Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Makassar, Muhammadiyah Asli. Gerakan Pemuda Ansor diharapkan mampu berperan aktif dengan melaksanakan berbagai aktivitas dan program kerjanya yang positif dalam membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan, bertempat di Mercure Regency Hotel, Makassar, Selasa (19/4).

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Berharap Peran GP. Ansor dalam Membangun Masyarakat Sulsel

Selain itu, pihaknya juga menyambut baik digelarnya Konferwil ke-27 organisasi sayap pemuda NU ini dan berharap "mudah-mudahan GP Ansor Sulawesi Selatan selalu melakukan silaturrahmi dengan Pemerintah Provinsi dalam melaksanakan program kerja yang positif demi membangun masyarakat Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik."

Muhammadiyah Asli

Seperti dilaporkan kontributor Muhammadiyah Asli di Makassar, Syaiful Akbarius Zainuddin, Gubernur yang baru-baru ini dilantik Mendagri Mardiyanto ini mengimbau agar dalam wacana dan praksis Demokratis selayaknya seluruh elemen masyarakat di provinsi Sulawesi Selatan bisa bahu-membahu dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Muhammadiyah Asli

"Kita perlu saling menghargai dalam setiap pengorbanan dan kerja seluruh rakyat dalam melakukan perubahan, di mana masing-masing orang memiliki tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing," kata Gubernur.

Dalam Konferwil ini, Gubernur juga menyinggung pentingnya analisis dan kajian ulang atas setiap pembangungan baik infrastruktur maupun suprastruktur di Sulawesi Selatan pada tahun-tahun sebelumnya guna menghasilkan rumusan-rumusan yang konkrit dan terbaik demi kelangsungan pembangunan di provinsi tersebut.

"Dengan demikian maka Konferwil ini memberikan makna yang baik terhadap pembangunan masyarakat Sulawesi Selatan," terangnya.

"Kita sepakat bahwasanya kesamaan visi dan misi untuk masa depan dalam membangun Sulawesi Selatan harus kita kedepankan demi pembangunan generasi muda kita ke arah yang positif serta menghilangkan sifat-sifat arogansi terhadap organisasi kita sendiri," katanya, dan menambahkan, "generasi muda adalah pilar yang paling utama" dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur berharap, para peserta dapat membahas program-program kerja yang mengutamakan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara pembukaan ini, para peserta yang berasal dari DPC GP. Ansor se-Sulawesi Selatan yang berjumlah 21 cabang dari total 23 Cabang. Saat berita ini ditulis, hanya dua DPC yang belum melakukan registrasi, yaitu DPC GP Ansor Bone dan Luwu Timur.

Selain itu, hadir pula Mustasyar PBNU AGH. A. Sanusi Baco, Ketua PBNU H. A. Jamaro Dulung, Kepala Kejati Sulawesi Selatan, Kakanwil Agama Sulawesi Selatan, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan KH. M. Zein Irwanto serta sejumlah undangan lainnya.

AGH. A. Sanusi Baco dalam sambutannya mengingatkan agar kiranya GP. Ansor Sulawesi Selatan dapat memberi makna yang baik serta bermanfaat kepada masyarakat sekitarnya dan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam setiap program kerjanya.

"Organisasi yang baik adalah organisasi yang peduli terhadap urusan ummat dan senantiasa mengorganisir dengan kebenaran. Sebab bagaimana pun GP. Ansor adalah organisasi kepemudaan yang wajib mengikuti landasan ajaran Agama Islam dengan tujuan memperbaiki moral Generasi Muda yang kurang baik dan menjadi contoh serta tauladan layaknya seperti perilaku Rasulullah Muhammad SAW," katanya.

Sementara itu Ketua Umum GP. Ansor yang diwakili Harianto Ugie menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum GP. Ansor H. Syaifullah Yusuf karena sesuatu dan lain hal.

Selanjutnya, Harianto mengemukakan, ada dua dua hal pokok yang harus dihasilkan dalam Konferwil ini, pertama, adanya rancangan program kerja selama 4 tahun ke depan serta hal-hal yang direkomendasikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks Jamiyah Nahdlatul Ulama yang berhubungan dengan masalah kepemudaan di Indonesia. Kedua, terpilihnya kader terbaik dari sekian banyak kader-kader GP. Ansor Sulawesi Selatan, yaitu "kader yang memiliki kualitas dan militansi dalam membangun organisasi ke arah yang lebih baik."

"Selain itu kita harus bersyukur bahwa baru kali ini acara Konferwil Sulawesi Selatan dibuka oleh seorang Gubernur di mana secara tidak langsung merupakan sinyalemen positif bahwa Gubernur mendukung secara konkrit kerja dari GP. Ansor Sulawesi Selatan," pungkasnya. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Tegal, Pondok Pesantren, Kiai Muhammadiyah Asli

Jumat, 16 Februari 2018

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut

Surabaya, Muhammadiyah Asli. Hal melekat dan tidak dapat dipisahkan dari Ramadhan adalah berbelanja. Termasuk pakaian baru dan makanan untuk persiapan hari raya Idul Fitri. Namun ada sejumlah saran dari perancang busana muslimah ini kepada muslimin dan muslimat saat memilih pakaian untuk hari raya.

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilih Pakaian Jelang Lebaran? Perhatikan Hal Berikut

"Unsur pertama yang tidak dapat ditawar adalah harus menutup aurat," kata Ana Farhasy kepada Muhammadiyah Asli, Kamis (25/6). Pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini menandaskan, bahwa hingga kini masih marak pakaian yang terkesan islami namun belum bisa dikategorikan menutup aurat.

Mbak Ana, sapaan akrabnya kemudian memberikan penjelasan soal penggunaan kerudung yang asal-asalan. "Demikian juga pakaian minimalis yang terkadang mempertontonkan sebagian aurat perempuan," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Pertimbangan lain yang harus menjadi perhatian adalah  pakaian muslim, khususnya bagi perempuan atau muslimah adalah simpel dan elegan. "Ini juga seperti tagline butik yang kami miliki," katanya sembari berpromosi.

Muhammadiyah Asli

Secara rinci, desainer baju muslimah ini menyarankan saat memilih pakaian untuk lebaran agar memastikan bahan yang nyaman dan dingin. "Karena saat lebaran nanti kondisi cuaca diperkirakan panas," terang alumnus pesantren di Bangil, Jawa Timur ini. Hal tersebut, lanjutnya, ditambah dengan mobilitas saat silaturahim ke sanak saudara yang pastinya ada peningkatan cukup tinggi dibanding hari sebelumnya.

Juri sejumlah kegiatan fashion show ini sangat tidak sepakat dengan pandangan bahwa untuk memilih baju lebaran harus mahal. "Modelnya simpel saja tapi tetap nyaman dipandang," terangnya. Bahkan ia menyarankan jangan sampai berpenampilan dengan pakaian glamor, baik dari sisi rancangan dan aksesoris yang dikenakan.

Untuk pilihan warna, pegiat majlis taklim bagi kalangan ibu dan remaja putri ini juga menyarankan memilih yang sejuk. "Hindari warna hitam dan gelap lantaran tidak bisa menyerap keringat," pungkas ibu satu anak ini. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Kamis, 15 Februari 2018

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Halaqah Ulama ASEAN tahun 2017 di Hotel Sari Pan Pasific. Tema yang diusung adalah Penguatan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam ASEAN. Acara tersebut resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Selasa, (17/10). Ini adalah agenda halaqah yang ketujuh.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud mengatakan, ada beberapa tujuan diadakannya agenda ini: menyosialisasikan Islam moderat atau Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah-tengah masyarakat yang global, memperkuat lembaga pendidikan Islam, dan mengembangkan perekonomian di lingkungan pendidikan Islam.

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Ulama ASEAN 2017, Upaya Kemenag Arusutamakan Moderasi Islam

“Kemenag ingin mengarusutamakan Islam wasatiyah,” kata Abdurrahman di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Menurutnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan latar belakang bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan era globalisasi. Maka dari itu, dengan diadakannya acara ini ia berharap umat Islam bisa ikut berkontribusi dalam membangun peradaban, terutama dalam bidang lembaga pendidikan Islam.

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

“Kita sebagai umat Islam harus berkontribusi dan mengembangkan nilai-nilai moderatisme Islam atau Islam wasatiyah,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh sembilan negara ASEAN dan tiga ratus peserta undangan yang terdiri atas ulama pengasuh pesantren, akademisi, peneliti, birokrasi Kemenag, dan mahasiswa asing di Indonesia. Sejak tahun 2010, Kemenag rutin menyelenggarakan agenda ini. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Jumat, 09 Februari 2018

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah

Blitar, Muhammadiyah Asli

Kabar duka dari Madinah. Rubiyah, salah seorang Jemaah Haji asal Kauman, Srengat, Kabupaten Blitar dikabarkan wafat pukul 23.00 waktu setempat di Rumah Sakit Al-Ansor Madinah Munawaroh. Subuh tadi jenazah yang merupakan kader Muslimat NU Srengat itu di sholati di Masjid Nabawi Madinah.

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji asal Blitar Aktivis Muslimat NU Wafat di Madinah

Kabar ini disampaikan oleh Ketua KBIH Al-Kamal ? Kunir Wonodadi Blitar, H Muhammad Lutfi. “Siangnnya dibawa ke rumah sakit. Karena mengeluh badannya tidak enak. Tepat pukul 23.00 waktu Madinah beliau di kabarkan wafat,” ungkap Gus Upik panggilan akrab Ketua LKKNU Kabupaten Blitar ? itu melalui telepon selulernya, Sabtu (20/8).

Menurut Gus Upik, saat berangkat 16 Agustus lalu, almarhumah masih tampak sehat. Begitu juga ketika tiba di Madinah, Rubiyah masih sehat. “Bahkan bersama-sama 217 ? jamaah Al-Kamal, saat melaksanakan Arbain masih tampak sehat. Baru kemarin sore mengeluh sakit dan langsung dirujuk ke RS Al-Anshor Madinah,” ungkap Lutfi.

Tahun ini Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Blitar yang berangkat ada 689 orang. 190 ikut jamaah KBIH Al-Kamal Kunir Wonodadi Blitar, sisanya ikut KBIH lain dan ada juga yang mandiri. Sebelum berangkat 6 orang dinyatakan gagal berangkat dengan berbagai sebab. Tiga orang meninggal dan 3 orang lantaran sakit.

Muhammadiyah Asli

Kepala Seksi Haji Kemenetrian Agama Kabupaten Blitar, Syaichul Munib saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Tadi pagi saya mendapat informasi itu. Semoga khusnul khotimah dan masuk sebagai hajjah yang mabrur,” ungkap Syaichul Munib. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Internasional, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Selasa, 06 Februari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, Muhammadiyah Asli - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Muhammadiyah Asli

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

Muhammadiyah Asli

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Doa, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Senin, 05 Februari 2018

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPPK Sarbumusi) NU periode 2016-2021 telah dikukuhkan, Jumat (23/9) di Gedung PBNU Jakarta. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri pihak Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sarbumusi NU Sebut Korporasi Asing sebagai Tantangan Berat

Dalam sambutannya, Presiden Sarbumusi HM. Syaiful Bahri Anshori mengatakan bahwa besar yang dihadapi oleh organisasinya dari dulu hingga sekarang yaitu korporasi asing. Ia menyebut demikian karena selama ini permasalahan buruh banyak terjadi di lingkungan korporasi asing, terutama terkait PHK secara sepihak.

“Saat ini Sarbumusi telah menangani 10 kasus. Termasuk di Riau antara buruh dan Chevron. Cukup berat karena terkait korporasi asing. Namun jika PBNU membantu, tentu akan mudah,” terang Syaiful Bahri yang didampingi Eko Darwanto sebagai Sekjen di kepengurusan baru.

Dia menjelaskan bahwa selama ini pihaknya juga fokus pada persoalan buruh migran. Permasalahan tenaga kerja Indonesia di luar negeri ini dahulu sangat pelik dan memperihatinkan. Tetapi dengan aktifnya SARBUMUSI dibantu dengan organisasi-organisasi buruh lain, persoalan buruh migran dapat teratasi dengan baik.

“Agar dapat mengabdi secara maksimal, saat ini target Sarbumusi adalah meningkatkan anggota menjadi 300 ribu. Adapun jumlah anggota sekarang masih mencapai 150 ribu,” jelasnya.?

Muhammadiyah Asli

Selepas pengukuhan, seluruh pengurus pusat, baik dari konfederasi dan federasi akan mengikuti Rapat Kerja di Hotel Blue Sky Jakarta Pusat, Jumat (23/9).

Raker ini menurut Syaiful Bahri merupakan momentum bagi kami untuk menguatkan organisasi dan merumuskan agenda program, baik yang telah dibahas di Kongres lalu, maupun rencana-rencana strategis dan taktis lainnya. Raker juga dalam rangka meneguhkan positioning SARBUMUSI dalam dunia perburuhan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Jakarta, Muhammadiyah Asli - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) menandatangani kerja sama dalam pelayanan jasa perbankan di Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta, Senin (20/6) sore. Secara konkret NU DKI Jakarta akan membuka gerai Muamalat di lokasi yang jaringan berjejaring dengan NU DKI Jakarta.

Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah menyambut baik kerja sama kedua pihak ini. Ia mendukung gerai-gerai Muamalat untuk hadir di pelosok-pelosok DKI Jakarta.

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Alhamdulillah penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak ini berjalan lancar. Saya akan berkomitmen bahwa setelah kesepakatan ini seluruh transaksi PWNU mesti pakai Bank Muamalat Indonesia,” kata H Saefullah.

Muhammadiyah Asli

Ia berharap sosialisasi layanan perbankan berbasis syariah ini dikemas dengan bahasa yang sederhana.

“Saya sebagai Ketua PWNU sudah memulainya. Sejak ini saya menutup semua rekening bank lain,” kata H Saefullah.

Muhammadiyah Asli

Tampak hadir Rais Aam NU KH Makruf Amin, pengurus harian PWNU DKI Jakarta, dan jajaran Direksi Bank Muamalat serta Pimpinan Cabang Bank Muamalat Se-Jabodetabek. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Nusantara, Internasional Muhammadiyah Asli

Rabu, 24 Januari 2018

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

Bandung, Muhammadiyah Asli. Pengurus IPPNU kota Bandung mengajak pelajar mengisi malam pergantian tahun baru Hijriyah dengan Pesantren Pelajar di MTs Cijawura, kota Bandung, Sabtu-Ahad (25-26/10). Mereka mengikuti istighotsah, tahlil, hingga pendidikan seks bagi pelajar.

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bandung Gelar Pesantren Pelajar

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang dinanti-nanti kader IPPNU di MTs Cijawura karena pada kegiatan ini semua pembina organisasi memberikan ide dan gagasan,” kata Wakil Ketua IPPNU Kota Bandung Rita Robiatul Adawiyah, Sabtu (25/10).

Peringatan Muharram selain diisi dengan zikir dan doa, juga memfasilitasi pelajar dalam pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh Paskibra serta pendidikan Kespro oleh Palang Merah Remaja (PMR), dan kepanduan Pramuka.

Muhammadiyah Asli

Ketua IPPNU Kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-zuhri menyatakan apresiasinya pada Pesantren Pelajar ini. “Semua kader IPPNU Kota Bandung  sangat luar biasa, mari kita samakan niat dan semangat kita menuju IPPNU semakin aktif dan inovatif kendati jumlah rekanita Bandung tidak sebanyak cabang lain,” kata Dhilla. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Syariah, Pondok Pesantren, Daerah Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Malam ini, puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).

Pada Harlah tahun ini, berbagai macam kegiatan diselenggarakan untuk meramaikannya: Pameran naskah kuno Islam Nusantara dan Keris, Ngaji Sejarah dan Sinema, Penghargaan 9 Tokoh Pegiat Budaya, Pengumuman Pemenang Kompetisi Film Pendek Hari Santri, Pidato Kebudayaan, Pembacaan Puisi, Tausiyah, dan Pertunjukan Seni.

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Nuansa Budaya dalam Harlah Ke-9 NU

Menurut Ketua Panitia Masduki Baidlowi, kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan pada Harlah tahun ini sengaja dikemas dalam suatu prosesi yang benuansa budaya. Hal tersebut karena ingin menggiatkan anak muda, terutama yang terkait dengan identitas kebangsaan secara historis.

Itulah sebabnya, lanjut Masduki, pada Harlah tahun ini mengambil tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagaman”.

Muhammadiyah Asli

Tema tersebut juga diambil untuk menguatkan kembali tekad NU agar strategi ? dalam mengembangkan paham keagamaan di Indonesia itu berlandaskan budaya-budaya lokal. ? “Dan itu menjadi komitmen kami,” tegas Masduki.

Karena menurutnya, kondisi terakhir nuansa kegamaan di Indonesia terutama dikalangan muslim cenderung mengabaikan kearifan lokal, menyalahkan orang lain, dan membenarkan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, ke depan diharapkan strategi-strategi dakwah tidak dengan menggunakan cara-cara yang tidak gampang menyalahkan orang, melainkan supaya mengedepankan budaya-budaya lokal, wisdom lokal, sebagai sebuah basis pengembangan-pengembangan keagamaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Sejarah, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Rabu, 10 Januari 2018

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto

Jakarta, Muhammadiyah Asli

Mimpi pebalap Indonesia Rio Haryanto (23) untuk bergabung dengan tim Manor Racing di ajang balap Formula 1 (F1) akhirnya tercapai. Kepastian itu disampaikan pada konferensi pers yang dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Kamis (18/2/2016) lalu di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat.?

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto

Rio adalah satu-satunya wakil Asia di ajang balapan bergengsi ini. "Rio sudah resmi menjadi driver Manor di Formula 1. Selamat dan sukses buat Rio," kata Wakil Presiden Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.?

Menpora pada acara tersebut menyerahkan bendera merah putih secara langsung kepada Rio Haryanto, wakil Indonesia di Formula 1. "Saya tidak bisa berkata-kata kecuali alhamdulillah. Akhirnya atas kerja keras, doa, tahajud, ayat kursi, dan dukungan Pertamina, Rio menjadi orang Indonesia pertama, bahkan wakil Asia yang tampil di Formula 1,” ujar Menpora Imam Nahrawi seperti dilaporkan laman kemenpora.go.id.

Nahrawi menjelaskan, Rio membuktikan bahwa anak Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain. Dia mengajak kepada seluru bangsa Indonesia untuk mendukung penuh Rio dengan tidak membiarkannya berjalan sendiri. “Kita harus dukung bersama-sama,” tegas Menpora.

Sementara itu, Rio Haryanto juga sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia dan para sponsor sehingga dirinya bisa ikut berkompetisi dengan para pebalap kelas dunia di ajang balap jet darat itu.

Muhammadiyah Asli

“Indonesian Formula 1 Driver. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yg telah mendukung,” tulis Rio dalam akun twitter miliknya, @Rharyantoracing 18 Februari 2016 lalu.

Rio juga merasa haru dan tersentuh atas dukungan sepenuh hati masyarakat Indonesia. “Its been a great day here in Jakarta. Im truly touched by the tremendous supports from Indonesia and others who supported me,” masih Rio dalam twitternya.

Muhammadiyah Asli

"Saya terimakasih atas dukungan luar biasa. Tanpa adanya dukungan semua pihak, pemerintah, Pertamina, media, dan masyarakat Indonesia, dukungan kalian semua membuat saya bisa tampil. Saya juga ingin menuai prestasi. Itu tujuan dan target saya. Saya mohon doa dan dukungan semua pihak," tambah Rio.

Total pembayaran yang sudah diberikan Pertamina untuk Rio adalah 5 juta euro. Karir Rio diawali dari balapan Go Kart, kemudian Formula BMW, GP3, GP2, dan Formula 1 yang akan datang. Di ajang Formula 1, Rio akan berpartner dengan pebalap asal Jerman Pascal Wehrlein yang sudah lebih dulu bergabung dengan tim Manor. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Makam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Muhammadiyah Asli

Senin, 01 Januari 2018

Sujud Syukur di Zaman Susah

Orang disunahkan bersujud syukur saat ketiban nikmat. Namanya ‘ketiban’, tentu datangnya tidak setiap hari seperti datangnya tukang sayur saban pagi di muka rumah. Artinya, sujud syukur tidak berlaku bagi nikmat harian seperti nikmat Islam, nikmat sehat, laba usaha yang berlipat, dan nikmat rutin lainnya.

Sujud syukur dianjurkan untuk nikmat pribadinya, istrinya, anaknya, atau kawannya semisal dikaruniai anak meskipun keguguran, harta, kesembuhan, kembalinya orang yang hilang, diamanahkan sebagai petugas agama karena keahliannya. Tetapi juga nikmat umum seperti turun hujan setelah kemarau panjang, kehadiran seorang kiai yang bermanfaat umum, kehadiran tokoh nasional yang diharapkan warga.

Sujud Syukur di Zaman Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujud Syukur di Zaman Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujud Syukur di Zaman Susah

Tidak hanya saat ketiban nikmat, sujud syukur juga disunahkan di masa susah seperti saat tertolak dari bencana, saat melihat orang yang kena musibah dalam bentuk apapun termasuk cacat fisik, dan saat melihat orang bermaksiat. Hanya saja sujud syukur tidak dinyatakan di muka orang yang kena musibah itu karena menyakiti hati yang bersangkutan. Demikian dikatakan Syekh Syarqawi dalam Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab.

Muhammadiyah Asli

Ibadah ini dikerjakan di luar sembahyang. Kalau sujud syukur dilakukan saat sembahyang, maka sembahyangnya batal. Caranya mudah. Niat, takbir, sujud dengan thuma’ninah, dan salam. Tentu saja syarat dan sunah sujud syukur sama dengan sembahyang pada umumnya. Syaratnya, suci dari najis di badan, pakaian, dan tempat sujud; dari hadas kecil maupun besar, menutup aurat. Sunahnya mengangkat tangan saat takbir, membaca tasbih ketika sujud, dan menoleh bila salam. Jadi orang perlu mengambil air sembahyang dulu sebelum sujud syukur.

Muhammadiyah Asli

Bacaan tasbih sujud syukur sama seperti bacaan sujud tilawah seperti dikatakan Syekh M Syarbini Al-Khotib dalam Al-Iqna‘ fi Halli Alfazhi Abi Syuja‘. Bacaannya berbunyi.

سجد وجهي للذي خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وقوته فتبارك الله أحسن الخالقين

Sementara Syekh Syarqawi mengatakan, bacaan sujud syukur karena melihat kefasikan atau kedurhakaan sama seperti di atas. Hanya saja perlu ditambahkan doa yang diajarkan Rasulullah seperti berikut.

اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا

“Ya Allah, jangan jadikan musibah dalam agama kami.” Karena, kefasikan yang dilakukan dengan terang-terangan akan merusak nilai-nilai agama. Sedangkan perihal musibah, Syekh Syarqawi menerangkan tambahan bacaan sujud syukur.

ويسن أن يقول اذا رأى مبتلى: الحمد لله الذى عافاني وما ابتلاني وفضلني على كثير من خلقه تفضيلا. فقد ورد أن من قاله عافاه الله من ذلك البلاء طول عمر أفاده ابن حجر

“Seseorang yang melihat orang kena musibah dianjurkan membaca, ‘Segala puji bagi Allah yang memelihara kesehatanku, tidak memberiku musibah, dan memberi sejumlah kelebihan kepadaku di atas kebanyakan makhluk-Nya.’ Sebuah riwayat menyebutkan, ‘Siapa yang membaca doa itu, niscaya Allah melindunginya dari musibah itu seumur hidupnya.’ Demikian disampaikan Ibnu Hajar.” Wallahu A‘lam.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Ulama Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 Desember 2017

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar

Tasikmalaya, Muhammadiyah Asli - Pilgub Jabar akan dilaksanakan pada tahun 2018. Namun politisi yang berhasrat menjadi gubernur telah mencuri start. Mereka dari sekarang melakukan sosialisasi untuk menaikan popularitasnya. Salah satunya Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum yang telah mencoba menyosialisasikan pencalonannya.

Namun setelah lembaga survei ternama mengeluarkan hasil yang menyatakan orang nomor satu Kabupaten Tasik ini masih dalam popularitas rendah, Bupati Tasik mengeluarkan pernyataan meminta bantuan kepada kepala dinas di Pemerintahan Kabupaten Tasik untuk membantunya dan mengampanyekan dirinya.

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tasikmalaya Bicara Pilgub Jabar

Pernyataan ini jelas menuai berbagai kritik dan reaksi dari berbagai pihak, tak terkecuali GP.Ansor Kabupaten Tasikmalaya. Sekretaris GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Fahmi Siddiq saat ditemui Muhammadiyah Asli usai jumatan di Masjid Agung Kota Tasik (20/1) mengatakan, pernyataan politisi partai lambang Kabah itu tak beretika. Bahkan pernyataan itu berpotensi mengecewakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Sekelas kepala dinas adalah lembaga eksekutif yang seharusnya disibukkan dengan kepentingan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya, “Bukan malah disuruh mengampanyekan bupatinya untuk Pilgub Jabar,” lanjutnya.

Muhammadiyah Asli

Masyarakat hari ini sudah mulai cerdas memilih pemimpin. Mereka yang dianggap memiliki kinerja yang bagus dan nyata akan dengan sendirinya dikenal oleh masyarakat.

Muhammadiyah Asli

Salah satu contoh, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK). Nama RK masuk di urutan tiga besar yang digadang-gadang dan disebut banyak masyarakat luas layak maju di Pilgub Jawa Barat.

Padahal RK tidak melakukan kunjungan ke berbagai tempat di Jawa Barat. Tidak seperti halnya Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum yang sudah kukurilingan namun popularitasnya masih tetap rendah.

“Kerja saja dulu yang bagus. Ada karya nyatanya. Nanti juga dengan sendirinya dikenal masyarakat. Bukan malah nyuruh kepala dinas kampanye. Itu namanya tidak beretika,” pungkas Ketua IPNU 2012-2014 ini. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Syariah Muhammadiyah Asli

Kamis, 30 November 2017

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, Muhammadiyah Asli?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

Muhammadiyah Asli

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Anti Hoax, Hikmah Muhammadiyah Asli

Rabu, 25 Oktober 2017

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran

Bojonegoro, Muhammadiyah Asli. Peringatan hari ibu yang jatuh tanggal 22 Desember lalu tidak dilewatkan begitu saja oleh para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bojonegoro. Forum Komunikasi Rayon (FKR) PMII se-Bojonegoro itu membagikan bunga dan selebaran bagi para pengguna jalan.

Aksi pembagian bunga dan selebaran serta membaca puisi dilakukan para aktivis di Bundaran Jetak Kabupaten Bojonegoro. Kemudian para mahasiswa dari beberapa kampus itu melanjutkan aksinya dengan berjalan kaki menuju perempatan lampu merah.

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, PMII Bojonegoro Bagikan Bunga dan Selebaran

"Kasih ibu sepanjang masa, tidak bisa digantikan dengan apapun," kata koordinator lapangan (Korlap), Arif Dwi Setyawan kepada Muhammadiyah Asli.

Muhammadiyah Asli

Peringatan hari ibu dengan turun jalan itu diikuti sekitar 40 mahasiswa. Dengan aksi tersebut diharapkan semua warga Bojonegoro tidak melupakan kasih seorang ibu setiap harinya.

"Ibu selalu memberikan apapun kepada anaknya, bahkan nyawa sekalipun. Dari dalam lahir, saat melahirkan sampai mendidik anaknya menjadi orang yang bermanfaat," terangnya.

Muhammadiyah Asli

Aksi puluhan mahasiswa itu menyita perhatian pengguna jalan yang melintas. Pasalnya tidak sedikit warga yang mengetahui hari ibu. "Saya lupa kalau hari ini, hari ibu," tutur salah seorang pengguna jalan yang melintas. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Habib, Pertandingan Muhammadiyah Asli

Rabu, 04 Oktober 2017

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

Kudus, Muhammadiyah Asli. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus menggelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli di Gedung NU setempat Sabtu-Senin (5-7/5) lalu. Puluhan anggota Kelompok tani binaan LPPNU mengikuti kegiatan yang ? dipandu langsung oleh pelaksana Proyek PNPM Peduli dari PP Lakpesdam Imam Maruf.

? Ketua LPPNU Kudus Masduki mengatakan kegiatan ini sebagai tahapan akhir pelatihan budi daya lele dan jamur yang diselenggarakan atas kerjasama LPPNU dengan PP Lakpesdam PNPM Peduli sejak akhir April lalu.

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

? "Program PNPM Peduli di Kudus ini lebih ditekankan pada pengembangan kapasitas terkait penguatan organisasi kelompok binaan dan pemberdayaan anggota dalam berusaha," katanya.

Muhammadiyah Asli

? Ia menjelaskan LPPNU telah mendampingi 5 kelompok ikan dan 2 kelompok Jamur. Diantaranya ada di ? kecamatan Dawe (desa Margorejo dan desa Puyuh), kecamatan Jekulo (desa Jekulo ada 2 dan desa Tanjungrejo) dan selanjutnya kecamatan Mejobo (desa Trengeles dan desa Qirik).

Muhammadiyah Asli

? "Semua anggota mampu menguasai tehnik-tehnik membudidayakan perikanan sehingga ke depan mampu memasarkan hasilnya” jelas Masduki.

? Pelaksana Proyek PNPM Peduli Imam Ma’ruf menjelaskan PNPM Peduli ini bertujuan untuk mengakomodir para pengusaha kecil dalam mengelola ? dan memasarkan usahanya. Tujuannya, para pengusaha kecil tidak saling menjatuhkan harga sehingga harga jual bisa stabil dan para pengusaha kecil bisa meningkatkan nilai perekonomiannya.

? "PNPM di Kudus ini merupakan salah satu pilot proyek di Jawa Tengah ? disamping kota lain yakni Pati Jepara, dan Magelang,” tuturnya.

? Saat membuka acara, Ketua PC NU Kudus KH Chusnan mengatakan, upaya LPPNU mengadakan pemberdayaan kaum petani dengan berbagai pelatihan perikanan maupun pertanian akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kudus khususnya warga NU sehingga menjadi sejahtera.

? ”Dengan demikian, warga NU di Kudus tidak dikatakan hanya bisa tahlilan, manaqiban dan lain sebagainya. Melainkan juga bisa mengembangkan perekonomian melalui budidaya perikanan dan pertanian” tandas KH Chusnan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Ubudiyah, Doa Muhammadiyah Asli

Minggu, 24 September 2017

Dunia Mengenal Tulisanmu

Oleh Rohmatullah Adny Asymuni*

Maal hibral ilal maqbarah begitulah kira-kira Imam Ahmad bin Hambal memotivasi dirinya. Maal hibral ilal maqbarah arti sederhananya: bersama pena sampai keperistirahatan, alias kuburan. Kita tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hambal termasuk salah satu ulama yang karyanya kekal sampai sekarang dan dibaca oleh milyaran manusia di muka bumi ini.

Menurut hemat saya, menulis bukanlah suatu hal yang mudah, tapi juga bukanlah suatu hal yang sulit. Menulis dianggap sulit bagi mereka yang tidak mau memulainya, tapi bagi mereka yang mau untuk memulai, menulis akan menjadi mudah, asyik dan menggembirakan. Perlu diketahui, menulis butuh waktu, proses dan renungan. Sebab, hakikat tulisan terpancar dari pikiran dan hati. Boleh jadi konten tulisan yang radikal berawal dari pikiran dan hati yang sedang marah. Begitupun sebaliknya, saat suasana pikiran dan hati tenang, alur tulisan pun menjadi damai dan nyaman. Menulis tidak jauh berbeda dengan ucapan. Sebab tulisan merupakan ungkapan lisan yang tersampaikan dengan bentuk huruf yang berawal dari buah pikiran, pengetahuan dan pengalaman. Karena tulisan adalah bahasa lisan (ucapan) yang tersampaikan dengan tarian tangan, maka setiap ucapan yang bermuara dari hati akan masuk ke hati, begitupun setiap rangkaian kata (tulisan) yang keluar dari hati akan berlabuh di hati pula.

Dunia Mengenal Tulisanmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Mengenal Tulisanmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Mengenal Tulisanmu

Hebatnya sebuah tulisan dapat menghipnotis dan memengaruhi pembaca, menggiringnya bernostalgia ke alam pikiran dan imajinasi yang dituangkan oleh penulis. Seorang penulis ilmu yang sesuai dengan akidah yang benar secara tidak langsung akan memengaruhi pembaca untuk mengenal akidah yang benar. Begitupun sebaliknya, penulis yang menyebarkan akidah yang salah, jika pembacanya termasuk orang yang belum mampu mengetahui tentang salah dan benarnya sebuah tulisan yang ditulis oleh penulis, boleh jadi pembaca akan mengikutinya tanpa ada tanda tanya dan kritik sedikitpun.

Oleh karenanya penting bagi pembaca mengetahui mana tulisan yang mengarahkannya kepada akidah yang benar dan akidah yang melenceng dan mana tulisan yang benar informasinya dan yang tidak benar. Oleh karenaya, pembaca janganlah merasa puas dengan satu bacaan, tetapi carilah bacaan lain sebagai bahan referensi dan perbandingan.

Bagi para penulis, menulis bukan hanya sekedar hobi dan kesenangan semata, namun lebih dari itu, menulis adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan, diimplemenatsikan dalam kehidupan nyata. Menulis adalah sarana dakwah menyampaikan ilmu yang belum tersampaikan, sehingga dari tulisan yang dibaca pembaca dan diamalkan dalam dunia nyata, penulisnya pun mendapatkan pahala dari pembaca yang mengamalkan tulisannya. Begitu juga penulis, wajib mengamalkan apa yang sesuai dengan isi tulisannya. Sebab tulisan tak ubahnya ucapan yang harus senantiasa diamalkan. Tulisan adalah ilmu yang harus diamalkan.

Mengutip pernyataan Imam Al-Ghazali: Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah. Begitulah kira-kira apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali kepada kita tentang urgensi menulis ilmu. Semua pasti sepakat jika para ilmuan Barat dan Islam dikenal karena karyanya yang fenomenal. Sebut saja, Aristoteles, Plato, Karl Marx, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, dan Al-Ghazali adalah segelintir orang yang membuktikan dirinya layak disebut intelektual dengan buku-buku yang dihasilkannya. (Radar Bangka, 25, Februari 2015). Ada ungkapan menarik yang bisa kita jadikan motivasi untuk menumbuhkan rasa semangat menulis. Kurang lebih begini isi ungkapan tersebut: “Kalau kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, tapi kalau dunia ingin mengenalmu maka menulislah”.

Muhammadiyah Asli

* Alumni Santri Pondok Pesantren Sidogiri yang sedang kuliah di STEI Tazkia Bogor Jurusan Bisnis dan Manajemen Islam.

Muhammadiyah Asli

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Hikmah, Lomba Muhammadiyah Asli

Senin, 24 Juli 2017

Aisyah Hamid Baidhowi: NU Butuh Panduan Dakwah

Jakarta, Muhammadiyah Asli. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi dakwah Islam terbesar se-Indonesia membutuhkan sebuah frame yang berfungsi sebagai panduan dakwah. Frame ini berguna untuk dijadikan pedoman dan pegangan bagi setiap aktivitas dakwah Nahdlatul Ulama di segenap aspek. Baik oleh para pengurus di berbagai tingkatan maupun oleh tiap komunitas di berbagai konsentrasi dakwah.

Demikian dinyatakan sesepuh Muslimat Nahdlatul Ulama Nyai Hj. Aisyah Hamid Baidhowi kepada Muhammadiyah Asli, Kamis (30/7). Menurut cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ini, frame tersebut digunakan sebagai bingkai dakwah agar setiap kegiatan dan misi perjuangan NU tidak keluar dari koridor-koridor Ahlussunnah wal Jamaah.

Aisyah Hamid Baidhowi: NU Butuh Panduan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aisyah Hamid Baidhowi: NU Butuh Panduan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aisyah Hamid Baidhowi: NU Butuh Panduan Dakwah

"Pedoman dakwah ini bisa dibuat untuk jangka waktu yang panjang. Jadi tidak berubah setiap ganti kepengurusan atau berubah terjadi perkembangan tren zaman. Dengan pedoman ini, kita bisa mempersiapkan materi-materi dan visi dakwah ke depan dalam jangka panjang," tutur Aisyah.

Muhammadiyah Asli

Lebih lanjut Aisyah menjelaskan, Bila memiliki pegangan yang kuat, Nahdlatul Ulama dapat menapaki tahapan-tahapan dakwah dengan lebih mantap dan tidak mudah terombang-ambing oleh situasi dan kondisi sosial-politik yang ada. Dengan pijakan dakwah yang kokoh Nahdlatul Ulama dapat memprediksikan pola masyarakat yang diinginkan dan akan dibentuk hingga puluhan tahun ke depan.

"Pedoman atau panduan dakwah ini bisa dibuat oleh para ahli dakwah dengan melibatkan para sosiolog dan futurolog, sehingga tidak cepat basi atau ketinggalan zaman. Panduan dakwah ini mengatur tentang skala prioritas dan batasan-batasan toleransi Ahlussunnah wal Jamaah yang dikembangkan oleh berbagai kalangan pengurus, aktifis dan warga Nahdlatul Ulama," ungkap adik kandung Gus Dur ini.

Muhammadiyah Asli

Aisyah berpendapat bahwa tanpa panduan yang jelas dalam berdakwah warga Nahdliyin akan kehilangan arah dalam mewujudkan cita-cita kehidupan masyarakat yang lebih baik. Tanpapedoman dakwah yang jelas, para aktifis dikhawatirkan hanya akan mengikuti trend global yang tidak tentu arahnya.

"Sejak awal didirikan, NU mencita-citakan tumbuhnya masyarakat religius dalam bingkai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sejahtera dan bermartabat. Nahdlatul Ulama harus terus dijalankan dalam rel yang jelas, rel dakwah yang mengayomi warga masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Islam rahmatan lilalamin," tandasnya. (Syaifullah Amin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Amalan, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Sabtu, 10 Juni 2017

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan

Pariaman, Muhammadiyah Asli. Pesantren dinilai kurang terbiasa berdakwah dengan menggunakan tulisan. Para kiai dan alumni pesantren lebih sering berdakwah secara lisan.

Hal tersebut disampaikan PCNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman kepada Muhammadiyah Asli di Pariaman, Sabtu (16/6). Sebelumnya dia menyerahkan dua buku kepada Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi saat menghadiri Wusyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PWNU Sumatera Barat, Kamis (14/6) lalu.

Dua buku yang diserahkan kepada Ketua Umum PBNU itu berjudul ”Azwar Tuanku Sidi, Menjaga Maru’ah Ulama” dan ”Mereka Yang Terlupakan, Tuanku Menggugat karya Bagindo Armaidi Tanjung.”

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tak Biasa Berdakwah dengan Tulisan

Kedua buku  tersebut ditulis Bagindo Armaidi Tanjung yang saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar sekaligus Pembina IPNU Padangpariaman. Kurang dan sulitnya ditemukan buku-buku tentang ulama surau yang bergelar tuanku di pasaran dan toko-toko buku, mendorong penulisnya untuk menerbitkan buku ini.

”Selaku Ketua NU Padangpariaman yang merupakan organisasi perkumpulan ulama-ulama pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah dalam berbagai kesempatan, pertemuan dan pelatihan, saya menghimbau dan mendorong para kader dan anggota NU serta masyarakat luas untuk menulis dan menerbitkan karya pemikirannya dalam bentuk buku,” kata Rahmad.

Muhammadiyah Asli

Selama ini, banyak dokumentasi pemikiran dan gagasan para ulama NU yang tersimpan hilang, seiring dengan meninggalnya ulama tersebut. Padahal karya dalam bentuk tulisan akan hidup sepanjang masa selama buku itu tetap dibaca orang, meskipun penulisnya sudah meninggal dunia. “Ulama selama ini terbiasa dalam dakwah lisan dan sedikit dakwah melalui tulisan,” katanya.

Ulama yang Konsisten

Muhammadiyah Asli

Buku pertama berkisah tentang Buya Azwar Tuanku Sidi, seorang ulama yang konsisten dalam memegang prinsip hidup dan keagamannya. Beliau mengajarkan kepada semua santrinya akan kebesaran dan kemuliaan status ulama yang melekat pada diri ulama, harus dijaga dan dipelihara dari kontaminasi  kepentingan sesaat.

Sebagai seorang ulama yang dikenal dekat dengan pemerintah, beliau tidak menjadikan dirinya sebagai corong pemerintah, mengamini semua yang disampaikan pemerintah. Beliau tetap kepada prinsipnya, bahwa jika yang dilakukan pemerintah itu benar, beliau dukung. Sebaliknya jika salah, beliau yang pertama mengingatkan.

Selain memimpin Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Buya Azwar Tuanku Sidi juga dikenal dengan juru dakwah yang vokal (orator), tidak saja di Padangpariaman, tapi juga sudah merambah ke luar Sumatera Barat.

Sedangkan buku kedua, ”Mereka Yang Terlupakan, Tuanku Menggugat” berisi tentang kiprah tuanku alias ulama yang identik dengan surau dan pesantren, karena di mana ada tuanku, di sana ada surau dan pesantren. Seyogyanya program pemerintah daerah tentang kembali ke surau itu adalah memposisikan tuanku sebagai penggerak utama surau dengan semua konsekuensinya.

Pemberdayaan tuanku secara komprehensif dalam semua bidang dan pesantrennya adalah jawaban dari program tersebut. Seiring dengan merosotnya moral anak bangsa ,  maka peran tuanku sebagai pengawal moral masyarakat akan sangat strategis. Di samping itu tuanku juga merupakan penjaga dan penyelamat tradisi (budaya) Minangkabau

Secara optimis, penulisnya menyebut, meski tuanku sering disebut dengan sebutan ulama tradisional dan kuno, namun seiring dengan persaingan budaya global tuanku jadi lebih unggul dengan ketradisionalan dan kekunoannya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren, Lomba Muhammadiyah Asli

Jumat, 02 Juni 2017

Sumber-sumber Radikalisme

Oleh M. Kholid Syeirazi



Radikalisme agama dibentuk oleh pikiran radikal. Pikiran radikal menghasilkan sikap eksklusif dan intoleran. Sikap eksklusif dan intoleran pintu masuk untuk bertindak radikal, melakukan teror, dan kekerasan. Orang yang berpikir radikal dan bersikap eksklusif belum tentu bersedia melakukan tindakan radikal, kekerasan, apalagi teror. Tetapi semua teroris atas nama agama bertindak karena pikiran-pikiran radikal. Bahan baku pikiran radikal di kalangan Muslim adalah kombinasi kompleks dari bermacam-macam sumber. 

Sumber pertama adalah teks-teks agama (? ?)  baik Al-Quran, Hadits maupun pendapat ulama  yang dijustifikasi sebagai referensi untuk berpikir dan bertindak radikal. Teks-teks ini umumnya dipahami secara harfiah, dilepaskan dari konteksnya, tidak mengikuti metodologi istinbath, dan dilepaskan dari illat (faktor) kekinian. Jika ada ayat "Bunuhlah orang-orang kafir di mana pun kalian temukan mereka," maka  tidak ada tafsir lain selain perintah menghunus pedang dan memanggul senjata. Jika ada ayat "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sebelum kalian ikuti agama mereka," maka tidak ada makna lain selain kita harus bersitegang dan curiga tanpa batas tanpa reserve. Kita bisa temukan banyak ayat lain yang bisa jadi bahan baku berpikir dan bertindak radikal, termasuk larangan mengangkat orang kafir sebagai ? yang bikin geger orang Indonesia tempo hari itu.

Sumber-sumber Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumber-sumber Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumber-sumber Radikalisme

Sumber kedua adalah klaim tentang kebusukan demokrasi, nation-state, dan pemimpin politik yang mengakui demokrasi dan nation-state. Radikalisme memikat anak-anak muda karena menyediakan alternatif untuk memahami deprivasi relatif yang menimpa mereka. Seluruh kekacauan tertib sosial dan politik, termasuk isu pengangguran, kemiskinan, ketimpangan, dan dominasi asing dalam perekonomian adalah kesalahan sistem sekuler. Mereka mengutuk pemimpin demokrasi dan negara-bangsa, mencari celah membusukkan mereka, dan menyodorkan alternatif Islam (? ? atau ? ?) bagi nation-state sekuler.

Jadi masalahnya bukan siapa presidennya, tetapi sistem yang diikutinya. Karena itu, tidak perlu heran, radikalis yang sekarang kritis sama Jokowi dan punya agenda membusukkan rezim Jokowi, dulu juga kritis sama SBY dan ingin membusukkan rezim SBY. Jika sekarang mereka berteman dg SBY dan memuji SBY yang dulu lunak kepada mereka, itu semata karena SBY tidak lagi jadi presiden dari sebuah sistem sekuler.

Muhammadiyah Asli

Sumber ketiga adalah perasaan teraniaya dari Barat dan ingin membalas seluruh kekejian mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Para pelaku teror adalah mereka yang marah dengan Amerika dan Israrel serta sekutu-sekutu mereka yang keji terhadap Islam dan kaum Muslimin. Teror di sini adalah dalam rangka membalas perbuatan mereka di sana. Bunuh diri adalah cara terhormat untuk membalas perbuatan Amerika yang membunuh banyak orang di Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika dan merampok kekayaan alam mereka.

Inilah sumber-sumber nalar radikal. Tanpa kejujuran mengakui sumber-sumber ini, kita tidak akan bisa membereskan gejala radikalisme Islam yang mewabah dimana-mana, termasuk Indonesia.

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli

Muhammadiyah Asli Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Rabu, 22 Maret 2017

Aset Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar Meningkat 14,9 Persen

Bandung, Muhammadiyah Asli

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nahdlatul Tujjar Kabupaten Bandung, Jawa Barat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2015 di Madrasah Darul Huda Kp Bugel Girang, Desa Neglasari Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (21/1).?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus, pengawas, dan anggota koperasi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung H Usep Dedi Rostandi dan Kepala Desa Neglasari, Suherman.

Aset Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar Meningkat 14,9 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Aset Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar Meningkat 14,9 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Aset Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar Meningkat 14,9 Persen

Pada kegiatan tersebut pengurus KSP Nahdlatul Tujjar memaparkan laporan yang terdiri dari laporan bidang organisasi, bidang usaha, dan bidang keuangan tutup buku 31 Desember 2015. Sementara itu, pengawas memberikan laporan hasil pemeriksaan dari ketiga bidang tersebut.

Menurut Ketua KSP Nahdlatul Tujjar H Saepuloh, posisi keungan di tahun 2015 jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari aset yang meningkat sebesar 14.9 persen. Begitu pula pendapatan meningkat sebesar 19,3 persen dari tahun sebelumnya.?

“Aset koperasi dari tahun ke tahun terus meningkat, peningkatan aset Koperasi Nahdlatul Tujjar tahun 2015 sebesar 14,9 persen, sementara peningkatan pendapatan tahun 2015 sebesar 19,3 persen,” tutur Saepuloh yang juga Sekretaris Pergunu Jawa Barat ini.

Muhammadiyah Asli

Menurut Saepuloh, KSP Nahdlatul Tujjar pada tahun 2015 memberikan pelayanan kepada anggota berupa pinjaman, tabungan hari raya, tabungan pendidikan dan tabungan qurban. Adapun besar pinjaman yang diberikan kepada anggota maksimal Rp 15 juta.?

“Pada tahun 2016, kita akan memberikan layanan tabungan umroh kepada anggota bekerja sama dengan travel umroh,” tutur Saepuloh.?

Kegiatan Rapat Anggota tersebut terasa lebih hangat dengan pemberian bingkisan dan doorpize berupa peralatan rumah tangga kepada seluruh anggota yang hadir.? (Red: Fathoni)

Muhammadiyah Asli

Dari Nu Online: nu.or.id

Muhammadiyah Asli AlaNu, Hadits, Pondok Pesantren Muhammadiyah Asli

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Muhammadiyah Asli sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Muhammadiyah Asli. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Muhammadiyah Asli dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock