TPQ tentu berusaha menanamkan nilai-nilai Qur’ani tanpa pretensi apapun. Mereka dengan ikhlas mendidik murid-muridnya yang masih kecil, dan begitu sang murid sudah besar kerap kali pengajar TPQ yang mulai menua terlupakan begitu saja. Dalam keadaan tua semacam itu, tentu saja mereka membutuhkan pengganti yang akan meneruskan jejak TPQ itu. Bagaimana jika ternyata para penerus yang menawarkan diri untuk mengembangkan TPQ adalah kaum-kaum yang bersikap ekstrem dalam beragama? Maka amat disayangkan jika generasi muda kita berkembang dalam sikap menolak dengan budaya yang telah mapan di masyarakat.

Sistem pengkaderan agaknya perlu diperhatikan dalam membina TPQ. Seperti kita ketahui, bahwa seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Sebagaimana pesantren, TPQ berkembang dari dengan pijakan budaya setempat. Selayaknya para pembina TPQ yang baru ini adalah warga kampung itu sendiri, yang memahami bagaimana keadaan kampung tersebut. Dibutuhkan putra-putri kampung yang mau turun tangan, kembali mengabdi untuk meneruskan estafet pendidikan Al Qur’an di sana. Jangan mudah mempercayakan pendidikan agama anak-anak kepada orang luar yang sangat mungkin mempunyai misi tertentu.

Muhammadiyah Asli

Pendidikan pemuda kita sebenarnya telah mencapai tahap yang menggembirakan. Banyak dibuka kampus-kampus yang membuka jurusan-jurusan pendidikan guru agama. Selain itu, berbagai metode pengajaran telah dikembangkan oleh para ahli. Namun terkadang metode-metode yang dibawa dari kampus-kampus adalah hal-hal yang sulit diterjemahkan ke dalam masyarakat, dan terbentur dengan realitas yang ada. Kecakapan seorang guru dan keikhlasan amat dibutuhkan.

Untuk membentuk TPQ yang sehat, diperlukan keyakinan yang lapang, pikiran yang kreatif, dan jiwa yang tulus. Al Qur’an harus dibumikan dan terus dilestarikan gemanya dalam masyarakat, dan terus terbuka untuk menerima nilai-nilai kemasyarakatan yang luhur. Tingkatan awal usaha menghidupkan dan menjaga keberadaannya adalah dengan mulai mempelajari cara membacanya. Wallahu A’lam.

M. Iqbal Syauqi, santri PP. Nurul Ulum Malang, anggota CSS MoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs)? UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Aswaja, Pesantren, IMNU Muhammadiyah Asli

Selasa, 14 November 2017

Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul

Batu, Muhammadiyah Asli. Tantangan lembaga pendidikan selalu dinamis. Diperlukan sejumlah kreasi agar bisa ditemukan langkah terbaik dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kesadaran ini juga yang dimiliki PW Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU, Maarif NU Jatim menyiapkan desain pendidikan sekolah atau madrasah unggul. Kegiatan berlangsung di Hotel Kartika Wijaya Kota Batu, Jawa Timur Jumat-Ahad (11-13/9) dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Dr H Saifur Rahman MPd.

Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul

Dalam sambutannya, Saifur Rahman meminta agar Maarif NU meningkatkan lembaga pendidikan yang dikelola menjadi unggul. "Hal tersebut dapat dilakukan dengan berupaya meningkatkan pendidikan melalui manajemen pendidikan, tenaga pendidik, kepala sekolah, sarana prasarana dan tenaga kependidikan," katanya saat sambutan, Jumat (11/9).

Muhammadiyah Asli

Menurutnnya, hingga kini Jatim merupakan barometer bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. "Tahun 2014 lalu, Jawa Timur menjadi juara Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2014 dan sejumlah olimpiade siswa nasional lain," ungkapnya. Dalam praktiknya, lanjutnya, Dinas Pendidikan Jatim akan membantu memberikan fasilitasi bagi LP Maarif NU untuk mewujudkan prestasi pendidikan unggul tersebut.

Muhammadiyah Asli

Untuk bisa mengembangkan sekolah menjadi unggul, perlu meningkatkan potensi pendidikan dengan menata berbagai potensi yang ada. "Lembaga pendidikan di Maarif NU memiliki potensi luar biasa," akunya. Hal ini dibuktikan di antaranya dengan jumlah siswa yang cukup besar, basic keilmuan keagamaan terutama Islam Ahlisunnah wal Jamaah dan diimbangi dengan potensi lain. "Tinggal bagaimana melanjutkan dengan menggali potensi tersebut menjadi pendidikan unggul," katanya.

Dalam pandangannya, model pendidikan unggul sangat jarang dikembangkan oleh sekolah maupun madrasah. "Hal ini terbukti dari kemampuan para pengelola yang hanya melaksanakan sistim atau mekanisme pendidikan secara umum, tetapi belum banyak yang mendesain pendidikan secara modern dan memiliki daya saing tinggi," ungkapnya.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof Dr H Abd Haris, MA menyadari, Jatim sebagai pioner pendidikan nasional, namun masih memiliki kekurangan dalam pemerataan pendidikan. Karenanya, dengan jumlah pendidikan di lingkungan Maarif NU sangat banyak dan kualitasnya beragam, maka pemerintah harusnya berterimakasih.

“Melalui workshop desain madrasah dan sekolah unggul ini akan menghasilkan modul dan perangkat untuk memudahkan LP Maarif NU dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih unggul dan merata," pungkas guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya ini. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli IMNU, Makam Muhammadiyah Asli

Jumat, 27 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

Serang, Muhammadiyah Asli - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H Maruf Amin menyerukan gerakan literasi pesantren sebagai upaya mengimbangi radikalisme yang marak dikampanyekan melalui berbagai media.

Cicit dari Syekh Nawawi Al-Bantani itu mengingatkan para kiai dan santri untuk memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Serukan Gerakan Literasi Pesantren

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fiqh, tauhid,? tasawuf dan kajian khas pesantren," papar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia melalui siaran pers, usai meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqh Syekh Nawawi Tanara, Sabtu (3/9).

Muhammadiyah Asli

Maraknya dai televisi yang terkadang tampil tanpa menguasai kajian keislaman yang komprehensif, juga menjadi perhatian Kiai Maruf. Fenomena tersebut, merupakan konsekuensi dari orientasi media menampilkan nuansa hiburan buat masyarakat.

"Media memang butuh entertainment.? Karena itu, dai-dai yang tampil di TV kadang lebih menghadirkan nuansa hiburannya ketimbang substansi dakwah. Tinggal kita bina mereka agar mampu memberikan materi dakwah yang selaras dengan ajaran pesantren, yang bijak dan mendidik masyarakat," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Literasi di dunia pesantren, menurut Kiai Maruf, pada dasarnya sudah terbangun dalam tradisi kajian yang diajarkan sejak berabad lampau. Para ulama Indonesia seperti Syekh Nawawi, Syekh Ahmad Khatib Sambas, hingga ulama kekinian, banyak memiliki karya yang menjadi bahan kajian di Pesanten.

Bahkan, kata dia, Syekh Nawawi dijuluki Sayyidul Ulama Hijaz, Pemimpin Ulama Hijaz, hingga saat ini dikenal di dunia akademis juga dikenang abadi karena karya-karyanya. "Karya Syekh Nawawi menjadi rujukan para peneliti keislaman di berbagai kampus dunia.Kitabnya dikaji di pesantren-pesantren di negeri ini.

"Kajian Fiqh yang banyak ditulis oleh Syekh Nawawi dan ulama seangkatannya itulah yang kini mewarnai tradisi keislaman di Asia Tenggara, Afrika dan sebagian Eropa. Syekh Nawawi juga mengajarkan pentingnya rasa cinta tanah air sehingga di Indonesia, nasionalisme dan keislaman bisa menyatu tanpa kontradiksi. Bahkan menjadi spirit perjuangan kemerdekaan," tandasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Tegal, IMNU Muhammadiyah Asli

Jumat, 20 Oktober 2017

Madrasah Jauh Lebih Siap Hadapi Kurikulum 2013

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Kurikulum 2013 kini memang sedang mendapat kritikan luar biasa dari masyarakat, bahkan Menteri Pendidikan Anis Baswedan mengatakan kurikulum ini setengah matang.

Madrasah Jauh Lebih Siap Hadapi Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Jauh Lebih Siap Hadapi Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Jauh Lebih Siap Hadapi Kurikulum 2013

Apa yang disampaikan Anis memang tidak salah karena pada 2013 diujicobakan di 6400 sekolah, tapi secara tergesa-gesa langsung dipaksakan penerapannya di 218 ribu sekolah di seluruh Indonesia pada 2014 ini. 

Kementerian Agama sendiri tidak mau ikut dengan skema tersebut. Pada 2013, Kemenag telah melatih 140 ribu guru madrasah. Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 50 judul buku Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi tanggung jawabnya dan sudah sampai di tangah guru dan murid untuk kelas kelas 1 dan 4 MI, kelas 7 Mts dan kelas 10 MA.

Muhammadiyah Asli

“Bahkan penyusunan rapor pun sudah kita tayangkan di web. Ini yang saya katakan lebih siap.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pertandingan, IMNU, Budaya Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Kamis, 21 September 2017

Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan bagi TKI

Tangeran, Muhammadiyah Asli. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri didampingi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memberikan santunan klaim kepada Eni Purwanti, calon TKI asal Lampung yang meninggal sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

Eni adalah calon TKI asal Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung yang hendak bekerja di Taiwan. Ia mengalami kecelakaan kerja saat mengikuti pelatihan pra penempatan kerja di kantor Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta ? (PPTKIS), PT Bina Adidaya Mandiri Internasional di Tangerang, Banten.

Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan bagi TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan bagi TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan bagi TKI

Meski belum genap seminggu terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial ? Ketenagakerjaan, almarhum menerima santunan klaim sesuai haknya. Kecelakaan kerja merupakan salah satu perlindungan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan klaim pertama setelah transformasi asuransi TKI ke BPJS Ketenagakerjaan sejak 1 Agustus 2017.

“Atas nama pemerintah, kami turut berduka kepada keluarga almarhumah yang meninggal pada saat berproses bekerja di luar negeri,” kata Menaker saat memberikan santunan klaim kepada ahliwaris di kator BPJS Ketenagakerjaan Cikokol Tangerang, Selasa, (15/8).

Muhammadiyah Asli

“Risiko yang muncul dalam pekerjaan bisa datang kapan saja. Oleh karenanya, perlindungan sosial menjadi sangat penting, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Santunan klaim diterima oleh suami almarhum, Iwan Sunaryo. Santunan klaim yang diteria sebesar Rp 85 juta dan beasiswa untuk satu orang anak sampai lulus sarjana.

Perlindungan TKI melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, lanjut Menteri Hanif, merupakan ? salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial kepada TKI. Dengan demikian, keluarga yang ditinggalkan juga diringankan beban ekonominya.

Menaker juga menghimbau, terkait kesejahteraan pekerja, hendaknya tak hanya dilihat dari besarnya upah semata. Selain upah, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui skema lain, seperti jaminan sosial, transportasi untuk pekerja, perumahaan untuk pekerja, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan sebagainya.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat kepada TKI melalui ? tiga program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) yang bersifat wajib, serta Jaminan Hari Tua (JHT) yang bersifat sukarela. Terdiri atas tiga tahapan perlindungan, yaitu pra penempatan selama 5 bulan, saat penempatan selama 25 bulan dan pasca penempatan selama 1 bulan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menjelaskan, pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan kepada TKI secara mudah dan cepat. "Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk TKI," tutur Agus.

Agus juga menghimbau kepada seluruh pekerja agar memastikan dirinya miliki jaminan sosial. Sehingga jika terjadi risiko yang bisa datang kapan saja, tidak membebani keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, suami korban, Iwan Sunaryo menyatakan terimakasih atas santunan klaim yang diterimanya. “Meski kami sedih, kami merasa santunan klaim ini meringankan beban kami. Apalagi ada beasiswa hingga sarjana bagi anak kami,” ujarnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli RMI NU, Amalan, IMNU Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock