Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Muhammadiyah Asli - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Muhammadiyah Asli

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

Muhammadiyah Asli

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Budaya Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra

Cirebon, Muhammadiyah Asli 

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon menggelar Kemah Sastra selama dua hari (23-24/12) di Gedung Darma Bangsa Pabedilan, Cirebon, dengan diikuti 120 pelajar dari wilayah Cirebon Timur. 

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan, Pelajar NU Cirebon Gelar Kemah Sastra

Kemah Sastra ini diisi dengan beberapa kegiatan, seperti workshop, menulis cerpen, puisi, pentas seni, dan diskusi budaya dengan menghadirkan para seniman dan pegiat sastra Cirebon, seperti Vokalis Setia Band Charly, Cerpenis Asep Saeful Anwar, Penyair Muda Cirebon Sobih Adnan, Cepi Oi, Neneng Alfiah, dan lain-lain. 

Ketua Pelaksana Jamaluddin mengatakan, diadakannya kemah sastra ini untuk mengenalkan sastra kepada para pelajar dan diharapkan para pecinta sastra kembali bersemangat.

Menurutnya, jika semangat kembali tumbuh, maka Cirebon Timur bisa menjadi wadah bagi para pegiat sastra.

Muhammadiyah Asli

Senada dengan Ketua Pelaksana, Ketua PAC IPNU Pabedilan Cahyo menilai positif kegiatan ini. Menurut Cahyo, selain mengisi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat, kemah sastra ini juga menjadi ajang transfer dunia sastra dari para pegiat sastra kepada pelajar. 

Menurutnya, kegiatan sastra ini akan ada tindak lanjut dengan membuat sebuah forum untuk para pecinta sastra. (Izzi Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Sejarah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Minggu, 11 Februari 2018

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Probolinggo, Muhammadiyah Asli



Peringatan Nuzulul Qur’an pada hakekatnya adalah ingin mengajak untuk introspeksi bersama-sama. Apakah ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an masih menghiasi dalam kesibukan kesehariannya di dunia ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H yang digelar oleh Polres Probolinggo di Masjid Amaanullah Mapolres Probolinggo, Selasa (20/6) malam.

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

“Pernahkah kita dengan alat komunikasi yang canggih mengisi Al-Qur’an dalam handphone. Pernahkah dalam sholat satu ayat dibaca. Kegiatan ini mengajak kita yang lupa dan lalai tatlala disibukkan oleh tugas masing-masing. Meskipun satu ayat setidaknya bisa mengamalkan di lingkungannva,” katanya

Dengan kegiatan ini jelas Hasan, setidaknya polisi ini mampu mengamalkan ayat Al-Qur’an sesuai tupoksinya. Kalau tidak mampu secara finansial setidaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Di tengah-tengah fragmatisme yang sulit ini, saya ingin memberikan solusi. Cukup dengan tersenyum, seorang polisi sudha memberikan manfaat,” jelasnya.

Muhammadiyah Asli

Hasan menegaskan bahwa peran dan tugas ibu-ibu selaku istri polisi memang dibutuhkan. “Belailah kasih sayang suaminya dengan doa. Karena doa itu Insya Allah tugas suami masing-masing cukup berat. Sebab kamtibmas menjadi indikator keberhasilan polisi,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan bahwa sesuai dengan kewenangan polisi, banyak lahan yang dapat dilakukan untuk berbuat baik kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih karena situasi kamtinmas di ? Kabupaten Probolinggo cukup kondusif,” ungkapnya.

Hasan menambahkan bahwa tantangan ke depan bagaimana seorang polisi mampu beramar makruf nahi mungkar. Yang jelas untuk meniadakan sama sekali tidak mungkin. “Setelah saya melihat secara seksama, kemungkaran di zaman ini banyak dilakukan oleh anak muda. Berbeda dengan dulu yang banyak dilakukan oleh orang tua karena alasan ekonomi. Mengurai kemungkanan bukan hanya tugas polisi tetapi juga semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin beserta segenap jajaran, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli News, Pemurnian Aqidah Muhammadiyah Asli

Kamis, 08 Februari 2018

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk

Klaten, Muhammadiyah Asli. Lembaga Kajian Pemikiran Islam Pesantren Darul Afkar Klaten Jawa Tengah, mengadakan seminar dan dialog publik. Acara tersebut mengambil tema “Menangkal Radikslime dengan Memberdayakan Ekonomi Umat dan Memperkuat Ukhuwah Takmir Masjid”, Sabtu (31/10).

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Rakyat Kuat, Gerakan Radikalisme Susah Masuk

Pada kegiatan tersebut, lembaga yang diasuh oleh Wakil Ketua PCNU Klaten Dr Syamsul Bakri, MAg. mendatangkan tiga pembicara, yaitu Dr Syamsul Bakri, MAg., Dra. Komariyah (Konsultan Koperasi dan UMKM), dan Heri Prasetya (Konsultan Agrobisnis).

Syamsul Bakri menjelaskan mengenai faktor radikalisme dan cara menangkalnya. Ia mengatakan bahwa faktor radikalisme ada banyak, misalkan faktor pemahaman keagamaan yang dangkal, faktor politik, dan juga faktor ekonomi.

Muhammadiyah Asli

“Dengan demikian, cara menangkalnya pun dapat dilakukan dengan mempelajari agama kepada orang yang terpercaya dan ahli dana juga membangun ekonomi rakyat sehingga rakyat tidak mudah terpengaruh ajaran radikal yang banyak memberikan iming-iming,” terang Dosen IAIN Surakarta itu.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu, narasumber lain Heri Prasetya menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat itu tidak sulit. Cukup dengan memetakan potensi masyarakat dan daerah, membangun modal (tidak perlu besar), menganalisis kebutuhan pasar, dan membentuk jaringan yang kuat.

Heri mencontohkan strategi Koperasi Riski Jaya di bawah naungan Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar Klaten yang merintis usaha produksi dan distribusi pakan ternak dan produk-produk pertanian serta peternakan yang lain.

“Melalui cara tersebut, jama’ah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan radikal dan mampu membangun langkah guna memberdayakan ekonomi dan memperkuat ukhuwah takmir masjid sehingga dapat mencerminkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” terang dia.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ceper, beserta lembaga dan banomnya. Berbagai perwakilan takmir masjid dan pondok pesantren di Klaten pun turut hadir dalam acara tersebut.? (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sejarah, News Muhammadiyah Asli

Selasa, 30 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Muhammadiyah Asli. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Muhammadiyah Asli

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Berita Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Sumedang, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Mesjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Sumedang akhir pekan kemarin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas yang melibatkan imam-khotib dan pengurus masjid sekecamatan Buahdua. Di desa Cilangkap, Ahad (7/6), peserta diajak untuk membaca kembali peran mereka di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Peserta yang berjumlah 35 orang ini mengupas etika imam dan khotib. Pada kesempatan ini, mereka juga mengaji materi Fiqh Jum’at, materi Al-Qur’an, serta teknik penyusunan kepengurusan masjid.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan penting, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kualitas seorang yang dipercaya sebagai salah satu komponen penegak amar ma’ruf ? nahi mungkar. Terlebih dalam menghadapi tuntutan zaman dengan problem masyarakat yang semakin kompleks, maka dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seorang imam dan khatib,” kata Ketua LTMNU Sumedang ustadz Eman Sulaeman.

Muhammadiyah Asli

Ustadz Eman menyebut beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka, kata Eman, harus mampu menjadi pemersatu umat, menjadi benteng aqidah, menjadi contoh teladan, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

"Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Karena, bagaimanapun seorang imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya masyarakat soal keislaman,” Ketua LTMNU menambahkan.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh yang hadir sebagai pemateri berharap kegiatan bertema “Meningkatkan Peran NU dalam Upaya Membentuk Imam-Khotib dan DKM yang Berkualitas dan Profesional” ini dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan imam-khotib masjid.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan para imam masjid,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, News, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Setelah melalui proses penyusunan beberapa bulan, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akhirnya menerbitkan buku panduan untuk para guru. Karya tulis ini dipengantari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan diberi judul “Membumikan Aswaja, Pegangan Para Guru NU”.

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru

Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, yang juga penyusun utama buku, Rabu (27/6) menyatakan, buku setebal 260 halaman tersebut memang diterbitkan pihaknya bulan Juni ini. Penerbitan buku menjadi bagian dari upaya pembinaan keaswajaan peserta didik di lingkungan sekolah.

Pergunu beranggapan, guru merupakan ujung tombak NU dalam menjaga dan membumikan eksistensi ajaran Aswaja hingga di masa yang akan datang. Peserta didik perlu dibina sejak dini, agar terpelihara dari penetrasi ideologi agama yang tidak sehat.

Muhammadiyah Asli

Penetrasi ideologi disadari telah masuk ke sejumlah tempat. Tak hanya di tempat ibadah, seperti masjid-masjid, ekstemisme juga menyusup di tempat pendidikan, tak terkecuali di sekolah-sekolah berbasis Nahdliyin.

Rencananya, buku akan disebar ke lembaga pendidikan NU di seluruh Indonesia. Para guru diharapkan memperoleh masukan berharga dan mampu mengimplementasikannya di lembaga pendidikan setempat.

Muhammadiyah Asli

“Guru merupakan agent of change. Kalau gurunya sudah terpengaruh, bagaimana dengan murid-muridnya. Maka perlu ada usaha untuk mengentalkan lagi warna tradisi Nahdliyin,” kata Ketua PP Pergunu H Rudolf Chrysoekamto secara terpisah.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Kyai Muhammadiyah Asli

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU Kudus Aktifan 12 Ranting di Daerah Perkotaan

Kudus Muhammadiyah Asli?

Di bulan Ramadhan ini Pimpinan Anak Cabang )PAC) Ikatan Pelajar NU bersama Ikatan Pelajar Putri NU kecamatan Kota Kudus mengadakan kegiatan Safari Ramadhan untuk meningkatkan silaturrahim antar pengurus anak cabang dan pengurus pimpinan ranting se-Kecamatan Kota Kudus.

Pelajar NU Kudus Aktifan 12 Ranting di Daerah Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Aktifan 12 Ranting di Daerah Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Aktifan 12 Ranting di Daerah Perkotaan

Ketua PAC IPNU Kota Kudus Muhammad Tausiul Ilma (23), menjelaskan progam kerja ini adalah progam unggulan yang cukup rumit dijalankan. "Pengaktifan kembali di suatu ranting wilayah perkotaan sangatlah tidak mudah. Kita harus sowan satu persatu tokoh agama dan tokoh yang berpengaruh di desa ? setempat, cari beberapa orang penggerak, sehabis itu baru bisa action, " ungkapnya pada Muhammadiyah Asli baru-baru ini.

Dengan membawa rombongan, pengurus PAC terjun langsung untuk meremajaan kepengurusan dalam rangka mengaktifkan kembali ranting yang mulanya tidur atau vakum. Upaya tersebut dikemas dengan macam-macam kegiatan yang meliputi ngaji kitab, rapat anggota (reorganisasi) pimpinan ranting, dan pendampingan untuk pendirian atau pembentukan ranting yang belum terbentuk. Kemudian dilanjutkan buka puasa bersama.

Program ini diadakan pada 12 desa atau kelurahan, yang dimulai pada tanggal 5 Ramadhan lalu, diawali dari pimpinan ranting IPNU-IPPNU Desa Janggalan dan berakhir pada tanggal 28 Ramadhan.

"Ada 12 ranting bermasalah dan berpotensi untuk diaktifkan kembali. Ramadhan ini juga harus aktif semua," tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Setelah desa pertama, kemudian dilanjutkah ke PR. Damaran di TPQ Taisiril Murattilin Damaran, disusul Kauman, Kerjasan, Kajeksan, Krandon, Glantengan, Demangan, Kramat, Wergu Wetan, Langgardalem dan yang terakhir Ranting Demaan.

Muhammadiyah Asli

Adapun tempat pelaksanaanya langsung di desa masing-masing atau dengan sistem turun ke bawah (turba), adakalanya di gedung-gedung Musimat NU setempat, balai desa, sampai di rumah tokoh NU setempat.

"Alhamdulillah program ini telah terealisasi, tiga ranting terakhir ini akan dilaksanakan di PR. Wergu Wetan, PR. Glantengan dan PR. Demaan. Meskipun ini sudah mendekati Lebaran namun kami tetap semangat menjalankan program yang telah kami sepakati," ujar Khodijatus Surur ketua PAC IPPNU Kota Kudus. (Ade Ayu Tiara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Bintaro, Muhammadiyah Asli. Tak seperti hari biasanya, Sabtu pagi (10/06) Masjid Nurul Hidayah Kalimongso terlihat lebih ramai. Dari kejauhan terpampang spanduk bertuliskan Pengobatan Gratis & Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antarlembaga keagamaan diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman), Dana Umat Al-Iman, Yayasan Lentera, GKI Tangerang Selatan dan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) PKN STAN. Harmonisasi tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada pembeda untuk melakukan tugas kemanusiaan kepada sesama.

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Nahdliyin STAN Adakan Baksos Sosial Lintas Agama

Serangkaian acara dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan kegiatan pelatihan perawatan jenazah. Pelatihan ini disampaikan oleh Ustad Shonhaji. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pembicara yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Qudsiyah (IKAQ) ini juga mengajak peserta tidak hanya memahami secara teori namun juga praktik. 

Pukul 14.00 WIB kegiatan praktik perawatan jenazah berakhir. Panitia kemudian bersiap untuk kegiatan selanjutnya yaitu pengobatan gratis untuk masyarakat yang dilaksanakan di halaman masjid. Tim relawan dari yayasan Lentera tiba di lokasi sekira pukul 14.15 WIB. Sebelumnya dilakukan pengarahan oleh tim dokter guna memastikan kelancaran kegiatan. 

Muhammadiyah Asli

“Pengobatan yang disediakan antara lain pengobatan umum, gigi, dan juga ada potong rambut baik untuk kaum pria maupun wanita,” ujar dr. Maria saat mengisi pengarahan. Menjelang waktu Ashar, warga pun mulai berdatangan dengan membawa kupon yang telah dibagikan panitia pada hari sebelumnya. Wajah mereka tampak bergembira saat mendapat kesempatan berkonsultasi dengan para dokter.  Kegiatan pengobatan gratis ini terus berjalan hingga magrib tiba.

Sementara kegiatan pengobatan masih berlangsung, pada pukul 16.30 WIB diadakan pula kegiatan santunan anak yatim piatu dan dhu’afa yang dilaksanakan di dalam masjid. Sekitar 110 warga yang hadir untuk menerima santunan. Pemberian santunan secara simbolis dilakukan oleh H Romli selaku Ketua DKM masjid. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dewan Alumni Iman yaitu Ustadz Subhan, Felix dari Yayasan Lentera dan Imam Bajuri. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan pembagian santunan kepada masyarakat secara tertib Panitia.

Tak lama berselang, adzan Magrib pun berkumandang. Serangkaian acara hari ini dipungkasi dengan buka puasa bersama oleh seluruh panitia dan tim relawan dari yayasan Lentera. Wajah-wajah lelah berbalut senyum kebahagiaan melebur dalam indahnya keberagaman. (Abdulloh/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli News Muhammadiyah Asli

Jumat, 12 Januari 2018

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Yogyakarta, Muhammadiyah Asli. Panggung Taman Budaya Yogyakarta tampak meriah oleh konser drama musikal “Jahiliyah” persembahan dari Komunitas Seni Pertunjukan Islam (KSPI) Yogyakarta, 5 dan 6 Oktober 2013. Pertunjukan ini menarik minat banyak kalangan, termasuk para santri.

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Toleransi, Drama “Jahiliyah” Diminati Para Santri

Puluhan santri Pondok Pesantren Diponegoro Sleman, Yogyakarta, terlihat antusias menyaksikan drama yang mengandung kritik terhadap perilaku beragama manusia modern ini.

“Kenapa banyak manusia beragama tapi masih mendustakan kitab dan nabinya, ya? Karena mereka masih kerdil dalam beragama,” salah satu kutipan dialog dalam drama musikal “Jahiliyah”.

Muhammadiyah Asli

Kritik terhadap penguasa pun sangat kental dalam cerita ini. Dabba, sebagai tokoh utama yang kejam dan tak percaya akan adanya Tuhan, akhirnya mati ditelan sejarah. Akan tetapi anak turunnya tetap hidup dalam wajah yang berbeda dan lebih mengerikan.

“Saya sangat senang dan mendapat banyak pelajaran dari nonton drama ini,” kata Ahmad, salah satu santri Pesantren Diponegoro Sleman. Selesai pertunjukkan, para santri berbondong-bondong menuju bus yang disediakan pengurus pesantren.

Muhammadiyah Asli

Ketua PW Fatayat NU DI Yogyakarta Isti Zusrianah mengungkapkan kekagumannya terhadap drama yang disutradarai Knyut Y Kubro ini. 

“Ini termasuk metode dakwah modern yang penuh dengan nilai perdamaian, toleransi dan memberikan sebuah inspirasi yang indah bagi manusia zaman sekarang,” katanya.

Menurut mantan Ketua PW IPPNU DI Yogyakarta Lasmi, pertunjukan ini layak ditonton generasi muda Islam saat ini, termasuk di kalangan santri. Dia menilai para santri belum banyak yang terbiasa dengan kehadiran pemeluk agama lain.

“Nah dengan menonton drama ini bisa menjadi inspirasi tersendiri buat mereka, karena tadi juga ada penafsiran dari surah al-kafirun ‘bagimu agamu dan bagiku agamaku’. Tidak perlu ada rasa ingin saling menghancurkan atau menguasai,” komentar Lasmi pengurus PW Fatayat NU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kyai, News, Berita Muhammadiyah Asli

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah

Pamekasan, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Larangan Pamekasan baru akan dilantik pada 6 April mendatang. Meski begitu, mereka sudah bergerak aktif membangun silaturahmi dengan berbagai para kiai dan tokoh NU setempat.

Tidak hanya itu, GP Ansor Larangan tampak tidak mengabaikan umara. Camat Larangan Achmad Hambali didatangi oleh mereka, Senin (27/3). Pasukan Banser mengiringi pertemuan tersebut.

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Langkah Elegan Ansor Larangan Jadi Mitra Pemerintah

"Camat adalah mitra kami dalam memajukan Kecamatan Larangan. Kemitraan ini tidak dalam wujud material berupa uang, tapi bersifat pemberdayaan," ujar Ketua Ansor Larangan Baiquni.

Muhammadiyah Asli

Dalam kesempatan itu, Camat Hambali menyatakan komitmennya untuk melibatkan GP Ansor dalam semua kegiatan kepemudaan kecamatan. Serta, hal-hal yang membutuhkan penanganan sekaligus seperti bencana alam dan sejenisnya.

"Kami bisa berkolaborasi dengan kecamatan dalam segala kegiatan sehingga terjalin komunikasi antara pemerintah dan GP Ansor," kata Baiquni.

Muhammadiyah Asli

Camat Hambali merespon positif kehadiran GP Ansor. Pihaknya menyatakan sangat terkesan terhadap GP Ansor Larangan. Ia menganjurkan agar GP Ansor selalu berkomunikasi dan koordinasi sehingga GP Ansor tidak menunggu bola. Tapi, harus bisa menjemput bola. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Nahdlatul Ulama, Daerah Muhammadiyah Asli

Rabu, 03 Januari 2018

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa

Kalau sedang berpuasa, paling enak rebahan di ubin musholla atau masjid. Hawa yang bertiup sungguh adem. Sementara suasananya menenangkan untuk istirahat atau berteduh barang sejenak di tengah aktivitas di siang hari. Setidaknya beban panas atau haus puasa sedikit terkurangi.

Rebahan di lantai masjid akan bagus sekali kalau misalnya sambil memasang niat i’tikaf. Inilah yang dianjurkan oleh Islam ketika berpuasa, yakni beri’tikaf di masjid. Kalau sudah niat, i’tikaf bisa diisi dengan aneka ibadah, minimal zikiran sambil rebahan.

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Tidur di Masjid Saat Puasa

Syekh M Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Syarah Kasyifatus Saja ala Matni Safinatin Naja mengatakan,

Muhammadiyah Asli

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tidak masalah tidur di masjid bagi orang yang tidak junub meskipun dia menjomblo, belum berkeluarga. Sejarah mencatat bahwa Ash-Habus Shuffah –mereka adalah para sahabat yang zuhud, fakir dan perantau– tidur (bahkan tinggal) di masjid pada zaman Rasulullah SAW.

Muhammadiyah Asli

Tentu saja haram hukumnya jika tidur mereka mempersempit ruang gerak orang yang sembahyang. Ketika itu, kita wajib menegurnya. Disunahkan pula menegur orang yang tidur di saf pertama atau di depan orang yang tengah sembahyang.

Namun begitu, istirahat di masjid sekarang ini dirasakan tidak nyaman. Jamaah yang hendak istirahat sering terganggu dengan imbauan “Dilarang Tidur di Masjid”. Kalau bukan seruan demikian, jamaah dipusingkan oleh pengajian kaset yang diputar pengurus masjid tanpa alasan jelas seperti penanda dekat waktu Maghrib atau penanda hari Jumat.

Baiknya pihak pengurus masjid menyediakan ruang mana yang bisa digunakan untuk beristirahat, bukan melarang setiap jengkal lahan masjid untuk ditiduri. Dengan demikian jamaah yang sedang berpuasa sedikit nyaman untuk melepas lelah di masjid. Daripada orang yang berpuasa beristirahat di rumah makan yang buka pada siang hari, lebih baik ia menunggu beduk berbunyi penanda masuk waktu Zhuhur, Ashar, atau Maghrib. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Budaya, PonPes Muhammadiyah Asli

Jumat, 29 Desember 2017

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

Perayaan hari kelahiran Rasulullah saw (maulid Nabi) tidak terbatas pada satu waktu tertentu. Bahkan alangkah baiknya jikalau seorang muslim terus menerus mengingat Rasulullah saw, karena beliaulah uswah hasanah yang paling sempurna. Pada hakikatnya perayaan maulid merupakan amal kebajikan. Jika amal ini disetai dengan keihklasan dan niat yang lurus akan menjelma sebagai sebuah ibadah yang nilai pahalanya dijanjikan oleh Allah swr.

Maksud niat yang lurus adalah merayakan dengan penuh rasa kegembiraan dan kecintaan atas kelahiran Rasulullah saw.

Sebagaimana keterangan Ibn Taimiyah yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:  .
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Rambu-Rambu dalam Perayaan Maulid

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ?.

Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399). Sebagai amal yang baik tentunya perayaan maulid harus bersih dari hal-hal yang berbau negative, buruk dan dosa. Seperti tradisi yang telah berlaku di Nusantara ini maulidan biasa dilakukan secara bersama-sama dalam satu majlis. Biasanya dalam majlis tersebut akan dikumandangkan ayat al-Qur’an sebagai pembukaan lantas pembacaab maulid dhiba’, atau al-barzanji atau syaraful anam dan berbagai puji-pujian kepada Rasulullah saw yang lain.

Muhammadiyah Asli

Tidak hanya itu saja, malahan disebagian tempat ada ta’lim yang diisi oleh seorang muballigh yang berdawah menuturkan dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.

Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan ini sangat tergantung pada tradisi masing-masing daerah. Hanya saja standar yang harus ada dalam sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur’an, penuturan kisah Rasulullah saw dan tidak lupa hidangan sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah swt akan diutusnya Rasululla saw.

Hidangan ini juga menjadi ruang berbagi sedekah bagi mereka yang mampu. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan antar umat. Bentuk perayaan seperti inilah yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi dan menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 ).

Muhammadiyah Asli

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Kiai, News, Sholawat Muhammadiyah Asli

Selasa, 26 Desember 2017

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) IX di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (3/12), ditanggapi secara kritis para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). WTO selama ini dinilai tak memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dalam negeri.

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

WTO Dinilai Rugikan Petani Indonesia

Kritik ini antara lain disampaikan aktivis Pengurus Cabang PMII Banyuwangi, Jawa Timur, yang melalukan aksi turun jalan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. PMII Banyuwangi berpendapat, WTO sangat merugikan bangsa Indonesia. Negara-negara maju berlindung di atas kerjasama antarnegara untuk memperkaya dirinya sendiri.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur Fairouz Huda mengatakan, negara maju memang telah memberikan investasi maupun subsidi terhadap negara berkembang seperti Indonesia. Namun hal itu ternyata tidak untuk mengembangkan perekonomian di Tanah Air, malah sebaliknya, mematikan ekonomi bangsa ini yang berbasis pada penguatan sumber daya ekonomi rakyat.

Muhammadiyah Asli

“Sebut saja sebagai contoh di sektor pertanian. Di mana hasil produksi para petani sudah tidak lagi berharga di pasaran, karena dipaksa untuk bersaing dengan produk luar negeri yang diimpor oleh pemerintah kita. Dan semua itu merupakan kesepakatan yang terjadi di meja WTO,” kata Fairouz dalam rilis yang diterima Muhammadiyah Asli, Rabu (4/12).

Fairouz menegaskan, PMII akan terus mengawal fenomena sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang tengah terjadi. Segala bentuk penyaraan aspirasi merupakan konsekuensi dari dinamika demokrasi yang terbuka untuk kebaikan bersama. (Mahbib Khoiron)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli PonPes, News, Amalan Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta masa khidmah 2017-2022 dilantik dan dikukuhkan di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Ahad (19/3).

Ketua JATMAN DKI KH Wahfiudin Sakam menjelaskan, kehadiran tarekat dan JATMAN sangat strategis di tengah-tengah kondisi masyarakat saat ini yang diwarnai krisis dan banyaknya persoalan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, JATMAN dituntut untuk terjun langsung di masyarakat.

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rencana Kerja Pengamal Tarekat di Jakarta

“JATMAN dengan tarekat-tarekatnya harus terjun langsung ke dalam masyarakat. Bukan hanya menyembunyikan diri di tempat sunyi,” kata Wahfiudin.

Muhammadiyah Asli

Ia meneruskan untuk meningkatkan peran di masyarakat, dalam kepengurusan kali ini JATMAN DKI Jakarta akan mengutamakan pada empat program, yaitu mainstreaming (pengarusutamaan), kaderisasi, penguatan tarekat center, dan penguatan dakwah melalui teknologi.

Muhammadiyah Asli

“Upaya mainstreaming sangat penting bagi JATMAN. Jangan sampai JATMAN tidak dikenal dan seakan-akan hanya berada di pingggiran. JATMAN DKI Jakarta harus terlibat aktif, misalnya dalam pertemuan yang terkait dengan dakwah, ekonomi umat, problem-problem sosial. Supaya JATMAN bisa masuk ke kancah nasional, bahkan global,” urainya.

Program kedua adalah kaderisasi, terutama di kalangan generasi muda. Tujuannya agar JATMAN juga dikenal oleh anak-anak muda. Kaderisasi juga berguna untuk memantapkan pemahaman generasi muda terhadap tarekat.

Ketiga, lanjut Wahfiudin, JATMAN DKI Jakarta akan memperkuat dan memperbanyak tarekat center. Saat ini terdapat sejumlah tarekat center di DKI Jakarta. Keberadaan tarekat center akan membantu masyarakat yang ingin memperdalam tarekat mengetahui informasi dan pembelajaran yang tepat dari tarekat-tarekat yang ada.

Keempat, pada zaman di mana teknologi informasi dikuasai internet, JATMAN juga didorong untuk menyediakan konten ketarekatan dan ajaran Islam melalui internet. Wahfiudin mengatakan saat ini JATMAN Jakarta tengah merancang kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Jumat, 01 Desember 2017

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Salah satu ulama pejuang perdamaian Afganistan, Fazal Ghani Kakar memuji Nahdlatul Ulama sebagai contoh organisasi keislaman yang sukses menciptakan harmoni bagi warga Indonesia yang majemuk dalam bingkai spirit kebangsaan.

"Saya berharap ini dapat diterapkan di negara-negara lain," kata Fazal Ghani kepada Muhammadiyah Asli selepas mengikuti International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Selasa (12/5).

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Afganistan Berharap NU Diadopsi Negara-negara Lain

Fazal Ghani sendiri mendirikan Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) bersama para ulama setempat. Meski bukan cabang dari NU di Indonesia, NUA yang beranggotakan warga berkebangsaan asli Afganistan memiliki prinsip yang sehaluan dengan warga NU di Indonesia.

Fazal Ghani yang menjadi ketua NUA sejak pertama didirikan menjelaskan, lima prinsip yang menjadi garis perjuangan NUA adalah at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan), al-‘adalah (keadilan), at-tasamuh (toleransi), dan al-musyarakah (berserikat). Ia mencangkok NU ke negaranya lantaran tertarik kepada ormas rintisan para kiai tersebut sebagai sarana mengatasi konflik di sana.

Muhammadiyah Asli

Kelima prinsip tersebut juga disimbolkan dengan lima gambar bintang dalam logo NUA. Kepengurusan NUA kini sudah hadir di 22 provinsi dan

setiap tahun menggelar muktamar untuk mengumpulkan kekuatan dan bermusyawarah terkait problem-problem yang berkembang di Afganistan. “NU Afganistan sedang terus dalam proses perkembangan dan perluasan,”

Muhammadiyah Asli

ujarnya.

Sebagaimana kebanyakan Muslim Sunni di Afganistan, anggota NUA menganut madzhab Hanafi di bidang fiqih. Sebagian mereka juga bergabung di beragam tarekat, seperti Naqsabandi, Chistiyah, Qadiriyah, dan lainnya.

Menurut Fazal, di negerinya belum ada organisasi yang mampu menyeleraskan cinta tanah air (hubbul wathan) dan cinta agama (hubbud din) seperti yang dimiliki Nahdlatul Ulama. “Kami mencintai Indonesia dan penduduk Indonesia. Masyarakat Muslim moderat di negeri yang besar dan indah,” ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News, Halaqoh Muhammadiyah Asli

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Subang, Muhammadiyah Asli. Mahasiswa NU dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syamsul Ulum, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP), BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dan OSIS SMK Syamsul Ulum Kota Sukabumi serahkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Subang, Selasa (29/1).

Bantuan ini langsung diberikan oleh Presiden BEM STISIP Syamsul Ulum Nunu Nugraha, didampingi Ketua PMII Komisariat Syamsul Ulum Kota Sukabumi Ahmad Fauzi. Secara simbolis bantuan ini diberikan langsung kepada Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang Ade Mahmudin di sekretariat PMII Cabang Subang, Jalan Rancasari, Pamanukan, Subang untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir yang saat ini masih melanda di Kabupaten Subang.

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Sukabumi Serahkan Bantuan Korban Banjir Subang

Presiden BEM STISIP Nunu Nugraha menegaskan, berangkat dari rasa keprihatinan dan kepedulian kepada para korban banjir di Kabupaten Subang pihaknya merasa terpanggil untk bagaimana bisa mengurangi beban para korban banjir.

Muhammadiyah Asli

“Kami merasa prihatin dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang ada di Kabupaten Subang. Terlepas dari besar kecilnya nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan hal ini bisa meringankan beban mereka yang saat ini sedang membutuhkan,” tegas Nunu kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PMII Komisariat STAI Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Ahmad Fauzi bahwa hal ini merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat terkait betapa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas.

“Bantuan ini hasil dari upaya sahabat-sahabat dari Keluarga Besar YAPI Syamsul Ulum Kota Sukabumi yang pada beberapa waktu lalu melakukan aksi penggalangan dana disejumlah titik di Kota Sukabumi. Mudah-mudahan saja ini bisa kita ambil hikmahnya terkait penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya rasa solidaritas terhadap sesama sebagai wujud dari jati diri Bangsa Indonesia,” papar Fauzi.

Sementara, Ketua PMII Cabang Kabupaten Subang, Ade Mahmudin menyambut baik dengan saluran bantuan ini yang nantinya akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Kabupaten Subang.

"Kami sangat apresiatif dan berterimakasih kepada sahabat-sahabat dari Kota Sukabumi yang sudah jauh-jauh datang ke Subang hanya untuk memberikan bantuan ini kepada para korban banjir. Dan Insya Allah, nanti juga kita akan berikan bersamaan dengan hasil yang kami dapatkan, dimana pada saat yang lalu juga PMII Cabang Subang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Lomba, News Muhammadiyah Asli

Senin, 27 November 2017

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring

Bandar Lampung, Muhammadiyah Asli - Benarkah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hanya kumpulan para pencari nasi bungkus dan rokok dengan cara menjaga gereja seperti digembar-gemborkan sejumlah pihak yang tidak menyukai badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor ini?

Menjawab tuduhan salah kaprah ini Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung memilih menjawab dengan harakah, yakni menggelar sejumlah bakti sosial (baksos) penyembuhan alternatif ATS Metode bagi masyarakat membutuhkan.

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Banser Lampung Tanggapi Tuduhan Miring

"Banyak kegiatan Banser tergabung dalam Banser Tanggap Bencana (Bagana) di sejumlah daerah di Indonesia saat membantu korban banjir, longsor hingga peduli sesama kurang terpublikasikan. Masyarakat hanya disuguhi pihak yang tendensius dengan kami dengan kegiatan yang secara fiqih sebenarnya tidak ada persoalan, yakni membantu pengamanan umat Kristiani saat perayaan Natal," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri di Bandarlampung, Ahad (19/3).

Muhammadiyah Asli

Namun di luar itu, kata Tatang, Banser selalu ada di manapun tempat. Mereka insya Allah berbuat maslahat dan sesuai koridor seperti pengamanan pengajian.

"Saat terjadi banjir di Provinsi Lampung, baik Ansor dan Banser juga turun tangan, bukan urun angan. Apa pihak-pihak yang tendensius itu memviralkan kegiatan kami?" kata dia lagi.

Muhammadiyah Asli

Dalam butir ke enam Nawa Prasetya Banser sudah jelas, Banser peduli terhadap nasib umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, agama dan golongan.

"Para sahabat nabi yang dijamin masuk surga juga tidak melakukan perusakan tempat-tempat ibadah. Jika Banser menjaga gereja, yang dijaga itu sebenarnya bukan sekedar itu, tapi persatuan Indonesia," ujar Tatang.

Baksos penyembuhan alternatif ATS Metode akan digelar di GP Ansor Lampung Jalan Raden Gunawan II, Rajabasa, Bandar Lampung, pada Selasa 21 Maret 2017, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Dalam satu kali baksos, pasien bisa ditangani kisaran 70 orang. Assinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto yang merupakan aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat,? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

"Dalam dua jam penyembuhan, pasien bisa ditangani kisaran dua puluh lima orang. Karena itu, sembari menunggu jadwal penyembuhan kami ajak pasien untuk membaca Sholawat Nariyah yang memiliki manfaat untuk mempermudahkan rezeki hingga dijauhkan dari penyakit dan bahaya. Berdoa dan berzikir lebih baik daripada menebar berita tidak benar," paparnya.

Tatang menambahkan, upaya tersebut merupakan penegasan, bahwa Banser selalu berbuat maslahat bagi masyarakat dan sangat jauh dari tuduhan-tuduhan salah kaprah tidak bertanggung jawab.

Pada kegiatan baksos di Tanggamus dan Way Kanan, 90 persen pasien ditangani Gatot Arifianto merasa puas. Bahkan ada satu pasien sakit gigi, setelah disentuh dua menit langsung tertawa dan bercanda siap ditinju. Termasuk pasien mata minus dan plus, mengaku pandangan lebih jernih setelah disentuh.

Tingkat kepuasan pasien berdasarkan testimoni setelah ditangani alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim II) PP GP Ansor? itu pada kegiatan baksos di Tanggamus dan Way Kanan rata-rata 80 hingga 90 persen.

Penderita sariawan tiga bulan juga mengaku sakit hilang setelah ditangani kurang dari lima menit, termasuk dada ngilu, sakit pinggang, asam urat hingga kaki sakit dan berat digunakan saat berjalan menjadi berkurang dalam hitungan menit. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, News, RMI NU Muhammadiyah Asli

Kamis, 23 November 2017

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Jelang pemilu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi mengumpulkan ratusan kiai pengasuh pesantren se-Jawa Timur, di pesantren Sukorejo, Sukorejo, Probolinggo, 29-30 Maret 2014.

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo

Sekretaris Jenderal Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu mengemas pertemuan itu dalam bentuk konferensi internasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Rencananya, acara tersebut bakal dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Wakil Menteri Luar Negeri Wardhana.

Hasyim Muzadi mengatakan, acara tersebut punya beberapa tujuan. Yaitu untuk dalam negeri, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada kalangan pimpinan pesantren tentang demokrasi yang kini berkembang di Indonesia.

Muhammadiyah Asli

"Nilai Pancasila kini ditinggalkan orang karena budaya politik dan hukum. Demokrasi politik sekarang tak seimbang dengan perkembangan demokrasi ekonomi," katanya kepada wartawan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, demokrasi sekarang sedang dikuasai oleh pemilik modal. Akibatnya yang berkembang di Indonesia saat ini adalah demokrasi transaksional. "Maka tanggung jawab dari orang yang terpilih hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah mengembalikan Indonesia ke nilai-nilai Pancasila," terang kiai asal Bangilan Tuban ini.

Acara tersebut, katanya, sengaja digelar di pesantren Sukorejo yang terbesar untuk wilayah timur Jawa Timur. Pesantren itu pulalah yang menjadi saksi sejarah lahirnya khittah NU saat Muktamar NU pada 1984.?

"Di pesantren ini pula NU memutuskan hubungan antara agama dan negara serta agama dan Pancasila. Saat itu, NU yang dipimpin Kiai Ahmad Shiddiq menjadi satu-satunya ormas Islam ? yang mengakui Pancasila sebagai bentuk negara," katanya.

Selain itu, katanya, kegiatan tersebut juga punya tujuan untuk level internasional. Yaitu soal perdamaian di kawasan Timur Tengah. Karena itulah, acara ini juga mengundang sejumlah pembicara dari Timur Tengah. Yaitu Syiria, Qatar, Maroko, Aljazair, dan Irak. "Kami ingin melihat perkembangan Timur Tengah setelah Arab Spring yang masih ditandai dengan pergolakan di Mesir dan Syiria," terangnya.

Terkait itu, Hasyim mengatakan, melalui acara itu, pihaknya ingin mengingatkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa moderasi adalah jalan yang terbaik untuk menciptakan perdamaian di dunia. "Untuk umat Islam di Indonesia, kita ajak kembali ke Islam moderat yang rahmatan lil alamin," jelasnya.

Selama ini, katanya, ICIS yang dipimpinnya telah mengembangkan pengertian dan implementasi Islam yang rahmatan lil alamiin, promosi Pancasila di luar negeri sebagai alternatif ideologi negara pluralis ? tanpa terikat dengan sekularisme atau fundamentalisme.?

"Di dalam negeri ICIS menangkal terorisme global yang masuk ke Indonesia dengan pencerahan ahlussunnah dan faham moderat. Semua langkah ini menuju terjadinya moderasi nasional dan internasional.?

Lebih dari itu, Hasyim ingin mengangkat kembali marwah NU, kiai dan ulama Indonesia yang belakangan dinilai oleh pihak luar negeri mengalami penurunan. "Perlu kita angkat kembali marwah NU dan pesantren di mata dunia internasional," katanya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Kemenkes Dinilai Lambat Tangani Kasus Kematian Bayi di Papua

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Menteri Kesehatan harus dipertanyakan kinerjanya lantaran lalai melindungi warga Papua dari bencana kematian. Hingga saat ini, Kemenkes belum juga dapat memetakan penyebab kematian bayi yang telah terjadi di Dunga Papua.

“Padahal berita tentang kematian bayi ini sudah diberitakan sejak pertengahan November. Bahkan beberapa sumber mengatakan kematian bayi ini telah terjadi sejak pertengahan tahun ini,” kata Nihayatul Wafiroh, anggota DPR RI Komisi IX, kepada Muhammadiyah Asli dalam siaran pers, Jumat (11/12).

Kemenkes Dinilai Lambat Tangani Kasus Kematian Bayi di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenkes Dinilai Lambat Tangani Kasus Kematian Bayi di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenkes Dinilai Lambat Tangani Kasus Kematian Bayi di Papua

Ada yang mengatakan, imbuhnya, korban berjumlah 37 jiwa, 56 jiwa, bahkan sumber lain menyebutkan 71 anak meninggal. Artinya, hal ini sudah berlangsung selama enam bulan. Namun Kemenkes kurang merespon bencana kematian ini. Fatalnya, kata Nihayah, pihak Kemenkes belum dapat memastikan data valid tentang hal itu. Bahkan dengan seenaknya beralasan bahwa, daerah ini memang sulit dijangkau.

Muhammadiyah Asli

"Pernyataan Kemenkes bahwa mereka belum dapat memastikan kondisi korban serta masyarakat di Dunga hingga sekarang, membuktikan sangat buruknya sistem pendataan. Hal ini sekaligus menunjukkan begitu buruknya kinerja Kemenkes," ujarnya.

Padahal, menurut Nihayah, tahun depan ini, Kementerian Kesehatan adalah salah satu Kementerian yang mendapat kenaikan anggaran paling banyak yaitu sebesar 5,05 persen. Jadi, tahun ini Kemenkes mendapat jatah 109 Trilliyun rupiah.

Muhammadiyah Asli

“Dengan anggaran sebesar itu seharusnya Kemenkes malu mengatakan belum mengetahui secara pasti kondisi warga Dunga saat ini. Hal ini secara implisit menunjukka bahwa, koordinasi antara Kemenkes pusat dengan Dinas Kesehatan di daerah sangat buruk," imbuhnya.

Nihayah juga mengatakan akan mendorong Komisi IX untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan memanggil sekaligus mendesak Kementerian Kesehatan untuk bertindak cepat dan tepat.

"Jika sampai satu minggu ini belum juga ada perbaikan kondisi anak-anak serta masyarakat di sana, kami akan terus mengevaluasi kinerja Kemenkes tentang hal ini. Ini masalah nyawa banyak orang, warga Indonesia yang harus segera dilindungi. Jika tidak segera melakukan kerja secepatnya dan tepat, banyak korban yang akan berjatuhan," paparnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock