Kamis, 23 November 2017

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Jelang pemilu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi mengumpulkan ratusan kiai pengasuh pesantren se-Jawa Timur, di pesantren Sukorejo, Sukorejo, Probolinggo, 29-30 Maret 2014.

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo

Sekretaris Jenderal Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu mengemas pertemuan itu dalam bentuk konferensi internasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Rencananya, acara tersebut bakal dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Wakil Menteri Luar Negeri Wardhana.

Hasyim Muzadi mengatakan, acara tersebut punya beberapa tujuan. Yaitu untuk dalam negeri, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada kalangan pimpinan pesantren tentang demokrasi yang kini berkembang di Indonesia.

Muhammadiyah Asli

"Nilai Pancasila kini ditinggalkan orang karena budaya politik dan hukum. Demokrasi politik sekarang tak seimbang dengan perkembangan demokrasi ekonomi," katanya kepada wartawan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Muhammadiyah Asli

Menurutnya, demokrasi sekarang sedang dikuasai oleh pemilik modal. Akibatnya yang berkembang di Indonesia saat ini adalah demokrasi transaksional. "Maka tanggung jawab dari orang yang terpilih hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah mengembalikan Indonesia ke nilai-nilai Pancasila," terang kiai asal Bangilan Tuban ini.

Acara tersebut, katanya, sengaja digelar di pesantren Sukorejo yang terbesar untuk wilayah timur Jawa Timur. Pesantren itu pulalah yang menjadi saksi sejarah lahirnya khittah NU saat Muktamar NU pada 1984.?

"Di pesantren ini pula NU memutuskan hubungan antara agama dan negara serta agama dan Pancasila. Saat itu, NU yang dipimpin Kiai Ahmad Shiddiq menjadi satu-satunya ormas Islam ? yang mengakui Pancasila sebagai bentuk negara," katanya.

Selain itu, katanya, kegiatan tersebut juga punya tujuan untuk level internasional. Yaitu soal perdamaian di kawasan Timur Tengah. Karena itulah, acara ini juga mengundang sejumlah pembicara dari Timur Tengah. Yaitu Syiria, Qatar, Maroko, Aljazair, dan Irak. "Kami ingin melihat perkembangan Timur Tengah setelah Arab Spring yang masih ditandai dengan pergolakan di Mesir dan Syiria," terangnya.

Terkait itu, Hasyim mengatakan, melalui acara itu, pihaknya ingin mengingatkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa moderasi adalah jalan yang terbaik untuk menciptakan perdamaian di dunia. "Untuk umat Islam di Indonesia, kita ajak kembali ke Islam moderat yang rahmatan lil alamin," jelasnya.

Selama ini, katanya, ICIS yang dipimpinnya telah mengembangkan pengertian dan implementasi Islam yang rahmatan lil alamiin, promosi Pancasila di luar negeri sebagai alternatif ideologi negara pluralis ? tanpa terikat dengan sekularisme atau fundamentalisme.?

"Di dalam negeri ICIS menangkal terorisme global yang masuk ke Indonesia dengan pencerahan ahlussunnah dan faham moderat. Semua langkah ini menuju terjadinya moderasi nasional dan internasional.?

Lebih dari itu, Hasyim ingin mengangkat kembali marwah NU, kiai dan ulama Indonesia yang belakangan dinilai oleh pihak luar negeri mengalami penurunan. "Perlu kita angkat kembali marwah NU dan pesantren di mata dunia internasional," katanya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli News Muhammadiyah Asli

Ini adalah web log Muhammadiyah Asli. Kiai se-Jatim akan Ikuti Konferensi Internasional di Pesantren Sukorejo Situbondo di Muhammadiyah Asli ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock