Cirebon, Muhammadiyah Asli. Kepala Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Prof Muhammad Quraish Shihab mengingatkan bahwa perbedaan dalam penafsiran Al-Qur’an merupakan hal prinsip.
| Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip (Sumber Gambar : Nu Online) |
Quraish Shihab: Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an itu Prinsip
Ia mencontohkan, baik Pesantren Darul Qur’an maupun Pusat Studi Al-Qur’an merupakan kedua lembaga yang sama-sama berbicara, mempelajari, dan memberi perhatian terhadap Al-Qur’an. Namun demikian, penafsiran keduanya bisa jadi berbeda.“Al-Qur’an hammalatun lilwujuh (mengandung ragam pandangan). Itu mengajarkan kita untuk menyatakan bahwa bisa jadi kebenaran itu bermacam-macam,” kata Quraish Shihab pada acara Temu Alumni Baitul Qur’an di Pesantren Darul Qur’an Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Senin (8/1) malam.
Oleh karena itu, menurut mufassir Indonesia ini, seseorang tidak boleh mengklaim paling benar dalam penafsiran karena semuanya merujuk kepada Al-Qur’an.
Muhammadiyah Asli
Selain Habib Quraish Shihab, terdapat tiga ahli tafsir lain yang menjadi pembicara pada acara tersebut, yaitu Pengasuh Pesantren Darul Qur’an KH Ahsin Sakho Muhammad, Pengasuh Pesantren Dar At-Tauhid KH Husein Muhammad, dan Manajer Program di PSQ Mukhlis Hanafi. (Husni Sahal/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

EmoticonEmoticon