Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Karawang, Muhammadiyah Asli

Dalam rangka penguatan ekonomi dan taraf hidup warga nahdliyyin Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) setempat menggelar Sarasehan Pemberdayaan Ekonomi Umat Menuju Kesejahteraan.

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Karawang Paparkan Tiga Program Unggulan

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Muslimat NU dan NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) Karawang dan diselenggarakan di Kantor PCNU Karawang, Jalan Dewi Sartika No. 43 Karawang. Ahad (26/02)

Ketua HPN Karawang, H. Muhamad Hasyim? menjelaskan bahwa sejak menjabat sebagai ketua HPN Karawang, ia sudah berkeliling di wilayah Karawang dan menemukan tiga kebutuhan dasar sekaligus potensi bagi warga nahdliyyin.

Muhammadiyah Asli

"Tiga kebutuhan dasar ini mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan jaringan distribusi pangan dan jasa, dan yang terakhir adalah kesehatan. Kita akan mencoba untuk menjadikannya sebagai potensi," tambahnya.

Sebagai solusi, kata dia, HPN Karawang melakukan beberapa terobosan, untuk kebutuhan pangan dengan meluncurkan program RPK (Rumah Pangan Kita) yang bekerja sama dengan Bulog. Dalam RPK ini warga NU ditawarkan menjadi distributor barang sembako.

Muhammadiyah Asli

"HPN juga menginisiasi tim ekonomi gabungan yang akan dijadikan sebagai solusi atas kebutuhan dasar yang kedua, tim ini terdiri dari lembaga ekonomi dari banom dan lembaga PCNU Karawang sehingga pergerakan ekonomi pengurus dan warga nahdliyyin lebih terakomodir dan terarah, Insya Allah beberapa bulan ke depan kita akan meluncurkan 7 Mikromart, mini market milik HPN"Paparnya

Hasyim menambahkan, solusi untuk kebutuhan kesehatan, HPN Karawang sedang berikhtiar mendirikan Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit NU.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PW Muslimat NU Jabar, Ella Giri Komara para pengurus banom dan lembaga yang ada di lingkungan PCNU Karawang. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Hikmah Muhammadiyah Asli

Minggu, 18 Februari 2018

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

Jakarta, Muhammadiyah Asli



Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menyesalkan bahwa ada pejabat negara yang ikut gabung kelompok terorisme ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria).?

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta, Senin, (9/5).

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris, Undang-undang Indonesia Usang Soal Terorisme

“(Salah satu motifnya adalah) Mereka mempercayai bahwa sekarang sudah akhir zaman, maka mereka berbondong ke tanah Suriah untuk jihad dan menunggu sang imam Mahdi,” kata Hamidin.

Menurutnya, ada dua cara mengapa orang bisa sampai bergabung dengan kelompok radikalisme tersebut. “Pertama face to face (antara calon teroris dan teroris) dan yang kedua adalah lewat media sosial,” tegasnya. ? ?

Muhammadiyah Asli

Ia menjelaskan bahwa ada 133 organisasi terorisme di dunia, 21 jaringan berada di Indonesia, 7 yang berkaitan langsung dengan ISI. “Tiga (dari tujuh) diantaranya melakukan rekrutmen langsung untuk ISIS,” ungkap laki-laki kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

Meski demikian, lanjut Hamidin, Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal terhadap gerakan-gerakan yang secara benderang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia karena Undang-undang tentang terorisme itu usang dan perlu diperbaharui. ?

“Orang menyerukan teroris, orang berangkat ke luar negeri (untuk gabung kelompok terorisme), orang mengaku ISIS, orang mengaku tentara ISIS terang-terangan, orang mendukung ISIS, dan orang yang simpati terhadap ISIS. Mereka tidak bisa diapa-apakan oleh negara,” paparnya.

Hamidin menilai bahwa kelompok terorisme itu bukanlah Islam. “Pada saat menangkap Basri (anggota kelompok teroris Santoso), saya melihat banyak tato di tubuhnya, ada juga gambar wanita telanjang. Ketika saya ajak debat soal agama, meski pengetahuan agama saya seadanya, ia tidak bisa menjawab,” ungkap Hamidin.

“Mereka hanya menggunakan simbol agama (Islam) untuk membenarkan dan melegitimasi gerakan mereka,” pungkasnya.

Muhammadiyah Asli

Selain Brigjen Pol Hamidin, ada KH Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam Nahdlatul Ulama) dan C Holland Taylor (Direktur Bayt Rahmah California Amerika) yang juga menjadi narasumber. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, Quote, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Kamis, 08 Februari 2018

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo

Pringsewu, Muhammadiyah Asli. Mengambil tempat di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, BMT Artha Buana Metro Cabang Metro, Lampung menyerahkan Bantuan dana untuk membantu kelancaran organisasi, Kamis (16/6). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Perwakilan BMT Arta Buana Metro, Agus Setiawan.

Agus mengatakan bahwa bantuan dana sosial infaq sebanyak 5 juta ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada warga NU Gadingrejo yang telah bekerja sama dengan BMT yang merupakan milik PCNU Kota Metro Lampung.?

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT Artha Buana Metro Beri Bantuan untuk NU Gadingrejo

Agus menambahkan, bantuan BMT Cabang Metro yang berkantor di Pasar Gadingrejo ini tidak hanya diberikan sekali saja. Namun, kedepannya BMT Artha Buana akan terus memberi dukungan dan memberi bantuan agar program NU di Kecamatan Gadingrejo dapat berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menjelaskan berbagai program yang dikerjasamakan yakni bidang ekonomi dan peternakan. "Kita juga merekrut para karyawan di BMT Artha Buana di Gadingrejo dari para kader Muda NU Gadingrejo," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua MWCNU Gadingrejo Mukhlis, disaksikan Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim. Hadir pada acara yang dibarengkan dengan Safari Ramadhan tersebut Pengurus MWC dan seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Gadingrejo. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli PonPes, Pendidikan, Quote Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Giri Bojonegoro, kelompok di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, memberantas buta aksara arab.

Hal itu ditunjukkan dengan pembinaan kepada warga setempat selama tiga malam, mulai tanggal 10 sampai 12 Februari 2014 di TPQ Al-Choirot desa setempat.

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

KKN STAI Sunan Giri Berantas Buta Aksara Arab

Sekretaris KKN di Desa Bogo, Anisah mengaku, kegiatan ini merupakan usulan warga setempat. Setelah beberapa waktu lalu saat melakukan observasi, melihat kondisi dan informasi dari tokoh masyarakat untuk memberantas aksara arab di Desa Bogo Kecamatan Kapas.

Muhammadiyah Asli

"Setelah sekitar 20 warga yang mayoritas ibu-ibu ini akan diterjunkan ke masyarakat, untuk mengajarkan kepada warga lainnya," jelasnya kepada Muhammadiyah Asli.

Selain itu, para peserta KKN di Desa Bogo juga mengundang narasumber yang kompeten, yakni ketua majlis pembina (mabin) TPQ An-Nahdliyah cabang Bojonegoro, Shodiqin.

Muhammadiyah Asli

Ketua karang taruna dan juga ketua TPQ Al-Choirot, Kusbaliyah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan penuntasan buta aksara arab di Desa Bogo. Pasalnya diharapkan, seluruh warga setempat mampu membaca Al-Quran dengan baik dan sempurna.

"Penuntasan aksara arab ini, dilakukan dengan dikembangkan di lingkungannya masing-masing, untuk mengajari warga lainnya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bogo, Indarti mengatakan, pelatihan dilakukan tiga hari ini sangat membantu Desa Bogo dalam mengembangkan agama Islam dan pelajaran Arab di daerah tersebut.

"Semoga pelatihan dan tujuan baik ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Ketua Mabin Cabang Bojonegoro, Shodiqin sebelum memberikan materi penataran mengimbau kepada para orang tua, peserta penataran agar tidak berhenti menuntut ilmu. Tetapi meminta tetap bersemangat mencari ilmu, meskipun sehari-hari disibukkan dengan aktivitas beragam.

Ia berharap, dengan belajar Al-Quran ini dapat ditularkan kepada warga masyarakat lainnya. "Sebaik-baik orang, yang mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain," pungkasnya.

Para peserta yang rata-rata ibu-ibu dan bapak-bapak setempat itu, tampak bersemangat dengan materi yang disampaikan kepala mabin cabang Bojonegoro. Tiap malam pesaerta selalu bertambah pada kegiatan yang diselenggarakan tiga malam tersebut. [Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

Muhammadiyah Asli

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

Muhammadiyah Asli

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Pendidikan, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Rabu, 31 Januari 2018

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Pringsewu, Muhammadiyah Asli

Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Provinsi Lampung menggelar Musyawaroh Idaroh Wusto (Musidwus) V yang dilaksanakan di Komplek Islamic Centre Lampung Timur. Musidwus yang berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai dengan 18 Juni 2012 ini dilaksanakan untuk memilih kepengurusan Jatman Provinsi Lampung masa khidmat 2012-2014.

Sementara kepengurusan Jatman Pringsewu yang terdiri dari segenap Perwakilan dan Pengurus Thariqah di Kabupaten Pringsewu ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pelepasan Rombongan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pringsewu oleh Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad pada tanggal 15 Juni 2012.

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Yahya Terpilih sebagai Mudir Jatman Lampung

Dalam pengarahannya, KH Sujadi mengharapkan Kegiatan Musidwus dapat berlangsung sukses dan rombongan dari Jatman Pringsewu dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif dalam sidang-sidang komisi yang akan dilakukan di Musidwus tersebut.

Muhammadiyah Asli

Rombongan yang berjumlah 17 orang ini berangkat ke lampung Timur dan tiba pada pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan registrasi peserta, rombongan mengikuti Acara Pembukaan yang diikuti oleh seluruh rombongan dari 14 kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.

Salah satu sambutan Pembukaan yaitu dari Danrem Lampung yang mengharapkan seluruh Jamaah Thariqah yang ada di Provinsi Lampung untuk ikut andil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih.

Muhammadiyah Asli

Dalam Musidwus kali ini, terpilih sebagai Rais yaitu KH. Jamaluddin Al-Bustomi dan sebagai Mudir yaitu Habib Yahya As-Segaf. Sebagaimana diketahui bahwa Habib Yahya As-Segaf adalah Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Jati Agung Pringsewu yang dikenal energik dengan wawasan keilmuan yang sangat tinggi. Ia juga pernah menjadi Mudir Aam Jatman Kabupaten Tanggamus ketika Pringsewu masih berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Warta Muhammadiyah Asli

Senin, 22 Januari 2018

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Sumedang, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Mesjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Sumedang akhir pekan kemarin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas yang melibatkan imam-khotib dan pengurus masjid sekecamatan Buahdua. Di desa Cilangkap, Ahad (7/6), peserta diajak untuk membaca kembali peran mereka di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Peserta yang berjumlah 35 orang ini mengupas etika imam dan khotib. Pada kesempatan ini, mereka juga mengaji materi Fiqh Jum’at, materi Al-Qur’an, serta teknik penyusunan kepengurusan masjid.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan penting, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kualitas seorang yang dipercaya sebagai salah satu komponen penegak amar ma’ruf ? nahi mungkar. Terlebih dalam menghadapi tuntutan zaman dengan problem masyarakat yang semakin kompleks, maka dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seorang imam dan khatib,” kata Ketua LTMNU Sumedang ustadz Eman Sulaeman.

Muhammadiyah Asli

Ustadz Eman menyebut beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka, kata Eman, harus mampu menjadi pemersatu umat, menjadi benteng aqidah, menjadi contoh teladan, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

"Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Karena, bagaimanapun seorang imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya masyarakat soal keislaman,” Ketua LTMNU menambahkan.

Muhammadiyah Asli

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh yang hadir sebagai pemateri berharap kegiatan bertema “Meningkatkan Peran NU dalam Upaya Membentuk Imam-Khotib dan DKM yang Berkualitas dan Profesional” ini dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan imam-khotib masjid.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan para imam masjid,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, News, Nahdlatul Muhammadiyah Asli

Selasa, 26 Desember 2017

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Wakil Bupati Sikka Drs Nong Susar meminta GP Ansor dan seluruh pemuda Banser ? kabupaten Sikka untuk menjaga suasana kedamian di Sikka. Dengan perdamaian, pemkab setempat bersama GP Ansor membangun kemajuan daerah setempat.?

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

Demikian dinyatakan Nong Susar dalam sambutan pembukaan PKD GP Ansor Sikka yang berlangsung di Gedung FKUB Sikka, Senin (28/9) malam.

“GP Ansor secara nasional telah lama dekat di hati masyarakat Indonesia sebagai pemuda terdepan yang membela keberagamaan. Mereka dikenal menyelesaikan masalah yang dihadapi kaum minoritas di Indonesia.”

Muhammadiyah Asli

Keberagamaan, kata Nong Susar, tidak merupakan malapetaka melainkan kekuatan. Karena kita berjuang bukan demi perbedaan melainkan demi kemanusiaan.

Muhammadiyah Asli

Ia bercerita, Presiden Ke-4 RI KH Abdurahman Wahid memiliki pikiran yang sangat cerdas melampui sekat agama di Indonesia.

"Gusdur sebelum dan setelah jadi presiden, pernah melakukan kunjungan di Ledalero. Melakukan dialog agama dan dialog karya. Gusdur memiliki sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh kita-kita, memunyai pikiran melampaui sekat agama, suku, dan ras," kata Susar.

Pelatihan ini dihadiri istruktur dari PP GP Ansor Masud Saleh, H Aunullah, dan PW GP Ansor NTT Ajhar Jowe.

Masud Saleh mengatakan, “Dalam sebuah kehidupan manusia banyak ditemukan berbagai warga dan perbedaan. Jika kita memhami perbedaan maka kita aman dan damai selalu di bumi milik kita sendiri.”

Sementara Ajhar Jowe mengatakan, pelaksanaan PKD perdana bagi pengurus GP Ansor Sikka akan membawa perubahan cabang Ansor dari masa-masa sebelumnya. Penguatan kapasitas organisasi melalui proses pelatihan perdana ini, akan menjadi gambaran terbaru untuk Ansor Sikka ke depan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan Muhammadiyah Asli

Senin, 25 Desember 2017

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren

Sampang, Muhammadiyah Asli. Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2017, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang, Jawa Timur, melakukan terobosan inovatif dengan menggelar kegiatan pelayanan SIM masuk pesantren dan sosialisasi santri pelopor tertib berlalu lintas.

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Sampang Beri Layanan Pembuatan SIM di Pesantren

"Kami  jemput bola dengan masuk ke pondok pesantren, memberikan layanan pembuatan SIM. Santri ini kan terkendala waktu apabila mengurus SIM di kantor karena kesibukan belajar. Makanya kami jemput bola untuk memberikan solusi," terang Kasatlantas Polres Sampang, Musa Bahtiar ditemui di lokasi, Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu (21/10).

Namun begitu, para santri tidak serta merta mudah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Para santri tetap harus melalui prosedur, seperti tes kesehatan, ujian tulis, dan ujian praktik berkendara.

"Dalam momentum Hari Santri Nasional ini kami mengajak para santri menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Harapan kami, santri menjadi contoh bahwa penggunaan helm dan tertib berlalu lintas untuk kepentingan pribadi," sambung pria yang baru beberapa minggu bertugas di Sampang ini.

Sekertaris Pesantren Assirojiyyah, Agus Adnani mengatakan jumlah santri yang mengajukan permohonan SIM sebanyak 55 santri.

Muhammadiyah Asli

"Insyaallah jumlahnya akan bertambah," tukasnya.

Muhammadiyah Asli

Pantuan dilokasi, ujian praktek berkendara diwarnai gelak tawa, pasalnya beberapa santri yang memakai sarung terlihat kesulitan saat melintas di jalur yang diberi tanda oleh polisi. Namun, para santri tetap semangat melaju di lintasan hingga dinyatakan lulus. (Hadji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Pendidikan, Nusantara Muhammadiyah Asli

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata

Mekkah, Muhammadiyah Asli. Wakil Amirul Hajj Hasyim Muzadi mengatakan, makna substansi haji harus tetap ibadah bagi perbaikan `intuisi basiroh` (detakan hati yang paling dalam), jangan sampai kehilangan makna apalagi mengarah hanya ke urusan pariwisata.

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)
Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)

Substansi haji harus Tetap Ibadah, bukan Wisata

"Intuisi basiroh adalah `black box` ibarat dalam pesawat, dan tidak mudah rusak serta terkontaminasi," kata Hasyim saat menyampaikan makna haji secara hakiki menjawab pertanyaan wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Arab Saudi, Kamis.

Fisik memang penting, tapi jangan kegiatan manasik lebih dipentingkan daripada substansi ibadahnya.?

Muhammadiyah Asli

Ada tiga faktor terkait haji, masing-masing niat, bekal, dan intuisi basiroh. Niat, semua jemaah mampu melaksanakannya. Bekal, ujarnya, harus `halal` dalam penyediaan kebutuhan bekal termasuk ongkos naik haji dan makan serta minuman yang dikonsumsi.

Muhammadiyah Asli

Faktor terpenting adalah substansi ibadah yang diharapkan akan berdampak positif bagi perilaku para jemaah haji setelah kembali ke kampung halamannya. Para haji itu diharapkan menjadi hamba Allah yang agamis dan mahluk sosial yang keberadaannya berimbas kebaikan bagi lingkungan keluarga terdekatnya.

"Misalnya, kalau satu tahun 200.000 jemaah haji dan setiap jemaah memiliki lima anggota keluarga terdekat yang terdampak kebaikan, maka satu juta orang setiap tahun berperilaku amanah," ujarnya.

Hasyim menambahkan, pelaku kejahatan koruptor di Indonesia itu relatif tidak banyak, namun dampak yang ditimbulkan lebih dari kejahatan kriminaltas biasa.?

"Penjahat kerah putih itu (white collar crime) memberi dampak negatif lebih dibanding dampak yang diberikan oleh penjahat kerah biru (blue collar crime) yang melakukan kejahatan jalanan," kata Hasyim yang akan menjadi penghotbah wukuf pada ibadah haji tahun ini.?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Pendidikan, Internasional Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

Khalifah Kami

Oleh Ibnu Mughni Labib







Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Khalifah Kami

Di hari ini,

Di Pondok Tremas yang kami cintai.

Muhammadiyah Asli

Datang bak seorang malaikat,

Yang datang bagai merpati.

Dengan anggun mengobati gerah hati ini,

Muhammadiyah Asli

Akibat air bah yang mertamu di pondok kami.

Dengan semangatnya memacu energi kami,

Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.

Kucium semerbak harum akan pengabdian sejati,

Beliaulah khalifah negeri ini.

Bukan negeri Islam yang pasti, tapi negeri yang penuh cinta, warna dan budaya.

Beliaulah khalifah kami, pemimpin kami,

Beliaulah Bapak Jokowi





Penulis adalah santri di Pesantren Tremas Pacitan. Puisi tersebut dibacakan penulisnya di hadapan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke pesantren tersebut, beberapa waktu lalu

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Daerah, Anti Hoax Muhammadiyah Asli

Rabu, 20 Desember 2017

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) menilai investasi modal asing masuk ke Indonesia sebagai keniscayaan dari liberalisasi ekonomi namun harus disikapi secara bijaksana dengan tidak mengorbankan kedaulatan negara dan kepentingan masyarakat Indonesia.

Presiden DPP K-Sarbumusi Drs HM Syaiful Bahri? Anshori MP di Jakarta, Rabu (26/8) menegaskan, bahwa Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 16 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mensyaratkan mahir berbahasa Indonesia sudah benar dan sesuai dengan regulasi perundang undangan diatasnya yakni Undang Undang No 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Tegas Sarbumusi soal TKA dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia

"Regulasi tersebut merupakan salah satu kebijakan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di negaranya. Karena itu sangat disayangkan ketika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berupaya menghapus klausul dan persyaratan tersebut," kata Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Sukitman Sudjatmiko.

Muhammadiyah Asli

Sukitman menambahkan, selain menabrak aturan dan regulasi di atasnya, juga sangat tidak arif dan berpihak kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Atas dasar pertimbangan dan situasi tersebut, DPP K-SARBUMUSI menyatakan sikap sebagai berikut :

Muhammadiyah Asli

Menolak dengan tegas wacana Presiden Republik Indonesia tentang penghapusan syarat berbahasa Indonesia bagi Tenaga Kerja Asing sebagaimana termaktub dalam Permenaker No.16 Tahun 2015 dan Undang Undang No.24 Tahun 2009. Mengecam dengan keras keberadaan tenaga kerja asing asal China yang membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Dan menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk segera membuat aturan yang tegas tentang investasi China dengan tidak serta merta membawa tenaga kerja asing asal China. Menuntut kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk membenahi kebijakan terkait tenaga kerja asing dan keberpihakan kepada tenaga kerja Indonesia di negaranya sendiri.

Demikian pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Liberalisasi Tenaga Kerja Indonesia.

"Dan kami menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk terus berjuang melawan segala bentuk regulasi yang tidak berpihak kepada buruh dan masyarakat Indonesia dan berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," kata Sukitman. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Halaqoh, Doa, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 19 Desember 2017

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis

Probolinggo, Muhammadiyah Asli - Jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, harga hewan ternak di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Hal ini juga terjadi bagi hewan ternak yang ada di Kota Probolinggo. Bahkan kenaikannya mencapai 5-10 persen dan diprediksi bakal terus naik hingga mendekati hari raya.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Probolinggo Sukarning. Menurutnya, kenaikan harga ternak untuk kurban itu dipengaruhi karena adanya peningkatan permintaan. Hanya saja pihaknya berharap agar kenaikan itu masih dalam batas kewajaran.

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Adha, Harga Ternak Naik Drastis

“Untuk saat ini, rata-rata kenaikan harga hewan ternak di Kota Probolinggo mencapai? 5 hingga 10 persen dari harga normal. Untuk harganya sendiri bergantung dari kondisi hewan serta besar kecilnya hewan,” katanya, Sabtu (12/8).

Muhammadiyah Asli

Sukarning menerangkan, untuk sapi kurban harganya sekitar Rp 12 hingga Rp 14 Juta. Sedang untuk kambing berkisar Rp 1,5 hingga Rp 2 juta. Dengan? ketentuan, kondisinya sehat dan tidak cacat secara fisik.

“Untuk menekan kenaikan harga dan kelayakan hewan kurban, kami akan melakukan inspeksi mendadak jelang Idul Adha. Sidak itu bakal menggandeng dokter hewan,” jelasnya.

Bila menemukan adanya hewan yang tidak layak untuk dijadikan kurban, pihaknya berhak melarang peternak untuk? menjualnya. “Harapanya, hewan kurban yang? dijual oleh peternak dalam? keadaan sehat,” terangnya.

Muhammadiyah Asli

M Yamin, penjual kambing di jalan Hayam Wuruk Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo menyampaikan saat ini harga kambing yang dijualnya rata-rata mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari harga normal. Jika biasanya harganya Rp 1,3 juta maka harga jual jelang kurban ini Rp 1,5 juta. Untuk yang besar, bisa sampai Rp 3 juta.

“Kambing yang dibuat untuk kurban bukan kambing sembarangan. Harus dalam keadaan sehat serta tidak cacat secara fisik. Paling tidak? usianya sudah cukup. Itu bisa dilihat dari giginya,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Senin, 11 Desember 2017

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

Jepara, Muhammadiyah Asli. Yenny Wahid, putri kedua pasangan Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah ini mengaku sudah mengunjungi lebih dari 50 negara. Dari kunjungan ke berbagai negara itu, ia merasa lega tatkala sudah kembali ke tanah air.?

“Kalau saya sudah kembali ke Indonesia nikmatnya sungguh luar biasa,” akunya dalam Maulid dan Tausiyah di Pesantren At-Taqiy, Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Selasa (17/5) malam.?

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Indonesia “Surganya” Kaum Muslimin

Di Indonesia, kata alumnus Universitas Harvard, Boston itu, warga bisa sekolah hingga ke jenjang tertinggi. Yenny merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Nigeria. Di sana anak-anak kesulitan sekolah. Alih-alih mereka malah diculik oleh Bokoharam dan dijadikan budak seks.?

“Ironis pula yang terjadi di Afganistan. Anak-anak yang hendak sekolah harus berhadapan dengan tentara Taliban. Di China kondisinya juga demikian. Ingin sembahyang dilarang oleh Polisi negara tersebut,” kata perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini.?

Yenny menegaskan bahwa Indonesia merupakan "surga" bagi kaum muslimin. Selain bisa sekolah sampai S3, seorang ibu bisa leluasa pergi ke pasar naik motor sendiri tanpa harus ditemani seorang lelaki.?

Muhammadiyah Asli

“Di Saudi nyetir saja dilarang. Nyoblos juga tidak boleh. Sehingga hak-hak perempuan sangat didiskriminasi,” tegasnya pada hadirin yang memadati kompleks pesantren asuhan KH Nur Cholis.?

Yenny menambahkan kondisi yang sudah baik itu harus terus dijaga. “Mari kita perkuat iman dan Islam kita jangan sampai rapuh,” imbuhnya.?

Sementara itu, Sinta Nuriyah menekankan kepada hadirin akan pentingnya menuntut ilmu. Menurut istri almarhum Gus Dur ini, dengan ilmu pengetahuan seseorang akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.?

Sebab itu, ia sangat mengagumi RA Kartini. Karena menurutnya perempuan asli Jepara ini berhasil mengangkat harkat dan derajat kaum wanita. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Sejarah, Ulama Muhammadiyah Asli

Senin, 04 Desember 2017

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Malang, Muhammadiyah Asli. Warga NU diharapkan lebih hati-hati dan teliti dalam menggunakan logo Nahdlatul Ulama yang beredar di khalayak utamanya di dunia maya.?

Pasalnya, kini sudah ditemukan ada tulisan Nahdlatul Ulama mengalami kesalahan, khususnya pada tulisan Arab yang melintasi gambar bumi pada logo tersebut. Dalam tulisan itu, kata Nahdlatul Ulama yang seharusnya huruf ‘lam’ pada kata itu langsung bersambung dengan huruf ‘ain’. Akan tetapi, pada logo yang salah tersebut, tertulis ‘lam alif’, sehingga jika dibaca, tulisan itu akan terbaca sebagai ‘Nahdlatulaa Ulama’.

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Mujiharto, kepala MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo Karangploso Malang, Sabtu (27/4) menyatakan sebenarnya, ia menemukan penggunaan logo yang salah itu pada beberapa blog dan website komunitas NU.?

Muhammadiyah Asli

“Sebenarnya, kami sudah lama menemukan pemakaian logo salah tersebut di facebook KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) Universitas Islam Lampung, tapi baru kali ini saya bisa meminta konfirmasi,” ungkapnya.

Di dunia maya, logo yang salah tersebut sudah banyak beredar, utamanya di situs jejaring sosial. Diantara yang telah ditemukan Mujiharto, ialah logo yang digunakan oleh facebook PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan situs blog di www.beasiswa-muslim.blogspot.com.?

Muhammadiyah Asli

“Diantaranya, saya telah menemukan beberapa facebook seperti: PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan KMNU Unila. Tapi yang Wonosobo sudah kami minta konfirmasi, dan menyadari bahwa telah terjadi kesalahan. Sedangkan yang berupa blog adalah blog beasiswa muslim ke Saudi Arabia,” katanya saat dimintai keterangan di kantor MTs Nahdlatul Ulama Karangploso.

Selain itu, ternyata logo salah tersebut juga telah dipakai di sebuah acara jamaah maulid di kota Batu Jawa Timur yang diadakan oleh jamaah maulid Riyadlul Jannah bekerja sama dengan PCNU Kota Batu Jawa Timur.?

“Saya melihat logo yang dipakai panitia pada surat undangan yang disebarkan pada masyarakat umum dan banner panggung adalah salah, dengan kesalahan yang sama,” paparnya.?

Setalah diteliti baik-baik bersama, rupanya logo itu ada kemiripan dengan logo Partai Persatuan Nahdlatul Ummat Indonesia (PPNUI).?

“Mungkin ini adalah modifikasi dari logo PPNUI ini,” tutur kepala madrasah kelahiran Trenggalek itu.

Namun, ketika ditanya, adakah kemungkinan bahwa kesalahan itu ada unsur kesengajaan, ia tidak bisa memastikan.?

“Kalau masalah ada pihak yang secara sengaja melakukannya atau tidak, saya tidak bisa memastikan.”?

Demikian pula ketika ditanya, apakah sebelum ini ia telah melaporkan pada tokoh-tokoh atau pengurus NU setempat, ia menjawab belum.?

“Saya belum melaporkannya pada pengurus NU sebelum ini, ini adalah pertama kalinya saya melaporkan.”?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Anti Hoax, Pahlawan, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Sabtu, 25 November 2017

Pesantren Virtual Rilis Teknologi Manajemen Aset Pesantren

Pati, Muhammadiyah Asli

Pesantren Virtual merilis program Sistem Manajemen Aset Pesantren (Simasetpes) untuk memudahkan madrasah dan pesantren dalam mendata dan mengelola aset mereka. Secara umum pengembangan program Simasetpes adalah untuk mendorong tata kelola pesantren yang efesien dan modern berbasis teknologi informasi.

“Diharapkan program tersebut juga dapat mengajak dunia pendidikan Islam dan pesantren untuk terus mengembangkan software serupa di masa mendatang,” kata Ketua Dewan Asatidz Pesantren Virtual Muhammad Niam dalam siaran pers, Kamis (18/2).

Pesantren Virtual Rilis Teknologi Manajemen Aset Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Virtual Rilis Teknologi Manajemen Aset Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Virtual Rilis Teknologi Manajemen Aset Pesantren

Simasetpes didistribusikan secara gratis menggunakan GNU General Public License. Demo program dapat diakses melalui alamat http://aset.pesantrenvirtual.com dengan user “admin” dan password “bismillah”. Program ini dibuat berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP, khususnya dengan menggunakan framework Codeigniter, yaitu framework PHP yang sangat populer di kalangan pemula.

Muhammadiyah Asli

Secara substansi program ini memberikan fasilitas standar untuk pengelolaan aset, seperti darimana aset diperoleh, berapa harganya, kapan diperoleh, bagaimana kondisinya, siapa penanggung jawabnya dan dimana lokasinya. Program juga dilengkapi fasilitas untuk mencetak label barang dan mencetak Kartu Inventraris Ruang atau KIR.

Muhammadiyah Asli

“Banyak pesantren yang belum melakukan majemen aset dengan baik, padahal bantuan pemerintah untuk pesantren yang berupa aset sering didasarkan kepada data aset pesantren. Oleh karena itu Pesantren Virtual berniat membantu pesantren dalam mendata asetnya dengan mudah dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Niam.

Salah satu yang ingin ditekankan dalam program ini adalah kemudahaan dan penyederhanaan. Program ini disusun dengan pendekatan user friendly dan self explanatory, yaitu mudah bagi pengguna dan memberikan petunjuk mandiri sehingga memudahkan semua pihak untuk menerapkannya, bahkan tanpa training atau petunjuk khusus.

Sebelumnya Pesantren Virtual telah merilis program Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren (Simapes). Program tersebut telah mendapatkan sambutan positif dari kalangan pesantren di Indonesia. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Provinsi Jawa Tengah bahkan telah memfasilitasi Simapes agar dapat digunakan oleh pesantren-pesantren se-Jawa Tengah.

“Semoga program tersebut bermanfaat bagi lembaga pendidikan di Indonesia dan khususnya madrasah dan pesantren. Ke depan, Pesantren Virtual berkomitmen untuk mengembangkan program-program aplikasi praktis yang diperlukan pesantren-pesantren,” tutup Niam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan Muhammadiyah Asli

Selasa, 21 November 2017

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya

Wonosobo, Muhammadiyah Asli. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pondok pesantren siap menampung anak pengungsi Rohingya yang terpisah dari orangtuanya.

"Khusus bagi anak-anak yang terpisah dari orang tuanya atau bahkan orang tuanya sudah meninggal pondok pesantren siap menampung mereka," katanya di Pondok Pesantren Al Mubarok, Wonosobo, Selasa (26/5).

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Siap Tampung Anak Pengungsi Rohingya

Ia menuturkan banyak anak yang kehilangan orangtuanya selama berminggu-minggu mereka berada di perahu.

Muhammadiyah Asli

"Anak-anak yatim piatu itu kita didik di pondok pesantren, karena pendidikan itu hak mereka. Khusus untuk anak-anak, karena yang sudah dewasa tentu akan ada penanganan dengan opsi yang berbeda," katanya.

Muhammadiyah Asli

Pemerintah Indonesia, ia menyatakan, sudah berkomitmen membantu para pengungsi.

"Jadi kebijakan Presiden, pemerintah Indonesia, jelas ketika mereka sudah masuk wilayah Tanah Air maka demi kemanusiaan kita harus menyantuni mereka sebagai pengungsi," katanya.

"Dalam jangka darurat di depan mata adalah harus mengayomi mereka. Hal itu yang sudah dilakukan di Aceh," tambah dia.

Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR telah mengidentifikasi lebih dari 160 anak-anak telantar berusia di bawah 18 tahun. Beberapa bahkan lebih muda. “Bocah termuda yang kami temui berusia 10 tahun,” ujar Hendrik Therik dari UNHCR Indonesia, seperti dikutip dari situs The Wall Street Journal.

Anak-anak itu diselamatkan oleh para nelayan Aceh setelah perahu yang mereka tumpangi ditinggalkan oleh para awaknya.

Sekitar sepertiga imigran yang berada di Aceh adalah anak-anak. Di penampungan Kuala Cangkoi. lebih dari separuh anak yang diidentifikasi UNHCR terlantar, ujar Therik. Menurutnya lagi, 55 dari 135 anak di Kuala Langsa tanpa pendamping.(antara/mukafi niam) foto? Tatan Syuflana/Associated Press

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Syariah Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Rekam Jejak Sang Perusak

Dalam satu dasa warsa terakhir ini, pergerakan kaum Salafi-Wahabi di Indonesia begitu massif. Saat ini kita tidak sulit menjumpai lelaki yang berpenampilan “syaikh” dengan menggunakan  gamis  dan celana cingkrang, lengkap dengan cambang dan jenggotnya yang menggantung. Sementara yang perempuan, seluruh tubunya dibalut dengan kain, kecuali matanya. Busana tersebut memang menjadi ciri khas kaum Salafi-Wahabi. Sekilas kita menduga bahwa meraka adalah bagian dari kita. Lebih-lebih mereka selalu berkoar dan mengklaim diri sebagai satu-satunya representasi kelompok Ahlussunah wal Jama’ah. Jargon-jargon yang mereka teriakkan juga sangat islami,  misalnya “mari kembali kepada ajaran al-Quran dan Sunnah, tidak ada tempat meminta kecuali kepada Allah” dan sebagainya. 

Sekilas gerakan puritan mereka, terkesan sangat  islami, paling bertauhid, dan seterusnya. Tapi kita jangan silau, apalagi terjebak dalam kamuflase amaliah mereka. Mereka sesungguhnya adalah kelompok yang justru ingin mengikis habis amalan-amalan Ahlussunah wal Jama’ah versi NU khususnya dan umat Islam umumnya.

Rekam Jejak Sang Perusak (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekam Jejak Sang Perusak (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekam Jejak Sang Perusak

Buku ini mengulas rekam jejak sejarah “kelakuan” Salafi-Wahabi yang begitu ekstrem. Dikatakan ekstrem karena kelompok ini selalu memberi stempel kafir kepada umat Islam yang bertentangan dengan ajarannya.  Mereka “mengisolasi diri” dalam komunitasnya, karena mengangap najis orang lain yang tidak satu “akidah” dengan mereka. Mereka menganggap wajib memusuhi, bahkan memerangi orang di luar mereka, kendati dia orang tuanya sendiri.

Sesungguhnya, Muhammad bin Abdil Wahhab, --sang pendiri Wahabi—dan para pengikutnya mempunyai catatan hitam dalam lembar sejarah pergerakan mereka. Orang-orang yang suka tawassul, ziarah kubur dan sebagainya dinilainya sebagai ahli bid’ah, kafir dan syirik. Karena itu, darah mereka diangggap halal. Dalam prakteknya, kelompok Wahabi tak segan-segan membunuh orang yang dianggap kafir itu, kemudian hartanya diambil sebagai harta rampasan (Hal. 2). Bahkan, seorang hakim, Utsman bin Mu’ammir  dibunuh di dalam masjid usai shalat Jumat. Tidak hanya itu, istananya juga  dihancurkan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya lantaran dianggap mbalelo (Hal. 30).

Muhammadiyah Asli

Sejarah telah membuktikan betapa kejam prilaku Wahabi dalam menyikapi perbedaan dalam agama Islam. Tahun 1216 Hijriyah, Wahabi memasuki daerah Karbala untuk misi dakwahnya. Bukan berdakwah, tapi memerangi penduduk setempat karena dianggap melawan ajarannya. Mereka dengan sadisnya menghabisi orang-orang di pasar-pasar dan rumah-rumah. Hampir 1000 penduduk mati di tangan Wahabi. Hartanya juga dikuras.

Muhammadiyah Asli

Di tahun yang sama, Koka Makkah juga menjadi sasaran. Pasukan Abdul Aziz dan Utsman –tokoh Wahabi— memasuki Makkah tanpa peperangan. Meski masuk dengan damai, namun mereka juga masih memerangi penduduknya. Mereka mendatangi penduduk dari rumah ke rumah untuk dibunuh dan  diambil hartanya.

Mereka menetap di Makkah selama 20 hari karena sibuk menghancurkan masyhad-masyhad dan kubah-kubah makam setiap harinya. Tak ada satupun masyhad dan kubah yang tersisa. Semua diratakan dengan tanah (Hal. 42). Kubah makam, memang salah satu bangunan yang dinilai bid’ah oleh Wahabi

Sebenarnya, ajaran  Muhammad bin Abdil Wahhab –dedengkot Wahabi-- ketika itu banyak ditentang oleh umat Islam. Ayahnya sendiri, Syaikh Abdul Wahhab juga menentang keras ajaran yang dikembangkan anaknya. Konon, ia sudah mempunyai firasat buruk terhadap anaknya itu, yang ditengarai akan membawa kesesatan dan kerusakan pada umat. Kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdil Wahhab juga masuk di barisan utama penentang ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab. Ia membantah habis-habisan ajaran adiknya itu. Di antara bantahannya itu, ia tulis dalam kitab ash-Shawaiq  al-Ilahiyah fi  Radd ‘ala Wahhabiyah dan Fashl al-Khitab fi Madzhab Muhammad bin Abdil Wahhab dan sebagainya (Hal. 6).

Dalam perkembangannya setelah itu, ada 129 ulama kesohor dari madzhab empat yang menolak ajaran Wahabi. Dengan ratusan kitab, mereka menelanjangi doktrin yang diajarkan Muhammad bin Abdil Wahhab (Hal. 49).

Kendati demikian, Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya ramai-ramai mengingkari dan membantah kitab-kitab yang mementahkan doktrin mereka. Biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Nyatanya, sampai kini Wahabi tetap eksis, malah penetrasinya semakin meluas. Itu karena didukung oleh Kerajaan Arab Saudi. Di Indonesia, ajaran Wahabi yang dibawa oleh “santri-santri” Timur-Tengah bermetamorfosis menjadi Salafi.

Hanya gerakan Salafi di Indonesia, tidak seradikal di Arab Saudi dan negara-negara Timur-Tengah lainnya. Sebab, Salafi di Indonesia masih tergolong minoritas. Tapi kalau sudah menjadi kelompok menengah secara kuantitas, apalagi mayoritas, bukan tidak mungkin gerakan-gerakan ektrem dan kejam akan dipertontonkan Salafi. Rekam jejak Wahabi sebagai perusak ketenangan, kedamaian dan kerukunan antar umat Islam, sudah terbukti di daerah asalnya.

Buku ini patut dibaca oleh umat Islam yang menginginkan kedamaian dan menjunjung tinggi pluralitas agar bisa berhati-hati terhadap sepak terjang dan pengaruh Salafi. Ditulis dengan mengambil referensi kitab-kitab yang ditulis oleh tokoh Wahabi yang sudah insyaf atau sejarawan Wahabi, sehingga “kabar” mengenai radikalisme kekejaman Wahabi bisa dipertanggug jawabkan.

.

Judul: Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi, Sejarah, Doktrin dan Akidah

Penerbit: Khalista, Surabaya

Penulis: Achmad Imron R.

Cetakan: April 2014

Tebal: xxviii + 303 hlm.

Peresensi: Aryudi A. Razaq, kontributor Muhammadiyah Asli Jember

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pendidikan, Quote Muhammadiyah Asli

Kamis, 16 November 2017

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik

Solo, Muhammadiyah Asli -

Untuk pertama kalinya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik.Acara yang diselenggarakan di Gedung Fakultas Teknik UNU Surakarta, Sabtu (8/4), diikuti 30 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan.

Dalam sambutannya, Rektor UNU Surakarta Ahmad Mufrod Teguh Mulya memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pelatihan ini.

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Surakarta Didorong Hasilkan Karya Jurnalistik

"Kami berharap semoga tidak hanya berhenti pada pelatihan ini saja, tapi juga para peserta dapat menghasilkan karya tulisan," kata dia.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Dwi Santoso, menerangkan hasil dari kegiatan ini, para mahasiswa UNU dapat memiliki keterampilan tambahan, khususnya di bidang jurnalistik.

"Ke depan kami juga tengah mengupayakan berdirinya Lembaga Pers Mahasiswa di kampus UNU," imbuh Dwi.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan beberapa materi jurnalistik, antara lain motivasi penulis pemula, etika jurnalis, teknik membuat berita, dan kiat mengelola pers kampus.? (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli AlaSantri, Amalan, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Rabu, 08 November 2017

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, Muhammadiyah Asli - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

Muhammadiyah Asli

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

Muhammadiyah Asli

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Sholawat, Aswaja, Pendidikan Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock