Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip

Cirebon, Muhammadiyah Asli. Kepala Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Prof Muhammad Quraish Shihab mengingatkan bahwa perbedaan dalam penafsiran Al-Qur’an merupakan hal prinsip.

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip

Ia mencontohkan, baik Pesantren Darul Qur’an maupun Pusat Studi Al-Qur’an merupakan kedua lembaga yang sama-sama berbicara, mempelajari, dan memberi perhatian terhadap Al-Qur’an. Namun demikian, penafsiran keduanya bisa jadi berbeda.

“Al-Qur’an hammalatun lilwujuh (mengandung ragam pandangan). Itu mengajarkan kita untuk menyatakan bahwa bisa jadi kebenaran itu bermacam-macam,” kata Quraish Shihab pada acara Temu Alumni Baitul Qur’an di Pesantren Darul Qur’an Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Senin (8/1) malam.

Oleh karena itu, menurut mufassir Indonesia ini, seseorang tidak boleh mengklaim paling benar dalam penafsiran karena semuanya merujuk kepada Al-Qur’an.

Muhammadiyah Asli

Selain Habib Quraish Shihab, terdapat tiga ahli tafsir lain yang menjadi pembicara pada acara tersebut, yaitu Pengasuh Pesantren Darul Qur’an KH Ahsin Sakho Muhammad, Pengasuh Pesantren Dar At-Tauhid KH Husein Muhammad, dan Manajer Program di PSQ Mukhlis Hanafi. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 20 Februari 2018

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Nganjuk, Muhammadiyah Asli. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel dan Dusun Jati, Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin (10/4). Ia menyerahkan total bantuan senilai Rp153,9 juta untuk 5 korban meninggal dan kebutuhan logistik.

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Bantu Korban Longsor Nganjuk Rp153,9 Juta

Korban meninggal terdiri dari kakak beradik Donny (24) dan Bayu (14), Kodri (16), Dwi (18). Keempatnya merupakan warga Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Korban kelima adalah Paidi (55) warga Dusun Jati Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat longsor. Sebanyak lima orang menjadi korban tanah longsor, Ahad (9/4) di Dusun Dlopo, Desa Kepel.

Setiap korban meninggal mendapat santunan Rp15.000.000 sehingga total santunan yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp75.000.000. Mensos juga menyerahkan bantuan logistik untuk bencana alam Kabupaten Nganjuk senilai Rp78.976.285. Jadi total bantuan yang diberikan Mensos sebesar Rp153.976.285.

Muhammadiyah Asli

Tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Mensos didampingi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Danrem Madiun Kolonel Inf. Piek Budiyakto, Dandim 0810 Letkol Arh. Sri Rusyono, Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono serta Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus meninjau dapur umum yang dikelola TAGANA untuk menyiapkan logistik ? relawan dan tim pencarian korban.?

Rombongan kemudian bergerak ke Posko Bencana Alam dilanjutkan peninjauan lokasi longsor desa Kepel kecamatan ? Ngetos, ? Kabupaten Nganjuk.?

Muhammadiyah Asli

"Bapak, kami turut berduka cita atas meninggalnya anak Bapak. Ikhlas ya Pak, Insyaallah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah," kata Mensos kepada Aksan, orangtua Donny dan Bayu.

Bapak dengan tiga anak itu bercerita sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia mengaku keduanya bahkan belum berpamitan saat meninggalkan rumah. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu.?

"Donny ini dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya melihat longsor," ujar Aksan lirih.?

Usai menyerahkan bantuan rombongan bergegas menuju lokasi longsor. Meski sempat dicegah karena tingkat kerawanannya tinggi dan masih ada kemungkinan tanah bergerak, namun Khofifah tetap melanjutkan peninjauan dengan menggunakan motor trail. Mensos meyakini seeing is believing sehingga ketika akan menyiapkan sebuah keputusan dan tindakan, telah didasarkan pada realitas empirik di lapangan.?

"Apalagi ini lempengan gunung Wilis dari Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri sehingga masing-masing kabupaten ini betul-betul harus menyiapkan rencana tata ruang yang aman bagi warganya," ujar Mensos setelah meninjau bekas longsoran.?

Di akhir kegiatan, Mensos berkunjung ke rumah duka keluarga Aksan. Istri Aksan, Hartini tampak sangat terpukul kehilangan dua puteranya sekaligus. Mensos membacakan doa untuk Donny dan Bayu serta mendoakan agar keluarganya sabar dan ikhlas.

Sementara itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengungkapkan longsor pertama terjadi Sabtu (8/4) dengan lebar 252 meter dan panjang 202 meter. Pada Ahad (9/4) hujan mengguyur dengan intensitas ringan di Kecamatan Ngetos. Hujan ringan mengakibatkan tanah bergerak terjadi pada jam 11.00 WIB dan memperlebar area longsor sekira 310 meter, panjang 900 meter. Longsor menutupi aliran sungai serta merusak areal pertanian.?

Taufiqurrahman mengatakan tanah bergerak menimbun warga yang sedang melakukan aktivitas di area persawahan. Menurut keterangan saksi, korban meninggal Paidi sedang mencari rumput. Sedangkan empat korban meninggal lainnya sedang mengabadikan longsor.

Hingga Senin siang (10/4), sejumlah upaya telah dilakukan untuk melakukan evakuasi korban. Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh mitra dinas sosial terdiri dari TAGANA sebanyak 20 personil, Pendamping PKH sebanyak 130 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 20 orang dan 2 Pekerja Sosial.?

Sementara terkait bantuan permakanan TAGANA telah mendirikan dapur umum sementara tim dari Dinas Sosial Kabuoaten Nganjuk telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Aswaja, Ahlussunnah Muhammadiyah Asli

Rabu, 07 Februari 2018

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan

Oleh Mochammad Maksum Machfoedz

Teramat jelas digariskan tujuan diwajibkannya puasa Ramadlan: la’allakum tattaquun (QS 2-183), agar supaya kalian bertaqwa. Aneka stimulan melengkapi pencapaian tujuan dimaksud, mulai timulasi teknis yang mu’amalah dan hubungan antar-manusia sifatnya, stimulasi ubudiyah dengan aneka asesori ibadah puasa, sampai stimulasi fundamental berkait dengan mentalitas-kejiwaan manusia, urusan character building mendasar.?

Salah satu stimulasi fundamental adalah kemutlakan perintah: I’diluu huwa aqrabu li at-taqwa (QS 5-8), berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Kewajiban memenuhi karakter keadilan tercermin dari kalimat perintah yang absolut sifatnya bagi siapa saja: i’diluu. Begitu absolutnya, sampai lebih 30 kali kata adil diungkap dalam Al-Qur’an, dan bisa disimpulkan dalam QS 16-90: innallaha ya’muru bi al-‘adl, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil; dan ? QS 7-29: qul amara Robbi bi al-qishth, katakanlah ”Tuhanku menyuruhku berlaku adil’.

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momentum Spiritualisasi Keilmuan

Relasi antara penegakan keadilan dan mutu ketaqwaan, dengan demikian menjadi ikatan keharusan yang menyatu dan tidak bisa disempal-sempal ketika dikehendaki siapa saja yang ingin menggapai tujuan puasa Ramadlan. Penegakan keadilan dalam kolektifitas, bermasyakat dan berbangsa juga begitu pentingnya: walau ‘ala anfusikum aw al-walidaini wa al-aqrabiin, in yakun ghaniyyan au faqiiraa (QS 4-135), meskipun terhadap diri sendiri, atau orangtua dan kerabat, kaya maupun miskin.

Begitu pentingnya keadilan dan penegakannya, sampai-sampai sebuah kitab mensarahi ajaran Imam Ibn Qayyim dengan menyimpulkan bahwa: laa tashluhu ad-dun-ya wa al-akhirah illa bi al-‘adl, tidak akan pernah ada kedamaian di muka bumi dan akhirat nanti, kecuali berlandaskan keadilan.

Muhammadiyah Asli

Pentingnya relasi perilaku adil sebagai karakter utama ketaqwaan, dengan demikian menjadi materi yang pantas direnungkan dalam Puasa Ramadlan. Kesiapan menjalaninya tidak lagi semata didasarkan atas kesempurnaan hubungan antar-sesama dalam urusan kemanusiaan dan mu’amalah, serta tidak hanya dilengkapi dengan aneka asesori ibadah seperti tarawih, shalat malam, tadarrus, dan sejenisnya. Akan tetapi, pada saat yang sama dilandasi pula oleh kesiapan berrevolusi mental, berlaku adil dan menegakkan keadilan bagi siapa saja.

Dalam konteks inilah kiranya, perilaku adil yang harus lempeng dan tegak lurus, setimbang, moderat dan menengah, tidak mirang-miring, dan menghargai orang lain, i’tidal-tawasuth-tawazun-tasamuh, bisa dihayati maknanya untuk tidak memungkinkan maraknya rasa benar sendiri, radikalisasi, dan apalagi munculnya aneka gratifikasi.?

Tidak bisa dipungkiri bahwa jabaran dari rasa keadilan tersebut dalam konteks kemasyarakatan dan kebangsaan akan memperkaya bangsa ini melalui puasa Ramadlan, dengan ajaran karakter mendasar al-akhlaq al-karimah dalam urusan berbangsa yang dibingkai dalam mabadi’ khaira ummah: ash-shidiq al-amanah al-‘adalah at-ta’awun al-istiqamah, jujur-amanah-adil-gotongroyong-konsisten, lima karakter dasar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia yang beradab.

Pertimbangan pentingnya keadilan itu pula yang kemudian mentradisikan peringatan penegakan keadilan sebagai penutup khuthbah Jum’at semenjak pemerintahan Umar bin Abdul Aziz yang berkuasa dari 717 M sampai 720 M. Pemerintahan berkeadilan Umar menjadi melegenda bukan hanya karena telah berhasil menggeser khothbah dengan tradisi cacimaki selama 60 tahun sebelumnya menjadi seruan keadilan. Umar telah berhasil pula membangun peradaban pemerintahan berkeadilan.

Tentu bukanlah sekedar kerinduan terhadap sejarah Umar, ketika seruan keadilan cicit Umar bin Khatthab ini senantiasa menggelora dalam khutbah sampai kini, dibanding seruan lainnya. Efektifitasnya tentu perlu dibangun melalui gerak-langkah berkeadilan, untuk bisa lebih ngefek, dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat sebagaimana dicontohkannya.

Muhammadiyah Asli

Adalah sebuah tantangan bagi keberadaan program studi humaniora dengan aneka pendekatan keilmuannya untuk menterjemahkan cita-cita dan amanat spiritual keadilan. Sudah tiba waktunya untuk mempertanyakan eksistensi keilmuan hukum ketika ketidak-adilan justru kini menjadi raja-diraja. Tantangan yang sama juga dilontarkan serius bagi keilmuan humaniora lainnya, termasuk ilmu filsafat, sosiologi, psikologi, komunikasi, sampai ilmu pendidikan usia dini ketika dekadensi moral justru menjadi-jadi. Perihal yang sama muncul pula sebagai tantangan ilmu ekonomi, dalam terapan ilmu pembangunan, managemen dan akuntasi, yang kini semakin eksploitatif dalam perekonomian.

Krisis ekonomi dan keserakahan akan sumberdaya alam sepenuhnya mulai dari sini. Resource Accounting, Ilmu Akuntansi Sumberdaya dalam menjawab peringatan Allah urusannya dengan kemerosotan dan kerusakan sumberdaya alam masih sangat tidak memadai karena kontaminasi kepentingan jangka pendek dan politisasi. Kemerosotan ini berakibat pada takrif-takrif palsu ekonomi pembangunan dengan segala kebodohan indikator pilihannya yang tidak mencerminkan kemashalatan, jikalau tidak boleh dikatakan justru memicu rusaknya lingkungan hidup.?

Mudah sekali dilihat begitu banyaknya kebijakan tanpa spiritualitas memadai, sampai anti spiritualitas. Hingar bingar liberalistik yang menghamba pada kapitalistiknya ilmu kerekayasaan, melalui berkembang pesatnya ilmu dan teknologi informatika, elektronika, sistem informasi, industri, mekanika dan aneka ilmu keteknikan, sampai keilmuan pangan dan agroindustri, berdalih sangat mulia dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi ekonomis. Keilmuan ini jelas sekedar jabaran atas Firman-firman Kauniyyah yang tak terbantahkan. Akan tetapi, apa jadinya ketika nihil basis spiritualitas? Semuanya akan berujung kecongkakan akademik, dan ulah eksploitasi, bukan kemajuan kemashlahatan, tetapi penyebaran kemiskinan yang melawan Firman Tuhan.

Sebagai ilustrasi akademis bisa diangkat kebidangan yang disebut terakhir: pangan dan agroindustri, yang sangat terkait dengan ibadah puasa Ramadlan pada hari ini. Simpati dan empati terhadap segala keterbatasan dalam pemenuhan pangan sebagai kebutuhan dasar, basic need, merupakan salah satu esensi yang melandasinya. Puasa, menahan diri dari makan-minum, merasakan lapar dan dahaga, meski baru merupakan keutamaan manusiawi tingkat awal, membuahkan keutamaan berikutnya sebagai refleksi kepedulian antar sesama, ketaatan ilahiyah tiada tara, sampai kesyukuran paripurna atas segala kebesaranNya. Bukan sekedar simbolisasi.

Kelaparan merupakan keseharian keadaan sang papa, saudara-saudara kita yang sedang tidak beruntung, fakir-miskin sekitar kita. Telah menjadi tanda-tanda zaman, bahwa dalam masyarakat materialistis, sikap abai kalangan luas cenderung mempersalahkan mereka sebagai pecundang akibat kalah perang ekonomis dengan kemenangan para pemilik modal, aghniya’, dalam rivalitas ekonomis dan teknologis. Sungguh asumsi nir-spiritualitas yang memprihatinkan kita semua.

Asumsi itu salah besar karena Islam justru memberikan kasih-sayang sempurna bagi fakir-mikin. Eskalasinya tercermin dalam puasa Ramadan dengan aneka ritual dan peringatan membayar zakat. ? Hakekatnya, sebagian dari harta kekayaan aghniya’ adalah hak fakir-miskin, bukan hak si kaya. Karena itu, harus dibersihkan dan disucikan, tuthahhirukum wa tuzakkiihim biha (QS. 9: 103).?

Secara khusus, pelembagaan zakat fithrah sebagai kepedulian pangan sesama bahkan tidak terpisahkan dari kesempurnaan puasa untuk menggapai maghfirah dan ketaqwaan, sebagai jaminan kembalinya manusia kepada kesucian, al-fithr. Hal ini ditunjukkan dengan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah untuk setiap jiwa muslim yang mampu, dan harus dibayarkan ? qabla ash-shalah, sebelum shalat Iedul Fitri. Begitu hadits Nabi menyebutkan. Hak atas pangan harus dibayarkan ketika menginginkan kembali ke kesucian, iedul fitri. Untuk hak ini, ijinkan untuk menyebut Ramadlan sebagai Bulan Pangan, syahru ath-tha’am. Bukan menyebutnya ? bulan badhogan bagi abdul buthun.?

Fakta yang dipaparkan mensiratkan besarnya perhatian Islam terhadap hak atas pangan. Tata sistemnya pun dengan demikian harus berbasis kedaulatan, sebagaimana tercermin dalam kepedulian Muhammad terhadap urusan pangan yang sangat istimewa, seperti disabdakan: an-nasu syuraka-u fii tsalatsin: al-mau wa al-kala-u wa an-nar, manusia berserikat dalam tiga perkara: air, tetumbuhan dan api. Berserikat, syurakaa’, mensiratkan bahwa kekuasaan dan kedaulatan urusan ini berada di tangan rakyat, untuk ? sebesar-besarnya kepentingan manusia sebagai kolektifitas, dan pantang eksploitatif.?

Perhatian Allah tentang hak atas pangan, bahkan ditunjukkan dengan menyebut pendustaan agama, yukaddzibu bi ad-din (QS. 107: 1-3), termasuk mereka yang: laa yakhuddlu ala thaami al-miskin, tidak mengajak memberi makan fakir-miskin. Tafsir Qurtubi menyebut makna utama ayat ini: isyaratun ala annahu la yuthimu al-masakin idza qadara, mengisaratkan mereka yang tidak memberi makan ketika mampu.

Banyak pihak menjabarkan ayat ini lebih dari sekedar urusan pangan, tetapi pangan dan perekonomian umumnya. Surat al-maun ini menjadi inspirasi para pemimpin terdahulu, seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan syirkah muawwanahnya (gerakan koperasi), yang beliau kembangkan jauh hari sebelum NU dideklarasikan berdirinya oleh beliau.

Begitulah ketakwaan mensyaratkan tumbuhnya kepedulian sosial, mengamanatkan bahwa sebagian rejeki ? harus dinafkahkan (QS. 2: 2), kepada yang berhak, dalam keadaan lapang maupun sempit (QS. 3: 134), agar gini rasio tidak njomplang, serta supaya aset ekonomi tidak terkonsentrasi kepada segelintir orang kaya, kay la yakuna duulatan baina al-aghniyai minkum (QS. 59: 7).

Semoga kita beroleh rahmat untuk lebih manusiawi, semakin peka terhadap mereka yang lemah, terlebih yang paling tersingkir dalam pembangunan, , untuk kemajuan perekonomian bersama. ? Jauhkanlah kami semua ya Allah, untuk tidak justru menari-nari bagai burung bangkai, di atas kelemahan mereka yang sedang tidak beruntung, naudzu billaah..

Sungguh sebagai ilmuwan dan ilmuwan muda, mahasiswa-mahasiswi, sekelumit contoh yang menggambarkan betapa hinanya para ilmuwan, yang sehebat apapun, ketika tidak dilandasi kesiapan spiritualis sudah pasti akan keblinger, akan menjadi the most disadvantaged people, tidak mampu berlaku adil dan tidak bakal masuk dalam kategorisasi Allah sebagai ilmuwan yang ulama’.?

Kedalaman spiritualitas Ramadlan dengan segala paket ibadahnya, menempa kita semua, sebagai civitas akademika untuk insya Allah menjadi lebih komplit ketika tidak semata didukung rasa takut kepada Allah karena berbagai kealpaan hidup yang kita lakukan (khauf), akan tetapi didukung rasa takut nuraniah yang paling dalam kepada Allah, min khasyyatiLlah, yang dilandasi kesadaran, cinta dan penghormatan tulus kepada Allah SWT sebagai Yang Maha Agung, Maha Kuasa dengan segala kekuatannya, dan Maha Tahu dengan kesempurnaan ilmunya.

Rasa takut seperti ini terwujud, menggabungkan penafsiran Shobuni dan Ibn Katsir, liannahum ya’rifunahu haqqa ma’rifatihi li al-‘adlim al-qadiir atam, wa al’ilmi bihi akmal, karena para alim menghayati setulusnya akan keagungan, kesempurnaan kekuasaan, dan tidak terbatas keilmuan Allah.?

Attribut nuraniah khasyyatullah inilah karakterisasi Allah terhadap para ilmuwan yang memiliki basis spiritualitas: innamaa yakhsya Allaha min ibadihi al-ulamaa (QS 35: 28), sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah para alim. Signifikansi sosok ini ditegaskan pula dengan: wa hum min khasyyatihii musyfiquun (QS 21:28), dan karena rasa takutnya kepada Allah, mereka senantiasa berhati-hati.

Semoga Allah berkenan memberikan hidayah, sehingga kita semua tidak akan sekadar menjadi civitas akademika UNUSIA, tetapi civitas akademi yang sekaligus menghayati khasyyatullah, insya Allah.***

Penulis adalah Wakil Ketua Umum PBNU dan Rektor UNU Indonesia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Cerita, Tokoh, RMI NU Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Syaiful Bahri Anshori terpilih kembali sebagai Presiden Konfederasi Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) untuk masa khidmah 2016-2021. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Akbar V Konfederasi Sarbumusi di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Kemenaker RI, Jalan Raya Lembang, Bandung, Ahad (30/4) siang.

Alhamdulillah kita menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Saya mohon maaf atas masalah teknis dalam penyelenggaraan kongres ini. Semoga Sarbumusi ke depan menjadi lebih maju digerakkan oleh pengurus yang menginginkannya maju,” kata Syaiful Bahri Anshori dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Konfederasi dalam sidang Kongres Sarbumusi.

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaiful Bahri Ansori Kembali Pimpin Sarekat Buruh NU

Syaiful Bahri sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Umum Sarbumusi masa khidmah 2010-2015.

Muhammadiyah Asli

Salah seorang ketua federasi Sarbumusi yang memimpin sidang ini Muhit Effendi mengatakan bahwa tim formatur dibentuk terlebih dahulu. Tim formatur berjumlah sembilan orang termasuk Presiden terpilih Konfederasi Sarbumusi.

“Delapan orang terdiri atas pengurus DPW dan Sarbumusi utusan luar negeri, dan satu dari DPP. Formatur menyusun kepengurusan selambat-lambatnya satu bulan,” kata Muhit Effendi yang menyimpulkan hasil musyawarah peserta kongres.

Muhammadiyah Asli

Sementara revisi draf sidang komisi organisasi dan rekomendasi akan diselesaikan oleh tim finalisasi yang terdiri atas pengurus baru Konfederasi Sarbumusi. Mereka akan bekerja menyelesaikan revisi paling lambat 50 hari setelah kongres.

“Saya mohon maaf dan terima kasih kepada peserta kongres. Semoga kekurangan-kekurangan di kongres ini menjadi catatan bagi kami ke depan. Alhamdulillah kongres ini berjalan baik dengan mengakomodasi aspirasi semua peserta kongres,” kata Ketua panitia kongres Sarbumusi Jazim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Pendidikan, AlaSantri Muhammadiyah Asli

Kamis, 25 Januari 2018

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah banyak dikaji di Mesir, Turki, dan Iran. Disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini belum mendapat perhatian serius di pesantren maupun perguruan tinggi Islam di Indonesia.Satu lagi kitab langka karangan ulama Nusantara yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu sharaf): “Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’d al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani”, karangan Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi (w. 1324 H/1906 M), cucu sekaligus murid Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi.

Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar panjang) atas syarh (penjelasan) al-Taftazani (w. 792 H/ 1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 655 H). Ketiganya (baik matn, syarh, atau pun hasyiah) sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf. Tadrij al-Amani untuk pertama kalinya dicetak di Maktabah ‘Isa al-Babi al-Halabi di Kairo pada tahun 1348 H (1929 M), atau 23 tahun selepas kewafatan sang pengarang (Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi).

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Menimbang nilai penting kitab ini, ia pun banyak dikaji dan disunting (dirasah wa tahqiq) oleh banyak cendikiawan, sekaligus mengalami cetak ulang berkali-kali di berbagai negara Muslim (bukan hanya di negara Arab), seperti di Iran (Kitabkhane Arumiye, Qum, 1338 H; Kitabkhane Farus, Qum, 1994 M; Dar Zain al-‘Abidin, Qum, 2015 M), dan juga di Turki (al-Maktabah al-Hanafiyyah, Istanbul, tt; Maktabah Saida, Diyarbakir, 1436 H; Dar Nûr al-Shabah, Istanbul, 2015 M).

Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi menghimpun dan mensarikan kajian-kajian terpenting dalam ilmu sharaf, memilih teori sintaksis paling baik, sekaligus menyortir pendapat paling akurat. Karena itulah, dalam halaman akhir versi cetakan edisi pertama kitab tersebut (al-Halabi, Kairo, 1929 M), disebutkan bahwa: “kitab ini sangat kaya materi, lugas bahasanya, menghimpun kajian-kajian penting yang banyak terpisah dan tercecer dalam bidang ilmu ini (sharaf/ sintaksis Arab), disertai catatan dan analisa yang tajam, yang menunjukkan akan banyaknya membaca (sang pengarang), luhur ilmunya, dan luas wawasannya”.

Muhammadiyah Asli

Terdapat lima kitab penting ilmu sharaf yang dijadikan rujukan utama Syaikh Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi dalam menulis karyanya ini, yaitu (1) Hasyiah al-Nashir al-Laqqani ‘ala Syarh al-Taftazani, (2) Syarh al-Manshûr al-Thablawi ‘ala Tashrif al-Zanjani, (3) Syarh al-Fushûsh karangan Syaikh Nawawi al-Bantani, (4) Hasyiah al-Dadah Junki ‘ala Syarh al-Taftazani (Dede Cun, ulama Turki-Ottoman), dan (5) Hasyiah al-‘Allamah Qasim al-Ghazzi ‘ala Syarh al-Taftazani.

Muhammadiyah Asli

Dalam asumsi saya, karya ini ditulis tak lama setelah kewafatan Syaikh Nawawi Banten (w. 1316 H/ 1898 M), kakek sekaligus guru dari Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi. Ketika menyinggung rujukan ke-3, yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “yang mana zaman pun menangis karena kepergiannya, dan ‘arasy al-Mannan pun terguncang karena kematiannya, seorang alim pada masanya, kebanggaan abadi; guruku sekaligus teladanku, al-Marhûm Syaikh Muhammad Nawawi ibn al-Marhûm Syaikh ‘Umar al-Jawi al-Bantani al-Tanari”.

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah (catat: telah) banyak dikaji, disunting, dan diterbitkan di pelbagai negara Muslim (Mesir, Turki, dan Iran). Yang justru disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini justru belum (catat: belum) mendapat perhatian serius (baik inventarisasi naskah kitab, kajian, suntingan, dst) dari sesama anak bangsanya (Nusantara) dan anak kalangannya (santri).

Padahal, dalam kata pengantar kitab ini, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “aku menjadikan kitab ini sebagai pengingat bagiku, juga bagi anak-anak sebangsaku, untuk memudahkan memahami Syarh al-Taftazani atas Matn Tashrif al-Zanjani”.

Kenyataan di atas tentu sangat pahit dan membuat sesak dada kita.

Selain mengarang Hasyiah Tadrij al-Adani, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi juga mengarang al-Aqwal al-Mulhaqat ‘ala Syarh al-Waraqat dalam bidang uhsul fikih. Kitab ini masih berupa naskah-manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kementrian Wakaf Saudi Arabia di Mekkah. Naskah-manuskrip tersebut menunggu sentuhan tangan “santri-filolog” dari Nusantara, tanah air dan bangsa dimana Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi berasal, untuk segera mengkaji dan menyuntingnya (dirasah wa tahqiq). (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 20 Januari 2018

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pemilik sebuah kafe shisha berbasis di New York telah mengklaim bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kelompok militan telah memberikan "reputasi buruk" untuk bisnisnya - ISIS Hookah Lounge.?

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Sama Nama, Kafe Shisha “ISIS” Kena Dampak Buruk

Michil Gadalla, seorang Kristen Koptik Mesir, membuka kafe shisha pada tahun 2010, penamaan itu diberikan setelah ia jatuh cinta dengan seorang gadis Mesir yang tahun yang lalu, menurut New York Daily News yang dikutip oleh al arabiya.?

Tapi dalam beberapa bulan terakhir, setelah ketenaran dari kelompok ekstremis yang berbasis di Timur Tengah tumbuh, ISIS Hookah Lounge telah mendapat perhatian luas dari pejalan kaki yang terkejut atas afiliasi insidentilnya.?

Muhammadiyah Asli

"Mereka adalah teroris - orang yang mengerikan," kata Gadalla kepada Daily News. "Mereka memberikan reputasi buruk untuk bisnis saya."?

"Suatu hari aku pergi ke sini dengan putri saya 16 tahun dan ia melihat tanda itu dan ia mengatakan sebuah umpatan," kata seorang pelanggan koran.?

Muhammadiyah Asli

‘Waktu yang buruk’?

"Anda melihat itu dan mulai berpikir, Mengapa disebut itu? .. Hanya saja waktu yang buruk, saya kira," tambah seorang pejalan kaki.?

Namun, Gadalla – diluar pendapatan $ 3.000.000 per hari yang dinikmati ISIS - mengatakan bahwa mengubah nama café akan menjadi terlalu mahal.?

"Perlu biaya $ 8.000 hanya untuk mengubah tanda," katanya.?

The ISIS Hookah Lounge bukanlah satu-satunya bisnis yang mendapat kecaman atas konotasi ekstremisnya.?

Awal bulan ini, perusahaan pembayaran berbasis ponsel di AS, Isis, resmi berubah nama menjadi Softcard, sebagai proses penyelesaian untuk menjauhkan diri dari kelompok militan tersebut.?

"Kami tidak memiliki keinginan untuk berbagi nama dengan grup ini dan kita menjauh dari mereka yang terkena dampak kekerasan ini," kata kepala eksekutif Michael Abbott dalam sebuah pernyataan.?

Korban lain adalah ISIS Mag, majalah rambut dan kecantikan yang berbasis di London untuk wanita keturunan Afrika, yang baru saja mengubah logo mereka sehingga "Mag" jauh lebih menonjol dalam judul.?

"Kami mulai mendapatkan pesan dari halaman Facebook kami bahwa kita adalah bagian dari organisasi teroris, jadi saya berkata kepada mitra bisnis saya kita harus mengubah citra," Linda Graham, pendiri ISIS Mag, kepada Russia Today. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Kamis, 18 Januari 2018

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, Muhammadiyah Asli. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

Muhammadiyah Asli

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

Muhammadiyah Asli

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh, Daerah Muhammadiyah Asli

Rabu, 17 Januari 2018

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul

Bagi orang yang memiliki hobi mengumpulkan berbagai macam cindera mata dan pernak-pernik, ada baiknya menambah koleksinya dengan batu akik. Yaitu batu mulia yang memiliki warna yang indah dan elok dipandang. Hal ini tidak semata karena fungsinya sebagai perhiasan, tetapi juga nilai kesunnahan yang terdapat di dalamnya.?

Dalam fatawi Ibnu Hajar al-Haytami al-Kubro diterangkan bahwa terdapat beberapa hadits yang menerangkan hikmah penggunaan cincin dengan batu akik yang dapat mendatangkan berkah dan menghindarkan diri dari kefaqiran. Karena sesungguhnya mereka yang memakai cincin berbatu akik senantiasa menikmati keindahan.

Bahkan dalam satu hadits dhaif diterangkan bahwa batu yaqut warna kuning dapat mencegah pemakainya dari penyakit sampar (tha’un). Namun mengatasi batu akik itu sendiri yang terpenting adalah memakai cincin, meskipun cincin tanpa batu.Demikianlah keterangan lengkapnya:

وورد التختم بالعقÙ? Ù‚ أحادÙ? Ø« Ù…Ù? ها Ø£Ù? Ù‡ Ù? Ù? فى الفقر وأÙ? Ù‡ مبارك وإÙ? Ù…Ù? تختم به لم Ù? زل Ù? رى Ø®Ù? را وكلها لم Ù? ثبت Ù…Ù? ها Ø´Ù? ئ كما قاله الحفاظ وورد بسÙ? د ضعÙ? ف Ø£Ù? التختم بالÙ? اقوت الأصفر Ù? Ù…Ù? ع الطاعوÙ? وبما تقرر Ù…Ù? Ø£Ù? الفص تارة Ù? كوÙ? Ù…Ù? الخاتم وتارة Ù? كوÙ? Ù…Ù? غÙ? ره Ù…Ù? قولهم السابق Ù? جوز لبس الخاتم وإÙ? لم Ù? ÙƒÙ? فص...

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Cincin, Batu Akik dan Sunnah Rasul

?

Redaktur: Ulil Hadrawy ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Warta, Tokoh Muhammadiyah Asli

Minggu, 14 Januari 2018

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Pati, Muhammadiyah Asli

Harta wakaf harus diproduktifkan supaya banyak manfaat yang bisa diambil. Poin utama wakaf adalah intifa (mengambil manfaat). Jika wakaf tanah yang dibangun di atasnya masjid, maka masjid tersebut harus dikelola secara produktif untuk shalat jamaah, tadarrus al-Quran, mengaji ilmu agama, musyawarah urusan umat, dan lain-lain.

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Wakaf di Indonesia 11,4 Triliun Per Tahun

Demikian pesan KH M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Tayu dalam Seminar Wakaf Produktif yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Jawa Tengah, Senin (30/5), di Aula Ipmafa Lantai 2, Pati.

“Jika masjid kosong, tidak digunakan untuk jamaah, tadarrus al-Quran, dan lain-lain, maka nilai kemanfaatannya tidak ada dan orang yang wakaf (waqif) tidak mendapatkan pahala yang menjadi tujuan wakaf,” ujarnya di hadapan forum yang terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Pati ini.

Muhammadiyah Asli

Begitu juga, lanjut Kiai Aniq, jika seseorang mewakafkan tanahnya yang dikelola dan keuntungannya untuk kemaslahatan masjid, maka tanah tersebut harus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan pendapatan yang besar untuk memakmurkan masjid. Misalnya, tanahnya ditanami pepaya, pisang, atau sejenis, lalu dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan produk yang laris dijual yang uangnya diberikan kepada masjid untuk mengembangkan masjid.

Dalam wakaf, shighat memegang posisi kunci, seperti waqaftu hadza ala al-masjidi (saya mewakafkan harta ini kepada masjid). Namun, untuk mengamankan posisi wakaf, aspek administrasi dan sertifikasi penting dilakukan supaya tidak terjadi perselisihan dan persengketaan di kemudian hari, bahkan sampai berujung ke pengadilan. Melihat pentingnya wakaf ini, orang yang akan mewakafkan tanahnya di masa mendatang bisa melakukan washiyyah bil waqfi (wasiat wakaf), namun proses sertifikasi tanahnya bisa segera dilakukan sekarang supaya aman dari fitnah.

Muhammadiyah Asli

Empat tugas nadhir wakaf



Supaya nadhir wakaf yang berkewajiban mengelola harta wakaf mampu mengelola wakaf secara produktif, maka menurut KH. Muslihan dari Badan Wakaf Indonesia dan Penyelanggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Pati, nadhir wakaf harus menerapkan manajemen profesional. Manajemen professional dilihat dari aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (controlling).? ?

Ia menjelaskan, ada empat tugas nadhir wakaf. Pertama, melakukan proses administrasi harta wakaf secara tertib. Kedua, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya. Ketiga, mengawasi dan melindungi harta benda wakaf. Keempat, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Empat tugas nadhir ini harus dilakukan secara maksimal supaya potensi besar wakaf bisa dikelola secara produktif.

Di Indonesia, lanjut Muslihan, dengan asumsi umat Islam yang akan berwakaf 5 persen dari 190 juta, sekitar 9,5 juta jiwa, maka jika masing-masing mengeluarkan wakaf Rp 100.000 setiap bulan, maka akan terkumpul Rp 950 miliar per bulan dan Rp 11,4 triliun per tahun. Dana sebesar itu sangat bermanfaat bagi kemaslahatan umat untuk program pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa berprestasi, dan pemberikan kecakapan hidup (life skills) kepada kaum pengangguran di negeri ini.

Melihat potensi besar wakaf ini, Muslihan mendorong Program Studi Zakat Wakaf Ipmafa Pati supaya menjadi garda depan gerakan sadar wakaf dengan melahirkan amil zakat dan nadhir wakaf yang jujur, akuntabel, komunikatif, dan visioner.

Jamal Mamur Asmani selaku Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa menyatakan siap menjadikan Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA sebagai pionir gerakan sadar wakaf demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa. Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pati Bapak Mumu Mubarak menyatakan, MES Pati siap mendukung gerakan pembumian ekonomi syariah di Pati, termasuk gerakan sadar wakaf supaya nilai-nilai ekonomi syariah membumi di bumi nusantara dan dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat. Muhammad Fachrurrozi, selaku moderator mengatakan bahwa potensi wakaf yang besar ini harus disadari oleh masyarakat muslim supaya bisa dikelola secara profesional. (Red: Mahbib)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Ubudiyah, Tokoh, Quote Muhammadiyah Asli

Selasa, 02 Januari 2018

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Brebes, Muhammadiyah Asli. Dana desa (DD) senilai satu miliar rupiah pertahunnya dari program pemerintah yang dikomandoi Kementerian Desa PDTT turut membantu mewujudkan problem di desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Desa terluas dari 22 desa di Kecamatan Losari ini memberdayakan dana desa untuk program-program strategis di antaranya untuk normalisasi sungai, pembangunan saluran air, serta pengecoran dan pengaspalan jalan desa.

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

“Saya berusaha menyediakan jalan untuk pemberdayaan ekonomi warga lewat program pembangunan infrastruktur,” ujar Kepala Desa (Kuwu) Prapag Kidul Ella Sugiarto, Selasa (27/6) saat Muhammadiyah Asli berkunjung ke kediamannya.

Ella menilai, desa yang dipimpinnya saat ini selain mempunyai potensi ekonomi di bidang kelautan, juga mempunyai sungai yang lebar dan cukup strategis untuk kebutuhan pengairan para petani.

?

Muhammadiyah Asli

Desa ini terletak tepat di pantai utara Laut Jawa. Namun sebagian warga juga memanfaatkan lahan untuk pertanian. Sehingga daerah ini satu-satunya desa yang warganya mempunyai dua mata pencarian, petani dan nelayan di Kecamatan Losari.

“Saya menyusun program berdasarkan problem yang saat ini mendera warga. Jalan desa saya rapikan semua, termasuk sungai, setelah dikeruk ke depan dinormalisasi,” jelas Kades yang masih cukup muda ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut pria bergelar sarjana ekonomi ini, pelaksanaan program dari dana desa membantu dalam pencairan dana desa tahap selanjutnya. Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat desa agar pemberdayaan ini setiap tahunnya dapat menyejahterakan warga.

Program pembangunan saluran ini disambut baik oleh warga desa karena mereka selama ini hanya mengandalkan musim penghujan (sawah tadah hujan) untuk memulai aktivitas bertani.

Program ini memastikan petani di desa yang terletak 2,7 kilometer dari bibir pantai Laut Jawa ini dapat bertani sepanjang musim. Begitu juga program perapian infrastruktur jalan yang sangat membantu nelayan dalam distribusi pemasaran hasil laut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Amalan, Budaya Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Aspek kemandirian ekonomi menjadi salah satu fokus utama dalam perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 23-27 November 2016. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Muslimat NU menggelar Expo dengan merangkul para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Dalam Expo yang diikuti oleh 100 para pelaku usaha itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa setiap even nasional, Muslimat NU senantiasa berusaha mewadahi para pelaku usaha.?

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Expo Kongres Muslimat NU, Membangun Kemandirian Ekonomi

Hal ini bertujuan agar antara pedagang dan pembeli bertemu dalam satu wadah. Interaksi ini sifatnya berkelanjutan karena masyarakat akan mengetahui produk-produk kreatif berkualitas dari berbagai daerah.

“Expo yang kita bangun dalam setiap even nasional ini untuk penguatan ekonomi. Di sini wadah pertemuan antara penjual dan pembeli,” ujar Khofifah saat membuka Expo Kongres Muslimat NU, Rabu (23/11) lalu.

Muhammadiyah Asli

Perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini juga menerangkan, Expo juga mampu memberikan efek positif bagi kemitraan di antara para pengusaha di berbagai level. Pengusaha menengah atas bisa meneteskan kesuksesannya kepada para pengusaha yang baru merangkak naik.

“Istilahnya trigel down effect, meneteskan kesuksesan,” jelas Menteri Sosial RI ini.

Ada banyak produk kreatif dalam pergelaran Expo Kongres Muslimat ini diantarnya Batik khas daerah, berbagai pernak-pernik dan aksesoris, busana muslim berbagai model, kosmetik, produk asuransi, serta makanan dan minuman kesehatan.

Sementara itu, Koordinator Expo Kongres ke-17 Muslimat NU, Hj Syarifah Noor Hidayah menjelaskan, dari 100 peserta yang membuka stan di Expo Kongres, ada sekitar 15 PC Muslimat ditambah koperasi primer yang buka setiap harinya dari pukul 09.00-21.00 WIB.

“Dari 100 peserta yang ikut ada 15 PC plus koperasi primer. PC masih didominasi DKI karena petimbangan jarak serta biaya pengiriman barang. Untuk mitra kerja di antaranya Avrist Assurance, Wardah dan Penara,” terang Syarifah.

Muhammadiyah Asli

“Ada juga produk unggulan dari PC Muslimat NU Magetan,” tambah perempuan yang juga ketua Bidang Ekonomi, Koperasi dan Agrobisnis PP Muslimat NU tersebut.

Selama tiga periode (2000-2016) dipimpin Khofifah, Muslimat NU berkembang cukup pesat. Di bidang kesehatan memiliki 144 panti asuhan, 108 klinik dan sekarang sedang dikembangkan klinik hemodialisis (cuci darah).

Lalu di bidang pendidikan, memiliki 9.900-an TK/RA (Raudhatul Athfal), 6.600 PAUD dan 15.600 TPQ.

Begitu pula di bidang ekonomi, hingga kini di Indonesia baru ada tiga induk koperasi wanita yakni Inkowapi milik Iwapi, Ikopwan milik Kowani dan Inkopan (Induk Koperasi Annisa) milik Muslimat NU. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Ubudiyah, Quote Muhammadiyah Asli

Kamis, 28 Desember 2017

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

Bandarlampung, Muhammadiyah Asli



Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI di Kota Bandarlampung, Lampung akan menggelar Masyirah Panji Rasulullah pada Ahad 16 April 2017.?

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Akan Tindak Jika Pawai HTI Bawa Simbol Anti-NKRI

Kapolda Lampung Irjend Pol Sudjarno menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan jika dalam kegiatan HTI tersebut terdapat bendera atau simbol yang tidak seideologi atau anti-NKRI.

"Terima kasih kepada GP Ansor dan Banser serta warga NU yang sudah bersama-sama kami menjaga NKRI," ungkapnya saat menemui Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Lampung beserta jajaran, Rabu (12/4).

Kepolisian berharap agar semua elemen tidak melakukan hal-hal di luar ranahnya. "Saya minta Ansor dan Banser untuk mengajak dulu. Artinya semua masih bisa diakomodir dan diatasi oleh Polda," pintanya dan berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.?

Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim menegaskan bahwa ormas yang mengusung ideologi khilafah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila. Jika Ormas ini dibiarkan terus berkembang akan menjadi sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Muhammadiyah Asli

Pawai yang juga dilakukan di beberapa provinsi tersebut, menurutnya, seakan-akan ingin mempertunjukkan power dan menantang elemen yang menjaga NKRI.?

"Jika mereka akan mengadakan kegiatan ya silakan. Tapi jangan ada bendera, jangan ada simbol-simbol," katanya dengan meminta Kepolisian untuk mengawasi dan menghentikan jika di dalamnya ada kegiatan penanaman ideologi yang mengancam NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Humor Islam, Tokoh Muhammadiyah Asli

Selasa, 26 Desember 2017

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban

Jombang, Muhammadiyah Asli. Setelah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terpilih dan ditetapkan, pimpinan sidang Ahmad Muzaki mengabarkan pesan dari KH A Mustofa Bisri (Gus Mus). Pesan tersebut berisi ketidaksediaan Gus Mus sebagai Rais Aam. Dengan demikian, KH Makruf Amin ditetapkan sebagai pengembannya.

Seperti dekatahui, Gus Mus telah menyampaikan surat tidak bersedia menduduki jabatan sebagai Rais Aam PBNU. Meskipun demikian, sembilan kiai Ahlul Halli wal Aqdi menganggap hal ini sebagai bentuk ketawadhuan seorang kiai yang tidak suka merebut jabatan.

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban (Sumber Gambar : Nu Online)
Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban (Sumber Gambar : Nu Online)

Posisi Rais Aam PBNU; Gus Mus Enggan, KH Makruf Amin Emban

Atas alasan tersebut, 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi menetapkan Gus Mus sebagai Rais Aam dan KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Tapi tetap Gus Mus bersikukuh enggan menerima posisi itu. Maka otomatis Rais Aam PBNU diemban KH Makruf Amin. (Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tokoh, Olahraga, Khutbah Muhammadiyah Asli

Sabtu, 16 Desember 2017

Kisah Kewaspadaan Nabi Akan Kematian

Suatu ketika Rasulullah SAW batal dari wudhu, beliau pun langsung bergegas melakukan tayamum. Hal itu dilakukan demi menjaga tradisi daimul wudhu’, melanggengkan wudhu.

Hanya saja, para sahabat merasa heran terhadap apa yang dilakukan sang rasul. Bagaimana tidak, mengapa rasul bertayamum? Sedang tempat wudhu yang penuh akan air, yang seharusnya dituju sangatlah dekat jaraknya. Malah yang beliau lakukan adalah tayamum. Padahal secara ilmu fiqih, tayamum boleh dilakukan ketika memang tidak ada air atau sakit yang membahayakan ketika bersentuhan dengan air.

Karena penasaran yang tak tertahan, salah seorang sahabat lantas memberanikan diri untuk bertanya.

“Wahai Rasul, mengapa anda bertayamum? Sedang tempat wudhu yang penuh air berada tak jauh di samping anda?”

Kisah Kewaspadaan Nabi Akan Kematian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kewaspadaan Nabi Akan Kematian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kewaspadaan Nabi Akan Kematian

Memang, tempat wudhu yang seharusnya dituju kira-kira sejauh 6 meter dari tempat duduk rasul.?

Lantas dengan rendah hati rasul menjawab,

“Ya, memang sahabatku. Tempat wudhu, sangatlah dekat. ? Namun adakah yang berani menjamin, bahwa umurku sanggup untuk memenuhi langkahku ke tempat wudhu?” tanya nabi seraya tertatih melangkah ke tempat wudhu diikuti decak kagum sekaligus malu oleh sahabat.

Muhammadiyah Asli

Kagum akan kerendahan hati dan kewaspadaan rasul. Malu bahwa seorang rasul saja begitu khawatir akan kehidupan dunia yang lamanya hanya seperti singgah bertamu. Lalu, bagaimana dengan kita? Subhanallah. (Ulin Nuha Karim)?

? ?

Dikisahkan kembali oleh Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, KH Muhammad Shofi Al Mubarok dari Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsyi, Solo.

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Kamis, 07 Desember 2017

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

Jombang,Muhammadiyah Asli

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih akrab disebut Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan melangsungkan gawe besar yakni peringatan seabad madrasah dan 191 tahun pesantrennya. Untuk menyambut itu kepanitiaan mengupayakan pusat dokumentasi atau museum.

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

"Kami terus berburu testimoni atau pengakuan dari para pelaku sejarah, dalam hal ini siapa saja yang mengetahui kiprah pesantren di masa awal," kata divisi dokumen, H Muhyiddin Zainul Arifin, Sabtu (26/3).

Bersama panitia yang lain, H Muhyiddin melakukan serangkaian wawancara dan pencarian dokumen demi mengukuhkan keberadaan dan kiprah para pendahulu maupun pesantren. "Sejumlah sesepuh yang masih bisa diajak komunikasi terkait kiprah para pendahulu pesantren satu demi satu kami datangi," katanya. Demikian pula dokumen yang membenarkan usia madrasah serta sejumlah barang penting dari para pengasuh masa awal juga terus diupayakan.

Muhammadiyah Asli

"Bahkan ada piagam yang berhasil ditemukan panitia yang menerangkan bahwa usia madrasah ternyata lebih tua dari data yang dimiliki panitia," terang dosen di Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah atau Unwaha Jombang ini. Demikian pula benda bersejarah yang pernah dimiliki para pendahulu pesantren turut diinventarisir, lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Sebagai langkah awal dan berdasarkan masukan saat koordinasi dengan anggota devisi telah disepakati untuk menggali data dari para putra dan putri pengasuh. "Para panitia sudah kami bagi agar bisa menyebar ke sejumlah dzurriyah atau keluarga pesantren," katanya. Karena dari para keluarga dalem tersebut nantinya akan muncul temuan baru atau bahkan rekomendasi siapa saja yang layak untuk dikonfirmasi terkait kiprah para pendahulu pesantren.

"Kami akan mengumpulkan sebanyak mungkin pandangan dan pengakuan hingga barang bersejarah dari berbagai kalangan sebagai upaya untuk mengungkap kiprah para sesepuh dan pendahulu," ungkapnya. Beberapa keluarga juga tidak berkeberatan berbagi koleksi foto dan benda pusaka yang nantinya akan dipamerkan. "Tidak menutup kemungkinan, foto dan dokumen serta benda bersejarah tersebut belum terpublikasi," lanjutnya.

Terhadap pihak yang tidak berkenan untuk menyerahkan benda bersejarah yang ada kaitannya dengan pesantren dan para pengasuh, divisi ini tidak akan memaksa. "Kami bisa menggunakan kamera atau scan agar bisa mendapatkan materi yang ada," jelasnya. Dan nantinya seluruh koleksi tersebut akan dipamerkan di Gedung Serba Guna KH Abdullah Said dari tanggal 27 hingga 2 Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesantren Tambakberas yang didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah akan memperingati ulang tahun. Dan di pesantren yang mulai mengenalkan model madrasah secara klasikal tahun 1915 ini juga mengadakan sejumlah kegiatan dari mulai 26 April hingga 4 Juni mendatang. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Jadwal Kajian, Tokoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 02 Desember 2017

Agus Sunyoto: Penulisan Sejarah Sarat Kepentingan Politik

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Pembacaan historiografi harus hati-hati karena banyak kepentingan politik di dalamnya. Selain pencampuradukan peristiwa, tidak sedikit sejarawan yang menyamakan mitos dengan fakta. Demikian diungkapkan Ketua Lesbumi NU, KH Ng. Agus Sunyoto dalam “Ngaji Sejarah Bareng Lesbumi NU” di Gedung PBNU Jakarta, Senin (29/02).

Agus Sunyoto mencontohkan, kisah Sunan Kalijaga bertemu Sunan Bonang kemudian disuruh menjaga tongkat, duduk di pinggir kali selama 15 tahun hingga keluar lumut dan semak belukar. Oleh para sejarawan hal itu dianggap tidak masuk akal.

Dalam kisah lain, lanjut penulis Suluk Abdul Jalil 7 jilid ini, Nabi Isa pergi ke atas gunung selama 40 hari. Di sana ia tidak makan dan minum. Pada hari ke-40 Nabi Isa hampir pingsan, dan melihat bayangan di luar pancaindra. Peristiwa itu dianggap setan yang menggodanya.

Agus Sunyoto: Penulisan Sejarah Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: Penulisan Sejarah Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: Penulisan Sejarah Sarat Kepentingan Politik

Dua kisah di atas dapat dilihat mana yang masuk akal dan mana yang tidak. “Seorang Nabi yang mempunyai mukjizat saja bisa pingsan setelah 40 hari karena tidak makan, bagaimana dengan manusia biasa, mungkinkah bisa duduk selama 15 tahun?” tanya Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.  

Contoh lainnya, kata Agus, kisah Ken Arok yang bersumber dari naskah Pararaton yang ditulis tahun 1920, di mana Ken Arok digambarkan berkarakter sangat negatif seperti merebut istri orang, membunuh Empu Gandring, termasuk kisah kematiannya yang tewas dibunuh saat makan di singgasana. Ini bertolak belakang dengan keterangan Prasasti Mula Malurung yang mengisahkan Ken Arok meninggal di atas singgasana, tidak terbunuh, dan tidak sedang makan.

Agus kembali mempertanyakan, mungkinkah seorang raja tidak punya tempat makan, sehingga harus makan di atas singgasana? Sedangkan singgasana biasanya hanya diduduki raja saat acara khusus?

Muhammadiyah Asli

Menurut pengasuh Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin Malang ini, persoalan lainnya dalam historiografi adalah adanya pencampuradukan peristiwa satu dengan yang lain. Misalnya penggambaran pasukan Majapahit dipimpin Patih Gajah Mada saat menyerang Sunan Giri. Padahal Sunan Giri dan Gajah Mada hidup pada zaman berbeda. Selisih masa hidup keduanya hampir seratus tahun.

Muhammadiyah Asli

Hal-hal semacam ini, menurut Agus Sunyoto, tentu saja mengacaukan dan membingungkan. Oleh karena itu, penulis buku Atlas Walisongo ini mengingatkan agar jeli dan kritis dalam membaca buku-buku sejarah yang beredar. Sejarawan harus mampu memisahkan antara fakta dan mitos.

Diskusi bulanan yang diselenggarakan Lesbumi ini mengambil tema “Membaca Secara Kritis-Analitis Historiografi Nusantara sebagai Rujukan Sejarah,” dihadiri ratusan pengunjung.



Risa, mahasiswa S2 STAINU Jakarta, mengatakan dengan mengikuti acara ini jadi melek sejarah, tahu sejarah yang sebenarnya. Bagi Risa, paparan Agus Sunyoto belum selesai dan belum memuaskan, justru muncul pertanyaan baru yang perlu dikejar pada diskusi atau perkuliahan selanjutnya. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh, Sejarah Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 November 2017

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Bondowoso, Muhammadiyah Asli - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso merampungkan sosialisasi wawasan kebangsaan dari satu ke lain kecamatan di Bondowoso. Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Sempol pada Kamis (19/5) menutup rentetan kegiatan sosialisasi di 23 kecamatan yang ada di Bondowoso.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil mengatakan, “Perlu saya laporkan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan yang pertama adalah kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang sudah berakhir kemaren Kamis 19 Mei 2016 di Kecamatan Sempol ."

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tuntaskan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Demikian disampaikan Muzammil pada rapat konsolidasi di Kantor GP Ansor Bondowoso Jalan KH Agus Salim Nomor 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/5) sore. Tampak hadir Ketua Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat (LDS) GP Ansor Ahmad Junaidi, Komandan Satkorcab Banser Bondowoso Susilo, para pengurus harian GP Ansor Bondowoso.

"Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik," kata Muzammil.

Muhammadiyah Asli

Muzammil menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini juga dapat menjadi agenda penguatan internal GP Ansor dari tingkat cabang ke tingkat ranting," imbuhnya.

Muhammadiyah Asli

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal Afif menjelaskan bahwa target sosialisasi ini adalah GP Ansor ingin menanamkan rasa kebangsaan yang tinggi di kalangan pemuda khususnya kader-kader Ansor di tingkat kecamatan dan ranting.

“Kita, kata Iqbal Afif, ingin memperkuat pengetahuan dan pemahaman tentang kebangsaan dari aspek sejarah nasional dan sejarah perjuangan ulama NU yang memadukan nasionalisme dan religiusitas dalam memperjuangkan suatu kemerdekaan suatu bangsa," jelasnya.

GP Ansor Bondowoso bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Bondowoso. Afifi berharap para kader Ansor hari ini mempunyai semangat perjuangan yang tetap sama dengan para ulama NU dan dilandasi oleh dasar-dasar  pengetahuan wawasan kebangsaan yang agamis. Mereka diharapkan bisa menjadi benteng pertama yang kokoh dalam mempertahankan bangsa dan agamanya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Nahdlatul, Bahtsul Masail, Tokoh Muhammadiyah Asli

Senin, 20 November 2017

Tak Ada Sambutan Ketum, PBNU Kecewa Protokoler Istana

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyayangkan tidak disediakannya waktu khusus kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk memberikan sambutan di acara puncak peringatan hari lahir ke-78 Gerakan Pemuda Ansor di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Senin 16 Juli 2012 malam.

Tak Ada Sambutan Ketum, PBNU Kecewa Protokoler Istana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Sambutan Ketum, PBNU Kecewa Protokoler Istana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Sambutan Ketum, PBNU Kecewa Protokoler Istana

Ketiadaan sambutan dari Ketua Umum PBNU ini tentu saja tidak sesuai dengan tradisi yang berlaku di lingkungan NU. Karena, bagaimana pun juga, Ketua Umum PBNU sudah semestinya memberikan sambutan dalam acara yang digelar badan otonom NU, seperti GP Ansor. 

Ironisnya, ketiadaan waktu khusus bagi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk memberikan sambutan lantaran kehendak dari pihak luar, yaitu protokoler Istana. “Acara tadi malam lancar, bagus, dan hebat. Cuma kurangnya tidak ada sambutan Ketua Umum PBNU dan itu menyalahi tradisi NU,” ujar Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf di Jakarta, Selasa (17/7/202). 

Muhammadiyah Asli

Acara puncak peringatan hari lahir ke-78 Gerakan Pemuda Ansor di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, tadi malam, memang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Selain itu, hadir pula para pengurus PBNU, PWNU, PAC, serta puluhan ribu Banser. Namun, ada yang janggal di tengah-tengah gegap gempitanya acara, yaitu ketiadaan sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Muhammadiyah Asli

Setelah mengetahui tidak ada waktu khusus untuk Ketua Umum PBNU, Slamet mencoba mencari konfirmasi ke pengurus PBNU, panitia acara, serta pengurus GP Ansor. Hasilnya, KH Said Aqil Siroj dinyatakan tidak bisa memberikan sambutan karena kehendak dari pihak protokoler Istana.

“Saya sudah mengecek ke teman-teman, ya memang mereka menyatakan semestinya harus ada, tapi ini kehendak dari protokol Istana. Ketua umum hadir di acara Banom NU yang bersifat nasional dan beliau hadir di situ, kenapa tidak diberi kesempatan untuk memberikan sambutan,” tanyanya.

Dengan adanya kejadian ini, Slamet berharap ke depan pihak protokoler Istana bisa lebih arif dengan menghormati tradisi NU serta standar operating prosedures (SOP) di suatu organisasi. Jangan sampai kehadiran Presiden justru mengurangi kearifan lokal serta tradisi yang ada.

“Harapan saya ke depan, sambutan atau amanat presiden jangan mengurangi standar yang biasa dilakukan di lingkungan NU. Presiden hadir di acara Banom NU atau di lingkungan NU adalah bagian dari keberadaan beliau di tengah-tengah rakyat, tapi jangan sampai keberadaan presiden kemudian mengurangi SOP dan tradisi di lingkungan NU, di mana Ketua Umum PBNU pasti memberikan sambutan,” tegasnya.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tokoh Muhammadiyah Asli

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Pengurus Anak Cabang GP Ansor Sukolio Kabupaten Pati beserta Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Sukolilo mengadakan istighosah di Balai Desa Prawoto Sukolilo, Ahad (20/12) malam. Lebih  dari lima puluh pengurus dan anggota hadir dalam zikir dan doa bersama sekaligus penguatan internal organisasi ini.

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sukolilo Gelar Istighosah serta Bangun Konsolidasi

Ketua GP Ansor Sukolilo Ahmad Darmaji melalui telepon yang diterima Muhammadiyah Asli mengatakan, istighosah kali ini dimaksudkan untuk meramaikan Maulid Rasulullah. Sedangkan pertemuan antarpengurus difungsikan menjaga soliditas antarpengurus.

“Agar para pengurus kompak dalam melaksakan agenda yang telah disusun, dan kegiatan semacam ini sebenarnya rutin diadakan tiga bulan sekali” katanya.

Muhammadiyah Asli

Darmaji mengatakan, pertemuan kali ini juga membahas tentang evaluasi kinerja kepengurusan sekaligus membahas progam kegiatan yang akan dilaksanakan. Ada beberapa poin yang dibahas termasuk di dalamnya tentang kaderisasi.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan Pendidikan Kader Dasar (PKD) juga Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau Diklatsar Banser,” tambahnya.

Muhammadiyah Asli

Konsolidasi ini digelar untuk menyiapkan anggota GP Ansor menghadapi musim hujan. Pasalnya wilayah Sukolilo termasuk daerah rawan banjir bandang. “Seperti yang kita ketahui beberapa hari terakhir banjir meluap ke perkampungan warga,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pengurus ranting GP Ansor sekecamatan Sukolilo. Acara ditutup dengan makan-makan bersama. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Olahraga, Pesantren, Tokoh Muhammadiyah Asli

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

Sampang, Muhammadiyah Asli. Tim relawan NU di Sampang kembali menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. Kali ini tim relawan yang didampingi salah seorang pengurus NU Kabupaten Sampang, Ust H. Nuruddin Jc, kembali melanjutkan perjalanannya ke desa Tanggumung untuk meninjau dan sekaligus menyalurkan bantuan untuk pembangunan sebuah jembatan yang runtuh diterjang arus banjir.

"Jembatan ini merupakan penghubung antar dusun kami dan dusun sebelah, sejak runtuhnya jembatan itu, para warga tentunya kesulitan untuk melakukan aktifitas, termasuk anak-anak kami yang masih dalam bangku sekolah juga menjadi terhambat, akhirnya kami berinisatif untuk membuat pelampung dari bambu untuk akses penyeberangan sementara," ujar Choirurroziqin, salah satu warga dusun tersebut, Jumat (26/4).

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sampang Bantu Bangun Jembatan Runtuh

Menurut tokoh masyarakat ini, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk melaporkan ke pihak pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada penanganan, sehingga para warga berinesatif untuk menggalang bantuan sendiri, " Ini termasuk kebutuhan mendesak, ini akses utama warga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, sehari-hari tak kurang dari 500 KK yang melewati jembatan ini," tambahnya. 

Muhammadiyah Asli

"Tadi kami lihat sendiri, bagaimana warga harus menyeberang sungai dengan bambu pengapung dan menarik tali, ini emergency, sudah seharusnya ada penanganan serius dari pemerintah terkait, dan NU Sampang dalam hal ini, hanya bisa bantu sekedarnya, paling tidak sebagai modal awal untuk bangun jembatan, dan Insyaallah kami akan coba galang donasi untuk pembangunan jembatan ini," sambung Moch Syamsuddin Abd Muin, salah satu tim relawan NU, seusai menyerahkan bantuan uang tunai yang diterima oleh salah satu tokoh masyarakat setempat. 

Seperti diwartakan, setelah dalam beberapa kali kesempatan sejak awal terjadinya banjir pada Senin (9/4) lalu, dengan dimotori oleh kaum muda NU, penyaluan bantuan terus dilakukan, mulai dari 1800 paket makanan/minuman dan 640 paket alat tulis sekolah sudah disalurkan ke berbagai titik banjir yang selama ini belum terjangkau. 

Muhammadiyah Asli

Untuk penyaluran bantuan kali ini, Jumat (26/4), NU Sampang memfokuskan pada 2 hal, yang pertama adalah menyalurkan santunan kepada keluarga korban banjir yang meninggal, dalam penelusuran tim relawan NU, ada 4 korban meninggal, yaitu Ibu Hindun (80 Tahun, warga Jl, Imam Bonjol), Moch Farhan (23 Tahun, warga kelurahan Polagan),  Moch Syafi (43 Tahun, warga desa Pasiyan) dan Moch Faruq (22 Tahun, Warga desa Pangilen). 

"Bantuan kali ini, kami khususkan kepada keluarga korban yang meninggal, bantuan yang kami salurkan kepada setiap keluarga berupa ; 25 Kg beras, 3 Kg gula, 1 kardus mie instant, 3 paket minyak goreng dan uang tunai" kata Faisol Romadhan, salah satu tim relawan NU Sampang.  

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Moch Syamsuddin Abd muin

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli RMI NU, Tokoh Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock